IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 19
FEBRUARI 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 28)
Subtema: LIANGNYA
SERIGALA
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan syukur
kepada TUHAN oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung
TUHAN yang kudus, kita boleh datamh menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman
Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, saudara/i, bapa/ibu dalam kasih Kristus,
bahkan hamba-hamb TUHAN yang turut bergabung secara online baik di dalam negeri
maupun di luar negeri dimanapun saudara berada. Kiranya damai sejahtera yang
melampaui akal pikiran kita senantiasa berkuasa dan bertakhta di hati kita
sehingga kita dapat duduk diam tenang menikmati sabda ALLAH.
Mari kita sambut KITAB MALEAKHI
sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan
perjamuan suci. Namun tetaplah berdoa dan mohon kemurahan hati TUHAN supaya Firman
yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh?
Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi
jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa
mudanya.
ALLAH yang Esa memberkati laki-laki
dan perempuan sehingga keduanya menjadi SATU DAGING. Yang dikehendaki
atau didambakan dari kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI.
Kiranya oleh kelimpahan kasih
karunia TUHAN kita semua secara khusus keluarga besar GPT “Betania” adalah keturunan Ilahi karena itulah yang dikehendaki dari
kesatuan, dari hubungan intim kita dengan TUHAN yaitu lahirlah keturunan Ilahi,
anak laki-laki.
Demi keturunan Ilahi, ALLAH berFirman:
“Jagalah dirimu!”
Namun di dalam hal menjaga diri kita
perlu menggunakan caranya TUHAN; tidak perlu berusaha menggunakan metode ini
dan itu, tidak perlu menggunakan cara-cara manusia duniawi, sebab Alkitab
berkata di dalam Mazmur 127:1 “… jikalau bukan TUHAN yang mengawal
kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Soal MENJAGA DIRI DENGAN CARANYA TUHAN
dapat kita pelajari dan bahas di dalam Keluaran 23:21.
Keluaan 23:20 -- Perikop: “Janji
dan tegoran kepada Israel.”
(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat
berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk
membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
TUHAN mengutus seorang malaikat
berjalan di depan umat Israel,
sama artinya: Gembala menuntun domba-domba.
Dampak positif apabila gembala
menuntun domba-domba:
1.
Untuk melindungi umat Israel di jalan.
Dengan demikian di dalam perjalanan kita dibela
oleh gembala karena banyak sandungan di tengah pengkutan kita, kemudian banyak
musuh yang menghadang baik daging dan keinginannya, maupun dunia dan arusnya,
termasuk iblis setan yang membuat pendurhakaan/pemberontakan kepada TUHAN,
dengan praktek kenajisan percabulan dan kekejian di hadapan TUHAN.
Oleh sebab itu, kita harus menjadi domba dan
menyerahkan diri untuk digembalakan maka nanti gembala yang akan menuntun
domba-domba sehingga kita dilindungi di tengah perjalanan rohani kita di
hadapan TUHAN.
2.
Untuk membawa umat Israel ke tempat yang telah TUHAN sediakan.
Itulah tanah air Sorgawi yang kelak menjadi
milik pusaka kita, disanalah kita bahagia bersama dengan Dia untuk
selama-lamanya, itulah hatinya TUHAN, tempat mempelai perempuan TUHAN, kota
kudus, Yerusalem yang baru.
Keluaan 23:21
(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah
perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu
tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
Belajarlah mendengar suara gembala.
Jangan mendurhaka kepada gembala karena akibatnya fatal yaitu dosa tidak
diampuni.
Oleh sebab itu, gembala harus tulus
melayani TUHAN, melayani pekerjaan TUHAN, termasuk menuntun domba-domba.
Intisarinya: Jagalaah dirimu di
hadapannya dan dengarkanlah perkataannya.
JAGALAH DIRIMU, artinya: Tergembala
dengan baik dan benar = Menjadi domba-domba yang tergembala dengan baik.
Tandanya: Mendengar suara gembala dan jangan mendurhaka atau memberontak.
Lebih rinci tentang “DOMBA
TERGEMBALA.”
Yohanes 10:3-4
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba
mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut
namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah
dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti
dia, karena mereka mengenal suaranya.
Di sini dikatakan: Penjaga
membuka pintu.
Pendeknya, tugas penjaga atau
gembala adalah membuka pintu bagi domba-domba, itu berarti domba-domba
selalu di dalam kemurahan meskipun berada di tengah-tengah kesukaran,
bahkan sekalipun ada di tengah-tengah serigala yang buas.
Sikap domba-domba ketika gembala
atau penjaga membuka pintu:
1.
Domba-domba mendengarkan suara gembala.
2.
Domba-domba mengikuti penjaga atau gembala.
Demikianlah cara untuk menjaga diri
dengan baik. Menjaga diri dengan baik berarti menjadi diri dengan caranya TUHAN
yaitu menjadi domba yang tergembala.
Biarlah kiranya dengan mata terbuka
kita melihat pribadi Yesus Kristus yang adalah Gembala Agung senantiasa
menuntun perjalanan rohani kita dari belakang.
Tentang: DOMBA-DOMBA MENGIKUTI
GEMBALA (Bagian 2).
Matius 8:18 -- Perikop: “Hal
mengikut Yesus.” Berarti iman dan dengar-dengaran.
(8:18) Ketika Yesus melihat orang
banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
Yesus menyuruh murid-murid bertolak
ke seberang. Berarti, pergi dari tempat dimana ia berada ke tempat lain,
menyeberangi lautan manusia atau lautan dunia. Sebab di dalam hal mengikut
Yesus bukan berarti berjalan (melewati) menurut kehendak kita sendiri, tetapi
melewati daerah maut sehingga kita berada dalam suasana kebangkitan dan hidup
di tempat yang lain. Daerah maut 🡪 Daging, dimana kuasa maut berkuasa.
Matius 8:19-20
(8:19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat
dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja
Engkau pergi." (8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia
tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Seorang ahli Taurat berkata kepada
Yesus: “Ia akan mengikuti Yesus, kemana saja Dia pergi.”
Akan tetapi TUHAN menunjukkan
kesalahan dalam pengikutannya kepada TUHAN, sebab Yesus berkata: “Anak
Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Artinya: Mengikut
TUHAN tetapi tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala = TUBUH TANPA KEPALA.
Ini adalah pengikutan yang keliru dan banyak orang Kristen yang seperti itu.
Saya berdoa supaya keluarga GPT “Betania” di dalam hal mengikut TUHAN
menempatkan Kristus sebagai Kepala. Jangan sampai hal-hal lain yang menjadi
kepala.
Dampak negatif TUBUH TANPA KEPALA:
1.
Menjadi liangnya serigala.
2.
Menjadi sarangnya burung.
Keterangan: MENJADI LIANGNYA
SERIGALA.
Kita akan melihat pribadi yang
menjadi liangnya serigala.
Lukas 13:31-32 -- Perikop: “Yesus
harus mati di Yerusalem.”
(13:31) Pada waktu itu datanglah beberapa
orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat
ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." (13:32) Jawab
Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala
itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan
pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
Ahli Taurat dan orang Farisi berkata
kepada Yesus: : "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes
hendak membunuh Engkau." Kemudian Yesus berkata: "Pergilah dan
katakanlah kepada si serigala …”
Singkat kata, Herodes disebut SI
SERIGALA, itu berarti Herodes adalah liangnya serigala.
Pekerjaan dari serigala adalah
MEMBUNUH.
Matius 7:15 -- Perikop: “Hal
pengajaran yang sesat.”
(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi
palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi
sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Nabi-nabi palsu disebut juga serigala
berbulu domba.
Pekerjaan si serigala: Menerkam
dan mencerai-beraikan domba-domba … Yohanes 10:12.
Yang dibunuh, diterkam, dan
dicerai-beraikan di sini adalah hal yang rohani itulah manusia batin bukan
manusia jasmaniah.
Wahyu 13:11 -- Perikop: “Binatang
yang keluar dari dalam bumi.”
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang
lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba
dan ia berbicara seperti seekor naga.
Binatang yang keluar dari dalam
bumi: Bertanduk dua sama seperti anak domba, tetapi mulutnya seperti seekor
naga. Pendeknya, parasnya seperti anak domba, tetapi mulutnya seperti
seekor naga. Jadi, antara paras dan mulut tidak sama, itu sebabnya
binatang yang keluar dari dalam bumi disebut NABI-NABI PALSU.
Ada orang yang semacam ini mulutnya
manis sekali tetapi penuh dengan dusta itulah nabi-nabi palsu, itulah liangnya
serigala, itulah Herodes.
Oleh sebab itu, jangan ada kepalsuan
di antara kita, baik dalam nikah juga jangan ada kepalsuan. Jika disekitar kita
ada orang yang semacam ini maka berdoa saja kepada TUHAN supaya kita dikuatkan
oleh TUHAN. Kiranya dengan kekuatan dari TUHAN kita menjadi kesaksian dimanapun
kita berada, sehingga tidak perlu menggurui. Maka beberapa waktu lalu saya
sampaikan bahwa “guru tetaplah guru” dan kesaksiannya pasti diterima.
1 Timotius 4:1-3
(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan
bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti
roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (4:2) oleh tipu daya
pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. (4:3)
Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang
diciptakan ALLAH supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang
percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
Di hari-hari terakhir ada orang akan
murtad/mundur dari salib, lalu mereka mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran
setan-setan, sumbernya adalah NABI-NABI PALSU.
Nabi-nabi palsu:
1.
Melarang orang kawin.
Sebenarnya
muara dari ibadah-ibadah di atas muka bumi ini bukan
soal berkat keberkatan, bukan soal berhasil keberhasilan, tetapi PESTA KAWIN
ANAK DOMBA… Wahyu 19:6-9. Namun, hal
ini dilarang oleh nabi-nabi palsu, maka jelas ajaran mereka itu palsu.
2.
Melarang orang makan makanan yang diciptakan ALLAH.
Perlu untuk diketahui: Makanan pokok Yesus ada dua, sebagaimana
yang tertulis di dalam Yohanes 4:34 yaitu:
1)
Melakukan kehendak ALLAH Bapa.
2)
Menyelesaikan pekerjaan ALLAH
Bapa.
Namun hal ini juga dilarang oleh nabi-nabi palsu, sebab hati
nuraninya memakai cap mereka = Melayani tanpa urapan Roh Kudus = Melayani
karena kepentingan-kepentingan daging.
Imam-imam harus melayani dengan cap
dari Sorga, melayani dengan meterai Roh Kudus, dan hamba-hamba TUHAN atau
imam-imam harus menghargai karunia-karunia Roh kudus yang TUHAN percaya
kepadanya. Namun tidak hanya seorang imam, jemaat juga ketika datang menghadap TUHAN
lewat ketekunan tiga macam ibadah pokok biarlah juga memiliki cap atau meterai
dari Roh Kudus yang suci itu sendiri, sehingga ketika memuji TUHAN didorong
oleh Roh ALLAH itu sendiri, sampai duduk mendengarkan Firman TUHAN didorong
oleh Roh ALLAH itu sendiri sehingga tidak ada tindakan atau perbuatan yang
didorong oleh daging.
Apabila ada perbuatan yang didorong
oleh daging itu bisa merusak konsentrasi saat mendengarkan Firman TUHAN,
memutuskan hubungan dengan TUHAN, membatalkan berkat dan perjanjian dari TUHAN.
Jadi, daging itu membatalkan perjanjian, perjanjian TUHAN dengan Abraham adalah
sunat berarti memutuskan ikatan daging.
2 Petrus 2:1-3
(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu
dahulu tampil di tengah-tengah umat ALLAH, demikian pula di antara kamu akan
ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang
membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus
mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri
mereka. (2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang
dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (2:3)
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari
untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi
untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak
akan tertunda.
Nabi-nabi palsu di tengah-tengah
pelayanan: Mereka menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka = Menyangkal
salib.
Jika salib yang disangkali maka
daging yang timbul di tengah-tengah ibadah dan pelayanan itu kepada TUHAN,
sehingga satu dengan yang lain tidak ada kasih mesra. Oleh sebab itu, hati-hati
dalam pelayanan kepada TUHAN tetaplah memikul salib supaya daging yang
disangkali.
Kemudian, nabi-nabi palsu melayani
karena hawa nafsu daging, berarti bukan dalam urapan Roh Kudus.
Jika melayani karena hawa nafsu
terkadang memang nampak indah namun itu adalah hawa nafsu, sehingga ujungnya
kacau balau.
Tandanya: Nabi-nabi palsu mencari
untung dari jemaat dengan ceritera-ceritera isapan jempol, dengan
dongeng nenek tua, dengan takhayul-takhayul, dengan filsafat-filsafat kosong
bahkan bisa juga ditambah dengan guyon-guyon. Jadi, begitu fasih nabi-nabi
menyenangkan telinga dari jemaat/audiens yang mendengarkan paparan Firman ALLAH.
Inilah keadaan dari nabi-nabi palsu
di tengah ibadah pelayanan mereka:
-
Melayani tetapi menyangkali salib Kristus = Tidak menempatkan
Kristus sebagai Kepala.
-
Melayani karena nafsu daging bukan karena urapan Roh
Kudus. Tandanya: Mencari untung dari sidang jemaat lewat ceritera-ceritera
isapan jempol.
Singkat kata, nabi-nabi palsu adalah
orang yang SERAKAH = Tamak = Cinta akan uang. Ayat referensi: 1 Timotius
6:10; akar segala kejahatan adalah cinta akan uang.
Oleh sebab itu, jangan kita cinta
akan uang sebab orang yang cinta akan uang berani mencuri milik TUHAN yaitu:
perpuluhan dan mencuri milik sesama.
1 Timotius 6:3-4 -- Perikop: “Mengenai
penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang.”
(6:3) Jika seorang mengajarkan ajaran
lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan TUHAN kita Yesus
Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, (6:4)
ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya
ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki,
cidera, fitnah, curiga,
Nabi-nabi palsu menolak ajaran
sehat sehingga ibadah pelayanan mereka tidak sesuai dengan ibadah pelayanan
yang berpola Kerajaan Sorga. Akibatnya: Berlagak tahu padahal tidak tahu
apa-apa.
Saya ini hamba TUHAN bukan karena
bergelar tinggi tetapi selama saya mengikuti pendidikan atau sekolah Alkitab di
Makasar kami diajar dengan satu ibadah yang sesuai dengan pola Tabernakel dan
kami belajar mengikuti ibadah yang sesuai dengan pola Tabernakel selama kami
mengikuti pendidikan di Makasar. Sehingga dengan pola ini saya mengerti ibadah
ini sehat atau tidak dan kita juga pada akhirnya mengerti ibadah yang kita
jalankan ini sehat dan bekenan kepada TUHAN atau tidak, karena ibadah dan
pelayanan kita diukur oleh pola Tabernakel dan bukan lagi diukur oleh
pengetahuan dan logika manusia.
Ini adalah suatu keuntungan besar
bagi keluarga ALLAH GPT “Betania” atau bagi umat TUHAN yang menjalankan ibadah dan
pelayanannya menurut pola Tabernakel.
Sistem pelayanan nabi-nabi palsu ini
menerkam dan mencerai-beraikan bukan mempersatukan gereja TUHAN, tetapi jika ibadah dan pelayanan
menggunakan ajaran sehat, menggunakan pola Tabernakel maka pasti kita dibawa
kepada suatu kedudukan di hadapan TUHAN atau kita dibawa masuk ke dalam
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang mempelai TUHAN, milik
kepunyaan ALLAH sendiri. Itu sebabnya dengan tegas Yesus berkata kepada orang
Farisi: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala …”
Malam ini kita harus memiliki sikap
yang tegas seperti teladan TUHAN kepada kita di dalam Lukas 13:31-32.
Oleh sebab itu, menjaga diri ini
harus menggunakan caranya TUHAN berarti kita mau tidak mau harus menjadi
kehidupan domba yang tergembala untuk selanjutnya mendengar gembala dan
mengikuti gembala. Jika hanya sekedar beribadah namun hidup ini tidak
diserahkan kepada TUHAN untuk menjadi kawanan domba ALLAH maka tidak ada
artinya, sehingga sesuka hati ibadah, akhirnya tidak mendapat perlindungan dan
tidak sampai kepada Kerajaan Sorga.
Mulai sekarang kita harus belajar
dari Firman ALLAH yang kita terima supaya jangan menjadi liangnya serigala,
jangan dikuasai nabi-nabi palsu.
Penyakit orang yang berlagak tahu
padahal tidak tahu apa-apa:
-
Mencari-cari soal.
Apa saja dicari-cari menjadi suatu bahan makalah dan didiskusikan.
-
Bersilat kata.
Nabi-nabi palsu pandai bersilat kata untuk memikat hati jemaat
sekaligus mendapat keuntungan dari jemaat.
Malam ini apakah model pemberitaan semacam itu? Saya kira tidak,
karena pemberitaan Firman malam ini bukan untuk memikat hati
saudara, tetapi untuk memikat manusia batiniah menjadi miliknya TUHAN.
2 Timotius 2:14 -- Perikop: “Nasihat
dalam menghadapi pengajar yang sesat.”
(2:14) Ingatkanlah dan pesankanlah
semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan ALLAH, agar jangan
mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan
orang yang mendengarnya.
Dampak bersilat kata di tengah
ibadah pelayanan: Mengacaukan orang yang mendengar, berarti jemaat
menjadi kacau balau. Kacau balau berarti fluktuasi, tidak tenang baik dalam
hidup maupun dalam beribadah dan melayani.
Namun ada orang yang semacam ini
beribadah, kacau namun beribadah, akhirnya saya berkata kepada beliau “orang
buta menuntun orang buta jatuh ke dalam lobang yang sama.” Jika lobang itu
dipertahankan maka ujungnya akan berada pada lobang jurang maut (Wahyu 9:2).
Kita harus memperhatikan ini dengan
sungguh-sungguh.
Saya yakin dan dengan pasti saya
sampaikan malam ini bahwa TUHAN tidak akan membiarkan ibadah pelayanan ini
kacau balau karena berita yang saya sampaikan menurut pola Kerajaan Sorga.
2 Timotius 2:15-16
(2:15) Usahakanlah supaya engkau layak
di hadapan ALLAH sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus
terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (2:16) Tetapi
hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
Seorang gembalas sidang atau hamba TUHAN
harus LAYAK di hadapan TUHAN, masudnya:
-
Seorang pekerjaan yang tidak usah malu. Berarti, tidak malu
merendahkan diri di hadapan TUHAN, tidak malu memikul salib.
Saat ini kondisi gereja kita masih bongkar
pasang dan saya tidak malu ikut bongkar pasang sound system beserta
kabel-kabel, maka kita juga tidak perlu malu merendahkan diri di hadapan TUHAN.
-
Berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itulah berita salib
Kristus.
Jangan menyampaikan salib hanya bagian bungkusnya saja tetapi
isinya bukan salib penuh dengan dongeng-dongeng nenek tua, takhayul-takhayul,
filsafat-filsafat kosong.
2 Timotius 2:17-18
(2:17) Perkataan mereka menjalar
seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, (2:18)
yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan
kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. (2:19)
Tetapi dasar yang diletakkan ALLAH itu teguh dan meterainya ialah: "TUHAN
mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama TUHAN
hendaklah meninggalkan kejahatan."
Nabi-nabi palsu seperti Himeneus dan
Filetus mengajarkan kebangkitan tanpa pengalaman kematian = Merusak
iman jemaat. Oleh sebab itu, dalam setiap pertemuan ibadah kita diajar
untuk menyangkal dan memikul salib, itulah hal mengikut TUHAN. Maka, jangan
melarikan diri untuk meninggalkan salib sebab dapat menyebabkan iman saudara
rusak.
Inilah yang terus saya himbau supaya
saudara semakin kuat di dalam TUHAN, tidak cengeng, tidak ngomel, tidak
bersungut-sungut.
Mengajarkan kebangkitan tanpa
kematian, ajaran seperti ini akan menjalar seperti penyakit KANKER,
berarti seluruh sel-sel dalam tubuh dirusak.
Saya bersyukur TUHAN Yesus
menguatkan hati saya, TUHAN Yesus juga menyelamatkan seluruh sidang jemaat GPT
“Betania” Serang & Cilegon sehingga kita
menjadi sel-sel pada tubuh Kristus, menjadi sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN
yang sempurna, tubuh Kristus yang sempurna.
Semestinya ketulusan hati semacam
ini kita hargai dan kita hormati, maka kita harus tahu dimana kita meletakkan
penghormatan.
1 Timotius 6:4
(6:4) ia adalah seorang yang berlagak
tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan
bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,
Mengajarkan kebangkitan tanpa
kematian menyebabkan seluruh sel-sel dalam tubuh dirusak, tanda dirusak: Ada roh
dengki, roh cidera, roh fitnah, roh curiga.
-
Seharusnya satu dengan lain saling mengasihi bukan
saling mendengki.
-
Seharusnya satu dengan lain bukan saling
menciderai / menyakiti tetapi saling mengobati.
-
Seharusnya satu dengan lain saling menutupi
kesalahan bukan membeberkan kesalahan tanpa sebab.
-
Seharusnya satu dengan lain saling mempercayai bukan
saling mencurigai.
Herodes yang disebut serigala
membunuh karakter yaitu dengki, cidera, fitnah, curiga, timbul dalam diri orang
lain.
Kemudian, nabi-nabi palsu menerkam
dan mencerai-beraikan kawanan domba, sehingga tidak ada kesatuan satu sama
lain.
JALAN KELUAR.
1 Timotius 4:6-7
(4:6) Dengan selalu mengingatkan hal-hal
itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus
Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam
ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. (4:7) Tetapi jauhilah
takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Inilah nasihat Rasul Paulus sebagai
bapa rohani kepada Timotius sebagai anak rohaninya, antaralain:
1.
Terdidik soal-soal pokok iman.
2.
Terdidik dalam ajaran sehat.
Tentang: SOAL-SOAL POKOK IMAN.
Soal-soal pokok iman disebut juga asas-asas
pertama tentang ajaran Kristus.
Ibrani 6:1-2
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas
pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang
penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan
yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada ALLAH, (6:2) yaitu ajaran
tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati
dan hukuman kekal.
Soal-soal pokok iman atau asas-asas
pertama dalam ajaran tentang Kristus yaitu; percaya, bertobat, dibaptis air,
dan penuh dengan Roh Kudus. Kemudian, di tengah-tengahnya terjadi mujizat,
perbuatan ajaib, pengusiran setan dan seterusnya.
Namun dikatakan disini beralihlah
kepada perkembangan yang penuh, itulah ajaran Sehat (1 Timotius 4:6).
Ajaran sehat jika dikaitkan dengan
pola Tabernakel terkena kepada Bait Suci ALLAH, dimulai dari RUANGAN
SUCI sampai RUANGAN MAHA SUCI.
Sementara asas-asas pertama tentang
ajaran Kristus jika dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada daerah
HALAMAN.
Pada RUANGAN SUCI terdapat 3 macam
alat 🡪 Ketekunan dalam tiga macam ibadah
pokok.
1.
Meja Roti Sajian 🡪 Ketekunan dalam Ibadah
Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, berbicara soal IMAN.
2.
Pelita Emas 🡪 Ketekunan dalam Ibadah
Raya Minggu disertai dengan kesaksian, berbicara soal PENGHARAPAN.
3.
Mezbah Dupa 🡪 Ketekunan dalam Ibadah
Doa Penyembahan, berbicara soal KASIH.
Ketekunan 3 macam ibadah pokok
adalah dasar/awal untuk mencapai kesempurnaan = Ketekunan 3 macam ibadah pokok
adalah dasar kita untuk berada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa
penyembahan.
Jika ibadah itu sehat maka pasti
ibadah itu menggunakan pola Tabernakel, tetapi nabi-nabi palsu mengadakan
ibadah yang tidak sesuai dengan pola Tabernakel (1 Timotius 6:3).
Dari sini kita dapat melihat bahwa
seorang hamba TUHAN dipakai TUHAN bukan karena gelarnya tinggi tetapi dilihat
dari penyerahan dirinya; melayani TUHAN dengan penyerahan diri sepenuh,
tahbisan sepenuh, pendamaian sepenuh dan semuanya dikerjakan dengan
ketulusan hati. Jika demikian ibadah tersebut kandungannya adalah ajaran sehat
yaitu tekun dalam 3 macam ibadah pokok, kemudian itu adalah dasar kita sampai
kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Jika kedudukan kita sudah sampai
kepada tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan maka ini sarana yang
efektif masuk dalam perobekan daging. Tanpa penyembahan maka tidak mungkin
masuk dalam perobekan daging sebab kedudukan dari Mezbah Dupa sangat
dekat dengan Tabir Bait Suci, inilah jalan untuk masuk ke dalam Ruangan
Maha Suci.
Ruangan Maha Suci 🡪 Gereja yang sempurna, tandanya: Di
dalamnya terdapat Tabut Perjanjian.
Tabut Perjanjian adalah gambaran
dari sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna, itulah takhta ALLAH.
Jadi, ibadah yang berpola itulah
ajaran sehat, disebut juga perkembangan yang penuh, karena sejatinya Kristus
adalah Kepala (Efesus 1:22).
Sementara dalam Efesus 1:23,
jemaat adalah tubuh-Nya, kepenuhan Kristus. Maka, kita bukan hanya diberkati
tetapi harus menjadi kepenuhan Kristus, berarti menjadi Sidang Mempelai TUHAN =
kepenuhan Kristus.
Oleh sebab itu, lewatilah 3 pintu
dalam Tabernakel:
1.
Terima Yesus = Percaya, terkena
kepada Pintu Gerbang.
Selanjutnya, bertobat terkena kepada Mezbah Korban Bakaran dan
dibaptis air terkena kepada Kolam Pembasuhan.
2.
Kepenuhan Roh Kudus, terkena kepada Pintu
Kemah.
Selanjutnya berada di dalam Ruangan Suci.
3.
Perobekan daging, terkena kepada Pintu
Tirai.
Bertahanlah untuk melewati 3 pintu
ini.
Jika tidak bisa melewati 3 pintu ini
berarti berada di luar Tabernakel = Di luar takhta ALLAH.
Inilah jalan keluarnya, seperti
Timotius terdidik dalam soal-soal pokok iman istilah lain terdidik soal
asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, terkena kepada Halaman.
Kemudian, terdidik dalam ajaran
sehat disebutlah perkembangan yang penuh 🡪 Gereja TUHAN yang sempurna, sesuai dengan Efesus 1:22-23.
Inilah ajaran sehat yang diajarkan
kepada kita dan inilah pengikutan kita kepada TUHAN.
Jangan kita seperti ahli Taurat dan
orang Farisi berkata: “Aku akan mengikuti Yesus, kemana saja Engkau pergi.” Namun, TUHAN mengenal ahli Taurat dan orang
Farisi, itu sebabnya Yesus berkata: "Serigala mempunyai liang dan
burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk
meletakkan kepala-Nya." Kalau kita mengikut TUHAN tetapi tidak
menempatkan Kristus sebagai Kepala maka menjadi liangnya serigala dan sarangnya
burung.
Malam ini kita sudah melihat
liangnya serigala itulah Herodes dan nabi-nabi palsu, namun TUHAN sudah
memberikan jalan keluar seperti yang disampaikan Rasul Paulus kepada anak
rohaninya itulah Timotius, yaitu soal pokok iman dan ajaran sehat.
Ajaran sehat membawa kita sampai
kepada kepenuhan Kristus, berarti menjadi sidang mempelai TUHAN. Namun, jangan
kita menerima ajaran-ajaran yang menyesatkan dari nabi-nabi palsu karena ajaran
itu seperti PENYAKIT KANKER; berbicara soal kebangkitan namun tanpa kematian,
itu merusak iman. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
.jpg)

No comments:
Post a Comment