KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, June 11, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JUNI 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JUNI 2026

 

YUDAS 1:11

(Seri: 25)

 

Subtema: LADANG-LADANG

 

Shalom…

Damai sejahtera bagi kita sekaliannya. Salam sejahtera di dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus yang telah memungkinkan kita untuk berada di tengah Ibadah Doa Penyembahan dan sebentar kita akan membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di hadapan TUHAN, sujud menyembah kepada Dia, sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan.

 

Selanjutnya, doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera senantiasa berkuasa, bertakhta di hidup kita sehingga ada sukacita besar saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.

 

Mari kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 13).

 

Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Adapun orang-orang yang masuk ke dalam kumpulan Korah, antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 (dua ratus lima puluh) pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Bilangan 16:9-11

(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

“Korah menuntut pangkat imam lagi.” Padahal Korah dan segenap bani Lewi telah dipisahkan ALLAH dari umat Israel dan diperbolehkan untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya; diberi kesempatan untuk …

-    Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan-Nya, mulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.

-    Bertugas untuk melayani umat Israel

Pendeknya, Korah mengharapkan pangkat imam, inilah yang menjadi motif sehingga Korah dan kumpulannya memberontak melawan Musa.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka “tidak mau datang”.

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

-    Tidak tunduk = Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-    Tidak menghormati tahbisan dan urapan TUHAN.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selain tidak tunduk, Datan dan Abiram menuduh bahwa:

a.         Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

Lebih tepatnya pemimpin yang tidak bertanggung jawab.

Alasannya: Musa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk dibiarkan mati di padang gurun. Sebab, bagi Datan dan Abiram, Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

b.         Musa mengelabui mata umat Israel = Penipu dan munafik.

Alasannya: Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, sebab bagi Datan dan Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Kita bandingkan dengan

Keluaran 3:7-8, 16-17

(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. (3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. (3:16) Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, ALLAH nenek moyangmu, ALLAH Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. (3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

TUHAN mengutus Musa, lalu ditetapkan sebagai pemimpin untuk menuntun umat Israel keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju Kanaan, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

Singkat kata:

-    MESIR  adalah negeri kesengsaraan/perbudakan oleh pengerah-pengerah. Sedangkan,

-    KANAAN adalah negeri yang baik dan luas, berarti;

a. Limpah air susu dan madunya.

b. Dijadikan ladang-ladang dan kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Saudara, minggu lalu kita telah membahas tentang Kebun Anggur, sekarang kita akan melihat,

Tentang: LADANG-LADANG

Ladang dalam bahasa Ibrani disebut "sadeh", sedangkan dalam bahasa Yunani disebut "agros." Namun kedua-duanya merujuk kepada TANAH yang harus digarap.

Tanah -> Hati manusia.

 

Matius 13:4-8 --- Perikop: "Perumpamaan tentang seorang penabur."

(13:4) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. (13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. (13:6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. (13:7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. (13:8) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

 

BENIH yang ditaburkan itu ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, sebagian lagi jatuh di semak duri, dan yang terakhir jatuh di tanah yang baik.

Tanah yang baik -> Tanah yang subur / gembur setelah digarap.

 

Mari kita lihat arti rohani pada Injil …

Matius 13:23

(13:23) Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

 

Tanah yang baik adalah gambaran dari orang yang mendengar Firman TUHAN, mengerti, dan melakukannya.

 

Matius 7:24-25

(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

 

Mendengar Firman ALLAH dan melakukannya = Orang BIJAKSANA, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mendirikan rumah di atas batu, artinya: berdiri di atas korban Kristus. Berarti, hidupnya dilandasi oleh korban Kristus. Jadi landasan hidupnya bukan pasir, bukan daging dengan segala keinginannya, bukan yang lahiriah.

Biarlah kiranya landasan hidup kita adalah Korban Kristus.

Dampak positif: KUAT dan SANGGUP menghadapi 3 (tiga) jenis ujian:

1.         Turunlah hujan -> Ujian dari atas, yaitu ular naga dengan segala tipu dayanya.

Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, perjuangan kita melawan roh-roh jahat di udara dengan segala tipu dayanya… Efesus 6:12.

Demikianlah Yesus Kristus pada akhirnya menyerahkan dirinya untuk menderita sengsara dan mati di atas kayu salib karena Dia tidak masuk ke dalam perangkap tipu daya Iblis Setan.

Andaikata Dia membalas kejahatan dengan kejahatan maka sama dengan terperangkap dengan tipu daya dari pada roh-roh jahat di udara itulah Iblis Setan atau ular naga.

2.       Datanglah banjir -> Ujian yang datang pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia ini. Sedangkan, roh antikris adalah roh jual beli, disebut juga kenajisan percabulan.

Praktek ibadahnya; Pengajaran Salib diganti dengan teory prosperity kemudian menjalankan ibadah fasik.

3.         Angin melanda rumah itu -> Ujian dari nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajarannya yang palsu.

Misalnya menyampaikan Firman TUHAN lalu ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong, itu ajaran palsu.

Tujuan mereka adalah untuk mencari untung daripada si pendengar Firman TUHAN itulah Sidang jemaat, di dalam 2 Petrus 2:2 -- guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka.

 

Tetapi orang yang mendirikan rumahnya di atas batu atau landasan hidupnya adalah Korban Kristus, tidak akan terpengaruh dengan 3 (tiga) jenis ujian tersebut, tidak terpengaruh dengan tipu daya dari naga (roh jahat di udara), kemudian tidak terpengaruh dengan banjir jahanam itulah kenajisan percabulan disebut juga roh jual beli / roh antikris, serta tidak terpengaruh dengan angin-angin pengajaran palsu oleh nabi-nabi palsu sebab rumah itu dibangun di atas batu / Korban Kristus.

Artinya: Berkemenangan terhadap tipu daya daripada Setan tritunggal.

 

Siapa sebenarnya wujud yang berkemenangan itu?

Wahyu 12:3-4 --- Perikop: "Perempuan dan naga."

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

 

Tanda lain di langit:

1. Seekor naga merah padam yang besar.

2. Berkepala tujuh -> Antikris.

3. Ekornya menyeret 1/3 (sepertiga) dari bintang-bintang di langit 🡪 Nabi-nabi palsu.

Ini merupakan SETAN TRITUNGGAL, satu kali nanti akan menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia.

Maka mulai dari sekarang, kita belajar untuk mendengar Firman TUHAN sampai mengerti dan melakukannya sungguh-sungguh dihadapan TUHAN.

Itulah gambaran dari orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu sehingga sekalipun menghadapi 3 (tiga) jenis ujian itulah setan tritunggal, dia kuat.

 

Jadilah bijaksana. Darimana kebijaksanaan itu hadir dalam hidup kita? Dari mendengar dan melakukan Firman TUHAN. Sedangkan orang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu, sekalipun ada ujian, dia tetap kuat.

 

Jadi saudara, kita harus berpikir panjang, jauh ke depan. Artinya; mulai dari sekarang kita harus belajar untuk mendengar Firman TUHAN sampai mengerti dan melakukannya. Jangan mendengar Firman, tetapi tidak mau tahu (tidak melakukan Firman TUHAN tersebut). Tetapi yang TUHAN sampaikan di sini adalah kita harus mendengar Firman lalu mengerti sampai melakukan Firman TUHAN tersebut.

Itu tanda bahwa kita memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan, sebab satu kali nanti Setan tritunggal, menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia selama 7 (tujuh) tahun penuh, itu masa kegelapan, memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Jadi pikirkanlah itu saudara.

 

Dan hal itu dinyatakan di dalam Wahyu 12:3-4, satu kali dia akan tampil di langit, satu kali dia akan tampil sebagai raja, tetapi penampilannya di langit tidak besar sebab dia hanya tampil sebagai raja selama 3,5 (tiga setengah) tahun saja, 7 (tujuh) tahun yang memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Tetapi meskipun demikian, kehidupan orang-orang yang mendengar Firman dan melakukannya, kehidupan orang yang bijaksana, dia hidup dihadapan TUHAN dengan dilandasi korban Kristus sehingga dengan demikian, dia tetap bertahan, hari ini bertahan, besok bertahan, lusa bertahan, sampai TUHAN datang dia tetap bertahan karena dia mendengar, mengerti, dan melakukan Firman TUHAN yang dia dengar. Itulah orang yang bijaksana dan kehidupan semacam ini dilandasi dengan Korban Kristus.

 

Jadi begitu ajaib TUHAN kita mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir untuk selanjutnya menuntun mereka di Padang Gurun lalu dibawa masuk ke Tanah Perjanjian itulah Tanah Kanaan, tanah yang baik dan luas, limpah susu dan madu, juga dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur, layak dijadikan sebagai milik pusaka. Satu kali nanti Tanah Air Sorgawi menjadi milik pusaka kita. Itu sebabnya TUHAN sedang mengutus utusannya, untuk memimpin kehidupan kita keluar dari Mesir (dunia) ini untuk selanjutnya kita dibawa ke tanah Perjanjian dan itu yang akan menjadi milik pusaka untuk selama-lamanya, bukan warisan dari orang tua, tetapi tanah Air Sorgawi diwariskan sebagai milik pusaka kita sampai selama-lamanya.

Itu sebabnya, malam ini kita ada sebagaimana ada, kita ada di tanah Kanaan Rohani itu karena kemurahan TUHAN, tanah Kanaan itu dijadikan sebagai ladang-ladang.

 

Wahyu 12:9

(12:9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

 

Pekerjaan dari Iblis/Setan adalah untuk menyesatkan seluruh dunia, tetapi orang yang mendengar Firman dan melakukannya (orang bijaksana), dia melandasi hidup dengan korban Kristus, dia akan akan bertahan sampai kesudahan dunia ini.

 

Wahyu 12:13-14

(12:13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. (12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Iblis/Setan Tri tunggal tidak dapat menyesatkan Mempelai Perempuan. Mempelai Perempuan adalah gambaran Gereja TUHAN yang bijsaksana, sebab kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar untuk menerbangkan dia ke Padang Belantara, disanalah ia dipelihara selama 3,5 (tiga setengah) tahun. Sebaliknya, bumi (dunia) ini dikuasai oleh Iblis/Setan tritunggal, selama 3,5 (tiga setengah) tahun juga, pada saat itu antikris tampil sebagai raja dan berkuasa sepenuhnya. Tetapi Mempelai Perempuan TUHAN telah disingkirkan ke Padang Belantara sebab kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar.

 

Kaitan sayap burung nasar adalah BANGKAI … (Matius 24:28) -> Korban Kristus.

Artinya; orang yang mendengar Firman TUHAN dan melakukannya dengan sungguh-sungguh sama dengan orang yang bijaksana, sedangkan orang yang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu, dan batu yang adalah gambaran dari Korban Kristus, membawa kita sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan.

 

Mengikut TUHAN tidak boleh berhenti sampai pada Injil Keselamatan (percaya, bertobat, dibaptis, dipenuhkan Roh Kudus), yang walaupun di tengah-tengahnya ada satu kegerakan, itulah tanda-tanda heran, perbuatan ajaib, pengusiran setan, termasuk mujizat kesembuhan. Semuanya itu kita perlukan (butuhkan), tetapi pengikutan kita kepada TUHAN tidak boleh berhenti hanya sampai pada Injil Keselamatan, tetapi harus beralih kepada perkembangan sepenuhnya itulah Injil Kerajaan.

 

Jadi, kita bersyukur kepada TUHAN, ternyata benar saja, orang yang mendengar Firman TUHAN dan melakukannya adalah orang yang memiliki pandangan nubuatan / memandang jauh ke depan. Dia adalah gambaran dari tanah yang baik -> TANAH YANG SUBUR sesudah digarap tentunya, sehingga manakala benih ditaburkan, itulah Firman ALLAH maka dia orang yang mendengar, mengerti, dan betul-betul melakukan Firman, memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan.

 

Itu sebabnya TUHAN membawa kita ke Tanah Kanaan rohani. Tanah Kanaan dapat dijadikan sebagai ladang-ladang. Sedangkan Mesir adalah gambaran dari ladang dunia. Jangan kita membawa diri ke ladang dunia, tetapi kita harus berada di ladangnya TUHAN, hati kita adalah tanah yang subur sesudah digarap (dikerjakan), di situlah benih itu layak berdiam dan berkenan. Sebab kalau kita bandingkan dengan benih yang ditaburkan di pinggir jalan, dia adalah gambaran dari orang yang tidak mengerti Firman TUHAN sehingga menjadi sasaran burung itulah roh jahat merampas Firman dari hati. Kemudian, ada pula benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu berarti tanahnya tipis sehingga ketika Firman ditaburkan memang cepat tumbuh, tetapi tidak berakar karena tanahnya tipis. Kerugiannya adalah manakala ada ujian-ujian yang datang seijin TUHAN, ada aniaya karena Firman juga sengsara karena salib – terik matahari – dia tidak kuat karena tidak berakar / tidak berdasar di dalam TUHAN. Inilah gambaran dari orang yang keras hati / keras kepala / kepala batu.

 

Kemudian, ada pula benih yang ditaburkan di tengah semak duri, berbicara soal kekuatiran, dia dengar Firman TUHAN, tetapi roh kekuatiran menghimpit Firman TUHAN itu. Pikirannya hanya soal kekayaan, uang, harta, penuh dengan kekuatiran, akhirnya Firman TUHAN itu tidak tumbuh / terhimpit.

Tetapi tanah yang baik adalah orang yang mendengar Firman dan mengerti betul artinya dia lakukan sungguh-sungguh dan kehidupan semacam ini memiliki pandangan nubuatan / memandang jauh ke depan karena dia tahu satu kali nanti Iblis / Setan tritunggal akan tampil sebagai raja, tetapi tidak besar artinya dia hanya memerintah selama 7 (tujuh) tahun puncaknya 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Namun mereka yang hidup dilandasi dengan korban Kristus, dia kuat, dan korban Kristus itu juga membawa kehidupannya sampai kepada puncak ibadah (doa penyembahan) karena kaitan burung nasar adalah bangkai. Yesus sudah menjadi bangkai (mati di atas kayu salib), korban Kristus.

Jadi jangan kita datang beribadah, mendengar Firman, namun tidak mau tahu (tidak peduli dan egois), seperti benih yang ditaburkan di pinggir jalan, ini adalah sasaran dari Setan tritunggal satu kali nanti. Jadi jangan berpikir pendek, pikirkanlah jauh ke depan.

Jadi korban Kristus akan membawa kita sampai pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, berjaga-jaga.

 

Berbicara tentang: BIJAKSANA.

Sama seperti 5 (lima) gadis yang bijaksana.

 

Matius 25:1-5 --- Perikop: "Gadis-gadis yang bijaksana Dan  gadis-gadis yang bodoh."

(25:1) "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. (25:2) Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. (25:3) Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, (25:4) sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. (25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

 

Hal kerajaan Sorga seumpama 10 (sepuluh) gadis, mengambil pelitanya dan pergi menyongsong Mempelai Laki-Laki Sorga. 5 (lima) diantaranya bodoh dan 5 (lima) lainnya bijaksana.

-    5 (lima) gadis bodoh, membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak.

-    5 (lima) gadis bijaksana, membawa pelita + (plus) minyak dalam buli-buli.

 

Saudara, kenapa kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok? Jawabnya karena kita menjalankan ibadah ini menurut Pola Kerajaan Sorga. Kalau dikaitkan dengan Pola Tabernakel, terkena pada RUANGAN SUCI, sedangkan di dalam Ruangan Suci terdapat tiga macam alat ->  ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

1. Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

2. Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

3. Mezbah Dupa -> Ktekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 Gambar Ruangan Suci


Di tengah-tengah ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok kita harus sangkal diri & pikul salib sampai berdarah-darah. Jika potongan daging yang disembelih dipersembahkan di atas mezbah maka akan menghasilkan minyak atau sama seperti pohon zaitun tumbuk, dari dalamnya menghasilkan minyak zaitun tumbuk.

 

Saudara, cara ibadah dari 5 (lima) gadis yang bodoh ini kita lihat, mereka memang membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak sebagai persediaan. Enak-enak saja, datang beribadah, tidak mengerti pekerjaan TUHAN, tidak mau sangkal diri pikul salib, tidak mau jadi pohon zaitun tumbuk. Berbeda dengan 5 (lima) gadis yang bijaksana, selain membawa pelita, mereka juga membawa minyak dalam buli-buli sebagai persediaan supaya pelita tetap menyala sampai Mempelai laki-laki datang. Itu sebabnya kita perlu tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah, gambarannya seperti pohon zaitun tumbuk menghasilkan minyak zaitun. Tidak apa-apa sampai berdarah-darah, nanti di situ ada minyak urapan sehingga kita tetap berkobar-kobar / berapi-api di dalam melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN. Kalau tidak ada minyak, tidak mungkin kita bisa berapi-api / berkobar-kobar / bernyala-nyala.

Itulah perbedaan antara lima gadis yang bodoh dan lima gadis yang bijaksana.

 

Matius 25:5

(25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

 

Mengantuk dan tertidur adalah tanda kelemahan dari manusia, berarti baik 5 (lima) gadis bodoh maupun 5 (lima) gadis bijaksana sama-sama dalam kelemahan. Tetapi kita senantiasa membawa minyak sebagai persediaan, berarti senantiasa sangkal diri dan pikul salib sampai berdarah-darah bagaikan pohon zaitun tumbuk

 

Matius 25:6

(25:6) Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

 

“Orang berseru” -> utusan TUHAN, kepadanya dipercayakan pelayanan pendamaian dan berita pendamaian.

Yang disampaikan utusan TUHAN adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Jadi waktu tengah malam / keadaan rohani tertidur, yang membangkitkan kerohanian yang tertidur adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel seperti malam ini disampaikan di tengah-tengah Ibadah Doa Penyembahan.

 

Matius 25:7-8

(25:7) Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. (25:8) Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

 

Saat mereka membereskan pelita, ternyata pelita 5 (lima) gadis bodoh hampir padam, lalu mereka memohon untuk memperoleh sedikit minyak dari 5 (lima) gadis bijaksana.

 

Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutupMatius 25:9-10.

 

5 (lima) gadis bijaksana akhirnya dibawa masuk ke dalam Perjamuan Malam Pesta Kawin Anak Domba, lalu pintu ditutup. Sementara, 5 (lima) gadis bodoh sedang membeli minyak, berarti mereka tidak memanfaatkan kesempatan. Membeli berarti bayar harga. Waktu yang tepat untuk bayar harga adalah bilamana masih ada waktu (kesempatan). Akhirnya mereka membeli minyak, tetapi pada waktu mereka membeli minyak, justru 5 (lima) gadis yang bijaksana sudah masuk ke dalam Perjamuan Malam Pesta Kawin Anak Domba, lalu pintu ditutup. Kemudian ketika 5 (lima) gadis bodoh datang, pintu sudah tertutup.

Oleh sebab itu, selagi hari masih siang, selagi masih ada waktu, berarti masih ada kesempatan bagi kita untuk membeli minyak. Kata membeli berarti bayar harga. Jadi kita memang harus bayar harga sampai menjadi pohon zaitun tumbuk, mengalami penumbukan, tidak apa-apa, selagi masih ada kesempatan, itu jauh lebih baik.

 

Matius 25:11-13

(25:11) Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! (25:12) Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (25:13) Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

 

BERJAGA-JAGA saja, berarti tidak jadi soal apabila harus menjadi bangkai, masuk dalam pengalaman kematian itulah DOA PENYEMBAHAN.

 

Mereka yang luput dari mata ular naga, satu kali nanti mereka akan diangkat (rapture) dan masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Dari pesta nikah Anak Domba turun ke bumi itulah Kerajaan 1000 (seribu) tahun damai di bumi, sesudah itu lanjut sampai kepada Yerusalem yang baru.

 

Kita bersyukur dan berterimakasih kepada TUHAN karena TUHAN yang mengutus utusannya untuk membawa kita keluar dari Mesir dunia ini, lalu dibawa ke Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan rohani itulah ibadah pelayanan disebut ladang-ladang dan kebun-kebun anggur.

Jadilah tanah yang baik, tanah yang subur tentu saja sesudah digarap; dia mendengar dan mengerti apa yang dia dengar berarti melakukan dengan sungguh-sungguh itulah kehidupan yang bijaksana.

 

Kita sudah melihat dua contoh kehidupan yang bijaksana, orang yang mendengar Firman dan melakukannya, seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu, juga seperti 5 (lima) gadis bijaksana, mereka rela bayar harga di tengah ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok, mereka tidak menjadi pusing, tidak uring-uringan ketika bayar harga, tetapi mereka siap sedia membawa minyak di dalam buli-buli sebagai persediaan.

Kita tidak tahu kapan TUHAN datang, tetapi kita harus tekun dalam 3 (tiga) macam Ibadah pokok, kita harus belajar bayar harga selagi hari masih siang, selagi masih ada kesempatan, berjaga-jagalah berarti hidup dalam doa penyembahan, AMIN.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 


No comments:

Post a Comment