KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 15 AGUSTUS 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 15 AGUSTUS 2026


STUDY YUSUF

(Seri: 30)


Subtema: 2 (DUA) JENIS DIDIKAN


Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja malam ini.


Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja, anak-anak Tuhan, bahkan bapa ibu yang turut bergabung lewat online, biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita masing-masing sehingga kita boleh duduk diam dalam kesukaan/bahagia saat menikmati sabda Allah. 


Selanjutnya mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Kita masih memeriksa Kejadian 44:18-34 dan malam ini merupakan seri ke-30. Namun tetap berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita masing-masing.


Seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34 merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf di Mesir yang memohonkan kelepasan bagi Benyamin, adiknya itu.


Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

Jawabnya dapat kita temukan di dalam ...


Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.


Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

  • Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).

  • Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).


Keterangan: MATI KARENA DUKACITA (Bagian 7).

2 Korintus 7:8-10 

(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.


Ada 2 (dua) jenis dukacita menurut apa yang dipaparkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus:

  1. “Dukacita menurut kehendak Allah” ... ayat 9.

  2. “Dukacita yang dari dunia menghasilkan kematian” ... ayat 10.


Selanjutnya kita akan melihat contoh: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH (Bagian 4)

Contoh: pada ayat 8 Paulus berkata kepada jemaat di Korintus: "... aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu …"

Pendeknya, jemaat di Korintus bersedih hati oleh karena khotbah atau firman Allah yang disampaikan Rasul Paulus dalam bentuk tulisan. Inilah yang dimaksud dengan dukacita menurut kehendak Allah.


Khotbah itu dituliskan Rasul Paulus ketika dia berada dalam penjara lalu dikirimkan kepada jemaat di Korintus sebanyak dua kali, yaitu: suratan 1 Korintus dan 2 Korintus. Awalnya Rasul Paulus mengirim surat YANG PERTAMA kepada jemaat di Korintus dan hal itu membuat hati mereka sedih, namun Rasul Paulus tetap melayangkan suratnya yang kedua berisikan khotbah kepada jemaat di Korintus.


Perlu untuk diketahui: Khotbah atau firman Allah dapat disampaikan dalam bentuk lisan (seperti malam ini) dan dalam bentuk tulisan (seperti surat yang dikirimkan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus).


Kita akan memeriksa 2 Timotius 3:16 --- Perikop: "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci."

Dari perikop ini kita dapat melihat bahwasannya iman bertumbuh dalam 2 (dua) hal:

  1. Dalam penganiayaan.

Berarti tidak rugi rasanya apabila anak-anak Tuhan menyangkal diri dan memikul salib di tengah-tengah ibadah pelayanan/pengikutan di dalam Tuhan.

  1. Dalam pembacaan Kitab Suci.

Kitab Suci terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, diawali Kejadian diakhiri dengan kitab Wahyu, seluruhnya berjumlah 66 kitab.

  • PERJANJIAN LAMA disebut juga kitab Taurat atau kitab para nabi, bernubuat tentang masa yang akan datang. Kemudian nubuat para Nabi disimpulkan pada satu Pribadi dan satu perkara yaitu pribadi Yesus Kristus dan perkara salib. 

Jadi para nabi bernubuat bukan soal berkat dan keberhasilan, serta hal-hal lahiria lainnya.

  • PERJANJIAN BARU disebut juga dengan Injil yaitu kabar baik atau kabar kesukaan, sangat berkuasa untuk:

  1. Mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

  2. Menghidupkan orang mati.

Pendeknya, iman bertumbuh apabila anak-anak Tuhan membaca firman Allah yang tertulis dalam kitab Suci, dari Kejadian sampai Wahyu yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.


2 Timotius 3:16

(3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.


Segala tulisan yang diilhamkan Allah itulah firman yang diurapi bermanfaat untuk 4 hal, yaitu:

  1. Untuk mengajar.

  2. Untuk menyatakan kesalahan.

  3. Untuk memperbaiki kelakuan.

  4. Untuk mendidik orang dalam kebenaran.


Kita sudah membahas manfaat pertama, kedua, dan ketiga, maka malam ini kita akan membahas manfaat ke-4: MENDIDIK ORANG DALAM KEBENARAN.


Perlu untuk diketahui, di dalam Ibrani 12:5 dikatakan: “... janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya.” Oleh sebab itu, Setiap anak-anak Tuhan tidak boleh mengentengkan didikan Tuhan dan tidak boleh lupa pada didikan Tuhan, karena firman yang diurapi itu bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran.


Kisah Para Rasul 22:3 --- Perikop: "Paulus berbicara kepada orang Yahudi."

(22:3) "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.


Paulus dididik oleh Gamaliel, seorang guru besar dalam hukum Taurat, seorang Farisi dalam mahkamah Agama (tokoh terkemuka). Paulus dididik menurut hukum Taurat dengan teliti.

Adapun hasil dari didikan tersebut: Paulus menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah


Jika kaum muda remaja memberikan dirinya untuk menerima didikan maka kaum muda remaja akan menjadi orang yang giat bekerja bagi Allah, yaitu giat beribadah atau tidak meninggalkan jam-jam ibadah, kemudian giat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Berarti, orang yang dididik bukanlah orang pemalas.


Kisah Para Rasul 22:4

(22:4) Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.


Ternyata Paulus giat menganiaya pengikut-pengikut jalan Tuhan/jalan salib/jalan yang lurus, selanjutnya Paulus menangkap baik laki-laki maupun perempuan yang menjadi pengikut Kristus, selanjutnya diserahkan dalam penjara.


Perlu untuk diketahui: Hukum Taurat itu kaitannya dengan hal lahiriah, sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara rohani.


Hal ini kita kaitkan dengan Filipi 3.

Filipi 3:4B-6

(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.


Ada 7 kelebihan Paulus secara lahiriah sebelum dipanggil sebagai rasul Tuhan:

  1. Disunat pada hari kedelapan.

  2. Dari bangsa Israel.

  3. Dari suku Benyamin.

  4. Orang Ibrani asli.

  5. Tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi.

  6. Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat.

  7. Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat Paulus tidak bercacat.

Kalau seseorang dididik dengan teliti oleh hukum Taurat maka seseorang akan menjadi kehidupan yang GIAT BEKERJA, namun giat pula dalam menganiaya jemaat. Karena hukum Taurat sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal yang rohani, jadi kalaupun giat itu giat dalam hal lahiriah saja.


Ketujuh kelebihan Paulus dibagi menjadi 2 (dua) bagian:

  • Bagian PERTAMA: Hal 1-4 adalah hal yang dibawa dari lahir, artinya hal tersebut tidak bisa diubah dan tidak bisa dihilangkan.

  • Bagian KEDUA: Hal 5-7 kaitannya dengan sikap dan tindakan Paulus, semuanya dikaitkan dan diukur menurut hukum Taurat.


HAL KELIMA yaitu: “...  Tentang pendirian hukum Taurat Paulus orang Farisi …

Menunjukkan orang yang hidup dan dididik dalam hukum Taurat cenderung menonjolkan diri untuk menjadi yang terbesar dan terkemuka.


HAL KEENAM yaitu: “...Tentang kegiatan Paulus penganiaya jemaat…”

Sebab dasar dari hukum Taurat ialah saling menuduh dan saling membenarkan diri, sebagaimana yang tertulis di dalam Roma 2:15.


HAL KETUJUH yaitu: “...Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat Paulus tidak bercacat…”

Berarti, hukum Taurat memang mendidik orang bahkan menjadikan seseorang disiplin namun dalam bentuk lahiriah atau dalam bentuk fisik. Misalnya, seorang anak bangun pagi lalu sudah berdoa dan menyembah, setelah itu menyapu rumah, memasak, melakukan tanggung jawabnya, namun jika itu hanya sebatas lahiriah/fisik maka tanpa disadari itu menjadi sebuah keangkuhan/kesombongan yang tidak disadari oleh orang-orang yang berada di bawah hukum Taurat.


Apabila seseorang dididik oleh hukum Taurat dengan teliti, maka seseorang:

  1. Mempunyai pendirian/integritas tinggi, maka ia layak menjadi orang yang terkenal dan terkemuka.

  2. Menjadi orang yang giat tetapi tidak mengenal belas kasihan.

  3. Menjadi orang yang benar menurut ukuran hukum Taurat bahkan tidak bercacat, tetapi seseorang tanpa disadari menjadi angkuh, sombong dan tinggi hati.

Orang yang angkuh akan menunjukkan segala yang dia lakukan karena memang dia tidak bercacat.

Oleh sebab itu, kita harus berkaca dengan firman Allah.

Dahulu saya adalah pribadi yang kuat dengan hukum Taurat, namun semakin hari belajar melepaskan diri dari hukum Taurat.


Kisah Para Rasul 22:5

(22:5) Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.


Kelebihan-kelebihan Paulus menurut hukum Taurat -- itulah tentang pendirian, tentang kegiatan, tentang kebenaran -- semua diakui oleh: Imam Besar dan majelis tua-tua (orang cendekiawan pada masa itu). Bahkan Paulus membawa SK (Surat Keputusan) untuk kegiatan menganiaya jemaat Tuhan, dalam hal itu di Damsyik.


Hasil dari didikan dari hukum Taurat yang dialami Rasul Paulus sungguh tiada duanya, dia sungguh orang yang diakui dikalangan petinggi-petinggi dan tokoh-tokoh orang Yahudi pada masa itu, bahkan dia adalah orang ganas sebab dia adalah penganiaya jemaat-jemaat Tuhan. 

Banyak anak-anak Tuhan berusaha meraih kelebihan-kelebihan, berusaha menjadi yang terbesar, berhasil menjadi terkemuka, berhasil diakui tetapi dalam bentuk yang lahiriah, umpamanya; berhasil di sekolah, berhasil di kuliah, berhasil di pekerjaan tetapi mengabaikan hal-hal yang rohani . Demikianlah Rasul Paulus pada masa itu, tidak ada duanya, bahkan diakui oleh seluruh petinggi-petinggi tokoh Yahudi.


Bandingkan dengan: DIDIKAN DARI CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS.

Kisah Para Rasul 22:6

(22:6) Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.


"Memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku" berbicara tentang cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus. Singkat kata; Paulus menerima didikan dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.


Kita semua telah menerima didikan dari kedua orang tua secara teliti, hal itu tidak salah dan itu bagus, sama persis seperti Paulus telah dididik dengan teliti oleh hukum Taurat dalam pengawasan Gamaliel.  Namun, kaum muda remaja tidak boleh berhenti pada didikan orang tua secara jasmani, namun harus lanjut sampai kepada didikan orang tua secara rohani, bahkan sampai pada didikan Bapa di Sorga, itulah CAHAYA INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS.


2 Korintus 4:3-4

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.


Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus disebut juga firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.


Mazmur 119:130

(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.


Firman yang rahasianya dibukakan berkuasa untuk 2 (dua) hal:

YANG PERTAMA: Berkuasa untuk memberi terang.

Artinya: Melepaskan anak-anak Tuhan (kaum muda remaja) dari kegelapan yaitu dosa.


Yohanes 3:19

(3:19) Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.


“... Terang telah datang ke dalam dunia ...” Pendeknya, Tuhan Yesus adalah terang, Tuhan Yesus juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Tuhan Yesus adalah firman yang rahasianya dibukakan.


Kecenderungan manusia ialah suka menyembunyikan dosa dalam kegelapan. Namun, kuasa dari pembukaan rahasia firman adalah memberi terang berarti berkuasa untuk melepaskan manusia dari kegelapan yaitu dosa.


1 Petrus 2:9

(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:


Orang-orang yang berada pada terang ajaib -> IMAMAT RAJANI, milik kepunyaan Allah sendiri. Tugas imamat rajani ialah memberitakan salib.

Prakteknya: Perkataan dan perbuatannya selalu dibawah; selalu menyukakan hati Tuhan dan sesama, tidak ada hal negatif (yang jahat, yang najis, yang kotor) dibalik perkataan dan perbuatannya.


Yohanes 12:46

(12:46) Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.


“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang ...”  

Apabila Yesus turun ke dunia tetapi Dia tidak menderita sengsara, berarti Dia bukan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Dia bukan firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, Dia bukan gulungan kitab yang terbuka, Dia hanyalah gulungan kitab yang tertutup. Namun, karena Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib maka Dia disebut cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, firman pengajaran yang rahasianya dibukakan. 


Kuasa dari firman yang rahasianya dibukakan ialah supaya kita tidak tinggal dalam kegelapan, tetapi kita menjadi Imamat Rajani, milik kepunyaan Allah, tugasnya adalah memberitakan salib baik lewat tutur kata maupun perbuatan.


YANG KEDUA: Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh

Mungkinkah kita sering bertanya: "Siapakah orang bodoh? Apakah orang lain atau saya?"


Contoh PERTAMA orang bodoh: Membawa pelita tetapi tidak membawa minyak dalam buli-buli, sama seperti 5 gadis yang bodoh ... Matius 25:3.


Matius 25:3

(25:3) Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,


Gadis bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Ini adalah kebodohan.

Banyak orang Kristen membawa pelita tetapi tidak membawa minyak persediaan, maka lama kelamaan pelita akan padam, sebab tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang kedatangan Tuhan.


Matius 25:5

(25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.


“Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga ...” Berarti, membutuhkan persediaan minyak untuk pelita karena Tuhan sebagai Mempelai laki-laki, lama tidak datang-datang juga.

Membawa pelita tanpa membawa minyak sebagai persediaan, maka pelita akan padam.


Matius 25:6

(25:6) Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!


Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, disebut juga cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yaitu: firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, membangunkan hidup rohani yang tertidur.


Matius 25:7-8

(25:7) Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. (25:8) Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.


Gadis bodoh hanya membawa pelita tetapi tidak membawa minyak persediaan akhirnya pelita mereka hampir padam, pada saat itu mereka hendak meminta minyak kepada lima gadis yang bijaksana. Namun, gadis yang bijaksana tidak akan membaginya, karena tujuannya adalah Yerusalem baru, masuk dalam perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.


Pada masa-masa mempersiapkan diri untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba, justru mereka pergi membeli minyak, ini kesalahan yang fatal. Akhirnya Mempelai Laki-Laki datang, lima gadis bijaksana masuk dan pintu ditutup, pada saat itu lima gadis yang bodoh datang dan mereka tertinggal di luar/tidak masuk dalam perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.


Matius 25:1

(25:1) "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.


Tujuan kita datang beribadah / membawa pelita, adalah; untuk menyongsong kedatangan Yesus untuk kedua kali, Dia tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

Orang yang bijaksana membawa pelita + minyak sebagai persediaan. Minyak sebagai persediaan itulah sangkal diri dan pikul salib, persis seperti minyak zaitun tumbuk.


Demikianlah Yesus telah mengalami penumbukan di atas kayu salib, lalu setelah diperas menghasilkan minyak zaitun. Kalau Yesus tidak menyangkal diri dan memikul salib maka Yesus tidak layak disebut pohon zaitun tumbuk.

Oleh sebab itu, di tengah ibadah kita tidak cukup hanya membawa pelita tetapi juga harus membawa minyak, berarti sangkal diri dan pikul salib.


Contoh KEDUA orang bodoh: Mendirikan rumah di atas pasir.

Matius 7:24-27 --- Perikop: "Dua macam dasar."

(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (7:26) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. (7:27) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Orang bodoh ialah mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya.

Ciri orang bodoh: Mendirikan rumah di atas pasir. Pasir -> Keinginan daging dengan segala hawa nafsunya.


Berbeda dengan orang BIJAKSANA mendirikan rumah di atas batu.

Batu -> Korban Kristus, sehingga sanggup menghadapi 3 jenis ujian:

  1. Turunlah hujan, itulah ujian yang datang dari atas yaitu naga.

  2. Datanglah banjir, itulah kenajisan percabulan/roh jual beli itulah roh antikris.

  3. Angin melanda rumah itu, itulah pengajaran palsu dari nabi-nabi palsu.


2 Korintus 4:3-4

(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.


Puncak kuasa dari  cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus kita dibawa kembali kepada WUJUD SEMULA yaitu segambar serupa dengan Allah.


Awalnya manusia diciptakan dari seonggok tanah liat, lalu dibentuk sesuai dengan gambar Allah (sempurna), tetapi pada Kejadian 3 manusia jatuh ke dalam dosa, sehingga dosa itu menjalar dan masuk ke dalam dunia dan upah dosa adalah maut. 

Tetapi kuasa dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (firman pengajaran yang rahasianya dibukakan) bukan hanya memberi terang dan memberi pengertian, namun faktanya membawa kita kembali kepada wujud semula berarti segambar serupa dengan Allah, SEMPURNA SEPERTI ALLAH.


Kejadian 1:26-28

(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Kalau kita dibawa kembali kepada wujud semula (segambar serupa dengan Allah) dengan lain kata sempurna seperti Allah sempurna, maka kita memiliki kuasa (otoritas) yang dari Sorga, yaitu:

  1. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut = Berkuasa atas antikris bilamana antikris datang menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia.

  2. Berkuasa burung-burung di udara = Berkuasa atas ular naga. 

  3. Berkuasa atas segala binatang yang merayap di bumi = Berkuasa atas nabi-nabi palsu.

Inilah kuasa dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

Maka, anak-anak Tuhan harus mau menerima didikan yang berasal dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.


Kaum muda remaja memang sudah menerima didikan dari kedua orang tuanya, itu sangat bagus, namun itu sama saja dengan dididik oleh hukum Taurat, persis seperti Rasul Paulus dia dididik oleh hukum Taurat dengan teliti. Namun kenyataannya tanpa Roh Tuhan dan kasih TUHAN seseorang menjadi angkuh, oleh karena kelebihan yang dia punya. Oleh sebab itu, kita harus terima didikan yang datang dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.


Sudah menerima didikan dari orang tua itu bagus, tetapi jangan berhenti sampai disitu, lanjut menerima didikan dari bapa rohani dan Bapa di Sorga itulah didikan dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus untuk membawa kita kembali kepada wujud semula/segambar dan serupa dengan Allah.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang




No comments:

Post a Comment