IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 08 SEPTEMBER 2026
YUDAS 1:12-16
(Seri 5)
Subtema: TIDAK AMBISI JADI RAJA
Salam sejahtera di dalam kasihnya TUHAN kita Yesus Kristus. Oleh karena kemurahan TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, itu berarti sebentar kita akan membawa hidup kita rendah di ujung kaki salib TUHAN, menggunakan leher untuk menundukkan kepala, sujud menyembah kepada Dia, sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming, atau video internet, baik dari Youtube, Facebook, maupun tiktok.
Selanjutnya, doa dan harapan kami dari tempat ini, biarlah damai sejahtera dari Sorga memenuhi setiap kehidupan kita masing-masing, TUHAN bertakhta di hati kita, sehingga ada satu kesukaan sorgawi, juga bahagia saat kita duduk menikmati sabda ALLAH.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah doa penyembahan. Dan kita masih membaca Yudas 1:12-16 dan malam ini merupakan seri pemberitaan Firman untuk ke-5 (lima) kalinya.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:12-13, 16 (seri 5)
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan Tritunggal, yaitu; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu. Antara lain:
Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).
Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).
Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).
Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).
Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).
Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).
Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16)
Malam ini kita kembali membahas tabiat ke 3 (tiga) (bagian a): “MEREKA BAGAIKAN POHON-POHON YANG DALAM MUSIM GUGUR YANG TIDAK MENGHASILKAN BUAH”
Intinya, mereka disamakan dengan pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah walaupun pada musimnya. Kita lihat gambarannya di dalam Matius 7.
Matius 7:15 --- Perikop: "Hal pengajaran yang sesat."
(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Disini dikatakan: Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu. Berarti, di hari-hari terakhir ini kita harus semakin meningkatkan kehati-hatian dan semakin berjaga-jaga, kemudian dalam keadaan bersiap siaga. Sebab mereka datang dengan cara menyamar seperti domba yang bertanduk dua, tetapi sesungguhnya mereka adalah SERIGALA YANG BUAS.
Pendeknya, serigala adalah binatang yang buas, hal itu dapat dilihat dari tabiatnya antara lain: “Menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba”, sebagaimana yang tertulis di dalam Yohanes 10:12.
Menerkam = Melompat ke depan dengan cepat menyerang/menangkap mangsa, dalam hal ini domba-domba. Pendeknya, domba-domba adalah mangsa dari serigala. Itu sebabnya TUHAN berfirman kepada kita: Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.
Mencerai-beraikan = Memisahkan/memecah belah kesatuan.
Pendeknya, serigala mencerai-beraikan domba-domba, supaya domba-domba terpisah dari gembala atau domba-domba menjadi liar tidak tergembala.
Matius 7:16, 20
(7:16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
(7:20) Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
TUHAN berfirman: Dari buahnyalah kita akan mengenal nabi-nabi Palsu (serigala berbulu domba).
Pendeknya, untuk mengenal nabi-nabi palsu, dari buah pelayanan mereka.
Terlebih dahulu kita melihat BUAH PELAYANAN DARI NABI-NABI PALSU pada ayat 22
Matius 7:22
(7:22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Adapun buah pelayanan dari nabi-nabi palsu ialah:
Bernubuat demi nama TUHAN.
Mengusir setan demi nama TUHAN.
Mengadakan banyak mujizat demi nama TUHAN.
Sekilas tidak ada yang salah, sebab 3 (tiga) hal tersebut mereka perbuat demi nama TUHAN. Tapi kita kan telusuri pada ayat 23.
Matius 7:23
(7:22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (7:23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Pada hari TUHAN tiba, disitulah TUHAN akan berterus terang dan berkata kepada nabi-nabi palsu:
Aku tidak pernah mengenal kamu!
Nabi-nabi palsu tidak dikenal, sebab mereka tidak mengenal Yesus dan salib-Nya.
Perlu untuk diketahui:
Sesuatu yang kita kenal pasti dibicarakan dan diperkenalkan.
Sebaliknya, sesuatu yang tidak dikenal tidak akan dibicarakan dan tidak akan diperkenalkan.
Namun malam ini kita berbicara tentang Kristus yang disalibkan, sebab kita mau mengenal Dia secara pribadi atau saling kenal mengenal. Itu sebabnya, atas seizin TUHAN dan rahmat TUHAN, dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok, termasuk dalam ibadah Doa Penyembahan malam ini, kita berfokus untuk membicarakan Yesus dan salib-Nya, karena kita mau dikenal dan mau mengenal Dia secara pribadi.
Enyahlah dari pada-Ku.
Berarti, nabi-nabi palsu diusir dari dalam Kerajaan Sorga, sekalipun selama ini mereka ada di tengah ibadah pelayanan Sorga.
Alasan TUHAN mengusir mereka dari Sorga ialah; sebab mereka adalah pembuat kejahatan.
Tadi sudah saya katakan, sekilas apa yang dilakukan nabi-nabi palsu (serigala berbulu domba) sepertinya benar dan menyenangkan hati TUHAN, sbab mereka bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat, ketiga-tiganya (semuanya) mereka lakukan demi nama TUHAN (menyebut nama TUHAN). Namun sekalipun demikian, TUHAN berkata; aku tidak pernah mengenal kamu, TUHAN juga berkata: Enyahlah dari pada-Ku. Karena ternyata mereka adalah pembuat kejahatan.
Pertanyaannya, bagi kita…. dimana letak kejahatan dari nabi-nabi palsu? kita akan temukan pada ayat 21.
Matius 7:21
(7:21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Jadi ukuran layak atau tidaknya masuk ke dalam Kerajaan Sorga bukan karena melakukan tiga perkara ajaib dengan menyebut nama TUHAN, tetapi dia “yang melakukan kehendak Bapa di Sorga” (Bapaku dan Bapamu).
Sebab itu jangan kita keliru, dan TUHAN sudah berkata; “waspadalah terhadap nabi-nabi palsu, karena sesungguhnya mereka adalah serigala berbulu domba.” Tingkatkan kesiagaan kita di hari-hari terakhir ini, jangan kita terkecoh dengan tiga perbuatan ajaib yang mereka lakukan, sekalipun mereka melakukan demi nama TUHAN.
Yesus datang ke dalam dunia yang fana ini bukan karena kehendak-Nya, tetapi karena kehendak ALLAH Bapa di Sorga. Itulah sebabnya Yesus harus menjadi manusia, supaya ketika menjadi manusia Dia mendapat kesempatan untuk menderita sengsara di atas kayu salib, sehingga manusia mengalami:
- PENEBUSAN untuk menjadi milik ALLAH.
- HIDUP KITA DIPERDAMAIKAN dengan ALLAH, itu berarti yang jauh sudah menjadi dekat.
Jadi, kalau bukan karena kehendak ALLAH, manusia berdosa tidak akan mengalami penebusan. Kalau bukan karena kehendak ALLAH itulah sengsara salib maka manusia tetap akan terpisah jauh dari ALLAH sejak dari peristiwa di Taman Eden. Tetapi oleh karena kehendak ALLAH, manusia diperdamaikan kepada ALLAH itu sendiri, berarti yang jauh menjadi dekat.
Sebaliknya, sekalipun seorang hamba TUHAN sibuk bernubuat / menyampaikan Firman TUHAN dimana-mana, sibuk untuk mengadakan pengusiran Setan dimana-mana, sibuk untuk mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, sekalipun mereka melakukan tiga perkara itu demi nama TUHAN, kalau salib di Golgota tidak dibicarakan di tengah ibadah pelayanan, maka tiga perkara yang mereka lakukan tidak ada artinya bagi TUHAN, sekalipun mereka melakukan semua itu demi nama TUHAN.
Itu sebabnya dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah, kepada kita senantiasa diperkenalkan salib di Golgota, supaya kelak TUHAN mengenal kita, karena selama kita di bumi kepada kita sudah diperkenalkan salib di Golgota. Pendeknya, saling kenal mengenal dengan TUHAN.
Kita sudah melihat Ayub diberkati dengan luar biasa, namun ternyata dia tidak mengenal TUHAN secara pribadi. Nanti setelah dia mengalami perobekan daging, sbab ia telah kehilangan segala sesuatu yang dia cintai, kemudian dia ditimpa oleh barah busuk dari ujung kaki sampai ke batok kepala, dari sejak itulah dia mengenal TUHAN secara pribadi.
Perlu untuk kita pahami bersama:
Dua penjahat yang digantung bersama dengan Yesus, yang satu binasa karena menghujat ALLAH Bapa, menghujat ALLAH Anak, dan menghujat ALLAH Roh Kudus.
Sebenarnya, menghujat ALLAH Bapa masih diampuni, menghujat Anak ALLAH juga masih diampuni, tetapi menghujat Kristus (Roh Kudus) tidak diampuni sebagaimana dalam Matius 12:31 “... Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni ...”
Penjahat yang lain yang dihukum gantung bersama dengan Yesus diselamatkan. Mengapa? Sebab dia tidak menghujat Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Praktek tidak menghujat Roh Kudus:
- Tidak menolak salib Kristus.
- Melihat dan mengetahui dengan jelas bahwa Yesus adalah MESIAS sejati dan Ia akan datang kembali ke dunia ini untuk yang kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.
Lukas 23:39-43
(23:39) Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (23:40) Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (23:41) Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." (23:42) Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (23:43) Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
“Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Pendeknya, Yesus dihukum bukan karena dosa. Inilah salib Kristus.
Kalau seseorang berbuat jahat lalu dihukum itu sesuatu yang selayaknya / sepantasnya diterima. Tetapi Yesus dihukum bukan karena berbuat dosa, maka dalam hal ini disebutlah ini salib Kristus.
Lalu penjahat itu juga berkata; "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Inilah satu-satunya penjahat di antara penjahat dan di antara orang Yahudi yang menyalibkan Yesus, yang mengerti bahwa kedatangan Yesus ke dalam dunia yang fana ini …
YANG PERTAMA sebagai Anak untuk mengerjakan penebusan di kayu salib.
untuk KEDUA KALINYA, tampil sebagai Raja.
Sedangkan orang Yahudi lainnya, tidak tahu bahwa yang mereka salibkan adalah Yesus / Mesias / Kristus yang akan datang kembali sebagai TUHAN dan Raja di atas segala raja.
Akhirnya Yesus berkata kepadanya; "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Orang yang menerima didikan salib akan mengenal Yesus secara pribadi:
- Mengenal Yesus sebagai Mesias, dan
- Mengenal Yesus sebagai Anak Domba yang telah disembelih, berarti Dia sudah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia.
Kemudian, dia juga mengerti dan melihat bahwa Yesus akan datang kembali sebagai Raja di atas segala Raja. Dia mengerti semua itu.
Berbeda dengan orang Kristen yang hari-hari sibuk hanya untuk mencari mujizat kesembuhan, sibuk mencari perbuatan-perbuatan ajaib, sibuk melihat pengusiran setan yang dikerjakan oleh seorang hamba TUHAN. Kehidupan semacam ini tidak akan mungkin dapat melihat Yesus adalah Anak Domba ALLAH yang telah mengerjakan penebusan dan pendamaian. Kehidupan semacam ini tidak akan pernah melihat Yesus Kristus sebagai Mesias yang akan datang kembali sebagai Raja di atas segala Raja.
Sebab sampai hari ini Yahudi Ortodoks tidak mengakui bahwa Yesus yang mereka salibkan adalah Mesias, sampai hari ini mereka masih menantikan kedatangan sang Mesias.
Itu sebabnya tadi saya katakan, dialah satu-satunya penjahat dari antara orang Yahudi yang mengerti kehendak Allah dan maksud rencana TUHAN dalam hidupnya, karena pengajaran salib itulah yang disebut dengan kehendak ALLAH.
Pendeknya,
bangsa Yahudi diselamatkan bukan karena hukum taurat dan sunat, tetapi karena salib di Golgota. Teramat lebih bangsa Kafir diselamatkan bukan karena gagah hebat dan kuatnya, bukan karena kelebihan-kelebihan yang dia miliki. Tetapi karena iman kepada TUHAN Yesus yang menderita sengsara, mati di atas kayu salib. Ayat referensi Wahyu 1:7; Yesus mati tertikam di atas kayu salib. Jadi bangsa Kafir diselamatkan karena salib, bukan karena kelebihan yang dia punya, demikian halnya yang tertulis di dalam Zakharia 12:10; Matius 27:54.
Saya kira, sampai pada detik ini hati kita tentu saja sudah semakin diteguhkan oleh Pengajaran Salib, itulah yang dimaksud dengan kehendak ALLAH. Tidak salah penginjilan lalu di tengah-tengahnya ada mujizat kesembuhan, perbuatan-perbuatan ajaib, serta pengusiran setan, tetapi antusias kita beribadah tidak boleh berhenti sampai disitu, tetapi harus sampai kepada: KEHENDAK ALLAH. Yang menjadi kehendak ALLAH adalah salib di Golgota.
Tentara Romawi yang mewakili bangsa Kafir juga diselamatkan karena salib Kristus.
SALIB KRISTUS bila dikaitkan dengan pola Tabernakel / Pola Kerajaan Sorga terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
Mezbah Korban Bakaran -> PERTOBATAN.
Pendeknya, buah pertobatan adalah keselamatan diterima oleh semua bangsa di bumi, baik bangsa Israel maupun bangsa Kafir. “... Hasilkanlah buah sesuai dengan pertobatan …” Injil Matius 3:5-8.
Jadi buah pertobatan ialah keselamatan yang diterima oleh semua bangsa di bumi, Israel dan Kafir. Sedangkan, nabi-nabi palsu tidak menghasilkan buah dari pelayanan mereka, kecuali hanya sibuk bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat. Padahal yang TUHAN mau adalah buah pertobatan; diselamatkan.
Itu sebabnya sebelum dibaptis terlebih dahulu bertobat supaya kita diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Jadi buah dari pelayanan adalah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kita diselamatkan, itulah buah pertobatan. Sedangkan, buah pelayanan dari nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu hanyalah sibuk dengan tiga perkara tadi.
Kita sudah melihat buah pelayanan dari nabi palsu dari Injil Matius 7:20-23.
Sekarang kita akan melihat BUAH PELAYANAN DARI NABI-NABI PALSU dari Injil Matius 7:16-18.
Matius 7:16-18
(7:16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (7:17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (7:18) Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Setiap pohon akan menghasilkan buah pada musimnya dan buah yang dihasilkan tergantung dari pohonnya, maksudnya:
- Jika pohonnya baik tentu saja akan menghasilkan buah yang baik.
- Jika pohonnya tidak baik tentu saja akan menghasilkan buah yang tidak baik.
Akan tetapi, nabi-nabi palsu disebut sebagai: SEMAK DURI dan RUMPUT DURI.
Artinya; pelayanan dari nabi-nabi palsu tidak akan menghasilkan buah, karena mereka digambarkan seperti semak duri dan rumput duri. Sebagaimana dengan:
- Semak duri tidak akan menghasilkan BUAH ANGGUR.
- Rumput duri tidak akan menghasilkan BUAH ARA.
Jadi benar saja, nabi-nabi palsu digambarkan sebagai semak duri dan rumput duri karena nabi-nabi palsu tidak menghasilkan buah dari pelayanan mereka.
Tentang: POHON YANG TIDAK MENGHASILKAN BUAH yang dikaitkan dengan SEMAK DURI.
Hakim-Hakim 9:5-6 --- Perikop: "Abimelekh menjadi raja di Sikhem."
(9:5) Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri. (9:6) Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
Abimelekh menjadi raja atas warga kota Sikhem karena AMBISI.
Buktinya: Dia terlebih dahulu membunuh 70 (tujuh puluh) orang saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal (Gideon).
Namun dari pembantaian itu ada yang lolos itulah pribadi Yotam, anak bungsu Yerubaal, saudara tirinya itu. Sebab Abimelekh adalah anak dari seorang gundik Yerubaal (Gideon). Sedangkan, 70 (tujuh puluh) orang yang dibantai habis oleh Abimelekh adalah anak dari isteri-isteri sah Yerubaal (Gideon).
Sebetulnya yang meneruskan kedudukan sebagai hakim bukanlah anak dari gundik, tetapi anak dari seorang isteri yang diakui sah. Umpama, Batsyeba melahirkan Salomo, Anak Daud, akhirnya duduk di atas takhta Kerajaan.
Itu sebabnya saya katakan, Abimelekh menjadi raja atas kota Sikhem karena ambisi sebab ia terlebih dahulu membunuh 70 (tujuh puluh) saudara-saudaranya. Namun ada yang lolos dari pembantaian, itulah Yotam anak bungsu Yerubaal.
Namun sebelumnya pada ayat 1-4, Abimelekh ini sudah menghasut warga kota Sikhem bersama dengan saudara-saudara dari ibunya supaya dia dinobatkan menjadi Raja atas warga kota Sikhem.
Pendeknya, Abimelekh ini ambisi untuk menjadi raja. Jangan kita ambisi untuk sesuatu yang tidak berkenan bagi TUHAN.
Menjadi orang kaya itu boleh kalau itu jalurnya TUHAN, berhasil boleh kalau itu jalurnya TUHAN, bekerja (berbisnis) dan mencapai cita-cita sampai setinggi langit pun boleh kalau memang itu jalurnya TUHAN. Namun yang pasti, Roh ambisi itu tidak boleh ada di dalam diri seseorang, nafsu daging tidak boleh dipertahankan dalam hidup seseorang.
Hakim-Hakim 9:7
(9:7) Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
Yotam naik ke gunung Gerizim untuk menyerukan kebenaran yang datang dari Sorga kepada orang-orang Sikhem terkait dengan Abimelekh menjadi raja karena ambisi.
Saudara, saat ini kita ada di atas gunung TUHAN dan kita sudah mendengar nasihat Firman ALLAH, supaya kita mengerti rencana ALLAH dan kita tidak perlu lagi ambisi dalam menjalankan kehidupan ini. Percayalah pemeliharaan TUHAN akan berlaku manakala kita tetap ada di atas gunung TUHAN dan kita senantiasa mendengarkan nasihat Firman ALLAH, tidak perlu dengan ambisi menjalankan roda kehidupan ini.
Kalau hari yang lalu atau tahun-tahun yang lalu engkau dipelihara, maka pemeliharaan yang sama akan berlaku saat ini, besok, lusa, dan seterusnya, sampai TUHAN datang, asal kita tetap ada di atas gunung Gerizim rohani untuk mendengarkan nasihat Firman ALLAH.
Selanjutnya disini dikatakan, apabila orang Sikhem mendengarkan nasihat Firman ALLAH, maka ALLAH pun akan mendengarkan orang Sikhem.
Kalau kita mau dengar-dengaran terhadap nasihat Firman ALLAH, maka doa kita didengarkan oleh TUHAN dan keadaan kita juga baik di depan, masa depan kita adalah masa depan yang penuh pengharapan, bukan masa depan yang celaka.
Percayalah kepada Firman, jangan percayakan hidupmu dengan pikiran, perasaan hati mu. Itu sebabnya kita ada di atas gunung Gerizim rohani.
Hakim-Hakim 9:8-15
(9:8) Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami! (9:9) Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (9:10) Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami! (9:11) Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (9:12) Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami! (9:13) Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (9:14) Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami! (9:15) Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.
Adapun nasihat Firman yang harus didengar warga kota Sikhem:
YANG PERTAMA: Pelajaran tentang POHON ZAITUN (ayat 8-9).
Bahwasannya, pohon zaitun tidak ambisi untuk menjadi raja.
Alasannya: pohon Zaitun tidak mau meninggalkan minyaknya.
Kegunaan minyak zaitun: untuk menghormati ALLAH dan manusia.
MINYAK -> Pengurapan dari ALLAH Roh El-Kudus.
Pendeknya, tanpa minyak urapan dari ALLAH, tentu saja seseorang tidak akan dapat menghormati ALLAH dan manusia lewat ibadah dan pelayanan.
Jadi, seorang pelayan TUHAN termasuk sidang jemaat dalam setiap kali menghadap TUHAN di tengah ibadah dan pelayanan, kita butuh minyak urapan di atas kepala, sehingga dengan urapan itu kita mampu menghormati TUHAN dan sesama lewat ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan.
Kalau datang beribadah atau melayani tanpa minyak urapan di atas kepala, maka tidak akan bisa menghormati ALLAH dan tidak bisa menghormati sesama. Apalagi orang yang ambisi, tidak akan mampu untuk menghormati TUHAN dan sesama karena dia datang hanya untuk mencari puji-pujian dan hormat bagi dirinya sendiri saja.
Di dalam kebersamaan (kesatuan), disitu TUHAN perintahkan berkat dan kemurahan.
Kita butuh minyak urapan di atas kepala, di tengah ibadah dan pelayanan ini sehingga dengan minyak urapan, kita dimampukan oleh ALLAH untuk menghormati ALLAH dan sesama lewat ibadah dan pelayanan kita.
Jadi jangan ambisi menjadi raja. Ibadah pelayanan jangan dikerjakan dengan ambisi.
YANG KEDUA: Pelajaran tentang POHON ARA (ayat 10-11).
Pohon ara juga tidak ambisi untuk menjadi raja.
Alasannya: Pohon ara tidak mau meninggalkan buah-buahnya yang manis dan baik.
Marilah kita mempertahankan buah yang manis dan baik. Buah yang manis dan baik kiranya tetap ada di dalam diri kita. Baik dalam tutur kata maupun dalam perbuatan kita, bahkan hati dan pikiran kita senantiasa menghasilkan buah yang manis dan baik saudara.
Tutur kata menghasilkan buah yang baik dan manis.
Sikap dan tindakan kita menghasilkan buah yang baik dan manis, kemudian
buah pemikiran dan buah hati kita menghasilkan buah yang baik dan manis.
Jangan ada pikiran-pikiran yang menyesatkan orang lain.
Jadi ibadah ini tidak boleh dikerjakan dengan ambisi, menjalankan hidup tidak boleh dengan ambisi, pertahankan buah yang baik dan yang manis itu saudara.
YANG KETIGA: terkait POHON ANGGUR (ayat 12-13).
Pohon anggur juga tidak ambisi untuk menjadi raja.
Alasannya: Tidak mau meninggalkan air buah anggur.
Manfaat air anggur ialah; untuk menyukakan hati ALLAH dan manusia.
Ada 2 (dua) jenis air anggur:
1. Air anggur dari Sorga. Saudara kalau mabuk anggur dari Sorga maka kita juga akan berkobar-kobar dalam hal mencintai TUHAN dan mengerjakan pekerjaan yang TUHAN percayakan di tengah ibadah dan pelayanan.
2. Air anggur dari Babel, menimbulkan kenajisan percabulan dan kekejian, yaitu:
- Kaya tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel itu namanya kenajisan percabulan.
- Kaya tetapi tidak sesuai dengan Firman TUHAN, itu juga disebut kenajisan percabulan.
- Kaya tapi meninggalkan jam-jam ibadah, itu juga disebut kenajisan percabulan.
Pilih mana, mabuk anggur dari Sorga atau mabuk anggur dari perempuan Babel?
Kalau pikiran kita diberkati oleh TUHAN (normal) maka kita akan memilih untuk mabuk anggur dari Sorga. Kita akan mabuk kepayang untuk mencintai TUHAN, mabuk kepayang bahkan sampai terhuyung-huyung di dalam hal mengerjakan pekerjaan TUHAN.
Tetapi kalau seseorang mabuk anggur dari perempuan Babel, dia juga akan terhuyung-huyung mencari segala sesuatu yang ada di dunia ini sampai tidak tahu mana kepala mana kaki, atau kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki.
Inilah nasihat Firman ALLAH yang diperdengarkan oleh Yotam dari atas gunung Gerizim dan malam ini juga diperdengarkan oleh TUHAN kepada kita oleh karena belas kasihan-Nya kepada kita.
Jadi jangan kita dikuasai oleh roh ambisi dalam menjalankan roda kehidupan ini.
Saya berkali-kali sampaikan, orang tua nasihati anak mu, anak-anak juga ingatkan orang tua mu, engkau sudah datang di atas gunung Gerizim rohani, perdengarkan kebenaran itu.
Jangan dikuasai oleh roh ambisi, dunia dengan segala sesuatu ini akan berlalu, tidak lama lagi.
Kenapa seisi rumah masih dikuasai oleh roh ambisi. Semestinya di dalam satu rumah hendaklah kiranya ada yang menjadi mentor, jangan sama-sama dikuasai oleh roh ambisi.
Suami dikuasai oleh roh ambisi, isteri dikuasai oleh roh ambisi, orang tua dikuasai oleh roh ambisi, anak dikuasai oleh roh ambisi, mau dibawa kemana nikah dan rumah tangga itu?
Ayub berkata; aku datang tidak membawa apa-apa, kembali juga tidak membawa apa-apa.
TUHAN tidak butuh uangmu di Sorga, TUHAN juga tidak butuh kepintaran mu di Sorga, TUHAN tidak butuh titel (gelar) mu di Sorga. Yang TUHAN mau adalah taat, setia, dengar-dengaran kepada nasihat Firman ALLAH supaya TUHAN mendengar doa kita.
Dalam satu rumah itu harus ada yang menjadi mentornya, yang tertua terutama, orang tua terutama.
Kalau yang tua tidak bisa menjadi mentor maka percuma menjadi yang lebih tua.
Meskipun Firman ini nampak tajam tetapi itu demi kebaikan kita masing-masing hati kita dioperasi memang sakit rasanya. Tetapi penyakit kita diambil dan disembuhkan TUHAN.
Pendeknya, anggur sukacita menyukakan hati ALLAH dan manusia, air buah anggur gambaran dari kasih ALLAH.
Biarlah kita penuh dengan kasih ALLAH sehingga kita juga penuh dengan sukacita mempelai.
YANG KEEMPAT: Pelajaran dari SEMAK DURI … (ayat 14-15).
Semak duri sangat berbeda dengan 3 (tiga) pohon sebelumnya, sebab semak duri ambisi untuk menjadi raja.
Ciri-ciri ambisi menjadi raja:
Pada satu sisi memberi naungan, dengan syarat: tunduk kepadanya.
Sisi yang lain bisa mengeluarkan api dan menghanguskan rakyatnya.
Pendeknya, semak duri melayani sesuai kehendaknya saja, dengan sistem paksa/otoriter, tidak melayani TUHAN dengan sistem kerajaan Sorga.
Inilah semak duri gambaran dari nabi-nabi palsu, mereka bagaikan pohon-pohon yang tidak pernah menghasilkan buah, walaupun sudah sampai pada musimnya.
Malam ini kita bersyukur kepada TUHAN, kita berterimakasih kepada TUHAN karena besar rahmat TUHAN kepada kita. Kita sudah terlebih dahulu melihat pohon yang menghasilkan buah dari sisi Yesus Kristus, sedangkan pohon yang tidak menghasilkan buah hingga pada musimnya itulah nabi-nabi palsu, serigala berbulu domba, yang dikaitkan dengan semak duri, tidak pernah menghasilkan buah anggur dan buah ara, apalagi buah zaitun.
Pertahankanlah buah yang dihasilkan pohon zaitun -> urapan, jangan rusakkan karena ambisi.
Pertahankanlah buah ara yang manis dan baik, jangan tinggalkan hanya karena ambisi.
Pertahankanlah air anggur yang manis, jangan tinggalkan karena ambisi menjadi raja. Sesungguhnya air anggur berguna sekali untuk menyukakan hati TUHAN dan sesama. Oleh air anggur kita terhuyung-huyung dalam hal mencintai TUHAN, terhuyung-huyung dalam hal mengerjakan apa yang TUHAN percayakan ini, tidak perlu lari dari situ.
Kalau untuk yang daging-daging (lahiriah), atau perkara dunia, kita terhuyung-huyung, keringat sampai kemana-mana, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.
Berapa jam kita di tempat bekerja, berapa jam kita di rumah? malam ini kita datang beribadah hanya 2 atau 3 jam saja, masakan untuk itu kita tidak bisa kerjakan demi mempertahankan buah dari minyak zaitun (urapan), buah dari pohon ara yang manis, buah dari pohon anggur. Jangan kita seperti semak duri tidak menghasilkan buah walaupun pada musimnya. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment