Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera.
Oleh karena kasih-Nya besar, kembali kita beribadah malam hari ini dalam
Ibadah Pendalaman Alkitab.
Kita sudah menikmati Maleakhi 1: 10 dengan beberapa kali pemberitaan firman
Tuhan. Tiba saatnya kita untuk menikmati ayat yang ke 11. Semoga malam hari ini
kita diberkati oleh kebenaran firman Tuhan, sebagaimana kita diberkati lewat
ibadah-ibadah yang kita sudah ikuti.
Segera kita memeriksa kitab Maleakhi.
Maleakhi 1: 11
(1:11) Sebab dari
terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara
bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi
nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara
bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari, nama Tuhan besar
diantara bangsa-bangsa.
Tuhan menyatakan keberadaan-Nya, karena Tuhan melihat bahwa imam-imam yang
melayani di
Tabernakel melakukan
apa yang jahat di mata Tuhan, yaitu membawa binatang yang buta, timpang dan sakit lalu dipersembahkan kepada Tuhan.
Sehingga dengan demikian Tuhan menyatakan diri-Nya, keadaan-Nya yang begitu
besar, agung dan mulia, mulai dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnnya.
Mazmur 113: 2-5
(113:2) Kiranya nama TUHAN
dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
(113:3) Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
(113:4) TUHAN tinggi
mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya
mengatasi langit.
(113:5) Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang
tinggi,
Kembali dituliskan dalam kitab Mazmur, bahwa dari terbitnya sampai
terbenamnya matahari, nama Tuhan itu besar dan nama Tuhan harus dimasyhurkan
sebab Tuhan itu agung dan mulia, berada di tempat yang tinggi, tidak ada yang
seperti Dia.
Bukti bahwa Tuhan itu besar
A. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa
B. Kemuliaan-Nya mengatasi segala langit
Sekarang mari kita melihat penjelasan “Tuhan tinggi mengatasi segala
bangsa”
A. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa
Artinya untuk kita
sekarang adalah Tuhan sanggup
mengatasi segala masalah-masalah, segala perkara-perkara di bumi atas
bangsa-bangsa.
Sehingga dengan
demikian, maka nyatalah bahwa Tuhan itu besar.
Kalau tidak sanggup
mengatasi segala masalah, segala perkara di muka bumi ini, berarti Tuhan tidak
besar, tetapi sesungguhnya Tuhan sanggup mengatasi segala masalah dan perkara
yang ada di bumi ini.
Dengan demikian, kita
patut bersyukur karena
Tuhan itu besar, agung dan mulia.
Ulangan 32: 11-13
(32:11) Laksana rajawali
menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya,
mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
(32:12)
demikianlah TUHAN sendiri
menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.
(32:13)
Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi
bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang; dibuat-Nya dia mengisap
madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras,
Tuhan sanggup
mengatasi masalah-masalah dan segala perkara di bumi atas bangsa-bangsa, itu laksana rajawali yang terbang
tinggi mengatasi bukit-bukit di bumi.
Bukit-bukit ->
masalah-masalah / persoalan-persoalan di bumi
Demikianlah Tuhan
menuntun, bagaikan menuntun bangsa Israel di padang gurun.
Kelebihan-kelebihan
rajawali
1.
MEMILIKI KEDUA SAYAP
YANG KUAT
Berbeda dengan sayap
burung-burung yang lain, sayap burung Rajawali sangat kuat, sehingga burung
rajawali;
- Dapat terbang tinggi / daya jelajah yang tinggi
- Dapat menempuh jarak tempuh yang sangat jauh
- Dapat terbang dengan kondisi angin seperti apapun
Yesaya 40: 29
(40:29) Dia
memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada
berdaya.
(40:30)
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
(40:31) tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik
terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari
dan tidak menjadi lesu, mereka
berjalan dan tidak menjadi lelah.
Memiliki kedua sayap
yang kuat digambarkan seperti orang-orang
yang menanti-nantikan Tuhan.
- Mereka berlari dan tidak menjadi lesu
Orang yang berlari
dengan kecepatan tinggi, akan menjadi lesu, sehebat apapun dia.
Tetapi mereka yang
menanti-nantikan Tuhan, seolah-olah mendapat kekuatan yang baru, bagaikan
rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.
- Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah
Mereka yang
menanti-nantikan kedatangan Tuhan, seumpama memiliki kedua sayap burung
rajawali, meski berjalan sejauh manapun tidak mengalami kelelahan seperti
burung rajawali, yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.
Barangkali dalam
perjalanan rohani kita mengalami kelelahan karena banyaknya masalah, persoalan,
baik dalam nikah maupun dalam pelayanan, tetapi kalau kita menanti-nantikan kedatangan
Tuhan, memiliki kekuatan yang baru.
Tetapi kekuatan sayap
burung rajawali tidak hanya sebatas disini saja, melainkan berlaku sampai masa
antikris.
Wahyu 12: 13-14
(12:13) Dan
ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu
perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
(12:14) Kepada
perempuan itu diberikan kedua
sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang
gurun, di mana ia
dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah
masa.
Kedua sayap burung
nasar memberi kekuatan pada masa aniaya antikris.
Dengan kedua sayap
burung nasar yang besar, akan menyelamatkan gereja Tuhan, dibawa ke padang
gurun, padang belantara dan dipelihara selama satu masa dan dua masa dan
setengah masa.
Jadi sayap burung
rajawali tidak hanya berlaku pada masa sekarang, tetapi bilamana tiba waktunya
antikris, sayap burung nasar menyelamatkan kita ke padang gurun, padang
belantara dijauhkan dari mata ular naga merah padam, yaitu iblis setan, yang
memberi kuasanya kepada antikris.
Cara memiliki
sayap burung nasar
Wahyu 11: 1
(11:1) Kemudian
diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan
kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka
yang beribadah di dalamnya.
Yang diukur adalah;
- Bait Suci Allah = Rumah Tuhan, tempatnya Roh Allah berdiam, tempatnya firman Allah dan kasih
Allah Bapa
- Mezbah, yaitu anak-anak
Tuhan yang hidup di dalam doa penyembahan
- Mereka yang beribadah di dalamnya = tekun dalam 3
macam ibadah utama, yaitu Ibadah
Pendalaman Akitab disertai
perjamuan suci, Ibadah Raya/
Umum Minggu disertai
kesaksian, Ibadah Doa
Penyembahan.
Diukur = dilindugi,
dipelihara, dibela oleh Tuhan.
Wahyu 11 : 2
(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang
di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada
bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua
bulan lamanya."
Tetapi pelataran Bait
Suci di sebelah luar, yaitu mereka yang tidak hidup dalam doa penyembahan dan
tidak tekun dalam 3 macam ibadah utama, tidak masuk dalam ukuran Allah,
sehingga diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, selama 42 bulan lamanya = 3,5
tahun = 1 masa 2 masa dan setengah masa.
Tidak diukur = tidak
mendapat pemeliharaan, perlindungan, dan pembelaan dari Tuhan pada saat
antikris berkuasa, selama 3,5 tahun / 1 masa 2 masa dan setengah masa / 42
bulan.
Bangsa-bangsa lain
-> antikris
Sekarang bandingkan dengan Bait Suci Allah
yang tidak hidup dalam doa penyembahan
Wahyu 12: 17
(12:17) Maka
marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang
lain, yang menuruti
hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
Si ular naga memerangi
keturunannya / perempuan yang lain, yaitu yang menuruti hukum Allah = memiliki firman Tuhan, dan memiliki kesaksian = dipenuhkan Roh Kudus, tetapi ibadahnya tidak memuncak sampai kepada doa penyembahan = mezbah, inilah yang diburu.
Biarlah semakin hari
kita semakin sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kita, tekun dalam 3 macam
ibadah utama, serta memuncak pada doa penyembahan, supaya kita memiliki sayap
burung nasar yang melindungi kita dari si mata ular.
2.
PANDANGANNYA TAJAM KE
DEPAN
Burung rajawali
memiliki pandangan yang tajam sekali. Sekalipun dia berada di ketinggian dan
jarak yang sangat jauh, dia dapat melihat pergerakan sekecil apapun di
bawahnya, untuk menjadi mangsanya.
Pandangan tajam
berarti berada dalam
rencana-Nya Allah.
Kalau anak Tuhan ingin
melihat hari esok, tinggallah dalam rencana-Nya Tuhan, sebab rencana Tuhan
berbeda dengan rencana manusia.
Yesaya 55: 8-9
(55:8) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu,
dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,
demikianlah firman TUHAN.
(55:9) Seperti tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Rancangan Tuhan
bukanlah rancangan manusia, jalan manusia bukanlah jalan Tuhan.
Seperti tingginya
langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan Tuhan dari jalan manusia, dan
rancangan Tuhan dari rancangan manusia.
Biarlah kita berada
dalam rancangan Tuhan dan jalan Tuhan.
Sungguh jauh perbedaan
antara rancangan Tuhan dengan rancangan manusia, dan jalan manusia dengan jalan
Tuhan.
Amsal 14: 12
(14:12) Ada jalan yang disangka orang lurus,
tetapi ujungnya menuju maut.
Apa yang disangka,
yang dipikirkan, yang dirancang oleh manusia, tidak sama dengan rancangan dan
jalan-Nya Tuhan, sebab jalan Tuhan adalah jalan yang lurus ke depan menuju
kepada kehidupan, sedangkan jalannya manusia menuju maut, yaitu kebinasaan.
3.
MEMILIKI CENGKRAMAN
YANG KUAT
Cengkraman yang kuat =
berpegang yang kuat
Kita memiliki
pengajaran mempelai dengan terangnya Tabernekel, apa yang kita miliki, kita
pegang dengan kuat-kuat.
Sebagai contoh:
Wahyu 3: 11
(3:11) Aku datang
segera. Peganglah apa yang ada
padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.
Nasihat Tuhan kepada
sidang jemaat di Filadelfia adalah “peganglah apa yang ada padamu, supaya
tidak seorang pun mengambil mahkotamu”.
Mari kita lihat apa yang ada pada sidang jemaat di
Filadelfia
Wahyu 3: 7-8
(3:7) "Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang
Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang
dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
(3:8) Aku tahu
segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat
ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun
engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Sidang jemaat di
Filadelfia menuruti firman
Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan.
Menuruti firman Tuhan
berarti sidang jemaat di Filadelfia berpegang
pada firman Tuhan yang dimiliki.
Kita memiliki
pengajaran mempelai, biarlah kita berpegang dengan teguh apapun resikonya, kita
tetap berpegang kepada nama Tuhan, supaya kita tidak menyangkal nama Tuhan =
pikul salib.
2 Tesalonika 2: 14-15
(2:14) Untuk
itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu
boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
(2:15) Sebab
itu, berdirilah teguh dan berpeganglah
pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara
tertulis.
Rasul Paulus
menasihati sidang jemaat di Tesalonika supaya bepegang pada ajaran-ajaran yang
sudah diterima dari pemberitaan injil yang disampaikan oleh Rasul Pulus, baik secara lisan maupun secara tertulis.
- Secara lisan
Artinya: menerima ajaran, itulah
pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, lewat pemberitaan firman Tuhan,
dalam setiap ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan
- Secara tertulis
= membaca Alkitab
Syarat untuk berpegang
teguh pada ajaran-ajaran firman Tuhan adalah BERDIRILAH
TEGUH.
Berdiri teguh = memiliki pendirian yang benar,
tidak digoyahkan oleh ajaran-ajaran yang palsu, yang tidak sehat, yaitu
cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, silsilah-silsilah,
takhayul, teori-teori kemakmuran, dan hukum-hukum manusia.
2 Timotius 3: 14-16
(3:14) Tetapi
hendaklah engkau tetap berpegang
pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu
mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
(3:15) Ingatlah
juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi
hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus
Yesus.
(3:16) Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Biarlah kita berpegang
teguh pada ajaran yang benar, dan apa yang sudah kita yakini, itulah pengajaran
mempelai / firman pengajaran yang rahasianya dubukakan = firman nubuatan yang
disampaikan oleh para nabi, untuk memperoleh keselamatan jiwa di dalam Kristus
Yesus.
Pegang terus
pengajaran mempelai, jangan pernah lepaskan dan jangan goyah oleh ajaran
apapun.
Kuasa firman Tuhan
yang dituliskan dalam kitab suci:
1) Mengajar
2) Menyatakan
kesalahan
3) Memperbaiki
kelalakuan
4) Mendidik
orang dalam kebenaran
4. BURUNG RAJAWALI MEMILIKI KELEBIHAN, YAITU
PARUHNYA YANG PANJANG (YANG MELENGKUNG), DAPAT TUMBUH BARU
Burung rajawali
semakin tua, maka paruhnya semakin panjang dan melengkung.
Paruh yang panjang dan
melengkung sangat menyiksa burung rajawali tersebut, karena dia tidak bisa
memangsa makannanya.
Tetapi kelebihan dari
burung rajawali ini adalah paruhnya yang panjang (yang melengkung) dapat tumbuh
baru, dengan jalan membanting-bantingkan
paruhnya ke gunung batu.
Setelah dia
membanting-banting paruhnya sampai patah, maka akan tumbuh paruh yang baru.
Artinya: kehidupan
anak-anak Tuhan yang hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh, menghargai
korban Kristus, untuk menuju pada kematian dan kebangkitan Kristus.
- Satu dalam pengorbanan Kristus = bertobat dengan
sungguh-sungguh, karena menghargai darah Yesus.
- Satu dalam kematian Krsitus = mengubur hidup yang
lama
- Satu dalam kebangkitan Kristus = hidup dalam hidup
yang baru, yang lama sudah berlalu
Biarlah kita
membanting-bantingkan diri / satu dalam pengorbanan Kristus.
Gunung batu ->
korban Kristus = pribadi Yesus yang disalibkan.
TUHAN YESUS KRISTUS
KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
firman
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment