KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, May 9, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 APRIL 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 APRIL 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 20)

 

Subtema: TIDAK YAKIN DENGAN JANJI TUHAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur karena rahmat TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, sebentar kita akan tersungkur di kaki salib TUHAN dan tentu saja kita terlebih dahulu diteguhkan oleh Firman TUHAN.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online dimanapun Bapak/Ibu saudara berada, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 sebagai seri yang ke-20, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.        Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.       Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.        Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 8).

 

Bilangan 16:1-3 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. (16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Korah beserta kumpulannya bangkit untuk memberontak terhadap Musa.

Yang masuk ke dalam kumpulan Korah adalah yaitu: Datan, Abiram, dan On, serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

Kemudian, di tengah pemberontakan itu mereka menuduh bahwa Musa telah meninggi-ninggikan diri di atas umat Israel.

 

Sekarang kita lanjut untuk membaca,

Apa yang menyebabkan sehingga Korah dan kumpulannya memberontak kepada Musa?

Bilangan 16:9-10

(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

 

Korah dan kumpulannya memberontak kepada Musa dan Harun sebab mereka menuntut pangkat imam.

Padahal, Korah dan segenap suku Lewi telah dipisahkan oleh TUHAN dari segenap umat Israel lalu diperbolehkan mendekat kepada ALLAH untuk dua hal:

-            Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN mulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.

         Merekalah yang memperhatikan perabotan-perabotan di Halaman dan di Ruangan Suci.

         Ingat, tanpa perabotan ini bangsa Israel tidak mungkin bisa beribadah. Maka sebetulnya kehadiran suku Lewi di tengah-tengah ibadah dan pelayanan sangat penting (vital), tetapi mereka masih juga menuntut pangkat imam kepada Musa. Itu sebabnya mereka memberontak kepada Musa dan Harun.

-            Bertugas untuk melayani umat Israel.

Singkat kata; Korah dan kumpulannya bersepakat melawan TUHAN.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka tidak mau datang, menunjukkan bahwa:

-     Datan dan Abiram tidak hidup dalam ketundukan = Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-     Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan = Kehendak manusia ingin mengatasi kehendak ALLAH.

 

Sesungguhnya;

a.   TUHAN telah menetapkan Musa sebagai pembebas, Dialah gembala yang ditugaskan untuk menuntun dan memimpin perjalanan bangsa Israel mulai dari Mesir sampai ke Tanah Kanaan (Tanah Perjanjian). Sedangkan,

b.   Harun ditetapkan oleh TUHAN untuk  memegang jabatannya sebagai imam untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas umat Israel.

TUHAN yang menetapkan itu di tengah-tengah umat Israel, bukan kehendak Musa dan bukan juga kehendak Harun.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Bukti Datan dan Abiram tidak tunduk dan menghormati tahbisan, mereka menuduh Musa dalam 2 (dua) hal yaitu :

-     Musa dituduh menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

      Tuduhan ini tidak mempunyai dasar yang kuat sebab sesungguhnya Musa telah mengambil rupa hamba.

-     Musa dituduh mengelabui mata umat Israel.

      Saudara, tuduhan ini menunjukkan bahwa Musa adalah orang munafik.

      Jadi seseorang yang suka mengelabui mata orang lain menunjukkan bahwa dia adalah orang munafik.

      Orang munafik: di dalam dan di luar tidak sama, di bagian luar bisa nampak baik, namun di bagian dalam penuh dengan kejahatan.

      Berarti kehidupan semacam ini sedang mengelabui mata orang.

      Sebenarnya semua tuduhan ini tidak mempunyai dasar yang kuat karena sesungguhnya Musa adalah orang yang tulus hatinya dan penuh tanggung jawab.

 

      Jemaat di Efesus, melayani dengan luar biasa, mengerjakan pekerjaannya dengan penuh pengorbanan, tetapi tidak memiliki kasih. Jadi ternyata orang-orang Kristen bisa mengerjakan segala sesuatu dengan penuh pengorbanan, dengan segala jerih payah, tetapi motornya adalah kepentingan diri.

      Saya berharap di dalam mengerjakan apapun di tengah ibadah dan pelayanan, biarlah kiranya kita mengerjakannya dengan ketulusan dan ketulusan itu harus teruji, jangan suka mengelabui mata orang.

 

      Jadi tuduhan Datan dan Abiram yang kedua kepada Musa adalah: Musa dikatakan sedang mengelabui mata umat Israel.

      Tuduhan ini menunjukkan bahwa Musa adalah orang munafik.

      Sesungguhnya, tuduhan ini tidak memiliki dasar karena Musa adalah pribadi yang tulus hatinya dan penuh tanggung jawab.

 

Saudara, kedua hal ini telah kita bahas pada minggu yang lalu, semoga masih jelas dalam ingatan dan itu sangat memberkati dan membekas di hati kita masing-masing.

 

Ciri-ciri tidak tunduk atau tidak menghormati tahbisan:

Tidak percaya dan tidak yakin pada janji TUHAN, yaitu tanah Kanaan sebagai milik pusaka.

.

 

Ibrani 11:8

(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

 

Karena iman Abraham taat terhadap panggilan ALLAH sebab ia berangkat meskipun tidak mengetahui negeri yang ia tujui.

Demi milik pusaka yang akan dia terima, maka Abraham TAAT terhadap panggilan ALLAH oleh iman.

 

Kita pun taat terhadap panggilan TUHAN, lalu menghargai ibadah dan pelayanan demi milik pusaka yang akan kita terima, dan kita mengerjakan semua ini oleh iman. Artinya; percaya walaupun belum melihat sorga yang akan menjadi milik pusaka kita.

 

Ibrani 11:9

(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

 

Setelah Abraham tiba di negeri Kanaan, Abraham diam di negeri yang dijanjikan itu, kemudian dia tinggal di kemah/Tabernakel, disebut juga rumah TUHAN, oleh iman.

 

Perlu untuk diketahui: Rumah TUHAN adalah tempat Roh ALLAH berdiam dan beraktivitas.

Ayat referensi: 1 Korintus 3:16, 1 Korintus 6:19, Efesus 2:22.

 

Kegiatan aktivitas Roh ALLAH adalah IBADAH PELAYANAN yang sesuai dengan kemah (Pola Tabernakel).

 

Oleh sebab itu, jangan kita datang beribadah dengan menjalankan ibadah buatan tangan manusia, karena nanti muaranya tidak jelas dan itu merugikan orang itu sendiri.

Sudah banyak pengorbanan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, baik tenaga, pikiran, waktu, materi (uang), apapun dikorbankan, tetapi ujung-ujungnya binasa, untuk apa?

 

Mari kita melihat kemah (Tabernakel) di dalam …

Ibrani 8:5

(8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

 

Ibadah pelayanan di bumi adalah gambaran dan bayangan dari ibadah pelayanan di Sorga, jika ibadah pelayanan menggunakan pola Tabernakel.

Ayo, pertahankanlah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Tabernakel terdiri dari 3 (tiga) daerah:

1.   Halaman.

2.   Ruangan Suci.

3.   Ruangan Maha Suci.

 

Tabernakel dibagi dalam 2 (dua) bagian:

YANG PERTAMA: Kegiatan ibadah dan pelayanan di halaman.

 

Bentuknya: Penginjilan, supaya orang-orang menjadi; PERCAYA - BERTOBAT - DIBAPTIS AIR - DIPENUHKAN ROH KUDUS.

Penginjilan disebut juga Injil Keselamatan.

Di tengah-tengah penginjilan terjadi; mujizat, perbuatan-perbuatan ajaib, segala sakit penyakit sembuh, dan terjadi pengusiran Setan sebagaimana penginjilan daripada 70 (tujuh puluh) murid-murid ketika diutus… Lukas 10:8,17.

 

-- "Tuhan, juga Setan-Setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Artinya; terjadi pengusiran Setan di tengah-tengah penginjilan. Akan tetapi, antusias kita tidak boleh hanya sebatas penginjilan meskipun di situ ada mujizat-mujizat, perbuatan ajaib, pengusiran Setan dan kesembuhan, ibadah kita tidak boleh berhenti hanya di daerah Halaman.

Daerah Halaman adalah tempat jalan-jalan bahkan bisa menjadi turis gereja, sebentar melancong ke satu tempat lalu beribadah di tempat itu kemudian melancong ke tempat lain, beribadah lagi di situ, itu namanya turis gereja. Hal seperti ini adanya di Halaman.

 

Tabernakel dibagi dalam 2 (dua) bagian:

YANG KEDUA: Disebut perkembangan yang penuh yaitu ibadah dan pelayanan dijalankan di dalam Bait ALLAH.

Bait ALLAH berarti dari Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci.

 

Pada Ruangan Suci ada 3 (tiga) macam alat:

1.   Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci = Persekutuan kita yang sangat mendalam dengan Yesus, Anak ALLAH lewat Firman ALLAH dan Perjamuan Suci.

2.   Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh = Persekutuan dengan Roh ALLAH yang suci.

      Jadi kalau mau mempertajam karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El-Kudus, tekunlah dalam Ibadah Raya minggu = persekutuan dengan Roh ALLAH yang suci.

3.   Mezbah Dupa -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = Persekutuan dengan kasih, tabiat dari ALLAH Bapa.

Tekun dalam tiga macam ibadah pokok di situ kita bersekutu dengan tabiat dari ALLAH Trinitas.

Saudara, tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk mencapai DOA PENYEMBAHAN sebagai puncak ibadah (tingkat ibadah yang tertinggi)

 

Lukas 17:34-36

(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (17:36) [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]

 

Ayat ini menunjukkan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

1.   Tempat tidur -> Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan kita dengan kasih ALLAH, tabiat dari ALLAH Bapa.

2.   Mengilang / memutar batu kilangan -> Ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci = persekutuan kita dengan Yesus Anak ALLAH lewat Firman ALLAH dan Perjamuan Suci.

3.   Ladang -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh = persekutuan kita dengan Roh ALLAH yang suci.

Jadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah sarana untuk mencapai doa penyembahan.

 

Matius 24:40-42

(24:40) Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; (24:41) kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (24:42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

 

Di sini kita juga menemukan 3 (tiga) hal yaitu:

1.     Di ladang à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai Kesaksian Roh.

2.     Memutar batu kilangan à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

3.     Berjaga-jaga à Doa Penyembahan sebagai tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah).

Jadi kalau ibadah kita sudah sampai pada puncaknya itulah doa penyembahan berarti orang itu disebutlah orang yang sedang berjaga-jaga. Kalau kita berjaga-jaga, kita tidak takut dengan apa yang akan terjadi menimpa dunia ini.

 

Kita tahu, selama kita ada di dunia ini kita akan berhadapan dengan banyak pencobaan dan pencobaan di bumi ini akan memuncak pada saat antikris menjadi raja dan di situ akan ada aniaya, di situ akan ada siksaan yang dahsyat, tepatnya pada saat tiga tahun setengah yang kedua. Tetapi kalau kita sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, sudah mencapai doa penyembahan disebutlah itu berjaga-jaga berarti sanggup mengatasi puncak pencobaan tepatnya pada saat antikris menjadi raja, di situ ada aniaya / siksaan yang besar / siksaan yang dahsyat yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Itu perlunya kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sarana mencapai puncak ibadah; doa penyembahan.

 

Setelah sampai pada doa penyembahan disebutlah berjaga-jaga berarti mampu melewati puncak pencobaan.

Jadi puncak ibadah akan melewati puncak pencobaan. Jangan merasa hebat, jangan merasa pintar seperti Petrus, bersikap konyol karena merasa diri hebat, merasa diri bisa (kuat), tanpa tekun dalam tiga macam ibadah pokok merasa selamat. Tetapi sebetulnya kalau dia bisa sampai pada puncak ibadah / doa penyembahan, tentu saja karena doa Imam Besar Agung sehingga baik Petrus maupun imannya tidak gugur. Sebab itu tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, jangan kita berkata; “lihat nantilah”, iman itu tidak boleh dicoba-coba, tetapi harus dipraktekkan seperti Abraham,

-        Dia taat terhadap panggilan oleh iman, juga

-        Tiba di Kanaan, tanah Perjanjian yang menjadi milik pusakanya juga oleh iman. Kemudian,

-        Diam di negeri Kanaan oleh iman.

-        Tinggal di kemah – tekun dalam tiga macam ibadah pokok – oleh iman.

 

Jadi tidak usah ragu dan berkata; “Apa benar iya, masak iya?” Kemudian kita berkata lagi; “Bagaimana dengan gereja-gereja yang tidak menggunakan Pola Tabernakel, binasa dong?” Itu urusan TUHAN. Tetapi untuk menerima Tanah Air Sorgawi sebagai milik pusaka untuk selama-lamanya adalah oleh iman. Diam di kemah juga oleh iman sebab untuk mencapai milik pusaka, Tanah Air Sorgawi juga oleh iman. Berarti ibadah harus sesuai dengan Pola Tabernakel, tidak usah tanya-tanya lagi dan berkata; “kata siapa?”, “Kata Firman”, “Dimana lagi ayatnya?”, “Di dalam Imamat 26:11; Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.”

Tetapi hal ini tidak terlalu disoroti oleh gereja-gereja, ini yang membuat saya heran, kenapa? Tetapi menurut saya, kalau seorang gembala berani mengusung Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel untuk menggembalakan sidang jemaat yang TUHAN percayakan itulah kawanan domba ALLAH, maka dia harus siap menerima resiko.

-        Dia harus siap ditolak.

-        Jemaatnya pasti kecil (sedikit), dan

-        Orang yang datang pasti kecil dan mau menjadi kecil karena orang kaya sukar masuk sorga, orang yang mengandalkan kelebihannya sukar masuk sorga, Alkitab yang berkata.

Masih ragu dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel?

 

Yel-yel PPT:

Yang mendahsyatkan mu …

Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Mendahsyatkan kita.

 

Matius 26:37-38

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Dari titik pertama, TUHAN membawa Yakobus, Petrus, dan Yohanes ke titik kedua, selanjutnya setelah tiba pada titik kedua, TUHAN berkata; “Tinggallah di sini...”

Kata Tinggallah disini terkena pada RUANGAN SUCI.

 

3 (tiga) murid Yesus jika dikaitkan dengan tiga alat di dalam Ruangan Suci:

1.   Yakobus terkena pada Meja Roti Sajian à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci.

2.   Petrus terkena pada Pelita Emas               à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

3.   Yohanes terkena kepada Mezbah Dupa à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

 

Maka kalau saya berkata kepada Sidang jemaat;

Tinggallah di sini. Maka jemaat berkata;

Tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Setelah tekun dalam tiga macam ibadah pokok selanjutnya Yesus berkata; “Berjaga-jagalah dengan Aku.”

Jadi sudah jelas, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok merupakan sarana untuk mencapai puncak ibadah itulah doa penyembahan. Bila sudah berada pada puncak ibadah sama artinya berjaga-jaga.

 

Matius 26:41

(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Jadi tekun dalam tiga macam ibadah pokok mutlak atau sudah harga mati.

Memang hati kita sedih bila memikirkan ibadah-ibadah yang belum menerapkan Pengajaran Tabernakel, apalagi kalau saudara kita tidak mau menerima Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tetapi mau bilang apa lagi, kita tidak boleh larut dalam kesedihan karena kita juga harus memikirkan keluarga kita.

 

Memang kita sedih, mungkin ada orang tua yang belum digembalakan oleh Pangajaran Mempelai sehingga seorang anak menjadi sedih hatinya atau mungkin saudaranya, adeknya, kakanya, kerabatnya. Atau mungkin ada seorang isteri sedih karena suaminya belum digembalakan oleh Pengajaran Mempelai atau mungkin suaminya sedih karena isterinya belum mau digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tetapi kita tidak boleh larut dalam kesedihan karena kita juga harus mengusahakan dan memelihara ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Lukas 17:37

(17:37) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

Ciri-ciri berjaga-jaga adalah: menerima sayap burung nasar yang besar.

Kegunaan sayap burung nasar yang besar adalah: melepaskan gereja TUHAN dari masa aniaya antikris, dari siksaan yang dahsyat.

 

Wahyu 12:13-14.

(12:13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. (12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Hargailah apa yang sudah dipercayakan TUHAN kepada mu itulah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Jadi tekun dalam tiga macam ibadah pokok adalah harga mati, jangan diubah-ubah lagi supaya tempat kita tetap di Sorga, bukan di Neraka.

 

Tadi yang kedua tentang; perkembangan yang penuh. Berbicara soal: menjalankan ibadah pelayanan di dalam Bait ALLAH.

Bait ALLAH dimulai dari Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci.

 

Kita sudah melihat ibadah di Ruangan Suci, masih tetap soal perkembangan yang penuh, sudah berada di dalam Ruangan Maha Suci.

Pada Ruangan Maha Suci terdapat 1 (satu) alat yaitu TABUT PERJANJIAN à Gereja sempurna atau Sidang Mempelai TUHAN.

Ukuran Ruangan Maha Suci adalah 10 x 10 x 10 = 1000 hasta berarti bentuknya 4 (empat) persegi.

 

Mari kita melihat, bentuk empat persegi di dalam…

Wahyu 21:9-11 berbicara soal Sidang Mempelai TUHAN, gambaran dari Tabut Perjanjian.

Tabut Perjanjian ada di dalam Ruangan Maha Suci. Sementara Ruangan Maha Suci bentuknya empat persegi.

 

Wahyu 21:16-17

(21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. (21:17) Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

 

Bentuk dari Yerusalem baru adalah empat persegi, sebab panjang dan lebarnya sama yaitu 12.000 (dua belas ribu) stadia.

Kalau dikaitkan dengan 12 (dua belas) suku Israel, maka;

12.000 stadia x 12 suku Israel =144.000 (seratus empat puluh empat ribu) orang.

Itulah yang menjadi inti Mempelai, itulah gambaran dari ibadah di dalam Ruangan Maha Suci.

 

Jadi mereka adalah Yahudi asli (orang tuanya) dan mereka tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan itulah Babel dan Izebel. Tetapi kita juga diberi kesempatan untuk masuk menjadi mempelai disebutlah itu bayangan dari mempelai.

 

Ibrani 11:10

(11:10) Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

 

“Kota yang mempunyai dasar.”

Jadi kota Yerusalem Baru, kota empat persegi, kota Mempelai mempunyai dasar.

 

Apa dasar kota Mempelai / Yerusalem Baru?

Wahyu 21:18-20

(21:18) Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. (21:19) Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, (21:20) dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.

 

“Tembok itu terbuat dari permata yaspis.” Permata Yaspis adalah permata yang paling indah, jernih seperti kristal; transparan, luar dan dalam sama, tembus pandang. Itulah yang menjadi tembok (perisai) iman kita di bumi ini.

 

Dasar-dasar Kota Yerusalem Baru:

Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.

Inilah dasar dari kota Yerusalem Baru, dua belas batu permata yang indah-indah, itulah Pengajaran rasul-rasul; dua belas rasul hujan awal dan dua belas rasul hujan akhir.

 

Efesus 2:20

(2:20) yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

 

Ayat ini mengatakan hal yang senada; dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi.

Dua belas rasul hujan awal dan dua belas rasul hujan akhir.

 

Efesus 2:21

(2:21) Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

 

Bangunan yang rapi tersusun, selain ibadah dan pelayanannya rapi tersusun, juga…

-        Tutur katanya rapi tersusun.

-        Pola pikirnya rapi tersusun.

-        Hatinya rapi tersusun.

-        Perbuatan & sikapnya rapi tersusun.

Semuanya mendukung pelayanan sehingga terbangunlah hidup rohani rumah TUHAN, hidupnya tersusun rapi.

Ayo tulus-tulus saja, tidak usah malu merendahkan diri, tidak usah ingin terlihat lebih rohani dari orang lain atau malu merendahkan diri untuk mengerjakan pekerjaan TUHAN, itu hal yang sia-sia, tidak perlu seperti itu.

Jangan ulangi, berjanjilah kepada TUHAN karena itu merugikan rohani mu, TUHAN menguji hati manusia. Jangankan TUHAN, manusia saja bisa melihat hati manusia.

 

Jadi dasar dari kota Yerusalem Baru adalah 12 (dua belas) batu permata yang indah itulah dua belas rasul hujan awal; injil keselamatan dan dua belas rasul hujan akhir; injil Kerajaan berkuasa untuk membawa kita untuk menjadi mempelai dan mengkristalisasikan kita. Inilah yang dijanjikan TUHAN kepada Abraham.

 

Ibrani 11:9

(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

 

Tanah air sorgawi menjadi milik pusaka bukan hanya Abraham, tetapi juga Ishak dan Yakub sampai kepada keturunannya.

 

Kejadian 35:11-12

(35:11) Lagi firman Allah kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. (35:12) Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu."

 

Negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu. Tetapi kepada orang-orang yang dikuasai roh Datan dan Abiram, tidak mau tunduk, berarti tidak taat, dan tidak dengar-dengaran, tidak mau merendahkan diri dan tidak mau digembalakan, tidak akan mewarisi Tanah air sorgawi sebagai milik pusaka, dia tidak layak untuk masuk sorga, dan dia tidak boleh mengotori kesucian / kesempurnaan dari tanah air sorgawi, cukup satu kali Lucifer mengotori Tanah Air Sorgawi, TUHAN tidak izinkan untuk yang kedua kalinya, TUHAN tidak izinkan Lucifer-lucifer yang kedua, TUHAN tidak izinkan lagi perbantahan, peperangan yang kedua di Tanah Air Sorgawi, cukup sampai di situ.

Berarti Datan dan Abiram tidak berhak untuk mewakili tanah air Sorgawi, sebagai milik pusaka dari Abraham, Ishak, Yakub, dan dua belas suku Israel, seterusnya sampai kepada kita. Kenapa sampai kepada kita? Karena kita mau digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, jangan kita sama seperti Datan. Datan mengatakan; “Tidak percaya, bahwa Tanah Kanaan / tanah perjanjian, tidak percaya menerima milik pusaka.

Justru dia mengatakan, Mesir penuh dengan madu dan susu, dan itu yang menjadi milik pusaka, kan aneh.

Tetapi banyak sekali orang Kristen seperti itu, tidak percaya / tidak yakin dengan Tanah Air Sorgawi kelak menjadi milik pusakanya, itu sebabnya dia sibuk dengan Mesir. Mengapa? Karena dia anggap Mesir adalah milik pusakanya, padahal jelas kita ini adalah pendatang / orang asing di bumi ini.

 

Ayo lepaskan diri dari roh Datan dan Abiram. Taat dan dengar-dengaran, tinggal di kemah oleh iman, yakin dengan Sorga oleh iman, kelak menjadi milik pusaka kita bersama-sama.

 

Tabernakel terdiri dari 3 (tiga) daerah:

1.     Halaman.

2.     Ruangan Suci.

3.     Ruangan Maha Suci.

 

Tetapi dibagi menjadi dua bahagian.

Yang pertama; ibadah di Halaman, tidak boleh berhenti sampai di situ antusiasnya.

Yang kedua; Bait ALLAH, terdiri dari:

-        Ruangan Suci; tekun dalam Tiga Macam Ibadah Pokok.

-        Ruangan Maha Suci; sampai kepada doa penyembahan (kesempurnaan).

Supaya Sorga itu menjadi milik pusaka kita, diwariskan kepada kita, AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

No comments:

Post a Comment