IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 09 MEI 2026
STUDY YUSUF
Kejadian 44:18-34
(Seri 18)
Subtema: CAHAYA
INJIL TENTANG KEMULIAAN KRISTUS
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada TUHAN oleh karena rahmat-Nya besar dinyatakan kepada kita
sehingga kita boleh berkumpul di dalam rumah TUHAN dan berada di hadirat TUHAN
lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.
Saya juga tidak lupa menyapa Kaum
Muda Remaja, saudara/saudari, Bapak/Ibu juga yang mengikuti ibadah pemberitaan Firman
lewat online, kiranya damai sejahtera ada di hati kita, sehingga damai
sejahtera itu memberi sukacita, bahagia, saat kita duduk diam mendengarkan
sabda ALLAH.
Mari selanjutnya kita ikuti STUDY
YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.
Kejadian 44:18-34 ---Perikop: “Yehuda
membela Benyamin”
Seluruhnya merupakan tutur kata
Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang
memohonkan kelepasan bagi Benyamin.
Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi
Benyamin…
Kejadian 44:29-31
(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa
kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke
dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila
aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak
itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan
terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan
hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun
ke dunia orang mati karena dukacita.
Apabila Benyamin tidak kembali ke
Kanaan, maka Yakub:
●
Turun ke dunia orang mati karena
nasib celaka… (ayat 29).
●
Turun ke dunia orang mati karena
dukacita… (ayat 31).
Perlu untuk diketahui; Mati
karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa.
Sesungguhnya TUHAN tidak menghendaki
kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes
3:16.
Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA
Saudara, pada Wahyu 9 dan Wahyu
11 terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima,
sangkakala yang keenam, dan sangkakala yang ketujuh.
CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12.
CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21.
CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19.
Sekarang kita masih membahas: CELAKA
KEDUA (bagian kelima).
Adapun CELAKA KEDUA terjadi pada
saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya pada Wahyu 9:13-21, namun
CELAKA KEDUA ini ada kaitannya dengan Wahyu 10 dan Wahyu 11.
Wahyu 10:1-11 berbicara tentang: “Gulungan Kitab yang Terbuka”
yaitu; Pengajaran Firman ALLAH yang murni dan yang benar itulah:
-
Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan.
-
Firman Pengajaran Mempelai dalam
terangnya Tabernakel.
KEGUNAAN FIRMAN PENGAJARAN YANG
RAHASIANYA DIBUKAKAN:
Mazmur 119:130
(119:130) Bila tersingkap, Firman-Firman-Mu memberi terang,
memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Manfaat pembukaan rahasia Firman ALLAH,
memberi dua hal:
1.
Memberi terang = seseorang tidak lagi tinggal didalam kegelapan. Artinya;
tidak ada lagi tempat untuk menyembunyikan dosa.
2.
Memberi pengertian kepada
orang-orang bodoh = orang-orang bodoh mempunyai
pengertian, sehingga orang-orang bodoh tidak lagi mengulangi kesalahan sebagai
perbuatan bodoh.
Petrus adalah salah satu murid Yesus
yang selalu mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh, namun pada akhirnya
Petrus terselamatkan, sebab pengertian-pengertian yang dia terima dari TUHAN
menolong dia.
Oleh sebab itu teruslah berdoa,
memohonlah kepada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu senantiasa meneguhkan
setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
2 Petrus 1:16 ---Perikop: “Nubuat
tentang kemuliaan Kristus telah digenapi”
(1:16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol
manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan TUHAN
kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari
kebesaran-Nya.
Petrus menolak keras ajaran lain
yaitu; dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia,
termasuk takhayul-takhayul dan filsafat kosong manusia. Sebaliknya ia berpegang
teguh kepada Berita Injil yaitu:
1.
Injil Keselamatan (Efesus 1:13).
2.
Injil Kerajaan (Matius 24:14).
Maka didalam 2 Petrus 1:16
disitu juga dikatakan Petrus tetap berpegang teguh kepada:
1.
“Kuasa”…
berarti; Injil Keselamatan.
Tanda Injil Keselamatan: ada kuasa kesembuhan, kuasa
mengadakan mujizat, kuasa mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dan kuasa
mengusir setan.
2.
Kedatangan TUHAN kita, Yesus Kristus
sebagai raja disebut juga Injil Kerajaan.
a.
MANFAAT INJIL KESELAMATAN:
orang-orang yang menerima Yesus menjadi percaya, bertobat, dilahirkan
kembali lewat Baptisan air, selanjutnya dipenuhkan oleh Roh-El Kudus =
dibenarkan 🡪
orang-orang yang dibenarkan ALLAH.
Kemudian di tengah-tengah Injil Keselamatan, (ketika Injil
Keselamatan diberitakan) disitu terjadi mujizat-mujizat dan perbuatan-perbuatan
ajaib termasuk mujizat kesembuhan. Namun antusias kita tidak boleh berhenti
sampai disitu tetapi harus dilanjutkan sampai kepada Injil Kerajaan,
sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 6:1 --- Sebab itu marilah kita
tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada
perkembangannya yang penuh. Kemudian tertulis pada 1 Timotius 4:6.
b.
MANFAAT INJIL KERAJAAN: membawa
gereja TUHAN / membawa sidang jemaat sampai kepada kesempurnaan, disebut juga
Sidang Mempelai TUHAN, Bercahaya Kemuliaan ALLAH.
Pendeknya; Injil Kerajaan disebut juga Cahaya Injil
tentang Kemuliaan Kristus.
KITA AKAN LIHAT “CAHAYA INJIL
TENTANG KEMULIAAN KRISTUS”
2 Korintus 4:3-6
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup
juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu
orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman
ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah gambaran ALLAH.
Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan disebut juga dengan Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus sangat
berkuasa membawa sidang jemaat kembali kepada gambar wujud ALLAH berarti;
Bercahaya Kemuliaan ALLAH.
2 Korintus 4:5
(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi
Yesus Kristus sebagai TUHAN, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak
Yesus.
Paulus menolak untuk memberitakan
dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia sama persis
seperti Petrus.
2 Korintus 4:6
(4:6) Sebab ALLAH yang telah berFirman: "Dari dalam gelap
akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di
dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan ALLAH
yang nampak pada wajah Kristus.
Dari dalam gelap akan terbit terang,
artinya; Injil Kerajaan atau Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus sangat
berkuasa melepaskan kita dari kegelapan sehingga kita dibawa
kepada terangnya TUHAN, yakni; menjadi sidang mempelai TUHAN
Bercahaya Kemuliaan ALLAH.
Hal ini kita bandingkan dengan
Petrus didalam…
2 Petrus 1:17-18
(1:17) Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan
kemuliaan dari ALLAH Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia,
yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
berkenan." (1:18) Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika
kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Singkat kata; TUHAN datang kepada
Petrus dalam kemuliaan yang sangat besar untuk memberi pengertian kepada Petrus
dalam kebodohannya.
2 Petrus 1:19
(1:19) Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh Firman yang
telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu
memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat
yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam
hatimu.
Memperhatikan Firman yang rahasianya
dibukakan (Firman nubuat) sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya
di tempat gelap.
Kuasa dari Firman yang rahasianya
dibukakan, yaitu:
1.
Sampai fajar menyingsing.
Artinya; oleh kuasa Firman yang rahasianya dibukakan kita
dilepaskan dari kegelapan, sehingga kita dibawa kepada terang yang ajaib.
2.
Bintang timur terbit bersinar di
dalam hati kita = Bercahaya Kemuliaan ALLAH.
Sebab Yesus tampil sebagai Raja dan mempelai Laki-laki
Sorga, sedangkan gereja TUHAN yang sempurna tampil sebagai sidang mempelai
wanita TUHAN.
Jadi saudara, ini harus diperhatikan
dengan sungguh-sungguh karena terkait dengan CELAKA KEDUA.
Masih lanjut kita membaca…
2 Petrus 1:20-21
(1:20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa
nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
(1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi
oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama ALLAH.
Nubuat dalam Kitab Suci / Firman
yang rahasianya dibukakan tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak diri
sendiri.
Sebab pembukaan rahasia Firman
terjadi jelas karena Ilham Roh Kudus yaitu ayat Firman ALLAH dijelaskan
oleh ayat Firman ALLAH dalam Kitab Suci dari Kejadian sampai Kitab
Wahyu.
Syarat untuk mendapatkan pembukaan
rahasia Firman ALLAH: berada di atas gunung TUHAN
yang kudus, berarti setia terhadap ibadah dan pelayanan = Tekun dalam
tiga macam ibadah pokok.
Doa saya kiranya Kaum Muda Remaja
GPT Betania tetaplah tekun dalam tiga macam ibadah pokok:
1.
Tekun dalam Ibadah Pendalaman
Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.
2.
Tekun dalam Ibadah Raya Minggu
disertai dengan Kesaksian Roh.
3.
Tekun dalam Ibadah Doa
Penyembahan.
Sebagaimana tiga alat yang terdapat
didalam RUANGAN SUCI merupakan gambaran dari Gunung kudus TUHAN.
Kita akan melihat hal itu…
Matius 17:4-5
(17:4) Kata Petrus kepada Yesus: "TUHAN, betapa bahagianya
kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga
kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." (17:5)
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka
dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Singkat kata; Petrus hendak
mendirikan tiga kemah; satu untuk TUHAN, satu untuk Musa dan satu
untuk Elia, sama artinya mendirikan rumah TUHAN atau membangun gereja
sampai sempurna menurut kehendak manusia Petrus.
Ingat gereja TUHAN (sidang jemaat)
dibawa masuk dalam Kegerakan yang besar itulah Pembangunan Tubuh Kristus yang
sempurna bukan karena kehendak manusia menafsirkan Firman itu, tetapi oleh
karena Ilham Roh-El Kudus.
Tetapi dalam kebodohan Petrus, TUHAN
datang dalam Kemuliaan yang besar untuk memberi pengertian bahwa
sesungguhnya rumah TUHAN dibangun (dibentuk) menjadi tubuh Kristus yang
sempurna jelas karena Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.
Sebab…
1.
Pada ayat 5 dikatakan; "Inilah
Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
2.
Pada ayat 2 dikatakan; wajah-Nya
bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti
terang.
Ini berbicara tentang Cahaya Injil
tentang Kemuliaan Kristus.
Jadi hindarilah dongeng
nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol manusia, termasuk
takhayul-takhayul dan filsafat-filsafat kosong manusia. Sebab pada CELAKA
KEDUA itu bersamaan dengan malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, maka
dilepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat dan itu terjadi
pada jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia
(Wahyu 9:14-15).
Saat ini jumlah penduduk bumi berada
di angka 8,3 Miliar. Sepertiga dari angka 8,3 Miliar berarti 2,7 Miliar.
Demikianlah nanti umat manusia dibunuh pada saat sangkakala keenam ditiup
bersamaan dengan keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat itu,
dilepaskan untuk membunuh sepertiga penduduk bumi.
Dan jumlah tentaranya kurang lebih
200 juta diseluruh dunia ini nanti dan mereka disebut juga pasukan berkuda yang
terlatih (memiliki pertahanan yang kuat dan memiliki strategi yang hebat untuk
mengalahkan musuhnya).
Tetapi disitu TUHAN masih memberi
kesempatan supaya kita mendapat pertolongan yaitu: TUHAN MENYATAKAN
GULUNGAN KITAB, artinya itu adalah masa krisis (masa sulit), tetapi disitu
masih ada gulungan Kitab yang terbuka --- (10:1) Dan aku melihat seorang
malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada
di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang
api. (10:2) Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang
terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di
atas bumi… Wahyu 10:1-2.
Inilah yang harus kita cari dan yang
harus kita tunggu-tunggu dalam setiap pertemuan ibadah kita sekarang ini, bukan
sekedar mencatat tetapi tidak beroleh pengertian.
Tetapi dalam pertemuan ibadah
kita harus menikmati pembukaan rahasia Firman itulah gulungan Kitab yang
terbuka. Gulungan Kitab nya memang kecil, tetapi rahasianya apabila
dibukakan sangat besar sekali dan kuasanya besar untuk menolong kita pada saat
tampilnya pasukan berkuda dengan jumlah 200 juta di seluruh dunia.
Jadi jangan kita bodoh seperti
kebodohan Simon Petrus, dahulu dia suka dengan dongeng nenek-nenek tua,
cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul termasuk filsafat-filsafat
kosong manusia.
Namun pada akhirnya persis di atas
gunung TUHAN yang tinggi, disitu TUHAN datang dalam kemuliaan-Nya yang
sangat besar memberi pengertian kepada Petrus dalam kebodohannya; bahwa
gereja TUHAN dibawa masuk dalam kegerakan yang besar itulah Pembangunan Tubuh
Kristus yang sempurna, yang disebut sidang mempelai wanita TUHAN.
Jadi di hari-hari terakhir ini, kita
harus menyerahkan diri untuk dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, yaitu
Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, sama artinya; sibuk mencari
pembukaan rahasia Firman ALLAH, itulah Gulungan Kitab yang Terbuka.
Hanya itu satu-satunya cara untuk
menolong gereja TUHAN, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, dan Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tidak ada cara lain.
Jadi semestinya gereja hujan akhir harus sibuk untuk mencari
gulungan Kitab yang terbuka, itu sebabnya kita pun berjuang untuk membawa Firman
Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel lewat Paskah PPT yang
sudah didepan mata; pada tanggal 27 dan 28 di bulan Mei dan lewat
Natal PPT, masing-masing kita adakan dua hari seminar sebanyak tiga kali
ibadah. Dan kita senantiasa mendoakan supaya dalam seminar, disitu dinyatakan
gulungan Kitab yang terbuka. Jadi gulungan Kitab sangat dibutuhkan oleh gereja TUHAN
sampai pada masa 3½ tahun yang pertama, dimana antikris memerintah sampai
petang hari.
Jadi jangan berhenti untuk berdoa,
supaya dalam setiap pertemuan ibadah dalam Penggembalaan GPT Betania kita
beroleh kasih karunia lewat gulungan Kitab yang terbuka.
DAMPAK POSITIF MENERIMA GULUNGAN
KITAB YANG TERBUKA: Gereja TUHAN dibela dari setan tritunggal yaitu;
1.
Naga
🡪 roh-roh
jahat di udara = ujian dari atas.
2.
Laut
🡪 antikris,
yang nanti akan berkuasa 7 tahun penuh di atas muka bumi ini yang memuncak pada
3 ½ tahun yang kedua.
3.
Darat / bumi 🡪 nabi-nabi palsu dengan ajarannya yang palsu yang
membinasakan.
Wahyu 10:2;5
(10:2) Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil
yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di
atas bumi, (10:5) Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di
atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit,
Jadi dengan gulungan Kitab yang
terbuka, inilah cara TUHAN untuk menolong kita menahan kuasa dari setan
tritunggal. Jadi jangan ragu dengan gulungan Kitab. Yakinlah dengan gulungan
Kitab yang terbuka; itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam
terangnya Roh-El Kudus dan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel, tidak usah mendua hati.
Itu yang akan menolong kita, seperti
Simon Petrus dalam kebodohannya diberi pengertian, dan akhirnya dia tertolong
dan diselamatkan. Karena Petrus ini berulang kali melakukan kesalahan, baik dalam
pengikutannya selama 3 ½ tahun, maupun setelah Yesus mati tiga hari tiga malam
ia juga kembali kepada tabiat yang lama.
Wahyu 10:9
(10:9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya,
supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku:
"Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit,
tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
Kita berdoa memohon supaya TUHAN
memakai malaikat sidang jemaat didalam hal membukakan rahasia Firman. Jadi
jangan diam saja berarti; harus bertindak, memohon, sebab disini dikatakan pergi
kepada malaikat itu dan meminta kepadanya ini tugas kita sekarang.
Gulungan Kitab yang terbuka;
1.
Di perut terasa pahit.
Artinya; ketika Firman ALLAH yang dibukakan itu berproses
didalam diri kita, memang sakit rasanya, sebab daging ini pasti tersalib.
2.
Di mulut manis rasanya seperti madu.
Artinya; Firman yang dibukakan itu sangat berkuasa untuk
memulihkan kehidupan kita, menolong sampai menyelamatkan kita.
Sama seperti Yohanes pergi kepada
malaikat itu dan meminta kepadanya gulungan Kitab yang terbuka. Jadi kalau
rasanya pahit sabar-sabar saja, ditengah Firman itu sedang berproses didalam
diri kita memang sakit rasanya, pahit rasanya, tetapi hasilnya memberi
kepuasan.
TUHAN pasti tolong kita dan
menyelamatkan kita dari CELAKA KEDUA yaitu tepatnya pada saat malaikat keenam
meniup sangkakalanya, karena bersamaan dengan itu keempat malaikat yang terikat
dekat sungai Efrat dilepaskan untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.
Jadi pertolongan kita hanyalah
datang dari TUHAN.
Dari tangan TUHAN kita menerima
gulungan Kitab yang terbuka, oleh sebab itu doakan senantiasa, berjuanglah
disitu baik saya, saudara kita semua.
Wahyu 10:11
(10:11) Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat
lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."
Firman Pengajaran yang rahasianya
dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus, dan Firman Pengajaran Mempelai dalam
terangnya Tabernakel harus disampaikan kepada bangsa-bangsa, kaum dan bahasa,
dan kepada imamat rajani (hamba-hamba TUHAN) lewat Paskah PPT kita adakan
seminar dua hari, tiga kali kebaktian, juga nanti seminar Natal PPT dua hari
tiga kali kebaktian.
Inilah tugas kita sekarang ini,
meskipun rasanya sakit tidak mengapa, asal kita ada didalam rencana TUHAN itu
yang terpenting. Karena penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan
Kemuliaan yang akan kita terima jauh melebihi dari penderitaan kita.
Jadi saudara perhatikanlah ini
semua, tetaplah berada dalam rencana TUHAN.
TUHAN Yesus memberkati kita semua.
Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI
PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Friman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment