KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, May 10, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 30 APRIL 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 30 APRIL 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 39)

 

Subtema: SEDINAR SEHARI MERUPAKAN KEADILAN TUHAN

 

Shalom.

Salam sejahtera di dalam kasih-Nya Tuhan Yesus Kristus yang telah memungkinkan kita untuk berada di dalam hadirat-Nya, menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming dimanapun saudara berada, baik lewat video internet, Facebook, Youtube, atau media sosial apapun yang dapat digunakan. Doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera dari Sorga bertakhta di hati kita, sehingga dalam suasana damai kita bisa menikmati Sabda Allah pada malam hari ini.

Kiranya dalam persekutuan kita dengan Tuhan ada damai sejahtera, ada sukacita dan bahagia saat kita menantikan pembukaan rahasia firman Tuhan yang sebentar akan dinyatakan. Saya menghimbau mulai dari saya dan kita semua marilah kita merendahkan diri dan duduk dekat kaki Tuhan sampai hati kita diteguhkan sesuai dengan rencana Tuhan mengingat kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, maka jangan saudara berpikir kedatangan Tuhan masih lama lagi sebab kedatangan Tuhan sudah diambang pintu. Oleh sebab itu, persiapkan diri untuk menghadapi kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

 

Selanjutnya mari kita mengikuti KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita masih berada dalam Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-38.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman:

a.       Jagalah dirimu!

b.      Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI dari masa mudanya (Bagian 7).

Intinya: Tuhan menuntut kepada nikah-nikah di bumi supaya setiap suami hendaklah setia kepada isteri dari sejak masa mudanya atau dari sejak dipersatukan oleh Tuhan, hingga maut memisahkan.

 

Kita akan belajar dari pribadi ABRAHAM sebagai suami yang setia.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Pandanglah Abraham dan Sara isterinya, artinya: Abraham adalah contoh yang dapat diteladani oleh suami-suami di atas muka bumi ini.

 

Buktinya: ABRAHAM adalah bapa leluhur orang Israel yang telah menurunkan Mesias dalam keadaannya sebagai manusia.

Ayat referensi: Roma 9:5, kalau sampai keturunan Abraham dapat menurunkan Mesias dalam keadaannya sebagai manusia, itu menunjukkan bahwa Abraham setia kepada isterinya dari masa mudanya. Mesias adalah segala-galanya, Dia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya.

 

Dari hal ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Abraham adalah sosok/figur seorang suami yang SETIA.

 

Yesaya 51:2B

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Allah memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu orang menjadi banyak dan diberkati.

-          Satu orang -> Pribadi Abraham.

-          Diberkati dan banyak -> Bangsa Israel, umat ketebusan Allah yang menurunkan Mesias sebagai manusia.

 

Kita akan melihat kisah ketika Allah memanggil Abraham, di dalam Kejadian 12.

Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil Allah"

(12:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 

Allah memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati.

Tidak hanya banyak namun juga harus diberkati, apa artinya jemaat banyak sampai ratusan ribu tetapi tidak ada berkat pembukaan firman, tidak ada berkat dari firman pengajaran Mempelai, mau dibawa kemana nikah-nikah jemaat. Jadi, tidak cukup hanya menjadi bangsa yang besar, tidak cukup hanya jumlah yang banyak, tetapi harus diberkati; nikah jemaat diberkati, hidup jemaat diberkati, rohani diberkati. Bukan jumlah yang menentukan tetapi kualitas yang menentukan.

 

Allah memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati. Sebab, Abraham taat pada panggilan Allah, sekalipun dia tidak tahu tempat yang ia tujui. Berarti, Abraham percaya bukan karena melihat namun karena iman terhadap panggilan Allah.

 

Praktek Abraham taat terhadap panggilan Allah:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari noda kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.

Contoh PENYEMBAHAN BERHALA:

-          Meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan-kesibukan dan perkara-perkara lahiriah di bumi ini. Sekalipun kita tidak mendirikan patung namun jika kita meninggalkan ibadah karena kesibukan-kesibukan itu adalah berhala.

-          Kekerasan di hati dan kebenaran diri sendiri.

Intinya, segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan disebut dengan penyembahan berhala, sebab semestinya Tuhan nomor satu, karena kita dibentuk untuk Tuhan dan Mesias harus dipuji sampai selama-lamanya.

 

Contoh KENAJISAN PERCABULAN:

-          Menjual yang rohani demi yang lahiriah, seperti Esau menjual hak kesulungan (hal rohani) demi semangkuk sop kacang merah (hal lahiriah) ... Ibrani 12:16.

-          Mabuk anggur perempuan Babel = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel ... Wahyu 18:3.

b.      Abraham meninggalkan sanak saudaranya.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya.

Artinya: Abraham rela melepaskan haknya dan rela melepaskan warisan-warisan nenek moyangnya.

Sebab, Abraham dipanggil dari neger Ur-Kasdin untuk menuju tanah yang Tuhan janjikan.

 

Satu kali nanti Tuhan akan membawa kita ke negeri yang dijanjikan itulah tanah air Sorga sebagai milik pusaka. Oleh sebab itu, kita harus taat pada panggilan, dahulu kita dikatakan orang Kristen tetapi tidak mengerti soal panggilan dan sekarang kita sudah dipanggil dan berada di tengah ibadah pelayanan, maka kita harus taat pada panggilan itu.

Dunia ini bukanlah milik pusaka, sebab sesungguhnya kita adalah orang asing di dunia ini dan pendatang di dunia ini, maka jangan bertahan di dunia ini melainkan taatlah pada panggilan Allah.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Pergilah Abraham seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya = Abraham taat terhadap panggilan Allah, meskipun ia tidak mengetahui tempat yang ia tuju.

Perlu untuk diketahui:

-          Ayat 4: Lotpun ikut bersama dengan Abram, maksudnya: Lot bersama Abram karena Lot yang minta ikut dengan Abram.

-          Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya, maksudnya: Terhadap panggilan Allah, Abraham mengutamakan/memprioritaskan nikah. Hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan dalam nikah yang suci, dasarnya adalah kasih.

Jadi dalam panggilan itu yang diutamakan adalah hubungan kita dengan Tuhan, nanti kalau kita mencari kerajaan Sorga maka yang lain akan ditambahkan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33.

Singkat kata, Abraham setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abraham dan Sara adalah lambang cintanya Tuhan sebagai Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga, terhadap sidang jemaat sebagai mempelai wanita-Nya.

Namun, perjalanan nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian demi ujian, secara khusus melewati 2 ujian.

UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham di Mesir (Kejadian 12:2-10).

Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai dengan yang tertulis di dalam 1 Yohanes 2:16 yaitu:

-          Keinginan daging.

-          Keinginan mata.

-          Keangkuhan hidup.

Semua itu berasal dari dunia, bukan berasal dari Sorga.

 

TUHAN TETAPKAN LANGKAH KAMI (Psallo No. 08)

Banyak sandungan yang terjadi

Di dalam dunia fana ini

Tiada nikah yang tak teruji

Oleh pengaruh yang tak suci

 

Reff:

Tuhan tetapkan langkah kami

Dalam menempuh jalan suci

Biar Firman Tuhan yang menjadi

Wujud yang nyata dalam kami

 

UJIAN KEDUA: Sarai diambil oleh Abimelekh (Seri 6).

Kisahnya ada di dalam Kejadian 20:1-8.

 

Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

“Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.”

Abimelekh adalah raja Gerar, gambaran dari ANTIKRIS, sebab satu kali nanti menjadi raja dan berkuasa atas seluruh dunia dan tanda-tandanya sudah jelas.

Tandanya yaitu: Semua sudah mengarah kepada satu pemerintahan dan yang menjadi rajanya adalah antikris, berdagang sekarang sudah lewat satu pemerintahan, oleh sebab itu kita harus cerdas melihat suasana dunia ini dan jangan sibuk dengan dunia ini.

 

Boleh saja tembus dengan cita-cita, tembus dengan usaha, namun apa artinya jika tidak mengerti rencana Tuhan. Maka, jelas kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi karena antikris akan menjadi raja atas dunia ini, sebab semua yang kita kerjakan sudah mengarah kepada satu pemerintahan. Camkan hal ini dengan baik, jangan menunda menyerah kepada rencana Tuhan sebelum digilas oleh antikris.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Pada ayat ini dikatakan "pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris menjadi raja dan berkuasa atas dunia.

Inilah yang dimaksud MASA KEGELAPAN MALAM, tetapi berhubung antikris saat ini belum berkuasa maka saat ini masih disebut siang hari walaupun berada pada penghujung jalan/petang/tinggal masuk dalam gelap malam.

 

7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 (dua) bagian, menurut Daniel 9:27, yaitu:

-          3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.

Pada saat itu ibadah dan pelayanan masih dapat berjalan, namun ibadah sudah SULIT, sehingga harga firman Allah menjadi mahal yaitu: “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar” (Wahyu 6:6).

·         Secupak gandum sedinar adalah gambaran firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

·         Tiga cupak jelai sedinar, itu adalah ketekunan tiga macam ibadah pokok, seperti malam ini kita menjalankan Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai perjamuan suci adalah salah satu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yaitu Ibadah Raya Minggu, Ibadah Pendalaman Alkitab, Ibadah Doa Penyembahan.

Semua itu nanti akan menjadi mahal, namun malam ini kita masih dapat beribadah dan firman Tuhan dengan limpah dinyatakan kepada kita itu menunjukkan bahwa waktu ini masih siang hari sekalipun sudah disebut penghujung jalan/petang hari.

Oleh sebab itu, gunakan waktu yang tersisa yang sedikit lagi ini, jangan sibuk dengan segala sesuatu yang ada di bumi ini.

 

-          3,5 tahun yang kedua disebutlah itu PUNCAK GELAP MALAM = Puncak pencobaan.

Selama kita hidup di bumi ini kita mengalami banyak kesulitan, banyak pencobaan; pencobaan yang satu sudah selesai, muncul lagi pencobaan yang kedua, bahkan pencobaan yang satu belum selesai muncul lagi pencobaan yang kedua dan terus menerus, namun hal itu belum seberapa. Sebab, puncak pencobaan itu nanti ketika antikris berkuasa itulah yang disebut puncak pencobaan.

 

3,5 tahun yang kedua disebut puncak pencobaan, sebab pada masa itu antikris menghentikan korban sehari-hari itulah korban santapan dan korban sembelihan.

-          KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, antaralain:

a.    Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.

Umpama ayat satu menjelaskan ayat lain dari Kejadian sampai Wahyu, sampai rahasia firman itu dibukakan.

b.    Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Namun, korban santapan ini nanti akan disingkirkan.

 

-          KORBAN SEMBELIHAN -> Ibadah dan pelayanan yang disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Yesus beribadah melayani sampai berdarah-darah, ibadah Yesus tidak hanya berhenti membuat mujizat 5 roti dan 2 ikan, dan mujizat kesembuhan, namun sampai puncaknya berdarah-darah di kayu salib. Jadi, kalau ibadah kotbahnya sibuk berbicara soal berhasil keberhasilan, maka ibadah itu tidak cukup membawa gereja Tuhan sampai kepada Mempelai, sebab ibadah itu harus sampai berdarah-darah. Inilah yang dihentikan oleh antikris.

 

Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

“... dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.”

Pada saat puncak kegelapan, 3,5 tahun yang kedua, tidak ada lagi ibadah.

Jadi, hari-hari ini adalah waktu siang, maka dengarlah firman dengan sungguh-sungguh.

 

Setelah menghentikan Korban sehari-hari, Bait ALLAH dirobohkan, selanjutnya kebaktian diadakan secara fasik sebagai ganti dari korban sehari-hari. Ibadah fasik itulah ibadah yang berbicara soal berhasil keberhasilan, teori prosperity, berita firman tentang kemakmuran/kejayaan.

Namun sesungguhnya, roh antikris itu sudah dibawa masuk ke dalam gereja (rumah TUHAN) karena hamba Tuhan sekarang ini sibuk bicara soal prosperity, kemakmuran, kejayaan, keberhasilan, sehingga korban sembelihan dan santapan sudah tidak ada lagi.

 

Itu sebabnya saya sampaikan gunakanlah waktu ini dimana hari masih siang, maka beribadahlah sungguh-sungguh dan berolehlah pengertian dari Sorga. Jangan cari ibadah yang cocok dengan hatimu, tetapi carilah ibadah yang cocok dengan salib, padankanlah hidupmu dengan salib, jangan pandankan diri dengan daging.

Jika kita mau berubah maka terimalah firman itu sampai hancur di kaki salib, itulah yang disebut pertobatan yang benar.

 

Oleh sebab itu, orang Kristen harus mengerti rencana Tuhan, maka jangan hanya mencari firman soal “diberkati” itu adalah ibadah anak-anak. Perlu untuk diketahui: Susu untuk bayi (1 Petrus 2:2), makanan keras untuk orang dewasa (Ibrani 5:14).

 

Ketika 3,5 tahun yang kedua, antikris selain menghentikan korban sehari-hari, juga akan terjadi siksaan yang dahsyat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi ... Matius 24:21.

 

DAMPAK NEGATIF korban sehari-hari dihentikan: Tidak ada kesempatan untuk mengerjakan keselamatan, dengan lain kata tidak ada kesempatan untuk bertobat = Darah Yesus sebagai sumber kasih karunia tidak berlaku lagi.

Oleh sebab itu, jangan anggap enteng untuk masuk ke Sorga sebab untuk masuk ke Sorga sempit jalannya, sesak pintunya. Kalau bisa sesuka hati masuk Sorga maka tidak perlu ibadah sungguh-sungguh, tidak perlu menjaga kekudusan, melainkan raih saja cita-ci di bumi. Namun, keberhasilan di bumi tidak memiliki darah untuk menebus manusia, yang dapat menebus dosa manusia adalah tetesan demi tetesan dari darah salib.

Maka, selagi hari masih siang maka gunakan waktu ini, masih ada kesempatan untuk menikmati korban sehari-hari itulah:

1.      Korban santapan, yaitu firman yang dibukakan, pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel.

2.      Korban sembelihan, yaitu pikul salib sampai berdarah-darah.

Namun, saat korban sehari-hari dihentikan maka tidak ada kesempatan untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, sebab darah Yesus sudah tidak ada lagi.

 

Oleh sebab itu, selama hari masih siang bekerjalah, sebab jika tiba waktu malam tidak ada lagi kesempatan untuk bekerja (untuk mengerjakan keselamatan).

 

Yohanes 9:2-3 -- Perikop: “Orang yang buta sejak lahirnya.”

(9:2) Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" (9:3) Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

 

Kalau ada sesuatu yang tidak enak, tidak cocok di dalam hati, keberhasilah sepertinya tidak berpihak kepada kita, bukan berarti orang tua yang salah atau orang lain yang salah, tetapi Tuhan mau mengerjakan keselamatan di dalam diri seseorang.

 

Dahulu saya juga tidak mengerti “kenapa bapa saya jahat?” “kenapa bapa saya main perempuan?”

Akhirnya tersiksalah ibu saya, saking tersiksanya pergilah ibu saya kepada opung saya disitulah saya dibesarkan.

Dahulu saya marah kepada Tuhan tetapi Tuhan berkata: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”

Oleh sebab itu, kita harus mengerjakan keselamatan jika masih ada waktu dan hari masi siang, jika waktu sudah malam kita tinggal tidur dan menerima upah dari Sorga.

Namun, setelah saya dipanggil jadi hamba Tuhan, saya pulang ke Sumatera, saya rangkul dan saya peluk bapa saya, sebab bukan dia yang salah dan bukan penderitaan saya yang disalahkan, memang kita harus mengerjakan keselamatan selama hari masih siang. Jangan kita buta rohani dan tidak mengerti rencana Tuhan, padahal jalan sudah dibuka lebar-lebar namun tetap buta.

Janganlah kita buta tetapi kita harus melihat rencana Tuhan yang begitu besar dan indah untuk kita semua.

 

Yohanes 9:4

(9:4) Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.

 

Selagi hari masih siang kita harus bekerja untuk mencari keselamatan, sebab akan datang malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.

Pada saat antikris menjadi raja, pada 3,5 tahun yang kedua, disitu tidak ada lagi keselamatan untuk dikerjakan karena korban sehari-hari telah dihentikan, darah Yesus sudah tidak berlaku lagi disitu.

 

Pendeknya, pada saat kegelapam malam antikris telah berkuasa disitu, kuasa Tuhan dan kemuliaan Tuhan sudah diangkat di bumi ini, sehingga dunia berada dalam puncak kegelapan malam.

Inilah nikah Abraham pada saat ujian yang kedua, apa yang dialami Abraham itu adalah nubuatan supaya gereja Tuhan mengerti rencana Tuhan, maka kita harus mengerti cerita nikah Abraham. Tidak boleh kita datang beribadah dan tidak mengerti apa-apa, tidak salah bekerja, tidak salah menempuh pendidikan namun harus mengerti kehendak Tuhan. Yang terutama dalam hidup ini adalah Tuhan, bukan cita-cita, jika cita-cita tercapai, namun tanpa Tuhan maka semua menjadi sia-sia dan akan binasa.

 

-          Siang -> Kesempatan bekerja dimulai dari pukul 5 pagi sampai 5 petang = 1 hari.

-          Malam -> Kesempatan untuk bekerja atau beribadah dan melayani atau mengerjakan keselamatan sudah habis.

 

Matius 20:1-6

(20:1) "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. (20:2) Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. (20:3) Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. (20:4) Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. (20:5) Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. (20:6) Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

 

Orang-orang yang bekerja di kebun anggur Tuhan dimulai dari pukul 5 pagi sampai pukul 5 petang = 1 hari penuh.

 

Bukankah malam ini kita ada di kebun anggur Tuhan? Ayo bekerja selama hari masih siang, tekunlah dalam 3 macam ibadah pokok.

 

Matius 20:8-10

(20:8) Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. (20:9) Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. (20:10) Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.

 

Pekerja-pekerja yang bekerja di ladang anggur dari jam 5 pagi sampai dengan jam 5 petang, pada malam hari masing-masing menerima upah satu dinar.

SATU DINAR -> Kasih dan kemurahan Tuhan.

 

Kalau kita bekerja di kebun anggur dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan keselamatan itu dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok itu adalah KASIH TUHAN. Kemudian, jika kita berada di kebun anggur Tuhan pada pukul 5 petang itu adalah KEMURAHAN. Itulah satu dinar.

Maka, untuk mendapatkan satu dinar harus bekerja selama hari masih siang yaitu dari jam 5 pagi sampai 5 petang, sebab lewat pukul 6 itu sudah malam.

 

Matius 20:11-12

(20:10) Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. (20:11) Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

 

Yang masuk terdahulu (jam 5 pagi) BERSUNGUT-SUNGUT kepada tuannya saat menerima upah, alasannya:

-          Yang masuk 5 petang hanya bekerja SATU JAM.

-          Sedangkan, yang masuk 5 pagi bekerja SEHARI SUNTUK, maksudnya:

a.       Bekerja berat.

b.      Menanggung panas terik matahari.

Sesungguhnya, bekerja berat dan menanggung panas terik matahari merupakan kasih dan kemurahan Tuhan, sebab beban berat (dosa manusia) telah dipikul Yesus di atas kayu salib dan panas terik matahari merupakan gambaran dari kasih (sampai hangus karena kasih). Namun, justru karena KASIH mereka bersungut-sungut, semestinya KASIH KARUNIA limpah kepada mereka yang bekerja di jam 5 pagi. Sedangkan, yang bekerja jam 5 petang hanya kemurahan saja.

 

Jika seseorang memiliki roh mempelai maka sama dengan yang tertulis di dalam Kidung Agung 1:5 dikatakan: Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.”

Inilah Sulamit, hitam tetapi cantik.

Apa yang membuat Sulamit hitam? Jawabannya ada di dalam Kidung Agung 1:6, “Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.”

Inilah yang membuat dia hitam, dia dihanguskan oleh kasih Allah, tidak peduli dengan dirinya tetapi peduli dengan orang lain.

 

Namun, jika kita lihat tadi oleh karena bekerja berat dan menanggung panas terik matahari pekerja tersebut besungut-sungut, berbeda dengan mempelai Tuhan yang mengerti rencana Tuhan; untuk kerja berat itulah salib di Golgota mempelai Tuhan tidak bersungut-sungut dan terhadap panas terik matahari itulah kasih Allah yang menghanguskan dia juga tidak bersungut-sungut, dia rela menjadi hitam kulitnya, rela dikorbankan oleh anak-anak saudaranya.

 

Matius 20:13

(20:13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

 

“Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?”

Hal ini merupakan sesuai kesepakatan yang terdapat pada Matius 20:2, “Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehar ...”

 

Sesunggunya upah pekerja di Israel memang sedinar sehari, karena itu adalah KEADILAN TUHAN;

-          Kepada yang bekerja 5 petang dapat satu dinar.

-          Kepada yang bekerja 5 pagi dapat satu dinar.

Kenapa dikatakan KEADILAN? Karena, jika seandainya tuan kebun anggur itu memberikan lebih dari satu dinar, misanya dua atau tiga dinar, kepada yang masuk jam 5 pagi maka nanti pekerja tersebut akan libur dua hari dan kembali menjadi pengangguran. Padahal untuk memperoleh keselamatan harus satu dinar setiap hari.

Namun, mereka yang bersungut-sungut tidak mengerti keadilan Tuhan ini, yang mengerti adalah orang yang dewasa, maka kita perlu didewasakan oleh firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel supaya ketika menghadapi persoaln tidak cepat bersungut-sungut.

 

Matius 20:3

(20:3) Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

 

Pengangguran = Tuna karya = Tidak bekerja.

Orang yang tidak bekerja disebut PEMALAS, padahal untuk memperoleh keselamatan harus bekerja, oleh sebab itu dikatakan di dalam Filipi 2:12,“Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.”

Oleh sebab itu, Tuhan tidak mau kita menjadi pengangguran, Tuhan tidak mau kita menjadi pemalas, tetapi Tuhan mau supaya tetap bekerja dan menerima upah itu satu dinar sehari.

 

Jika Tuhan memberika lebih dari satu dinar maka kembali kepada pengangguran dan Kembali ke PASAR.

Pasar adalah tempat orang jual beli, itulah ROH ANTIKRIS.

Jika kita tidak pikul salib setiap hari maka akan dikuasai oleh roh antikris. Maka, kita harus bekerja setiap hati, jangan memakai cara manusia tetapi pakai cara Tuhan. Cara Tuhan adalah KEADILAN TUHAN dan kita harus sepakat kepada keadilan Tuhan, jangan kompromi kepada daging.

 

Tuhan tidak mau kita menjadi pengangguran, menjadi pemalas, sebab pemalas menurut Matius 25:26 adalah hamba yang jahat dan malas. Hamba ketiga dipercaya satu talenta, tetapi dikubur dan Tuhan berkata “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas …”

Kemudian, Tuhan tidak mau kita kembali ke pasar berarti menjadi tubuh antikris, dikuasai oleh roh jual beli. Roh jual beli itulah 666 diberi cap di tangan kanan atau di dahi supaya bebas menjual dan bebas membeli … Wahyu 13:16-18. Tuhan tidak mau kita menjadi bagian antikris, maka kita harus bekerja setiap hari untuk menerima upah satu dinar.

Ini adalah pengertian yang luar biasa, jika kita sibuk di dunia ini dengan cita-cita kita maka tidak mungkin masuk Sorga. Sebab untuk masuk Sorga harus kerja setiap hari, pikul salib, hangus panasnya terik matahari itulah kasih Allah, itulah Roh Mempelai.

 

Matius 20:14-15

(20:14) Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. (20:15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (20:16) Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

 

Pendeknya, orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.

 

Matius 19:30 -- Perikop: “Upah mengikut Yesus.”

(19:30) Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

Hal ini akan pelajari dimulai dari ayat 27 sampai ayat 28.

 

Matius 19:27-28

(19:27) Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" (19:28) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

 

Upah mengikut Tuhan: Duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi dua belas suku Israel.

 

Wahyu 20:4

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

 

Yang duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi dua belas suku Israel adalah mereka yang sudah menyerahkan nyawanya. Oleh sebab itu, tidak boleh tanggung-tanggung dalam mengikuti Tuhan, melainkan harus meninggalkan semuanya seperti Abraham.

 

MENYERAHKAN NYAWA, berarti hidup di dalam doa penyembahan.

 

Matius 19:29

(19:29) Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

 

Inilah penyembahan, meninggalkan dunia ini, sama seperti asap dupa kemenyan lepas dari magnet dunia/daya tarik bumi. Semua perkara jika kita lemparkan ke atas maka akan jatuh ke bawah namun satu perkara yang lepas dari daya tarik bumi itulah asap dupa kemenyan, DOA PENYEMBAHAN.

Penyerahan diri berarti itu adalah doa penyembahan.

 

Maka, dari sini kita mengerti bahwa ibadah di bumi harus sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan, prakteknya adalah penyerahan diri sepenuhnya.

Singkat kata, puncak ibadah akan menghadapi puncak pencobaan. Jangan menghadapi puncak pencobaan dengan kekuatan manusia, tetapi hadapi puncak pencobaan itulah saat antikris berkuasa dengan puncak ibadah itulah DOA PENYEMBAHAN, penyerahan diri sepenuhnya.

Barulah Abraham dan nikahnya sanggup menghadapi RAJA GERAR, ABIMELEKH, gambaran dari ANTIKRIS.

 

Untuk meraih Sorga harus dengan doa penyembahan, itulah puncak ibadah.

Oleh sebab itu, di dalam Ruangan Suci terdapat 3 macam alat itulah ibadah buatan tangan Tuhan:

1.      Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci = IMAN.

2.      Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian = ROH.

3.      Mezbah Dupa, lebih dekat dengan pintu tirai (perobekan daging) -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Jadi, hanya satu perkara yang dapat melepaskan kita dari daya tarik bumi itulah asap kemenyan, itulah ibadah tertinggi.

 

Kita sebagai orang Kristen harusnya menerima Pengajaran Tabernakel secara total, terlebih lagi yang sudah bernaung dalam sinode GPT, supaya ibadah itu diberi pengertian kepada jemaat dan ibadah itu dibawa kepada puncak tertinggi itulah doa penyembahan. Sehingga, lewat puncak ibadah dapat menghadapi puncak pencobaan selama 3,5 tahun yang kedua, itulah Abraham meghadapi Abimelekh, raja Gerar, gambaran dari antikris.

 

Oleh sebab itu, kita harus sabar saat mengikuti Tuhan bicara, ikuti maunya Tuhan supaya kita dewasa. Sebab, Tuhan Yesus, Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga tidak mau menikah dengan gereja Tuhan yang mash anak-anak, tetapi Tuhan mau menikah dengan mempelai yang dewasa yaitu:

-          Berselubungkan matahari.

-          Bulan di bawah kaki.

-          Dua belas bintang di atas kepala.

Itulah mempelai yang sempurna, sesuai dengan Wahyu 12:1.

Maka, tidak boleh main-main mengikuti Tuhan.

 

Orang yang sanggup menghadapi puncak pencobaan adalah orang yang hidupnya sudah sampai kepada puncak ibadah itulah penyerahan diri sepenuhnya, bukan lagi menyerah kepada cita-cita, bisnis. Sebab dikatakan di dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Jangan diputar balik sebab kita diciptakan untuk Tuhan bukan untuk bisnis, bukan untuk pendidikan, tetapi jika utamakan Tuhan maka Tuhan akan perhatikan bisnis, pendidikan, termasuk jodoh juga diperhatikan Tuhan.

 

Kejadian 20:4-6

(20:4) Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? (20:5) Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." (20:6) Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

 

Gereja yang bersuami, sidang mempelai Tuhan tidak dibiarkan dijamah oleh antikris. Maka, puncak ibadah sanggup menghadapi puncak pencobaan.

Jangan gunakan uang yang banyak untuk menghadapi puncak pencobaan, itu tidak bisa. Oleh sebab itu, Tuhan sudah berjanji bahwa gereja yang bersuami tidak dibiarkan dijamah oleh antikris.

 

Selamat mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar dan Tuhan sudah mengerjakan keselamatan di atas kayu salib itulah beban berat dan panas terik matahari.

Selamat bekerja dan selamat menikmati berkat-berkat dari Tuhan. AMIN.

 

TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA DAN MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:

Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment