IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 23 APRIL 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 37)
Subtema: SEDINAR SEHARI ADALAH
KEADILAN TUHAN
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus,
sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab
disertai dengan perjamuan suci. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah
di hati kita, di hidup kita, sehingga kita boleh merasakan suasana
bahagia/sukacita saat duduk diam mendengarkan Firman ALLAH.
Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Kita masih berada dalam Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri
ke-37.
Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN
supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15)
Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang
dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Untuk mencapai
keturunan Ilahi (keturunan Ilahi berarti lahir dari benih Ilahi itulah Roh ALLAH,
kasih ALLAH, Firman ALLAH), ALLAH berFirman:
a.
Jagalah
dirimu!
b.
Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG
TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 6).
Intinya: TUHAN
menuntut supaya setiap suami setia kepada isteri dari sejak masa mudanya atau
dari sejak dipersatukan ALLAH
Kita akan belajar
dari pribadi ABRAHAM.
Yesaya 51:2A
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu;
ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Pandanglah Abraham dan Sara
isterinya.
-
ABRAHAM adalah bapa leluhur Israel yang
menurunkan Mesias dalam keadaan sebagai manusia
-
SARA adalah yang melahirkan bapa leluhur
bangsa Israel, itulah 12 suku Israel/12 anak Yakub.
Dari hal ini kita
dapat melihat bahwa Abraham adalah sosok/figur seorang suami yang SETIA.
Yesaya 51:2B
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
ALLAH memanggil
Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari
satu orang menjadi banyak.
-
Satu
orang -> Pribadi Abraham.
-
Diberkati
dan banyak -> Umat Israel.
Kita akan melihat kisah ketika ALLAH memanggil Abraham, di
dalam Kejadian 12.
Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"
(12:1)
BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa
yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat.
ALLAH memanggil
Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati dia.
Sebab, Abraham
taat pada panggilan ALLAH, buktinya dia berangkat meskipun dia tidak
tahu tempat yang ia tujui.
Praktek taat
terhadap panggilan ALLAH:
a.
Abraham
pergi dari negeri orang Kasdim atau meninggalkan negeri Kasdim.
Artinya: Abraham melepaskan diri
dari noda kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.
Contoh PENYEMBAHAN BERHALA:
-
Meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan-kesibukan
dan perkara-perkara lahiriah di bumi ini.
-
Kekerasan di hati dan kebenaran diri
sendiri.
Contoh
KENAJISAN PERCABULAN:
-
Menjual yang rohani demi yang lahiriah,
seperti Esau menjual hak kesulungan (hal rohani) demi semangkuk sop kacang
merah (hal lahiriah) ... Ibrani 12:16.
-
Mabuk anggur perempuan Babel / kaya oleh
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel ... Wahyu 18:3.
b.
Abraham
meninggalkan sanak saudaranya.
Artinya:
Abraham melepaskan diri dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu
dan keinginan-keinginan daging yang jahat
c.
Abraham
meninggalkan rumah bapanya.
Artinya: Abraham rela melepaskan haknya
dan warisan.
Kejadian 12:4-5
(12:4)
Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun
ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika
ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya,
dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan
orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah
Kanaan, lalu sampai di situ.
Pergilah Abraham
seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya = Taat terhadap panggilan ALLAH.
-
Ayat 4: Lotpun ikut
bersama dengan Abram, maksudnya: Lot bersama Abram karena Lot yang mau
ikut.
-
Ayat 5: Abram membawa
Sarai, isterinya, artinya: Terhadap panggilan ALLAH, Abraham
mengutamakan nikah, menunjukkan Abram setia kepada isterinya dari sejak
masa mudanya.
Singkat kata,
memang Abraham setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Perlu untuk
diketahui: Kehidupan nikah Abraham dan Sara melambangkan cinta TUHAN terhadap
umat-Nya.
Namun, perjalanan
nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian demi ujian, secara khusus melewati
dua kali ujian.
UJIAN PERTAMA: Ketika
Abraham di Mesir (Kejadian 12:2-10).
Mesir adalah
gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai dengan
yang tertulis di dalam 1 Yohanes 2:16 yaitu:
-
Keinginan daging.
-
Keinginan mata.
-
Keangkuhan hidup.
UJIAN KEDUA: Sarai
diambil oleh Abimelekh (Seri 5).
Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan
Abimelekh."
(20:2)
Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku,"
maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengaku bahwa Sara
adalah "saudaranya."
Hal ini
menunjukkan bahwa;
-
Abimelekh tidak memahami rahasia nikah,
-
dan kedalaman hubungan Abraham dan Sara.
Abimelekh, raja
Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS, dimana satu kali akan menjadi raja atas
seluruh dunia ini. Ayat referensi: Matius 20:25, Lukas 22:25.
Kejadian 20:3
(20:3)
Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi
serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang
telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
Pada ayat ini
dikatakan "pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris
berkuasa atas dunia.
Pendeknya, ketika
antikris berkuasa atas seantero dunia itulah yang disebut WAKTU MALAM atau masa
kegelapan malam, sebagaimana yang tertulis di dalam Daniel 9:27 dengan
rincian:
-
Daniel 9:27A,
merupakan 3,5 tahun yang pertama.
-
Daniel 9:27B,
merupakan 3,5 tahun yang kedua.
Singkat kata, 7
tahun tersebut dibagi menjadi 2 (dua) bagian:
-
3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.
Pada saat itu ibadah dan pelayanan
masih dapat berjalan, namun sudah SULIT, bahkan harga Firman ALLAH sudah
semakin mahal yaitu: “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai
sedinar” (Wahyu 6:6).
-
3,5 tahun yang kedua disebutlah itu
PUNCAK GELAP MALAM.
Pada 3,5 tahun yang kedua ada siksaan
yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi setelah
antikris dimusnahkan.
Kemudian, pada 3,5 tahun kedua,
antikris menghentikan korban sembelihan dan korban santapan yang disebut juga
korban sehari-hari.
-
KORBAN SEMBELIHAN -> Ibadah pelayanan
yang disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Kalau kita
harus berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki di tengah ibadah
pelayanan itu adalah KEMURAHAN TUHAN atau ANUGERAH, sebab TUHAN sendiri telah
berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mengerjakan
keselamatan itu di hadapan ALLAH Bapa. Lagi pula tidak ada yang sampai kepada
Bapa tanpa melewati “anugerah.”
Namun, banyak
orang Kristen menolak untuk menyangkal diri dan memikul salib di tengah ibadah
sampai berdarah-darah bagi bangsa Kafir mereka katakan itu adalah kebodohan, sedangkan
bagi orang Kristen yang mengerti namun tidak melakukan itu adalah suatu batu
sandungan ... 1 Korintus 1:23.
-
KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman ALLAH
yang benar dan murni, yaitu:
a.
Firman pengajaran yang rahasianya
dibukakan dalam terang Roh Kudus.
b.
Firman pengajaran Mempelai dalam terang
Tabernakel.
Singkat kata, 3,5
tahun yang kedua adalah puncak gelap malam sehingga pada saat itu orang-orang
tidak dapat bekerja untuk mengerjakan keselamatan/untuk memperoleh
keselamatan, sebab pada masa itu ada aniaya yang dahsyat dan antikris menghentikan
korban sehari-hari.
Yohanes 9:3 --
Perikop: "Orang yang buta sejak lahirnya."
(9:3) Jawab
Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan
ALLAH harus dinyatakan di dalam dia.
Sebelum tiba pada puncak
gelap malam (3,5 tahun yang kedua) kita harus mengerjakan keselamatan dengan
TAKUT dan GENTAR. Sebab akan tiba
waktu gelap malam dimana orang tidak dapat lagi bekerja, maka selagi hari masih
siang kita harus bekerja untuk mengerjakan keselamatan itu.
Oleh sebab itu,
kita tidak perlu mempersalahkan apapun dan tidak perlu disesalkan apabila
keuntungan tidak berpihak kepada kita.
Yohanes 9:4
(9:4) Kita
harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan
datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
Selagi hari masih
siang kita harus BEKERJA yaitu mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar,
sebab akan tiba waktu malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat lagi
bekerja.
-
SIANG -> Kesempatan untuk bekerja, yang
dimulai dari pukul 5 pagi sampai 5 petang ... Matius 20:1,3,5,6.
-
MALAM -> Kesempatan untuk bekerja yaitu
beribadah dan melayani sudah habis.
Oleh sebab itu
perhatikanlah waktu yang ada ini, jangan sampai berlalu begitu saja, jangan
habiskan waktu dalam kebodohan atau jangan habiskan waktu dalam kegeraman dan
jangan berfoya-foya pada siang hari.
Matius 20:6-7
(20:6) Kira-kira
pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula,
lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang
hari? (20:7) Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah
kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Pemilik kebun
anggur itu mencari pekerja mulai dari subuh jam 5, jam 9 pagi, jam 12 siang,
jam 3 petang, jam 5 petang.
Kalau kita masih
diberikan kesempatan di waktu-waktu terakhir ini (pukul 5 petang) untuk
beribadah dan melayani (kebun anggurnya TUHAN) itu adalah ANUGERAH (kemurahan
hati TUHAN). Oleh sebab itu, jangan disia-siakan.
Matius 20:8
(20:8) Ketika hari
malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan
bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka
yang masuk terdahulu.
Ketika hari sudah
malam, pekerja-pekerja kebun anggur menerima upah kerja, sebesar sedinar
sehari sesuai dengan kesepakatan yang tertulis pada Matius 20:2.
Matius 20:9-10
(20:9) Maka
datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima
masing-masing satu dinar. (20:10) Kemudian datanglah mereka yang
masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun
menerima masing-masing satu dinar juga.
Yang bekerja pukul
5, pukul 9, pukul 12, pukul 3 petang, pukul 5 petang sama-sama menerima upah
sebesar SATU DINAR.
Matius
20:11-12
(20:11) Ketika
mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, (20:12)
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau
menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung
panas terik matahari.
Pengalaman bekerja
di kebun anggur TUHAN katanya: Bekerja berat dan menanggung panas
terik matahari. Hal itu berlaku bagi mereka yang bersungut-sungut.
Pendeknya, orang
yang bersungut-sungut tidak mengerti untuk bersyukur, bahkan ia lupa
dahulu ia adalah seorang PENGANGGURAN dan suka TINGGAL DI PASAR (pasar adalah sarang
penyamun, tempat menjual dan membeli, itulah sarang antikris).
MENGANGGUR
artinya: Tidak bekerja (tuna karya).
Tidak bekerja
-> Si PEMALAS.
Siapa
pemalas ini?
Pemalas = ...
a.
Suka tidur ... Amsal
24:33, “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan
sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”
Itulah zona dari si pemalas yaitu
TEMPAT TIDUR, sehingga digambarkan seperti pintu yang melekat pada engselnya
... Amsal 26:14. Pemalas tidak tahu mengerjakan keselamatan dengan takut
dengan gentar, jika bukan pemalas maka dia akan mengerjakan keselamatan untuk
memperoleh upah satu dinar.
b.
Orang jahat.
Ciri orang jahat: Suka
mempersalahkan TUHAN, keadaan, situasi kondisi, bahkan ibadah pelayanan yang
disertai sangkal diri dan pikul salib juga dipersalahkan, sebagaimana yang
tertulis dalam Matius 25:24-26.
Matius 25:24-26
(25:24) Kini
datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu
bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak
menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (25:25)
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah:
Ini, terimalah kepunyaan tuan! (25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu,
hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di
tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak
menanam?
Si pemalas suka mempersalahkan TUHAN,
mempersalahkan ibadah, mempersalahkan pelayanan, mempersalahkan segala sesuatu
yang terkait dengan kegiatan Roh, itulah hamba yang malas.
Seringkali kita
lupa kebaikan TUHAN, padahal kita banyak ditolong dan dibela oleh TUHAN,
seolah-olah yang kita peroleh dan kita miliki itu berasal dari hasil usaha
sendiri padahal itu semua karena anugerah saja.
Sesungguhnya kalau
kita bekerja di kebun anggur TUHAN itu adalah KEMURAHAN, sebab bekerja BERAT
dan MENANGGUNG PANAS TERIK MATAHARI adalah sarana untuk mencuci jubah/menyucikan
diri. Anggur adalah gambaran dari darah salib Kristus.
Maka, kita harus
bekerja berarti mengerjakan keselamatan itu, sehingga setiap kali kita berada
di tengah ibadah dan pelayanan disitulah penyucian itu terjadi, tentu saja
selama hari masih siang.
1 Petrus 4:1-2
(4:1) Jadi,
karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga
mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah
menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --, (4:2)
supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia,
tetapi menurut kehendak ALLAH.
Kita harus bekerja
di kebun anggur TUHAN untuk menghentikan lajunya dosa/menyucikan hidup.
Maka,
pergunakan waktu yang sisa, jangan dipergunakan untuk keinginan manusia,
tetapi pergunakan waktu petang ini menurut kehendak ALLAH.
1 Petrus 4:3
(4:3) Sebab
telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang
yang tidak mengenal ALLAH. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan,
kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan
berhala yang terlarang.
Inilah keadaan
sebelum dipanggil atau sebelum berada di kebun anggur TUHAN: Hidup dalam
rupa-rupa hawa nafsu;
1.
Keinginan,
2.
Kemabukan,
3.
Pesta pora,
4.
Perjamuan minum,
5.
Penyembahan berhala yang terlarang.
Namun sekarang
kita telah dipanggil oleh TUHAN dan sekarang kita berada di kebun anggur TUHAN
mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, berarti disucikan oleh darah
salib Kristus. Oleh darah salib kita berhenti berbuat dosa dan tidak ada cara
lain untuk menghentikan dosa, maka jangan bersungut-sungut, jangan lupa dulu
adalah pengangguran dan tidak di pasar, jangan lupa kebaikan TUHAN.
Matius 20:13
(20:13) Tetapi
tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil
terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Menerima
upah sedinar sehari adalah tanda KEADILAN TUHAN kepada mereka yang
bekerja di ladang/kebun anggur TUHAN.
SEDINAR SEHARI,
artinya: Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar atau hidup
dalam penyucian oleh buah anggur (darah salib Kristus).
Kalau seandainya
tuan dari kebun anggur itu memberikan upah dua atau lebih dari satu dinar itu
bukan keadilan sebab, ketika seseorang menerima upah lebih dari satu dinar maka
dia bisa tidak bekerja dan kembali menjadi pengangguran, bahkan tidak tertutup
kemungkinan dia akan kembali ke pasar.
Maka, jika TUHAN
memberi upah sedinar sehari itu adalah keadilan TUHAN, sebab untuk mendapat
satu dinar kita harus bekerja sehari suntuk dan begitu seterusnya, berarti
untuk memperoleh keselamatan harus terus bekerja. Maka, jangan kita menuntut
dengan logika dan kebenaran diri sendiri tetapi ikuti saja caranya TUHAN.
Mengerjakan
keselamatan dengan takut dan gentar adalah PENYUCIAN. Kemudian, penyucian ini
mengarah kepada KESEMPURNAAN sehingga layak masuk dalam perjamuan malam
pesta kawin Anak Domba.
Dalam perjamuan
berarti ada makan dan minum anggur = Menikmati hasil penyucian oleh darah
salib.
Kejadian 20:3
(20:3) Tetapi
pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman
kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil
itu; sebab ia sudah bersuami."
Sara adalah
gambaran dari gereja TUHAN yang sudah mengalami penyucian oleh air anggur, ia
adalah perempuan yang sudah BERSUAMI.
Kalau kita bekerja
di kebun anggur TUHAN berarti mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar
itu adalah anugerah, itulah orang yang disucikan oleh darah salib sampai
sempurna sama seperti Sara. Jadi, kesempurnaan menunjukkan bahwa dia adalah
gereja yang bersuami.
Kejadian 20:4-6
(20:4) Adapun
Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "TUHAN! Apakah
Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? (20:5) Bukankah orang itu
sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah
mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan
dengan tangan yang suci." (20:6) Lalu berFirmanlah ALLAH kepadanya
dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan
hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap
Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
TUHAN
tidak membiarkan antikris menjamah kehidupan yang telah disucikan sampai
sempurna tanpa cacat cela atau kerut itu oleh darah salib sampai sempurna,
itulah gereja yang bersuami.
Pembelaan itu akan
dinyatakan oleh TUHAN bila kita senantiasa berada di kebun anggur TUHAN atau
mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, itulah kehidupan yang
disucikan oleh darah salib. Sehingga antikris tidak akan dibiarkan menyentuh
kehidupan gereja mempelai.
Betapa besar perhatian
dan pembelaan TUHAN kepada gereja mempelai. Maka, apabila ada seseorang yang
mengatakan kita adalah “gereja mempelai” namun berupa penghinaan maka tidak
usah rendah diri dan malu, tetapi percaya saja karena TUHAN membela gereja
mempelai dan TUHAN tidak membiarkan antikris menjamah gereja mempelai.
Perlu untuk
diketahui: Sebelum kita menjadi mempelai TUHAN (masuk dalam nikah) maka
terlebih dahulu kita menganggap Firman ALLAH itu SANAK DAN SAUDARA kita,
lebih dari saudara sedaging, sebagaimana yang tertulis di dalam Amsal 7:4-5,
“Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah
pengertian itu sanakmu, supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang,
terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.”
Itu sebabnya,
Abimelekh ini tidak memahami kedalaman nikah dan tidak memahami hubungan antara
Abraham dan Sara. Jadi, baik Sara maupun Abraham tidak bersalah.
Inilah maksud
mengapa Abraham mengatakan bahwa “Sara adalah saudaranya” dan Sara juga
mengatakan bahwa “Abraham dan saudaranya.”
Maka sebelum masuk
dalam pesta nikah Anak Domba kita harus menjadikan Firman ALLAH adalah sanak
dan saudara kita melebihi saudara daging, dan biasanya manusia daging akan
menyalahkan kehidupan yang sungguh-sungguh beribadah.
Oleh sebab itu,
berjanjilah sebelum kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba kita harus
menjadikan Firman ALLAH sebagai saudara dan pengertian sebagai sanak, lebih
dari sanak saudara sedaging, sebab itu yang melindungi kita dari perempuan
jalang dan perempuan asing.
Ingatlah akan
pembelaan TUHAN yaitu antikris tidak akan menyentuh gereja mempelai, inilah
berkat yang TUHAN anugerahkan kepada kita masing-masing. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA
GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment