KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, May 3, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 23 APRIL 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 23 APRIL 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 37)

 

Subtema: SEDINAR SEHARI ADALAH KEADILAN TUHAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah di hati kita, di hidup kita, sehingga kita boleh merasakan suasana bahagia/sukacita saat duduk diam mendengarkan Firman ALLAH.

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita masih berada dalam Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-37.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Untuk mencapai keturunan Ilahi (keturunan Ilahi berarti lahir dari benih Ilahi itulah Roh ALLAH, kasih ALLAH, Firman ALLAH), ALLAH berFirman:

a.       Jagalah dirimu!

b.      Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 6).

Intinya: TUHAN menuntut supaya setiap suami setia kepada isteri dari sejak masa mudanya atau dari sejak dipersatukan ALLAH

 

Kita akan belajar dari pribadi ABRAHAM.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Pandanglah Abraham dan Sara isterinya.

-          ABRAHAM adalah bapa leluhur Israel yang menurunkan Mesias dalam keadaan sebagai manusia

-          SARA adalah yang melahirkan bapa leluhur bangsa Israel, itulah 12 suku Israel/12 anak Yakub.

Dari hal ini kita dapat melihat bahwa Abraham adalah sosok/figur seorang suami yang SETIA.

 

Yesaya 51:2B

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu orang menjadi banyak.

-          Satu orang -> Pribadi Abraham.

-          Diberkati dan banyak -> Umat Israel.

 

Kita akan melihat kisah ketika ALLAH memanggil Abraham, di dalam Kejadian 12.

Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"

(12:1) BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan memberkati dia.

Sebab, Abraham taat pada panggilan ALLAH, buktinya dia berangkat meskipun dia tidak tahu tempat yang ia tujui.

 

Praktek taat terhadap panggilan ALLAH:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim atau meninggalkan negeri Kasdim.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari noda kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.

Contoh PENYEMBAHAN BERHALA:

-          Meninggalkan jam-jam ibadah hanya karena kesibukan-kesibukan dan perkara-perkara lahiriah di bumi ini.

-          Kekerasan di hati dan kebenaran diri sendiri.

Contoh KENAJISAN PERCABULAN:

-          Menjual yang rohani demi yang lahiriah, seperti Esau menjual hak kesulungan (hal rohani) demi semangkuk sop kacang merah (hal lahiriah) ... Ibrani 12:16.

-          Mabuk anggur perempuan Babel / kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel ... Wahyu 18:3.

b.      Abraham meninggalkan sanak saudaranya.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya.

Artinya: Abraham rela melepaskan haknya dan warisan.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Pergilah Abraham seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya = Taat terhadap panggilan ALLAH.

-          Ayat 4: Lotpun ikut bersama dengan Abram, maksudnya: Lot bersama Abram karena Lot yang mau ikut.

-          Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya, artinya: Terhadap panggilan ALLAH, Abraham mengutamakan nikah, menunjukkan Abram setia kepada isterinya dari sejak masa mudanya.

Singkat kata, memang Abraham setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abraham dan Sara melambangkan cinta TUHAN terhadap umat-Nya.

Namun, perjalanan nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian demi ujian, secara khusus melewati dua kali ujian.

UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham di Mesir (Kejadian 12:2-10).

Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai dengan yang tertulis di dalam 1 Yohanes 2:16 yaitu:

-          Keinginan daging.

-          Keinginan mata.

-          Keangkuhan hidup.

 

UJIAN KEDUA: Sarai diambil oleh Abimelekh (Seri 5).

Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengaku bahwa Sara adalah "saudaranya."

Hal ini menunjukkan bahwa;

-          Abimelekh tidak memahami rahasia nikah,

-          dan kedalaman hubungan Abraham dan Sara.

 

Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS, dimana satu kali akan menjadi raja atas seluruh dunia ini. Ayat referensi: Matius 20:25, Lukas 22:25.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Pada ayat ini dikatakan "pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris berkuasa atas dunia.

Pendeknya, ketika antikris berkuasa atas seantero dunia itulah yang disebut WAKTU MALAM atau masa kegelapan malam, sebagaimana yang tertulis di dalam Daniel 9:27 dengan rincian:

-          Daniel 9:27A, merupakan 3,5 tahun yang pertama.

-          Daniel 9:27B, merupakan 3,5 tahun yang kedua.

 

Singkat kata, 7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 (dua) bagian:

-          3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.

Pada saat itu ibadah dan pelayanan masih dapat berjalan, namun sudah SULIT, bahkan harga Firman ALLAH sudah semakin mahal yaitu: “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar” (Wahyu 6:6).

 

-          3,5 tahun yang kedua disebutlah itu PUNCAK GELAP MALAM.

Pada 3,5 tahun yang kedua ada siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi setelah antikris dimusnahkan.

 

Kemudian, pada 3,5 tahun kedua, antikris menghentikan korban sembelihan dan korban santapan yang disebut juga korban sehari-hari.

-          KORBAN SEMBELIHAN -> Ibadah pelayanan yang disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Kalau kita harus berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki di tengah ibadah pelayanan itu adalah KEMURAHAN TUHAN atau ANUGERAH, sebab TUHAN sendiri telah berdarah-darah dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mengerjakan keselamatan itu di hadapan ALLAH Bapa. Lagi pula tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melewati “anugerah.”

Namun, banyak orang Kristen menolak untuk menyangkal diri dan memikul salib di tengah ibadah sampai berdarah-darah bagi bangsa Kafir mereka katakan itu adalah kebodohan, sedangkan bagi orang Kristen yang mengerti namun tidak melakukan itu adalah suatu batu sandungan ... 1 Korintus 1:23.

-          KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, yaitu:

a.    Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.

b.    Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

Singkat kata, 3,5 tahun yang kedua adalah puncak gelap malam sehingga pada saat itu orang-orang tidak dapat bekerja untuk mengerjakan keselamatan/untuk memperoleh keselamatan, sebab pada masa itu ada aniaya yang dahsyat dan antikris menghentikan korban sehari-hari.

 

Yohanes 9:3 -- Perikop: "Orang yang buta sejak lahirnya."

(9:3) Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam dia.

 

Sebelum tiba pada puncak gelap malam (3,5 tahun yang kedua) kita harus mengerjakan keselamatan dengan TAKUT dan GENTAR.  Sebab akan tiba waktu gelap malam dimana orang tidak dapat lagi bekerja, maka selagi hari masih siang kita harus bekerja untuk mengerjakan keselamatan itu.

Oleh sebab itu, kita tidak perlu mempersalahkan apapun dan tidak perlu disesalkan apabila keuntungan tidak berpihak kepada kita.

 

Yohanes 9:4

(9:4) Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

 

Selagi hari masih siang kita harus BEKERJA yaitu mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, sebab akan tiba waktu malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat lagi bekerja.

-          SIANG -> Kesempatan untuk bekerja, yang dimulai dari pukul 5 pagi sampai 5 petang ... Matius 20:1,3,5,6.

-          MALAM -> Kesempatan untuk bekerja yaitu beribadah dan melayani sudah habis.

Oleh sebab itu perhatikanlah waktu yang ada ini, jangan sampai berlalu begitu saja, jangan habiskan waktu dalam kebodohan atau jangan habiskan waktu dalam kegeraman dan jangan berfoya-foya pada siang hari.

 

Matius 20:6-7

(20:6) Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? (20:7) Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

 

Pemilik kebun anggur itu mencari pekerja mulai dari subuh jam 5, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 petang, jam 5 petang.

Kalau kita masih diberikan kesempatan di waktu-waktu terakhir ini (pukul 5 petang) untuk beribadah dan melayani (kebun anggurnya TUHAN) itu adalah ANUGERAH (kemurahan hati TUHAN). Oleh sebab itu, jangan disia-siakan.

 

Matius 20:8

(20:8) Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

 

Ketika hari sudah malam, pekerja-pekerja kebun anggur menerima upah kerja, sebesar sedinar sehari sesuai dengan kesepakatan yang tertulis pada Matius 20:2.

 

Matius 20:9-10

(20:9) Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. (20:10) Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.

 

Yang bekerja pukul 5, pukul 9, pukul 12, pukul 3 petang, pukul 5 petang sama-sama menerima upah sebesar SATU DINAR.

 

Matius 20:11-12

(20:11) Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, (20:12) katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

 

Pengalaman bekerja di kebun anggur TUHAN katanya: Bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Hal itu berlaku bagi mereka yang bersungut-sungut.

 

Pendeknya, orang yang bersungut-sungut tidak mengerti untuk bersyukur, bahkan ia lupa dahulu ia adalah seorang PENGANGGURAN dan suka TINGGAL DI PASAR (pasar adalah sarang penyamun, tempat menjual dan membeli, itulah sarang antikris).

 

MENGANGGUR artinya: Tidak bekerja (tuna karya).

Tidak bekerja -> Si PEMALAS.

Siapa pemalas ini? Pemalas = ...

a.       Suka tidur ... Amsal 24:33, “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”

Itulah zona dari si pemalas yaitu TEMPAT TIDUR, sehingga digambarkan seperti pintu yang melekat pada engselnya ... Amsal 26:14. Pemalas tidak tahu mengerjakan keselamatan dengan takut dengan gentar, jika bukan pemalas maka dia akan mengerjakan keselamatan untuk memperoleh upah satu dinar.

b.      Orang jahat.

Ciri orang jahat: Suka mempersalahkan TUHAN, keadaan, situasi kondisi, bahkan ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri dan pikul salib juga dipersalahkan, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 25:24-26.

 

Matius 25:24-26

(25:24) Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (25:25) Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! (25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

 

Si pemalas suka mempersalahkan TUHAN, mempersalahkan ibadah, mempersalahkan pelayanan, mempersalahkan segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan Roh, itulah hamba yang malas.

 

Seringkali kita lupa kebaikan TUHAN, padahal kita banyak ditolong dan dibela oleh TUHAN, seolah-olah yang kita peroleh dan kita miliki itu berasal dari hasil usaha sendiri padahal itu semua karena anugerah saja.

 

Sesungguhnya kalau kita bekerja di kebun anggur TUHAN itu adalah KEMURAHAN, sebab bekerja BERAT dan MENANGGUNG PANAS TERIK MATAHARI adalah sarana untuk mencuci jubah/menyucikan diri. Anggur adalah gambaran dari darah salib Kristus.

Maka, kita harus bekerja berarti mengerjakan keselamatan itu, sehingga setiap kali kita berada di tengah ibadah dan pelayanan disitulah penyucian itu terjadi, tentu saja selama hari masih siang.

 

1 Petrus 4:1-2

(4:1) Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --, (4:2) supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak ALLAH.

 

Kita harus bekerja di kebun anggur TUHAN untuk menghentikan lajunya dosa/menyucikan hidup.

Maka, pergunakan waktu yang sisa, jangan dipergunakan untuk keinginan manusia, tetapi pergunakan waktu petang ini menurut kehendak ALLAH.

 

1 Petrus 4:3

(4:3) Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal ALLAH. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

 

Inilah keadaan sebelum dipanggil atau sebelum berada di kebun anggur TUHAN: Hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu;

1.      Keinginan,

2.      Kemabukan,

3.      Pesta pora,

4.      Perjamuan minum,

5.      Penyembahan berhala yang terlarang.

 

Namun sekarang kita telah dipanggil oleh TUHAN dan sekarang kita berada di kebun anggur TUHAN mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, berarti disucikan oleh darah salib Kristus. Oleh darah salib kita berhenti berbuat dosa dan tidak ada cara lain untuk menghentikan dosa, maka jangan bersungut-sungut, jangan lupa dulu adalah pengangguran dan tidak di pasar, jangan lupa kebaikan TUHAN.

 

Matius 20:13

(20:13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

 

Menerima upah sedinar sehari adalah tanda KEADILAN TUHAN kepada mereka yang bekerja di ladang/kebun anggur TUHAN.

 

SEDINAR SEHARI, artinya: Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar atau hidup dalam penyucian oleh buah anggur (darah salib Kristus).

Kalau seandainya tuan dari kebun anggur itu memberikan upah dua atau lebih dari satu dinar itu bukan keadilan sebab, ketika seseorang menerima upah lebih dari satu dinar maka dia bisa tidak bekerja dan kembali menjadi pengangguran, bahkan tidak tertutup kemungkinan dia akan kembali ke pasar.

Maka, jika TUHAN memberi upah sedinar sehari itu adalah keadilan TUHAN, sebab untuk mendapat satu dinar kita harus bekerja sehari suntuk dan begitu seterusnya, berarti untuk memperoleh keselamatan harus terus bekerja. Maka, jangan kita menuntut dengan logika dan kebenaran diri sendiri tetapi ikuti saja caranya TUHAN.

 

Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar adalah PENYUCIAN. Kemudian, penyucian ini mengarah kepada KESEMPURNAAN sehingga layak masuk dalam perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.

Dalam perjamuan berarti ada makan dan minum anggur = Menikmati hasil penyucian oleh darah salib.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Sara adalah gambaran dari gereja TUHAN yang sudah mengalami penyucian oleh air anggur, ia adalah perempuan yang sudah BERSUAMI.

 

Kalau kita bekerja di kebun anggur TUHAN berarti mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu adalah anugerah, itulah orang yang disucikan oleh darah salib sampai sempurna sama seperti Sara. Jadi, kesempurnaan menunjukkan bahwa dia adalah gereja yang bersuami.

 

Kejadian 20:4-6

(20:4) Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "TUHAN! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? (20:5) Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." (20:6) Lalu berFirmanlah ALLAH kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

 

TUHAN tidak membiarkan antikris menjamah kehidupan yang telah disucikan sampai sempurna tanpa cacat cela atau kerut itu oleh darah salib sampai sempurna, itulah gereja yang bersuami.

 

Pembelaan itu akan dinyatakan oleh TUHAN bila kita senantiasa berada di kebun anggur TUHAN atau mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, itulah kehidupan yang disucikan oleh darah salib. Sehingga antikris tidak akan dibiarkan menyentuh kehidupan gereja mempelai.

Betapa besar perhatian dan pembelaan TUHAN kepada gereja mempelai. Maka, apabila ada seseorang yang mengatakan kita adalah “gereja mempelai” namun berupa penghinaan maka tidak usah rendah diri dan malu, tetapi percaya saja karena TUHAN membela gereja mempelai dan TUHAN tidak membiarkan antikris menjamah gereja mempelai.

 

Perlu untuk diketahui: Sebelum kita menjadi mempelai TUHAN (masuk dalam nikah) maka terlebih dahulu kita menganggap Firman ALLAH itu SANAK DAN SAUDARA kita, lebih dari saudara sedaging, sebagaimana yang tertulis di dalam Amsal 7:4-5, “Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.”

Itu sebabnya, Abimelekh ini tidak memahami kedalaman nikah dan tidak memahami hubungan antara Abraham dan Sara. Jadi, baik Sara maupun Abraham tidak bersalah.

 

Inilah maksud mengapa Abraham mengatakan bahwa “Sara adalah saudaranya” dan Sara juga mengatakan bahwa “Abraham dan saudaranya.”

Maka sebelum masuk dalam pesta nikah Anak Domba kita harus menjadikan Firman ALLAH adalah sanak dan saudara kita melebihi saudara daging, dan biasanya manusia daging akan menyalahkan kehidupan yang sungguh-sungguh beribadah.

Oleh sebab itu, berjanjilah sebelum kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba kita harus menjadikan Firman ALLAH sebagai saudara dan pengertian sebagai sanak, lebih dari sanak saudara sedaging, sebab itu yang melindungi kita dari perempuan jalang dan perempuan asing.

Ingatlah akan pembelaan TUHAN yaitu antikris tidak akan menyentuh gereja mempelai, inilah berkat yang TUHAN anugerahkan kepada kita masing-masing. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment