STUDY YUSUF
(Seri 17)
Subtema: EKORNYA
SAMA SEPERTI ULAR (CELAKA KEDUA) Seri 8.
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas
gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah
Kaum Muda Remaja.
Maka saya juga tidak lupa menyapa
saudara/saudari, pemuda/pemudi yang turut bergabung lewat online dimanapun
saudara berada. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga
bertakhta di hati kita, sehingga kita mendengar Firman Tuhan dalam suasana
sukacita, bahagia, dan kita boleh merasakan pertolongan Tuhan.
Selanjutnya mari kita sambut STUDY
YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.
Kejadian
44:18-34---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”
Seluruhnya merupakan
tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir,
dengan kerendahan dihatinya memohon kelepasan bagi Benyamin.
Alasan Yehuda memohon
kelepasan bagi Benyamin…
Kejadian 44:29-31
(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan
ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun
ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang,
apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan
kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31)
tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan
mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan
itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Apabila Benyamin tidak
kembali ke Kanaan, maka Yakub:
●
Turun ke dunia orang
mati karena nasib celaka… (ayat 29).
●
Turun ke dunia orang
mati karena dukacita… (ayat 31).
Perlu untuk diketahui;
Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa.
Sesungguhnya Tuhan tidak
menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes
3:16.
Contoh: MATI KARENA
NASIB CELAKA
Saudara sebelum kita
melihat perkara ini terlebih dahulu saya sampaikan bahwasanya pada Wahyu 9
dan Wahyu 11 disitu terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala
yang kelima, sangkakala yang keenam, dan sangkakala yang ketujuh.
CELAKA PERTAMA: Wahyu
9:1-12.
CELAKA KEDUA: Wahyu
9:13-21.
CELAKA KETIGA: Wahyu
11:15-19.
Malam ini kita kembali
membahas kelanjutan dari: CELAKA KEDUA.
Adapun CELAKA KEDUA
terjadi pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Sebab pada saat
itu dilepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat yang telah
disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga
dari umat manusia (wahyu 9:14-15).
Sebagai gambaran /
simulasi: jumlah penduduk bumi sekarang ini berada di angka 8,3 Miliar.
Sepertiga dari 8,3 Miliar adalah: 2,7 Miliar. Jadi angka yang mati cukup banyak
(tidak sedikit) dari penduduk yang ada di semua bangsa-bangsa di bumi ini.
Sekarang kita akan menelusuri CELAKA KEDUA di dalam Wahyu
9.
Tetapi malam ini kita
fokus pada Wahyu 9:19, namun terlebih dahulu saya bacakan Wahyu 9:16.
Wahyu 9:16
(9:16) Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu
laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
Jumlah yang didengar
oleh Rasul Yohanes, jumlah tentaranya ialah 20 ribu laksa = 200 juta
pasukan berkuda yang disiapkan di seluruh bumi.
Wahyu 9:17
(9:17) Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan
ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah,
merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama
seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
Tiga peluru yang keluar
dari mulut kuda yakni: api, dan asap dan belerang telah kita bahas
bersama-sama, dan tentu saja kita diberkati oleh Tuhan. Hal itu ada pada ayat
17 dan ayat 18.
Sekarang kita akan masuk
pada…
Wahyu 9:19
(9:19) Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam
mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka
berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.
Kuasa dari kuda-kuda itu
bukan hanya dari mulut tetapi juga didalam ekornya.
Perlu untuk diketahui;
●
Mulut kuda-kuda itu
berada didepan mengeluarkan api, asap dan belerang.
●
Sedangkan ekor ada pada
bagian belakang dan ekornya sama seperti ular.
Kalau berbicara tentang ular…
Kejadian 3:1---Perikop: “Manusia
jatuh ke dalam dosa”
(3:1) Adapun ular ialah yang paling cerdik
dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu
berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua
pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Pada ayat ini; ular
dikatakan cerdik tetapi tidak tulus = LICIK.
Singkat kata: ular itu
LICIK. Apa buktinya ular itu licik?... Sebab ular mengatakan hal yang
tidak benar kepada Hawa yaitu: : Semua pohon dalam taman ini jangan kamu
makan buahnya, bukan?".
Ini perkataan yang tidak
benar, karena perkataan ular ini BERTOLAK BELAKANG dengan “PERINTAH ALLAH”
kepada Adam sebelumnya yaitu; --- Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini
kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya
dengan bebas Kejadian 2:16.
DAMPAK NEGATIF KELICIKAN
DARI ULAR:
Kejadian 3:2-3
(3:2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu:
"Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, (3:3) tetapi
tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan
kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Oleh karena kelicikan
ular; Hawa menambahkan dan mengurangkan KEBENARAN dari PERKATAAN
ALLAH. Sebab Hawa berkata kepada ular: “Jangan
kamu makan ataupun raba buah itu.”
Kita akan bedah apa yang
telah dikatakan Hawa kepada ular:
1.
Kata “jangan kamu
makan” 🡪 Hawa telah mengurangkan Firman Allah.
2.
Kata “raba” 🡪 Hawa telah
menambahkan Firman Allah.
Inilah dampak negatif
kelicikan dari pada ular, sehingga gereja Hawa terkecoh, apa buktinya?
Hawa menambahkan dan mengurangkan perkataan Firman Allah.
Soal MENAMBAHKAN dan
MENGURANGKAN kita akan baca didalam…
Wahyu 22:18-19
(22:18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar
perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya
malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (22:19) Dan
jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat
ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota
kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
Di ayat ini; dengan
tegas Tuhan akan menjatuhkan hukuman bagi orang-orang yang menambahkan dan
mengurangkan Firman Allah.
1.
Hukuman atas orang yang MENAMBAHKAN FIRMAN ALLAH: kepadanya ditambahkan
malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam Kitab Wahyu.
Pada Wahyu 16 terdapat tujuh malapetaka
sebagai hukuman dari tujuh cawan murka Allah yang dijatuhkan atas orang-orang
yang MENOLAK KASIH ALLAH.
-
Cawan murka yang pertama: Menimpa orang-orang yang
menerima bilangan antikris (666) dan orang-orang yang menyembah patung antikris,
ayat referensinya (Wahyu 16:2).
Jadi saudara bertahan saja, setia saja di dalam hal menyangkal diri,
memikul salib, mengikut Tuhan, jangan keluar dari koridor Tuhan, supaya cawan
murka yang pertama jangan ditimpakan atas
kita.
-
Cawan murka yang kedua: Menimpa laut, sehingga laut
menjadi darah.
Lautan dunia 🡪 bangsa-bangsa di bumi,
ayat referensinya (Wahyu 16:3).
-
Cawan murka yang ketiga: Ditimpahkan atas seluruh air di bumi ini
sehingga seluruh air menjadi darah, ayat referensinya (Wahyu 16:4).
-
Cawan murka yang
keempat: Ditimpahkan ke atas
matahari untuk menghanguskan manusia dengan api, ayat referensinya (Wahyu
16:8).
-
Cawan murka yang kelima:
Ditimpahkan atas takhta
binatang / takhta antikris sehingga kerajaannya menjadi gelap, ayat
referensinya (Wahyu 16:10).
-
Cawan murka yang keenam:
Ditimpahkan atas sungai
Efrat sehingga keringlah airnya, ayat referensinya (Wahyu 16:12).
-
Cawan murka yang
ketujuh: Ditimpakan
ke angkasa sehingga Babel pecah menjadi tiga bagian = Babel besar sudah rubuh,
ayat referensinya (Wahyu 16:17-19). Kalau kota-kota pecah berarti tidak
ada lagi kesatuan = tidak ada lagi kekuatan.
Jadi 7 (tujuh) cawan murka Allah adalah hukuman
atas orang-orang yang MENOLAK KASIH ALLAH. Sesungguhnya ada 21 kali
penghukuman dibagi dalam tiga bagian:
●
Tujuh meterai; itu penghukuman dari Allah Roh Kudus kepada
mereka yang tidak menghargai Kegiatan Roh.
●
Tujuh sangkakala; yang ditiup oleh ketujuh malaikat itu
penghukuman kepada mereka yang menolak Firman Allah.
●
Tujuh cawan murka Allah; yang ditimpakan kepada mereka yang menolak
Kasih Allah.
Sekarang kita akan melihat…
Contoh; menambahkan Firman Allah ialah:
satu ayat yang disampaikan seorang hamba Tuhan, ditambahkan dengan; cerita-cerita
isapan jempol, dongeng nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat manusia
kosong, guyon-guyon, sehingga rasa simpati manusia daging semakin
bertambah-tambah kepada si Pemberita Firman Allah.
Saudara, seharusnya kalau seorang hamba Tuhan
sadar didalam hal melayani Tuhan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, tujuannya
adalah untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk menarik simpati dari
Jemaat. Sama seperti Paulus melayani Tuhan bukan untuk mencari simpati dari
manusia, tetapi betul-betul menarik simpati dari Tuhan, sebagaimana yang
tertulis didalam 2 Korintus 4:1-2 --- (4:1) Oleh
kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar
hati. (4:2) Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang
memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.
Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri
kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. 1
Tesalonika 2:4-6 — (2:4)
Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil
kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia,
melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. (2:5) Karena
kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah
mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi -- (2:6)
juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari
orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul
Kristus.
Singkat kata; Paulus melayani Tuhan bukan untuk
menyukakan hati manusia tetapi untuk menyukakan hati Tuhan.
Kemudian menambahkan Firman Tuhan
adalah pekerjaan dari nabi-nabi palsu.
Nabi-nabi palsu sama seperti ahli-ahli taurat
dan orang-orang Farisi yakni; adat istiadat ditambahkan kepada hukum taurat.
Jadi oleh karena ragi orang Farisi: ibadah
pelayanan nampaklah berkembang pada bagian luarnya (secara lahiriah), yaitu;
gedung gereja mewah, jemaat bertambah-tambah, tetapi sesungguhnya pada bagian
dalamnya kosong; (manusia batiniahnya kosong banyak rongga-rongga).
Sama seperti roti yang berkembang, tetapi pada
bagian dalamnya kosong, sehingga kerugiannya; tidak sanggup menghadapi
ujian, tekanan, dan cobaan… ayat refereensinya (Markus 6:1-23, Matius
15:1-39).
- Hukuman atas orang yang
MENGURANGKAN FIRMAN ALLAH yaitu: Allah mengambil bagiannya antara lain:
1.
Pohon kehidupan.
2.
Kota kudus.
Kalau kita mengacu pada…
Wahyu 22:19
(22:19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan
dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon
kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab
ini."
Yang pasti pohon kehidupan ada di tengah-tengah
taman Eden sebagaimana dalam Kejadian 2:9 --- Lalu TUHAN Allah
menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk
dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta
pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Taman Eden bila dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga terkena pada RUANGAN
MAHA SUCI. Didalamnya terdapat satu alat yang terutama yaitu:
●
TABUT PERJANJIAN à Gereja Tuhan yang
sempurna yakni: Sidang Mempelai Tuhan. Itulah yang menjadi Takhta
Allah.
●
Sedangkan Kota Kudus
à Yerusalem baru.
Mari kita lihat Kota
kudus Yerusalem yang baru…
Wahyu 21:1-2---Perikop: “Langit
baru dan bumi yang baru”
(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab
langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada
lagi. (21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru,
turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang
berdandan untuk suaminya.
Jadi Kota kudus adalah Yerusalem yang baru turun
dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang
berdandan untuk suaminya.
Saudara, Kota kudus adalah Yerusalem yang baru
turun dari Sorga, dari Allah, mengapa?... Karena langit dan bumi
yang pertama sudah tidak ada lagi, diganti dengan langit dan bumi yang baru,
itulah Yerusalem yang baru turun dari sorga, dari Allah dan selanjutnya
akan nampak kerajaan seribu tahun dibumi setelah pesta nikah Anak Domba di awan
nan permai.
Oleh sebab itu, sampai malam ini Tuhan dan
panjang sabarnya senantiasa mendandani kita dengan segala perhiasan-perhiasan
rohani yang kita miliki sekaliannya. Terutama imam-imam, pelayan-pelayan Tuhan
yang sudah menerima karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus, mari
hiasi dirimu dengan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada dirimu.
Jadi kepercayaan Tuhan itu adalah satu
kesempatan / sarana untuk mendandani diri dengan segala perhiasan rohani,
perhiasan kesucian, sebagai mempelai perempuan Tuhan.
Contoh “Perhiasan rohani” :
-
Kalung di leher itulah
Kasih Allah / setia.
-
Anting-anting di telinga
itulah dengar-dengaran, sedangkan anting di hidung itulah doa penyembahan.
Semuanya itu dari perhiasan rohani. Artinya: taat,
setia, dengar-dengaran dan hidup dalam doa penyembahan.
Singkat kata; hukuman yang ditimpahkan bagi
mereka yang MENGURANGKAN FIRMAN TUHAN adalah ALLAH AKAN MENGAMBIL BAGIANNYA
ANTARA LAIN; POHON KEHIDUPAN DAN KOTA KUDUS.
PRAKTEK MENGURANGKAN FIRMAN TUHAN: Pengajaran
Salib diganti dengan teori prosperity
yang berbicara soal kemakmuran, kejayaan, keberhasilan, dan ini adalah
merupakan pekerjaan dari antikris… ayat referensinya Daniel 12:11, Daniel
11:31, Daniel 9:27, Daniel 8:11-12.
Kita baca…
Daniel 8:11-12
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan
dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan
tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Ayat ini menceritakan tentang kekejian.
Prakteknya: menghentikan korban sehari-hari.
Korban sehari-hari à Korban sembelihan dan
korban santapan.
-
Korban sembelihan à ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal
diri, pikul salib sampai berdarah-darah.
-
Korban santapan à Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni
itulah:
●
Firman Pengajaran yang
rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus.
●
Firman Pengajaran
Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Kalau ini dihentikan itu adalah praktek
kekejian.
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban
sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya,
semuanya berhasil.
Ayat ini menceritakan kepada kita soal kenajisan
percabulan. Prakteknya: menjalankan ibadah fasik, yaitu; teori
propesrity berbicara soal kemakmuran, keberhasilan dan kejayaan. Itu adalah
pekerjaan dari antikris.
Jadi, Daniel 8:11 prakteknya; kekejian,
Daniel 8:12 prakteknya; kenajisan percabulan.
Singkat kata; kenajisan percabulan dan kekejian
persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang Saduki, sibuk berbicara soal
kawin mengawinkan, didalam…
Matius 22:23
(22:23) Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,
yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.
Itulah ragi orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan
= MENGURANGKAN PENGAJARAN SALIB.
Matius 22:24-28
(22:24) "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada
meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan
membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. (22:25) Tetapi di antara
kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan
karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi
saudaranya. (22:26) Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai
dengan yang ketujuh. (22:27) Dan akhirnya, sesudah mereka semua,
perempuan itu pun mati. (22:28) Siapakah di antara ketujuh orang itu
yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua
telah beristerikan dia."
Jadi dari pernyataan ini kita melihat bahwa
orang-orang Saduki hidup dalam kenajisan percabulan yaitu; kawin mengawinkan, mengapa
demikian terjadi? Karena mereka mengurangkan Pengajaran Salib, tidak
percaya adanya kebangkitan.
Inilah praktek mengurangkan Firman Allah.
Kita sudah melihat
hukuman orang-orang yang MENAMBAHKAN FIRMAN ALLAH dan hukuman orang-orang yang
MENGURANGKAN FIRMAN ALLAH.
Kita kembali membahas bagian
dari ular tersebut…
Wahyu 9:19
(9:19) Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam
mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka
berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.
Sebetulnya kalau kita
melihat kata “mereka” disini 🡪 “manusia”.
Tetapi manusia
setan yang memiliki hati seperti ular, gambaran dari iblis
/ setan.
Singkat kata; mereka
berkepala dan oleh kepala itu mendatangkan kerusakan.
Pendeknya; kerusakan
itu terjadi jelas karena kepala.
Sedangkan kepala isinya
hanya seperti isinya setan, dan pikirannya seperti pikiran setan.
Saudara kalau kita sudah
dipanggil oleh Tuhan, izinkanlah pikiran itu dikendalikan oleh Roh Tuhan,
sehingga Roh Tuhan itu akan terus mendominasi kehidupan kita. Jangan terlalu
mudah menaruh curiga, jangan terlalu mudah memandang negatif segala sesuatu.
Andaikata itu negatif;
kita cukup tahu saja, dan kita lupakan saja, supaya hal yang positif bisa
mengendalikan pikiran kita, mendominasi kehidupan kita, itulah gambaran dari
Roh-El Kudus.
Negatif = - (kurang).
Negatif dipandang (ditanggapi) dengan negatif;
nanti kurang umur, kurang kesehatan, kurang uang, kebahagiaan kurang, semuanya
kurang, itulah kepala ular; semuanya negatif dan itu mendatangkan kerusakan,
sehingga sel-sel didalam tubuh jadi rusak, gereja Tuhan rusak, dan hidup manusia pun jadi rusak.
Jadi kerusakan terjadi
karena kepala atau pola pikir yang salah (negatif).
Peluru yang keluar dari
dalam mulut kuda pada bagian depan sesudah dilepaskan. Kalau ada yang luput,
maka masih ada senjata dibelakang bagian ekornya, karena ekornya dinyatakan
seperti ular, dan ular itu banyak kepala dan dengan kepala ular itu
mendatangkan kerusakan.
Kita baca soal kerusakan
terjadi didalam…
Kejadian 6:9
(6:9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang
benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu
hidup bergaul dengan Allah.
Nuh adalah seorang:
a.
Yang benar.
b.
Tidak bercela = hidup
dalam pengudusan oleh Roh Tuhan.
c.
Hidup bergaul dengan
Allah, berarti tinggal didalam Kasih Allah.
Kejadian 6:11-13
(6:11) Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah
dan penuh dengan kekerasan. (6:12) Allah menilik bumi itu dan
sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di
bumi. (6:13) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah
memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh
dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama
dengan bumi.
Singkat kata; bumi
rusak karena manusia menjalankan hidup penuh dengan kekerasan, tandanya:
1.
Tanpa kebenaran.
2.
Tanpa kekudusan.
3.
Tanpa Allah didalam
dirinya.
Kekerasan itu sudah
nampak di hari-hari terakhir ini, dimana tidak ada lagi kelemah lembutan, tidak
ada lagi kesabaran, tidak ada lagi kerendahan di hati, semuanya itu sudah
hilang.
Jadi tanpa menjalankan
hidup dengan kekerasan manusia bumi ini tidak mungkin rusak.
-
Bumi jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena
kepada HALAMAN.
-
Eden jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena
kepada RUANGAN SUCI.
-
Sedangkan Taman Eden
jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI.
Saudara itulah
pembahasan kita tentang CELAKA KEDUA pada Wahyu 9:19.
Untuk mengakhiri CELAKA
KEDUA kita baca…
Wahyu 9:20
(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh
malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak
berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari
tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
(9:21) dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan
pencurian.
Manusia yang tidak mati (yang luput) oleh
malapetaka dari CELAKA KEDUA: tidak
mau bertobat dengan perbuatan tangan mereka itulah;
-
Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat
-
Mereka tidak berhenti berhala-berhala dari emas dan perak, dari
tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan
Saudaraku, mereka tidak
mau bertobat, berarti; sampai kapanpun tidak akan berubah dari dosa kejahatannya
dalam menyembah roh jahat dan menyembah berhala-hala.
Tetapi pada saat itu
juga orang-orang kudus akan semakin kudus dan pada saat itu orang tidak lagi
berbuat dosa dan dosa tidak lagi menguasai mereka.
Jadi di sini ada dua
kutub yang
saling tarik menarik.
Sebab yang luput dari
hukuman CELAKA KEDUA ada yang tidak mau bertobat tetapi pada saat itu juga
orang-orang kudus tidak lagi berbuat dosa dan dosa tidak berkuasa lagi atas
dia.
Jadi saudara, betapa
hebat cara setan ini untuk membunuh sepertiga dari umat manusia sebagai CELAKA
KEDUA.
Dari mulut kuda-kuda itu keluar
malapetaka yaitu; api, dan asap, dan belerang itu bagian depan. Tetapi sesudah itu bagian belakang juga menyusul itulah
ekornya seperti ular.
Saudara, siapa yang bisa
menyingkapkan hal ini kecuali kalau bukan Anak Domba Allah yang disembelih.
Tidak ada satupun manusia yang dapat menyingkapkan rahasia Firman; baik yang di
langit, baik para malaikat di Sorga, maupun makhluk di bumi itulah hamba-hamba
Tuhan yang menerima lima jabatan, tidak ada yang sanggup.
--- Tetapi tidak ada seorang pun
yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka
gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya… Wahyu 5:3.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan.
Kalau Tuhan menyatakan pembukaan Firman kepada kita tujuannya adalah supaya
kita jangan ditimpa oleh CELAKA KEDUA tepatnya pada saat sangkakala yang keenam
ditiup oleh malaikat yang keenam.
Tuhan memberkati kita semua.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI
PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment