KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, May 8, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 25 APRIL 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 25 APRIL 2026

STUDY YUSUF

(Seri 17)

 

Subtema: EKORNYA SAMA SEPERTI ULAR (CELAKA KEDUA) Seri 8.

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Maka saya juga tidak lupa menyapa saudara/saudari, pemuda/pemudi yang turut bergabung lewat online dimanapun saudara berada. Selanjutnya biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga bertakhta di hati kita, sehingga kita mendengar Firman Tuhan dalam suasana sukacita, bahagia, dan kita boleh merasakan pertolongan Tuhan.

 

Selanjutnya mari kita sambut STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”

Seluruhnya merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, dengan kerendahan dihatinya memohon kelepasan bagi Benyamin.

 

Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

        Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

        Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui; Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa. 

Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes 3:16.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Saudara sebelum kita melihat perkara ini terlebih dahulu saya sampaikan bahwasanya pada Wahyu 9 dan Wahyu 11 disitu terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam, dan sangkakala yang ketujuh.

 

CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12.

CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21.

CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19.

 

Malam ini kita kembali membahas kelanjutan dari: CELAKA KEDUA.

 

Adapun CELAKA KEDUA terjadi pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Sebab pada saat itu dilepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia (wahyu 9:14-15).

 

Sebagai gambaran / simulasi: jumlah penduduk bumi sekarang ini berada di angka 8,3 Miliar. Sepertiga dari 8,3 Miliar adalah: 2,7 Miliar. Jadi angka yang mati cukup banyak (tidak sedikit) dari penduduk yang ada di semua bangsa-bangsa di bumi ini.

 

Sekarang kita akan menelusuri CELAKA KEDUA di dalam Wahyu 9.

Tetapi malam ini kita fokus pada Wahyu 9:19, namun terlebih dahulu saya bacakan Wahyu 9:16.

Wahyu 9:16

(9:16) Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

Jumlah yang didengar oleh Rasul Yohanes, jumlah tentaranya ialah 20 ribu laksa = 200 juta pasukan berkuda yang disiapkan di seluruh bumi.

 

Wahyu 9:17

(9:17) Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.

 

Tiga peluru yang keluar dari mulut kuda yakni: api, dan asap dan belerang telah kita bahas bersama-sama, dan tentu saja kita diberkati oleh Tuhan. Hal itu ada pada ayat 17 dan ayat 18.

 

Sekarang kita akan masuk pada…

Wahyu 9:19

(9:19) Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

 

Kuasa dari kuda-kuda itu bukan hanya dari mulut tetapi juga didalam ekornya.

Perlu untuk diketahui;

        Mulut kuda-kuda itu berada didepan mengeluarkan api, asap dan belerang.

        Sedangkan ekor ada pada bagian belakang dan ekornya sama seperti ular.

 

Kalau berbicara tentang ular

Kejadian 3:1---Perikop: “Manusia jatuh ke dalam dosa”

(3:1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

 

Pada ayat ini; ular dikatakan cerdik tetapi tidak tulus = LICIK.

Singkat kata: ular itu LICIK. Apa buktinya ular itu licik?... Sebab ular mengatakan hal yang tidak benar kepada Hawa yaitu: : Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?".

Ini perkataan yang tidak benar, karena perkataan ular ini BERTOLAK BELAKANG dengan “PERINTAH ALLAH” kepada Adam sebelumnya yaitu; --- Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas Kejadian 2:16.

 

DAMPAK NEGATIF KELICIKAN DARI ULAR:

Kejadian 3:2-3

(3:2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, (3:3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

 

Oleh karena kelicikan ular; Hawa menambahkan dan mengurangkan KEBENARAN dari PERKATAAN ALLAH. Sebab Hawa berkata kepada ular:  Jangan kamu makan ataupun raba buah itu.”

 

Kita akan bedah apa yang telah dikatakan Hawa kepada ular:

1.      Kata “jangan kamu makan” 🡪 Hawa telah mengurangkan Firman Allah.

2.      Kata “raba” 🡪 Hawa telah  menambahkan Firman Allah.

Inilah dampak negatif kelicikan dari pada ular, sehingga gereja Hawa terkecoh, apa buktinya? Hawa menambahkan dan mengurangkan perkataan Firman Allah.

 

Soal MENAMBAHKAN dan MENGURANGKAN kita akan baca didalam…

Wahyu 22:18-19

(22:18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (22:19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

 

Di ayat ini; dengan tegas Tuhan akan menjatuhkan hukuman bagi orang-orang yang menambahkan dan mengurangkan Firman Allah.

1.      Hukuman atas orang yang MENAMBAHKAN FIRMAN ALLAH: kepadanya ditambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam Kitab Wahyu.

Pada Wahyu 16 terdapat tujuh malapetaka sebagai hukuman dari tujuh cawan murka Allah yang dijatuhkan atas orang-orang yang MENOLAK KASIH ALLAH.

-          Cawan murka yang pertama: Menimpa orang-orang yang menerima bilangan antikris (666) dan orang-orang yang menyembah patung antikris, ayat referensinya (Wahyu 16:2).

Jadi saudara bertahan saja, setia saja di dalam hal menyangkal diri, memikul salib, mengikut Tuhan, jangan keluar dari koridor Tuhan, supaya cawan murka yang pertama jangan ditimpakan atas kita.

-          Cawan murka yang kedua: Menimpa laut, sehingga laut menjadi darah.

Lautan dunia 🡪 bangsa-bangsa di bumi, ayat referensinya (Wahyu 16:3).

-          Cawan murka yang ketiga: Ditimpahkan atas seluruh air di bumi ini sehingga seluruh air menjadi darah, ayat referensinya (Wahyu 16:4).

-          Cawan murka yang keempat: Ditimpahkan ke atas matahari untuk menghanguskan manusia dengan api, ayat referensinya (Wahyu 16:8).

-          Cawan murka yang kelima: Ditimpahkan atas takhta binatang / takhta antikris sehingga kerajaannya menjadi gelap, ayat referensinya (Wahyu 16:10).

-          Cawan murka yang keenam: Ditimpahkan atas sungai Efrat sehingga keringlah airnya, ayat referensinya (Wahyu 16:12).

-          Cawan murka yang ketujuh: Ditimpakan ke angkasa sehingga Babel pecah menjadi tiga bagian = Babel besar sudah rubuh, ayat referensinya (Wahyu 16:17-19). Kalau kota-kota pecah berarti tidak ada lagi kesatuan = tidak ada lagi kekuatan.

 

Jadi 7 (tujuh) cawan murka Allah adalah hukuman atas orang-orang yang MENOLAK KASIH ALLAH. Sesungguhnya ada 21 kali penghukuman dibagi dalam tiga bagian:

        Tujuh meterai; itu penghukuman dari Allah Roh Kudus kepada mereka yang tidak menghargai Kegiatan Roh.

        Tujuh sangkakala; yang ditiup oleh ketujuh malaikat itu penghukuman kepada mereka yang menolak Firman Allah.

        Tujuh cawan murka Allah; yang ditimpakan kepada mereka yang menolak Kasih Allah.

 

Sekarang kita akan melihat…

Contoh; menambahkan Firman Allah ialah: satu ayat yang disampaikan seorang hamba Tuhan, ditambahkan dengan; cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat manusia kosong, guyon-guyon, sehingga rasa simpati manusia daging semakin bertambah-tambah kepada si Pemberita Firman Allah.

 

Saudara, seharusnya kalau seorang hamba Tuhan sadar didalam hal melayani Tuhan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, tujuannya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk menarik simpati dari Jemaat. Sama seperti Paulus melayani Tuhan bukan untuk mencari simpati dari manusia, tetapi betul-betul menarik simpati dari Tuhan, sebagaimana yang tertulis didalam 2 Korintus 4:1-2 --- (4:1) Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. (4:2) Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. 1 Tesalonika 2:4-6 (2:4) Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. (2:5) Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi -- (2:6) juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

 

Singkat kata; Paulus melayani Tuhan bukan untuk menyukakan hati manusia tetapi untuk menyukakan hati Tuhan.

 

Kemudian menambahkan Firman Tuhan adalah pekerjaan dari nabi-nabi palsu.

Nabi-nabi palsu sama seperti ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi yakni; adat istiadat ditambahkan kepada hukum taurat.

Jadi oleh karena ragi orang Farisi: ibadah pelayanan nampaklah berkembang pada bagian luarnya (secara lahiriah), yaitu; gedung gereja mewah, jemaat bertambah-tambah, tetapi sesungguhnya pada bagian dalamnya kosong; (manusia batiniahnya kosong banyak rongga-rongga).

Sama seperti roti yang berkembang, tetapi pada bagian dalamnya kosong, sehingga kerugiannya; tidak sanggup menghadapi ujian, tekanan, dan cobaan… ayat refereensinya (Markus 6:1-23, Matius 15:1-39).

 

  1. Hukuman atas orang yang MENGURANGKAN FIRMAN ALLAH yaitu: Allah mengambil bagiannya antara lain:

1.                  Pohon kehidupan.

2.                  Kota kudus.

 

Kalau kita mengacu pada…

Wahyu 22:19

(22:19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

 

Yang pasti pohon kehidupan ada di tengah-tengah taman Eden sebagaimana dalam Kejadian 2:9 --- Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

 

Taman Eden bila dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga terkena pada RUANGAN MAHA SUCI. Didalamnya terdapat satu alat yang terutama yaitu:

        TABUT PERJANJIAN à Gereja Tuhan yang sempurna yakni: Sidang Mempelai Tuhan. Itulah yang menjadi Takhta Allah.

        Sedangkan Kota Kudus à Yerusalem baru.

 

Mari kita lihat Kota kudus Yerusalem yang baru…

Wahyu 21:1-2---Perikop: “Langit baru dan bumi yang baru”

(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

 

Jadi Kota kudus adalah Yerusalem yang baru turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

 

Saudara, Kota kudus adalah Yerusalem yang baru turun dari Sorga, dari Allah, mengapa?... Karena langit dan bumi yang pertama sudah tidak ada lagi, diganti dengan langit dan bumi yang baru, itulah Yerusalem yang baru turun dari sorga, dari Allah dan selanjutnya akan nampak kerajaan seribu tahun dibumi setelah pesta nikah Anak Domba di awan nan permai.

 

Oleh sebab itu, sampai malam ini Tuhan dan panjang sabarnya senantiasa mendandani kita dengan segala perhiasan-perhiasan rohani yang kita miliki sekaliannya. Terutama imam-imam, pelayan-pelayan Tuhan yang sudah menerima karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus, mari hiasi dirimu dengan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada dirimu.

Jadi kepercayaan Tuhan itu adalah satu kesempatan / sarana untuk mendandani diri dengan segala perhiasan rohani, perhiasan kesucian, sebagai mempelai perempuan Tuhan.

Contoh “Perhiasan rohani” :

-          Kalung di leher itulah Kasih Allah / setia.

-          Anting-anting di telinga itulah dengar-dengaran, sedangkan anting di hidung itulah doa penyembahan.

Semuanya itu dari perhiasan rohani. Artinya: taat, setia, dengar-dengaran dan hidup dalam doa penyembahan.

 

Singkat kata; hukuman yang ditimpahkan bagi mereka yang MENGURANGKAN FIRMAN TUHAN adalah ALLAH AKAN MENGAMBIL BAGIANNYA ANTARA LAIN; POHON KEHIDUPAN DAN KOTA KUDUS.

 

PRAKTEK MENGURANGKAN FIRMAN TUHAN: Pengajaran Salib diganti dengan teori prosperity yang berbicara soal kemakmuran, kejayaan, keberhasilan, dan ini adalah merupakan pekerjaan dari antikris… ayat referensinya Daniel 12:11, Daniel 11:31, Daniel 9:27, Daniel 8:11-12.

 

Kita baca…

Daniel 8:11-12

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

Ayat ini menceritakan tentang kekejian. Prakteknya: menghentikan korban sehari-hari.

Korban sehari-hari à Korban sembelihan dan korban santapan.

-          Korban sembelihan à ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.

-          Korban santapan à Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni itulah:

        Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus.

        Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Kalau ini dihentikan itu adalah praktek kekejian.

 

(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

 

Ayat ini menceritakan kepada kita soal kenajisan percabulan. Prakteknya: menjalankan ibadah fasik, yaitu; teori propesrity berbicara soal kemakmuran, keberhasilan dan kejayaan. Itu adalah pekerjaan dari antikris.

 

Jadi, Daniel 8:11 prakteknya; kekejian, Daniel 8:12 prakteknya; kenajisan percabulan.

Singkat kata; kenajisan percabulan dan kekejian persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang Saduki, sibuk berbicara soal kawin mengawinkan, didalam…

Matius 22:23

(22:23) Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

 

Itulah ragi orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan = MENGURANGKAN PENGAJARAN SALIB.

 

Matius 22:24-28

(22:24) "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. (22:25) Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. (22:26) Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. (22:27) Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. (22:28) Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."

 

Jadi dari pernyataan ini kita melihat bahwa orang-orang Saduki hidup dalam kenajisan percabulan yaitu; kawin mengawinkan, mengapa demikian terjadi? Karena mereka mengurangkan Pengajaran Salib, tidak percaya adanya kebangkitan.

Inilah praktek mengurangkan Firman Allah.

 

Kita sudah melihat hukuman orang-orang yang MENAMBAHKAN FIRMAN ALLAH dan hukuman orang-orang yang MENGURANGKAN FIRMAN ALLAH.

 

Kita kembali membahas bagian dari ular tersebut…

Wahyu 9:19

(9:19) Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Sebetulnya kalau kita melihat kata “mereka” disini 🡪manusia”.

Tetapi manusia setan yang memiliki hati seperti ular, gambaran dari iblis / setan.

Singkat kata; mereka berkepala dan oleh kepala itu mendatangkan kerusakan.

Pendeknya; kerusakan itu terjadi jelas karena kepala.

Sedangkan kepala isinya hanya seperti isinya setan, dan pikirannya seperti pikiran setan.

 

Saudara kalau kita sudah dipanggil oleh Tuhan, izinkanlah pikiran itu dikendalikan oleh Roh Tuhan, sehingga Roh Tuhan itu akan terus mendominasi kehidupan kita. Jangan terlalu mudah menaruh curiga, jangan terlalu mudah memandang negatif segala sesuatu.

Andaikata itu negatif; kita cukup tahu saja, dan kita lupakan saja, supaya hal yang positif bisa mengendalikan pikiran kita, mendominasi kehidupan kita, itulah gambaran dari Roh-El Kudus.

 

Negatif = - (kurang).

Negatif dipandang (ditanggapi) dengan negatif; nanti kurang umur, kurang kesehatan, kurang uang, kebahagiaan kurang, semuanya kurang, itulah kepala ular; semuanya negatif dan itu mendatangkan kerusakan, sehingga sel-sel didalam tubuh jadi rusak, gereja Tuhan rusak, dan hidup manusia pun jadi rusak.

Jadi kerusakan terjadi karena kepala atau pola pikir yang salah (negatif).

 

Peluru yang keluar dari dalam mulut kuda pada bagian depan sesudah dilepaskan. Kalau ada yang luput, maka masih ada senjata dibelakang bagian ekornya, karena ekornya dinyatakan seperti ular, dan ular itu banyak kepala dan dengan kepala ular itu mendatangkan kerusakan.

 

Kita baca soal kerusakan terjadi didalam…

Kejadian 6:9

(6:9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

 

Nuh adalah seorang:

a.      Yang benar.

b.      Tidak bercela = hidup dalam pengudusan oleh Roh Tuhan.

c.       Hidup bergaul dengan Allah, berarti tinggal didalam Kasih Allah.

 

Kejadian 6:11-13

(6:11) Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. (6:12) Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. (6:13) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

 

Singkat kata; bumi rusak karena manusia menjalankan hidup penuh dengan kekerasan, tandanya:

1.      Tanpa kebenaran.

2.      Tanpa kekudusan.

3.      Tanpa Allah didalam dirinya.

 

Kekerasan itu sudah nampak di hari-hari terakhir ini, dimana tidak ada lagi kelemah lembutan, tidak ada lagi kesabaran, tidak ada lagi kerendahan di hati, semuanya itu sudah hilang.

Jadi tanpa menjalankan hidup dengan kekerasan manusia bumi ini tidak mungkin rusak.

 

-          Bumi jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada HALAMAN.

-          Eden jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI.

-          Sedangkan Taman Eden jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI.

 

Saudara itulah pembahasan kita tentang CELAKA KEDUA pada Wahyu 9:19.

 

Untuk mengakhiri CELAKA KEDUA kita baca…

Wahyu 9:20

(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, (9:21) dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

 

Manusia yang tidak mati (yang luput) oleh malapetaka dari  CELAKA KEDUA: tidak mau bertobat dengan perbuatan tangan mereka itulah;

-          Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat

-          Mereka tidak berhenti berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan

 

Saudaraku, mereka tidak mau bertobat, berarti; sampai kapanpun tidak akan berubah dari dosa kejahatannya dalam menyembah roh jahat dan menyembah berhala-hala.

Tetapi pada saat itu juga orang-orang kudus akan semakin kudus dan pada saat itu orang tidak lagi berbuat dosa dan dosa tidak lagi menguasai mereka.

Jadi di sini ada dua kutub yang saling tarik menarik.

Sebab yang luput dari hukuman CELAKA KEDUA ada yang tidak mau bertobat tetapi pada saat itu juga orang-orang kudus tidak lagi berbuat dosa dan dosa tidak berkuasa lagi atas dia.

 

Jadi saudara, betapa hebat cara setan ini untuk membunuh sepertiga dari umat manusia sebagai CELAKA KEDUA.

Dari mulut kuda-kuda itu keluar malapetaka yaitu; api, dan asap, dan belerang itu bagian depan. Tetapi sesudah itu bagian belakang juga menyusul itulah ekornya seperti ular.

 

Saudara, siapa yang bisa menyingkapkan hal ini kecuali kalau bukan Anak Domba Allah yang disembelih. Tidak ada satupun manusia yang dapat menyingkapkan rahasia Firman; baik yang di langit, baik para malaikat di Sorga, maupun makhluk di bumi itulah hamba-hamba Tuhan yang menerima lima jabatan, tidak ada yang sanggup.

--- Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnyaWahyu 5:3.

 

Kita patut bersyukur kepada Tuhan. Kalau Tuhan menyatakan pembukaan Firman kepada kita tujuannya adalah supaya kita jangan ditimpa oleh CELAKA KEDUA tepatnya pada saat sangkakala yang keenam ditiup oleh malaikat yang keenam.

Tuhan memberkati kita semua.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment