IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 07 MEI 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 39)
Subtema:
DIA SAUDARA KU, DIA ISTERI KU
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang
telah menghimpunkan kita di atas gunung Tuhan oleh karena rahmat-Nya.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut
bergabung lewat online/live streaming/video internet lewat Facebook,
Youtube, atau media sosial apapun yang dapat digunakan.
Selanjutnya mari kita mengikuti KITAB MALEAKHI
sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan
perjamuan suci. Kita masih berada dalam Maleakhi 2:15 dan malam ini
merupakan seri ke-39.
Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari Tuhan
supaya firman yang dibukakan meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15)
Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang
dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman:
a.
Jagalah
dirimu!
b.
Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita akan melanjutkan pembahasan tentang:
JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA
MUDANYA (Bagian 8).
Intinya: Tuhan menuntut supaya setiap suami hendaklah setia
terhadap isterinya dari sejak masa mudanya (dari sejak menikah).
Kita akan belajar dari pribadi ABRAHAM.
Yesaya 51:2A
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu;
ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, artinya: Abraham adalah contoh yang dapat diteladani oleh
suami-suami di atas muka bumi ini, sebab Abraham adalah bapa leluhur Israel
yang telah menurunkan Mesias dalam keadaannya sebagai manusia (Roma 9:5)
Kesimpulannya: Abraham adalah suami yang SETIA terhadap
isterinya dari masa mudanya.
Yesaya 51:2B
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
Allah memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak
dia.
Dari bagian b ini kita dapat melihat bahwa Abraham adalah
suami yang setia dari sejak masa mudanya, itu sebabnya Tuhan memberkati dan
memperbanyak dia.
Selanjutnya kita akan melihat kisah “Abraham dipanggil
Allah.”
Kejadian 12:1-2 -- Perikop: "Abram dipanggil
Allah"
(12:1)
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa
yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat.
Allah memanggil Abraham, lalu memperbanyak dan
memberkati. Sebab, Abraham TAAT terhadap panggilan Allah.
Praktek taat terhadap panggilan Allah:
a. Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.
Artinya: Abraham melepaskan
diri dari noda kekafiran yakni penyembahan berhala dan kenajisan
percabulan.
Contoh PENYEMBAHAN
BERHALA yang nyata dalam kehidupan sehari-hari ialah:
-
Meninggalkan jam-jam ibadah karena kesibukan-kesibukan dan
perkara-perkara lahiriah.
-
Kekerasan di hati dan hidup dalam kebenaran diri sendiri.
Contoh KENAJISAN PERCABULAN:
-
Menjual yang rohani demi yang lahiriah, seperti Esau menjual hak
kesulungan (hal rohani) demi semangkuk sop kacang merah (hal lahiriah).
-
Mabuk anggur perempuan Babel = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu
perempuan Babel.
b. Abraham meninggalkan sanak saudaranya.
Artinya: Abraham melepaskan
diri dari segala hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.
c. Abraham meninggalkan rumah bapanya.
Artinya: Abraham rela melepaskan
haknya termasuk segala sesuatu yang diwariskan kepadanya.
Kejadian 12:4-5
(12:4)
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun
ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika
ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya,
dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan
orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan,
lalu sampai di situ.
Pergilah Abraham seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya =
Abraham taat terhadap panggilan Allah.
Perlu untuk diketahui:
-
Ayat 4:
Lotpun ikut bersama dengan dia, maksudnya: Lot bersama Abraham karena
Lot yang minta ikut.
-
Ayat 5:
Abram membawa Sarai, isterinya, maksudnya: Terhadap panggilan Allah, Abraham
mengutamakan/memprioritaskan nikah. Hal ini menunjukkan bahwa Abraham setia
terhadap isterinya dari masa mudanya sampai masa tuanya.
Perlu untuk kita ketahui bersama:
Kehidupan nikah Abraham dan Sara adalah lambang cinta Tuhan
terhadap umat-Nya. Namun, perjalanan nikah Abraham dan Sara harus melewati
ujian demi ujian, secara khusus melewati 2 (dua) ujian.
UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham dan Sara di Mesir (Ayat
referensi: Kejadian 12:1`-10).
UJIAN KEDUA: Sarai diambil oleh Abimelekh (Seri 7).
Kisahnya ada di dalam Kejadian 20:1-8.
Kejadian 20:2
(20:2)
Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia
saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Di sini kita melihat, Abimelekh mengambil Sara.
Abimelekh adalah raja Gerar, gambaran dari ANTIKRIS, dimana
antikris satu kali menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia ini.
Namun tidak perlu takut dan khawatir sebab kita telah
menyerahkan diri kita kepada Tuhan dan taat kepada panggilan Allah. Berarti
hendaklah berpadanan dengan panggilan Allah, tidak perlu khawatir akan masa
depan, akan apa yang terjadi di depan, asalkan kita taat pada panggilan Allah.
Taat kepada panggilan Allah berarti tetap berangkat sekalipun tidak tahu tempat
yang ia tujui, jadi taat kepada panggilan Allah itu oleh iman.
Kejadian 20:3
(20:3)
Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi
serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang
telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
"Pada waktu malam" -> 7 tahun penuh antikris menjadi raja dan berkuasa
atas dunia ini.
Adapun 7 tahun tersebut dibagi dalam 2 (dua) bagian:
-
3,5 tahun pertama disebutlah itu PRA-ANIAYA.
Pada saat itu ibadah dan
pelayanan masih dapat berjalan, namun ibadah sudah SULIT, sehingga harga firman
Allah menjadi mahal yaitu: “... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai
sedinar” (Wahyu 6:6).
-
3,5 tahun yang kedua disebutlah itu PUNCAK GELAP MALAM = Puncak pencobaan
Sebab, pada masa itu:
a. Terjadi siksaan yang sangat dahsyat yang belum
pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi manakala antikris dimusnahkan.
b. Antikris menghentikan korban sehari-hari yakni korban
sembelihan dan korban santapan.
Akibatnya: Tidak ada lagi kesempatan
untuk mencari keselamatan dan bertobat = Darah Yesus tidak berlaku lagi.
Selama kita masih berada dalam
kegiatan korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan maka
pada saat itu darah Yesus masih berlaku dan berkuasa untuk menolong kita,
berkuasa untuk menghentikan dosa. Oleh sebab itu hargai korban sehari-hari dan
berikan diri digembalakan oleh korban sehari-hari. Korban sehari-hari
semestinya ada di atas gunung Tuhan yang kudus untuk menggembalakan sidang
jemaat.
Maka, selama hari masih siang
bekerjalah, sebab pada waktu malam (masa kegelapan) disitu tidak ada lagi
kesempatan untuk bertobat/tidak ada kesempatan untuk mengerjakan keselamatan
dengan takut dan gentar.
Kejadian 20:4-6
(20:4)
Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah
Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? (20:5) Bukankah orang itu
sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah
mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan
dengan tangan yang suci." (20:6) Lalu berfirmanlah Allah kepadanya
dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan
hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap
Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
Kepada Abimelekh Tuhan berkata: "Aku tidak
membiarkan engkau menjamah dia."
Artinya: Di hari-hari terakhir ini nikah suci tidak akan
dikuasai oleh antikris, asalkan kita hidup dalam kesucian pasti Tuhan
jaga dan Tuhan bela.
Terkait dengan “NIKAH SUCI.”
Efesus 5:32-33
(5:32)
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan
jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah
isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati
suaminya.
Hubungan Kristus dan jemaat sama seperti HUBUNGAN ANTARA SUAMI ISTERI.
-
Suami mengasihi
isterinya.
-
Sedangkan, isteri menghormati atau tunduk kepada suaminya.
Dengan sikap dari suami isteri ini disebutlah NIKAH SUCI,
sehingga tidak akan disentuh/dijamah oleh roh antikris (Abimelekh rohani).
KRISTUS adalah Kepala Gereja dan Mempelai Laki-Laki Sorga
(suami) yang sangat mengasihi tubuh-Nya yaitu gereja Tuhan.
Buktinya: Ia rela menderita sengsara dan mati di atas kayu
salib dan oleh kematian-Nya tidak ada satupun tulang-tulang-Nya yang
dipatahkan. Artinya: Gereja Tuhan dibangun menjadi SATU KESATUAN YANG SEMPURNA,
berarti tanpa cacat, kerut, atau yang serupa itu. Demikianlah gereja Tuhan
ditempatkan di hadapan diri-Nya, bercahaya kemuliaan Allah. Ayat referensi: Yohanes
19:30-34.
Yohanes 19:30
(19:30)
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yesus menderita sengsara dan rela mati di atas kayu salib.
Yohanes 19:31-34
(19:31)
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak
tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar --
maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya
kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. (19:32)
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan
kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; (19:33)
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati,
mereka tidak mematahkan kaki-Nya, (19:34) tetapi seorang dari
antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir
keluar darah dan air.
Kristus sebagai Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga (Suami)
betul-betul mengasihi isterinya, gereja Tuhan sebagai tubuh-Nya. Buktinya: Tidak ada satupun dari
tulang-tulang-Nya yang dipatahkan, dengan demikian di atas kayu salib Ia telah
membangun tubuh-Nya sendiri itulah gereja Tuhan menjadi satu kesatuan yang
tidak terpisah, berarti sempurna = Tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu.
Itu sebabnya, ketika Tuhan Allah membangun seorang perempuan
dari satu tulang rusuk Adam, lalu dibawa kepada Adam, pada saat itulah Adam
berkata di dalam Kejadian 2:23, “... Inilah dia, tulang dari tulangku
dan daging dari dagingku ...”
Inilah bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi tubuh-Nya, sidang
mempelai-Nya, Dia membangun hidup kita menjadi satu kesatuan yang sempurna;
tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu.
Sedangkan, GEREJA TUHAN adalah gambaran dari tubuh
Kristus tanpa cacat dan cela, dia tunduk dan hormat kepada Kristus, Kepala,
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai Abraham adalah tuannya ... 1
Petrus 3:6.
Jikalau suami adalah “tuannya” berarti Sara mengambil rupa
hamba. Marilah kita hidup dari sikap Sara ini yaitu tunduk dan hormat kepada
Tuhan, Dia Tuan dari semua hamba-hamba Tuhan (Lukas 17:7-10).
Inilah nikah suci yang tidak dijamah oleh roh antikris;
suami mengasihi isteri dan isteri tunduk kepada suami.
Oleh sebab itu, hendaklah bersyukur kepada Tuhan Yesus
Kristus, Dia Allah yang hidup, yang telah mempercayakan kepada kita firman
pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel untuk menggembalakan hidup dan
nikah kita sehingga berada dalam nikah yang suci, berarti tidak tersentuh dan
tidak terjamah oleh Abimelekh rohani itulah ANTIKRIS.
Maka, jangan lepaskan Pengajaran Mempelai sampai kapanpun,
Pengajaran Mempelai ini adalah HARGA MATI. Yang mendahsyatkan kita: “Pengajaran
Mempelai dalam terangnya Tabernakel.”
PRAKTEK NIKAH TIDAK DIJAMAH ANTIKRIS.
Wahyu 14:1 --
Perikop: "Anak Domba dan pengikut-Nya yang ditebus-Nya."
(14:1)
Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan
bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di
dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Nampaklah INTI MEMPELAI jumlahnya 144.000 (seratus empat
puluh empat ribu) orang.
Lalu di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama
Bapa-Nya, menunjukkan bahwa mereka adalah INTI MEMPELAI = PUTERI-PUTERI
SION.
Wahyu 3:12 -- Perikop: "Kepada jemaat di
Filadelfia."
(3:12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru
di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ;
dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu
Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang
baru.
“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam
Bait Suci Allah-Ku ...” Berarti menjadi tiang penopang di dalam
rumah Tuhan, itulah hamba-hamba Tuhan, pelayan Tuhan, imam-imam.
Yang menjadi sokoguru di sini adalah orang yang menang
berarti bukan hamba dosa. Namun, jika seseorang hamba dosa maka dia akan takut
menjadi sokoguru, pelayan TUHAN, padalah menjadi sokoguru adalah suatu
keindahan, kemurahan.
Seseorang tidak mau menjadi sokoguru bukan karena dia
menolak suatu keindahan, kemurahan, atau berkat dari Tuhan, melainkan dia tidak
mau menyangkal diri dan memikul salib.
“... dan ia tidak akan keluar lagi dari situ.” Ini keuntungan menjadi sokoguru, tetap selama-lamanya di
situ sampai kedatangan Tuhan Yesus, untuk yang kedua kalinya. Menjadi sokoguru
adalah satu-satunya sarana untuk mencapai kesempurnaan.
“ ... padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota
Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, dan nama-Ku yang baru.” Namun dalam Wahyu 14:1 tidak lagi tertulis “kota
kudus, Yerusalem baru” sebab dia sendiri adalah Puteri Sion yaitu inti mempelai
Tuhan.
Di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya, artinya: Di dalam pikiran mereka tidak ada yang lain selain
HANYA ALLAH saja, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 14:2-3
(14:2)
Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan
deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi
pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. (14:3) Mereka
menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat
makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian
itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus
dari bumi itu.
Terdapat bunyi pemain-pemain kecapi (ayat 2) dan
nyanyian baru (ayat 3), artinya: Doa penyembahan disertai bahasa
lidah/bahasa roh/bahasa asing yang tidak dapat dipelajari oleh siapapun
-> HARI PERHENTIAN = Berdiam diri di hadapan Tuhan = Tuhan yang mengambil
alih atas segala sesuatu yang ada di dalam diri mereka.
-
Bunyi pemain kecapi -> Doa penyembahan.
-
Nyanyian baru -> Bahasa asing yang tidak dapat dipelajari oleh siapapun.
Percayalah bahwa Tuhan bertanggung jawab atas hidup dan masa
depan kita, itulah bagian dari orang yang berdiam diri. Banyak orang demi
mencari sesuap nasi pergi ke luar negeri/luar daerah dan meninggalkan ibadah
dan pelayanan, itu bukan berdiam diri.
Namun, lihatlah inti mempelai membangun nikah suci di
hadapan Tuhan, betul-betul nikah suci mereka tidak tersentuh/tidak terjamah
oleh Abimelekh rohani (antikris), karena dia berdiam diri. Kalau seseorang
meninggalkan jam-jam ibadah karena kesibukan berarti Abimelekh rohani
(antikris) telah menjamah/menyentuh dan merusak hubungan orang tersebut dengan
Tuhan.
Yesaya 28:11-12
(28:11)
Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang
berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini (28:12) Dia yang telah
berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian
kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka
tidak mau mendengarkan.
Inilah tempat perhentian atau tempat peristirahatan = Berdiam
diri.
Berdiam diri saja sebab Tuhan akan mengambil alih dan
bertanggung jawab atas kehidupan kita. Oleh sebab itu, jangan biarkan diri
untuk dijamah oleh Abimelekh rohani (antikris), jangan sampai hubunganmu dengan
Tuhan dijamah dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, yaitu:
kesibukan-kesibukan duniawi.
Saya akui ada seorang jemaat yang dengar-dengaran kepada
Tuhan walaupun memiliki kesempatan beberapa tahun yang lalu untuk bekerja di
luar kota, namun tetap dengar-dengaran kepada firman Allah dan pada akhirnya
semuanya menjadi manis dan indah, semuanya tercukupkan. Sekalipun bagi manusia
tampaknya seperti suami yang bodoh, namun sesungguhnya terpelihara. Maka, Tuhan
yang mengambil alih apabila kita berdiam diri.
Berdiam diri di mata dunia seperti hal BODOH, tapi bagi anak
Tuhan itu adalah sikap yang BIJAKSANA karena mengetahui itu adalah satu-satunya
cara supaya hubungannya dengan Tuhan tidak dijamah, tidak disentuh oleh
tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab itulah roh antikris.
PRAKTEK NIKAH TIDAK DIJAMAH ANTIKRIS.
Wahyu 14:4-5
(14:4)
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan
perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka
adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi
Allah dan bagi Anak Domba itu. (14:5) Dan di dalam mulut mereka tidak
terdapat dusta; mereka tidak bercela.
Praktek nikah tidak dijamah antikris:
1. Tidak mencemarkan dirinya dengan
perempuan-perempuan,
itulah dua perempuan dalam kitab Wahyu BABEL dan IZEBEL.
-
Perempuan Babel -> Antikris dan ajarannya yaitu mengutamakan
dunia dan kemegahannya.
-
Perempuan Izebel -> Nabi palsu dengan ajarannya yang
membinasakan.
Contoh ajaran yang
membinasakan:
-
Ahli Taurat dan orang Farisi: Taurat ditambah ajaran adat istiadat
-
Nabi palsu: Menyampaikan satu ayat tetapi ditambah cerita isapan
jempol, dongeng nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong manusia,
guyon-guyon si pengkhotbah
... 2 Petrus 2:3.
Singkat kata, inti mempelai
(puteri-puteri Sion) mempertahankan kemurniannya.
2. Mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi = Menyangkal diri, memikul salib, mengikut
Tuhan
-
Menyangkal diri = Menyangkal segala kelebihan-kelebihan dalam
diri.
-
Memikul salib = Memikul suatu tanggung jawab, yaitu: kebenaran
yang sejati.
-
Mengikut Tuhan = Tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan = Bersikap
seperti laki-laki = Tidak mendua hati.
3. Ditebus sebagai korban-korban sulung = Menjadi anak sulung.
Muara dari penebusan
ialah: menjadi imamat rajani, berarti berada dalam kedudukan yang sangat
tinggi, sebab mereka akan memerintah sebagai raja di bumi, berarti tuan bukan
hamba, sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu
5:9-10.
CONTOH ANAK SULUNG: Sama seperti
suku Lewi yang dipisahkan dari antara umat Israel untuk mendekat kepada Tuhan, itu berarti diberi kesempatan untuk melayani Tuhan dan melayani umat
ketebusan Tuhan.
Jika kita diceraikan
dari dunia ini bukan karena Tuhan mengekang kebebasan kita tetapi supaya kita
memperoleh kesempatan untuk mendekat kepada Tuhan. Jika kita tetap menyatu
dengan dunia maka tidak ada kesempatan mendekat kepada Tuhan, seperti Rasul
Paulus, dia telah diceraikan dari dunia ini.
4. Di mulut mereka tidak terdapat dusta = Memberi diri dipimpin Roh Tuhan.
Dalam Yakobus 3:2
jika seseorang tidak bersalah dalam perkataan maka dia adalah orang yang sempurna. Oleh sebab itu, jangan
biasakan berbicara dengan kata-kata yang tidak benar (dusta) karena kita rindu menjadi
seseorang yang sempurna. Maka, jika ya, katakan ya, jika tidak, katakan tidak,
lebih dari itu berasal dari setan ... Matius 5:37.
5. Tidak bercela, berarti senantiasa disucikan sampai sempurna.
Keadaan gereja Tuhan
yang sempurna ada di dalam Wahyu 21:11, bercahaya kemuliaan Allah, sama
seperti permata yaspis, permata yang paling indah, jernih seperti kristal.
Kristal berarti
transparan = Bagian dalam dan luar sama = Tidak berlaku munafik. Hal ini
menunjukkan bahwa kedudukan rohani mereka sama seperti kedudukan rohani dari
pada mempelai Laki-Laki Sorga.
Jelas dapat kita simpulkan bahwa campur tangan Abimelekh
rohani (antikris) tidak ada dalam hidup mereka (Inti Mempelai) saat mereka
membangun hubungan intim dengan Tuhan. Jadi, hubungan intim mereka dengan Tuhan
tidak tercemari/tidak tersentuh/tidak terjamah oleh tangan-tangan yang tidak
bertanggung jawab itulah Abimelekh rohani (antikris).
Inilah cara Tuhan membela kita, memang secara kasat mata
kita tidak bisa melihat bahwa tangan Tuhan sedang diulurkan untuk menyatakan
suatu pembelaan di dalam hal menjauhkan kita dari jamahan Abimelekh rohani
(antikris), tetapi lewat pembukaan rahasia firman Tuhan sampai malam ini kita
dapat melihat dengan mata rohani bahwa betul-betul kita ada di tangan Tuhan
sehingga Abimelekh rohani (antikris) tidak menyentuh rohani kita masing-masing,
tidak mengotori hubungan nikah suci dengan Tuhan.
Kejadian 20:12
(20:12)
Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku,
tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
Hubungan antara Abraham dan Sara adalah sebelum menjadi
suami isteri, Abraham dan Sara adalah bersaudara, sebab Sara adalah
saudara Abraham hanya beda ibu.
Singkat kata: Dari saudara menjadi isteri.
Demikian halnya gereja TUHAN, sebelum masuk dalam pesta
nikah Anak Domba, berarti kita jadikan Tuhan sebagai saudara dan sahabat.
Amsal 7:4-5
(7:4)
Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan
sebutkanlah pengertian itu sanakmu, (7:5) supaya engkau dilindunginya
terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin
perkataannya.
Hikmat Tuhan adalah saudara kita. Pengertian yang kita
peroleh dari pembukaan rahasia firman Tuhan itu adalah sanak yang paling dekat
dari semua saudara-saudara di bumi ini.
Kenapa kita menjadikan hikmat sebagai saudara dan pengertian
sebagai sanak yang paling dekat dari sanak saudara sedaging? Jawabnya: hikmat dan pengertian melindungi kita dari 2 (dua)
perempuan yang tertulis dalam kitab Wahyu, yaitu:
1. Perempuan jalang -> Perempuan Babel = Antikris.
2. Perempuan asing -> Perempuan Izebel = Nabi-nabi palsu dengan
perkataannya yang licin. Setiap yang berjalan di jalan yang licin pasti
tergelincir dan tergeletak. Kehidupan semacam ini tidak mau mendengarkan
perkataan hamba Tuhan yang diurapi ... Yesaya 28:12-13.
Oleh sebab itu, jadikan hikmat dan pengertian sebagai sanak
saudara lebih dari saudara sedaging, lebih dari keluarga di dunia, sebab itu
satu-satunya cara sehingga kehidupan kita terbebas dari perempuan jalang dan
perempuan asing.
Rut 2:1 -- Perikop: "Rut bertemu dengan
Boas."
(2:1)
Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya
raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. (2:2) Maka Rut, perempuan
Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut
bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan
sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku." (2:3) Pergilah ia,
lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit;
kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
Rut sebagai anak mantu minta doa restu karena ia hendak
pergi ke ladang untuk memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah
hatinya. Kalau seorang anak mendapat doa restu maka dia akan berada di ladang
yang tepat, seperti Rut pergi dan tanpa disadari, Ia telah bekerja di ladang
Boas.
Jangan kita berada di ladang-ladang yang lain termasuk
ladang dunia, tetaplah berada di ladang Tuhan.
Jika saudara mau melakukan sesuatu maka mohonkanlah doa
restu dari gembala sidang, memang saudara bisa saja melakukan sesuatu tanpa doa
restu dan tetap berhasil, tetapi di tengah-tengah keberhasilan itu ada resiko
yang harus ditanggung. Namun, jika kita memperoleh doa restu, sekalipun ada
resiko maka Tuhan akan yang tanggung. Sama halnya dengan pemberkatan nikah
apabila Tuhan yang memberkati maka Tuhan yang bertanggung jawab jika dia tetap
berada di ladang Tuhan.
Rut tidak pernah berpikir ada di ladang Boas, tetapi Rut
mendapatkan doa restu. Kemudian, Rut adalah gambaran dari gereja yang rendah
hati sebab Rut selalu berada di belakang penyabit-penyabit, tidak mau
menonjolkan diri melainkan terus mengikuti rencana Tuhan dengan segala
kerendahan hatinya di tengah ibadah dan pelayanan.
Tadi kita sudah melihat bahwa Boas ternyata sanak saudara
dari Elimelekh. Demikian juga firman Allah adalah sanak saudara kita
melebihi dari saudara daging.
Rut 2:15-19
(2:15)
Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada
pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh
memungut, janganlah ia diganggu; (2:16) bahkan haruslah kamu dengan
sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan
meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."
(2:17) Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik
yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya. (2:18)
Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang
dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya
sisa yang ada setelah kenyang itu, (2:19) maka berkatalah mertuanya
kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini?
Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu
diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya:
"Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas."
“... supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap
dia.”
Kalau kita jadikan firman Allah sebagai sanak saudara kita,
maka ada jaminan dari firman Allah, ada pemeliharaan dan dibela, karena dia
diizinkan mengambil jelai-jelai yang sudah disabit dari antara tumpukan itu.
“... lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada
kira-kira seefa jelai banyaknya.” Jika
kita bandingkan ketika Israel di padang gurun memungut manna segomer berarti,
hanya sepersepuluh efa, namun kemurahan Tuhan kepada gereja Rut yang
menghargai firman Allah lebih dari sanak saudara sedaging, dia dipelihara oleh
firman Allah kira-kira seefa jelai. Luar biasa kemurahan Tuhan jika kita
jadikan firman Allah sebagai sanak saudara melebihi dari sanak saudara
sedaging, sebab Tuhan akan nyatakan pembelaan dan kemurahan terus berlaku atas
kita.
Setelah mendapat kemurahan, gereja Rut dapat menceritakan
bahwa kemurahan itu datang dari Boas, yang merupakan sanak saudara dari
Elimelekh. Oleh sebab itu, jadikan firman Allah itulah jelai dan gandum menjadi
sanak saudara yang lebih dari sanak saudara sedaging, maka kelak akan dibela,
dipelihara, dan hidup dalam kemurahan Tuhan.
Sampai pada akhirnya dalam Rut 4:1-17, Rut menjadi
isteri Boas, berarti masuk dalam pesta nikah.
Demikianlah pengakuan Abraham kepada Abimelekh “dia
adalah saudaraku” namun “menjadi isteriku.”
Kita patut bersyukur kepada Tuhan sebab satu kali kelak kita
akan masuk dalam pesta nikah Anak Domba, menjadi isteri Mempelai Laki-Laki
Sorga, asalkan terlebih dahulu firman yang dibukakan itu kita jadikan sanak
saudara melebihi dari sanak saudara sedaging.
Dunia tidak memahami rencana Tuhan, tetapi kepada gereja
mempelai, kepada GPT “Betania” Serang & Cilegon
yang sederhana dan kecil, semuanya dinyatakan dan tidak ada yang
tersembunyi karena kita mau menjadi merendahkan diri dan mau menjadi kecil dan
dikecilkan (Matius 11:25), sehingga kita dapat mengerti rencana Tuhan.
Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment