IBADAH DOA PENYEMBAHAN,
26 MEI 2026
YUDAS 1:11
(Seri: 24)
Subtema: KEBUN
ANGGUR
Mula pertama saya
ucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang oleh karena rahmat-Nya kita semuanya
dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang lewat Ibadah
Doa Penyembahan dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki Salib Tuhan.
Kita serahkan diri kita untuk senantiasa dipengaruhi sepenuhnya oleh Roh Tuhan.
Saya juga tidak lupa
menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online
atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apapun yang dapat digunakan.
Selanjutnya marilah kita
sambut SURAT YUDAS sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.
Namun tetaplah berdoa
dalam Roh, mohonlah kemurahan dari pada Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu
meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:11
(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang
ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam
kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...” antara lain:
a. Karena mereka
mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam
kesesatan Bileam.
c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti
Korah.
Tentang: MEREKA BINASA
KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 12).
Bilangan 16:1-2 --
Perikop: "Pemberontakan Korah,
Datan dan Abiram."
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang
Ruben, mengajak orang-orang (16:2)
untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel,
pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya
orang-orang yang kenamaan.
Korah dan kumpulannya
bangkit untuk memberontak melawan Musa.
Yang termasuk/bergabung
dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250
pemimpin-pemimpin kenamaan.
Bilangan 16:9
(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah
Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu
melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk
melayani mereka, (16:10) dan bahwa
engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi?
Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan
segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun,
sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Pendeknya, Korah menuntut
pangkat imam lagi.
Inilah yang menjadi
motif sehingga Korah dan kumpulannya memberontak kepada Musa dan Harun.
Padahal Korah dan
segenap bani Lewi telah dipisahkan ALLAH dari umat Israel dan diperbolehkan
untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya seluruh bani Lewi diberi kesempatan
untuk:
- Melayani TUHAN
dan melayani pekerjaan TUHAN di dalam rumah TUHAN mulai dari Halaman sampai
Ruangan Suci.
- Bertugas untuk
melayani umat Israel.
Tetapi kenyataannya,
mereka masih menuntut pangkat imam.
Bilangan 16:12
(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.
Musa memanggil Datan dan
Abiram, tetapi mereka tidak mau datang.
Hal ini menunjukkan
bahwa Datan dan Abiram:
- Tidak tunduk =
Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.
- Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan
suci = Kehendak daging ingin mengatasi kehendak Allah.
Bilangan 16:13-14
(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari
suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati
di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?
(16:14) Sungguh, engkau tidak
membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun
memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik
pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau
datang."
Selain tidak mau datang,
ternyata Datan dan Abiram juga menuduh
bahwa:
a. Musa
menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.
Dalam hal ini,
seolah-olah Musa adalah pemimpin yang tidak bertanggung jawab.
Alasannya: Musa
membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk dibiarkan mati di padang
gurun, sebab bagi Datan dan Abiram Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah
air susu dan madunya.
b. Musa mengelabui mata umat Israel.
Maksudnya, Musa adalah orang munafik yang
suka menipu umat TUHAN.
Alasannya: Musa tidak
membawa bangsa Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, sebab
bagi Datan dan Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan
ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.
Saudara, sesungguhnya
Musa bukanlah orang munafik yang suka mengelabui mata umat Israel.
Hal itu dapat kita
buktikan dalam…
Keluaran 3:7-8
(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan
dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah
mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku
mengetahui penderitaan mereka. (3:8)
Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir
dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas,
suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan,
orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Pada ayat 7, Tuhan memperhatikan sengsara umat Israel di Mesir, juga mendengar seruan mereka, oleh
pengerah-pengerah di Mesir.
Sesungguhnya, Tuhan
turun untuk melepaskan umat Israel dari tangan orang Mesir.
Itu berarti, Mesir
bukanlah negeri yang berlimpah susu dan madu, dengan demikian Mesir tidak layak
dijadikan sebagai milik Pusaka, sebab Mesir adalah negeri PERBUDAKAN.
Sebaliknya, Kanaan adalah negeri yang baik dan luas,
berlimpah-limpah susu dan madunya.
Keluaran 3:16-17
(3:16) Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah
kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu,
Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta
berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di
Mesir. (3:17) Jadi Aku telah
berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju
ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan
orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Singkat kata; Tuhanlah
yang mengutus Musa dan ditetapkan sebagai pemimpin untuk menuntun bangsa Israel
keluar dari kesengsaraan Mesir, menuju Kanaan suatu negeri yang
berlimpah-limpah air susu dan madunya.
Namun, semuanya itu
DISANGKALI oleh Datan dan Abiram.
Selain berlimpah susu
dan madu, negeri Kanaan juga dapat dijadikan sebagai ladang-ladang dan
kebun-kebun anggur, sebagai milik Pusaka.
Kita patut bersyukur
kepada Tuhan, karena Tuhan yang menempatkan kita di tanah Kanaan rohani yang berlimpah
susu dan madu, kemudian dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur.
Itulah syarat supaya dapat
dijadikan milik pusaka.
-
Susu berbicara tentang
kekuatan Firman Allah.
-
Madu berbicara tentang
kemanisan Firman Allah.
Hal ini sudah diterangkan pada minggu lalu.
Malam ini kita akan
membahas tentang “Kanaan dapat dijadikan
KEBUN-KEBUN ANGGUR.”
Keterangan: KEBUN ANGGUR
Ulangan 11:8-9 --
Perikop: "Ketaatan mendatangkan
berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk."
(11:8) "Jadi kamu harus berpegang pada seluruh perintah yang
kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya kamu kuat untuk memasuki serta
menduduki negeri, ke mana kamu pergi mendudukinya, (11:9) dan supaya lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan TUHAN
dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka dan
kepada keturunan mereka, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Kanaan sebagai negeri
yang baik dan luas, kemudian berlimpah-limpah susu dan madunya.
Ulangan 11:10-11
(11:10) Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya,
bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah
ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun
sayur. (11:11) Tetapi negeri, ke
mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan
berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
Tanah Kanaan yang
menjadi milik pusaka bagi bangsa Israel tidak sama seperti tanah Mesir.
- Tanah Mesir digambarkan seperti kebun sayur.
Maksudnya, setelah
ditabur dengan benih harus diairi dengan jerih payah, berarti mengandalkan
manusia dan kekuatannya. Sebab, tanah
Mesir adalah tanah dataran.
Sebetulnya di dalam
Tuhan tidaklah seperti itu, sebab kita harus mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
Yeremia 17:5-6
(17:5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang
mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya
menjauh dari pada TUHAN! (17:6) Ia
akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya
keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang
asin yang tidak berpenduduk.
Perlu untuk diketahui:
orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya adalah orang yang hatinya jauh
dari pada TUHAN = undur dari Tuhan (undur dari Salib Kristus).
Contoh: Esau.
Kejadian 25:27-28
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi
seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi
Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. (25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab
ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
Esau adalah seorang yang
pandai berburu atau sibuk berburu daging, bahkan terlatih di dalam hal berburu
daging.
Ada 15 perbuatan daging,
semuanya tertulis dengan lengkap di dalam Galatia
5:19-21.
Roma 8:5
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan
hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal
yang dari Roh.
Hidup menurut daging
memikirkan hal-hal yang dari daging. Orang semacam ini tidak akan memikirkan
hal-hal yang dari Roh.
Prakteknya Esau:
1. Menjual hak
kesulungan demi semangkuk sop kacang merah = Menjual yang rohani demi yang
lahiriah (Kejadian 25:31-34).
2. Jubah yang maha indah disimpan di dalam
rumah (Kejadian 27:15).
Apa jubah yang maha
indah?
2 Timotius 1:14
(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya
kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Harta yang indah atau
jubah yang maha indah itulah karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus
yang dipercayakan oleh Tuhan.
Namun, kenyataannya,
jubah yang maha indah disimpan di dalam rumah. Padahal Alkitab berkata "peliharalah
harta yang indah."
Ada 9 (sembilan) karunia
Roh Kudus, antara lain:
1.
Karunia hikmat 4. Karunia menyembuhkan 7. Karunia membedakan
macam-macam roh
2.
Karunia pengetahuan 5. Karunia mengadakan mujizat 8.
Karunia bahasa roh
3.
Karunia iman 6.
Karunia bernubuat 9.
Karunia menafsirkan bahasa roh
Kemudian, ada 9
(sembilan) jabatan Roh Kudus, yang dirampingkan menjadi 5 (lima) jabatan:
- Rasul
- Nabi
- Penginjil
- Gembala
- Guru
1 Timotius 4:14
(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada
padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan
sidang penatua.
Alkitab berkata:
"Jangan lalai dalam mempergunakan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh
El Kudus."
Sebab, karunia-karunia
dan jabatan-jabatan Roh El Kudus diberikan kepada kita lewat 2 hal:
1. Nubuat,
itulah penyucian lewat pembukaan rahasia firman.
2. Penumpangan tangan sidang penatua. Berbicara
tentang kemurahan Tuhan dan kasih karunia Tuhan.
Namun, semuanya itu
diabaikan oleh Esau, karena dia sibuk berburu daging bahkan terlatih di dalam
hal berburu daging.
Roma 8:6-7
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi
keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,
karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin
baginya.
Keinginan daging adalah
MAUT. Kemudian, orang yang hidup menurut daging menjadi seteru Tuhan (musuh
Tuhan).
Itulah gambaran dari
Tanah Mesir, disebutlah kebun-kebun
sayur.
Kebun sayur itu setelah
ditaburi dengan benih, di airi dengan jerih payah, berarti; mengandalkan
manusia dengan kekuatannya,
Mesir adalah gambaran
dari dunia, sehingga tidak layak dijadikan milik pusaka.
Satu kali Tuhan akan
membawa kita ke Tanah Perjanjian (tanah Air Sorgawi), layak dijadikan sebagai
Milik Pusaka.
Tanah Perjanjian itu
baik dan luas; limpah air susu (Firman yang memberi kekuatan) dan madu (Firman
dengan kemanisannya), walaupun praktek di dalam tubuh pahit tetapi hasilnya
manis.
Kita sudah melihat Tanah
Mesir, sekarang kita akan melihat Tanah Kanaan.
"TANAH KANAAN"
Ulangan 11:10
(11:11) Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,
ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang
mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
Kanaan adalah gambaran
dari KEBUN ANGGUR TUHAN.
Alasannya, Kanaan itu bergunung-gunung
dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan turun dari langit = Hidup dalam kemurahan.
Jadi kalau kita ada di
dalam Kanaan Rohani (ada di kebun anggur Tuhan), niscaya kita hidup di dalam
kemurahan TUHAN.
Tinggallah di Kanaan
Rohani, berarti menjadi kebun anggur Tuhan, niscaya hidup dari Kemurahan Tuhan
saja.
Bergunung dan berlembah à Pengalaman kematian
dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Oleh kematian dan
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, kita hidup di dalam KEMURAHAN.
Paulus hidup dalam
kemurahan, dahulu --- aku yang tadinya
seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku
telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan
yaitu di luar iman…
1 Timotius 1:13-14.
(1:13) aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang
penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya
itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. (1:14) Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah
dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus
Yesus.
Tetapi oleh kemurahan Tuhan Rasul Paulus dipercayakan
sebagai jabatan rasul.
1 Korintus 15:8
(15:8) Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri
juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
Jika Tuhan berikan karunia-karunia
dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus itu adalah kemurahan.
Bagaimana sikap Paulus
terhadap Kemurahan yang dirasakan?
1 Korintus 15:9
(15:9) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul,
bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. (15:10) Tetapi karena kasih karunia
Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang
dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih
keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia
Allah yang menyertai aku.
Kita ada sebagaimana
kita ada itu adalah kemurahan, maka jangan sia-siakan kemurahan Tuhan.
Dipercayakan karunia-karunia
dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus, jelas itu adalah Kemurahan Tuhan. Justru
dengan karunia yang limpah, Paulus bekerja lebih keras dari pada rasul lain.
Namun, jika Paulus
bekerja lebih keras dari rasul yang lain bukan karena kekuatannya, tetapi
karena kemurahan Tuhan; dari kemurahan kembali kepada kemurahan, dari kasih
karunia yang satu Tuhan membawa kepada kasih karunia yang lain, dan dari
kemuliaan yang satu dibawa kepada kemuliaan yang lain, sampai Tuhan datang
kembali.
Oleh sebab itu,
janganlah kita menganggap enteng terhadap kemurahan TUHAN.
Coba saudara ingat siapa kita dahulu sebelum dipanggil?... Dahulu kita penuh
dengan kejahatan, penuh dengan kemunafikan, penuh dengan dusta, penuh dengna
tipu daya, sehingga kita merasa tidak layak di hadapan Tuhan.
Tetapi Tuhan telah
keluarkan kita dari Mesir, gambaran dari dunia ini, lalu dibawa masuk ke Tanah Kanaan, Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan.
Sekarang kita sudah ada
di kebun anggur Tuhan. Di tengah kebun angggur Tuhan, kita berlimpah Kasih
Karunia, sehingga kita tidak perlu lagi mengandalkan manusia dan kekuatannya.
Kita kembali membaca…
Ulangan 11:11-12
(15:11) Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami
mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya. (15:12) Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan
dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan,
bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
Di tengah-tengah
kemurahan itu, Tuhan juga menyatakan:
1. Pemeliharaan;
dilindungi, dibela dari segala perkara.
2. Mata Tuhan mengawasi, berarti jadi biji mata Tuhan. Jika menjadi biji
mata Tuhan maka kotoran tidak dibiarkan masuk ke dalam mata.
Sampai kapan kita diawasi Tuhan? sampai kapan kita menjadi
biji mata Tuhan? Dari awal sampai akhir Tahun, berarti; berbicara soal “hujan awal dan hujan akhir”.
-
HUJAN AWAL à INJIL KESELAMATAN (Efesus 1:13).
Manfaat Injil
Keselamatan: Orang-orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat akhirnya:
1. Percaya.
Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada PINTU GERBANG.
2. Bertobat. Bila dikaitkan dengan Pola
Tabernakel terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
3. Dibaptis Air. Bila dikaitkan dengan
Pola Tabernakel terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA.
4. Dipenuhkan
Roh Kudus. Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada PINTU
KEMAH, pemisah antara Halaman dan Pintu Kemah.
Ayat referensinya Kisah
Para Rasul 2:36-37---Perikop: “Khotbah
Petrus”
(2:36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa
Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan
Kristus." (2:37) Ketika mereka
mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada
Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat,
saudara-saudara?" (2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan
hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus
untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (2:39)
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
Ciri-ciri Penginjilan: Ada
kegerakan, ada perbuatan ajaib, ada tanda-tanda heran, ada pengsuiran setan,
ada mujizat-mujizat kesembuhan.
Tetapi, mata Tuhan tidak
berhenti sampai disitu mengawasi kita, maka harus lanjut kepada INJIL KERAJAAN,
sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasul Paulus di dalam Ibrani 6:1 -- Sebab itu marilah
kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih
kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar
pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada
Allah,
Jadi untuk sampai kepada
kepenuhan Kristus, terimalah INJIL KERAJAAN.
Sampai kapan diawasi Tuhan? sampai kapan kita menjadi biji mata Tuhan? Dari awal sampai akhir
Tahun, berbicara soal hujan awal dan hujan akhir.
- HUJAN AKHIR à INJIL KERAJAAN disebut juga Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka
ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil
tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Firman pengajaran yang
rahasianya dibukakan disebut juga Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.
Manfaat Injil Kerajaan disebut Cahaya Injil tentang
Kemuliaan Kristus: Membawa kita kembali
segambar serupa dengan Allah (wujud semula) = membawa kembali kepada
Kerajaan Sorga.
Disebutlah mempelai
wanita Tuhan, berarti; kualitas rohaninya sederajat dengan kualitas rohani dari
pada Mempelai Laki-Laki Sorga.
Inilah yang disebut
pasangan yang seimbang.
Wahyu 21:9-11
(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang
ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia
berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu
pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung
yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu,
Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. (21:11)
Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang
paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
Intinya; Mempelai Tuhan bercahaya kemuliaan Allah,
berarti; kualitas rohani dari mempelai wanita Tuhan sederajat dengan kualitas
rohani dari pada Mempelai Laki-Laki Sorga.
Inilah pasangan yang
seimbang, barulah dapat masuk dalam pesta kawin Anak Domba.
Jadi mata Tuhan
mengawasi kita dari HUJAN AWAL sampai HUJAN AKHIR.
Mata Tuhan terus mengawasi kita sampai dijadikan sebagai
Mempelai Wanita Tuhan.
Itulah yang disebut
kebun anggur Tuhan berarti; layak dijadikan sebagai milik Pusaka yang limpah
susu dan madu. Kemudian dapat dijadikan sebagai ladang-ladang dan kebun-kebun
anggur.
Dalam kesempatan malam
ini kita membahas tentang KEBUN ANGGUR.
Inilah tentang KEBUN
ANGGUR, jadi jangan samakan kebun anggur dengan kebun sayur.
KEBUN ANGGUR itu BERGUNUNG
dan BERLEMBAH.
Sedangkan kebun sayur disebut dataran, berarti mengandalkan manusia dan kekuatannya itulah Mesir.
Mesir adalah gambaran
dunia, sehingga tidak layak dijadikan milik Pusaka.
Sasaran kita bukan dunia,
tetapi Tanah yang dijanjikan oleh TUHAN itulah TANAH AIR SORGAWI Hidup dari
iman Abraham
Tuhan memberkati kita
semua.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
KITA SEMUA
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel
U. Sitohang
No comments:
Post a Comment