IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 29 AGUSTUS 2026
STUDY YUSUF
(Seri: 32)
Subtema: 3 (TIGA) LINGKARAN CAHAYA
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang beribadah kepada TUHAN lewat Ibadah Kaum Muda Remaja pada malam ini, semuanya oleh karena belas kasihan Tuhan.
Saya juga tidak lupa menyapa saudara/saudari, bapak/ibu, secara khusus kaum muda remaja, yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik lewat YouTube, Facebook, TikTok. Kiranya damai sejahtera Allah memenuhi hati kita, memenuhi ruangan ini dan oleh damai sejahtera Allah ada kesukaan Sorgawi saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.
Kita kembali mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Kita masih membahas Kejadian 44:18-34 dan merupakan seri ke-32 malam ini.
Namun tetap berdoa dalam roh dan mohon kemurahan dari Tuhan supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap kehadiran kita maupun saudara yang mengikuti secara online, sehingga ibadah ini tidak menjadi sia-sia dan kita pulang tidak sama ketika kita datang, karena Tuhan sudah memberikan kelepasan, serta Tuhan ditinggikan di atas segala sesuatu dalam diri kita masing-masing.
Seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34 merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Dalam tutur kata itu Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu.
Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?
Jawabnya dapat kita temukan di dalam …
Kejadian 44:29-31
(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).
Keterangan: MATI KARENA DUKACITA (Bagian 9).
2 Korintus 7:8-10
(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Ada 2 (dua) jenis dukacita menurut apa yang dipaparkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, antara lain:
“Dukacita menurut kehendak Allah” ... ayat 9.
“Dukacita yang dari dunia menghasilkan kematian” ... ayat 10.
Selanjutnya kita akan melihat contoh: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH (Bagian 6).
Sesuai dengan pengakuan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, pada ayat 8: "... aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu"
Pendeknya, jemaat di Korintus berdukacita karena firman Allah yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam penjara di Roma, kemudian dikirimkan kepada jemaat di Asia kecil, juga dikirimkan kepada jemaat di Korintus.
Inilah yang dimaksud dengan dukacita menurut kehendak Allah, yaitu dukacita yang menghasilkan pertobatan.
Seringkali kita oleh karena nasihat firman/teguran firman sampai membuat hati kita sedih, namun Paulus berkata “itu jauh lebih baik” supaya dengan teguran/nasihat firman terjadi pertobatan, dukacita semacam ini adalah dukacita menurut kehendak Allah.
Berbeda dengan khotbah guyon-guyon, tidak pernah menghasilkan pertobatan. Tetapi oleh teguran dan nasehat yang membuat hati sedih, inilah yang disebut dukacita menurut kehendak Allah. Percayalah dukacita semacam ini menghasilkan pertobatan. Jadi tidak perlu kita larut dalam kesedihan.
Lebih rinci kita membaca…
2 Timotius 3:16 --- Perikop: "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci."
(3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Tulisan yang diilhamkan Allah disebutlah itu Firman yang diurapi bermanfaat untuk 4 (empat) hal, yaitu:
Untuk mengajar.
Untuk menyatakan kesalahan.
Untuk memperbaiki kelakuan.
Untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Malam ini kita kembali untuk membahas manfaat yang keempat.
Keterangan manfaat ke-4: UNTUK MENDIDIK ORANG DALAM KEBENARAN (Bagian 3).
Kisah Para Rasul 22:3 --- Perikop: "Paulus berbicara kepada orang Yahudi."
(22:3) "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.
Paulus dididik dengan teliti menurut hukum Taurat di bawah asuhan Gamaliel, seorang guru besar dan tokoh terkemuka pada masa itu. Biasanya kalau seseorang dididik oleh guru besar dan tokoh terkemuka, timbul kebanggan bukan?
Kemudian oleh didikan itu Paulus menjadi seorang yang GIAT BEKERJA BAGI ALLAH.
Pendeknya, orang yang menerima didikan adalah:
Orang yang giat beribadah.
Orang yang giat melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan.
Kisah Para Rasul 22:4
(22:4) Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.
Namun pada ayat 4, Paulus menganiaya pengikut-pengikut jalan Tuhan sampai mati. Kemudian, ada yang ditangkap dan dipenjarakan.
Pendeknya, setelah dididik dengan teliti menurut hukum Taurat, Paulus justru ...
seorang penghujat,
seorang penganiaya,
seorang ganas.
Sebagaimana dengan yang tertulis dalam 1 Timotius 1:13, “aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas ...”
Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi? Hal ini yang harus kita telusuri.
Kemudian dijelaskan kembali di dalam apa yang ditulis Paulus kepada jemaat di Filipi.
Filipi 3:4-6 --- Perikop: "Kebenaran yang sejati."
(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Ada 7 (tujuh) kelebihan Paulus secara lahiriah yang melebihi orang lain, sebelum ia menjadi Rasul:
Disunat pada hari kedelapan.
Dari bangsa Israel.
Dari suku Benyamin.
Orang Ibrani asli.
Tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi.
Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat.
Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat Paulus tidak bercacat.
Tujuh kelebihan Paulus dibagi menjadi 2 (dua) bahagian:
Bahagian PERTAMA: Hal 1-4 adalah hal yang dibawa dari lahir (sifatnya mendarah daging) berarti tidak bisa dirubah (dihilangkan) dalam diri Paulus.
Bahagian KEDUA: Hal 5-7 adalah sikap atau tindakan Paulus menurut hukum Taurat, antara lain:
HAL KELIMA yaitu: ”... Tentang pendirian hukum Taurat, ia orang Farisi ...”
Adapun ragi Farisi adalah KEMUNAFIKAN, berarti oleh didikan hukum Taurat Paulus justru menjadi orang munafik.
Munafik, artinya: Diluar tidak sama dengan di dalam, di luar tampak indah namun bagian dalam hidupnya tidak indah.
TUHAN selalu mengingatkan murid-murid supaya waspada terhadap ragi farisi, yaitu; kemunafikan.
Contoh kemunafikan digambarkan seperti:
Kuburan; bagian luar dilabur putih namun pada bagian dalamnya penuh dengan tulang belulang (kedurjanaan).
Roti kena ragi yang berkembang di bagian luar namun bagian dalamnya kosong/berongga. Dampak negatifnya, ketika ditekan akan mengkisut, artinya tidak kuat menghadapi tekanan/pencobaan. Sementara pencobaan akan memuncak pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia.
Oleh sebab itu, jangan sampai kosong namun hati kita harus diisi penuh dengan; firman Allah, Roh Allah, dan kasih Allah.
Jika hidup kita penuh dengan firman maka kuat menghadapi pencobaan yang akan memuncak pada saat antikris menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia, persis dengan mimpi firaun yaitu:
YANG PERTAMA: “Tujuh tahun kelimpahan.”
Pada saat tujuh tahun kelimpahan itu Firaun melihat ...
Tujuh bulir gandum yang berisi (bernas) berbicara tentang tujuh tahun kelimpahan dalam pembukaan rahasia firman.
Tujuh lembu yang tambun berbicara tentang korban penebusan dan pendamaian yang dikerjakan Yesus di atas kayu salib.
YANG KEDUA: “Tujuh tahun kedua itulah tujuh tahun resesi.”
Tujuh tahun yang kedua, Firaun melihat tujuh bulir gandum yang tidak bernas (kosong) dan tujuh lembu yang kurus kering seperti kulit pemalut tulang. Berarti, pada saat itu tidak ada lagi korban sehari-hari, yaitu korban santapan dan korban sembelihan.
tidak ada lagi firman Allah (korban santapan)
tidak ada lagi korban penebusan (korban sembelihan)
Maka kalau seseorang hatinya kosong dan ia hidup dalam kemunafikan, niscaya ia akan sama seperti roti yang berongga-rongga, ketika ditekan akan mengkisut, tidak akan sanggup menghadapi pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja atas dunia. Oleh sebab itu jangan kita berlaku munafik.
Kenapa bisa terjadi kemunafikan? karena ibadahnya dijalankan menurut hukum taurat, ibadah dijalankan secara lahiriah saja. Kehidupan semacam ini nanti sulit menghadapi pencobaan. Perhatikanlah nasihat dan didikan firman Allah, jangan terjebak dengan didikan hukum taurat. Kita harus waspada.
HAL KEENAM yaitu: “... Tentang kegiatan, ia penganiaya jemaat ...”, yaitu orang-orang (jemaat Tuhan) yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Menurut orang Yahudi yang masih berpegang pada hukum Taurat, mereka yang tidak hidup menurut Taurat disebutlah itu:
Kafir, artinya hidup dalam penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.
Orang yang tidak bersunat.
Sebenarnya Alkitab berkata; bersunat atau tidak bersunat tidak penting, sebagaimana yang tertulis dalam 1 Korintus 7:18-19, “... Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
Jadi, bersunat atau tidak bersunat tidak penting, yang terpenting taat pada firman Allah, dan hati kita (manusia dalam) diisi penuh oleh firman Allah. Jangan hanya tampak indah bagian luar. Misalnya laki-laki ganteng gagah tapi bagian dalam hidupnya tidak diisi Firman Allah. Kehidupan semacam ini berbahaya.
Kemudian gagah karena memiliki pendidikan yang tinggi, bagian luarnya seperti roti yang kena ragi, tapi bagian dalamnya kosong dan berongga-rongga, dampak negatifnya mudah mengkisut bila ditekan; tidak sanggup menghadapi pencobaan, yang memuncak pada saat antikris menjadi raja yang berkuasa dan memerintah atas dunia.
Jadi, bersunat atau tidak bersunat tidak penting, yang terpenting hati kita diisi penuh dengan firman Allah. Tapi menurut tanggapan hukum taurat: orang yang tidak berpegang pada hukum taurat disebut bangsa kafir, disebut orang yang tidak bersunat, jadi pantas untuk dibunuh. Itu sebabnya hal KEENAM; tentang kegiatan Paulus penganiaya jemaat, yang tidak berpegang pada hukum taurat.
Hukum Taurat sifatnya menghukum orang yang bersalah dan tidak mengampuni. Jadi, Paulus tidak merasa bersalah saat dia menganiaya jemaat karena hukum Taurat akan menghukum orang yang melanggar hukum Taurat.
Perlu untuk diketahui; didalam hukum taurat ada sembilan kali kata “JANGAN” orang yang melanggar larangan itu akan dihukum.
Jadi, bukan tanpa alasan Rasul Paulus penganiaya jemaat. Alasanya; hukum taurat tidak mengampuni dosa.
HAL KETUJUH yaitu: “... Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat/tidak ada kurangnya …”
Pendeknya, orang yang hidup menurut hukum Taurat menjadi seorang yang disiplin, tau aturan dan teguh terhadap aturan secara lahiriah, hal ini memang membanggakan sekali. Namun jika bangga hanya dengan hal yang lahiriah KELEMAHANNYA adalah tidak memiliki belas kasihan.
Pertanyaanya: kira-kira mana yang mau diubah hal 1-4 atau hal 5-7?
Hal 1-4 tidak bisa diubah karena dibawa dari lahir. Tetapi hal 5-7, adalah hal yang bisa dirubah/ diperbaiki, itu berarti kita tidak bisa mempertahankan didikan dari hukum Taurat.
Kisah Para Rasul 22:5
(22:5) Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.
Kelebihan-kelebihan Paulus menurut hukum Taurat DIAKUI oleh; imam besar dan majelis tua-tua orang Yahudi.
Bagaimana kalau kita diakui toko-toko dunia, bukankah hal itu membanggakan? Tapi jangan lupa, kalau kita hanya bangga untuk yang lahiriah, kelemahannya adalah: tidak memiliki belas kasihan, dan tidak mengampuni orang yang bersalah.
Kemudian di ayat 5, para tokoh-tokoh Yahudi memberi surat keputusan (SK) kepada Paulus untuk menganiaya jemaat TUHAN di Damsyik.
Jadi kalau kita melihat, Paulus sebelum terpanggil sebagai Rasul, menurut hukum taurat dia itu adalah salah satu orang yang diakui dan disegani oleh orang-orang Yahudi, baik tua atau orang terkemuka pada saat itu, maupun imam besar. Sangking besarnya pengakuan itu, akhirnya kepadanya dipercayakanlah surat keputusan, isinya: untuk menganiaya anak-anak TUHAN yang tidak berpegang pada hukum taurat, khususnya di Damsyik.
Kisah Para Rasul 22:6
(22:6) Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.
Sementara dalam perjalanan ke Damsyik memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi Paulus.
“Cahaya yang menyilaukan dari langit” -> cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.
Alasannya, pada saat cahaya mengelilingi Paulus, pada saat itulah Tuhan berkata dari langit kepada Paulus: “... mengapakah engkau menganiaya Aku" … Kisah Para Rasul 22:7.
Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, disebut juga:
Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan.
Pedang tajam bermata dua.
Terkait: Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan. Kita membutuhkan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan supaya kita TIDAK BINASA.
Jika ibadah tanpa pembukaan firman, Alkitab berkata “binasa.” Jika injil tertutup maka orang yang beribadah akan binasa. Oleh sebab itu, beribadahlah di tempat dimana didalamnya ada pembukaan rahasia firman, ada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
MANFAAT PEMBUKAAN RAHASIA FIRMAN…
Mazmur 119:130
(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Manfaat bila terjadi pembukaan rahasia firman:
Memberi terang -> Imamat yang rajani, sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Petrus 2:9: “... Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: …”
Imamat rajani adalah terang ajaib, tugasnya adalah memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah itulah salib di Golgota.
Jadi, terang itu tugasnya memberitakan perbuatan yang ajaib, yaitu: Salib di Golgota Baik dari tutur kata dan setiap perbuatan senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh, supaya orang-orang bodoh tidak melakukan kesalahan sebagai perbuatan bodoh.
Pendeknya, bila orang-orang bodoh mendapatkan pengertian, ia menjadi ORANG BIJAKSANA.
TUGAS ORANG BIJAKSANA.
Daniel 12:3 --- Perikop: "Akhir zaman."
(12:3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Tugas orang bijaksana: “Menuntun banyak orang kepada kebenaran,” sama seperti bintang-bintang di langit. Demikian halnya bintang timur yang menuntun orang majus sampai kepada kebenaran.
Manusia saat ini berada dalam kegelapan sebab dunia ini berada di bawah kuasa si jahat. Maka, kita sangat membutuhkan pembukaan rahasia firman Allah. Lewat pembukaan rahasia firman kita dicetak, bukan hanya sebagai terang ajaib, tetapi dicetak sebagai bintang-bintang yang bercahaya di langit, itulah orang-orang yang bijaksana.
Jadi jangan sampai orang kristen tidak mengerti tentang kebenaran, yang berasal dari firman TUHAN.
Doa dan harapan saya sebagai gembala sidang GPT “Betania” kiranya kaum muda remaja oleh pembukaan rahasia firman Allah menjadi terang yang ajaib dan tugasnya adalah memberitakan salib, kemudian menjadi bintang-bintang di langit atau disebut orang bijaksana, tugasnya; menuntun banyak orang kepada kebenaran.
Filipi 2:12-15 --- Perikop: "Tetaplah kerjakan keselamatanmu."
(2:12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (2:13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (2:14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (2:15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
Tugas dari bintang-bintang di langit (orang bijaksana) adalah; menuntun banyak orang kepada kebenaran, sama seperti bintang-bintang yang bercahaya di tengah angkatan yang bengkok hatinya dan sesat (tidak mau tergembala).
Menjadi bintang-bintang dimulai dari:
Taat = Patuh pada ajaran yang benar (Firman Allah) ... ayat 12.
Memiliki kemauan dan kerelaan yang dari Tuhan ... ayat 13.
Imam-imam melayani TUHAN di tengah-tengah ibadah harus menurut kemauan dan kerelaan
dari TUHAN, bukan dari kerelaan dan kemauan manusia, beribadah dalam bentuk mod-mod an;
beribadah kalau ada maunya. Kalau lagi senang beribadah, kalau tidak senang, tidak beribadah.
Beribadah dan melayani bukan melihat situasi dan kondisi.
Tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantah ... ayat 14.
Terkait; Pedang Tajam Bermata Dua.
Ibrani 4:12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Pedang tajam memiliki karakteristik luar biasa, sebab ia menusuk amat dalam, artinya sanggup menyucikan perasaan hati manusia yang terdalam.
Mata manusia tidak bisa menjangkau “sendi-sendi dan sumsum”, mata manusia tidak menjangkau “jiwa dan roh”, mata manusia tidak bisa membedakan pertimbangan dan pikiran hati manusia. Namun, pedang tajam memiliki karakteristik yang luar biasa, dia menusuk amat dalam sehingga terjadi penyucian terhadap perasaan hati manusia terdalam yang tidak dapat dijangkau oleh mata manusia, tidak bisa dijangkau oleh seorang motivator.
Jadi hamba TUHAN bukan hanya sekedar motivator, tapi juga harus menjadi orang yang bijaksana; bintang-bintang yang bercahaya.
Adapun pedang tajam bermata dua menunjuk kepada:
Firman Pengajaran Mempelai -> mata pedang pada sisi yang satu.
Firman Pengajaran Tabernakel -> mata pedang pada sisi yang lain.
Keduanya seiring dan sejalan, tidak terpisahkan.
Manfaat Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel (pedang tajam bermata dua): Membawa gereja Tuhan masuk dalam kegerakan yang besar itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna disebutlah sidang mempelai wanita Tuhan, milik kepunyaan Allah itu sendiri.
Singkat kata, oleh cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, gereja Tuhan menjadi 3 (tiga) hal dalam satu lingkaran yaitu:
Menjadi terang yang ajaib -> Imamat Rajani. Tugasnya memberitakan salib.
Menjadi bintang-bintang bercahaya -> orang bijaksana. Tugasnya menuntun banyak orang kepada kebenaran.
Menjadi sidang mempelai Tuhan -> Gereja yang sempurna. Hidup dalam doa penyembahan, yaitu: penyerahan diri sepenuhnya.
Semuanya adalah MILIK KEPUNYAAN TUHAN.
Kita semua rindu menjadi milik kepunyaan Tuhan, maka kita harus terima didikan dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Sebab ketika kita melihat didikan pertama, paulus dididik dengan teliti oleh hukum Taurat, tetapi Paulus, justru menjadi orang ganas, penghujat dan penganiaya dan hidup dalam kemunafikan. Memang secara lahiriah tampak luar biasa oleh karena hukum Taurat. Tetapi dengan didikan kedua ini, yaitu; lewat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus akhirnya tiga hal kita lihat ada di dalam diri Paulus.
Rasul Paulus menjadi Imamat rajani (terang ajaib).
Rasul Paulus menjadi orang bijaksana (bintang-bintang yang bercahaya).
Rasul Paulus menjadi Sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna.
Inilah yang kita cari, inilah yang kita dambakan. Maka mau tidak mau kita harus lanjut untuk sampai menerima didikan dari cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Kiranya TUHAN menjamah hatimu, hatiku, hati kita semua, Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment