KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026

KITAB WAHYU

WAHYU 20:1-3

(SERI: 3)


Subtema: 4 PERNYATAAN KASIH ALLAH


Salam sejahtera di dalam kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus, yang telah menghimpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu yang disertai kesaksian Roh. Kita ada dalam hadirat-Nya, diliputi oleh kuasa Ilahi, Roh TUHAN mendominasi seluruh kehidupan kita,  kehendak-Nya jadi dalam setiap kehidupan kita masing-masing. 


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN,  yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet, baik dari YouTube, maupun Facebook, ataupun Tiktok

Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini, memenuhi hati kita masing-masing, juga saudara yang turut bergabung lewat online. Sehingga kita dapat merasakan sukacita sorgawi, serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah. 


Selanjutnya, marilah kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan Untuk Ibadah Raya Minggu,  dari  Wahyu 20:1-3. Dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah yang ketiga kalinya. 

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohonlah kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. 


Wahyu 20:1-3 --- Perikop: “Kerajaan seribu tahun”

(20:1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; (20:2) ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.


Rasul Yohanes melihat “seorang malaikat turun dari Sorga”, memegang anak kunci jurang maut, suatu rantai besar di tangannya.


Adapun misi dari malaikat yang turun dari Sorga adalah…

  • Menangkap naga dan mengikatnya seribu tahun lamanya.

  • Lalu melemparkan naga ke dalam jurang maut dan memeteraikan di atasnya.

Tujuannya: Supaya naga jangan menyesatkan bangsa-bangsa di bumi.


Singkat kata, kerajaan seribu tahun damai di bumi ini akan berlangsung dan itu merupakan hari perhentian yang besar, sebab didalamnya tidak ada lagi orang yang berbuat dosa. Itu berarti; derita, sengsara, kesusahan, kepahitan, kesedihan, ratap tangis dan perkabungan tidak akan ditemukan di dalam kerajaan seribu tahun damai. Karena si penyesat itulah ular tua telah ditangkap, diikat, dan dilemparkan ke dalam jurang maut.


Dalam susunan Tabernakel Wahyu 20 terkena pada TIRAI / TABIR BAIT SUCI terbelah dua dari atas sampai ke bawah, menunjukkan bahwa Yesus telah mengalami perobekan daging di atas kayu salib. Itu bisa dibuktikan dari ayat referensi yang ada, antara lain…

  • Matius 27:50-51 ….. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.  Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

  • Ibrani 10:20karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,


Ini adalah satu bukti nyata bahwa kasih Allah kepada manusia ada di dalam pribadi Yesus Kristus. 


Kita buktikan kebenarannya, dalam…

Roma 8:31A --- Perikop: “Keyakinan iman

(8:31) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?


Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu (terkait hari perhentian besar, kerajaan seribu tahun damai di bumi)?

Jawabnya: “tidak ada”, selain hanya ucapan syukur kepada Allah yang telah mengasihi kita dengan heran. Karena, kalau pada akhirnya kita dibawa masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai, itu karena kemurahan Tuhan saja, bukan karena gagah hebat kita. 


Roma 8:31B-35

(8:31) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (8:32) Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (8:33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (8:34) Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?


Di sini kita melihat, Tuhan mengajukan 4 (empat) pertanyaan dan sekaligus memberitahukan jawabannya bagi kita. 

 

PERTANYAAN PERTAMA (Ayat 31B-32): “... Siapakah yang akan melawan kita? …”

Jawabnya: “tidak ada”, sebab…

  • Allah telah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal.

  • Allah telah mengaruniakan segala sesuatu, termasuk kerajaan seribu tahun damai, di situ kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia. Hal itu juga ditulis dalam Wahyu 20:4 mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.


PERTANYAAN KEDUA (Ayat 33A): “... Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah …” ?

Jawabnya: “tidak ada”, sebab Allah yang membenarkan mereka (orang-orang pilihan Allah.)


Saudara, sebelum kita terpanggil atau lebih tepatnya, sebelum digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel; kita tidak mengenal kebenaran Allah, sehingga kebenaran itu diperoleh menurut pengertian sendiri (kebenaran diri sendiri). Akibatnya: saling menuduh dan saling membela (Roma 2:15)

Dampak negatifnya: tidak mampu menutupi dosa / tidak mampu mengampuni orang yang bersalah.


Itulah yang terjadi sebelum kita mengenal kebenaran dari Allah. Namun sekarang, oleh karena kemurahan Tuhan, Ia telah mengarahkan pandangan kita kepada salib Kristus (salib di Golgota)

Itu berarti, kita harus menyangkal diri dan memikul salib = menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung. Inilah kebenaran Allah (kebenaran yang datang dari Sorga), untuk membenarkan orang-orang pilihan-Nya. Kiranya dengan pengertian ini, kita betul-betul mantap menghidupi kebenaran yang datang dari Allah.


Pendeknya, yang senantiasa mengarahkan pandangannya kepada salib Kristus, atau salib Kristus yang menjadi “patokan” dalam hidupnya, disebutlah itu orang-orang pilihan Allah. Jadi kita harus tahu siapa yang dimaksud dengan: orang-orang pilihan dan orang-orang yang bukan pilihan. 

Jadi, tidak semua orang-orang Kristen disebut sebagai orang-orang pilihan, sekalipun dia senantiasa ada di tengah-tengah peribadatan dan bahkan sudah menikmati pelayanan Imam Besar.


PERTANYAAN KETIGA (Ayat 33B-34): “... Siapakah yang akan menghukum mereka (orang-orang pilihan Allah) …” ?

Jawabnya: “tidak ada”, sebab Yesus Kristus tampil menjadi pembela bagi orang-orang pilihan Allah. 

Bila salib Kristus menjadi “patokan” dalam hidup, atau senantiasa mengarahkan pandangan kepada salib Kristus, maka, Kristus Yesus akan tampil menjadi pembela bagi kita. 

Percayalah kepada Firman Tuhan, jangan percaya kepada pikiran dan perasaan manusia, supaya jangan disesatkan oleh pengaruh daging itu sendiri.


Bukti Kristus menjadi pembela bagi orang-orang pilihan-Nya:

  • Ia telah mati dan bangkit.

  • Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.


Sedikit kesaksian:

Seseorang akan berbahagia saat ada pembela/kuasa hukum membela dirinya, namun akan lebih bahagia lagi bila Yesus menjadi pembela/kuasa hukum bagi kita masing-masing. Bukankah Tuhan pembela yang ajaib dalam hidup kita sampai saat ini? 

Sedangkan yang menjadi penuntut hukum disini ialah: iblis (setan,) berusaha untuk mendakwa orang-orang pilihan Allah, tetapi Tuhan menjadi pembela/kuasa hukum sejati bagi setiap kehidupan kita.

  • Hidup kita dibela oleh kuasa hukum yang sejati, itulah pribadi Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

  • Nikah kita juga dibela oleh kuasa hukum sejati, yaitu; Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa


Sekali lagi saya sampaikan, “sekarang Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa”, sesudah Ia mengalahkan semua musuhNya, musuh terakhir yang dikalahakan, ialah maut1 Korintus 15:24-26.


1 Korintus 15:24

(15:24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.


Jadi, Allah akan mengambil alih kerajaan di bumi seperti di Sorga. Tetapi tentu saja, setelah Yesus Kristus Anak Tunggal Bapa membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan yang berasal dari iblis/setan. 


1 Korintus 15:25

(15:25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.


Pada akhirnya, Yesus harus memegang pemerintahan sebagai Raja, maka Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki salib di Golgota. 


1 Korintus 15:26

(15:26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.


Sampai akhirnya, musuh terakhir yang dibinasakan adalah maut.

Jadi, Ia berkenan tampil sebagai pembela bagi orang-orang pilihan-Nya.


PERTANYAAN KEEMPAT (Ayat 35): “... Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus …” ?

Jawabnya: “tidak ada”, sekalipun harus menghadapi 7 (tujuh) hal yaitu:

  1. Penindasan 

  2. Kesesakan 

  3. Penganiayaan

  4. Kelaparan 

  5. Ketelanjangan

  6. Bahaya

  7. Pedang


7 (tujuh) hal tersebut dibagi dalam 2 (dua) bagian:

Bagian pertama: PENINDASAN, KESESAKAN, PENGANIAYAAN, BAHAYA, PEDANG.

Pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia, maka:

  1. Mereka akan memerintah dengan tangan besi dan menjalankan kuasanya dengan keras (Matius 20:25)

  2. Menyatakan dirinya sebagai allah (Lukas 22:25)


Matius 24:21 --- Perikop: “Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu

(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.


Pada saat antikris menjadi raja, akan terjadi siksaan yang dahsyat dan siksaan itu belum pernah dilihat oleh mata manusia. Hal itu terjadi selama 3½ tahun yang kedua / puncak gelap malam / puncak kesesakan, sesudah itu, tidak akan terjadi lagi yang seperti ini.


Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."


Dari ayat ini kita bisa melihat bahwasanya antikris akan menjadi raja dan berkuasa dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci selama 42 bulan atau 3½ tahun.


Pertanyaannya: MENGAPA ANTIKRIS HARUS MENINDAS DAN MENGANIAYA KOTA SUCI SELAMA 42 BULAN?

Jawabnya: karena antikris telah membuat aturan-aturan dan tatanan yang baru, yang bersebrangan atau bertentangan dengan aturan-aturan dan tatanan yang yang berasal dari Allah.


Saudara, kalau kita ada di dalam Tuhan, maka Ia akan tampil sebagai pembela, Ia rela menderita sengsara bahkan rela mati membela kita (Roma 8:34). Itu Tuhan yang benar.

Jadi, Tuhan lah yang membela kita (umat-Nya), bukan kita yang membela Tuhan. Kalau ada orang sampai “setengah mati untuk membela tuhannya” itu adalah ajaran sesat. Sebab yang benar adalah Tuhan yang membela kita, sebab ia rela menderita sengsara, bahkan mati di kayu salib. 


Jadi, sekali lagi  saya sampaikan, ketika antikris mengambil alih kekuasaan dan menjadi raja atas seantero dunia, maka pada saat itu akan ada aniaya yang besar (siksaan yang dahsyat), karena ia membuat suatu aturan dan tatanan yang baru. Namun, baik aturan maupun tatanan yang baru tersebut berseberangan dengan aturan Tuhan dan tatanan / pola Sorgawi. Sehingga anak-anak Tuhan (orang-orang Kristen) yang menjadi korban. 


Tetapi, sampai saat ini, kita semua, mengalami suatu pembelaan yang luar biasa. Kita boleh datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Raya Minggu malam ini, itu adalah suatu pembelaan dari Tuhan. Dan pembelaan yang dinyatakan kepada kita adalah anugerah yang luar biasa yang sudah Tuhan nyatakan kepada kita. 

Banyak orang Kristen mengaku sebagai orang Kristen dari sejak lahir tetapi;  

  • pintu “tertutup” bagi mereka untuk datang beribadah kepada Tuhan. 

  • Pintu “tertutup” bagi mereka untuk digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.  


Asal kita sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada Tuhan dan menghargai ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan, maka Tuhan membela kita dari sekarang sampai tapal batas-Nya nanti. Tuhan akan nyatakan pembelaan-Nya yang luar biasa, hingga berada di dalam kerajaan seribu tahun damai (tiba di hari perhentian yang besar itu).


Di atas tadi kita sudah melihat:

Pertanyaannya: Mengapa antikris harus menindas dan menganiaya Kota Suci selama 42 bulan?

Jawabnya: karena antikris telah membuat aturan-aturan dan tatanan yang baru, yang berseberangan atau bertentangan dengan aturan-aturan dan tatanan / pola kerajaan Sorga.


Kita lihat “ ATURAN-ATURAN BARU” tersebut…

2 Tesalonika 2:3-4 --- Perikop: “Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan”

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.


Inilah aturan-aturan dan tatanan yang baru dibuat oleh antikris, yang bertolak belakang dengan aturan-aturan dan tatanan Sorgawi. 


Di sini kita melihat antikris duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah dengan cara mendurhaka. Tujuannya: supaya semua bangsa di bumi ini menyembah dia.

Dari sini kita bisa melihat bahwa; 

  • Antikris telah membuat aturan yang baru, yang bertolak belakang dengan aturan Sorgawi (hukum-hukum Allah). Aturan baru tersebut adalah: orang-orang harus menyembah antikris.

  • Antikris telah membuat tatanan yang baru, yang bertolak belakang dengan tatanan yang ada di dalam kerajaan Sorga.

Tatanan yang dirubah antikris: ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Ini bertolak belakang dengan tatanan Sorgawi. Karena di dalam Sorga ada takhta Allah dan Dia duduk sebagai Allah dan Raja. 


Oleh karena aturan-aturan yang baru dan tatanan yang baru yang dibuat oleh antikris, penduduk bumi menderita sengsara, mengalami aniaya dan penindasan.


Saudara, di sini kita baru melihat: penindasan, kesesakan dan penganiayaan. Selanjutnya kita akan melihat;bahaya dan pedang”.


Mari kita perhatikan hal ini lebih rinci dalam…

Wahyu 13:3 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut”

(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.


Intisari ayat ini adalah “antikris mengadakan mujizat kesembuhan”.

Seperti yang sudah pernah saya sampaikan, sebagai orang Kristen kita memerlukan mujizat kesembuhan, tanda-tanda ajaib dan pengusiran setan. Tetapi antusias kita dalam mengikut Tuhan, tidak boleh berhenti hanya pada mujizat kesembuhan dan kegerakan-kegerakan yang lain. 


Kemudian, oleh karena mujizat yang diadakan oleh antikris; “seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu”.

Pada akhirnya, orang-orang yang terkagum-kagum dan heran dengan mujizat kesembuhan; akhirnya menjadi pengikut antikris. 

Saudara, kalau kita cerdas, maksudnya akal kita memiliki pengertian, maka tentu saja kita berlaku bijaksana, artinya: dalam mengikuti Tuhan, antusias kita tidak boleh berhenti hanya kepada mujizat kesembuhan, akan tetapi, senantiasa mengarahkan pandangan kita kepada salib Kristus (salib di Golgota).


Selanjutnya, apa yang terjadi setelah antikris mengadakan mujizat kesembuhan? selanjutnya…

Wahyu 13:4

(13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"


Akhirnya, pengikut-pengikut antikris menyembah:

  • Naga

Alasannya: karena naga / setan telah memberi kuasa kepada antikris. 

Itu sebabnya, banyak orang Kristen berdukun dengan alasan: karena setan memberi kuasa kepada dukun. Inikan aneh. 

  • Antikris (binatang).

Alasannya: 

  1. Antikris telah mengadakan mujizat kesembuhan. 

  2. Antikris tampil sebagai raja yang berkuasa dan memerintah atas seantero dunia selama 7 tahun dan memuncak pada 3½ tahun kedua.


Saudara, jangan berpikir pendek, berpikirlah jauh ke depan. Sebab itu, jangan terlena dengan segala sesuatu yang disuguhkan oleh dunia ini. Jangan terlena dengan kerajaan dunia dengan kemegahannya. Untuk apa bermegah hanya 7 tahun, tetapi sesudah itu binasa? 


Wahyu 13:5-6

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.


Di sini kita melihat, antikris menghujat:Allah Bapa, Anak Allah dan kemah kediaman-Nya” Kemah kediaman Allah -> kegiatan Roh kudus itulah ibadan dan pelayanan. Dan hal itu berlangsung selama 42 bulan = 3 ½ tahun kedua.


Saudara, pada akhirnya, antikris akan menghentikan ibadah dan pelayan di atas muka bumi ini. Saudara, kalau kita jauh dari tengah ibadah dan pelayanan, kira-kira, apa yang terjadi dalam hidup dan dalam nikah rumah tangga kita?, Jawabnya; sudah pasti akan menuju kepada kebinasaan / kehancuran. 

Jadi, sebelum kemah kediaman Allah dihujat, dengan lain kata; sebelum kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan ini dihentikan, mari kita menghargai ibadah dan pelayanan, masuklah dalam hari perhentian, jangan jauh dari jam-jam ibadah. Manfaatkan kesempatan yang indah ini untuk memperoleh keselamatan kekal.


Wahyu 13:7-8

(13:7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. (13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.


Di sini kita melihat antirkis akan memerangi orang-orang kudus serta mengalahkan mereka, atas seizin Tuhan. Kemudian, semua yang diam di bumi akan menyembah antikris, yaitu; semua orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba atau lebih tepatnya; kehidupan yang ibadahnya tidak sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan. 


Pendeknya, orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan, jelas ibadahnya tidak sampai ke tingkat yang tertinggi (puncak ibadah) itulah doa penyembahan. Itulah sebabnya, mereka semua menyembah antikris. 

Andaikata ibadahnya memuncak sampai kepada; doa penyembahan (menyembah Allah yang hidup), tidak mungkin dia menyembah antikris. 

Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya pada kehendak Allah. 


Itu sebabnya, pengertian tentang ketekunan tiga macam ibadah pokok yang diserahkan oleh Tuhan bagi kita sebagai sarana untuk membawa kita sampai puncak ibadah; harus dihargai, supaya kelak, nama kita tertulis dalam kitab Kehidupan Anak Domba = berada pada puncak ibadah.  


Mari kita lihat, BAHAYA dan PEDANG ….

Wahyu 13:9

(13:9) Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!


Kita harus menggunakan kedua telinga. Siapa yang menggunakan dua telinga? Jawabnya: mereka itu adalah kehidupan yang dengar-dengaran. Dengar-dengaranlah pada firman penggembalaan, pasti nanti kita dibawa pada tujuan hidup kita. 


Wahyu 13:10

(13:10) Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang.


Pada saat antikris menjadi Raja; 

  • Nanti “ada yang ditentukan untuk ditawan” berarti akan diinjak-injak dan mengalami aniaya = bahaya. 

Saudara, orang-orang yang menerima bilangan binatang di tangan kanan atau di dahi adalah orang-orang yang ditentukan untuk ditawan oleh antikris, berujung kepada kebinasaan.

Adapun bilangan binatang tersebut: 666 yang menjadi meterai antikris. 

  • yang “ditentukan untuk dibunuh dengan pedang”, itulah orang-orang yang mati martir, rela menyerahkan lehernya digorok oleh pedang antikris karena mempertahankan nama TUHAN. 

Inilah dinamika yang terjadi pada saat antikris nanti menjadi Raja berkuasa dan memerintah atas seantero dunia. 

Tapi kita tidak perlu harus putus asa dalam mengikuti TUHAN, meski lima hal dari bagian pertama ini terjadi. TUHAN tetap menyatakan pembelaannya kepada kita, sebab pada Roma 8:35: “... Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? …”


Roma 8:34: “... Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? …”

Diawal tadi sudah saya sampaikan, Allah menyatakan kasih-Nya kepada manusia di dalam pribadi Yesus Kristus. Kristuslah yang tampil menjadi pembela bagi kita, meski lima hal dari bagian pertama ini akan menimpa dunia.


Sekarang kita akan melihat bagian kedua

yaitu: KELAPARAN dan KETELANJANGAN.


Kelaparan dan ketelanjangan ada kaitannya pada saat ANTIKRIS BERDIRI DI TEMPAT KUDUS (bait Allah). Mari kita telusuri dalam Matius 24.


Matius 24:15 ---Perikop: “Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu” 

(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya –


Antikris berdiri di tempat kudus (bait Allah). Kemudian antikris disebut juga pembinasa keji, menurut firman yang disampaikan oleh Nabi Daniel. Mari kita lihat keabsahannya 

  1.  Daniel 12:11: “... Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari …”

  2. Daniel 11:31: “... Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan ..”

Antikris disebut pembinasa keji, mengapa? jawabnya: sebab mereka menghentikan korban sehari-hari, Itulah korban sembelihan dan korban santapan,Daniel 9:27b.


  • Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan yang disertai dengan sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah. Itu tanda bahwa kita sudah disentuh oleh kasih Allah. Kalau ibadah dan pelayanan sudah ditandai dengan korban berdarah-darah, itu berarti hati kita sudah disentuh oleh kasih Allah. 


Ayo berikan diri terhadap sentuhan kasih Allah, itu berarti, ibadah dan pelayanan ini harus disertai dengan sangkal diri. Kalau ibadah dan pelayanan hanya sekedar beribadah, tetapi tidak tersentuh oleh kasih Allah, tidak akan mungkin ada dalam tanda darah. 

  • Kenapa istri bisa mengasihi suami sedemikian rupa? Jawabnya; karena dia disentuh oleh kasih Allah. Sebaliknya, 

  • kenapa suami mengasihi istri sampai berdarah-darah? Jawabnya: karena kasih Allah. 

  • Lalu mengapa kita bisa mengerjakan ibadah dan pelayanan ini sampai berdarah-darah? Jawabnya; karena disentuh oleh kasih Allah. Berkorban sampai berdarah-darah untuk ibadah dan pelayanan, itu  berarti telah disentuh oleh kasih Allah. 


Perlu untuk diketahui; oleh darah Yesus kita ditebus dan oleh darah Yesus kita berdamai dengan Allah. 

  • Tidak mungkin seseorang mengalami penebusan tanpa darah. 

  • Tidak mungkin juga seseorang datang berdamai dengan Allah tanpa darah. 

Berdamai, berarti yang jauh sudah menjadi dekat, tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi apabila korban Kristus dihentikan. 


Saudara, biar kita mengerjakan segala sesuatu yang ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan ini disertai sangkal diri pikul salib, sampai berdarah-darah. Mengasihi seisi rumah, mengasihi suami, mengasihi istri, mengasihi anak, mengasihi orang tua, biarlah ditandai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah, itu namanya mengasihi. 

Demikian juga di tengah ibadah pelayanan ini. Sehingga nanti oleh darah itu kita mengalami penebusan, dan oleh darah yang sama kita berdamai dengan Allah, berarti yang jauh menjadi dekat. Tapi justru itulah yang dihentikan oleh antikris, sehingga benar saja; 

  • terjadilah nanti 5 (lima) hal pada bagian pertama yaitu; penganiayaan, penindasan, kesesakan, bahaya dan pedang. 

  • Dan 2 (dua) hal pada bagian kedua yaitu:  kelaparan dan ketelanjangan.


Apabila korban sembelihan dihentikan, maka yang terjadi adalah KETELANJANGAN. Karena oleh darah; dosa tertutupi. Manfaatkanlah darah Yesus selagi masih ada kesempatan, prakteknya; datang beribadah dan melayani, disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah. Kalau kesempatan ini tidak digunakan dengan baik (diabaikan), sampai kapan pun seseorang akan tetap telanjang. 

Hanya oleh kasih Allah dalam pribadi Yesus yang dikorbankan, dosa (ketelanjangan) tertutupi. Kurang apa baiknya TUHAN kepada kita? Renungkanlah dulu pengertian ini. 


  • Korban santapan -> pengajaran firman Allah yang murni dan benar, jelas ini berbicara tentang “Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus”, antara lain:

  1. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus … 2 Korintus 4:3-4. 

Firman dalam ilham Roh, itu lah firman yang diurapi, Firman yang dibukakan rahasianya.

  1. Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel -> Pedang tajamIbrani 4:12.

Kegunaannya; membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna yaitu: menjadi mempelai TUHAN. 

Kalau korban santapan yaitu; firman Allah dihentikan, maka yang terjadi adalah kelaparan, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 8:35, maka satu kali dunia akan mengalami KELAPARAN yang hebat, masa resesi, kekeringan yang hebat.


Sebetulnya, sejak tahun 2020, TUHAN sudah memberi satu simulasi kepada kita. Sebab; Tahun 2020 terjadi gempa bumi mengguncang seantero dunia lewat covid-19. Bukan hanya satu negara atau dua negara, tetapi seluruh bangsa di dunia digoncang oleh Covid-19. 

Oleh karena covid-19:

  • Politik dalam setiap negara digoncang. 

  • Ekonomi juga digoncang, karena tidak ada lagi yang berani keluar untuk berdagang, berjual, berbisnis. 

  • Sampai nikah-nikah di bumi ini juga di guncang. 

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan; tujuh tahun kelimpahan gongnya (startnya) dimulai dari tahun 2020 dan berakhir pada tahun 2027, disitu kita boleh menikmati kelimpahan korban santapan yaitu: firman Allah. 

Tahun 2028, masuk pada pra aniaya 3.5 tahun yang pertama. Saya tidak sedang menakut-nakuti, tetapi sedang memberi pengertian. 


Kemudian simulasi berikutnya, antara lain: dalam beberapa jam, sekejap mata, satu provinsi terbakar di Amerika, yaitu California. Siapa yang bisa menduga satu provinsi bisa habis ludes dimakan oleh api dalam tempo yang singkat. Itu baru simulasi, belum pernah terjadi, kecuali dalam Alkitab, umpama kisah;  Sodom dan Gomora. 


Simulasi berikutnya, di depan mata sendiri, dimana saat ini Indonesia Raya dan anak-anak bangsa sedang diperhadapkan dengan satu musibah besar. Ada enam, sampai tujuh gunung –kalau tidak salah – sedang mengeluarkan laharnya dan erupsi, abu vulkanik sudah dimana-mana. Abu vulkanik bisa ada di Jakarta, Bogor, tangerang, Bekasi, Depok, tetapi kota Cilegon dan Serang tidak tersentuh dengan abu Vulkanik. Itu bisa terjadi karena ada Gulungan Kitab yang kecil di tangan seorang malaikat yang kuat menahannya. Pengajaran mempelai ada di tangan malaikat yang kuat itu, sehingga: 

  • “kaki kanan” menginjak laut, = menahan kuasa antikris

  • kemudian “kaki kirinya” menginjak bumi = menahan kuasa dari nabi-nabi palsu.

  • “Tangan kanan diangkat” = menahan kuasa dari atas, yaitu: si ular tua/naga.


Bukan suatu kebetulan jika kota Serang dan Cilegon mengalami pertolongan, tetapi karena ada Gulungan Kitab. Saudara harus yakin itu. Dimana-mana terjadi gejolak kecuali Serang dan Cilegon, termasuk banjir longsor, kecuali Serang dan Cilegon, sebagai satu tanda, bahwa Pengajaran Mempelai itu diberitakan dengan kemurnian dan ketulusan. 


Saudara masih ingat zaman Sodom dan Gomora, ada seorang hamba TUHAN yang luar biasa bernegosiasi dengan TUHAN. Dimulai dari 50 orang benar ada di kota Sodom dan Gomora, apakah TUHAN masih tunggang balikan, TUHAN jawab; tidak. Tapi Abraham melihat ternyata tidak ada orang benar, bahkan 45 pun tidak ada, 40 pun tidak ada, 30 tidak ada, 20 tidak ada, sampai 10 pun tidak ada. 

Andai saja ada 10 orang benar, maka kota Sodom dan Gomora tidak akan ditunggangbalikkan. Sayangnya hanya ada 4 orang benar, namun satu tereliminasi, yaitu; istri Lot yang masih mempertahankan nyawanya, terkait harta kekayaan yang ditinggalkannya di belakang. 

Tetapi terlepas dari cerita ini, kenapa Serang dan Cilegon bebas dari abu vulkanik anak gunung Krakatau? Jawabnya; karena masih ada 10 orang benar dari GPT BETANIA dengan yakin terhadap Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Tapi banyak gereja tidak memahami ini, dipikir ini suatu kebetulan, padahal ayatnya jelas. 

Sebab itu, mari sungguh-sungguh mengikuti Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Ini terkait KELAPARAN (kekeringan), semua sudah terjadi, simulasi demi simulasi sudah ditampakkan oleh TUHAN.


Belum berhenti sampai disitu, simulasi berikutnya adalah seantero Indonesia Raya bumi pertiwi yang kita cintai ini diselimuti oleh kabut tebal, oleh karena pembakaran liar dimana-mana. Bukan hanya di pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Papua, bahkan sampai Sumatera, terjadi pembakaran liar. Kemudian asap menyelimuti bangsa Indonesia ini. 

Itu semua baru simulasi supaya kita berhati-hati terkait dengan kelaparan yang akan terjadi, dan kita tidak kaget manakala antikris (pembinasa keji) menghentikan korban santapan, itulah Firman Allah yang benar, Amos 8:11: “... Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN …”

Jadi pada saat antikris berkuasa menjadi Raja selama 3.5 tahun yang kedua terjadilah suatu kelaparan yang hebat, karena korban santapan dihentikan oleh antikris. 


Apa yang terjadi saat kelaparan menimpa atas seantero dunia

Amos 8:12

(8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya


Yang terjadi adalah, banyak orang kristen nanti:

  • “Mengembara dari laut ke laut”, maka yang ditemukan adalah ajaran laut (ajaran antikris).

  • “menjelajah dari Utara ke Timur” yang ditemukan adalah ajaran darat (ajaran bumi), itulah ajaran nabi-nabi palsu yang  menyesatkan. 


Akhirnya orang-orang yang mengembara dan menjelajah terpedaya oleh tipu daya iblis setan, karena tidak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk kembali ke belakang (kesempatan sudah berhenti). Akhirnya ayat 14: Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus dan tidak bangkit-bangkit = binasa. 

Jadi orang yang mengembara dari laut ke laut, dan menjelajah dari Utara ke Timur akan rebah, tidak bangkit-bangkit = binasa. 

Sebab itu selagi firman Allah dinyatakan dengan limpah, mari kita kumpulkan sebanyak-banyaknya, nanti itu berguna pada saat kelaparan yang dahsyat terjadi, sebagaimana yang diterapkan oleh Yusuf di Mesir, mengumpulkan Gandum selama 7 tahun sehingga ia mampu melewati tujuh tahun kelaparan yang dahsyat sesudah tujuh tahun kelimpahan.


Kita sudah melihat tujuh hal dalam Roma 8:35. Dan ketujuh hal ini dibagi dalam dua bagian. Kita sudah melihat pada saat kapan itu terjadi, dalam pemaparan yang singkat ini.

Sekarang supaya kita jangan jatuh dan terjebak dengan situasi semacam ini, mari kita lihat jalan keluarnya pada Roma 8:36.


JALAN KELUAR:

Roma 8:36.

(8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."


Intisari dari ayat ini adalah; di tengah ibadah dan pelayanan “ Paulus rela dianggap sebagai domba-domba sembelihan”

Bagaimana kita menanggapi ayat ini? Apakah kita memiliki pendirian yang sama seperti Paulus di tengah ibadah dan pelayanan ini, rela dianggap sebagai domba-domba sembelihan? maukah kita menjalankan ibadah pelayanan ini disertai sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah? 

Mari selagi masih ada kesempatan, selagi hari masih siang, sebab nanti korban sembelihan akan dihentikan? 


Mazmur 51:14

(51:14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!


Disini kita melihat pemazmur memohon pengampunan dosa, supaya lidah yang ada di dalam mulut ini bersorak -sorai memberitakan salib di Golgota. Sebab dari Salib keluar keadilan. 

Saudara di luar salib tidak ada keadilan, semua berlaku curang, walaupun orang berkata aku benar dan adil. Bahkan seseorang pembeli bertanya kepada si penjual buah di pasar; ini manis atau tidak, dan si penjual menjawab; manis, tapi sampai di rumah ternyata tidak manis, sebaliknya; asam/sudah busuk.

Jadi keadilan itu hanya datang dari salib. Supaya kita menyatakan keadilan lewat salib yang harus kita pikul, kita mohonlah kemurahan dari TUHAN, mohon pengampunan dosa, darah-Nya menyucikan kita, syaratnya; mau mengakui dosa.  


Mazmur 51:17

(51:17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!


Kalau seseorang sudah mengalami pengampunan dosa itu berarti darah Yesus sudah menutupi dosa, maka lidah di dalam mulut ini akan memuji TUHAN dan menyatakan keadilan TUHAN, membesarkan nama TUHAN, baik dalam perkataan dan perbuatan, nama TUHAN dipermuliakan. 


Mazmur 51:16

(51:16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!


Intinya kita tidak boleh menjalankan ibadah ini secara lahiriah (taurat); contoh: mulut memuliakan TUHAN, tapi hatinya jauh dari TUHAN, jauh dari pemberitaan Firman yang disampaikan. 


Bagaimana hal yang berkenan bagi TUHAN?

Mazmur 51:19

(51:19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.


“... Korban sembelihan kepada Allah ialah;

  •  “jiwa yang hancur”

Barangkali jiwa kita hancur oleh karena persoalan yang sedang dihadapi. Sebagai contoh:

Kita tidak melakukannya tetapi dihakimi sampai habis-habisan, hingga jiwa hancur, ya mau bilang apa lagi? Itu harus dipersembahkan sebagai korban. Jangan sampai kita ajak orang lain beradu mulut (bertengkar) sampai adu jotos, jangan. Sebab kalau jiwa hancur karena satu tuduhan yang tidak benar, tidak apa-apa, itulah korban sembelihan kepada TUHAN.

  • “hati yang patah dan remuk”.

Seringkali anak-anak TUHAN mengalami hati patah dan remuk

Saudara, ketika orang muda putus cinta, maka ia mengalami patah hati. Tetapi itu bukan korban sembelihan yang dimaksud oleh TUHAN. 

Banyak hal yang dicita-citakan, banyak hal yang menjadi kerinduan di hati kita, contoh kecil saja; seorang sarjana ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik, untuk memperoleh upah sebulan yang lebih besar, tapi tidak kunjung tiba, atas seizin TUHAN, karena TUHAN mau pakai dia melayani TUHAN. Hal itu juga  bisa membuat hati kita patah dan remuk. 

Kemudian oleh karena kerinduan yang besar ini tidak tercapai, maka tentu saja hati patah, remuk. Tidak apa-apa, itu korban sembelihan, daripada tinggalkan TUHAN jauh merantau hanya karena sesuap nasi, korban apa yang bisa ia persembahkan kepada TUHAN?.

TUHAN mau korban sembelihan, TUHAN mau jiwa yang hancur, TUHAN mau hati yang patah dan remuk, karena Alkitab berkata; tidak dipandang hina oleh TUHAN, sekalipun dipandang hina oleh dunia. 


Orang-orang dunia menganggap kita orang bodoh sebab hanya untuk mempertahankan ibadah rela menerima gaji kecil. Tidak apa-apa, daripada harus pergi tinggalkan ibadah dan pelayanan jauh melanglang buana demi sesuap nasi. Korban apa yang bisa dipersembahkan kepada TUHAN, jika ia jauh dari TUHAN tidak ada, sementara TUHAN menantikan korban sembelihan, yaitu jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk. Persembahkanlah semuanya itu kepada TUHAN, karena tidak dipandang hina oleh TUHAN, meski dipandang hina oleh dunia. Tidak dipandang hina berarti, mulia  dalam pandangan TUHAN. 

Pilih mulia di mata manusia atau mulia di mata TUHAN?. Banyak orang kristen tidak bisa menangkap pengertian ini, karena dia hanya ingin dipermuliakan di dunia ini, tapi binasa di akhir. Kalau kita hina untuk sementara waktu di bumi, tapi satu kali nanti, kita akan dipermuliakan oleh TUHAN.


Roma 8:37

(8:37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.


Kalau akhirnya kita bisa melewati dunia yang fana ini, hingga berada pada kerajaan 1000 tahun damai, berada pada hari perhentian, berarti kita lebih daripada orang-orang yang menang di dunia ini. Banyak orang-orang yang menang di dunia, tetapi Alkitab berkata; kita lebih dari pemenang.


Tadi sudah dijabarkan, keberhasilan setelah meninggalkan ibadah, itu kemenangan di dunia, tetapi lebih dari semua itu kita lebih dari pemenang bila kita rela menjadi korban sembelihan, karena TUHAN telah mengasihi kita.


Jadi sekali lagi saya sampaikan, kalau kita dapat melewati dunia yang fana ini, lalu berada pada hari perhentian yang besar, yaitu; kerajaan 1000 tahun damai, itu adalah kemurahan TUHAN, maka Alkitab berkata: Dalam semua itu kita lebih dari pemenang, karena TUHAN terlalu mengasihi kita.

Tadi saya sudah katakan, Allah mengasihi kita dalam pribadi Yesus (korban sembelihan).


Roma 8:38-39

(8:38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, (8:39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


Selanjutnya, disini kita melihat, Paulus yakin, bahwa:

  • baik maut, maupun hidup, 

  • baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, 

  • baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 

  • atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, 

  • ataupun sesuatu makhluk lain, 

tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Dialah yang menjadi pembela bagi kita, sehingga kita bisa bertahan sampai malam ini.

Semoga pembelaan TUHAN berlaku, sampai kita dibawa pada hari perhentian besar, yaitu; kerajaan 1000 tahun damai.


Hanya oleh salib di Golgota kita diseberangkan dari dunia yang fana ini. Jadi JEMBATAN untuk melewati dunia ini sampai kepada hidup kekal, ialah: SALIB DI GOLGOTA. Amin.





TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang











No comments:

Post a Comment