IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 4 APRIL 2018
KITAB KOLOSE
(Seri: 123)
Subtema: MELATIH DIRI BERIBADAH
Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya.
Salam di dalam kasih-Nya, Tuhan Yesus Kristus. oleh karena kemurahan hati Tuhan
kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Dan saya juga menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan,
bahkan hamba-hamba Tuhan dalam dan luar negeri yang senantiasa mengikuti
pemberitaan firman lewat video internet, di
mana pun anda berada, kiranya Tuhan memberkati kita sekaliannya.
Dan segera saja kita memperhatikan firman penggembalaan
untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada
jemaat di Kolose.
Kolose 2: 4
(2:4) Hal
ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang
indah.
Kita terlebih dahulu memperhatikan kalimat: “Hal ini kukatakan”.
Apa maksud kalimat ini?
Kolose 2: 2-3
(2:2) supaya
hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh
segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu
Kristus,
(2:3) sebab
di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
Rasul Paulus memberitakan tentang rahasia Allah yaitu
Kristus, di dalam Dialah tersembunyi harta hikmat dan pengetahuan.
1 Korintus 1: 24
(1:24)
tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan
Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Selain menjadi kekuatan Allah, Kristus adalah hikmat Allah.
1 Korintus 1: 30
(1:30)
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi
hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus
kita.
Kristus berkuasa untuk membenarkan, menguduskan dan menebus kita, sebab Kristus adalah hikmat Allah.
Kita kembali memperhatikan ...
Kolose 2: 4B
(2:4) Hal
ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata
yang indah.
Dengan hikmat yang berasal dari salib Kristus,
anak-anak Tuhan tidak dapat diperdayakan dengan kata-kata yang indah.
Itu sebabnya Rasul Paulus berpegang teguh dengan
pengajaran salib. Pendiriannya tentang pengajaran
salib begitu kuat, dia tidak dapat dipengaruhi situasi dan kondisi sekalipun
orang-orang Yahudi menghendaki tanda-tanda heran dan mujizat-mujizat, kemudian
orang-orang Yunani menghendaki hikmat; mengerti firman tetapi tidak menjadi
pelaku sehingga pemberitaan firman tentang salib bagi orang-orang Yahudi adalah
suatu batu sandungan, dan pemberitaan firman tentang salib bagi orang-orang
Yunani adalah suatu kebodohan, namun sekalipun demikian Rasul Paulus tidak
terpengaruh dengan situasi, tidak terpengaruh dengan keadaan kondisi yang ada,
dia tetap memiliki pendirian yang kuat, dia tetap memberitakan salib Kristus.
Pendiriannya tidak berubah oleh situasi kondisi dan keadaan yang ada.
Kita sejenak melihat ...
1 Raja-Raja 3: 12
(3:12) maka
sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku
memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga
sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan
bangkit seorang pun seperti engkau.
Tuhan memberikan kepada Salomo hati yang penuh hikmat dan pengertian.
1 Raja-Raja 3: 9
(3:9) Maka
berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk
menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat,
sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"
Kegunaan hikmat;
paham menimbang perkara, berarti dapat membedakan antara yang baik dan yang
jahat.
1 Raja-Raja 3: 11
(3:11) Jadi
berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang
demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu,
melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
Dengan hikmat, dapat mengambil suatu keputusan yang baik dan tindakan-tindakannya selalu benar.
Jujur, Tuhan seringkali menjumpai kita dengan
keputusan-keputusan yang kurang baik dan tindakan-tindakan yang kurang baik,
baik itu dalam perkataan, baik itu dalam perbuatan, menandakan bahwa kita tidak memiliki hikmat dan pengajaran
salib.
Roma 16: 17-18
(16:17)
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap
mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan
perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
(16:18)
Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani
perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa
mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Nasihat Rasul Paulus kepada sidang jemaat supaya tetap
berpegang pada pengajaran salib, sebab di hari-hari terakhir ini Setan berusaha
untuk menipu anak-anak Tuhan, menipu orang-orang Kristen dengan kata yang muluk-muluk
dan bahasa yang manis, itulah yang disebut dengan kata-kata yang indah-indah.
Timbul suatu pertanyaan; MENGAPA SEORANG HAMBA TUHAN
ATAU PELAYAN TUHAN MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG INDAH-INDAH?
Jawabnya; karena mereka melayani perut mereka, bukan
melayani Kristus.
Itu sebabnya tadi Rasul Paulus dengan tegas menasihati
sidang jemaat di Kolose; hati-hati dengan pelayanan dengan kata-kata yang
indah-indah.
Yehezkiel 13: 17-19
(13:17)
"Engkau anak manusia, tujukanlah mukamu kepada kaum perempuan bangsamu
yang bernubuat sesuka hatinya saja dan bernubuatlah melawan mereka.
(13:18)
Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah dukun-dukun perempuan, yang
mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan dan mengenakan selubung
pada kepala semua orang, tua atau muda, untuk menangkap jiwa orang. Apakah kamu
hendak menangkap jiwa orang yang termasuk umat-Ku dan membiarkan orang-orang lain
hidup untuk kepentinganmu?
(13:19) Kamu
melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam
jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang
tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup,
dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.
Di sini kita melihat; nabiah-nabiah bernubuat sesuka
hatinya di tengah-tengah umat Tuhan hanya demi beberapa genggam jelai dan
beberapa potong roti, berarti mereka melayani perut mereka bukan melayani
Kristus.
Pendeknya; bernubuat demi perut, bernubuat demi kepentingan
mereka, sebab mereka tidak takut melanggar kekudusan Allah.
Filipi 3: 18-19
(3:18)
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan
pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib
Kristus.
(3:19)
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka,
kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada
perkara duniawi.
Nanti, banyak orang hidup sebagai seteru salib Kristus,
sebab di hari-hari ini hamba-hamba Tuhan mulai mengaburkan pengajaran salib.
Yang menyebabkan mereka seperti itu ialah; Tuhan mereka
ialah perut mereka dan pikiran mereka semata-mata tertuju pada perkara dunia,
sehingga kemuliaan mereka ialah aib mereka dan akhir hidup mereka ialah
kebinasaan.
Saudaraku, mengapa banyak orang hidup sebagai seteru
salib Kristus, karena di tengah-tengah ibadah pelayanan itu seorang hamba Tuhan
tidak takut kepada Tuhan, dia mengajarkan ajaran asing dengan menggunakan kata-kata
yang indah-indah, dengan menggunakan kata-kata yang muluk-muluk, dia tidak
mengajarkan pengajaran salib.
Mengapa dia tidak menyampaikan pengajaran salib? Sebab Tuhan mereka ialah perut mereka dan pikiran
mereka semata-mata tertuju pada perkara dunia, perkara di bawah, bukan perkara
di atas, perkara rohani. Sehingga hamba Tuhan yang melayani seperti ini sudah
pasti kemuliaan mereka ialah aib mereka, mereka bangga melayani dengan sistem seperti itu. Itu sebabnya kemuliaan
mereka ialah aib mereka tetapi kesudahan hidup mereka adalah kebinasaan.
Itu sebabnya sampai sejauh ini saya tetap menyampaikan
firman Tuhan sesuai dengan pengajaran salib yang saya terima dari Tuhan, yang saya sampaikan adalah pengajaran
salib, bukan kata-kata yang indah-indah untuk menarik perhatian sidang jemaat. Saya
tetap fokus menyampaikan pengajaran salib. Mungkin dengan pengajaran salib ini
ada yang terlukai, dengan pengajaran salib ini memang sakit bagi daging, tetapi
justru itu yang akan menyembuhkan dan membebat hati kita nanti.
Dalam kesempatan ibadah Jumat Agung, telah kita terima
dengan gamblang, bahwa pengajaran salib mengajar kita untuk tetap bertekun
memikul salib, sebab sengsara salib membawa kita pada pengalaman kematian dan
kebangkitan. Tanpa salib, tidak ada akses untuk membawa kita pada pengalaman
kematian dan kebangkitan. Itu harus digarisbawahi dengan baik dan dengan benar.
Dampak
negatif melayani perut dengan kata-kata yang indah-indah.
Filipi 3: 18
(3:18)
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang
kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai
seteru salib Kristus.
Ayat ini jelas mencerminkan bahwa Rasul Paulus berusaha untuk melepaskan umat Tuhan dari ajaran-ajaran asing, yaitu kata-kata yang indah-indah, kata-kata yang muluk-muluk tetapi tidak mengandung janji baik untuk masa sekarang, maupun masa yang akan datang.
Roma 16: 17
(16:17)
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap
mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan
perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Rasul Paulus berkata: “Sebab itu hindarilah mereka!”
Inilah perjuangan Rasul Paulus supaya sidang jemaat melepaskan
diri dari ajaran asing, yaitu yang hanya menggunakan kata-kata yang
indah-indah.
Rasul Paulus berkata: “Hindarilah
mereka!”,
sebab ajaran asing menimbulkan perpecahan dan godaan.
- Perpecahan = anggota-anggota
tubuh tidak bersatu.
- Godaan = sesuatu yang
dapat menggoda ketabahan hati anak-anak Tuhan = menyesatkan.
Lebih rinci dalam ...
Titus 3: 9-10
(3:9) Tetapi
hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah,
percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua
itu tidak berguna dan sia-sia belaka.
(3:10)
Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
Hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh,
yaitu persoalan silsilah.
Silsilah -> cerita-cerita isapan jempol, dongeng
nenek-nenek tua, takhayul-takhayul dan sebagainya.
Silsilah ini menimbulkan percekcokan dan pertengkaran.
Berbanding terbalik dengan pengajaran salib;
- Mengampuni
orang yang bersalah.
- Mengikat dan
mempersatukan bahkan menyempurnakan anggota tubuh yang berbeda-beda.
Sengsara salib, aniaya karena firman, berarti;
menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung = mengampuni orang yang
bersalah = mengikat dan mempersatukan bahkan menyempurnakan anggota tubuh yang
berbeda-beda.
Sedangkan pengajaran asing yang hanya menggunakan kata
yang indah-indah, yang muluk-muluk, menimbulkan percekcokan dan pertengkaran.
1 Timotius 1: 3-4
(1:3) Ketika
aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak
engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu,
agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
(1:4)
ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya
menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang
diberikan Allah dalam iman.
Silsilah yang tidak ada putus-putusnya hanya
menghasilkan persoalan belaka dan bukan tertib hidup keselamatan.
Kalau hanya dengan kata-kata yang indah-indah,
kata-kata yang diatur-atur, kata-kata muluk-muluk, menyampaikan silsilah, cerita-cerita isapan
jempol, dongeng nenek-nenek tua, menghasilkan percekcokan dan pertengkaran,
tidak menjamin hidup keselamatan.
Oleh sebab itu, Rasul Paulus mendesak Timotius untuk
tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu agar mereka jangan
mengajarkan ajaran lain selain pengajaran salib.
Kadang, kita ini sekalipun pengajaran salib telah
disampaikan bahkan pengajaran salib berulang-ulang disampaikan, kadang lupa
bahwa itu adalah hikmat, bahwa itu adalah pengetahuan Allah, bahkan kekuatan
Allah, sebab itu Rasul Paulus mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus dan
menasihati orang-orang tertentu, orang-orang yang bertanggung jawab, tua-tua
yang ada di Efesus supaya mereka jangan menyampaikan ajaran asing yang hanya
mengajarkan silsilah dengan kata-kata yang indah-indah dan yang
muluk-muluk.
Oleh sebab itu Rasul Paulus mengingatkan anak
rohaninya, Timotius, dan mendesak supaya tinggal untuk beberapa waktunya di
Efesus dan ia tidak lupa berpesan supaya mengingatkan beberapa orang tertentu,
tua-tua, yang ada di Efesus supaya jangan mengajarkan ajaran asing, selain
pengajaran salib.
Inilah perjuangan Rasul Paulus; hindarilah mereka,
hindarilah pengajaran asing. Dalam hal ini, dia berjuang disertai dengan ratap
tangis.
Supaya jangan binasa ...
Jalan
keluarnya.
1 Timotius 4: 7
(4:7) Tetapi
jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
“Jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek
tua”
= hindarilah mereka yang hanya berkata-kata indah tetapi tidak menyampaikan
pengajaran salib. Selanjutnya, diikuti dengan pesan: “Latihlah dirimu beribadah”.
2 Timotius 3: 11
(3:11)
Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti
yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua
penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
Timotius ikut menderita aniaya dan sengsara karena salib, mengikuti teladan Rasul Paulus sebagai bapa rohaninya.
Kita juga dipanggil untuk mengikuti teladan yang
ditinggalkan Yesus Kristus yaitu menanggung penderitaan yang tidak harus ia
tanggung, itu kasih karunia… 1 Petrus 2: 19-20.
2 Timotius 3: 12
(3:12)
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan
menderita aniaya,
Setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Hal ini tidak bisa dipungkiri, oleh sebab itu, jika di tengah-tengah ibadah tidak ada salib, hal itu perlu dipertanyakan.
Latihlah dirimu beribadah. Setiap orang yang mau hidup
beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Tidak ada ibadah tanpa
salib, tidak ada pelayanan tanpa salib. Itu tidak bisa dipungkiri.
Oleh sebab itu, jika di tengah-tengah ibadah tidak ada
salib, hal itu perlu dipertanyakan. Jika anak Tuhan menolak salib di tengah
ibadah pelayanan, perlu saya pertanyakan. Juga saya, kalau saya tidak mau
memikul salib dalam ibadah dan pelayanan, Tuhan juga pertanyakan pelayanan saya
seperti apa. tidak bertanggung jawab dalam hal memberi makan dan minum, tidak
memperhatikan kawanan domba, malas untuk bergumul dalam hal meneliti dan
memperhatikan pengajaran salib di kaki salib Tuhan. Itu perlu dipertanyakan hamba
Tuhan seperti ini.
Sebaliknya, kita juga kalau tidak memikul salib di
tengah ibadah pelayanan, perlu dipertanyakan, apalagi anak-anak Tuhan yang
sudah melayani Tuhan.
Mengapa ibadah dan pelayanan itu tidak tertib? Karena
yang disampaikan adalah kata-kata yang indah-indah, bukan pengajaran salib,
sehingga timbullah percekcokan, timbullah pertengkaran. Jemaat berbantah-bantah
kepada gembala sidang, gembala sidang juga berbantah-bantah kepada sidang
jemaat kalau di dalamnya tidak ada pengajaran salib. Sidang jemaat
bersungut-sungut, gembala ngomel-ngomel setiap hari.
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam
Kristus Yesus akan menderita aniaya. Kalau tidak mau menderita, tidak usah
beribadah. Jangan melayani kalau tidak mau berkorban.
Siapa yang mau beribadah tekun tiga macam ibadah pokok
sampai Tuhan datang? Siapa yang mau terus melayani sampai Tuhan datang? Ya
harus mau berkorban. Kalau tidak mau berkorban, jangan beribadah, jangan
melayani. Tetapi yang pasti; latihlah dirimu beribadah.
Tuhan sedang melatih kita. Salib Kristus melatih kita
sekarang di tengah ibadah pelayanan ini. Latihan badani itu terbatas.
1 Timotius 4: 8
(4:8)
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal,
karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup
yang akan datang.
Latihan badani terbatas walaupun sangat bermanfaat bagi
raga, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal.
Ibadah salib itu berguna dalam segala hal karena
mengandung janji, antara lain;
- Untuk hidup
ini = masa sekarang.
- Untuk hidup
yang akan datang = masa yang akan datang.
Sekarang kita akan melihat tentang; JANJI IBADAH UNTUK MASA SEKARANG.
Matius 6: 33
(6:33)
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya
itu akan ditambahkan kepadamu.
Cari dahulu Kerajaan Sorga dan kebenaran salib yang ada di dalamnya, maka semuanya akan ditambahkan.
Kebenaran yang sejati terletak pada salib, di luar
salib tidak ada lagi kebenaran.
Oleh sebab itu, di tengah Kerajaan Sorga, di tengah
ibadah pelayanan ini, biarlah kita tetap hidup sesuai kebenaran salib, nanti
semuanya akan ditambahkan; yang tidak ada menjadi ada.
Roma 14: 17-18
(14:17)
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran,
damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
(14:18)
Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah
dan dihormati oleh manusia.
Kalau kita mencari Kerajaan Sorga dan kebenaran salib;
dikenan Allah dan dihormati oleh manusia.
Saudaraku, saya masih ingat sekali waktu awal mula
pertama memulai pelayanan di provinsi Banten, terkhusus Banten barat, Serang,
Cilegon dan sekitarnya, begitu sakit, banyak sengsara yang saya alami.
Pengalaman kematian itu begitu menderita, begitu pahit, dan perih, tidak
terselami oleh akal manusia, dan pengalaman yang unik ini saya lihat sekarang.
Seandainya tidak ada pengalaman pahit, pengalaman kematian, suasana
kebangkitan, ibadah dan pelayanan dalam kandang penggembalaan ini tidak akan
terlihat. Unik sekali pengalaman kematian itu, tidak terselami.
Dahulu kita tidak saling mengenal satu dengan yang
lain, termasuk bapak Pendeta Mamahit yang saat ini bersama dengan kita. Saya
dengan sidang jemaat satu dengan yang lain tidak saling mengenal, tetapi pengalaman kematian
itu begitu unik dan mempersatukan kita di tengah ibadah pelayanna dalam kandang
penggembalaan ini.
Dan selain dikenan oleh Tuhan, dihormati manusia. Kalau
dulu saat kita mengalami pengalaman kematian, orang tutup hidung kepada kita,
mau bicara saja sangat menjengkelkan, bahkan lebih hina dari kotoran. Tetapi sekarang,
karena kita mencari Kerajaan Sorga dan kebenaran salib yang ada di dalamnya;
dikenan oleh Tuhan, dihormati manusia. Itu janji ibadah untuk masa sekarang.
Inilah jaminan ibadah untuk masa sekarang.
Roma 14: 19
(14:19)
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera
dan yang berguna untuk saling membangun.
Marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai
sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
1 Timotius 6: 6-8
(6:6) Memang
ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
(6:7) Sebab
kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa
apa-apa ke luar.
(6:8) Asal
ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Ibadah itu kalau disertai dengan rasa cukup memberi
keuntungan besar. Oleh sebab itu, asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Beda dengan orang yang tidak merasa cukup, tidak ada
rasa syukur. Tetapi kalau ibadah itu disertai dengan rasa cukup, memberi
keuntungan besar. Oleh sebab itu, asal ada makanan dan pakaian; cukuplah. Itu
lebih dari segala-galanya.
Makanan itulah
firman Allah, itu yang sudah kita nikmati, itulah pengajaran salib yang kita
nikmati sampai hari ini, cukuplah.
Kemudian pakaian;
berguna untuk menutupi dosa dan ketelanjangan dan Tuhan sudah memberi pakaian
yang indah bagi kita, jubah yang maha indah, itu lebih dari pada cukup.
Pakaian putih atau lenan halus, itulah
perbuatan-perbuatan benar dari orang-orang kudus, itu lebih dari pada cukup
untuk menutupi dosa ketelanjangan yang memalukan itu.
Jadi ibadah yang disertai rasa cukup akan mendatangkan
keuntungan besar, asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Sekarang, JANJI
ALLAH UNTUK MASA YANG AKAN DATANG.
Ibrani 12: 20-21
(12:20)
sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatang pun
yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu."
(12:21) Dan
sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku
sangat ketakutan dan sangat gemetar."
Terlebih dahulu kita melihat; ibadah yang tidak
mengandung janji, itulah ibadah Taurat.
Ibadah Taurat = ibadah yang dijalankan secara lahiriah,
berarti mata ganti mata, gigi ganti gigi, artinya;
kejahatan dibalas dengan kejahatan, sama seperti seekor binatang kalau dia
menyentuh gunung itu, dia akan dilempari dengan batu.
Manusia tanpa roh = binatang. Kalau beribadah menurut
hukum Taurat, akan dilempari dengan batu sampai mati.
Itu adalah ibadah yang tidak mengandung janji baik
untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang, dan ibadah semacam itu sangat
mengerikan, persis seperti ketika Allah turun di atas gunung Sinai, bangsa
Israel merasa ketakutan, itu ibadah Taurat, tidak mengandung janji, baik untuk
masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Sekarang kita bandingkan ...
Ibrani 12: 22-24
(12:22)
Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem
sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
(12:23) dan
kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada
Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang
telah menjadi sempurna,
(12:24) dan
kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang
berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
Perhatikan ibadah yang mengandung janji untuk masa yang
akan datang, berarti beribadah di atas gunung Sion.
Beda dengan ibadah yang tidak mengandung janji, persis
seperti bangsa Israel beribadah di atas gunung Sinai, mengerikan, menakutkan.
Kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan, batu digunakan untuk melempari yang
jahat, itu ibadah yang sangat mengerikan. Tetapi untung, puji Tuhan, saat ini
kita beribadah di atas gunung Sion, yang disebut juga kota Allah yang hidup,
Yerusalem yang baru.
Persamaan beribadah di atas gunung Sion;
1. Datang kepada beribu-ribu malaikat = suatu
kumpulan yang meriah.
Suatu kali nanti, dari empat penjuru bumi,
dari Timur, Barat, Utara, Selatan, akan berkumpul menjadi suatu himpunan yang
besar yang meriah dan tidak terhitung jumlahnya, menjadi mempelai wanita Tuhan.
itu janji di masa yang akan datang, kalau beribadah di gunung Sion.
2. Datang kepada jemaat anak-anak sulung = namanya
terdaftar di sorga. ini ibadah yang mengandung janji.
3. Datang kepada Allah = yang
berhak menghakimi semua orang. Beda tadi kalau kita beribadah di bawah hukum
Taurat; mata ganti mata, gigi ganti gigi, kejahatan dibalas kejahatan, orang
yang bersalah tidak luput dari penghukuman. Kalau beribadah di gunung Sion,
tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menyerahkan segala
persoalannya kepada Tuhan, Dia yang layak untuk menghakimi.
4. Datang kepada roh-roh orang-orang benar
yang telah menjadi sempurna.
5. Datang kepada Yesus =
pengantara perjanjian baru. Kalau perjanjian lama, maka harus mempersembahkan
korban persembahan dari seekor binatang lembu sapi ataupun kambing domba,
bahkan burung merpati atau burung tekukur. Kalau darah lembu jantan dan
percikan debu abu lembu jantan dapat menguduskan, apalagi darah pemercikan,
darah Anak Domba. Itu perjanjian baru.
6. Datang kepada darah pemercikan = lebih
kuat dari pada darah Habel.
Saudaraku, darah pemercikan itu telah
diterangkan dalam Tabernakel, setelah diurapi, selanjutnya diperciki dengan
darah, dimulai dari alat pertama, mezbah korban bakaran sampai kepada Tabut
Perjanjian, semuanya itu diperciki dengan darah. Kalau darah Habel saja bisa
berbicara dari tanah, lebih kuat darah Yesus, sebab darah Yesus dapat juga
berbicara sesuai dengan derajat di mana kita berada. Darah Yesus telah menebus
kita, selain itu dijadikan suatu kerajaan dan
imam-imam bagi Allah, suatu kedudukan yang sangat tinggi, di situ juga darah
Yesus berbicara, jadi lebih hebat dan lebih kuat dari darah Habel. Inilah
ibadah yang mengandung janji di masa yang akan datang.
Ibrani 12: 25
(12:25)
Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau
mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput,
apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
Jangan menolak seorang hamba Tuhan yang menyampaikan
pengajaran salib.
Oleh sebab itu, jangan menolak pengajaran salib, darah
perjanjian, lebih kuat dari perjanjian yang pertama.
Ibrani 12: 26-27
(12:26)
Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu
kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit
juga."
(12:27)
Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang
dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak
tergoncangkan.
Menggoncangkan yang dapat digoncangkan, supaya tinggal
tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Kita lihat apa yang tidak tergoncangkan.
Ibrani 12: 28
(12:28)
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita
mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan
kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Marilah kita mengucap syukur dan beribadah yaitu: ibadah yang mengandung janji untuk masa
yang akan datang, sampai akhirnya kita menerima kerajaan yang tak
tergoncangkan. Inilah ibadah yang mengandung janji di masa yang akan datang,
mendapatkan atau menerima kerajaan yang tak tergoncangkan itu, hidup kekal dan bahagia bersama dengan Dia di dalam
kerajaan yang kekal, tak tergoncangkan. Itulah ibadah yang mengandung janji di
masa yang akan datang.
Ayo, latihlah dirimu beribadah. Salib sedang melatih
kita di tengah ibadah dan pelayanan ini. Orang yang mau hidup beribadah, tidak
terlepas dari aniaya karena firman, tidak terlepas dari sengsara karena salib. Kalau
tidak mau pikul salib, tidak usah beribadah, tidak usah melayani, tidak ada yang
melarang.
Tetapi kalau mau hidup beribadah, ayo, banyak
mengandung penderitaan, sangkal diri, pikul salib. Tuhan sedang melatih kita di
tengah ibadah pelayanan ini. Latihan raga terbatas, tetapi kalau latihan
ibadah; mengandung janji, berguna untuk segala hal, termasuk mengandung janji
untuk sekarang dan untuk yang akan datang.
Ayo, jangan terima ajaran asing yang hanya berbicara soal berkat-berkat, berbicara hanya sebatas tanda-tanda heran disertai dengan
kata-kata yang indah-indah, yang muluk-muluk, Rasul Paulus berkata dengan
tegas; hindarilah mereka. Rasul Paulus berjuang
dengan segala ratap tangis dan doa kepada Tuhan supaya sidang jemaat
betul-betul menerima pengajaran salib.
Tuhan sedang melatih kita. Salib-Nya melatih kita sekarang ini. Jadi jangan
ada seorang pun yang menolak salib kalau memang mau hidup beribadah kepada
Tuhan.
Bukankah ini kemurahan bagi kita? Ibadah mengandung
janji untuk masa sekarang, ibadah mengandung janji untuk
masa yang akan datang.
Pengajaran salib keluar dari Sion, orang-orang akan berduyun-duyun naik ke gunung Sion. Dan saya yakin
dengan ayat firman itu, oleh sebab itu saya tetap bertahan. Apapun harganya, saya bayar. Amin.
TUHAN YESUS
KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment