IBADAH RAYA MINGGU, 22 AGUSTUS 2021
WAHYU 13:11-18
(Seri: 11)
Tadi kesaksian dari sidang jemaat yang sudah bergabung 6 (enam) bulan lamanya dalam penggembalaan GPT “BETANIA” telah kita dengar bersama-sama, dan marilah kita doakan supaya kehidupannya semakin sungguh-sungguh tergembala dalam penggembalaan GPT “BETANIA” Serang dan Cilegon. Dan dia sudah merasakan perbedaan antara di luar TUHAN dan di dalam TUHAN; antara kehidupan yang tergembala dan kehidupan yang tidak tergembala; oleh sebab itu, marilah kita saling mendoakan satu dengan yang lain.
Wahyu 13:12
(13:12) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
(9:14) Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Wahyu 12:1
(12:1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
1. Berselubungkan matahari à Kasih dari Allah Bapa.
Wahyu 12:3-4
(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
- Berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh à Antikris. Jadi, antikris itu adalah kepala dari naga merah padam yang besar.
“Kepala”, yakni antikris, sasarannya adalah;
- mempelai perempuan yang sedang mengandung,
Sedangkan “ekor”, yakni nabi-nabi palsu, sasarannya adalah bintang-bintang di langit, itulah guru-guru atau pemimpin-pemimpin di dalam rumah TUHAN, itulah gembala-gembala sidang.
Oleh sebab itu, saya sebagai gembala sidang, saya sebagai pemimpin rumah TUHAN harus lebih sungguh-sungguh lagi menyerahkan diri kepada TUHAN. Kalau sidang jemaat bisa menyembah setengah jam, satu jam, maka saya harus bisa berada di kaki salib berjam-jam untuk menikmati kemurahan TUHAN, untuk menantikan pembukaan rahasia Firman; kalau tidak, maka akan diseret oleh ekor naga (nabi-nabi palsu).
Jadi, kepala dan ekor ular naga merah padam itu, ternyata mempunyai peran tersendiri, bukan?
Matius 24:23
(24:23) Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
- mulai dari dalam nikah, sudah harus mencerminkan nikah yang utuh,
(24:24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Jadi, mereka tidaklah menyesatkan orang yang tersesat, melainkan menyesatkan orang-orang pilihan. Kalau yang tersesat, ia tidak perlu disesatkan; jadi, yang disesatkan oleh kepala dan ekor dari ular naga merah padam adalah orang-orang pilihan, sekiranya mungkin itu terjadi -- mereka sedang berusaha --.
Jadi, sebelum TUHAN datang, maka terlebih dahulu tampil banyaknya pendurhaka dari orang-orang yang murtad, dan jelas itu adalah antikris.
2 Tesalonika 2:9-10
(2:9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (2:10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Kalau hamba TUHAN hanya sibuk mengadakan tanda-tanda heran, itu belum akhir dari pekerjaan TUHAN; tetapi akhir dari pekerjaan TUHAN adalah taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Keadaan manusia di akhir zaman, hal itu tertulis dengan dengan jelas di dalam 2 Timotius 3:1-10. Ada 18 (delapan belas) dosa akhir zaman, yang tertulis pada ayat 1-4.
Kemudian, pada ayat 5, mereka menjalankan ibadah Taurat, itulah ibadah yang dijalankan secara daging. Maka, kalau 18 (delapan belas) dosa akhir zaman dibagi 3 (tiga), maka hasilnya adalah 6 (enam). 18 (delapan belas) : 3 (tiga) = 6 (enam). Tiga kali angka 6 (enam), itulah 666 (enam ratus enam puluh enam); itu adalah ibadah Taurat, ibadah daging.
2 Timotius 3:6-7
(3:6) Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, (3:7) yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
Itu sebabnya saya sangat berjuang di tengah ibadah dan pelayanan ini untuk memperhatikan sidang jemaat dalam segala perkara, itulah tugas saya. Tugas saya bukanlah untuk menerima amplop persembahan-persembahan, tetapi tugas saya adalah untuk memperhatikan hidup rohani dan nikah dari sidang jemaat. Saya perhatikan diri saya dulu; sesudah itu, saya bisa memperhatikan saudara. Saudara harus mengenal hamba TUHAN yang mau memperhatikan hidup rohani saudara, karena ini urusannya dengan “sorga atau neraka”, “selamat atau binasa”; jadi, jangan saudara berpikir hanya sementara waktu ini. Untuk apa yang sementara waktu ini diperhatikan, tetapi akhirnya binasa?
(3:8) Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. (3:9) Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.
Perhatikan: Yanes dan Yambres adalah gambaran dari nabi-nabi palsu, ekor dari naga merah padam, mereka dapat mengadakan tanda-tanda heran, yaitu tongkat menjadi ular. Jadi, mereka ini menentang Musa, menentang kebenaran; apa yang dilakukan oleh Musa, itu juga yang mereka lakukan. Singkatnya: Menentang Musa (hamba TUHAN) = menentang kebenaran, menentang salib di Golgota.
Perhatikan: Mana yang lebih kuat; iman rohani dari sidang jemaat atau iman rohani dari pada hamba-hamba TUHAN? Tentu yang lebih kuat adalah iman rohani dari hamba-hamba TUHAN. Lalu, kalau sepertiga (satu dari tiga) bintang di langit diseret oleh ekor naga itu, maka sudah pasti jumlah sidang jemaat akan lebih banyak dijatuhkan ke bumi ini, akan lebih banyak diseret oleh ekor naga merah padam.
- Kalau bintang di langit; sepertiganya akan diseret oleh ekor naga.
Inilah enaknya jika kita tergembala; kita dapat mengerti rencana TUHAN. Kalau hanya satu ayat disampaikan, lalu saudara dipaksa tepuk tangan “diberkati”, saudara pulang dengan tidak membawa apa-apa; nikah tetap begitu saja, tidak ada dalam kesatuan.
1 Petrus 4:17
(4:17) Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Tadi kita sudah melihat bahwa sepertiga bintang di langit diseret oleh ekor naga, lalu bagaimana dengan nasib orang-orang yang tidak percaya dengan Injil Allah?
Injil Allah terbagi dalam 2 (dua) bagian:
YANG PERTAMA: Injil Sinoptik, yakni;
1. Matius.
YANG KEDUA: Kisah Para Rasul sampai dengan Kitab Wahyu.
Secara khusus, Injil ini menceritakan tentang keberadaan dari gereja TUHAN, dengan perincian:
1. Kisah Para Rasul menceritakan tentang lahirnya gereja TUHAN.
Itulah Injil Allah yang dibagi 2 (dua):
1. Injil Sinoptik, yang secara khusus menceritakan Yesus Kristus, Kepala Gereja.
Lalu, bagaimana dengan nasib mereka yang tidak percaya kepada Injil Allah, yang tidak percaya kepada Kristus Kepala, yang tidak lahir baru, yang tidak mengalami perkembangan sampai dewasa rohani; bagaimana nasibnya?
(4:18) Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?
Renungkanlah hal ini. Jangan saudara berpikir dan mengharapkan ibadah dari gereja lama; ibadah kita ini beda, sebab kita digembalakan oleh Pengajaran Tabernakel, kita digiring sampai kepada kedewasaan rohani, melewati jalan sempit dan pintu sesat.
Orang yang benar saja, hampir tidak selamat; milik TUHAN saja hampir tidak selamat; lalu bagaimana dengan nasib orang Kristen yang tetap dengan dosa kesombongan (fasik), bagaimana dengan nasib orang Kristen yang bertahan dengan dosa dagingnya?
(2:9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (2:10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. (2:11) Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
- rupa-rupa perbuatan ajaib,
Jadi, kalau saudara datang di tengah ibadah hanya mengagumi mujizat, ini adalah tanda akan binasa; begitu salib disodorkan untuk dipikul, ia langsung mundur (murtad) dari salib, lama kelamaan ia akan mendurhaka dan berontak. Pertama-tama berontak terhadap gembala, lalu berontak kepada nabi, sampai akhirnya berontak kepada Yesus Kristus; cara kerja Setan itu perlahan, namun pasti.
Maka, kita tidak sadari, bahwa ternyata keadaan 30 (tiga puluh) tahun yang lalu dengan sekarang itu jauh berbeda; dosa yang terjadi pada 30 (tiga puluh) tahun yang lalu dengan sekarang itu berbeda. Tetapi perjalanan itu seperti panah dari jam dinding; perlahan, namun pasti, dan ternyata sudah menunjuk petang hari, di mana dosa sudah semakin memuncak. Dan oleh karena dosa, dunia menjadi gelap gulita.
(9:14) Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor. (9:15) Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.
(9:16) Sebab itu Tuhan tidak bersukacita karena teruna-teruna mereka, dan tidak sayang kepada anak-anak yatim dan janda-janda mereka, sebab sekaliannya mereka murtad dan berbuat jahat, dan setiap mulut berbicara bebal. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.
Kalau bukan hikmat TUHAN, siapa yang bisa menyatakan kemurahan TUHAN kepada kita? Pengetahuan manusia, sederet gelar di pundak belum sempurna untuk memperoleh keselamatan.
2 Timotius 3:8
(3:8) Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
(1:15) Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. (1:16) Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Pertanyaan kedua: Sesudah diberkati, apakah anda mau tergembala sungguh-sungguh? Kalau mereka hanya mau meminta “petikan nikah”, silahkan cari hamba TUHAN di luar sana. Saudara tidak bisa sogok saya berapa milyar pun; saudara bisa cari hamba TUHAN di luar sana.
Saya punya dasar untuk mengatakan hal itu; setelah diberkati, nyawa mereka kelak dituntut oleh TUHAN, sesuai dengan apa yang tertulis dalam Yehezkiel 33. Jangan sampai setelah mereka diberkati, namun akhirnya mereka tidak tergembala; maka kelak saya akan dituntut oleh TUHAN.
Itu sebabnya, baik kepala maupun ekor menyesatkan seantero dunia ini, karena ternyata akal mereka sudah bobrok dan iman mereka tidak tahan uji, sehingga terpaksa melacur kepada perkara lahiriah di tengah ibadah dan pelayanan, karena ia tidak kuat menderita. Dari pada menderita, lebih baik melacur, itu adalah dosa kenajisan dari perempuan Babel.
(10:16) Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.
(10:17) "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
2 Korintus 10:18
(10:18) Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Jangan sampai nama kita “Puji Astuti”, tetapi tidak dipuji TUHAN. Mohon maaf bagi pemirsa yang bernama “Puji Astuti”, biarlah kiranya saudara tahan uji.
Mazmur 10:2
(10:2) Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
(10:3) Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
Jadi, mereka itu hanya bermegah dengan yang lahiriah, bukan bermegah terhadap salib Kristus; dan orang semacam ini suka memuji diri.
(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.
Yang tahan uji ialah yang dipuji TUHAN, yang bermegah dengan salib. Kalau seseorang tidak kuat dalam memikul salib, maka ia tidaklah tahan uji; percayalah.
2 Korintus 10:17-18
(10:17) "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (10:18) Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
2 Korintus 12:1-4
(12:1) Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. (12:2) Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau -- entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya -- orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. (12:3) Aku juga tahu tentang orang itu, -- entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya -- (12:4) ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
1. Penglihatan-penglihatan.
- Daerah pertama atau tingkatan pertama ialah HALAMAN.
Secara khusus, dalam Ibrani 9, Rasul Paulus melihat sesuatu yang luar biasa, di mana cawan emas (ukupan emas) sudah berada di dalam Ruangan Maha Suci; untung dia melihat itu, sehingga kita tahu ukuran ibadah kita harus memuncak sampai doa penyembahan.
Setelah dia melihat itu, dia ceritakan kepada sidang jemaat di Korintus, dan hari ini, Rasul Paulus dalam tulisannya kepada sidang jemaat di Korintus, menceritakan penglihatan itu, bahwasanya ibadah harus memuncak sampai kepada doa penyembahan, yang juga dia ceritakan kepada orang Ibrani.
Siapa yang bisa memahami bahwa puncak ibadah adalah doa penyembahan, kalau bukan Pengajaran Tabernakel? Jadi, jangan sampai saudara berkata “saya tidak tahu”, hati-hati. Saya mau tanya: Siapa yang menentukan Ibadah Raya pada hari Minggu? Ketentuan itu bukan dari sorga, bukan? Ketentuan itu manusia yang membuat; tetapi kita harus yakin bahwa 3 (tiga) macam ibadah pokok adalah kemurahan bagi kita, supaya terjadi step by step;
- dari “iman”, itulah Ibadah Pendalaman Alkitab;
Apa itu penyataan-penyataan? Itu berbicara tentang hubungan intim, hubungan dalam nikah yang suci, disebut juga dengan nyanyian baru, yang tidak dapat dipelajari oleh orang lain, kecuali orang yang melangsungkan hubungan intim itu dengan TUHAN, lewat doa penyembahan.
Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel adalah kelebihan, adalah hak kesulungan bagi kita semua. Lalu, bagaimana respon kita setelah menerima hak kesulungan yang luar biasa ini? Bagaimana sikap kita di hadapan TUHAN?
(12:5) Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
(12:6) Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
Kalau saya berkata menyembah tiga jam, empat jam, maka saya harus benar melakukannya. Masakan saya berkata “menyembah tiga jam”, tetapi ternyata saya tidak menyembah tiga jam; itu adalah dusta. Kalau saya bilang “empat jam”, berarti saya harus benar menyembah empat jam. Dan saya lakukan itu, supaya saya bisa mendapatkan pembukaan Firman sehingga saudara bisa menikmatinya dan mengerti rencana TUHAN; saudara harus mengerti itu.
Sekarang, kita sudah menerima “kelebihan” ini, lalu bagaimana selanjutnya; apakah harus menyombongkan diri? Jangan. Oleh sebab itu, bermegahlah atas kelemahan, bermegah atas salib.
(12:7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
- Kalau suami melihat isteri belum tunduk, ya sudah; itu seizin TUHAN, supaya kita sebagai suami jangan berlaku sombong.
Kalau kita sungguh-sungguh memiliki roh Maria, maka kita dapat sungguh-sungguh menikmati kemurahan TUHAN.
Saya banyak sekali dididik oleh TUHAN supaya tetap dalam keadaan rendah hati, bermegah dengan kelemahan (sengsara salib).
(12:8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
(12:9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Siapa yang mendambakan kuasa Kristus turun atas kita masing-masing? Jika saudara mendambakan kuasa Kristus turun atas saudara, maka buktikanlah mulai dari hari ini. Jangan sedikit-sedikit cengeng, bersungut-sungut, ngomong di belakang, salahkan si A, salah si B, buktikanlah bahwa saudara adalah pribadi yang kuat, bermegahlah dalam salib. Hai kehidupan yang dipuji, bermegahlah dalam salib, tidak usah banyak ngomel, diam saja, supaya kuasa Kristus menjadi naungan kita masing-masing.
Bermegahlah dalam salib Kristus. Kalau pun ada duri, ya diam saja; jangan terlalu banyak menuntut. TUHAN bisa saja berkata: “salahmu saja banyak kok”, tetapi TUHAN tidak ada tuntut kita. Ayo, miliki akal yang sehat.
(12:10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
2. di dalam siksaan,
3. di dalam kesukaran,
4. di dalam penganiayaan ,
5. dan kesesakan,
oleh karena salib Kristus, sebab jika aku lemah, jika bermegah dalam kelemahan, maka aku kuat, menjadi strong girl, strong men. Bersyukurlah bahwa kasih setia-Nya kekal sampai selama-lamanya.
Kita akan memperhatikannya dalam Wahyu 17, dengan perikop: “Penghakiman atas Babel”, penghakiman atas pelacur besar yang melayani karena cinta uang.
Wahyu 17:8
(17:8) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.
- telah ada, itulah bintang di langit,
(17:9) Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,
Jadi, jangan saudara mencari Firman yang “begitu begitu” saja; akhirnya, kita pun mengembara, tidak menetap dalam satu penggembalaan, dan berujung binasa, sebab orang yang mengembara tidak akan selamat.
1 Korintus 1:22-23
(1:22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
Sekalipun Yahudi mempunyai keinginannya dan Yunani mempunyai keinginannya, tetapi Rasul Paulus tetap memberitakan Kristus yang disalibkan; ia tidak mengikuti (tidak terpengaruh) era, tidak ikut zaman, tidak ikut situasi. Ketika orang sedang sibuk dengan pelayanan yang memakai tamborin, yang memakai baju sexy, namun Rasul Paulus tidak demikian. Ketika orang sedang sibuk dengan cara rubuh-rubuh, namun Rasul Paulus tidak ikut seperti itu. Rasul Paulus tetap memberitakan Kristus yang disalibkan dan tidak ikut zaman, tidak ikut arus dunia, dia tetap memberitakan salib.
Dari dahulu saya sudah hadapi jalan kaki sampai akhirnya kita berkumpul di sini, kita tetap dipelihara oleh TUHAN. Ini bukan berbicara soal kesombongan, tetapi saya mau menindiskan diriku kepada iman, bukan kepada yang lain-lain.
(1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
1. Kekuatan Allah.
Untuk itulah kita dipanggil dan selanjutnya dipakai oleh TUHAN, yaitu untuk mempermalukan hikmat dunia. Biarlah kita bodoh karena salib, tetapi dipakai oleh TUHAN untuk mempermalukan hikmat dunia.
Bagaimana kita mau tahu sorga? Maka, akal ini harus mengandung hikmat sorgawi. Oleh sebab itu, sudah seyogianya kita senantiasa memikirkan salib di Golgota.
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Mari kita berdoa untuk pemberitaan Firman di minggu yang akan datang; baik juga sidang jemaat di Bandung, di Malaysia, marilah kita berdoa, bahkan saya juga meminta doa dari umat TUHAN yang senantiasa tekun mengikuti Ibadah Raya Minggu, digembalakan oleh GPT “BETANIA” Serang dan Cilegon, Banten, Indonesia, lewat live streaming video internet; Youtube, Facebook.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment