IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 21 AGUSTUS 2021
(Seri: 247)
Tanda-tanda zaman sudah nampak dengan jelas, antikris sudah berada di ambang pintu, yang disebut juga dengan si pendurhaka, sesudah itu berlalu nanti, barulah Yesus datang kembali untuk yang kedua kalinya, sebagai Raja dan Mempelai Pria surga, yang sedang kita nanti-nantikan. Dimana kita menantikan kedatangan Tuhan kembali untuk yang kedua kalinya? Menurut pelajaran dari kitab Rut, kita hanya duduk saja, jelas itu kalau dikaitkan dengan pemecahan roti sebanyak dua kali;
Pemecahan roti yang pertama: Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan roti 2 ikan, syaratnya; duduk diatas rumput, itu berbicara tentang penggembalaan.
Kita bersyukur, kita berada ditengah ibadah pelayan dalam penggembalaan GPT “Betania” untuk selanjutnya digembalakan sampai kepada penggembalaan yang sempurna.
Pemecahan roti yang kedua: Yesus memberi makan 4000 orang laki-laki dengan tujuh roti dan beberapa ikan, syaratnya; mereka harus duduk di atas tanah, jelas itu berbicara tentang kerendahan dihati, mau merendahkan diri dan mau direndahkan. Tentu saja kehidupan yang tergembala, harus berada di titik nol, kalau tidak sampai tidak berada dititik nol itu bukanlah suatu kehidupan yang tergembala.
Kejadian 41:50-52
(41:50) Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. (41:51) Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." (41:52) Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."
Tentang nama yang telah diberikan oleh Yusuf kepada kedua orang anak laki-lakinya itu, terkandung suatu makna dan suatu maksud didalamnya. Jadi nama itu bukan hanya sebatas sebutan, tetapi nama itu betul-betul mengandung makna dan ada suatu maksud di dalamnya.
Manasye artinya; Allah telah membuat Yusuf lupa sama sekali kepada kesukarannya dan kepada rumah bapaknya. Pendeknya, Yusuf telah melupakan seluruh perkaranya, seluruh kesukarannya, mula-mula Yusuf melupakan kejahatan dan kebencian dari saudara-saudaranya yang ditulis dengan lengkap dalam kejadian 37.
Kejadian 37 :2,4, 11
(37:2) Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. (37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (37:11) Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.
Kisah Rasul 7:9
(7:9) Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia
(7:10) dan Allah melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
Sekarang kita melihat; Bukti hikmat bersumber dari sengsara salib.
1 Korintus 1:23-24
(1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Ayub 28 :12-14 perikop : “Manusia tidak dapat menemukan hikmat.”
Manusia dengan kemampuannya, kepandaiannya, kekuatannya, kelebihannya yang dia miliki tidak dapat menemukan hikmat surgawi. Sekalipun dia memiliki kelebihan, kemampuan, kekuatan, sederet gelar tinggi di pundaknya, tetap saja tidak dapat menemukan hikmat, sebab itu dibuktikan pada ayat 12-14.
(28:12) Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi? (28:13) Jalan ke sana tidak diketahui manusia, dan tidak didapati di negeri orang hidup. (28:14) Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku.
- Karena jalan ke sana, jalan menuju hikmat tidak diketahui oleh manusia
- Hikmat tidak didapati di negeri orang hidup.
Wahyu 13 :1 perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Kemudian, adapun wujud daripada binatang itu;
- Bertanduk 10
Jangan kita menghujat Tuhan, jangan kita menganggap enteng ibadah dan pelayanan serta pemberitaan firman. Orang yang semacam ini tidak memiliki hikmat, tidak berakal budi, cara berpikirnya pendek, semuanya digampangkan, yang penting bagi dia kesenangan sendiri.
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
1. Macan tutul
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Jadi sudah sangat jelas, hikmat tidak ada di tengah-tengah manusia, kemudian dia tidak di dapati di negeri orang hidup.
Walaupun binatang itu atau antikris itu mengadakan mujizat kesembuhan, tetapi itu bukanlah hikmat. Kalau di tengah ibadah setiap hari sibuk mengadakan mujizat kesembuhan, tetapi mengabaikan sengsara salib dan kematian Yesus Kristus, itu adalah mujizat palsu dan itu bukanlah hikmat dari Allah. Bukan berarti kalau kesembuhan terus-menerus berlangsung di tengah ibadah dan pelayanan, itu merupakan hikmat dari Allah, bukan! Kesembuhan, tetapi mengabaikan salib itu bukti kebodohan. Jadi sudah sangat jelas, hikmat tidak ada di negeri orang hidup, tidak ada di tengah-tengah manusia, hikmat juga tidak ada di dalam laut (Antikris).
(28:20) Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya? (28:21) Ia terlindung dari mata segala yang hidup, bahkan tersembunyi bagi burung di udara.
Kemudian, ditambahkan lagi di sini; “bahkan tersembunyi bagi burung di udara.” Burung di udara jelas itu menunjuk roh-roh najis.
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
Jangan kita datang menghadap Tuhan, jangan kita beribadah dan melayani, tujuannya hanya untuk kekayaan, itu sama dengan pelacuran secara rohani.
Wahyu 17:1
(17:1) Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
(17:2) dengan dia raja-raja di bumi ia berbuat cabul, ya dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.
Pendeknya, baik pemimpin-pemimpin rohani maupun bangsa-bangsa sudah menjadi najis oleh karena pelacuran dari perempuan Babel.
(17:3) Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
Hati-hati dengan ibadah laut, jangan kita datang beribadah hanya untuk keberhasilan, itu ibadah laut, itu adalah pelacuran.
(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
1. Kekejian bumi
Praktek kekejian adalah antikris akan menghentikan korban sehari-hari
Daniel 8:11-12
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. (8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
Kemudian …
Daniel 9:27
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Daniel 11:31
(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.
(12:11) Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.
a. Korban sembelihan itu menunjuk ibadah pelayanan yang dihubungkan dengan salib.
Jadi kalau tidak ada salib kasih semakin dingin, kalau tidak salib, tidak ada pengampunan, kalau tidak ada salib terjadilah suatu pergolakan yang hebat, yang ditimbulkan oleh kebencian yang hebat. Kemudian tidak ada pengampunan, tidak ada keselamatan, yang ada adalah kesusahan dan kesuraman untuk masa depan.
b. Korban santapan, menunjuk pengajaran firman Allah yang benar dan murni, sehingga nanti sesuai dengan nubuatan dari Amos 8:11.
Mengapa saya langsung potong-potong? karena saya berharap kita semua sudah mengerti.
Ibrani 12 :15-16
(12:15) Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. (12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
Jadi caranya tulus beribadah, tulus melayani TUHAN, jangan ada motif-motif lain.
Di sini kita perhatikan Esau menjual hak kesulungan demi sepiring sop kacang merah = Esau berlaku cabul.
Membesarkan perkara lahiriah, berkat-berkat secara lahiriah dan mengecilkan hak kesulungan (ibadah dan pelayanan) berarti; dikuasai oleh roh cabul dan itu yang menajiskan seseorang seperti Esau. Jangan kita dikuasai oleh nafsu rendah.
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
2 Timotius 2 :16
(2:16) Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
(2:17) Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, (2:18) yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. (2:19) Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Ini ajaran prosperity, teori kemakmuran, sibuk berbicara tentang keberhasilan tetapi tanpa dasar yang teguh, tanpa sengsara salib, tanpa kematian Tuhan Yesus Kristus.
Dari hal ini kita dapat belajar, bahwasanya hikmat Allah sangatlah kita butuhkan, hikmat Allah begitu mahal dan teramat berharga dan bernilai tinggi.
(28:15) Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak. (28:16) Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit;
(3:13) Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
Jadi orang yang bijaksana bertindak sesuai dengan hikmat, yang bersumber dari kelemahlembutan.
Siapa yang dianggap berakal budi dan bijaksana, pasti ia bertindak sesuai dengan hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
(11:28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (11:29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(3:14) Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
(3:15) Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
(3:16) Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
(3:17) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Murni, jelas tahan uji, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tak suci, maksudnya tidak mudah dipengaruhi, itu murni namanya, sama seperti perawan suci di dalam
Wahyu 14:4; “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.” Tidak di mudah dipengaruhi oleh dua ajaran dari perempuan-perempuan itulah perempuan babel dengan kenajisannya dan perempuan Izebel, yang suka mengatur kepala, hamba-hamba TUHAN.
Jadi murni itu adalah praktek dari salib.
Kemudian tidak munafik, jadi di luar dan dalam sama, itulah praktek hikmat yang datang dari surga, dari salib, dari kelemahlembutan.
Yang pertama.
Wahyu 17:8 perikop: “Penghakiman atas babel”
(17:9) Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,
Jadi, kalau di tengah ibadah pelayanan itu sibuk mengajarkan teori kemakmuran atau prosperity, sibuk berbicara soal berhasil-keberhasilan, berkat-keberkatan, itu merupakan, gunung atau ibadah yang sudah ditunggangi oleh perempuan babel, pelacur besar.
Oleh karena pelacur besar itu, pemimpin-pemimpin, raja-raja melacur dengan dia, melayani hanya karena kekayaan, mencari kelimpahan.
Wahyu 13: 16
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
Kiranya hikmat Allah yang menolong kita masing-masing. Hikmat Allah memberi pengertian seluas-luasnya di dalam hati, pikiran kita semua. Kiranya hikmat Allah memberi pengertian tentang ayat ini kepada kita semua.
(13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Wahyu 13:18
Singkat kata manfaat yang kedua dari hikmat adalah; dapat menghitung bilangan binatang itu. Adapun bilangan binatang itu ialah 666 (tiga angka enam).
Amsal 7:4
(7:4) Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,
(4:5) Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
- Jangan lupa.
(4:6) Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
Jadi kalaupun ada sengsara, penderitaan, kesukaran, seperti yang dialami dan dilalui oleh Yusuf, jangan lari dari situ. Kasihilah salib Kristus, supaya kita dipelihara dan dijaga.
(4:7) Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.
(4:8) Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
(4:9) Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu."
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment