KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, May 20, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 12 MEI 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 12 MEI 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 22)

 

Subtema: AIR SUSU YANG LIMPAH

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan TUHAN sebab Dialah yang layak ditinggikan, diagungkan, dimuliakan, Dia Raja di atas segala Raja.

 

Dan saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online / live Streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook maupun media-media sosial lainnya yang dapat diakses. Selanjutnya mari kita ikuti Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Surat Yudas.

Kita masih berada pada Yudas 1:11, tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.       Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 10).

Bilangan 16:1-2 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Yang termasuk/bergabung dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

 

Bilangan 16:9-10

(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Pendeknya, Korah menuntut pangkat imam lagi.

Inilah yang menjadi motif sehingga Korah dan kumpulannya memberontak kepada Musa dan Harun.

 

Padahal Korah dan segenap bani Lewi telah dipisahkan ALLAH dari umat Israel dan diperbolehkan untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya seluruh bani Lewi diberi kesempatan untuk:

-    Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di dalam rumah TUHAN mulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.

-    Bertugas untuk melayani umat Israel.

Tetapi kenyataannya, Korah masih menuntut pangkat imam lagi.

Itulah yang menjadi cikal bakal sehingga Korah dan kumpulannya memberontak kepada Musa dan Harun.

Singkat kata, Korah dan kumpulannya bersepakat melawan Musa.

 

Jadi kalau kita memberontak kepada penggembalaan = bersepakat melawan TUHAN.

Ketika kita memberontak sebetulnya sama dengan melawan TUHAN.

Ini harus kita perhatikan, hati-hati, jangan gegabah dan lupa dengan pengertian ini.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Datan dan Abiram tidak mau datang ketika mereka dipanggil Musa.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka:

a. Tidak tunduk = Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

b. Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?

(16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selain tidak mau datang, ternyata Datan dan Abiram juga menuduh Musa sebagai pemimpin yang:

a. Menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

     Dalam hal ini, seolah-olah Musa adalah pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Tetapi tidaklah demikian di pemandangan mata TUHAN.

     Alasan Datan dan Abiram menuduh; Musa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk dibiarkan mati di padang gurun, seolah-olah Musa ini seorang pembunuh.

     Inilah alasan sehingga Datan dan Abiram menuduh Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

     Saudara, pada minggu yang lalu hal ini telah kita bahas bersama-sama.

 

b. Musa dituduh mengelabui mata umat Israel.

     Itu berarti, Musa adalah orang munafik yang suka menipu umat TUHAN.

     Alasannya: Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya  sebab bagi Datan dan Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

    

     Perlu untuk diketahui: Musa bukanlah pemimpin yang suka mengelabui mata umat Israel, sebab Musa bukan orang munafik yang suka menipu umat Israel.

 

     Hal ini bisa kita buktikan di dalam...

     Keluaran 3:7 -- Perikop: "Musa diutus TUHAN."

     (3:7) Dan TUHAN berFirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

 

TUHAN memperhatikan SENGSARA yang dialami oleh bangsa Israel di Tanah Mesir.

Kemudian, TUHAN juga mendengar SERUAN umat Israel oleh pengerah-pengerah mereka di Mesir

 

Pendeknya, TUHAN mengetahui penderitaan bangsa Israel di Mesir, sebab:

-    Mata TUHAN sangat tajam untuk memperhatikan sengsara yang dialami umat Israel di Mesir.

     Jadi saudara, ketika menanggung penderitaan kita tidak sendirian, sebab mata TUHAN tajam memperhatikan kehidupan umat-Nya dalam sengsara yang dialami oleh umat TUHAN.

-    Telinga TUHAN sangat tajam untuk mendengarkan seruan setiap umat Israel.

     Saudara pecayalah, setiap seruan-seruan yang kita naikkan itu sampai ke telinga TUHAN.

     Kalau seandainya kita berseru namun sepertinya seruan itu tidak terjawab, bukan berarti seruan itu tidak sampai, tetapi banyak hal yang harus kita ketahui kenapa jawaban dari seruan itu seolah-olah tidak nampak, tetapi yang pasti TUHAN jauh lebih tau. Bersabarlah, TUHAN akan menolong kita tepat pada waktunya.

 

Jadi dari ayat 7 ini, kita dapat melihat bahwa Mesir bukanlah negeri seperti yang dikatakan Datan dan Abiram, sebagai negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Pendeknya, Mesir tidak layak untuk dijadikan sebagai milik pusaka.

Pendeknya, Mesir tidak lebih tidak kurang, hanyalah tanah perbudakan dan itu yang membuat umat Israel menderita sengsara oleh pengerah-pengerah di Mesir.

Sebaliknya, Salib Kristus tidak pernah membuat seseorang menderita, yang membuat seseorang menderita adalah perbudakan / perhambaan dosa.

 

Jadi apa yang dikatakan Datan dan Abiram tidaklah benar, mereka tadi katakan, Mesir adalah negeri yang belimpah-limpah susu dan madu sehingga Mesir layak untuk dijadikan sebagai milik pusaka, padahal di dalam Keluaran 3:7, TUHAN berkata kepada Musa bahwa Mesir adalah tanah perbudakan itulah yang membuat bangsa Israel sangat menderita oleh pengerah-pengerah di Mesir. Jadi berbanding terbalik dengan perkataan Datan dan Abiram, sebenarnya mereka mengatakan itu karena mereka tidak taat dan tidak dengar-dengaran kepada Musa. Begitulah orang yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

 

Keluaran 3:8

(3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

 

Firman TUHAN yang terkait dengan negeri Kanaan:

a. Suatu negeri yang baik dan luas.

b. Suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

Keluaran 3:17

(3:17) Jadi Aku telah berFirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

 

Mesir adalah tanah yang penuh kesengsaraan dan penuh penderitaan, sebab Mesir adalah tempat perbudakan. Sedangkan Kanaan adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya sehingga layak dijadikan sebagai MILIK PUSAKA.

Jadi kategori untuk layak dikatakan sebagai milik pusaka adalah limpah susu dan madunya.

Saudara, satu kali tanah air sorgawi menjadi milik pusaka kita. Maka dalam ibadah dan pelayanan harus limpah air susu dan madu supaya kita layak untuk menerima milik pusaka.

Air susu yang berlimpah dan madu yang berlimpah à Firman ALLAH yang berlimpah-limpah.

 

Tentang; madu yang limpah telah kita bahas pada minggu yang lalu yang memang berbicara tentang Firman ALLAH yang mempunyai kuasa yang heran sehingga rasanya manis seperti madu Wahyu 10:9 -- "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

Ketika Firman ALLAH bekerja di dalam hidup kita, rasanya pahit, tetapi kuasa dari pekerjaan Firman hasilnya manis seperti madu.

 

Tentang: AIR SUSU YANG LIMPAH à Firman ALLAH.

1 Petrus 2:2 -- Perikop: "Yesus Kristus batu penjuru."

(2:2) Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

 

Kebutuhan pokok seorang bayi yang baru lahir ialah: Air susu yang murni dan rohani.

Air susu yang MURNI = Air Susu Ibu.

Ibu à Gembala Sidang. Pendeknya, minum air susu ibu, artinya: Tergembala dengan baik.

Tergembala = Bersuasana KEBANGKITAN. Kalau tidak mau tergembala = bersuasana kematian.

 

Orang bisa saja beribadah, tetapi belum tentu rohaninya tergembala (dalam suasana kebangkitan). Tetapi kalau hidup rohani kita tergembala, itu yang disebut bersuasanakan kebangkitan. Jadi bukan berarti semua orang Kristen dalam suasana kebangkitan biar tiap hari beribadah. Tetapi kalau rohaninya tergembala pasti bersuasana kebangkitan.

Taat dan dengar-dengaran itu adalah tanda kebangkitan. Kalau tidak tunduk seperti Datan dan Abiram, itu bukan suasana kebangkitan.

 

Pendeknya, minum Air Susu Ibu = tergembala = bersuasana kebangkitan.

Tanda tergembala : merindukan Firman penggembalaan yaitu; Air Susu yang murni dan rohani.

 

Keterangan:

Yang Pertama: AIR SUSU YANG MURNI, berarti:

-    Tertulis di dalam Alkitab; Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu.

-    Diilhamkan / diwahyukan langsung oleh Roh TUHAN.

     Contoh: Ayat menerangkan ayat, maksudnya ayat satu diterangkan oleh ayat yang lain.

     Pendeknya, Firman ALLAH yang disampaikan oleh seorang gembala; tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan.

 

Praktek Firman yang ditambahkan:

-    Taurat TUHAN ditambahkan dengan adat istiadat orang-orang Yahudi = Ragi Farisi ... Markus 7:5-8.

-    Ayat-ayat Firman ALLAH ditambahkan dengan dongeng-dongeng nenek tua dan cerita-cerita isapan jempol, dan hal ini dilakukan oleh nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu ... 2 Petrus 2:1-3.

 

Praktek Firman dikurangkan:

Pengajaran salib (Injil Yesus) diganti dengan teori prosperity itulah ajaran tentang kemakmuran/kejayaan/keberhasilan. Hal ini diajarkan oleh antikris dan ajaran ini disebut juga ragi Saduki.

 

Keterangan:

Yang Kedua: AIR SUSU YANG ROHANI.

Berarti, yang menyampaikan Firman ALLAH harus dalam urapan Roh Kudus, bukan menyampaikan Firman dengan hasil pemikiran daging. Demikian juga yang mendengarkan Firman TUHAN harus dalam urapan Roh Kudus.

 

Manfaat urapan Roh Kudus: Kita dapat mengerti dan memahami Firman ALLAH yang disampaikan dengan mudah;

-    Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

-    Tidak dibatasi oleh usia.

Jadi kalau sidang jemaat datang mendengarkan Firman, duduk diam dalam urapan, dia mudah mengerti meskipun sudah uzur (usia tua), atau meskipun usia masih muda.

 

Keterangan:

Yang Ketiga: AIR SUSU IBU.

Artinya: menyampaikan Firman ALLAH persis seperti seorang ibu yang menyusui anaknya. Berarti, disampaikan secara continue / disampaikan secara terus menerus oleh seorang gembala, tidak boleh berhenti.

 

Contoh Firman untuk GPT Betania:

-    Ibadah Doa Penyembahan digembalakan oleh Surat Yudas dan harus disampaikan secara continue dari ayat satu sampai selesai, terus menerus secara berurutan / berseri, bukan simultan.

-    Ibadah Pendalaman Alkitab digembalakan oleh Kitab Maleakhi dan harus disampaikan secara continue dari ayat satu sampai selesai, terus menerus secara berurutan / berseri, bukan simultan. Artinya dimulai dari pasal 1:1 sampai selesai, pasal 2:1 sampai selesai, pasal 3:1 sampai selesai dan pasal 4:1 sampai selesai. Itu namanya secara continue, terus menerus, tidak ada bedanya dengan seorang ibu ketika menyusui anaknya (balita), dia harus memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara continue (terus menerus) karena itu merupakan kebutuhan dari seorang bayi yang baru lahir.

-    Ibadah Raya Minggu digembalakan oleh Kitab Wahyu dalam hal ini saya memang melewatkan pasal 1 karena memang tidak ada rencana untuk menyampaikan Kitab Wahyu sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu, awalnya cukup pasal 2 pasal 3 namun kenyataannya lanjut sampai sekarang ini, oleh kemurahan hati TUHAN dan sekarang, kita sudah berada pada pasal 19 dan nanti diakhiri sampai pasal 22:1 sampai selesai. Jadi Firman penggembalaan harus disampaikan secara continue (terus menerus), secara berurut (berseri), tidak simultan.

 

Kegunaan Firman penggembalaan (air susu ibu):

1 Petrus 2:1

(2:1) Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

 

Kegunaan Firman penggembalaan (air susu ibu):

Yang Pertama: Menyucikan kita dari dosa, secara khusus dari 5 (lima) hal:

(1) segala kejahatan, (2) segala tipu muslihat, (3) segala macam kemunafikan, (4) kedengkian dan (5) fitnah.

 

Terkait dengan; Segala kejahatan.

Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang.

Praktek cinta uang adalah: Mencuri, yaitu:

-       Milik sesama: tidak mengembalikan milik sesama/berhutang dan tidak membayarkan hutangnya.

-       Mencuri milik TUHAN yakni sepersepuluh atau sudah sepersepuluh, tetapi tidak jujur, saya rasa mungkin masih ada diantara kita, seperti yang saya sampaikan, sepersepuluh dari gaji diberikan, tetapi sepersepuluh dari THR dan yang lain-lain tidak jujur.

Alkitab berkata; anak-anak TUHAN harus mengembalikan sepersepuluh dari segala dari berkat-berkat yang kita terima. Barangkali engkau ditraktir makan bakso atau makan dimanapun, hitung semua sepersepuluhnya, berkat-berkat yang diterima, hitung semua persembahan persepuluhannya, kembalikan kepada TUHAN, baik juga yang bekerja di perusahaan, persepuluhan dari gaji ke-13, overtime, bonus, dan seterusnya kembalikan kepada TUHAN.

Kemudian buah sulung dari setiap kenaikan gaji harus dipersembahkan, jika tidak membawa persembahan sulungnya, itu juga bentuk pencurian.

Yang saya khawatirkan ketika seseorang mencuri milik TUHAN dan sesama adalah; saat menghadap takhta putih (hari penghakiman); semua dosa itu nanti disebut atau dibacakan sesuai dengan yang tertulis di dalam kitab-kitab ... Wahyu 20:12. Apakah saudara memikirkan ini atau tidak, saya tidak tahu.

 

Jadi saudara jangan pernah berkata, ah dosa kecil. Dosa kecil dan dosa besar sama-sama dosa, tidak ada juga istilah berbohong demi kebaikan. Berbohong kecil dan berbohong besar sama-sama dosa.

Itu sebabnya kita butuh air susu ibu yang murni dan rohani, kita butuh Firman penggembalaan yang disampaikan secara continue supaya kita disucikan dari dosa-dosa secara khusus lima dosa.

 

1 Petrus 2:2-5

(2:2) Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, (2:3) jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. (2:4) Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. (2:5) Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

 

Kegunaan Firman penggembalaan (air susu ibu):

Yang kedua: Mengalami pertumbuhan rohani, yaitu dari jemaat biasa menjadi imam-imam dan raja-raja = Batu hidup untuk dipakai di dalam rangka pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Jadi jabatan pelayanan itu ada kaitannya dengan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Berarti dengan adanya jabatan ini, imam-imam dan raja-raja mendapat tempat (bagian) dalam tubuh Kristus.

Jadi kalau belum mendapat jabatan = tidak mendapat tempat di dalam tubuh Kristus.

 

Itu kelebihan dari imamat rajani, melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus yaitu terwujudnya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna menjadi Mempelai TUHAN. Berarti jabatan imam (raja) ada kaitannya dengan Tubuh Kristus. Kalau kita imam dan raja, kita akan mendapat tempat di dalam tubuh Kristus. Kalau belum imam dan raja, tidak mendapat tempat di dalam tubuh Kristus. Jadi jabatan ini ada kaitannya dengan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Karena TUHAN datang pada kali yang kedua sebagai Raja dan Suami (Mempelai Pria Sorga), Pemimpin (Imamat rajani), kitapun menantikan Dia harus “di situ” sebagai imamt rajani. Pendeknya, tempatnya jabatan adalah tubuh Kristus.

 

Jadi tanda bertumbuh adalah dari jemaat biasa menjadi Imamat Rajani. Untuk apa menjadi imamat rajani? Dalam rangka pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Berarti dengan adanya jabatan ini, kita mendapat tempat di dalam tubuh Kristus. Kalau belum imamat rajani, ndak mendapat tempat di tubuh Kristus, Alkitab yang berkata, TUHAN sudah sampaikan, jangan kelak menyesal di kemudian hari.

 

Kiranya TUHAN tolong dan TUHAN berkati pengertian yang kita terima dari TUHAN sampai akhirnya kita betul-betul menjadi rumah TUHAN, rumah doa karena sudah dibangun di atas korban Kristus. Berarti dengan jabatan imamat rajani kita mendapat tempat di tubuh Kristus. Tubuh Kristus disebut juga rumah doa, dan malam ini kita buktikan bahwa kita adalah rumah doa, hidup dalam doa penyembahan dan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN. AMIN.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment