IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 15 SEPTEMBER 2026
YUDAS 1:12-16
(Seri 6)
Subtema: POHON-POHON YANG TERBANTUN
Shalom.
Salam sejahtera di dalam kasihnya TUHAN kita Yesus Kristus yang telah memungkinkan kita untuk datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.
Itu berarti sebentar kita akan menggunakan leher untuk menundukkan kepala / tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh Firman ALLAH yang dibukakan.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, Tiktok, dan selanjutnya doa dan harapan kami dari tempat ini kiranya damai sejahtera dari Sorga dari ALLAH, memenuhi ruangan ini, dan memenuhi hati kita, juga memenuhi ruangan hati saudara yang mengikuti secara online sehingga oleh damai sejahtera itu kita boleh merasakan sukacita sorgawi dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari SURAT YUDAS. Dan kita masih membaca Yudas 1:12-16 dan malam ini merupakan seri pemberitaan Firman untuk ke-5 (lima) kalinya.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:12-13, 16
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan Tritunggal, yaitu; naga, antikris, dan nabi-nabi palsu. Antara lain:
Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).
Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).
Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).
Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).
Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).
Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).
Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16)
Pada minggu yang lalu kita sudah membahas tabiat ketiga (bagian A) yang berbicara tentang;
“Pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah walaupun tiba musim berbuah”
Kiranya pembahasan ini menjadi berkat besar dan masih jelas dalam ingatan kita masing-masing.
Tentang tabiat ketiga (bagian B): Pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
Pohon-pohon yang terbantun berarti; POHON-POHON YANG TERCABUT DENGAN AKAR-AKARNYA HINGGA MATI.
Marilah kita menyimak gambaran dari satu kehidupan semacam ini,
Kisahnya kita tarik dari Injil Matius 15…
Matius 15:13
(15:13) Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat adalah tanaman yang akan dicabut dengan akar-akarnya.
Itu berarti, orang-orang Farisi adalah gambaran dari pohon-pohon yang terbantun –tercabut hingga pada akar-akarnya--. Yesus mengatakan hal itu ada alasannya.
Mari kita melihat alasan TUHAN Yesus mengatakan hal itu, tentu saja dimulai dari …
Matius 15:1-3 --- Perikop: "Perintah ALLAH dan adat istiadat Yahudi."
(15:1) Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: (15:2) "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." (15:3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah ALLAH demi adat istiadat nenek moyangmu?
Peristiwa pada Injil Matius 15 ini terkait dengan Yesus memberi makan 5000 (lima ribu) orang dengan lima roti dan dua ikan, sisa 12 (dua belas) bakul. Lalu 12 (dua belas) bakul ini diperuntukkan kepada 12 (dua belas) murid sehingga 1 (satu) murid menerima 1 (satu) bakul. Dan mereka makan dan menikmati roti tersebut.
Singkat kata dari kisah ini kita melihat; orang-orang Farisi mempersalahkan murid-murid yang sedang makan roti tanpa membasuh tangan terlebih dahulu. Menunjukkan, bahwa orang-orang farisi berpegang teguh terhadap ajaran adat istiadat orang Yahudi.
Namun, oleh karena adat istiadat tersebut, orang-orang Farisi justru melanggar hukum ALLAH.
Maka timbullah pertanyaan bagi kita sekarang.
PERTANYAAN PERTAMA: Mana yang lebih penting Firman ALLAH atau adat istiadat?
Jawabnya: Tentu saja FIRMAN ALLAH! Yang lebih penting.
Alasannya ialah: Firman ALLAH adalah pribadi ALLAH sendiri. Ayat referensi: Yohanes 1:1.
Kemudian, Firman ALLAH sanggup dan berkuasa untuk:
a. Mengadakan/menciptakan sesuatu dari yang tidak ada ... Kejadian 1:1-31, dan hal itu dijelaskan kembali oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang terkait dengan iman Abraham, yaitu Roma 4:16-17.
b. Menghidupkan orang mati ... Roma 4:16-17.
Contoh Pembuktian:
Efesus 2:1-3 --- Perikop: "Semuanya adalah kasih karunia."
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. (2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Bangsa kafir adalah bangsa yang tidak mengenal ALLAH Israel, mereka penuh dengan dosa yang disebabkan oleh 3 (tiga) hal:
DUNIA dengan arusnya yang menenggelamkan dan menghanyutkan kehidupan rohani sampai ke dasar keterpurukan.
IBLIS/SETAN disebut juga penguasa kerajaan angkasa.
Tanda dikuasai setan: Mendurhaka/memberontak kepada TUHAN, tidak suka dengar-dengaran.
DAGING dengan segala hawa nafsu dan keinginan-keinginannya yang jahat.
Itu sebabnya pada ayat 1, Paulus berkata kepada jemaat di Efesus; “kamu dahulu sudah mati” karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Singkat kata, pada dasarnya bangsa Kafir harus mati, sebab upah dosa adalah maut.
Efesus 2:4-5
(2:4) Tetapi ALLAH yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, (2:5) telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
Kuasa Firman ALLAH: Menghidupkan dan menyelamatkan yang mati.
ALLAH kaya dengan rahmat, sehingga oleh kelimpahan kasih karunia-Nya, kita dihidupkan bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh karena kesalahan-kesalahan (pelanggaran-pelanggaran) kita, namun pada akhirnya kita diselamatkan oleh karena kasih karunia, kita dihidupkan kembali oleh karena kasih karunia.
Ini adalah kemurahan yang besar yang ditampilkan oleh kuasa Firman ALLAH, bukan hanya mengadakan sesuatu dari yang tidak ada, tetapi juga berkuasa untuk menghidupkan yang mati.
Sebaliknya, adat istiadat adalah CIPTAAN MANUSIA. Sebab, adat istiadat tidak datang dari Sorga.
Lagi pula adat istiadat:
Tidak sanggup mengadakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.
Tidak berkuasa menyucikan manusia dari perbuatan-perbuatan dosa, sebab kasih karunia tidak datang dari adat istiadat.
Tetapi TUHAN kita kaya dengan rahmat, limpah kasih karunia.
Oleh sebab itu, jangan kita meninggalkan jam-jam ibadah, hanya karena adat istiadat. Hati-hati, itu adalah roh pemberontakan kepada TUHAN.
PERTANYAAN KEDUA: Mana yang lebih pantas dan boleh dilanggar? Apakah Firman ALLAH atau adat istiadat?
Jawabnya: ADAT ISTIADAT boleh dilanggar, karena adat istiadat adalah sebuah aturan yang diciptakan oleh manusia.
Dahulu Adam dan Hawa tidak mempunyai dan tidak mengenal aturan yang berasal dari adat istiadat ketika mereka diciptakan di Taman Eden. Namun mereka mengalami kebahagiaan yang berasal dari Sorga.
Ini kebahagiaan sejati dan tidak sama dengan kebahagiaan yang datang dari adat istiadat.
Mungkin kalau saudara belum bisa menikmati kebahagiaan dari sorga hari ini, bersabarlah, setialah terlebih dahulu dalam tiga macam ibadah pokok, nanti engkau akan mengerti soal kebahagiaan yang datang dari Sorga, seperti yang dialami Adam dan Hawa, sebelum melanggar hukum ALLAH di taman Eden.
Lagipula tanpa adat istiadat manusia tetap mempunyai masa depan, asalkan saja dia hidup di dalam TUHAN dan mengikuti jalan TUHAN yang adalah jalan menuju ke Sorga, sebab Yesus sendiri berkata: “Akulah jalan, Akulah kebenaran, Akulah hidup.”
Singkat kata, jalan menuju kerajaan Sorga adalah salib di Golgota, disebut juga PINTU SESAK + JALAN SEMPIT.
Sebaliknya Firman ALLAH tidak boleh dilanggar! Sebab Firman ALLAH adalah rambu-rambu dalam perjalanan menuju kerajaan Sorga.
Jadi kalau merindu untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga, maka ikuti aturan-aturan dari Sorga.
Hukum-hukum ALLAH, itu adalah rambu-rambu dalam perjalanan menuju kerajaan Sorga, Yerusalem Baru, kehidupan yang kekal.
Orang-orang yang dengan sengaja melanggar hukum ALLAH maka akan celaka dalam perjalanannya menuju kerajaan Sorga (binasa di jalan)
Jadi hukum ALLAH (Firman ALLAH) tidak boleh dilanggar, supaya jangan mengalami kecelakaaan di tengah-tengah perjalanana, menuju kerajaan Sorga.
Kita lebarkan sejenak untuk memaca ….
Kejadian 3:6-7
(3:6) Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (3:7) Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Adam dan Hawa melanggar hukum ALLAH, akibatnya: Mereka menjadi TELANJANG; sehingga nampaklah dosa atau kelemahan yang memalukan seseorang.
Juga ayat referensinya 1 Yohanes 3:4 --- Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum ALLAH, sebab dosa ialah pelanggaran hukum ALLAH.---
Kembali kita membaca …
Matius 15:4-6 --- Perikop: "Perintah ALLAH dan adat istiadat Yahudi."
(15:4) Sebab Allah berFirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. (15:5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, (15:6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian Firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
Demi adat istiadat, orang-orang Farisi melanggar hukum ALLAH, secara khusus hukum ke-5 (lima), yaitu: Orang-orang Farisi tidak menghormati orang tua, baik orang tua secara jasmani, baik orang tua secara rohani teramat lebih Bapa di Sorga.
Orang-orang kristen janganlah hidup seperti orang-orang Farisi, mereka ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi lebih mengutamakan adat istiadat daripada hukum ALLAH, mereka melanggar hukum ALLAH, secara khusus hukum yang ke-5 (lima); karena orang-orang Farisi tidak menghormati orang tuanya. Bahkan uang (berkat) yang telah dipersembahkan untuk TUHAN, itu dijadikan sebagai alasan untuk tidak hormat kepada orang tuanya.
Kehidupan semacam ini disebutlah orang suci, tetapi pada bagian luarnya, sedangkan bagian dalam hidupnya tidak suci. Singkatnya, bagian luar dan bagian dalam hidup orang-orang Farisi tidak sama.
Inilah kehidupan yang berpegang pada adat istiadat, akhirnya melanggar hukum ALLAH, secara khusus tidak menghormati orangtuanya.
Sebaliknya, kalau kita menghargai hukum ke 5 (lima), yaitu: menghormati orangtua, pasti umurnya lanjut sampai ke tanah yang TUHAN berikan, itulah Tanah Air, Kerajaan Sorga.
Jadi kalau Firman ALLAH memberi satu aturan (perintah), itu bukan untuk menyiksa. Umpama, pada hukum ke-5 (lima), kita diperintahkan untuk hormat kepada orangtua jasmani, orang tua rohani, terlebih Bapa di Sorga, tujuannya supaya lanjut umur, dibawa masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tanah air Sorga, itulah milik pusaka yang diwariskan kepada kita … (Keluaran 20:12) (Ulangan 5:16)
Warisan itu hanya kepada orang yang lanjut umur, panjang umur. Kalau sudah mati (binasa) bagaimana dia bisa menikmati warisan.
Dampak negatif melanggar hukum ALLAH (tidak hormat kepada orang tua):
Matius 15:7-9
(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
Dampak negatif melanggar hukum ALLAH (tidak hormat kepada orang tua): Orang-orang Farisi disebut sebagai orang-orang MUNAFIK.
Munafik artinya: Di luar tidak sama dengan bagian dalam hidupnya; itulah hatinya.
Di luar tampak suci/bersih, namun bagian dalam hidupnya kotor, penuh dengan kedurjanaan, tetapi anehnya, orang-orang farisi ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan. Hati-hati saudara ! karena hal semacam ini, bisa terjadi dan dialami setiap orang.
Setiap hari kita harus mengoreksi diri. Firman ALLAH yang kita terima malam ini datang untuk mengoreksi hidup kita. Sama seperti tangan; masuk ke dalam baju, lalu ditarik lalu nampaklah kusta, sehingga tangan yang kena kusta dimasukkan ke dalam baju, lalu ditarik lagi, sampai kita ditahirkan. Keluaran 4:6-7; "… Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu." Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju. Sesudah itu firman-Nya: "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu." Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya…”
Nampak putih di luar, tapi dalamnya penuh dengan kotoran (kedurjanaan), itu kusta.
Putih bersih, tapi penyakitan, itulah kusta. Kita harus memberi diri untuk dikoreksi dan disucikan oleh Firman ALLAH.
Jangan kita datang di tengah ibadah, hanya untuk duduk, diam, begitu saja, tanpa ada keubahan, tidak memberi diri untuk dikoreksi untuk disucikan oleh Firman ALLAH. Hari demi hari ada di tengah ibadah, tapi tanpa keubahan, tanpa mau dikoreksi.
Ciri-ciri ibadah dari orang munafik:
Nampak mulutnya memuliakan TUHAN dengan nyanyian dan pujian.
Tetapi hatinya (bagian dalam) jauh dari Firman ALLAH yang disampaikan.
= Tubuh jasmani dipersembahkan di tengah ibadah pelayanan, tetapi hatinya / manusia batin TIDAK DIPERSEMBAHKAN. Untuk apa dia beribadah semacam ini, tidak ada artinya. Itu sebabnya TUHAN berkata; “…Percuma mereka beribadah kepada-Ku.” Ini adalah ibadah yang SIA-SIA.
Jangan kita datang beribadah dengan sia-sia, jangan kita percuma datang beribadah, habiskan tenaga, waktu, pikiran, uang, dan apapun. Kalau menjalankan ibadah dengan percuma lebih baik tidur di rumah masing-masing, tetapi nanti akan binasa seperti tanaman yang tidak ditanam oleh ALLAH, satu kali akan dicabut hingga akar-akarnya, seperti pohon terbantun, pohon yang dicabut hingga akar-akarnya, nanti mati.
Jadi dari adat istiadat itu keluar aturan-aturannya. Kalau dalam pesta, orang Batak pasti ada adat istiadatnya.
Adat istiadat dengan aturan-aturan yang keluar dari dalamnya itu buatan manusia.
Beribadah, tetapi berpegang teguh pada adat istiadat, dengan aturan-aturan yang ada di dalamnya, untuk apa beribadah? Tidak ada artinya, percuma. Jangan kita percuma beribadah kepada TUHAN = jangan percuma hidup.
Kalau kita hidup hanya untuk memuaskan hawa nafsu daging, percuma engkau hidup di muka bumi ini, tidak ada artinya hidup. Kehidupan seperti itu, hidup asal hidup, sebetulnya sudah mati = hidup yang percuma.
Kita hidup harus mempunyai arti hidup. Beribadah juga harus mengandung arti, sebab itu jangan kita berpegang teguh dengan ajaran adat istiadat dengan aturan-aturan yang keluar dari adat istiadat itu, sehingga Firman Allah diabaikan
Matius 15:10-12
(15:10) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: (15:11) "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (15:12) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Perhatikan kalimat; "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" Di sini kita melihat, murid-murid datang mengoreksi, terkait dengan perkataan-perkataan Yesus; istilah sekarang ini, khotbah terlalu tegas, keras, sakit bagi daging dari orang Farisi.
Bagaimana dengan kita malam ini, ketika mendengar Firman yang tegas, keras, apakah daging ini tersakiti?
Ijinkan saja dagingmu dilukai, dioperasi (dibeset) dengan pedang tajam bermata dua, supaya segala kekurangan-kekurangan (kelemahan) yang ada di dalam diri kita masing-masing diambil/disucikan dan TUHAN akan membebat, membalut luka-luka kita masing-masing. Hidup dan nikah rumah tangga kita, pengikutan kita kepada TUHAN dipulihkan (disembuhkan) oleh TUHAN.
Oleh dosa KEMUNAFIKAN, orang-orang Farisi telah menajiskan diri dihadapan TUHAN, sebab bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan seseorang, tetapi apa yang keluar dari dalam mulut, itu yang menajiskan sesorang.
Kalau makan tanpa membasuh tangan, tidak akan menajiskan seseorang. Atau makanan yang masuk ke dalam mulut tidak akan menajiskan seseorang. Tetapi apa yang keluar dari mulut, itu yang menajiskan seseorang.
Lewat Firman ALLAH, TUHAN mau sucikan kita…Matius 5:8.
Tujuan penyucian supaya kita bisa melihat ALLAH di kemudian hari. Saat ini kita tidak bisa melihat ALLAH, masih dalam bentuk samar-samar, karena kita melihatnya dalam bentuk mata rohani, tetapi nanti kita akan bertatap muka, mata dengan mata, Alkitab yang berkata; “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal” …1 Korintus 13:12.
Jadi kemunafikan itulah yang menyebabkan seseorang berada dalam kenajisan. Kalau makan tanpa membasuh tangan tidak menajiskan seseorang. Makanan yang masuk ke dalam mulut, tidak menajiskan seseorang. Tetapi apa yang keluar dari mulut itu yang menajiskan seseorang.
Maka jaga hati, dari sanalah sumber hidup (hayat) manusia.
Jaga hati, jangan tampak suci pada bagian luar, tetapi pada bagian dalamnya tidak, karena TUHAN melihat dan maha tahu.
Matius 15:13
(15:13) Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
Singkat kata, orang-orang Farisi adalah tanaman yang tidak ditanam oleh TUHAN di dalam rumah TUHAN. Mereka digambarkan seperti pohon terbantun, satu kali dicabut oleh TUHAN sampai akar-akarnya / mati / binasa.
Banyak orang mengaku diri sebagai orang Kristen, tetapi mereka bukan tanaman yang ditanam oleh Allah di dalam Bait ALLAH, maka satu kali akan dicabut sampai akar-akarnya, binasa.
Nah ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan pengertian yang indah dan suci (mulia) ini diabaikan begitu saja, karena lebih mempertahankan harga diri, perasaan daging. Hati-hati saudara, jangan mempertahankan sesuatu yang satu kali akan dibinasakan.
Akibat dosa kenajisan:
Yesaya 29:13-14
(29:13) Dan TUHAN telah berFirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, (29:14) maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."
Akibat dosa kenajisan adalah: orang-orang Farisi kehilangan hikmat, akal budi, dan kebijaksanaan.
Singkatnya, mereka berada di tengah-tengah ibadah pelayanan tetapi tidak mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH, tidak mendapatkan sesuatu pengertian yang luar biasa dari Sorga, tidak mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH.
Saudara, apa artinya kita mempunyai segala sesuatu yang berasal dari dunia ini, tetapi kita tidak mempunyai pengertian dari Sorga dan takhta ALLAH yang ada di dalamnya, tidak ada artinya.
Perlu untuk kita ketahui:
Seindah-indahnya Sorga kalau takhta ALLAH tidak terdapat di dalamnya, percuma Sorga ada.
Sama halnya dengan manusia, sehebat-hebatnya manusia, setinggi-tingginya dia mencapai cita-citanya dan dia sudah berada di posisi yang tinggi itu, kalau tidak ada TUHAN bertakhta di dalam hidupnya, tidak ada artinya dia hidup di atas muka bumi ini.
Jadi ibadah tanpa pembukaan rahasia Firman Allah, manusia menjadi bodoh, tidak punya pengertian tentang Sorga dan ALLAH, maka apa yang akan diperbuatnya, semua nanti serba salah.
Mungkin dia merasa sudah benar ketika melakukan sesuatu, tetapi belum tentu benar di mata TUHAN, kenapa? Karena dia tidak memiliki pengertian, tidak memiliki hikmat, akal budi dan kebijaksanaan lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH.
Jadi saudara, untuk yang kesekian kali saya sampaikan, kalau kita beribadah, doakan selalu ibadah itu supaya di tengah-tengah ibadah itu kita senantiasa mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH. Dari Firman yang dibukakan ini kita memperoleh satu pengertian dari Sorga sehingga kita disebut sebagai orang yang berhikmat, berakal budi, dan bijaksana, tidak bodoh tentang Kerajaan Sorga.
Banyak orang Kristen memiliki gelar Sarjana (S1, S2, S3, bahkan Professor), tetapi bodoh tentang Kerajaan Sorga walau dia merasa tahu tentang Kerajaan Sorga. Begitu banyak orang Kristen merasa tahu tentang Kerajaan Sorga, tetapi sebetulnya bodoh, dia hanya terbawa perasaan saja.
Perasaan manusia, sama sekali tidak ada kaitannya dengan Kerajaan Sorga, oleh sebab itu, mengikuti TUHAN tidak boleh pakai perasaan. Segala sesuatu diukur oleh tongkat pengukur dari emas, tongkat pengukur dari ALLAH, itulah Firman ALLAH, tidak mungkin berubah-ubah.
Hal ini kita bandingkan dengan…
Matius 11:25 --- Perikop: "Ajakan Juruselamat."
(11:25) Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, TUHAN langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Disini dikatakan: Rahasia Firman ALLAH dinyatakan kepada orang kecil.
ORANG KECIL -> orang yang senantiasa menyangkal dirinya, memikul salibnya di tengah-tengah pengikutannya kepada TUHAN. Kepada mereka dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH.
Inilah yang menjadi syukur dari Yesus Anak ALLAH kepada Bapa di Sorga. Beda dengan manusia, dia akan bersyukur apabila ia memperoleh sesuatu yang sifatnya menguntungkan dia. Tetapi syukur dari TUHAN adalah bilamana kita mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH sehingga oleh pembukaan rahasia Firman ALLAH kita memperoleh pengertian tentang Sorga, di dalamnya ada takhta dan ALLAH duduk di atas takhta itu.
Semestinya rasa syukur kita harus sama dengan rasa syukur TUHAN, tidak salah bersyukur ketika diberkati, memperoleh ABC dan segala sesuatu, tetapi lebih dari pada itu ada syukur yang lebih tinggi yaitu: ketika kita mendapatkan pembukaan rahasia Firman TUHAN. Syaratnya adalah mau jadi kecil, berarti sangkal diri, pikul salib = merendahkan diri, mau jadi kecil.
Apa artinya seperti ibadah orang Farisi kelihatan gagah hebat-hebat, akan tetapi tidak punya pembukaan Firman. Namun faktanya banyak orang menjalankan ibadah semacam ini, dan hal itu sangat disayangkan, sebab TUHAN berkata; “Percuma mereka beribadah kepada-Ku.”
Ciri-ciri orang yang tidak mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH:
Matius 15:14
(15:14) Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
Orang Farisi disebut sebagai: ORANG-ORANG BUTA = Pemimpin buta.
Karena mereka tidak mendapatkan pembukaan rahasia Firman ALLAH, kepada orang Farisi tidak dipercayakan pembukaan rahasia Firman ALLAH, maka TUHAN menyebut mereka sebagai pemimpin buta.
Bagaimana saudara setelah mendapatkan pengertian dari pembukaan Firman ini, apakah ada rasa syukur yang dalam di dalam hati mu? Bagaimana jadinya kalau jemaat (domba-domba) dalam satu penggembalaan dipimpin oleh pemimpin buta, bagaimana nasib domba-domba, bagaimana nasib hidupnya, bagaimana nasib nikahnya, bagaimana nasib suami-isteri, bagaimana nasib anak-anak? Karena Alkitab berkata; kalau orang buta menuntun orang buta maka “keduanya jatuh ke dalam lobang yang sama”
Maka perlunya kita mengucap syukur kepada TUHAN, berterimakasih kepada TUHAN karena TUHAN bukan pemimpin buta, TUHAN senantiasa mempercayakan pembukaan rahasia Firman kepada kita dalam setiap kali pertemuan-pertemuan ibadah. Semestinya kalau engkau berhikmat, engkau tahu mengucap syukur, engkau tidak kikir dalam tenaga, buah pikiran, hati, waktu, bahkan materi mu untuk pekerjaan TUHAN. Mestinya untuk pekerjaan TUHAN tidak hitung-hitungan.
Kita akan menemukan terkait: LOBANG.
Wahyu 9:1
(9:1) Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
Berada pada lobang yang sama itulah lobang jurang maut. Berarti satu kali kelak, berada bersama-sama dengan Antikris, Setan tritunggal di dalam lobang jurang maut. Sebab ke situlah bintang yang jatuh dari langit dilemparkan. Dan dalamnya kejatuhan itu tidak terukur lagi.
Pilih mana, taat kepada Firman atau taat kepada adat istiadat. Kalau seseorang taat kepada adat istiadat, itu yang menajiskan seseorang. Akhirnya, orang Farisi disebut pemimpin buta, tidak punya pembukaan rahasia firman. Kalau dia melihat / tidak buta pasti dia bisa menuntun dengan baik lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH. Tetapi karena dia buta, (tidak mempunyai pembukaan firman Allah) maka dia juga menuntun orang buta lalu akhirnya kedua-duanya jatuh ke dalam lobang yang sama itulah lobang jurang maut, binasa bersama dengan Setan tritunggal.
Kita tidak membahas lebih jauh tentang lobang jurang maut, tetapi yang pasti, bila pemimpin buta menuntun orang buta maka dua-duanya akan terjatuh ke dalam lobang yang sama, pastinya itu lobang jurang maut, tidak mungkin lobang yang lain.
Tetapi malam ini kita sudah melihat kebesaran kasih TUHAN tampak kepada kita bahwa kita dilepaskan dari lobang jurang maut, oleh Firman yang dibukakan ini. Kita langsung dapat melihat, TUHAN menghindarkan kita dari lobang jurang maut. Kita bukan orang munafik, kita bukan pohon-pohon yang terbantun sampai akar-akarnya, tetapi kiranya kita adalah pohon-pohon yang ditanam oleh TUHAN di dalam rumah TUHAN, tidak akan pernah tercabut sampai akar-akarnya.
Matius 15:16
(15:16) Jawab Yesus: "Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
Pendeknya, murid-murid ini belum dewasa rohani, mereka juga masih menggunakan perasaan, tidak sanggup menerima koreksi Firman ALLAH untuk menyucikan mereka.
Matius 15:17-20
(15:17) Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? (15:18) Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. (15:19) Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. (15:20) Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, makan tanpa membasuh tangan terlebih dahulu, tidak menajiskan seseorang. Kemudian makanan yang sudah masuk ke dalam mulut, tidak menajiskan seseorang sebab dia akan turun ke perut lalu dibuang ke jamban. Tetapi apa yang keluar dari mulut, itu yang menajiskan seseorang karena apa yang berasal dari mulut, baik perkataan maupun perbuatan yang di luar itu, berasal dari dalam hati. Karena di sini dikatakan; “dari dalam hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Ini yang menajiskan seseorang.
Mohon maaf sebelumnya, di Indonesia ini banyak suku dan setiap suku selalu ada adat istiadatnya. Saya ini tidak sedang mengecilkan adat istiadat, yang saya mau katakan, kita harus lebih berpegang teguh pada Firman ALLAH supaya kita senantiasa disucikan sampai sama mulia dengan TUHAN, sampai akhirnya kita adalah pohon-pohon yang ditanam oleh TUHAN di dalam rumah TUHAN, tidak akan pernah tercabut, dan akar-akarnya semakin dapat menyerap nutrisi-nutrisi / pembukaan Firman ALLAH sehingga dia berbuah-buah dihadapan TUHAN.
Jadi apa yang keluar dari mulut itu yang menajiskan seseorang karena apa yang keluar dari dalam mulut berasal dari hati, karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment