REVISI IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 NOVEMBER 2015
“KITAB KOLOSE”
(SERI 64)
Subtema : GANDUM YANG TURUN DARI LANGIT
Shalom…!!!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam
kasih Kristus, dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita
dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Segera kita perhatikan firman penggembalaan
untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat rasul Paulus yang dikirim kepada sidang
jemaat di Kolose.
Kolose 1:21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari
Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari
perbuatanmu yang jahat,
Kalimat yang harus kita perhatikan pada ayat
ini: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.”
Ini menunjuk kepada:
-
Bangsa kafir = orang yang tidak bersunat.
-
Orang fasik dengan segala kefasikan mereka.
Mereka itu memusuhi Allah dalam hati dan
pikiran, itu terlihat dari perbuatan yang jahat.
Pendeknya; setiap perbuatan jahat adalah
tanda bahwa mereka memusuhi Allah di dalam hati dan pikiran.
Lebih jauh kita memperhatikan…
Efesus 2:11-12
(2:11). Karena itu ingatlah, bahwa dahulu
kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang
tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat
lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus,
tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam
ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam
dunia.
(2:13)Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus
kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah
Kristus.
Yang dahulu hidup jauh dari Allah berarti; “tanpa
Kristus, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” = binasa,
berujung kepada kematian.
Efesus 2:1
(2:1). Kamu dahulu sudah mati karena
pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Upah dosa adalah maut, itu akan dialami oleh
orang-orang yang jauh dari Allah.
Efesus 2:2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu
mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa,
yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga
terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan
menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah
orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Penyebab-penyebab terjadinya dosa, antara
lain;
-
Mengikuti jalan dunia ini.
-
Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
-
Menuruti hawa nafsu daging dan
menuruti kehendak daging.
Keterangan: MENTAATI PENGUASA KERAJAAN ANGKASA.
Pertanyaannya: Siapakah mereka itu?
Jawabnya: Mereka adalah orang-orang yang
sedang dikuasai oleh roh pendurhakaan = memberontak kepada Allah.
Bilangan 21:4-5
(21:4) Setelah mereka berangkat
dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom,
maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
(21:5) Lalu mereka
berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar
dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti
dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak
Bangsa Israel berkata-kata melawan Allah dan
Musa = memberontak= dikuasai roh pendurhakaan.
Penyebabnya: Tidak
ada roti dan tidak ada air = kuatir soal makanan dan minuman.
Perlu diketahui: “hidup itu lebih penting dari pada makanan dan minuman” …(Matius 6:25).
Jadi jangan dibalik, bukan makanan dan
minuman yang lebih penting dari pada hidup, kalau dibalik, berarti bagi dia
makanan dan minuman lebih penting dari hidup.
Itu sebabnya, orang-orang yang mengutamakan soal
makan dan minum lebih mengutamakan hal-hal yang lahiriah; pekerjaan, uang
dengan segala kesibukan-kesibukan, sampai akhirnya menjauhkan diri dari ibadah
dan pelayanan.
Ciri-ciri
mentaati penguasa kerajaan angkasa: “Muak terhadap
manna.”
Artinya; bosan terhadap firman Allah.
Untuk melihat sikap / rasa bosan bangsa Israel
kepada Allah, kita perhatikan…
Keluaran 16:11-15
(16:11) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
(16:12)"Aku telah mendengar sungut-sungut orang
Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan
pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa
Akulah TUHAN, Allahmu.
(16:13) Pada waktu petang
datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada
waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
(16:14) Ketika embun itu telah
menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang
seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
(16:15)Ketika orang Israel
melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?"
Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka:
"Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
Bangsa Israel makan daging (burung puyuh) dan
roti (manna), karena Allah telah mendengar dan melihat sungut-sungut bangsa
Israel.
Tetapi di atas tadi kita melihat (dalam Bilangan 21:4-5 pada akhirnya mereka
bosan terhadap manna / terhadap makanan yang Tuhan berikan kepada mereka,
sesuai dengan permintaan mereka) ini adalah sikap yang tidak terpuji.
Saat mereka inginkan makanan, Tuhan berikan
makan daging (burung puyuh) pada waktu petang dan roti (manna) pada waktu pagi,
karena Tuhan telah melihat persungutan mereka, namun pada akhirnya mereka muak
terhadap manna, sehingga mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa.
Kalau ibadah dan melayani Tuhan dengan sesuka
hati, itu adalah sikap yang kurang terpuji. Ini harus diperhatikan
sungguh-sungguh.
Kita lihat lebih dalam mengenai MANNA.
Mazmur 78:28-29
(78:29) Mereka makan dan
menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan
Tuhan memberikan apa yang diinginkan oleh
bangsa Israel, Tuhan berikan daging pada waktu senja, Tuhan memberikan roti
pada waktu pagi, Tuhan memberikan apa
yang mereka inginkan.
Mazmur 78:30-31
(78:31) maka bangkitlah murka
Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan
teruna-teruna Israel.
Di sini kita perhatikan sikap mereka pada
saat makan daging dan roti: Mereka belum merasa puas, sedang makanan
masih ada di mulut mereka.
Inilah sikap yang kurang terpuji; beribadah
melayani Tuhan sesuka hati.
Akhirnya bangkitlah murka Allah terhadap
mereka:
-
Ia membunuh gembong-gembong mereka.
Gembong itu jawara / merasa diri hebat.
-
Menewaskan teruna-teruna Israel à Kerohanian
yang masih muda.
Jadi saudaraku, kerohanian yang masih muda
dan gembong-gembong / jawara (merasa diri hebat), dikuasai nafsu rakus, mereka
tidak merasa puas, sementara makanan masih ada di mulut.
Mari kita lihat persamaan manna.
Mazmur 78:21-22
(78:21) Sebab itu, ketika
mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka
bergejolak menimpa Israel,
Bangsa Israel tidak percaya kepada Allah dan
tetap saja tidak yakin akan keselamatan yang diberikan-Nya kepada mereka, sementara
mereka telah melihat kuasa Allah, keajaiban-keajaiban yang terjadi, mulai dari
sepuluh tulah untuk membebaskan bangsa Israel, sampai Musa membelah laut, tetapi
mereka tetap tidak percaya bahwa Allah berkuasa untuk memberikan keselamatan
kepada mereka.
Ini adalah awal sehingga menyebabkan sikap
mereka kurang terpuji.
Mazmur 78:23-25
(78:24) menurunkan kepada
mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
(78:25)setiap orang telah
makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.
Persamaan manna:
Yang Pertama: “Gandum yang
turun dari langit.”
Yohanes 12:24
(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum
tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia
mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Gandum yang turun dari langit berbicara
tentang pengalaman kematian Yesus
Kristus.
Yohanes 12:27
(12:27) Sekarang jiwa-Ku
terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?
Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Yesus adalah gandum yang turun dari langit
artinya; Yesus harus mengalami kematian.
Untuk itulah Yesus datang / turun ke bumi.
Kita lihat pengalaman kematian itu…
Yohanes 12:25-26
(12:25) Barangsiapa mencintai
nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai
nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
(12:26) Barangsiapa melayani
Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan
berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Syarat melayani / mengikuti Tuhan: “Rela kehilangan nyawanya” = pengalaman
kematian.
Lukas 9:22-23
(9:22) Dan Yesus berkata:
"Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh
tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan
pada hari ketiga."
(9:23) Kata-Nya kepada mereka
semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Setiap orang yang mengikuti / melayani Tuhan:
Menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari =
pengalaman kematian.
Tanda ada pengalaman kematian:
-
Menanggung banyak penderitaan seperti Yesus Kristus.
- Ia ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Ditolak berarti tidak diakui, sama seperti bangkai yang
sudah mati, dihindari banyak orang.
Pengalaman kematian ini juga saya alami, walau tak
sesempurna Yesus Kristus; ditolak, tidak diakui, dihindari banyak orang, namun
ini harus tetap dialami oleh setiap orang yang mengikuti / melayani Tuhan,
siapapun dia tidak bisa tidak. Kalau tidak seperti itu, akan seperti bangsa Israel
hanya bisa bersungut-sungut, akhirnya bosan terhadap firman.
Bersungut-sungut, sesuka hati beribadah dan melayani
Tuhan, kemudian bosan mendengar firman Tuhan adalah sikap yang tidak terpuji, itu
sebabnya bangsa Israel berani melawan Allah dan gembala, sekalipun mereka telah
melihat kuasa Allah ada dalam diri gembala / Musa.
Saudaraku, pengalaman kematian itu memang
sakit bagi daging, itu sebabnya sementara saya mencari firman untuk disampaikan
pada malam ini saya menangis dan berkata; “Tuhan
saya masih jauh dari sempurna, pengalaman kematian belum terlihat di dalam
diriku.”
Lebih jauh kita melihat gandum yang turun
dari langit…
Yesaya 53:7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi
dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang
yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri
ditindas dan tidak membuka mulut-Nya = Pengalaman kematian, persis seperti…
-
Anak domba yang dibawa ke pembantaian.
-
Induk domba kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,
Ia tidak membuka mulutnya.
Yesaya 53:8-9
(53:8) Sesudah penahanan dan
penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan
umat-Ku ia kena tulah.
(53:9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,
dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak
berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Yesus terputus dari negeri orang-orang hidup
karena pemberontakan manusia, artinya; kuasa kematian Yesus Kristus mengubur hidup lama / tabiat – tabiat lama (terputus dari negeri orang – orang hidup).
Pemberontakan = berkata-kata melawan Allah =
roh pendurhakaan.
Tabiat-tabiat lama yang telah dikubur, antara
lain;
Pertama: “Tidak berbuat kekerasan.”
-
Secara rohani: Tidak keras hati.
-
Secara lahiriah: Tidak ada pemberontakan yang
sifatnya menyakiti secara fisik.
Kedua: “Tipu tidak ada di dalam mulutnya” = tidak ada dusta.
“Barangsiapa
tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna...” (Yakobus 3:2).
Kelebihan bila tidak berdusta: Ia dapat mengendalikan seluruh tubuh.
Kelebihan bila tidak berdusta: Ia dapat mengendalikan seluruh tubuh.
“Kita
mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan
jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya…”( Yakobus 3:3).
Kalau seseorang tidak berdusta, ia adalah
orang yang mudah sekali untuk menuruti seluruh kehendak Allah.
1 Korintus 15:36-37
(15:36) Hai orang bodoh! Apa
yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati
dahulu.
(15:37) Dan yang engkau
taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak
berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
Benih gandum yang tidak berkulit, ini
berbicara tentang pengalaman kematian.
Tidak berkulit artinya; rela dihinakan dan
rela dipermalukan.
“Mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan
dihinakan….?” (Markus 9:12).
“Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan
menanggung kehinaan-Nya...” (Ibrani 13:13).
Jadi yang ditaburkan itu adalah benih, yaitu biji gandum yang sudah
mati, yang tidak berkulit, bukan tubuh tanaman.
Sebab itu jangan bodoh, maksudnya; jangan
suka bermegah atas kelebihan-kelebihan yang ada, termasuk bermegah terhadap
perkara lahiriah sebab itu adalah tabiat daging.
Itu sebabnya kadang–kadang saya merenung kenapa
ya bangsa Israel begitu bodoh? Sebab pada saat itu mereka sendiri telah melihat
dan mendengar suara Allah yang berbicara kepada mereka.
Allah itu ada dan berkuasa tetapi di sini
kita melihat bangsa Israel begitu bebal, sebab mereka selalu mengulangi
kesalahan yang sama, bahkan memberontak, mendurhaka kepada Tuhan, sehingga mayat
mereka bergelimpangan di padang gurun, tidak ada satupun dari antara mereka yang
sampai ke tanah Kanaan, kecuali Yosua dan kaleb. Memang ironis sekali perilaku
dari bangsa Israel.
Pendeknya, tidak akan tumbuh dan hidup kalau
ia tidak mati dahulu.
Tumbuh dan hidup = berada dalam kuasa kebangkitan Yesus Krisus.
Roma 6:5
(6:5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama
dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
Jika kita satu dalam kematian Yesus Kristus maka
otomatis kita juga satu dengan kebangkitan Yesus Kristus.
Kuasa kematian Yesus Kristus: Mengubur hidup
lama.
Kuasa kebangkitan Yesus Kristus: Hidup dalam
hidu yang baru.
Yohanes 12:24
(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum
tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia
mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Jika biji gandum sudah mati:
- Ia akan tumbuh dan hidup.
- Ia akan menghasilkan banyak buah à Kuasa
kebangkitan Yesus Kristus.
Yohanes 12:25
(12:25) Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan
memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Pengalaman kematian = sangkal diri dan pikul salibnya
= tidak mencintai nyawanya di dunia ini, untuk memperoleh hidup yang kekal.
Amin.
Tuhan yesus kristus kepala
gereja mempelai pria sorga memberkati
Pemberita firman;
Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment