IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 27 NOVEMBER 2015
“KITAB MALEAKHI”
Subtema : SENGSARA SALIB ADALAH ALASAN UNTUK MENJADI RAJA
Shalom…!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam
kasih Kristus, dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan
untuk melangsungkan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Kita kembali memperhatikan firman
penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab Maleakhi.
Maleakhi 4:1
(4:1) Bahwa
sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang
gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan
terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak
ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
Kalimat yang mengatakan: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang” , ini menunjuk
kedatangan Yesus Kristus pada kali yang kedua.
Wahyu 19:6-7
(19:6) Lalu
aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah
dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah
kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
(19:7)Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,
dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan
pengantin-Nya telah siap sedia.
Pada saat Yesus datang pada kali yang kedua,
maka Ia akan tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Keterangan: TAMPIL SEBAGAI RAJA.
Matius 25:31
(25:31)"Apabila
Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan
Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Perhatikan kalimat yang mengatakan; “Apabila Anak Manusia datang dalam
kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan
bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya” = Yesus tampil sebagai
Raja pada saat Ia datang kembali untuk kali yang kedua.
Pada saat Yesus datang pada kali yang kedua =
penciptaan kembali = keadaan yang baru.
Wahyu 5:6
(5:6) Maka aku melihat di
tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di
tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah
disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh
Allah yang diutus ke seluruh bumi.
”Di tengah – tengah takhta itu dan keempat makhluk
itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak
Domba seperti telah disembelih”, artinya; Yesus tampil sebagai Raja, namun terlebih dahulu Ia mengalami penyembelihan.
-
Anak Domba
à
bahwa Yesus adalah Raja.
-
Telah
disembelih = telah mengalami sengsara salib, berarti Yesus menjadi Raja setelah
mengalami sengsara salib.
Biarlah sekiranya kita juga mengalami apa
yang dialami oleh Yesus Kristus.
Kalau Yesus mengalami penyembelihan, kiranya
kita juga mengalami penyembelihan sebab kalau menolak untuk disembelih maka Ia yang
menjadi penyembelih.
Wahyu 5:11-12
(5:11) Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling
takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan
beribu-ribu laksa,
(5:12) katanya
dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima
kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan
puji-pujian!"
“Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa, dan kekayaan, dan
hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian karena Dia adalah Raja di atas segala raja yang duduk
di atas takhta itu.”
Sebagai Raja, Yesus akan memerintah
selama-lamanya sesuai dengan kitab….(Wahyu
11:15).
Sejenak kita melihat kitab Wahyu.
-
Wahyu 1: Mengenai penglihatan-penglihatan yang diterima oleh rasul
Yohanes di pulau Patmos.
Selanjutnya
penglihatan itu ditulis dan dikirim kepada tujuh sidang jemaat di Asia kecil.
-
Wahyu 2-3: Mengenai sidang jemaat di Asia kecil yang menjadi Kaki
Dian Emas / Pelita Emas, artinya; menjadi
terang / kesaksian setelah mengalami pembaharuan.
Apa yang dilihat oleh
rasul Yohanes, dituliskan untuk mengoreksi, menyelidiki tujuh sidang jemaat
yang ada di Asia kecil sampai keadaan mereka berubah dan menjadi Kaki Dian Emas
/ Pelita Emas yang bercahaya = menjadi terang.
-
Wahyu 4: Mengenai Tuhan memperlihatkan Tabernakel surgawi kepada
rasul Yohanes = keadaan baru / ciptaan baru.
Kita telah digembalakan oleh Firman Pengajaran
Mempelai disertai dengan pola Tabernakel supaya hidup rohani kita berpola
sesuai dengan pola Tabernakel, itulah miniatur kerajaan sorga, ini hidup
keadaan baru.
-
Wahyu 5: Mengenai Anak Domba yang telah disembelih dan takhta.
Kesimpulannya: Untuk menjadi Raja, Yesus
terlebih dahulu disembelih.
Matius 27:37-38
(27:37) Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan
mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
(27:38) Bersama
dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang
di sebelah kiri-Nya.
Alasan Yesus menerima hukuman / sengsara salib adalah supaya Ia tampil
sebagai Raja.
Tadi kita sudah melihat penampilan Yesus,
Dialah Anak Domba Allah yang duduk di atas takhta, tetapi terlebih dahulu Ia
mengalami penyembelihan. Di sini juga Yesus mati di atas kayu salib mengalami
kehinaan, tujuannya adalah supaya Ia tampil sebagai Raja, tidak lebih dan tidak
kurang.
Yesaya 9:6
(9:6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di
atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya
dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan
TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
Dasar dari kerajaan-Nya (kerajaan sorga) adalah
keadilan dan kebenaran sehingga kita boleh mengalami damai sejahtera yang tidak
akan berkesudahan.
Yesaya 11:4
(11:4) Tetapi
ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan
keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan
menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas
mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
Ketika Yesus tampil sebagai hakim: “Yang lemah mendapat keadilan dan kebenaran.”
Ketika Yesus tampil sebagai wasit: “Yang tertindas mendapat keputusan yang jujur.”
Saudaraku, seseorang akan mengalami tekanan
dan akan tertindas apabila masih menyembunyikan dosa dan terdapat kekurangan di
sana - sini.
Tetapi, dasar dari kerajaan sorga itu adalah
keadilan dan kebenaran dan oleh karena keadilan dan kebenaran, kita terbebas
dari dosa, sehingga lepas dari tekanan dan penindasan.
Pendeknya, penyebab seseorang tertindas dan
tertekan adalah dosa.
Bukti, dasar kerajaan sorga adalah keadilan dan kebenaran:
Yohanes 18:35-36
(18:35) Kata
Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam
kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau
perbuat?"
(18:36) Jawab
Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini,
pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang
Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."
Buktinya:Tidak
membalas kejahatan dengan kejahatan
Kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan
berada di bawah hukum Taurat.
Roma 3:25-26
(3:25) Kristus
Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam
darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah
membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
(3:26) Maksud-Nya
ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia
benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Yesus Kristus telah memperdamaikan dosa
manusia di atas kayu salib, menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini. Ia menderita
di atas kayu salib, supaya nyata, bahwa Ia benar sehingga Ia sanggup
membenarkan orang-orang yang percaya kepada Yesus.
Roma 3:27
(3:27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada!
Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
Jadi tidak ada alasan untuk kita bermegah, sebab
dasar dari kerajaan sorga adalah kebenaran dan
keadilan = iman, bukan karena kita hebat dan mampu.
Kalau kita menjalankan ketekunan dalam tiga
macam ibadah serta dipercaya melayani di tengah-tengah ibadah tersebut bukan
karena kemampuan kita, kehebatan kita.
Ayo, pengertian yang lama, yaitu; merasa diri
bisa, rubah secepatnya! Itu tidak baik.
Kembali kita perhatikan….
Yohanes 18:37
(18:37) Maka
kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus:
"Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan
untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian
tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan
suara-Ku."
Sekali lagi saya sampaikan :“Yesus adalah Raja segala raja = Raja yang
berkuasa. Untuk itulah Ia lahir dan datang ke dunia.”
Tujuan Yesus turun dan menjadi Raja: Memberi
kesaksian tentang kebenaran = menyatakan
kasih karunia.
Bandingkan pada masa hukum Taurat:
Matius 5:38
(5:38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Kebenaran menurut hukumTaurat:“Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.”
Artinya; kejahatan di balas dengan kejahatan.
Kesimpulannya; tidak sempurna di dalam
kebenaran.
Itulah kalau berada di bawah hukum Taurat, sama
seperti makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (mengetahui
yang baik tetapi tahu juga tentang yang jahat).
Matius 5:34
Kebenaran menurut hukum Taurat: “Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah
musuhmu” = mengasihi orang yang mengasihi dan membenci musuh = Tidak sempurna
dalam kasih.
“Kasih menutupi banyak sekali dosa….” (1 Petrus 4:8).
Kasih juga mengikat, mempersatukan dan
menyempurnakan….(Kolose 3:14).
Mengasihi sesama manusia dan membenci musuh =
mengasihi orang yang mengasihi membenci orangyang membenci (tidak sempurna
dalam kasih).
Matius 27:37
(27:37) Dan
di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum:
"Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
Alasan Yesus menanggung penderitaan di atas
kayu salib / aniaya karena firman adalah: supaya Ia tampil sebagai Raja, itu
saja; alasannya klasik, sederhana dan tidak muluk-muluk.
Alasan kita menanggung banyak penderitaan
(sengsara salib) = aniaya karena firman;
-
Supaya
kita dapat beribadah = tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
-
Supaya
kita layak untuk melayani Tuhan di tengah-tengah ibadah yang Tuhan percayakan.
Ciri-ciri berada di bawah hukum Taurat.
Matius 27:38-44
(27:38) Bersama
dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang
di sebelah kiri-Nya.
(27:39) Orang-orang
yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
(27:40) mereka
berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya
kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah
dari salib itu!"
(27:41) Demikian
juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua
mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:
(27:42) "Orang
lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja
Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
(27:43) Ia
menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah
berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
(27:44) Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia
mencela-Nya demikian juga.
Ciri-cirinya: Menjalankan ibadah secara lahiriah.
Menjalankan ibadah secara lahiriah:“Memuliakan Tuhan dengan bibirnya, tetapi
hatinya jauh dari Tuhan …(Matius 15:8).Artinya;
mempersembahkan tubuh jasmani tetapi tidak mempersembahkan manusia batiniah
kepada Tuhan = ibadah yang lahiriah.
Itu sebabnya dalam Matius 15:9 dikatakan: “Percuma
mereka beribadah kepadaku”, artinya; menjalankan ibadah lahiriah adalah
suatu kesia-siaan. Berarti adalah kebodohan kalau menjalankan ibadah secara
lahiriah, sebab hanya merugikan diri sendiri.
Praktek ibadah lahiriah:
yang Pertama: “Orang-orang yang lewat”à orang yang beribadah tetapi hanya numpang lewat = ibadah
tidak sepenuh hati.
Beberapa waktu lalu ada seorang pemuda, anak
seorang hambaTuhan dititipkan di tempat ini, supaya dia hanya numpang lewat, ibadah
dan pelayannya hanya numpang lewat, tidak sampai tiga bulan ia pulang, ia
tidak kuat memikul salib, sementara alasan Yesus memikul salib supaya tampil
sebagai raja, dan berkuasa terhadap dosa berarti layak untuk melayani.
Kerugian yang terjadi kalau rohani numpang lewat: “Menghujat
Yesus Kristus”berarti; beribadah tetapi mencaci maki, mencela apa yang
telah dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Mereka harus melakukan yang sedemikian supaya
ada alasan untuk melepaskan diri dari ibadah dan pelayanan yang sebenarnya,
melepaskan diri dari ibadah dan pelayanan, melepaskan diri dari tiga macam ibadah
pokok = melepaskan diri dari salib Kristus.
Hati-hati kalau ada dibenak seperti ini berarti
sedang beribadah numpang lewat, numpang diberkati, numpang mengerti firman lalu
sombong.
Wahyu 13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan
dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua
bulan lamanya.
(13:6) Lalu
ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah
kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Selama 42 bulan = 3,5 tahun antikris akan berkuasa
dan pada saat itu dengan mulut yang sombong mereka menghujat Allah.
Hal-hal yang dihujat antara lain:
-
Nama Allah.
Perlu diketahui nama Yesus adalah nama di
atas segala nama, nama Yesus sangat berkuasa sesuai dengan Injil Matius 1:21, nama Yesus begitu mulia.
Oleh karena nama Yesus, kemuliaan-Nya nyata
dalam kandang penggembalaan ini, oleh karena nama Yesus kita boleh datang menghadap
takhta kasih karunia-Nya.
-
Kemah kediaman-Nya = menghujat Tabernakel itulah rumah Tuhan =
bait Allah.
-
Menghujat mereka yang diam di sorga.
Penghuni-penghuni / makhluk sorga antara
lain;
·
Para
Malaikat = yang melayani Tuhan.
·
Empat mahkluk
=manusia rohani, tidak terlihat tabiat-tabiat manusia daging.
·
24 tua-tua.
Selain menghujat, sambil menggelengkan kepala
mereka berkata "Hai Engkau yang mau
merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,
selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"
Merubuhkan Bait Suci dan membangunnya kembali
dalam tiga hari à kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Kuasa kematian Yesus:Mengubur hidup lama.
Kuasa kebangkitan Yesus:Hidup dalam hidup
yang baru.
Praktek ibadah lahiriah:
yang kedua:“IMAM-IMAM KEPALA, AHLI-AHLI TAURAT DAN
TUA-TUA KEPALA MENGOLOK-NGOLOK DIA.”
Artinya; melayani Tuhan tetapi menjadi pengolok
/ pengejek = melayani tetapi masih suka menyindir.
Biasanya orang yang menyindir justru dia yang
melakukan kesalahan itu.
- Olok-olok
dari imam-imam kepala: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi
diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!”” = tidak menghargai pelayanan
imam besar.
- Olok-olok
dari ahli ahli Taurat: “Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib
itu dan kami akan percaya kepada-Nya.”
Ahli Taurat artinya; mengerti firman Tuhan
tetapi tidak menjadi pelaku, kerugiannya; Yesus tidak menjadi Raja sehingga
tidak berkuasa / bertakhta dalam hatinya.
-
Olok-olok
dari tua-tua: “Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia,
jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak
Allah”
Pendeknya, olok-olok dari tua-tua tidak percaya
bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Tua – tua terlihat dewasa rohani tetapi sikapnya yaitu; perkataan dan perbuatannya menunjukkan kerohanian yang masih kanak-kanak.
Praktek ibadah lahiriah:
yang ketiga:“beribadah tetapi hidup dalam kejahatan” = penjahat.
Dampak
positif Yesus menjadi Raja sekaligus jalan keluarnya.
Matius 19:28
(19:28) Kata
Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu
penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya,
kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk
menghakimi kedua belas suku Israel.
Yesus menjadi Raja maka kita juga akan menjadi raja untuk menghakimi dosa.
Wahyu 5:9-10
(5:9) Dan
mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima
gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah
disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari
tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
(5:10) Dan
Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi
Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
Yesus telah membayar kutuk dosa sampai lunas,
membayarnya dengan darah yang mahal selanjutnya menjadikan kita raja-raja dan
imam-imam bagi Allah, tujuannya;memerintahdi atas bumi ini, bukan diperintah
dosa lagi = bukan hamba dosa.
Wahyu 1:5-6
(1:5) dan
dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang
mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita
dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
(1:6) dan
yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah,
Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
Memerintah sebagai raja berarti dipermuliakan
Tuhan, berada di tempat yang tinggi = ditinggikan setinggi-tingginya.
Suatu kedudukan yang tidak dicapai oleh
kekuatan, kemampuan, uang, harta, kekayaan dan sebagainya.
Jadi, kalau saudara melayani Tuhan, bukan
karena suatu kebetulan tetapi Tuhan mau menempatkan kita di tempat yang tinggi,dipermuliakan
oleh Tuhan untuk selama-lamanya, supaya bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai
selama-lamanya.Sebab itu kalau melayani dan beribadah jangan terpaksa.
Ciri-ciri hamba Tuhan yang mau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Matius 27:37
(27:37) Dan
di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum:
"Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
Ciri-cirinya: Rela menderita di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Sebagai imam-imam dan raja raja (pelayan), harus
rela menderita, rela mengorbankan baik tenaga, pikiran waktu bahkan materi.
1 Petrus 4:13
(4:13) Sebaliknya,
bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus,
supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan
kemuliaan-Nya.
Bagian yang kita dapat dalam penderitaan Yesus
Kristus adalah ibadah dan pelayanan.
Berarti oleh karena ibadah dan pelayanan kita banyak
menanggung penderitaan / aniaya karena firman = sengsara salib = menanggung
penderitaan yang tidak harus ditanggung.
Matius 19:27-29
(19:27)Lalu
Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan
segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
Kalimat yang mengatakan: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau” = sangkal diri dan pikul salib.
Tujuannya: Supaya layak menjadi raja, menjadi imam,
melayani Tuhan.
Pertanyaannya; Apa saja yang harus disangkal?
Matius 19:29
(19:29) Dan setiap orang yang karena nama-Ku
meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa
atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat
dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Antara lain:
-
“Meninggalkan rumahnya” = tidak bermegah
atas diri sendiri = tidak mengakui kebenaran diri sendiri.
-
“Meninggalkan saudara laki-laki atau saudara
perempuan“ = tidak menuruti hawa nafsu daging.
-
“Meninggalkan bapa dan ibunya“à hubungan nikah yang kudus = hubungan intim antara tubuh
dengan kepala.
Kejadian 2:21-23
(2:21)
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah
seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
(2:22) Lalu berkatalah
manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.
Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
(2:23) Sebab
itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Meninggalkan bapa dan ibu à kesatuan antara tubuh dengan kepala.
Sebab itu, orang tua harus mendidik anak dengan
baik jangan sampai tabiat-tabiat dari orangtua mempengaruhi kehidupan rohani
anak-anak. Biasanya kalau orang tua keras, anak juga keras, kesalahan apapun yang
terdapat pada orang tua, terdapat pada anak.
Maka kita juga sebagai anak, kutuk itu hanya
bisa dipatahkan di atas kayu salib, oleh sebab itu tetaplah mengambil bagian
dalam penderitaan Yesus Kristus itulah ibadah dan pelayanan, sehingga oleh
karena ibadah dan pelayanan kita banyak
menanggung penderitaan, kutuk terputus.
Ajar anak dari sekarang, supaya
sungguh-sungguh beribadah. Kalau anak ditegor orangtua tidak usah bersungut-sungut,
tidak bagus, berarti engkau sedang membiarkan masa depan anakmu susah.
-
“Meninggalkan anak-anak atau ladang.”
Artinya; tidak menaruh pengharapan kepada
anak-anak dan ladang tidak menaruh hidup kepada yang lain.
Banyak orang tua salah mengerti, salah kaprah
/ keliru, dia mengambil hati anaknya supaya nanti pada masa tuanya
diperhatikan, padahal ada ayat mengatakan:“Sampai
masa tua rambut putih Aku tetap menggendong engkau”……(Yesaya 46:3-4).
Matius 19:29
(19:29) Dan
setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki
atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan
menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
“Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya
laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau
ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup
yang kekal” = kerajaan
sorga.
Jadi berkat buah 100 kali lipat itu hidup
kekal = kerajaan sorga.
Matius 16:24
(16:24) Lalu
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku,
ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Syarat mengikut dan melayani Tuhan: sangkal diri dan pikul salib.
-
Sangkal diri = tidak suka bermegah, berarti tidak merasa
bisa dan mampu = berada dititik nol.
-
Pikul salib artinya; menanggung tanggung jawab yang harus dipikul
sebagai kebenaran yang sejati.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Matius 16:25
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
-
“Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia
akan kehilangan nyawanya”artinya;
kalau tidak sangkal diri dan pikul salib di tengah-tengah ibadah pelayanan ini ia
akan kehilangan nyawanya.
-
“Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan memperolehnya.”
Kehilangan nyawa karenaAku artinya; sangkal
diri dan pikul salib di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Lebih jauh kita lihat…
Lukas 9:22-23
(9:22) Dan
Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan
ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan
dibangkitkan pada hari ketiga."
(9:23) Kata-Nya
kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Di sini dipertegas kembali;"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia
harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Jadi menyangkal dirinya / memikul salibnya harus setiap hari, bukan sekali waktu.
1 Timotius 3:12
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah
di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman;
Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment