IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 10 FEBRUARI
2026
SURAT YUDAS PASAL 1:11
(Seri: 9)
Subtema: DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan
di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita
boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan pada malam ini.
Sebentar
kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN tentu saja setelah hati kita diteguhkan
oleh Firman ALLAH yang dibukakan sesuai dengan takaran kasih karunia TUHAN.
Saya
juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, Bapak/Ibu, Saudara yang turut bergabung lewat online atau live
streaming baik dari video internet, Youtube
Facebook atau video internet lainnya yang dapat diakses dimanapun saudara berada.
Kiranya TUHAN dengan hadirat-Nya bertakhta di hati kita sehingga ada satu sukacita
dan damai sejahtera dan bahagia saat duduk diam menikmati sabda ALLAH dekat kaki TUHAN.
Mari
kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa
Penyembahan dari Yudas 1:11.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan
mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
"Celakalah mereka."
Antara lain:
a. Karena mereka yang
mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
b. Karena mereka
oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.
c. Mereka binasa karena
kedurhakaan seperti Korah.
Malam ini kita kembali untuk
membahas,
Tentang: Oleh sebab upah menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam (Bagian 4).
2
Petrus 2:15 -- Perikop: "Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu."
(2:15)
Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah
mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah
untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Guru-guru
palsu telah meninggalkan jalan yang benar, itulah JALAN SALIB.
Akibatnya:
tersesatlah mereka / kesasarlah
mereka / salah jalanlah mereka.
Praktek
tersesat: Mengikuti jalan Bileam, yakni; suka
menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Kisah itu seluruhnya ditulis di dalam Bilangan 22:1-20.
Tetapi pada Bilangan 22:12 --
Lalu berfirmanlah ALLAH kepada Bileam: "Janganlah
engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu,
sebab mereka telah diberkati." -- Di sini TUHAN sudah melarang Bileam datang kepada Balak (raja Moab)
untuk mengutuk (menyerapah) bangsa Israel. Alasan TUHAN melarang Bileam datang
kepada Balak (raja Moab) adalah bangsa Israel telah diberkati oleh TUHAN.
Jangan kita mengusik orang yang
diberkati, jangan mengusik orang yang diurapi oleh TUHAN (jangan dilawan).
Sebab hamba TUHAN sama seperti lembu yang sedang mengirik -- menyampaikan
Firman TUHAN --.
Jangan memberangus mulut lembu yang
sedang mengirik (1 Timotius 5:18), jangan melawan hamba TUHAN yang
sedang menyampaikan Firman TUHAN dalam bentuk apapun.
Jadi Bangsa Israel telah
diberkati oleh TUHAN untuk menjadi berkat.
Itu sebabnya di atas tadi saya sudah
katakan; Jangan memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.
Maka rumus di dalam TUHAN adalah
diberkati untuk menjadi berkat.
Beberapa diantara kita setelah
datang di penggembalaan ini diberkati oleh TUHAN. Dampaknya orang tuanya diberkati
di kampung halaman, rumah terbangun, semua tertolong.
Jadi rumus di dalam TUHAN adalah
diberkati untuk memberkati, bukan untuk menggemukkan diri seperti Imam Eli akhirnya
batang lehernya patah, tidak ada lagi doa penyembahan di dalam dirinya, tidak
ada lagi penyerahan diri sepenuh untuk taat kepada kehendak ALLAH.
Itulah keadaan kalau seseorang
menggemukkan diri, maka jangan sesekali menggemukkan diri.
Terkait dengan bangsa Israel telah
diberkati oleh TUHAN supaya nanti mereka menjadi saluran berkat bagi
bangsa-bangsa maka hal itu juga disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di
Roma…
Roma
11:11 -- Perikop: "Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat."
(11:11)
Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak!
Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada
bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
Rasul Paulus menceritakan kepada
jemaat di Roma bahwasanya Bangsa Israel tersandung berarti melakukan suatu pelanggaran,
namun justru oleh karena pelanggaran mereka,
keselamatan itu telah
sampai kepada bangsa-bangsa lain, sampai kepada kita malam ini.
1
Petrus 2:6-8
(2:6) Sebab ada
tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu
yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang
percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." (2:7) Karena itu bagi
kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu
yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru,
juga telah menjadi batu senTUHAN dan suatu batu sandungan." (2:8)
Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman ALLAH; dan untuk
itu mereka juga telah disediakan.
Yesus
Kristus adalah batu yang terpilih, batu penjuru yang mahal (dasar dari tiap-tiap
bangunan), akan tetapi DIBUANG (tidak
dihargai) oleh tukang-tukang bangunan,
artinya: Yesus Kristus disalibkan oleh ahli-ahli Taurat, imam-imam Kepala, dan tua-tua orang Yahudi. Mengapa
hal itu bisa terjadi? Sebab mereka tersandung pada salib Kristus dan mereka
tidak taat kepada Firman ALLAH persis seperti Roma 11:11, bangsa Israel
tersandung berarti melakukan suatu pelanggaran, tetapi justru ketika mereka
tersandung / menyalibkan Yesus, keselamatan itu sampai kepada bangsa-bangsa
lain.
1
Petrus 2:9
(2:9)
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus,
umat kepunyaan ALLAH sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar
dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Salib
Kristus harus diberitakan; peristiwa
ketika Yesus menderita sengsara bahkan mati di atas kayu salib harus
diberitakan. Demikian juga salib yang di atas
pundak kita harus diberitakan dimanapun kita berada.
Yang
memberitakan di sini adalah:
- Bangsa yang terpilih itulah Imamat rajani.
- Bangsa yang kudus itulah umat kepunyaan ALLAH sendiri.
Peristiwa Yesus menderita sengsara
dan mati di atas kayu salib 2000 (dua ribu) tahun yang lalu, itu terjadi di
luar kota Yerusalem. Tetapi akhirnya peristiwa itu harus diberitakan kepada
bangsa-bangsa lain yang bukan Israel. Siapa yang layak memberitakannya? Itulah
imamat rajani, umat ketebusan ALLAH sendiri.
Keluaran
19:4-6 -- Perikop: "TUHAN menampakkan diri di gunung Sinai."
Gunung Sinai (Gunung Horeb) disebut
juga gunung TUHAN, kemudian ibadah dimulai dari sana dengan menggunakan Pola
Tabernakel yang dibangun oleh Musa menurut petunjuk TUHAN.
Jadi ibadah itu dimulai dari Gunung
Sinai menurut Pola Tabernakel. Maka kita pun harus datang kepada TUHAN,
beribadah dan melayani kepada TUHAN di bumi ini sesuai dengan Pola Tabernakel
itulah gambaran dan bayangan dari ibadah di sorga, dan hal itu yang diajarkan
oleh Rasul Paulus kepada orang Ibrani di dalam Ibrani 8:5. Kemudian di tengah ibadah harus ada orang yang
mengusahakan dan memeliharakan ibadah itu.
Pertanyaannya: Siapa yang
mengusahakan dan mengelola ibadah dan pelayanan menurut pola Tabernakel?
Jawabnya: ada di dalam…
Keluaran 19:4-6
(19:4) Kamu
sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku
telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. (19:5)
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang
pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari
antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. (19:6)
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah
semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Bangsa
Israel adalah bangsa yang dipilih oleh TUHAN dari antara bangsa-bangsa di atas muka bumi ini.
Artinya:
Bangsa Israel adalah bangsa yang telah diberkati oleh TUHAN untuk menjadi berkat bagi
bangsa-bangsa lain.
Jadi memang TUHAN sudah
mempersiapkan bangsa Israel dari sejak dahulu kala, sehingga oleh karena bangsa
Israel nanti berkat itu sampai kepada bangsa Kafir.
Pendeknya, keselamatan bagi
bangsa-bangsa lain (bangsa Kafir) datang dari bangsa Israel sebab peristiwa
salib dimulai dari bangsa Israel. Ahli-ahli taurat, imam-imam kepala, dan
tua-tua orang Yahudi, tua-tua bangsa Israel telah menyalibkan Yesus di atas
kayu salib dan peristiwa ini harus disampaikan kepada bangsa-bangsa lain
(bangsa Kafir).
Jadi jelas bangsa Israel diberkati
supaya menjadi saluran berkat, berita keselamatan itu pun sampai kepada bangsa
Kafir.
TUHAN yang memilih bangsa Israel
dari antara semua bangsa di bumi ini, untuk apa? Untuk memberitakan keselamatan
(berita salib). Siapa yang memberitakannya? Itulah bangsa yang dipilih oleh TUHAN.
Jadi seperti apapun kondisi dari
bangsa Israel, tetap TUHAN telah memberkati mereka.
Jadi Bilangan 22:12 = Roma 11:11.
Bangsa Israel telah diberkati oleh TUHAN
untuk dipakai menjadi saluran berkat yaitu untuk memberitakan peristiwa ketika
Yesus menderita sengsara bahkan mati di atas kayu salib. Jadi tidak mungkin
bangsa Kafir datang dahulu ke sana lalu berita itu dibawa kembali kepada bangsa
Kafir, itu tidak mungkin.
Mari kita lihat fakta kebenarannya
di dalam…
Roma
11:12
(11:12)
Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan
kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi
kesempurnaan mereka.
Pelanggaran
(kekurangan) bangsa
Israel adalah menyalibkan Yesus Kristus. Akan tetapi itu merupakan keselamatan / kekayaan bagi bangsa-bangsa
lain (bangsa Kafir) di atas
muka bumi ini tanpa terkecuali termasuk kita bangsa Indonesia dengan berbagai
suku-suku bangsa.
Roma
11:13-14
(11:13) Aku
berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah
rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan
pelayananku, (11:14) yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu
di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa
orang dari mereka.
Jadi kalau bangsa Kafir nanti
menerima berita keselamatan, artinya; salib yang diterima itu sangat berkuasa
menyelamatkan, nanti Israel sendiri menjadi cemburu. Dalam kecemburuan itu
nanti mereka kembali lagi kepada TUHAN.
Jadi kalau bangsa Israel sudah kembali
kepada TUHAN, ingatlah sama seperti pohon ara bila daunnya sudah melembut dan
sudah mulai bertunas, itu artinya kedatangan TUHAN sudah dekat.
Intinya; Rasul Paulus diutus untuk
membawa berita salib kepada bangsa-bangsa lain di dunia ini -- diberkati untuk
menjadi berkat --.
Jadi jelas, yang membawa berita
salib adalah bangsa Israel itu sendiri secara khusus TUHAN mengutus Rasul
Paulus untuk membawa berita salib kepada bangsa-bangsa lain (bangsa Kafir) yang
ada di dunia ini.
Jadi kita patut bersyukur kepada TUHAN.
Ingat rumus di dalam TUHAN; DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI.
Sedangkan rumus di dalam dunia;
diberkati untuk menggemukkan diri, tetapi ujungnya batang leher patah, tidak
ada lagi penyembahan. Lihat saja orang yang hanya memperhatikan dirinya
sendiri, tidak ada penyerahan di dalam dirinya, pekerjaan TUHAN diabaikan.
Kolose
1:24 -- Perikop: "Pelayanan dan penderitaan Paulus."
(1:24)
Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan
dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu
jemaat.
Saudara, Tubuh Kristus (jemaat TUHAN)
bukan hanya terdiri dari bangsa Israel, tetapi juga bangsa Kafir yakni
orang-orang yang bukan Yahudi. Tetapi kita sudah melihat, peristiwa tentang
Yesus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib ada di tanah Israel,
berarti berita ini belum sampai kepada bangsa-bangsa lain (bangsa Kafir). Oleh
sebab itu salib Kristus (penderitaan Kristus) harus disampaikan kepada
bangsa-bangsa lain (bangsa Kafir), dalam hal ini TUHAN mengutus Rasul Paulus
untuk membawa berita salib kepada bangsa Kafir.
Intinya; supaya berita salib itu
sempurna maka berita itu harus disampaikan kepada bangsa Kafir, dalam hal ini TUHAN
mengutus Rasul Paulus kepada bangsa Kafir sebab di dalam Kolose 1:24
dikatakan; "Menggenapkan
dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat."
Maka dari ayat ini menunjukkan
kepada kita bahwa Paulus diutus untuk membawa berita salib kepada bangsa Kafir,
yang juga bagian dari tubuh Kristus.
Kolose
1:25-26
(1:25) Aku telah
menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan ALLAH kepadaku
untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, (1:26)
yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan,
tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
Rasul
Paulus diutus (dipercaya) untuk meneruskan Firman ALLAH yaitu; berita salib kepada bangsa-bangsa lain (bangsa
Kafir). Pendeknya, pada akhirnya berita keselamatan itu sampai kepada
bangsa-bangsa lain, sampai kepada bangsa Kafir / orang-orang yang bukan Yahudi
karena mereka juga bagian dari anggota-anggota tubuh Kristus (jemaat TUHAN).
Kalau
berita salib hanya untuk bangsa Israel, maka
berita itu belum sempurna, masih ada cacatnya. Oleh sebab itu
supaya sempurna, berita itu harus sampai kepada bangsa Kafir.
Dengan kesatuan tubuh Kristus maka terwujudlah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sehingga
sempurna jugalah penderitaan Kristus di atas kayu salib.
Roma
3:1-2 -- Perikop: "Kelebihan orang Yahudi dan kesetiaan ALLAH."
(3:1) Jika
demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? (3:2)
Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah
dipercayakan firman ALLAH.
Kelebihan
bangsa Israel: Pertama-tama kepada mereka dipercayakan Firman
ALLAH dan Sunat = BERITA SALIB.
Kolose
1:27-28
(1:27) Kepada
mereka ALLAH mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara
bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang
adalah pengharapan akan kemuliaan! (1:28) Dialah yang kami
beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari
dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam
Kristus.
Berita
salib adalah PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN itulah takhta ALLAH di dalam Kerajaan
Sorga.
Jadi berita salib adalah sarana
untuk membawa kita sampai kepada kemuliaan, sampai sempurna.
Bukan karena seorang hamba TUHAN
memiliki karunia maka jemaat sampai kepada kemuliaan (Kerajaan Sorga), tetapi
salib Kristus itulah yang menghantar kita sampai pada pintu gerbang kemuliaan /
takhta ALLAH / Kerajaan Sorga.
Jadi pokok pemberitaan kepada tiap-tiap
orang yang menerima nasihat dan ajaran dari Rasul Paulus adalah: pribadi Yesus
yang telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Itu sebabnya
pada ayat 28, dikatakan; “Dialah yang kami beritakan,
apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam
segala hikmat.”
Berita semacam ini sangat berkuasa
untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan di dalam Kristus Yesus,
berkuasa untuk membawa setiap anak-anak TUHAN sampai sempurna berarti menjadi
sidang Mempelai TUHAN.
Bukan
karena hamba TUHAN memiliki karunia-karunia lalu anak-anak TUHAN / umat TUHAN /
sidang jemaat TUHAN / gereja TUHAN menjadi sempurna, menjadi Mempelai TUHAN, tetapi
karena SALIB DI GOLGOTA, percayalah tidak ada yang lain.
Jadi
hidup ku, hidup kita semua berharga karena salib Kristus, jangan lupa itu,
bukan karena yang lain-lain, dibalik salib ada kemuliaan.
Sekali
lagi saya sampaikan, bangsa Israel dipilih dari antara bangsa-bangsa untuk
menjadi saluran berkat dan itulah yang disampaikan oleh TUHAN kepada Bileam.
Jangan engkau datang kepada Balak, jangan engkau menerima upah dari Balak untuk
menyerapah (mengutuk) bangsa Israel sebab bangsa Israel sudah diberkati oleh TUHAN.
Pernyataan TUHAN itu sudah kita terima di dalam pembahasan yang singkat dan
kita sudah cukup mengerti apa yang sudah TUHAN sampaikan kepada Bileam, jangan
kita tidak mau mengerti. Karena kalau kita sudah menerima pengertian ini
kemudian kita menolaknya, disebutlah itu kebebalan. Jangan tolak pengertian
yang benar dan suci yang membawa kita kepada kemuliaan.
2
Petrus 2:15-16
(2:15) Oleh karena mereka telah
meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan
Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang
jahat. (2:16) Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya,
sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan
nabi itu.
Jadi
sekali lagi saya sampaikan, kalau kita menolak sebuah pengertian, itu adalah
kebebalan sama seperti Bileam, Dia adalah orang bebal.
TUHAN
berkata kepada Bileam di dalam Bilangan 22:12; "Janganlah
engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu,
sebab mereka telah diberkati." Bangsa
Israel telah dipilih oleh TUHAN dari semua bangsa-bangsa untuk menjadi saluran
berkat, untuk membawa berita keselamatan kepada bangsa Kafir, dan untuk bangsa
Kafir TUHAN mengutus Rasul Paulus.
Jadi
karena kebebalannya itu TUHAN menegur / TUHAN peringatkan dengan peringatan
yang keras lewat keledai.
TUHAN
bisa menegur manusia lewat apa saja. Petrus lewat ayam, Bileam lewat keledai.
Keledai itu berbicara dengan suara manusia untuk mencegah kebebalan Bileam sesuai
dengan yang tertulis di dalam Bilangan 22:22-27. Di situlah TUHAN
menegur Bileam dengan teguran yang keras dimana keledai yang ditungganginya
berbicara seperti suara manusia.
Bilangan
22:28
(22:28) Ketika itu TUHAN membuka mulut
keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan
kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
Bileam
memukul keledai sampai tiga kali, akhirnya TUHAN membuka mulut keledai itu sehingga
keledai berbicara dengan suara manusia dan berkata: "Apakah yang
kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
Kenapa
Bileam memukul keledai sampai tiga kali? Yang pertama: keledai masuk ke
ladang ... (Ayat 23).
Sebetulnya
penyucian Firman sungguh berarti bagi kita supaya pada akhirnya kita masuk di ladang
TUHAN (ada di dalam kegiatan Roh), itu yang TUHAN mau. Tetapi karena
melihat keledai masuk ke ladang, Bileam justru memukul keledai untuk yang
pertama kalinya, karena keinginannya adalah upah yang akan diterima dari Balak
untuk mengutuk bangsa Israel, akhirnya keledai itu diarahkan kembali sesuai
dengan jalan yang dikehendakinya.
Tetapi
lagi-lagi malaikat TUHAN menghadang di jalan yang sempit di antara kebun-kebun
anggur dengan tembok sebelah menyebelah, melihat itu keledai itu langsung menekan
dirinya ke tembok ... (ayat 25).
Pada
saat keledai menekankan dirinya ke tembok, kaki Bileam terjepit.
Tembok berbicara soal iman. Jadi
jalan salib (jalan iman) itu memang membuat kaki kita seperti terjepit, tidak
bebas melangkah sesuai dengan hawa nafsu daging, membuat kaki ini terjepit.
Seringkali kita marah-marah, uring-uringan kepada TUHAN sama seperti Bileam
memukul keledai.
Akhirnya
keledai yang dia tunggangi itu diarahkan kembali ke jalan yang sesuai dengan
keinginan hati Bileam, tetapi lagi-lagi malaikat TUHAN dengan pedang terhunus
di tangannya menghadang jalannya Bileam di jalan yang sempit, tetapi sudah
tidak ada lagi jalan untuk menyimpang ke kiri dan ke kanan. Akhirnya keledai
itu pun meniarap ... (ayat 27) itu menunjuk kepada doa penyembahan.
Sebetulnya itu yang TUHAN mau.
Kalau
langkah-langkah manusia daging dihadang oleh malaikat TUHAN dengan pedang
terhunus di tangannya supaya pada akhirnya kita meniarap (doa penyembahan), sebetulnya
itu yang TUHAN mau, tetapi seringkali kita tidak bisa terima.
Satu
sisi keledai itu berjalan sesuai dengan pedang yang terhunus, tetapi Bileam
tidak mengerti, tidak melihat rencana TUHAN. Yang dia lihat hanya upah
kejahatan yang akan dia terima dari Balak untuk mengutuki bangsa Israel, itu
saja yang dia lihat. Hati-hati, jangan mata kita tertuju hanya kepada
perkara-perkara lahiriah apalagi hanya untuk uang. Kalau mata kita diarahkan hanya
pada hal-hal yang demikian, maka siapapun dia, dia tidak akan pernah melihat
jalan (rencana) TUHAN.
Yang
masih sekolah / kuliah / yang sudah bekerja, marilah dengan mata terbuka
mengarahkan pandangan kepada salib di Golgota.
Bilangan
22:29
(22:29) Jawab Bileam kepada keledai itu:
"Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di
tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
Jadi Bileam ini merasa
dipermain-mainkan oleh keledai. Ketika malaikat TUHAN menghadang langkah kita
dengan pedang terhunus; menyucikan kehidupan kita lalu memberi suatu pengertian
sehingga kita dibawa masuk ke:
- Ladang ALLAH itulah kegiatan Roh -> ketekunan dalam Ibadah
Raya Minggu.
- Jalan yang sempit dengan tembok
sebelah menyebelah sehingga rasanya kaki kita terhimpit itulah jalan iman ->
ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab.
- Meniarap -> hidup dalam kasih
ALLAH -> Ibadah Doa Penyembahan.
Ini semua adalah rencana TUHAN,
tetapi Bileam merasa dia dipermain-mainkan.
Mungkin diantara kita ada yang
merasa dipermain-mainkan oleh TUHAN karena diajar untuk tekun dalam tiga
macam ibadah pokok, diajar melayani dalam tiga macam ibadah pokok, padahal
sebetulnya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah ibadah yang berpola
Kerajaan Sorga dan TUHAN sendiri yang mengarahkan ketekunan dalam tiga macam
ibadah pokok seperti TUHAN mengarahkan keledai yang ditunggangi oleh Bileam, TUHAN
tidak mempermain-mainkan kita.
Bawa
isteri mu, bawa suami mu, bawa anak-anak mu, bawa orang tua mu, bawa seisi
rumah mu untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, doakan, apapun alasannya, TUHAN
yang memelihara.
TUHAN
tidak sedang mempermain-mainkan kita, TUHAN tidak sedang berolok-olok kepada
kita, tetapi TUHAN sedang mengarahkan jalan kita di dalam rencana TUHAN. Berita
salib membawa kita sampai kepada kemuliaan, kesempurnaan dari sidang Mempelai TUHAN
itulah takhta ALLAH, Kerajaan Sorga.
Jangan
merasa dipermain-mainkan oleh TUHAN karena kita harus tekun dalam tiga macam
ibadah pokok.
Bilangan
22:30-31
(22:30) Tetapi keledai itu berkata kepada
Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu
sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya:
"Tidak." (22:31) Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam;
dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di
jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
Bileam
tidak memiliki roh kepekaan terkait rencana TUHAN. Seharusnya dia tahu apakah
keledai itu sedang mempermain-mainkan dia atau tidak. Kan sudah terbukti selama
ini TUHAN telah mengasihi kita sampai sekarang. Saat kita menangis dan berdoa, TUHAN
mendengar doa kita. Saat kita memohon belas kasih TUHAN, TUHAN ulurkan
tangan-Nya lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Bilangan
22:32
(22:32) Berfirmanlah Malaikat TUHAN
kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali?
Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku
menuju kepada kebinasaan.
Lewat
pedang yang terhunus / pembukaan rahasia Firman TUHAN, memberitahukan kepada
kita bahwa jalan dalam rencana manusia menuju kepada kebinasaan.
Bilangan
22:33
(22:33)
Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku;
jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada
waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup."
Dari
kasih karunia yang satu TUHAN membawa kita kepada kasih karunia yang lain, dari
kemuliaan yang satu TUHAN membawa kita kepada kemuliaan yang lain, TUHAN
menolong kita dari perkara yang satu kepada perkara yang lain. Andai kata TUHAN
tidak panjang sabar, hari ini pun kita sudah binasa karena kebebalan, tidak
peka, tidak mau tahu dengan rencana TUHAN. Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:
Post a Comment