KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, February 21, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 07 FEBRUARI 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 07 FEBRUARI 2026

STUDY YUSUF

 

KEJADIAN 44:29-31

(Seri 6)

 

Subtema: KEJATUHAN TERDALAM

 

Shalom

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh karena rahmatNya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus dan sekarang kita ada di dalam hadiratnya lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Kita sudah menaikkan puji-pujian. Dan sekarang saat nya kita untuk menantikan uluran tangan belas kasihan Tuhan lewat Firman Allah yang sebentar akan dinyatakan.

 

Kita kembali memeriksa STUDY YUSUF sebagai Firman penggembalaan Pemuda Remaja, dan ini merupakan pertemuan pertama di tahun 2027.

 

Sebagai pendahuluan kejadian 44:18-34 perikopnya adalah “Yehuda membela Benyamin”. Seluruh ayat ini adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir. Dalam tutur kata tersebut Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu.

 

Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

Jawabannnya…

Kejadan 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Singkat kata, apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub mengalami nasib yang tragis yakni;

-          Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka (ayat 29).

-          Turun ke dunia orang mati karena dukacita (ayat 31).

Alasannya: sebab Yakub tidak bisa hidup tanpa Benyamin (ayat 30).

 

Perlu untuk diketahui:

Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita adalah hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan Allah. Sbab kematian semacam ini adalah kebinasaan.

 

Contoh:

MATI KARENA NASIB CELAKA.

Wahyu 8:13 --- Perikop: “Keempat sangkakala yang pertama”

 

Ada 4 sangkakala di tiup secara serentak, itu merupakan penghukuman, dari keempat sangkakala yang pertama.

Perlu untuk diketahui, secara keseluruhan ada 7 sangkakala. Berarti masih ada 3 sangkakala lagi, yang harus ditiup oleh malaikat Allah.

 

Wahyu 8:13

(8:13) Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

Setelah penghukuman oleh keempat sangkakala yang pertama, selanjutnya menyusul tiga celaka berikutnya, oleh sangkakala yang kelima, keenam, dan ketujuh.

 

Mari kita melihat…

CELAKA PERTAMA.

Celaka satu terjadi pada saat malaikat meniup sangkakala yang kelima. Apa yang terjadi pada saat malaikat yang kelima meniup sangkakalanya?.

Wahyu 9:1

(9:1) Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

Di sini kita melihat, sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi. Ayat ini kita bandingkan dengan Yesaya 14:10-12.

 

Yesaya 14:10-12

(14:10) Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!' (14:11) Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." (14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 

Bintang Timur Putera Fajar sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, dan menjadi Iblis/Setan.

Asalnya adalah malaikat Tuhan di Sorga. Tetapi tidak menghargai kasih dan kemurahan Allah. Sebab, sesungguhnya ia adalah seorang pemain musik (ayat 11), berarti; dia juga pemimpin paduan suara, pemimpin pujian kepada Tuhan. Namun pada akhirnya, dari kemuliaan itu, ia turun kepada kehinaan yang setara dengan ulat-ulat dan cacing-cacing.

-          Ulat-ulat tempatnya adalah di dalam api neraka (Markus 9:46).

-          Cacing-cacing berada di perut bumi.

Berarti; tidak mengalami suasana kebangkitan = binasa untuk selamanya.

 

Rasul Paulus pernah berkata kepada jemaat di korintus, --- Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik 1 Korintus 15:32-33.

 

Ciri-ciri tidak menghargai kasih dan kemurahan Tuhan: hidup di dalam kesombongan, keangkuhan, kefasikan yang ditandai dengan ke Akuannya. Dan hal itu dinyatakan sebanyak lima kali.

 

Yesaya 14:13-15

(14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! (14:15) Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

 

Kesombongan Lucifer ditandai dengan 5 (lima) kali keakuannya.

1.       Aku hendak naik ke langit.

Langit adalah gambaran dari takhta Allah / kerajaan Sorga.

Perlu untuk diketahui: untuk masuk dalam kerajaan Sorga tidak semudah membalikkan telapak tangan, atau tidak semudah yang dipikirkan oleh manusia.

Sebab nats Firman Tuhan berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6). Jadi Aku disini menunjuk pribadi TUHAN Yesus Kristus yang telah menderita sengsara dan mati di kayu salib. Jadi tanpa salib tidak ada seorangpun yang sampai ke kerajaan sorga.

2.       Aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah = membuat kerajaaannya sendiri.

Kalau kita ada di tengah ibadah dan pelayanan (takhta Allah), tujuannya hanya satu yaitu: memuji, memuja, menyembah dan mengagungkan TUHAN. Bukan untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki dengan arogansi. Lebih dari itu disebut orang sombong.

3.       Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

Menunjukkan iblis setan membuat takhtanya sendiri, pertemuan sendiri, membuat tata cara ibadah dan pelayanannya sendiri.

4.       Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan.

Berbicara awan-awan berarti; berbicara soal hidup rohani. Kita tahu bahwa ketika Yesus naik ke Sorga, bangkit dan masih berada 40 hari di bumi, namun pada akhirnya Dia naik ke Sorga, ditutup bungkus dengan awan-awan. Demikian juga ketika TUHAN datang pada kali yang kedua, Ia akan datang ke awan-awan (Wahyu 1:7).

Jadi, di sini kita dapat melihat, seolah-olah setan seperti memberi pengharapan kepada manusia. Di dalam setan tidak ada pengharapan, sebaliknya di dalam TUHAN ada pengharapan.

5.       Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Inilah puncak kesombongan dari Lucifer / setan.

Saudara, malaikat-malaikat di Sorga adalah ciptaan TUHAN. Manusia di bumi adalah ciptaan tangan TUHAN. Tidak ada seorang pun yang dapat menyamai Yang Mahatinggi. Tidak ada satupun dari ciptaan Allah yang bisa dan sama seperti Allah itu sendiri.

 

Yesaya 14:15

(14:15) Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

 

Ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Jangan kita sombong dihadapan Tuhan seperti bintang timur putera fajar yang tidak tahu menghargai kasih dan kemurahan Allah dan tidak memanfaatkan korban Kristus.

 

Perlu untuk diketahui:

Keakuan dari Lucifer yang ditandai sebanyak 5 (lima) kali, bertolak belakang dengan 5 (lima) luka utama Yesus (bertolak belakang dengan korban Kristus).

 

Itu sebabnya, kita sama-sama belajar menghargai kemurahan dari Tuhan. Kalau diberi kesempatan untuk datang beribadah, maka kita semua harus menghargai jam-jam ibadah tersebut. Kalau diberi kesempatan untuk melayani TUHAN di tengah-tengah ibadah sesuai karunia-karunia, dan jabatan-jabatan roh-el kudus yang dipercayakan oleh TUHAN, hargailah itu sebagai kemurahan dari Tuhan. Semuanya itu keluar dari salib di Golgota dan nyata karena kasih Allah yang keluar dari salib di Golgota. Jadi jangan kita tidak menghargai kasih dari Sorga.

 

Demikian juga TUHAN menegur jemaat di Efesus, karena mereka telah meninggalkan kasih yang semula maka TUHAN berkata; kejatuhan mereka sangat dalam di dalam (Wahyu 2:4-5).

 

Wahyu 2:1 --- Perikop: “Kepada jemaat di Efesus”

(2:1) "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

 

Di sini kita melihat 2 (dua) hal.

-          7 (tujuh) bintang ada di tangan Tuhan -> hamba TUHAN yang ditinggikan, diurapi ada di tangan TUHAN. TUHAN yang membela hamba TUHAN yang diurapi,  TUHAN membela pemimpin jemaat yang diurapi.

-          Berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. ketujuh kaki dian emas gambaran dari sidang jemaat atau gereja TUHAN yang sempurna.

Dalam keadaan ini, Yesus tampil untuk mengoreksi sidang jemaat di Efesus.

 

Saat dikoreksi…

Wahyu 2:2

(2:2) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

 

TUHAN tahu pekerjaan jemaat di Efesus, baik jerih payah maupun ketekunan mereka. TUHAN juga tahu bahwa jemaat di Efesus dapat mengoreksi siapa pendusta-pendusta.

 

Wahyu 2:3-4

(2:3) Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. (2:4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

 

Memiliki segudang kelebihan, memiliki kesabaran dan tidak mengenal kata lelah, namun Tuhan mencela jemaat di Efesus. Kenapa demikian?

 

Wahyu 2:5

(2:5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

 

Nampaklah dengan jelas, bahwa jemaat di Efesus telah meninggalkan kasih yang semula. Sehingga Tuhan berkata: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!

Jadi, meninggalkan kasih yang semula, kejatuhannya sangat dalam sekali. Sama seperti Lucifer tidak memanfaatkan kasih Allah dan tidak menghargai kemurahan yang TUHAN percayakan. Sehingga, ia hidup dalam keakuan sebanyak 5 (lima) kali sebagai tanda kesombongannya. Dosa sombong mengalami kejatuhan yang sangat dalam.

 

Pendeknya, orang yang tidak menghargai kasih Allah, tidak memanfaatkan korban Kristus, kejatuhannya sangat dalam.

Kita sudah berada di mil-mil terakhir, pergunakanlah waktu yang ada ini dengan baik (hargai kemurahan yang masih ada).

Jangan kita ada dalam dosa kesombongan dan tinggi hati dan jangan kita ditandai ke aku an sebanyak 5 (lima) kali.

 

Wahyu 9:1

(9:1) Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

Jadi saudara inilah yang terkait dengan seorang malaikat yang dituliskan dalam Wahyu 9:1 sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, itulah bintang kejora di jatuhkan ke bumi, akhirnya berubah menjadi Setan. Artinya dari kemuliaan turun sampai kehinaan, yang digambarkan seperti ulat-ulat dan cacing-cacing.

 

Manusia tidak akan menjadi pribadi yang berharga dan mulia hanya karena dia mempunyai harta, kekayaan, kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi dan uang yang banyak. Mungkin dipandang dunia itu mulia, tetapi sifatnya sementara (kemuliaan yang semu), tidak kekal. Tetapi manusia menjadi pribadi yang berharga dan kelak berada dalam kemuliaan yang kekal, jelas karena salib Kristus di Golgota.

Jadi jangan kita ada dalam dosa kesombongan, tinggi hati, yang ditandai dengan ke aku an sebanyak lima kali. Karena dosa semacam ini kejatuhannya sangat dalam.

 

Wahyu 9:1

(9:1) Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

Kepada bintang timur putera fajar (bintang kejora) yang akhirnya menjadi Lucifer; diberikan anak kunci lobang jurang maut.

 

Fungsi anak kunci: untuk membuka.

Jadi, setan pada celaka yang pertama, tepatnya pada saat malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, maka pintu lobang jurang maut terbuka lebar-lebar.

 

Wahyu 3:7

(3:7) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

 

Iblis membuka pintu maut, tetapi TUHAN membuka pintu Sorga. Pilih mana? Masuk lewat pintu Sorga atau masuk lewat pintu neraka.

Oleh sebab itu saya mau sampaikan, kita semua harus berada dalam suatu kehidupan yang rendah hati, berarti; menghargai kemurahan Tuhan, memanfaatkan kasih / korban Kristus. Darah Yesus berkuasa untuk mengerjakan keselamatan itu dalam diri kita masing-masing dan itu kemurahan Tuhan. Dipercaya untuk menjadi pemimpin pujian, melayani musik seperti bintang kejora, dan hal kecil apapun dipercaya itu juga kemurahan TUHAN. sebab hanya darah Yesus yang sanggup menolong kita dari bahaya maut.

 

Di atas tadi saya katakan; setan membuka pintu maut, tetapi Yesus membuka pintu sorga kepada kita semua.

Jadi, tetaplah rendah hati dihadapan Tuhan. Artinya, menghargai ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan ini.

 

Terkait dengan anak kunci lobang jurang maut…

Yesaya 14:12

(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 

Jadi hati-hati, kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Sedangkan Yesaya 14:12 pada saat ia berubah menjadi setan, ia mengalahkan bangsa-bangsa. Jadi bangsa-bangsa yang dikalahkan ini, jelas masuk ke dalam lobang jurang maut.

 

SIAPAKAH BANGSA-BANGSA YANG DAPAT DIKALAHKAN INI?

Matius 15:12-14

(15:12) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" (15:13) Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. (15:14) Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

 

Orang buta menuntun orang buta maka jatuh dalam ke lobang yang sama.

 

Matius 23:16-19

(23:16) Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. (23:17) Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? (23:18) Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. (23:19) Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

 

Ahli Taurat dan orang Farisi adalah pemimpin-pemimpin buta, sebab, mereka melayani tetapi terikat dengan perkara-perkara lahiriah.

Berarti anak-anak Tuhan / gereja Tuhan / umat Kristen yang terikat dengan perkara lahiriah, inilah orang buta yang akan dituntun kepada orang buta.

Perlu untuk diketahui; orang buta menuntun orang buta, nanti jatuh kepada lobang yang sama.

Jadi kalau kita datang kepada TUHAN lewat ibadah-ibadah yang TUHAN percayakan, maka masing-masing kita merendahkan diri di hadapan TUHAN, dan harus tahu untuk mengucap syukur kepada TUHAN dalam segala perkara. Jangan kita ada di ladang Tuhan, beribadah dan melayani kepada TUHAN, tetapi terikat dalam perkara lahiriah, itu merupakan keadaaan orang buta dan pemimpin buta, nanti sama-sama jatuh ke lobang yang sama.

 

Sesungguhnya, pemimpin-pemimpin sidang jemaat adalah perpanjangan tangan Tuhan, karena 7 (tujuh) bintang ada di tangan Tuhan, untuk membawa segala sesuatu yang diberikan TUHAN kepada sidang jemaat, itulah seluruh isi hati Tuhan termasuk rencana-rencana untuk keselamatan yang akan diterima oleh sidang jemaat.

 

Keadaan orang buta semacam ini; baik pemimpin ataupun jemaat, akan berada pada lobang yang sama.

Kalau tidak bertobat dari situ, maka tidak menutup kemungkinan akan berada pada puncaknya lobang itulah lobang jurang maut pada Wahyu 9:1, itulah orang yang disesatkan itu.

Tidak salah kita memiliki harta, (emas, perak, permata), tetapi jangan terikat dengan semuanya itu, kita harus terikat dengan TUHAN dan takhtanya di Sorga. Menjadi orang kaya tidak berdosa, tetapi terikat dengan hartanya, itu yang membuat dia berdosa dan menjadi orang buta. Oleh sebab itu, berjuanglah melepaskan diri dari segala perkara-perkara yang membuat diri ini menjadi buta. Karena kalau tidak, menunjukkan ia berada pada puncaknya lobang yakni; lobang jarang maut.

 

Jadi jelas dua perbedaan yang nyata; setan membuka pintu lobang yaitu; lobang jurang maut, tetapi TUHAN membuka pintu ke sorga. Ibadah pelayanan adalah pintu sorga.

 

Wahyu 3:12

(3:12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Tuhanlah yang membuka pintu Sorga kepada orang-orang yang menjadi Sokoguru. Sokoguru berarti; menghargai ibadah dan pelayanan = menjadi tiang penopang. Membiarkan punggung diletakkan sebagai beban-beban untuk pekerjaan TUHAN di atas punggungnya. Berikanlah punggungmu untuk pekerjaan TUHAN, sebagaimana tertulis Yesaya 51:23. selanjutnya dijadikan sebagai mempelai TUHAN.

 

Wahyu 9:2

(9:2) Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

 

Tadi kita sudah melihat bintang kejora, malaikat yang dijatuhkan ke bumi, kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. Kemudian dari lobang jurang maut, naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar.

Asap tanur besar ini adalah bayangan dari penyembahan tertinggi dari setan.

 

Penyembahan tertinggi dari setan…

Matius 4:8-10

(4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (4:10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

 

Penyembahan tertinggi dari setan adalah Mamon, itulah kemegahan dan kemuliaan yang datang dari dunia.

Jadi, ketika seseorang berada pada penyembahan tertinggi dari setan, akibatnya:

1.       Matahari menjadi gelap

2.       Angkasa menjadi gelap

Ini akibat yang ditimbulkan oleh penyembahan tertinggi dari setan.

 

Saudara, ketika matahari menjadi gelap, lukisannya dapat kita lihat secara terang benderang bukan abstrak tetapi nyata dan pernah terjadi menimpa bangsa Mesir.

 

Keluaran 10:21 --- Perikop: “Tulah Kesembilan”

(10:21) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."

 

Tulah kesembilan menimpa daerah Mesir, yaitu; gelap gulita meliputi tanah Mesir.

Keluarna 10:22-23

(10:22) Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (10:23) Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

 

Ketika gelap gulita meliputi dunia, maka 2 hal terjadi:

1.       Tidak ada orang yang dapat melihat temannya.

Artinya; satu dengan yang lain tidak saling memperhatikan.

Sama artinya; dikuasai oleh roh egosentris (kepentingan diri sendiri).

2.       Tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya.

Artinya; di situ tidak ada lagi suatu kegiatan dalam bentuk ibadah dan pelayanannya. Persis seperti kuburan; mati, tidak bangkit-bangkit.

Kalau kita berada di tengah-tengah ibadah di situ TUHAN hadir, dua tiga orang berkumpul di situ TUHAN ada (Matius 18:20).

Jadi ternyata ibadah dan pelayanan ini adalah kemurahan dari TUHAN untuk menolong dan menyelamatkan gereja Tuhan.

Ketika gelap gulita meliputi tanah Mesir 2 (dua) hal terjadi;

-          Yang pertama: tidak ada orang dapat melihat temannya = tidak saling mengasihi diantara sesama.

-          Yang kedua: tidak ada lagi ibadah pelayanan persis seperti kuburan.

Kemudian angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Angkasa berarti gambaran dari tempat yang tinggi. Itulah takhta Allah kerajaan sorga. Jadi angkasa ini bisa menjadi gelap.

 

Listrik padam….

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment