KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, May 22, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 16 MEI 2026

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 16 MEI 2026

STUDY YUSUF

(Seri 19)

 

Subtema: MENGANGA TERHADAP GULUNGAN KITAB TANG TERBUKA (CELAKA KEDUA)

 

Shalom.

Selamat malam bagi kita semua, damai sejahtera memerintah di hati kita sekaliannya sehingga kita boleh duduk diam dalam keadaan bahagia menikmati sabda Allah.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, khususnya Kaum Muda Remaja yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook dan media sosial apapun yang dipergunakan.

 

Selanjutnya marilah kita sambut STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34 ---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”

Seluruhnya merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang memohon kelepasan bagi Benyamin.

 

Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

·         Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

·         Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui; Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa

Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes 3:16.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Saudara, pada Wahyu 9 dan Wahyu 11 terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam, dan sangkakala yang ketujuh.

 

CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12 Sangkakala yang kelima.

CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21 Sangkakala yang keenam.

CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19 Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua.

 

Malam ini kita masih membahas kelanjutan dari CELAKA KEDUA (Bagian 10).

 

CELAKA KEDUA terjadi pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya pada Wahyu 9:13-21. Namun CELAKA KEDUA ini ada kaitannya dengan Wahyu 10 dan Wahyu 11.

 

Saudara, pada minggu yang lalu kita telah membahas bersama-sama tentang Wahyu 10:1-11 secara singkat sesuai dengan takaran Kasih Karunia Allah bagi kita semua.

 

Sekarang kita akan masuk pada pembahasan tentang Wahyu 11:1-11 ---Perikop: “Dua saksi Allah”.

Sebelum kita membahas Wahyu 11, pada Wahyu 10tampilnya malaikat yang kuat turun dari sorga:

1.       Tangan kiri memegang gulungan Kitab kecil yang terbuka.

2.       Kaki kanan menginjak laut.

3.       Kaki kiri menginjak bumi.

4.       Tangan kanan diangkat ke langit.

Artinya; malaikat yang kuat itu menahan kuasa dari setan tritunggal itulah;

1.       Langit à kuasa yang datang dari atas yaitu: NAGA.

2.       Laut à ANTIKRIS dan kuasanya.

3.       Bumi à NABI-NABI PALSU dan kuasanya.

 

Malaikat yang kuat itu menahan kuasa dari setan tritunggal, hal itu bisa terjadi karena di tangan kiri malaikat yang kuat itu ada gulungan Kitab kecil yang terbuka, yaitu; Pengajaran Firman Allah yang murni dan yang benar itulah Injil Kerajaan atau disebut juga Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus, mencakup:

a.       Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus.

b.       Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Gulungan Kitab tersebut memang KECIL, tetapi apabila terjadi pembukaan rahasia Firman, maka akan SANGAT BESAR KUASANYA untuk menahan kuasa dari setan tritunggal. Kuasa itu sampai pra-aniaya, berarti; sampai 3 ½ tahun yang pertama antikris menjadi raja dan berkuasa atas seluruh dunia.

 

Itu sebabnya kita jangan berhenti berdoa supaya kiranya dalam setiap pertemuan ibadah kita senantiasa menikmati pembukaan rahasia Firman Allah.

 

Berbicara “Malaikat” berbicara tentang “Gembala Sidang”. Ayat referensinya Wahyu 1:20 --- Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Dari padanya keluar Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Jadi seorang Gembala Sidang harus berdoa kepada Tuhan dengan permohonan yang tidak henti-henti, supaya dipakai didalam hal pembukaan rahasia Firman Allah.

Tujuannya: untuk menggembalakan sidang jemaat sebagai kawanan domba Allah.

Kuasanya: untuk menahan kuasa dari setan tritunggal.

Sehingga dengan demikian sidang jemaat sebagai kawanan domba Allah terpelihara, dilindungi, dibela sampai pra-aniaya, sehingga kuasa dari setan tritunggal tidak mempengaruhi kehidupan anak-anak Tuhan yang tergembala.

 

Sekarang kita akan membaca…

Wahyu 10:6

(10:6) dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi!

 

Malaikat yang kuat itu berkata: "Tidak akan ada penundaan lagi!

Artinya: rencana Allah harus tergenapi, yaitu; rencana tentang kedatangan-Nya kembali kedalam dunia ini untuk yang kedua kalinya.

 

Kita baca…

Amos 3:7

(3:7) Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

 

Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu (tidak menggenapi rancananya) sebelum Ia menyatakan rahasia besar dengan perantaraan hamba-hamba Tuhan.

 

Dalam Terjemahan bahasa Inggris…

Amos 3:7

(3:7) Surely the Lord GOD will do nothing, but he revealeth his secret unto his servants the prophets.

 

APAKAH RAHASIA YANG DIMAKSUD DISINI?

Daniel 12:7

(12:7) Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: "Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!"

Kedatangan Tuhan kembali kedalam dunia ini untuk yang kedua kali akan digenapi, tetapi tentu saja setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus = setelah satu masa + dua masa + setengah masa yaitu; 3 ½ tahun antikris berkuasa atas dunia ini.

 

Itu sebabnya tadi saya katakan, kuasa dari pembukaan rahasia Firman itu akan berlangsung sampai pada pra-aniaya 3 ½ tahun yang pertama antikris berkuasa di bumi ini untuk menahan kuasa dari setan tritunggal, sehingga anak-anak Tuhan tetap terlindungi, tidak berdosa karena disebabkan oleh pengaruh dari setan tritunggal.

 

Tetaplah berdoa supaya dalam setiap pertemuan ibadah termasuk Ibadah Pemuda Remaja, kita senantiasa menikmati pembukaan rahasia Firman Allah, itulah Gulungan Kitab yang terbuka. Hendaklah di tangan kiri hamba-hamba Tuhan, khusunya Gembala Sidang ada gulungan Kitab yang kecil.

Gulungan Kitab itu kecil tetapi apabila rahasia Firman dibukakan kuasanya sangat besar bahkan sanggup menahan kuasa dari setan tritunggal.

 

Pendeknya; rahasia yang dimaksud adalah antikris akan tampil terlebih dahulu sebagai raja dan berkuasa atas seluruh dunia, sebagaimana ayat referensinya 2 Tesalonika 2:3 --- Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

Jadi, sebelum Tuhan datang menggenapi rencana-Nya, terlebih dahulu dinyatakan manusia durhaka, tetapi manusia durhaka ini kuasanya akan berakhir pada 3 ½ tahun yang kedua, lalu dibinasakan.

Dengan demikian rencana Tuhan akan digenapi, yaitu terkait dengan kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia ini.

 

Sungguh luar biasa rahasia Tuhan dinyatakan kepada kita dengan perantaraan Gembala Sidang. Ini adalah sukacita yang besar yang patut disyukuri lebih dari kebahagiaan dunia.

 

Kita lanjut membaca…

Wahyu 10:7

(10:7) Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi."

Apabila sangkakala ketujuh ditiup genaplah keputusan rahasia Allah.

 

APA SANGKAKALA KETUJUH UNTUK MENGGENAPI RAHASIA ALLAH?

Jawabnya…

Wahyu 11:15 --Perikop: “Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua”

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

 

Sangkakala yang ketujuh berbicara tentang;

1.       Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya

2.       Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

Jadi, apabila sangkakala ketujuh ditiup genaplah keputusan rahasia Allah. Dia datang sebagai Raja dan berkuasa.

 

SIKAP KITA TERHADAP RAHASIA PENGGENAPAN ALLAH

Wahyu 10:8

(10:8) Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."

Sikap kita terhadap rahasia penggenapan Allah, maka kita harus “Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi”.

 

Mari kita pilah ayat ini, terlebih dahulu…

-          Kata Pergilah artinya; melangkah maju, itu berarti meninggalkan sesuatu yang dibelakang (meninggalkan kehidupan yang lama / tabiat yang lama).

-          Kemudian “ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat”.

Hal ini saya tidak bisa menjawab secara pengertian saya sendiri. Tetapi hal ini terjawab bila kita membaca…

Yehezkiel 2:8

(2:8) Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu."

 

Pada ayat ini kita dapat melihat dua hal:

1.       Janganlah memberontak seperti kaum pemberontak à antikris, menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, ayat referensinya 1 Yohanes 2:22.

2.       Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.

Kaitan dari kedua ini ialah…

Yehezkiel 2:9-10

(2:9) Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab, (2:10) lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

 

Intinya; tangan Tuhan terulur terhadap Yehezkiel (seperti seorang ibu menyuapi anaknya). Sementara di tangan Tuhan ada gulungan Kitab yang terbuka.

 

Singkat kata; Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu, artinya: menikmati pembukaan rahasia Firman Allah sebagai uluran dua tangan Tuhan.

Uluran dua tangan Tuhan adalah tanda:

a.       Belas kasih dan kemurahan.

b.       Memberi pertolongan dan kekuatan baru.

c.       Hidup sesuai dengan karakter atau perbuatan Kristus.

 

Itulah yang dimaksud pengertian dari ambillah gulungan Kitab yang terbuka di tangan malaikat itu, jawabannya ada pada Yehezkiel 2:8-10A.

 

Sekarang kita akan melihat GULUNGAN KITAB…

Zakharia 5:2 ---Perikop: “Penglihatan keenam: gulungan kitab yang terbang

(5:2) Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta."

 

Tampaklah gulungan Kitab yang terbuka; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta. Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena pada RUANGAN SUCI.

Berarti; makan gulungan kitab = senantiasa memberikan diri untuk disucikan (dikuduskan) oleh Firman yang rahasianya dibukakan.

Pendeknya; disucikan oleh gulungan Kitab, berarti masuk dalam UKURAN TUHAN.

 

Jadi, kesucian tidak boleh diukur oleh pengertian manusia, kesucian tidak boleh diukur oleh kebenaran diri sendiri, tetapi kesucian diukur oleh Tuhan / diukur oleh Firman yang dibukakan.

 

Sekarang kita akan lihat KESUCIAN DI UKUR OLEH FIRMAN TUHAN…

Wahyu 11:1

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah.

Singkat kata; yang masuk dalam ukuran Tuhan, antara lain:

1.       Bait Suci Allah à RUANGAN SUCI + RUANGAN MAHA SUCI.

Artinya: disucikan sampai sempurna à Sidang Mempelai Tuhan.

2.       Mezbah à Ibadah dan pelayanan disertai sangkal diri, pikul Salib sampai berdarah-darah = berada pada punccak ibadah itulah Doa Penyembahan.

3.       Mereka yang beribadah didalamnya.

Artinya: beribadah menurut dengan Pola Kerajaan Sorga, supaya ibadah di bumi merupakan gambaran dan bayangan dari ibadah dan pelayanan di Sorga. Sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 8:5.

Mereka yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Ini merupakan sarana untuk membawa kita sampai kepada puncak ibadah, hingga sampai pada perobekan daging (penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak Allah).

 

Oleh sebab itu saudaraku, marilah, perhatikanlah sebagaimana yang dikatakan oleh malaikat yang kuat itu kepada Rasul Yohanes, ketika kita pilah…

1.       Pergilah = melangkah maju, berarti; yang dibelakang harus ditinggalkan.

2.       Ambillah gulungan Kitab yang terbuka… jawabannya dalam Yehezkiel 2:8-10.

Sampai nanti kesucian dan kesempurnaan itu betul-betul masuk dalam ukuran Tuhan.

Hidup kita (Bait Suci), Pelayanan (Mezbah) dan Ibadah (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok) kita sudah masuk dalam ukuran Tuhan.

Jadi kita patut bersyukur kepada Tuhan, bahwa memang Tuhan akan menggenapi rencana-Nya. Tetapi rahasia besar, yaitu; terlebih dahulu Ia memusnahkan antikris si pendurhaka itu, selanjutnya sangkakala yang ketujuh ditiup.

 

APA SANGKAKALA YANG KETUJUH?

Wahyu 11:15

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

 

Itu sebabnya; mari, pergilah, ambillah gulungan Kitab itu, hargailah pembukaan rahasia Firman itu, nikmati saja pembukaan rahasia Firman = menikmati uluran dua tangan Tuhan sebagai tanda belas kasih, pertolongan yang memberi kekuatan, sampai akhirnya hidup sesuai dengan karakter Kristus.

 

Sekarang itulah pertolongan dari gulungan Kitab yang terbuka sampai pada 3 ½ tahun yang pertama antikris berkuasa di bumi ini disebut juga pra-aniaya.

 

Kita lihat…

Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Pelataran Bait Suci yang di sebelah luar adalah HALAMAN. Sedangkan gereja Halaman diserahkan kepada antikris untuk dinjak-injak selama empat puluh dua bulan = 3 ½ tahun.

 

Inti sarinya: Wahyu 11 sudah berada pada 3 tahun ½ yang kedua, berarti antikris telah berkuasa penuh, disebutlah 3 ½ tahun yang kedua itulah puncak gelap malam atau puncak pencobaan.

Maka orang-orang yang tidak menghargai Gulungan Kitab pada hari kemurahan, satu kali akan masuk pada aniaya antikris, mereka akan diinjak-injak selama 42 bulan = 3 ½ tahun mengalami siksaan yang dahsyat.

 

Jadi jelas CELAKA KEDUA kaitannya dengan Wahyu 10 dan Wahyu 11.

Perhatikanlah semuanya ini, tekunlah didalamnya supaya nyata kemajuan rohanimu.

 

Ayat terakhir…

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia1 Korintus 15:58.

 

 

Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorga Memberkati kita semua. Amen.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Gembala Sidang:

Pemberita Firman; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment