KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 19 SEPTEMBER 2026



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 19 SEPTEMBER 2026


STUDY YUSUF

(Seri: 35)


Subtema: YEHUDA SEORANG PENGKHOTBAH YANG BAIK


Shalom.

Salam sejahtera di dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus yang telah memungkinkan kita untuk berada di tengah peribadatan Kaum Muda Remaja malam ini. Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi setiap hati kita pribadi lepas pribadi, kemudian ada kesukaan dan sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.


Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja atau anak-anak Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming atau video internet baik lewat YouTube, Facebook, TikTok, kiranya saudara juga nanti dapat merasakan lawatan Tuhan.


Mari kita mengikuti STUDY YUSUF sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Kita masih memperhatikan Kejadian 44:18-34 dan malam ini merupakan seri pemberitaan firman Allah ke-35. 


Singkat kata, seluruh ayat firman Allah yang tertulis dalam Kejadian 44:18-34, merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda (mangkunegara) di Mesir. Dalam tutur kata itu Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin adiknya itu.

Adapun alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin, dituliskan dengan lengkap pada ayat 29-31, yaitu: Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

  • Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka … (ayat 29).

  • Turun ke dunia orang mati karena dukacita … (ayat 31).

Dari sini dapat kita bisa melihat bahwa Yehuda hormat kepada orang tuanya. Sementara apabila hormat kepada orang tua maka lanjut umur di tanah yang Tuhan berikan kepadanya, sesuai dengan Keluaran 20:12. Tanah yang diberikan bukanlah bumi atau dunia ini tetapi langit bumi yang baru itulah Kerajaan Sorga. Jadi, hendaklah kaum muda remaja hormat kepada orang tua masing-masing.


Adapun tutur kata Yehuda kepada Yusuf terangkai dengan baik, menjadi ...

  • sebuah kata-kata yang tersusun dengan baik,

  • sebuah pernyataan yang elok, indah dan manis untuk didengar.


Dalam hal ini kaum muda remaja perlu mencontoh Yehuda, baik kata-kata yang baik dan manis dan sedap untuk didengar untuk didengar. Oleh sebab itu, kaum muda remaja tidak boleh lagi:

  • Asal berucap itulah kata-kata yang tidak berfaedah.

  • Mengucapkan kata-kata kotor.


Amsal 16:24

(16:24) Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.


Perkataan yang menyenangkan adalah seperti SARANG MADU, berarti:

  1. Manis bagi hati

Pendeknya, orang yang sakit hati dan mengalami kepahitan sangat mendambakan perkataan yang manis. 

Contoh:

  • Amsal 15:1A, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman ..."

  • Amsal 12:18B, “... tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” 

  • Amsal 12:25, “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”

  1. Obat bagi tulang-tulang.

Berarti, perkataan yang dirangkai dengan baik dan manis adalah sumber kekuatan. Pendeknya, orang yang rapuh dikuatkan oleh perkataan yang baik dan manis.

Singkat kata, firman Allah adalah perkataan Allah dalam perkataan yang baik dan manis. Ayat referensi: Wahyu 10:9.


Kita harus mengakui bahwa pada dasarnya manusia sangat rapuh, mudah tersinggung, mudah sakit hati, sampai mengalami kepahitan, itu artinya kita sangat membutuhkan firman Allah, perkataan yang baik dan manis, yaitu: firman yang terangkai dari mulut Allah, turun dari Sorga dari Allah.


Amsal 16:21

(16:21) Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.


Yehuda adalah orang yang bijaksana dan berakal budi, sebab di mulutnya ada firman Allah yaitu perkataan yang manis untuk meyakinkan Yusuf.

Singkat kata, kita harus mengakui bahwa Yehuda adalah pengkhotbah yang baik, yang tulus, dengan rangkaian kata-kata yang manis, elok dan sedap untuk didengar.


CIRI-CIRI KHOTBAH YANG BAIK.

YANG PERTAMA: Tidak menganggap dirinya benar dan tidak menganggap dirinya lebih baik dari yang lain

Kemudian, tidak berpihak kepada kesalahan/tidak kompromi.

Bisa saja seorang pemimpin jemaat berpihak kepada daging dan kompromi kepada kesalahan, buktinya jemaat dibiarkan salah yang terpenting jemaat banyak kumpul di dalam gereja. Sebagai ayat-ayat pembuktian kita baca dalam Kejadian 44:4-6.


Kejadian 44:6 --- Perikop: "Piala Yusuf hilang dan didapati."

(44:4) Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada kepala rumahnya: "Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu, dan apabila engkau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat? (44:5) Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu berbuat jahat dengan melakukan yang demikian." (44:6) Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu.


Saudara-saudara Yusuf dituduh mengambil piala perak milik Yusuf.


Kejadian 44:10-12

(44:10) Sesudah itu berkatalah ia: "Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah." (44:11) Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya. (44:12) Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin.


Kepala pegawai yang  bekerja di rumah Yusuf menggeledah semua karung mereka mulai dari yang sulung (Ruben) sampai kepada yang bungsu (Benyamin). Maka, didapatilah piala itu dalam karung Benyamin. Pendeknya, Benyamin dijadikan sebagai tertuduh/tersangka.


Kejadian 44:16

(44:16) Sesudah itu berkatalah Yehuda: "Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri kami? Allah telah memperlihatkan kesalahan hamba-hambamu ini. Maka kami ini, budak tuankulah kami, baik kami maupun orang pada siapa kedapatan piala itu."


Diawal mereka telah membuat kesepakatan bahwa apabila didapati piala itu maka yang mengambil akan dihukum mati, sementara saudara yang lain menjadi budak. Namun pada ayat 16, Yehuda tidak membenarkan dirinya dan tidak mengajukan pembelaan sedikitpun bagi Benyamin sebagai yang tertuduh. 

Berarti, Yehuda dalam tutur kata yang indah:

  • Tidak membenarkan dirinya = Tidak berpihak kepada daging.

  • Tidak membela Benyamin sebagai yang tertuduh = Tidak kompromi terhadap kesalahan.

Jika salah maka harus dinyatakan bersalah, namun banyak juga orang tua rohani itulah pemimpin jemaat masih kompromi kepada kesalahan. Hal ini berbahaya sebab menyebabkan anak rohani/sidang jemaat tidak memiliki masa depan.


Jelas bahwa Yehuda adalah pengkhotbah yang baik dan benar sebab dia tidak membela daging dan tidak kompromi pada kesalahan.


Mari kita semakin melihat keberadaan Yehuda sebagi pengkhotbah yang sangat baik... 

Yakobus 3:17

(3:17) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.


Hikmat dari atas berarti dari Sorga dari Allah pertama-tama murni, artinya apa yang disampaikan itu tidak ditambah dan tidak dikurangi.

  • FIRMAN ALLAH YANG DITAMBAHKAN, artinya: Ayat-ayat firman Allah ditambah dongeng-dongeng nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong manusia

Contohnya: “Ajaran orang Farisi” yaitu firman Allah/taurat Tuhan ditambah dengan adat istiadat.

Gambarannya; seperti roti kena ragi maka akan berkembang pada bagian luar tetapi pada bagian dalam kosong karena berongga-rongga. Memang firman Allah apabila ditambahkan dengan adat istiadat atau yang lahiriah maka gereja tersebut akan berkembang pesat, banyak jemaat datang berduyun-duyun, sama seperti roti yang terkena ragi.


Dampak negatif ajaran orang Farisi: Tidak kuat terhadap ujian/pencobaan sama seperti roti kena ragi akan mengkisut apabila ditekan. Sementara selama hidup di bumi ini banyak ujian dan cobaan yang harus kita hadapi, termasuk kaum muda remaja. Adapun ujian pencobaan tersebut memuncak pada saat antikris menjadi raja atas dunia, sebab pada masa itu terjadi siksaan yang dahsyat. 

Oleh sebab itu, kita butuh firman Allah yaitu tutur kata dari pengkhotbah yang dirangkai dengan baik, manis, elok dan sedap untuk didengar, karena Tuhan sendiri yang merangkai ayat-ayat firman Allah.


  • FIRMAN ALLAH YANG DIKURANGKAN, artinya: Firman Allah atau pengajaran salib diganti dengan teori prosperity yaitu ajaran tentang kemakmuran, kejayaan, dan segala jenis keberhasilan, serta bicara soal berkat dan keberkatan. Ajaran semacam ini disebut juga KENAJISAN PERCABULAN.

Contohnya: Ajaran orang-orang saduki yaitu tidak percaya adanya kebangkitan sesudah kematian.

Akibatnya: Orang-orang Saduki sibuk dengan dosa kawin dan mengawinkan.


Matius 22:23

(22:23) Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:


Orang Saduki berpendapat, “tidak ada kebangkitan” = Mengurangkan kebenaran firman Allah dari Sorga. Akhirnya orang Saduki sibuk bicara soal kawin mengawinkan di hadapan Tuhan = kenajisan percabulan

Jadi, orang-orang Saduki sibuk khotbah soal kawin mengawinkan di dalam rumah TUHAN, itu-itu saja khotbahnya. Kawin mengawinkan itu adalah dosa kenajisan percabulan … Matius 22:24b-25

 

Hal ini juga ditegaskan oleh Rasul Paulus. Soal kebangkitan dalam 3 (tiga) hal yaitu:

  1. Kebangkitan Kristus (1 Korintus 15:1-11). 

  2. Kebangkitan kita (1 Korintus 15:12-34).

  3. Kebangkitan tubuh (1 Korintus 15:35-58).


1 Korintus 15:30-31 --- Perikop: "Kebangkitan kita."

(15:30) Dan kami juga -- mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? (15:31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.


Demi salib Kristus, Rasul Paulus rela menderita sengsara, bahkan mati di tengah ibadah dan pelayanan, karena Paulus memiliki keyakinan tentang, adanya kebangkitan setelah kematian, sebagaimana teladan Yesus menderita sengsara lalu mati di atas kayu salib dan bangkit pada hari ketiga. 

Hal itu diajarkan Yesus sendiri kepada Paulus, pada saat Paulus dipanggil, sebab Yesus berkata: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” Kisah Para Rasul 22:6-10.


1 Korintus 15:32-33

(15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (15:33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.


Jika tidak percaya dengan adanya kebangkitan maka orang-orang akan sibuk dengan:

  1. Dosa makan minum = Hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat. Sebab, makanan dan minum terhubung dengan daging.

  2. Sibuk dengan dosa kawin mengawinkan (Pergaulan bebas) = Hidup dalam kenajisan percabulan.


Wahyu 18:3

(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."


Kenajisan percabulan (kawin mawin), artinya: Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.

Praktek kenajisan percabulan, dalam kehidupan sehari-hari:

  • Kaya dan berhasil tetapi meninggalkan jam-jam ibadah.

  • Kaya dan berhasil tetapi tidak sesuai dengan firman Allah (jalur kebenaran), umpama korupsi dan lain sebagainya.

Tidak salah diberkati, tidak salah memiliki sesuatu termasuk kaya dan berhasil, namun harus sesuai jalur kebenaran (firman Allah).


Yakobus 3:17

(3:17) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.


Firman Allah yang murni sedikitpun tidak tersentuh dengan ajaran Farisi dan ajaran Saduki.


Saya memiliki kenalan seorang hamba TUHAN, di Jawa Tengah, lalu berbicara dengan dia, sesudah saya mendengarkan sebuah khotbah dari seorang hamba Tuhan (sudah meninggal). Sebab apa yang disampaikan hamba Tuhan itu kurang tepat dan tidak sesuai dengan Alkitab, sebab hamba Tuhan ini sibuk menyampaikan seminar terkait manajemen keuangan, tetapi salib di Golgota tidak disampaikan.

Namun hamba Tuhan ini menolak apa yang saya sampaikan artinya dia membenarkan seminar yang disampaikan pendeta itu (almarhum), yaitu sibuk menyampaikan soal keuangan walaupun mengabaikan salib di Golgota, padahal ajaran yang keluar dari salib di Golgota itu pertama-tama murni sekali, tidak dikaitkan dengan ajaran Farisi dan ajaran Saduki, tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan.


Dari kesaksian yang disampaikan pada malam ini, maka kita berterimakasih kepada Tuhan karena dalam setiap ibadah kita senantiasa diberkati dengan tutur kata yang dirangkai dengan ayat menjelaskan ayat dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, sehingga sangat menarik, begitu indah, sedap dan elok untuk didengar. 

Hikmat dari Sorga dari Allah dari atas, pertama-tama murni, hal itu harus diketahui. Kalau sudah dicampur-campur jangan ragu untuk tinggalkan ajaran itu, karena disitu tidak ada masa depan. Baik juga saudara yang mengikuti secara online perhatikanlah ini. 


Hikmat dari atas dari Sorga dari Allah selanjutnya dapat dilihat dari seorang hamba Tuhan (pengkhotbah) yaitu: Pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan penuh buah-buah yang baik. Hal itu harus nampak dari seorang pemimpin sidang jemaat dan bukan dibuat-buat, bukan pura-pura, karena ada kepentingan. 


Saya juga sedang diajar Tuhan untuk berada pada posisi seperti ini sehingga kaum muda remaja memiliki masa depan yang indah dan penuh pengharapan. Kita juga harus mengakui dengan tulus supaya firman tertanam di hati.


Kemudian, hikmat dari atas dari Sorga dari Allah:

  1. Tidak memihak = Tidak kompromi terhadap kesalahan bahkan terhadap hal-hal yang tidak suci.

Seperti Yehuda yang tidak memohon pembelaan terhadap Benyamin sebagai yang tertuduh.

  1. Tidak berlaku munafik. Munafik artinya: Bagian luar hidupnya tidak sama dengan bagian dalam hidupnya.

Itu sebabnya, Tuhan mau supaya kita memiliki roh taat, setia, dengar-dengaran artinya tunduk kepada Tuhan, itu adalah perhiasan rohani, sumbernya dari roh lemah lembut dan rendah hati. Orang munafik memiliki banyak aksesoris di bagian luar sehingga nampak baik, benar, dan suci namun tidak sesuai dengan bagian dalamnya yaitu penuh dengan kedurjanaan.


Dari sini dapat kita lihat betapa murninya, tulusnya firman Allah itu disampaikan sehingga hati kita terpikat dengan tutur kata yang baik, menarik, elok dan sedap untuk didengar yaitu ayat demi ayat dijelaskan dari Kejadian sampai Wahyu, sehingga memikat hati kita oleh karena ada hadirat Allah disitu. 

Jadi, manusia rohani akan terpikat dengan yang rohani, sedangkan manusia daging akan terpikat dengan hal-hal yang bersifat daging, namun hendaklah kita semua terpikat dengan yang rohani yaitu,  tutur kata yang baik, benar, elok dan sedap didengar.


Kita akan melihat "AJARAN SEHAT."

2 Timotius 1:13

(1:13) Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.


Nasihat Rasul Paulus kepada Timotius: Supaya berpegang teguh pada ajaran sehat atau Injil yang murni (tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan).


Dari sini dapat kita lihat, Paulus sangat memperhatikan Timotius, anak rohaninya. Demikian bukti seorang gembala sidang mengasihi anak rohaninya (sidang jemaat) maka terlihat dari apa yang disampaikannya. sekalipun dia berkata "aku mengasihimu" kepada sidang jemaat tetapi jika yang disampaikan adalah firman Allah yang ditambahkan dan dikurangkan itu hanyalah akal-akalan dan yang disampaikan itu hanyalah berasal dari perasaan manusia daging, sedangkan perasaan manusia, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kerajaan Sorga. 


Jadi bukti hamba Tuhan mengasihi sidang jemaat adalah; menyampaikan firman Allah dengan tutur kata yang didorong oleh Roh El Kudus, berarti menyampaikan firman Allah yang diurapi yaitu ayat menjelaskan ayat dari Kejadian sampai Wahyu.


Titus 1:9

(1:9) dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.


Seorang pengkhotbah harus berpegang teguh kepada perkataan yang benar, yang sesuai ajaran sehat, supaya:

  1. Sanggup menasehati orang yang berdasarkan ajaran itu.

  2. Sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.


Titus 1:10

(1:10) Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.


Di hari-hari terakhir ini banyak orang Kristen menjalankan hidup dengan tidak tertib, alasannya adalah:

  1. Berpegang pada hukum sunat.

Hukum sunat erat kaitannya dengan hukum Taurat, berarti menjalankan ibadah secara Taurat, menunjukkan bahwa hidup tanpa salib, sehingga dia sibuk dengan yang lahiriah, tidak sibuk dengan perasaan Tuhan. Akhirnya dia menjalankan hidup dengan tidak tertib. Yang Tuhan mau bukanlah sunat lahiriah tetapi sunat rohani yaitu penanggalan akan tubuh yang berdosa.

  1. Sibuk dengan omongan yang sia-sia.

Berarti asal mengucapkan kata-kata, kemudian yang diucapkan adalah perkataan yang kotor/tidak penting, itu menyesatkan pikiran.

Omongan sia-sia itulah ajaran dari Saduki dan Farisi dan omongan semacam ini menyesatkan pikiran. Namun kalau kita sibuk dengan ajaran salib, selain hidup kita tertib, hidup kita juga berada pada jalan yang lurus, berarti memiliki masa depan.


Kaum muda remaja GPT “BETANIA” sangat diperhatikan oleh Tuhan, supaya lewat pembukaan firman itulah tutur kata yang baik dan manis kaum muda remaja GPT “BETANIA” mempunyai masa depan, mempunyai pengharapan. Jadi masa depan kaum muda remaja bukan di ijazah, namun masa depan ada di dua tangan Tuhan yang lebih berkuasa dari apa yang ada di dunia ini. Maka, jangan bersandar kepada perkara lahiriah namun harus bersandar kepada Tuhan.


2 Timotius 4:3 --- Perikop: “Penuhilah panggilan pelayananmu.”

(4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.


Akan datang waktunya orang tidak dapat menerima ajaran sehat, sehingga pada waktu itu orang-orang akan mengumpulkan dan mencari guru-guru menurut kehendaknya, tujuannya: Untuk memuaskan telinga mereka.

Maka, di hari-hari terakhir ini banyak orang, termasuk kaum muda remaja sibuk mencari hamba Tuhan yang pandai berdongeng, menyampaikan firman tapi dirangkai dengan isapan jempol dan filsafat kosong.

Sampai kapanpun (kaum muda remaja GPT “BETANIA”) harus tetap merindukan ajaran sehat, jangan cari pengkhotbah yang hanya untuk memuaskan telinga.


Oleh karena kemurahan Tuhan, kita sudah memeriksa perkataan Yehuda dalam tutur kata yang baik yang dirangkai dengan baik dan manis, elok, dan sedap didengar, perkataan semacam ini sangat meyakinkan. 

Tandanya tidak berpihak pada daging dan tidak kompromi pada kesalahan, sebab tidak sedikitpun Yehuda mengajukan pembelaan terhadap adiknya, Benyamin, sebagai yang tertuduh. 

Maka, kita dapat mengatakan bahwa Yehuda adalah nenek moyang pengkhotbah yang benar, yang sanggup merangkai kata-kata dengan baik dan benar, itulah yang kita butuhkan di hari-hari ini, itulah firman Allah yang dibukakan rahasianya dari Kejadian sampai Wahyu, membuat hati kita terpesona oleh karena kenikmatan pembukaan rahasia firman Allah. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang




No comments:

Post a Comment