KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, June 18, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 JUNI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 JUNI 2026


YUDAS 1:11

(Seri: 26)


Subtema: LADANG TUHAN


Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, tentu saya setelah hidup kita diteguhkan oleh Firman TUHAN ALLAH.

Oleh sebab itu, kiranya damai sejahtera dari Sorga senantiasa memerintah di hati kita sehingga ada kesukaan besar saat kita duduk diam menantikan sabda ALLAH.


Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan.


Mari kita berdoa, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. 


Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 14).

Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.


Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Orang-orang yang masuk dalam kumpulan Korah antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 (dua ratus lima puluh) pemimpin-pemimpin kenamaan.

Yang menjadi pemicu terjadinya pemberontakan ialah Korah menuntut pangkat imam lagi, menunjukkan bahwa Korah tidak puas menjadi pelayan dalam Kemah Suci (Ruangan Suci) dan bertugas melayani umat Israel.


Kita periksa: DATAN DAN ABIRAM.

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.


Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka “tidak mau datang.”

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

- Tidak tunduk pada kedaulatan TUHAN.

- Tidak menghormati tahbisan dan urapan TUHAN.


Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."


Selain tidak tunduk, ternyata Datan dan Abiram menuduh bahwa:

a. Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

b. Musa mengelabui mata umat Israel.


Alasannya:

- Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah air susu dan madunya

- Musa tidak memberikan kepada umat Israel ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.


Singkat kata, negeri Mesir adalah negeri yang berlimpah susu dan madunya dan dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun anggur sebagai milik pusaka, sedangkan Kanaan adalah kebalikannya bagi Datan dan Abiram.


Kita akan lihat FAKTA KEBENARAN di dalam ...

Keluaran 3:7-8

(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. (3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 


- TUHAN memperhatikan sengsara umat Israel di Mesir. Juga,

- TUHAN mendengar seruan mereka oleh pengerah-pengerah di Mesir.


Oleh sebab itu, TUHAN turun untuk melepaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, selanjutnya dituntun/dibawa ke tanah Kanaan, suatu negeri yang baik dan luas.

Kisah ini adalah suatu nubuat yang telah digenapi oleh TUHAN Yesus 2000 (dua ribu) tahun yang lalu di atas kayu salib.

Yesus adalah ALLAH sejati dan menjadi manusia sejati, sebab Yesus telah turun ke dunia ini untuk menderita sengsara bahkan rela mati di atas kayu salib.


Tujuannya:

- Membebaskan manusia dari perhambaan dosa dunia.

- Membebaskan manusia dari penjajahan Iblis/Setan.

Ayat referensi: Matius 20:28


Keluaran 3:16-18

(3:16) Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. (3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (3:18) Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.


Singkatnya, TUHAN mengutus Musa, ia ditetapkan sebagai pemimpin/gembala atas umat Israel.

Tujuannya: untuk menuntun umat Israel keluar dari perbudakan Mesir menuju Kanaan, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.


Pendeknya, Musa adalah PERPANJANGAN TANGAN TUHAN itulah Gembala Sidang. 

Tugas gembala sidang adalah menuntun umat TUHAN keluar dari perbudakan dosa dunia dan melepaskan umat TUHAN dari kungkungan si jahat (Iblis/Setan). Maka, umat TUHAN harus memberi diri untuk digembalakan dengan sungguh-sungguh supaya apa yang telah dikerjakan oleh Yesus di atas kayu salib tidak sia-sia, melainkan tergenapi di dalam diri kita masing-masing. Harus sungguh-sungguh tergembala, tidak boleh setengah hati. 


DIGEMBALAKAN, artinya: Domba-domba yang tergembala mempunyai 2 (dua) hal:

1. Kandang penggembalaan.

2. Gembala.

Kalau kita mempunyai dua hal ini tentu saja domba-domba akan terpelihara sebab gembala akan membela dan melindungi kawanan domba dari si jahat. 


Soal, KANDANG PENGGEMBALAAN disebut juga tempat pembaringan.


Yeremia 50:6

(50:6) Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.


Kegunaan kandang penggembalaan adalah: Memelihara tubuh, jiwa, dan roh kita sebagai kawanan domba Allah. Sama seperti orang yang sedang berbaring, itu tanda bahwa hidupnya / tubuh, jiwa, dan rohnya sebagai kawanan domba ALLAH dipelihara oleh TUHAN. 


Kalau harta, kedudukan, jabatan, dan pangkat yang tinggi dijadikan sebagai gembala, yang terpelihara hanyalah tubuh, tetapi jiwa dan roh tidak terpelihara. Namun kalau TUHAN Yesus yang menjadi gembala, otomatis bukan hanya tubuh yang terpelihara, tetapi bagian dalam yang tidak dapat dijangkau oleh gembala-gembala di dunia ini itulah jiwa dan Roh, terpelihara dengan baik di hadapan TUHAN. Tidak dapat dirampas oleh si jahat, nabi palsu, dan Antikris.

Sebab itu tergembalalah dengan sungguh-sungguh supaya hidup kita, sama seperti keadaan orang yang ada di tempat pembaringan, tubuh, jiwa, dan Rohnya terpelihara.

Jadi, janganlah sebutkan penggembalaan ini hanya sekedar untuk beribadah, bertobat dari pemahaman semacam itu, jangan ikuti cara-cara yang malas-malas beribadah.


Selanjutnya…

Soal, GEMBALA disebut juga pemimpin.

Tugas gembala: Menuntun/berjalan di depan domba-domba sebagai kawanan domba Allah.


Yohanes 10:3-4

(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.


Bila gembala berjalan/menuntun di depan domba-domba, maka domba-domba:

1. Mendengar suara gembala -> Firman penggembalaan.

Berarti, menjadi domba-domba yang dengar-dengaran. Tidak sesuka hati datang beribadah.

2. Mengikuti gembala -> Teladan Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik, Dia rela mati di atas kayu salib.

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanyaYohanes 10:11.



Kalau domba-domba memperoleh dua hal ini sudah pasti hidupnya terjamin, terpelihara, dibela, diberkati, dan memperoleh hidup kekal sampai selama-lamanya.

Tidak mungkin kita memperoleh Firman penggembalaan, sementara kita jauh dari kandang penggembalaan. Tidak mungkin kita bisa mengikuti teladan TUHAN, menderita sengsara bahkan mati di atas kayu salib kalau kita tidak tergembala / jauh dari kandang penggembalaan. Tetapi kalau kita dituntun oleh gembala maka kita memperoleh dua hal tersebut, pasti selamat, dimana TUHAN ada di situ juga kita ada. 

Sekarang TUHAN duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa, tetapi pada saat Dia naik Roh Kudus turun, bersama dengan Firman ALLAH, menuntun, memimpin, dan menggembalakan hidup rohani kita, supaya satu kali kelak kita ada dalam kasih yang sempurna, di sebelah kanan ALLAH yang Maha Besar. 


Kiranya kisah daripada pemberontakan Korah ini menjadi satu pembelajaran yang manis bagi kita, dimana kisah itu sudah digenapi oleh Yesus 2000 tahun yang lalu, kiranya tergenapi juga di dalam hidup kita pribadi lepas pribadi. 


Intisari Keluaran 3:16-17 ialah:

- Mesir adalah negeri PERBUDAKAN DOSA, yang menimbulkan sengsara oleh pengerah-pengerah. Sedangkan,

- Kanaan adalah negeri yang baik dan luas, berarti;

a. Limpah air susu dan madunya.

b. Dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka/tanah warisan -> Kerajaan Sorga.


Pendeknya yang terkait dengan Kerajaan Sorga ialah:

- Air susu dan madu -> Firman yang memberi kekuatan dan pertumbuhan, serta memberi jawaban/kemanisan.

- Ladang-ladang dan kebun-kebun anggur.

Semua itu akan kita peroleh apabila anak-anak Tuhan tergembala/berada dalam tanah Kanaan rohani.

Jadi penggembalaan adalah jembatan untuk memperoleh milik pusaka/tanah warisan itulah KERAJAAN SORGA.

Ini yang masih kurang dipahami oleh banyak orang Kristen sehingga orang Kristen hanya tahu datang beribadah pada waktu hari Minggu saja, tetapi tidak mau untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak mau menyerahkan dirinya menjadi satu kehidupan domba yang tergembala dengan sungguh-sungguh.

Tiga macam ibadah pokok, bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel, terkena pada 3 (tiga) alat yang ada di dalam Ruangan Suci.


Padahal saya tadi sudah sampaikan, kalau uang, harta, kedudukan, jabatan, pangkat tinggi jadi gembala, yang terpelihara hanya tubuh mu, tetapi kalau Yesus Kristus menjadi gembala, Firman ALLAH dan Roh ALLAH menjadi gembala maka jiwa dan Roh mu terpelihara.


Kalau pekerjaan / gaji sebulan menjadi gembala, engkau memang diberi makan, minum, pakaian. Artinya tubuh mu yang terpelihara, namun jiwa dan roh mu nanti binasa. Tetapi kalau kita digembalakan oleh Firman penggembalaan dalam satu kandang penggembalaan, bukan hanya tubuh yang terpelihara, tetapi jiwa dan roh kita juga dipelihara sampai kepada kekekalan.

Jadi penggembalaan ini adalah jembatan untuk sampai kepada milik pusaka / tanah warisan / tanah air sorgawi. 

Maka kalau hanya sekedar beribadah seperti kebanyakan orang Kristen, saya ragu apakah nanti dia menerima milik pusaka sebagai tanah warisan itulah Kerajaan Sorga, saya tidak mengerti.

Tetapi yang saya tahu dengan pasti, manakala kita menjadi satu kehidupan domba yang tergembala dalam satu kandang penggembalaan, niscaya kita akan menerima tanah warisan, milik pusaka, itulah tanah air sorgawi, percayalah dengan Firman ALLAH.


Tentang: LADANG-LADANG (Bagian 2).

Matius 13:4-8 --- Perikop: "Perumpamaan tentang seorang penabur."

(13:4) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. (13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. (13:6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. (13:7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. (13:8) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.


Dari kisah perumpamaan seorang penabur, maka kita dapat membagi 3 (tiga) jenis ladang:

1. Ladang si jahat -> PINGGIR JALAN.

Artinya: Mendengar Firman Tuhan, tetapi tidak mengerti (Ayat referensi: Matius 13:4,19)

Jangan biasakan beribadah dan mendengarkan Firman, tetapi pikirannya melayang-layang, tidak mau tahu dengan Firman yang disampaikan. Inilah gambaran dari ladang si jahat sebab pada akhirnya nanti benih yang ditaburkan itu akan dirampas oleh burung-burung, itulah roh jahat di udara, disebutlah itu ladangnya jahat, ladangnya burung-burung.

Itu sebabnya saya sampaikan berkali-kali, kalau mencatat, catat rapi-rapi, jangan pura-pura mencatat, tetapi tidak mengerti, itu namanya ladang si jahat, meskipun engkau ada di ladang TUHAN, Alkitab yang berkata.

Dari pengertian ini kita semakin disucikan dan sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada TUHAN. 


2. Ladang dunia -> TANAH BERBATU-BATU dan SEMAK DURI.

a. Jatuh di tanah berbatu-batu, berbicara tentang KEKERASAN DI HATI -> Ketidaktaatan (Ayat referensi: Matius 13:5-6, 20-21).

Ciri-ciri tidak taat: Firman yang disampaikan hanya tumbuh sebentar, tetapi tidak berakar.

Dampak negatif: Apabila datang penindasan / aniaya karena Firman Allah maka orang itu segera murtad = Mundur dari salib.


Kita memang harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok dan imam-imam melayani di tengah-tengah ibadah tersebut disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah, namun terkadang untuk hal-hal seperti ini ditolak sehingga Firman itu tidak berakar, dia akan murtad (mundur dari salib). Memang dia akan menyebut dirinya Kristen dan membawa dirinya di rumah TUHAN, tetapi sebetulnya dia sudah murtad/mundur dari salib. Anehnya orang Kristen semacam ini senantiasa merasa layak dihadapan TUHAN dan merasa berkenan masuk sorga. 

Jadi kita ini harus tahu, kita ini Kristen murtad atau kristen sejati. Kita harus berkaca kepada Firman supaya kita tahu kedudukan kita seperti apa. Kalau kita tahu kedudukan kita seperti apa maka orang sadar dan ia akan membawa dirinya kepada kedudukan yang tepat.


b. Jatuh di tengah semak duri, artinya: Dikuasai oleh roh kekuatiran dan ketakutan, serta kecemasan.

Dampak negatif dikuasai kekuatiran: Firman Allah yang disampaikan tidak bertumbuh dan tidak berbuah, mengapa? Sebab dihimpit kekuatiran dunia dan dihimpit keinginan untuk kaya (kenajisan percabulan) sehingga Firman itu terhimpit, tidak bertumbuh, tidak berakar, dan tidak berbuah. (Ayat referensi: Matius 13:7,22)


Inilah yang disebut dengan ladang dunia seperti benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu dan benih yang ditaburkan di tengah semak duri.


Kita sudah melihat LADANG SI JAHAT/ ladangnya Setan itulah orang yang mendengarkan Firman TUHAN, tetapi tidak mengerti, akhirnya burung (si jahat) merampas Firman itu dari hatinya. 

Sedangkan, LADANG DUNIA adalah: 

  • Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu itulah orang yang keras hati / tidak taat, dia senang mendengarkan Firman, tetapi tidak kuat menghadapi ujian karena Firman itu tidak berakar. Kemudian,

  • Benih yang ditaburkan di tengah semak duri itulah orang yang dikuasai kekuatiran, kenajisan percabulan, dua-duanya menghimpit Firman sehingga tidak bertumbuh dan berbuah. 


Jangan kita membawa diri kepada ladang dunia dan ladang di jahat, bawalah diri ke ladangnya Tuhan. Jadilah ladangnya Tuhan, jangan ladang dunia dan jangan ladang si jahat saudara.


3. Ladang Tuhan -> TANAH YANG BAIK.

Arti rohaninya: Orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan mengerti, sehingga Firman ALLAH menjadi praktek dalam hidupnya.

Tanda tanah yang baik: Bertumbuh, berakar, dan berbuah. Dia tumbuh ke atas, berakar di bawah, dan berbuah.

Ayat referensi: Matius 13:8,23.


Hati kita ini hendaklah dijadikan sebagai ladangnya TUHAN, berarti; mendengar Firman sampai mengerti, sampai mantap dan menjadi praktek Firman dalam kehidupan sehari-hari = Firman sudah mendarah daging.


Kita akan melihat satu kehidupan yang membawa dirinya ke ladang TUHAN.

Rut 1, Naomi menggembalakan Rut sehingga sebagai kawanan domba ALLAH, Rut dilepaskan dari Moab yang juga merupakan gambaran dari dunia, di dalamnya ada noda kekafiran itulah penyembahan berhala (perbudakan dosa) dan kenajisan percabulan.


Sesudah dikeluarkan dari noda kekafiran, maka …

Rut 2, Rut berada di ladang Boas rohani itulah Tuhan Yesus Kristus, Dialah Mempelai Laki-Laki Sorga.

Pendeknya, berada di ladang Boas = berada di ladang Tuhan.


Oleh sebab itu, sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, anak-anak TUHAN, umat TUHAN, janganlah kiranya membawa dirinya untuk berada di ladang si jahat dan ladang dunia. Tetapi marilah kira membawa diri kita untuk berada di ladang TUHAN Yesus Kristus. Dengan lain kata, hati ini adalah ladangnya TUHAN. Tuhanlah pemilik hati ini, bukan dunia dan bukan setan. 


Sebetulnya Rut ini adalah bangsa Moab, penuh dengan noda kekafiran. Noda kekafiran adalah penyembahan berhala dan kenajisan percabulan. Tetapi pada akhirnya setelah dibebaskan dari noda kekafiran, Rut berada di ladang TUHAN. 

Dahulu kita juga penuh dengan noda kekafiran, hidup dalam penyembahan berhala dan hidup dalam kenajisan percabulan. Tetapi sekarang kita berada di Kanaan rohani, suasana kebangkitan, maka sungguh-sungguhlah untuk mengerti rencana TUHAN, artinya tetaplah berada di ladangnya TUHAN. 


Rut 2:8

(2:8) Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.


Kita tidak perlu membawa diri ke ladang yang lain yaitu ladang si jahat dan ladang dunia, melainkan tetaplah berada di LADANG TUHAN.

Berada di ladang Tuhan = dekat pengerja-pengerja, artinya: dekat sekali dengan pekerjaan Tuhan, berada di dalam rencana Tuhan yang besar. 


Yohanes 4:34

(4:34) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.


Kalau dekat dengan pekerjaan Tuhan dan dikerjakan sampai selesai berarti berada dalam rencana Allah.


Yohanes 4:35

(4:35) Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.


Ladangnya Tuhan sudah MENGUNING DAN MATANG UNTUK DITUAI.

Jadi, penuaian tidak ditentukan oleh waktu, tetapi ditentukan oleh KEDEWASAAN ROHANI yaitu ladang yang sudah menguning dan matang. Hari ini juga kita bisa menjadi tuaian bagi TUHAN.

Sampai kiamat pun kalau tidak matang dan tidak menguning maka tidak akan pernah mengalami penuaian menjadi miliknya TUHAN. Tetapi hari ini juga kita boleh menjadi tuaian bagi TUHAN kalau kita menjadi ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 


Yohanes 4:36-37

(4:36) Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. (4:37) Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.


Kita akan menuai hidup kekal, tidak ditentukan oleh waktu, tetapi ditentukan oleh ladang yang sudah menguning dan matang (dewasa rohani).


Jadi Gereja Rut yang telah membawa dirinya ke ladang Boas rohani (ladang TUHAN) akan menjadi ladang yang menguning dan matang serta siap untuk dituai = Menjadi milik kepunyaan Allah.

Jadilah ladang TUHAN.


Ciri-ciri sudah menjadi LADANG TUHAN

Rut 2:7A

(2:7a) Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.


Rut berada di belakang penyabit-penyabit, artinya: Tidak memiliki rasa penonjolan diri sebagai tanda kerendahan di hati. 


Maka, pelayan-pelayan/imam-imam milikilah kerendahan di hati, jangan suka menonjolkan diri karena kita berada di ladangnya Tuhan dan ibadah pelayanan ini adalah pekerjaan Tuhan, bukan pekerjaan manusia. Kalau pekerjaan manusia bisa kompetisi tidak sehat, sesuka hatinya.

Jadi kita harus berada di belakang penyabit-penyabit, tidak menonjolkan diri sebagai tanda kerendahan di hati.

Bekerja saja dengan rendah hati. Apa yang sudah dipercayakan oleh TUHAN kerjakan saja, tidak untuk dilihat dan tidak untuk menonjolkan diri.


Rut 2:7B

(2:7b) Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti."


“Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti."

Itulah yang disampaikan oleh pengawas yang bekerja di ladang Boas kepada Boas. 

Dari pagi sampai Boas tiba di ladang, Rut tidak berhenti.


Saudara, jangan kita berhenti untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, itu adalah ciri bahwa ia adalah ladangnya Tuhan. Jadi tidak berhenti sampai Boas rohani datang menjemput kita di awan nan permai sebagai Mempelai TUHAN, milik kepunyaan TUHAN.


Rut 2:10

(2:10) Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?" 


Sampai akhirnya bangsa Kafir mendapat belas kasihan, tandanya: Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah, hidup di dalam doa penyembahan.


Rut 2:11

(2:11) Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.


Keuntungan tergembala: Kabar itu akan sampai ke Sorga. Kita berada di dalam kemurahan TUHAN, tandanya; doa penyembahan.

Jadi kabar penggembalaan dimana kita menjadi kawanan domba yang tergembala dalam satu kandang penggembalaan, disebut sebagai tempat pembaringan akan sampai ke Boas rohani, TUHAN Yesus Kristus, Dialah yang menebus dan membawa kita sebagai milik kepunyaan-Nya sampai selama-lamanya. AMIN.




TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI



Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang





No comments:

Post a Comment