IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 19 MEI 2026
SURAT YUDAS 1:11
(Seri: 23)
Subtema: MADU DAN SUSU DI BAWAH
LIDAH MEMPELAI
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus,
kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan. Itu artinya
sebentar kita akan membawa hidup kita masing-masing rendah di ujung kaki salib
TUHAN, sujud menyembah kepada Dia dan itu adalah kemurahan TUHAN sebab hanya
kepada Dia saja kita berbakti.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan
TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau
video internet baik dari Youtube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang
dapat digunakan. Selanjutnya kiranya TUHAN bertakhta di tengah-tengah ibadah
ini, bertakhta di hati kita sehingga dalam damai sejahtera sukacita kita boleh
menikmati sabda ALLAH, duduk dekat kaki TUHAN.
Selanjutnya mari kita sambut SURAT YUDAS 1:11 sebagai Firman penggembalaan untuk
Ibadah Doa Penyembahan, untuk seri pemberitaan yang ke-23 kalinya.
Yudas 1:11
(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan
yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri
ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...”
antara lain:
a.
Karena mereka mengikuti jalan yang
ditempuh Kain.
b.
Oleh sebab upah, menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam.
c.
Mereka binasa karena kedurhakaan
seperti Korah.
Tentang:
MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 11).
Bilangan 16:1-2
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang
Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa,
beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu
orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Korah dan kumpulannya bangkit untuk melawan Musa.
Orang-orang yang termasuk dalam kumpulan Korah, antara lain:
Datan, Abiram, dan On + 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.
Bilangan 16:9-11
(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah
Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu
melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk
melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat
bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut
pangkat imam lagi? (16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap
kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga
kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Di sini kita melihat, “Korah menuntut pangkat imam lagi.”
Inilah yang menjadi “motif” sehingga Korah dan kumpulannya memberontak
melawan Musa serta bersungut-sungut kepada Harun. Padahal Korah dan
kaumnya (Suku Lewi) telah diangkat oleh TUHAN untuk:
-
Melayani TUHAN dan
pekerjaan TUHAN dimulai dari Halaman sampai Ruangan Suci.
-
Bertugas untuk melayani
umat Israel.
Kita akan melihat secara khusus terkait DATAN dan ABIRAM.
Bilangan 16:12
(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan
dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau
datang.
Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi “mereka tidak mau
datang.” Menunjukkan bahwasanya Datan dan Abiram:
-
Tidak tunduk berarti tidak taat dan tidak dengar-dengaran.
Perlu untuk diketahui; letak keberhasilan dari
seorang imam / pelayan TUHAN / hamba TUHAN adalah bilamana ia taat dan
dengar-dengaran. Itu juga berlaku untuk dunia bukan hanya di dalam TUHAN.
-
Tidak menghormati
tahbisan dan urapan TUHAN.
Seringkali anak-anak TUHAN berusaha supaya
kehendak manusia (daging) ingin mengatasi kehendak daripada TUHAN.
Bilangan 16:13-14
(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari
suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati
di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas
kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang
dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat
mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."
Selanjutnya, Datan dan Abiram MENUDUH bahwa:
a.
Musa menjadikan dirinya
tuan atas umat Israel, lebih tepatnya
pemimpin yang tidak bertanggung jawab.
Alasannya ialah: Musa membawa bangsa Israel
keluar dari Mesir untuk dibiarkan mati di Padang Gurun sebab Datan dan Abiram
menganggap Mesir adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Orang yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran
memang begitu, menganggap bahwa dunia ini adalah milik pusakanya, limpah susu
dan madu.
Itu sebabnya ketika Musa membawa bangsa Israel
keluar dari Mesir, mereka mengatakan bahwa Musa membiarkan bangsa Israel mati
di Padang Gurun. Datan dan Abiram mengatakan bahwa Musa itu adalah pemimpin yang tidak
bertanggung jawab.
b.
Musa mengelabui mata
orang-orang Israel.
Maksudnya Musa adalah orang munafik, suka menipu
umat TUHAN.
Tuduhan ini sangat kejam sekali karena
sesungguhnya tidak beralasan.
Alasan mereka adalah: Musa tidak membawa bangsa
Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya sebab bagi Datan dan
Abiram, Kanaan bukanlah negeri yang dapat dijadikan ladang-ladang dan
kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.
Sesungguhnya, Musa bukanlah orang munafik yang
suka mengelabui mata umat Israel, kita buktikan di dalam…
Keluaran 3: 7-8
(3:7) Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan
sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar
seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku
mengetahui penderitaan mereka. (3:8) Sebab itu Aku telah turun untuk
melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari
negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang
Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Pertama-tama di sini kita melihat, TUHAN memperhatikan
sengsara umat Israel di Mesir, juga mendengar seruan mereka oleh
pengerah-pengerah di Mesir. Pendeknya, Mesir bukanlah negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya dan tidak layak untuk dijadikan sebagai milik
pusaka sebab Mesir adalah negeri perbudakan.
Negeri perbudakan tidak layak untuk dijadikan
sebagai milik pusaka dan negeri
perbudakan tidak limpah susu dan madunya, dan TUHAN yang mengatakan itu kepada
Musa di tengah-tengah pengutusannya.
Sebaliknya, Kanaan adalah negeri yang baik dan
luas, berlimpah-limpah susu dan madunya, ini yang benar.
Tetapi dalam keadaan kejengkelan, tidak taat dan
tidak dengar-dengaran, Datan dan Abiram memutar balik fakta kebenaran.
Biasanya (lazimnya) begitu, dalam kejengkelan,
ketidaksukaannya pada satu ibadah, mungkin kepada seorang gembala, maka
kehidupan semacam ini akan memutar balik fakta kebenaran.
Keluaran 3:17
(3:17) Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari
kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het,
orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya.
Selanjutnya di sini kita melihat, TUHAN yang mengutus
Musa berarti ditetapkan sebagai pemimpin untuk menuntun bangsa Israel
keluar dari kesengsaraan Mesir, menuju Kanaan suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya.
Namun hal itu disangkali oleh Datan dan Abiram.
Saudara, oleh karena kemurahan hati TUHAN, malam ini kita
kembali untuk membahas bahwa Kanaan adalah suatu negeri yang berlimpah-limpah
susu dan madunya. Singkat kata; negeri Kanaan layak untuk dijadikan sebagai
milik pusaka.
Jadi kalau
limpah susu dan madu maka negeri itu layak untuk dijadikan sebagai milik
pusaka, sebab Kanaan berlimpah-limpah susu dan madunya.
Saya berharap kepada TUHAN supaya penggembalaan GPT Betania
berlimpah-limpah susu dan madunya supaya layak untuk dijadikan sebagai milik
pusaka.
Berlimpah-limpah susu dan madunya itu gambaran dan bayangan
dari kelimpahan Firman ALLAH sebab:
- Susu adalah gambaran dari kekuatan Firman ALLAH.
Hal itu sangat dibutuhkan oleh kehidupan yang
lemah dan tidak berdaya seperti bayi yang baru lahir.
Bayi yang baru lahir membutuhkan air susu yang
murni dan rohani… (1 Petrus 2:2)
- Madu gambaran dari manisnya Firman ALLAH.
Manisnya Firman ALLAH sangat dibutuhkan oleh
kehidupan yang lapar dan haus yaitu orang-orang yang menghadapi banyak
kesulitan, banyak ujian, banyak pergumulan-pergumulan.
Keluaran 16:31;
(16:31) Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti
ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
Jadi yang dibutuhkan orang yang sedang
menghadapi perjalanan yang panjang, pergumulan yang panjang adalah manisnya
Firman ALLAH.
Wahyu 10:9
(10:9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya
ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan
makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu
ia akan terasa manis seperti madu."
Pada saat gereja TUHAN menghadapi puncak
pencobaan tepatnya pada saat Antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero
dunia, yang dibutuhkan adalah: manisnya Firman ALLAH, Firman yang dibukakan.
Jadi Wahyu 10 itu adalah saat-saat dimana
gereja akan memasuki Wahyu 11, di situ Antikris berkuasa, puncaknya pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua.
Mazmur 81:17
(81:17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu
dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."
Pahit karena pergumulannya bagaikan perjalanan
panjang yang dibutuhkan adalah manisnya Firman ALLAH, demikianlah bangsa
Israel di tengah-tengah perjalanan mereka di Padang Gurun.
Mempelai Perempuan limpah dengan Firman ALLAH, dengan bukti
…
Kidung Agung 4:11
(4:11) Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan
susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Bibir erat kaitannya dengan perkataan-perkataan yang keluar
dari mulut anak-anak TUHAN.
Saudara, setiap perkataan-perkataan yang keluar dari mulut
anak-anak TUHAN semuanya diperhatikan oleh Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria
Sorga.
Jika kata-kata yang keluar dari bibir atau mulut kita kasar,
tajam, bahkan suka mengeluarkan kata-kata jorok, busuk, dan tak suci maka
kita sama dengan tidak memancarkan kemuliaan dan keindahan TUHAN.
Sebaliknya, memilukan dan mempermalukan nama TUHAN.
Hati-hati yang biasa, mengucapkan kata-kata kasar, disengaja
ataupun tidak disengaja, kata-kata yang jorok, busuk, dan tak suci, maka orang
semacam ini tidak memancarkan keindahan dan kemuliaan TUHAN, Yesus Kristus,
Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga. Hati-hati saudara, jangan lagi
terlanjur-lanjur.
Saudara, sekali lagi saya sampaikan,
-
Susu -> kekuatan
Firman ALLAH. Sedangkan,
-
Madu -> manisnya
Firman ALLAH.
TUHAN sangat mengharapkan agar bibir lidah kita mengadakan
suatu pengakuan / perkataan / kesaksian tentang kekuatan dan kemanisan yang
kita terima dari Firman ALLAH.
Jadi selama ini kita sudah menerima kekuatan dan manisnya
Firman ALLAH, dan sekarang TUHAN mengharapkan agar bibir kita mengadakan suatu
perkataan kesaksian yang sesuai dengan kekuatan dan manisnya Firman ALLAH.
Tentu saja hidup kita penuh dengan Firman maka mulut kita
juga akan mengeluarkan perkataan / kesaksian sesuai dengan kekuatan dan
manisnya Firman ALLAH. Apa yang keluar datang dari dalam (hati). Jadi kalau
hati ini diisi oleh kekuatan dan manisnya Firman maka perbuatan dan kesaksian
kita juga begitu, memiliki kekuatan dan manisnya perkataan dan kesaksian kita.
Oleh sebab itu, janganlah kita membiarkan Iblis / Setan
menguasai mulut bibir lidah kita saudara.
Jadi nampak betul bahwasanya Mempelai Wanita TUHAN penuh
dengan Firman ALLAH sehingga perkataan dan kesaksian hidupnya betul-betul
berasal dari kekuatan dan manisnya Firman ALLAH itu sendiri.
Oleh sebab itu, janganlah kita biarkan Iblis / Setan
menguasai mulut bibir lidah kita. Puji TUHAN.
Wahyu 12:11
(12:11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan
oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Iblis / Setan telah dikalahkan,
bukan hanya oleh darah Anak Domba, tetapi juga oleh perkataan
kesaksian anak-anak TUHAN.
Itu berarti pengajaran Firman ALLAH bagaikan susu dan madu
yang selalu menjadi buah bibir kita; membangun kehidupan sesama
orang-orang yang disekitar kita, dalam segala keadaan dan dalam segala sesuatu
dan dalam segala tempat terlebih di tengah ibadah dan pelayanan dihadapan
TUHAN.
Amsal 12:17-19
(12:17) Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil,
tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. (12:18) Ada orang yang lancang
mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan
kesembuhan. (12:19) Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
lancang mulutnya seperti tikaman pedang, kalau buah bibirnya lancang, rame, tidak segan-segan
mengucapkan kata-kata kepada siapapun, kepada isteri, kepada suami, keada orang
lain, sama seperti tikaman pedang.
Tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Yang dibutuhkan oleh orang yang sakit hati adalah
perkataan bijak, supaya sakit hatinya sembuh.
Contoh perkataan kesaksian oleh karena kekuatan dan
manisnya Firman ALLAH ada 2 (dua):
-
“Siapa
menyatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil.”
Jadi kalau buah bibirnya adalah kebenaran maka
ia sama dengan sedang menyatakan apa yang adil, dia layak untuk menjadi wasit,
penengah, pengantara, berarti imam (pendamaian).
Biarlah buah bibir dari
seorang imam adalah kebenaran karena buah bibir
semacam ini menyatakan satu keadilan, layak untuk menjadi pendamaian
(penengah), jangan menambah-nambahi masalah akhirnya tabrak sana tabrak sini,
terjadi perselisihan. Tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya.
-
“Lidah
orang bijak (perkataan yang lembut) mendatangkan kesembuhan”, tetapi orang yang lancang mulutnya, berani
bicara kepada suami, berani bicara kepada isteri seperti tikaman pedang.
Yang lancang-lancang karena merasa paling benar
itu seperti tikaman pedang. Saudara harus tahu itu, saya juga harus tahu berapa
sakitnya isteri saya kalau saya dengan lancang berkata-kata kepada dia seperti
tikaman pedang, rasakanlah apa yang dirasakan TUHAN Yesus di atas kayu salib,
jangan sesumbar kalau bicara, jangan terlalu lancang, sadari kalau kita ini
bukan siapa-siapa. Kalau akhirnya kita bersama dengan TUHAN, bersanding dengan
TUHAN itu kemurahan, ingat itu. Jadi jangan terlalu lancang kita berkata-kata.
Jadi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
Perkataan yang lembut itu yang menyembuhkan orang lain dari sakit hati, luka
batin, akar pahit, dan seterusnya. Jadilah demikian, gunakanlah perkataan yang
lembut, perkataan yang bijak, mendatangkan kesembuhan, pemulihan terjadi di
dalam diri orang lain, meskipun sebetulnya kita tidak cocok dengan orang itu,
tetapi ucapkan saja kata-kata yang lembut supaya orang itu
mengalami pemulihan.
Saudara, betapa mempelai wanita TUHAN
benar-benar penuh (limpah) dengan susu dan madu, limpah Firman ALLAH. Sehingga
bibirnya meneteskan madu murni kemudian madu dan susu ada di bawah lidah
Mempelai Perempuan. Itu yang menjadi buah bibirnya.
Jadi sekali lagi saya sampaikan, perkataan orang
bijak adalah perkataan yang lembut, mendatangkan kesembuhan, pemulihan terjadi
bagi orang lain sekalipun orang lain itu tidak cocok dengan kita. Karena setiap
orang punya persoalan. Demi kelangsungan ibadah dan pelayanan ini (berjalan dengan baik), pikirkan
ke sana, tepis dulu ego itu. Pertahankanlah buah
bibir dengan perkataan yang sejuk (lembut) mendatangkan kesembuhan.
Terkait dengan perkataan orang bijak / perkataan lembut,
kita lihat di dalam …
Amsal 15:2
(15:2) Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut
orang bebal mencurahkan kebodohan.
Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan sebaliknya mulut
orang bebal mencurahkan segala emosinya (amarahnya), unek-uneknya ditumpahkan
semua. Itu buah bibir orang bebal, semua isi hatinya ditumpahkan, orang lain
suka atau tidak suka, tidak peduli.
Jadi mari kita ukur hidup rohani kita sesuai dengan Firman
ALLAH yang kita terima selama ini sampai malam ini. Supaya hidup kita berkenan,
menyenangkan hati TUHAN dan segala sesuatu yang kita perbuat, baik perkataan
kesaksian kita betul-betul menyenangkan hati TUHAN dan perkataan kesaksian
semacam inilah yang juga akan mengalahkan Iblis / Setan, bukan saja dengan
darah Anak Domba, tetapi dengan perkataan kesaksian juga sanggup mengalahkan
Iblis / Setan. Setaralah perkataan kesaksian ini dengan darah Anak Domba karena
sama-sama sanggup mengalahkan Iblis / Setan dengan segala siasat tipu dayanya.
Amsal 12:19
(12:19) Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya,
berarti membawa dia sampai pada kekekalan;
1.
Hidup dalam
kesempurnaan.
2.
Hidup dalam doa
penyembahan.
Tetapi lidah dusta (buah bibir dusta) hanya untuk sekejap
mata. Hidupnya cepat-cepat berlalu, tidak sampai kepada kekekalan (keabadian).
Amsal 11:22
(11:22) Seperti anting-anting emas di jungur babi,
demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
Orang yang lancang bicara digambarkan seperti babi, tidak
dapat mengendalikan hawa nafsu dagingnya.
Jadi saudara, malam ini TUHAN menyatakan pernyataan
kasih-Nya kepada kita semua supaya kiranya kehidupan kita masing-masing baik
saya dan nikah saya maupun saudara dan nikah saudara, bagaikan Mempelai Wanita
TUHAN penuh dengan kelimpahan Firman ALLAH.
Buktinya di dalam Kidung Agung 4:11, pada bibir
Mempelai perempuan meneteskan madu murni. Madu dan susu ada di bawah lidah
Mempelai Wanita TUHAN.
Jadi betul-betul perkataan kesaksian-Nya didorong oleh
kelimpahan Firman ALLAH, kekuatan Firman ALLAH dan manisnya Firman ALLAH.
Jangan seperti anting-anting di congor babi, persis seperti
wanita cantik, tetapi asusila (asusila). Dengan mulut yang lancang langsung
menggambarkan bahwa ia tidak dapat mengendalikan hawa nafsu dagingnya, meskipun
ia membela-bela diri, Alkitab yang mengatakan.
Itu sebabnya tadi saya katakan, ukur diri ini dengan Firman,
jangan ukur dengan kesalahan orang, tidak ada artinya karena kita harus sama
seperti Dia, diciptakan menurut teladan TUHAN, segambar dan serupa dengan
TUHAN, jangan diukur dengan kekurangan orang, tidak akan menjadi Mempelai
TUHAN, karena Mempelai TUHAN limpah susu dan madu, perkataan kesaksiannya
betul-betul berasal dari kekuatan Firman dan manisnya Firman, sanggup menolong
orang lain, sanggup menolong orang yang lemah, sanggup menolong orang yang
dalam kepahitan.
Kidung Agung 4:11
(4:11) Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu
ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Bait Suci yang dibangun oleh Salomo di Yerusalem termasuk
juga Istana Salomo yang dibangun di Yerusalem, kedua-duanya dibangun dari pohon
aras yang diambil dari hutan Libanon. Jadi dari situ kita sudah dapat suatu
gambaran bahwa gunung Libanon ini sangat berarti bagi rumah TUHAN dan kediaman
TUHAN, di situ takhta TUHAN. Jadi betapa berartinya gunung Libanon.
Tetapi arti rohani dari ayat 11b, jika hidup kita
dipenuhkan oleh kelimpahan Firman ALLAH maka tentu saja hidup kita akan
menyebarkan bau harum di sekitar kita terutama di tengah-tengah nikah dan rumah
tangga.
Saudara, gunung Libanon ternyata bukan hanya menyebarkan bau
harum untuk orang-orang di sekitar kita teramat lebih untuk nikah dan rumah
tangga kita, tetapi gunung Libanon ini adalah gambaran dari satu keindahan dari
satu kehidupan.
Keindahan ini dimulai dari kehidupan yang senantiasa berdiam
diri meskipun macam ragam ada di dalam hutan (gunung Libanon), berapa banyak
perkara di dalam itu, tetapi bagi kehidupan yang senantiasa berdiam diri, bukan
hanya menyebarkan bau harum, tetapi juga nampak satu keindahan yang luar biasa,
walaupun sebetulnya hatinya berkecamuk, sejuta persoalan dihadapinya, tetapi
dia tetam BERDIAM DIRI. Ini adalah satu keindahan di pemandangan mata TUHAN dan
kehidupan kita masing-masing, asal saja berdiam diri, betapa berartinya pohon
aras dari Libanon ini saudara.
Gunung juga berbicara penyembahan berarti berdiam diri
meskipun sejuta perkara berkecamuk di dalam hati akan tetap nampak indah dan
mempesona hati TUHAN. Memang dengan sejuta perkara sakit rasanya, dengan sikap
suami, sikap isteri, sikap anak, sikap saudara-saudara, sikap orang lain, sakit
rasanya. Tetapi bilamana kita sudah berada pada penyembahan, berdiam diri maka
akan nampak satu kehidupan yang mempesona, nampak satu kehidupan yang begitu
indah sekali.
Ini harus menjadi satu pelajaran untuk kita praktekkan di
dalam hidup, nikah, dan rumah tangga, di tengah ibadah dan pelayanan di hadapan
TUHAN, di hari-hari terakhir ini saudara ku.
Gunung Libanon bukan hanya menyebarkan bau harum, tetapi
juga menyebarkan satu pesona dan keindahan yang sangat mendalam karena sejuta
perkara tersimpan di dalam hatinya, meski perkara-perkara itu berkecamuk,
tetapi dia tetap berdiam diri, beda dengan wanita tuna susila, berbicaranya itu
tidak membawa pesona, justru mempermalukan dirinya sendiri, seperti
anting-anting emas di jungur babi. Jadi jangan terlalu lancang lagi dalam
berucap / berkata-kata / berucap, apapun itu katanya.
Ukurlah kehidupan ini dengan Firman, jangan ukur dengan
kekurangan orang karena kita dibentuk menurut teladan ALLAH dari sejak semula.
Wahyu 12:11
(12:11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Mereka memiliki perkataan kesaksian, mereka itu adalah
orang-orang yang tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut, dia
serahkan nyawa untuk kemuliaan TUHAN sampai ke dalam maut. Artinya;
kerohaniannya atau ibadahnya sudah sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi,
sudah sampai pada puncak ibadah yakni doa penyembahan.
Penyembahan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya
kepada kehendak ALLAH saja, tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam
maut, itu penyerahan diri sepenuh, inilah doa penyembahan.
Hidup di dalam doa penyembahan berarti berdiam diri. Biar
sejuta perkara berkecamuk di dalam hatinya, dia tetap berdiam diri, akan tampak
satu pesona dan tampak satu keindahan di pemandangan TUHAN karena ternyata
mereka sudah sampai pada puncak ibadah (doa penyembahan), tidak mengasihi nyawa
mereka sampai ke dalam maut.
Kalau saya ukur hidup rohani saya dengan Firman, masih jauh.
Tetapi marilah kita saling mendoakan, supaya di atas segalanya nama TUHAN
dipermuliakan.
CIRI-CIRI BERADA DI NEGERI KANAAN, limpah susu dan
madunya:
Ulangan 26:9
(26:9) Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami
negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (26:10)
Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah
Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di
hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu,
Jadi kita harus membawa hulu hasil / buah sulung / hasil
pertama dari tanah (ladang) sebab TUHAN yang memberkati hati kita ini dan
semua buah sulung harus diletakkan di ujung kaki salib dengan segala kerendahan
di hati.
Mohon maaf ya, saya tidak tahu pastinya. Kalau saudara tidak
membawa hasil pertama berarti ciri, limpah susu dan madu di dalam hidup mu
tidak akan nampak. Tetapi ciri limpah susu dan madu adalah: dia harus membawa
buah sulung / hasil pertama / hulu hasil dari hati ini, hati yang paling dalam
dan semuanya itu kita taruh di kaki salib karena Firman ALLAH yang menggarap
bumi / tanah hati ini. Jadi bawalah hulu hasil itu sebab TUHAN yang memberkati
kita.
Ciri-ciri berada di negeri Kanaan, limpah susu dan madunya:
Ulangan 26:12,
(26:12) "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan
persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan
dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang
asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu
dan menjadi kenyang. (26:15) Jenguklah dari tempat kediaman-Mu yang
kudus, dari dalam sorga, dan berkatilah umat-Mu Israel, dan tanah yang telah
Kauberikan kepada kami, seperti yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada
nenek moyang kami -- suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya."
Ciri kedua adalah: mengembalikan milik-Nya TUHAN yaitu
persembahan persepuluhan dari semua berkat-berkat yang kita terima, bukan
hanya dari gaji, tetapi berkat-berkat apapun.
Sering kali saya sampaikan, kalau ada berkat makanan minuman
atau pernah ditraktir, hitung semua itu persepuluhannya karena itu adalah
merupakan milik kepunyaan TUHAN, jangan ditahan. Kalau persembahan persepuluhan
mungkin pernah terlewatkan, atau pernah lupa, atau mungkin pernah khilaf,
sengaja atau tidak sengaja, kalau diingat masih bisa dikembalikan supaya kita
jangan berhutang, tetapi buah sulung tidak bisa, buah sulung tidak tergantikan,
anak sulung pun tidak tergantikan. Israel telah dipilih oleh TUHAN sebagai anak
sulung, tidak pernah tergantikan. Maka milikilah Roh kesulungan itu, dan
milikilah takut akan TUHAN, kembalikanlah milik kepunyaan TUHAN dengan jujur
sejujurnya karena itu adalah cerminan bahwa kita ada di tanah (negeri) limpah
susu dan madunya.
Jadi kalau jemaat melakukan dua hal ini sebetulnya hamba
TUHAN juga bangga karena kelimpahan air susu dan madu yang manis tidak sia-sia
ternyata diterima selama ini di milik pusaka. Itulah kandang penggembalaan GPT
Betania ini.
Saya harus akui itu suatu kebanggaan, tetapi bukan untuk
disombongkan, bangga karena kita semua telah praktek Firman ALLAH. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment