KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 15, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 06 JUNI 2026 STUDY YUSUF



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 06 JUNI 2026

STUDY YUSUF

(Seri 20)

 

Subtema: KERAJAAN ALLAH DATANG DI BUMI

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Tuhan lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

Doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera dari Sorga berkuasa di hati kita supaya kita boleh merasakan kesukaan dari Sorga saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.

 

Saya juga tidak lupa menyapa Kaum Muda Remaja yang mengikuti secara online, baik juga saudara/saudari yang mengikuti secara online dimanapun saudara berada, maupun mereka yang berada di luar kandang Penggembalaan gereja GPT Betania.

 

Selanjutnya mari kita ikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34 ---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”

 

Seluruhnya merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang memohon kelepasan bagi Benyamin.

 

Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

      Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

      Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui; Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa

Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup yang kekal… Yohanes 3:16.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Saudara pada Wahyu 9 dan Wahyu 11 terdapat tiga celaka sebagai penghukuman sebagai sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam dan sangkakala yang ketujuh.

 

CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12… Sangkakala yang kelima.

CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21… Sangkakala yang keenam.

CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19… Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua.

 

Malam ini kita akan masuk pada pembahasan tentang: CELAKA KETIGA.

Itu berarti kita sudah membahas tentang CELAKA PERTAMA dan CELAKA KEDUA.

Setelah berlalunya celaka pertama dan celaka kedua maka akan menyusul CELAKA KETIGA.

 

Wahyu 11:14

(11:14) Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

 

Setelah celaka kedua sudah lewat maka tentu saja celaka ketiga akan menyusul.

 

Mari kita melihat CELAKA KETIGA semuanya tertulis didalam…

Wahyu 11:15-19 ---Perikop: Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua”

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (11:16) Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah, (11:17) sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja  (11:18) dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi." (11:19) Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

 

CELAKA KETIGA akan terjadi tepatnya pada saat sangkakala yang terakhir yaitu; sangkakala yang ketujuh ditiup.

Kemudian ada 2 perkara pada saat sangkakala ketujuh ditiupkan:

1.         Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan / diambil ahli oleh Tuhan.

Itu berarti; Kerajaan Allah sudah datang di bumi.

2.         Untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.

Itu berarti; penghukuman Allah terjadi atas dunia.

 

Saudara kita akan periksa / selidiki satu per satu…

Dimulai tentang: “KERAJAAN ALLAH DATANG DI BUMI”

 

Kita akan baca…

Wahyu 11:15

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

 

Pada saat malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga.

Pendeknya, pada saat sangkakala yang terakhir (sangkakala yang ketujuh) ditiup itu berbicara tentang; Kedatangan Yesus kembali ke dunia ini sebagai Tuhan dan sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.

 

Perlu untuk diketahui; kerajaan Allah dimulai dari kerajaan seribu tahun damai di bumi ini, nanti akan lanjut kepada Kerajaan Kekal yaitu; Yerusalem yang baru.

 

Gambar Peta Zaman.

 

Kalau kita perhatikan peta zaman disitu terdapat 7 hari.

-       2000 ribu tahun yang pertama -> zaman Allah Bapa = TUHAN.

-       2000 ribu tahun yang kedua -> zaman Anak Allah = YESUS.

-       2000 ribu tahun yang ketiga -> zaman Roh-El Kudus = KRISTUS.

Seluruhnya ada 6 hari. Sedangkan hari ke 7 disebut kerajaan damai sejahtera 1000 tahun lamanya di bumi ini, dan itu terjadi di atas muka bumi ini.

Tetapi hari ketujuh berbicara tentang hari Sabat/ hari perhentian.

 

Mari kita lihat HARI PENCIPTAAN…

Kejadian 1:31

(1:31) Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Kejadian 2:1-2

(2:1) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. (2:2) Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

 

6 hari Allah bekerja dan menyelesaikan pekerjaan-Nya, lalu berhentilah Ia pada hari ketujuh.

Jadi jelas sekali bahwa; sangkakala yang ketujuh adalah sangkakala yang terakhir, berbicara tentang; Kerajaan Allah datang di bumi.

 

Sekarang kita akan periksa hari ke tujuh

Keluaran 20:8-11

(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (20:9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (20:10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

 

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.

Artinya; berhenti dari aktivitas daging untuk selanjutnya berada pada aktivitas rohani, yaitu; ibadah dan pelayanan.

Jadi angka 6 itu adalah angka daging dengan segala aktivitasnya.

Sedangkan hari ke 7 adalah hari perhentian dimana kerajaan Sorga hadir di bumi lewat ibadah-ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Dengan demikian kita telah mengikuti teladan Tuhan.

 

Tntang; TELADAN TUHAN…

Saudara, tentu saja kita tidak mungkin dapat mengikuti teladan Tuhan jikalau Tuhan tidak menghadirkan Kerajaan Sorga di bumi, dan itu sudah kita lihat tadi pada saat penciptaan langit, bumi dan segala isinya.

6 hari Tuhan mengerjakan semuanya itu. Setelah selesai, pada hari ke 7 Tuhan berhenti menyelesaikan pekerjaan-Nya. “Berhenti” bukan berarti Tuhan jadi pemalas, tetapi berhenti dari segala aktivitas daging, supaya dengan demikian kita akan masuk pada hari perhentian, dengan lain kata; berada pada aktivitas dari kegiatan Roh itu sendiri.

 

Sekarang kita akan melihat TELADAN TUHAN YANG SEJATI didalam…

1 Petrus 2:21-23---Perikop: “Penderitaan Kristus sebagai teladan”

(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (2:22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

                                        

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk mengikuti teladan Tuhan yaitu; jejak atau tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah-darah, antara lain:

1.         Ia tidak berbuat dosa.

Menunjukkan; pekerjaan dari Firman Allah.

2.         Tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Menunjukkan; pekerjaan dari Roh Allah yang suci (Kristus sebagai Kepala).

 

Amsal 30:27 -- belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

Lihat kalau Kristus sebagai Kepala tidak mempunyai kepala tetapi bisa berbaris dengan teratur. Artinya Kristus Kepala atau hidup di dalam pengurapan.

Pengurapan itu yang membuat seseorang berbaris dengan teratur… sebagaimana di dalam 1 Yohanes 2:27 -- Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

3.         Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki.

Ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Menunjukkan; pekerjaan dari Kasih Allah.

Kalau kita penuh dengan Kasih Allah dari Sorga, maka kita akan mengampuni orang yang berbuat dosa.

Jadi Kasih itu berkuasa untuk menutupi dosa dan mengampuni orang yang berdosa yang telah bersalah kepada kita.

 

Pendeknya, tiga tabiat Allah ini sangat berkuasa untuk menolong anak-anak Tuhan, sehingga tetap dapat mengikuti teladan Tuhan yang ditinggalkannya meskipun berdarah-darah, sekalipun ditandai dengan penderitaan yang banyak. INILAH TELADAN YESUS YANG SEJATI.

 

1 petrus 2:24

(2:24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Pendeknya, Yesus telah menderita sengsara bahkan rela mati di atas kayu salib, namun bangkit pada hari ketiga.

1.         Kuasa kematian Yesus: dosa tidak berkuasa lagi atas manusia.

2.         Kuasa kebangkitan Yesus: hidup untuk kebenaran.

Saudara, Yesus memang harus menderita sengsara di atas kayu salib supaya oleh bilur-bilur-Nya kita telah sembuh; baik secara jasmani maupun secara rohani.

 

1 Petrus 2:25

(2:25) Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

 

Kalau kita mengikuti teladan Tuhan dengan tepat dan benar, berarti; menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan-Nya, maka kita menjadi satu kehidupan domba yang tergembala.

 

Perlu untuk diketahui; dahulu kita sesat, sebelum kita menyerahkan diri di hadapan Tuhan menjadi domba yang tergembala.

Praktek sesat:

1.         Hidup di dalam penyembahan berhala. Ayat referensinya; 1 Korintus 12:1-2.

2.         Hidup di dalam kenajisan percabulan -> orang-orang yang mabuk anggur dari perempuan Babel.

Siapa saja yang mabuk anggur dari perempuan Babel? -- karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." -- Wahyu 18:3.

 

Mabuk anggur artinya; hidup dalam kenajisan percabulan.

Prakteknya; kaya tetapi oleh karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.

Kita memang harus mabuk anggur, tetapi mabuk anggur dari Sorga penuh dengan Roh-El Kudus, sehingga dengan demikian kita tetap ada dalam kegiatan Roh dan ada dalam kegiatan ibadah dan pelayanan.

Tetapi mereka yang mabuk anggur dari perempuan Babel; dia hidup di dalam kenajisan percabulan, artinya; mereka ingin kaya tetapi oleh karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.

 

Contoh; seperti Esau, dia hidup dalam kenajisan percabulan, sehingga ia menjual hak kesulungannya (yang rohani) demi sepiring makanan (yang lahiriah)... Ibrani 12:16.

Itu bukti bahwa Esau mabuk anggur dari perempuan Babel yaitu; hidup dalam kenajisan percabulan.

 

Namun setelah kita mengikuti teladan Tuhan dengan baik dan benar, pada akhirnya kita semua menjadi suatu kehidupan domba-domba yang tergembala.

 

CIRI-CIRI TERGEMBALA…

Yohanes 10:3-4

(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Ciri-ciri tergembala…

1.         Domba-domba mendengar suara Gembala = dengar-dengaran.

Dampak positif dengar-dengaran: Gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya. Artinya:

a.     Tuhan mengenal kita, berarti nama kita terdaftar di Sorga = tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak Domba.

 

b.     Kita masuk dalam hitungan Tuhan, sebagaimana yang tertulis dalam Yehezkiel 20:37 -- Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

 

Kalau domba-domba tergembala, maka domba-domba masuk dalam hitungan Tuhan / bilangan Tuhan.

Sebaliknya, kalau kehidupan seseorang tidak masuk dalam bilangan Tuhan (tidak masuk dalam hitungan Tuhan), maka akan masuk pada bilangan antikris yaitu; 666, satu kali dia akan masuk dalam pembangunan tubuh Babel, bukan tubuh Kristus.

Itu sebabnya kalau kita perhatikan dalam Yehezkiel 20:38 -- Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

 

Jadi kehidupan yang tergembala pada akhirnya dibawa masuk ke tanah Israel, itulah tanah air sorgawai, satu kali akan diwariskan kepada kita sebagai milik pusaka.

 

Jadi dari sini sudah jelas sekali bahwa, kerajaan Sorga itu dimulai dari kerajaan seribu tahun damai di bumi, nanti lanjut sampai kepada kerajaan kekal itulah; Yerusalem yang baru.

 

2.         Domba-domba mengikuti Gembala.

Sejauh ini kita digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Kuasanya: membawa kita masuk dalam Kegerakan yang besar, yaitu; masuk dalam Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti; menjadi mempelai wanita Tuhan; Milik Kepunyaan Allah sendiri.

 

Tampilkan…

2 Korintus 11:2

(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Disini kita melihat, Paulus adalah pekabar mempelai, dia menggembalakan jemaat di Korintus dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sebab Paulus telah mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu laki-laki. Sehingga lewat Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel akan membawa jemaat di Korintus sebagai perawan suci kepada Kristus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.

 

Perawan suci -> gereja Tuhan yang sempurna, yaitu; anak-anak Tuhan yang dibawa masuk dalam Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Kristus -> Kepala, Dialah Mempelai Laki-laki Sorga

 

2 Korintus 11:3

(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

 

Inilah kekuatiran Paulus yang terbesar.

 

2 Korintus 11:4

(11:4) Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

 

Tetaplah berpegang teguh kepada Roh Mempelai. Tolak roh antikris (roh jual beli).

Tetaplah terima injil Yesus Kristus, yaitu dari Sorga turun ke bumi menjadi manusia, berarti Dia harus menderita sengsara bahkan mati di kayu Salib, tetapi bangkit pada hari ke tiga.

Itulah injil Yesus Kristus.

 

Kalau kita menerima injil Yesus berarti kita mengikuti teladan Yesus. Kalau kita mengikuti teladan Yesus yaitu; menderita sengsara, menjadi satu dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, satu kali kita akan dipermuliakan, kalau kita bertekun di dalam-Nya.

Kalau kita bertekun di dalam-Nya berarti kita menolak injil lain, itulah ajaran dari nabi-nabi palsu. Tolak yesus yang lain, tetapi terimalah Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

TERIMALAH TELADAN YESUS itulah; injil yang benar, menderita sengsara bahkan mati di kayu Salib.

Kalau kita mengikuti teladan Tuhan satu kali kita menjadi domba yang tergembala.

 

Inilah yang kita gunakan sebagai sarana supaya satu kali nanti kita ada di dalam Kerajaan Sorga yaitu; kerajaan seribu tahun damai di bumi, lanjut kepada Yerusalem yang baru, itulah Kerajaan Kekal, sebagaimana dalam Wahyu 19:6-9 berbicara tentang: Pesta nikah Anak Domba.

Itu berarti; Yesus tampil sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Suami atau Imam disebut juga dengan Imamat Rajani, berarti; kita menantikan kedatangan Tuhan kembali pada kali yang kedua.

Kedatangan Tuhan kembali, kita harus menjadi imamat rajani, disitu kita menantikan-Nya.

 

Kemudian…

Wahyu 20:3---Perikop: “Kerajaan seribu tahun damai”

(20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

 

Kita bandingkan Wahyu 20:3 dengan Wahyu 11:15 -- Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

 

Wahyu 20:4

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

 

Kemudian di dalam Wahyu 21 berbicara tentang: “Yerusalem yang baru”.

 

Inilah pembahasan tentang sangkakala yang ketujuh, muatannya ada 2:

1.         Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita.

Berarti: Kerajaan Allah sudah datang di bumi.

Hal ini telah kita bahas.

2.         Membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.

Bantu doa, kita akan membahas yang ke 2 pada minggu yang akan datang. Amin.

 

 

Tuhan YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA memberkati

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 


No comments:

Post a Comment