KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 15, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 07 JUNI 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 07 JUNI 2026

 

KITAB WAHYU

WAHYU 19:16

(SERI 2)

 

Subtema: Pada paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu; Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan

 

Salam sejahtera di dalam kasihnya Tuhan Yesus Kristus. Kita bersyuku, oleh kemurahan hati Tuhan, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian roh. Dan malam ini merupakan minggu pertama pada bulan Juni, berarti ada perjamuan suci. Biarlah kiranya Firman Tuhan sebentar menjadi kekuatan untuk kita, supaya senantiasa memandang kepada korban Kristus. Dan pergumulan-pergumulan hidup kita nanti berkemenangan di hadapan Tuhan.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari YouTube, Facebook dan media sosial lainnya yang dapat dipergunakan. Selanjutnya, damai sejahtera dari Allah berkuasa di hati kita, memberi kesukaan besar saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.

 

Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih berada pada ayat 16. Biarlah itu dinyatakan sesuai dengan takaran kasih karunia Allah. Namun tetaplah berdoa, mohonlah kemurahan daripada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:16

(19:16) Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

 

Pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama yaitu: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

 

Hal ini kita akan bagi menjadi 2 (dua) bahagian.

YANG PERTAMA: Pada jubah-Nya tertulis suatu nama, yaitu: Raja segala raja, Tuan di atas segala tuan.

Jubah atau pakaian berbicara tentang tabiat / perbuatan hidup / kelakuan.

Pendeknya, status dan kedudukan Yesus (Si Penunggang kuda putih) sebagai Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan nampak dari tabiat / perbuatan hidup-Nya.

 

Jadi, “siapa kita”, “status kita”, “kedudukan kita”, itu bisa terlihat dari tabiat / perbuatan hidup, di situ tertulis dengan jelas. Seperti Yesus (Si Penunggang kuda putih), Dia adalah Raja segala raja, kemudian Tuan di atas segala tuan. Situasi/ kondisi apapun tidak dapat mempengaruhi Dia.

-          Kalau Dia disebut Raja segala raja, Dia tetap Raja segala raja.

-          Kalau Dia disebut sebagai Tuan di atas segala tuan, Dia tetap Tuan di atas segala tuan.

Artinya: segala sesuatu yang terjadi (dialami); susah, senang, pergumulan apapun, Dia tetap Raja dan Tuan.

Pendeknya, tidak berubah, meskipun menghadapi situasi yang sulit.

 

Demikian juga pribadi Yusuf. Di rumah bapaknya, Yusuf adalah pribadi yang sangat dikasihi oleh Yakub. Yakub memberikan jubah yang maha indah kepada Yusuf.

Jubah yang maha indah adalah harta rohani, itulah karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus yang dipercayakan Tuhan kepada Yusuf -- Disebut jugalah itu roh pengasihan.

Dan harta rohani / harta yang indah / karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus itulah jubah yang maha indah: harus dipelihara sesuai dengan 2 Timotius 1:14 --- Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. Jubah yang maha indah harus dipelihara, sebagaimana Yakub memeliharanya dengan baik dan jubah itu dilanjutkan kepada Yusuf.

 

Karena Yakub lebih mengasihi Yusuf…

Kejadian 37:4

(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

 

Bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Tidak mau menyapa dengan ramah, berarti: ngomongnya/bicaranya ketus-ketus, karena kebencian itu timbul di dalam hati saudara-saudaranya. Menyapa dengan ketus-ketus, bicara ketus-ketus, itu sungguh menyakiti hat, tetapi itu pun ditanggung oleh Yusuf.

 

Kemudian kalau kita perhatikan lagi (pengulangan sedikit)….

Kejadin 37:5

(37:5) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

 

Sebelum kita melihat kebencian itu timbul dari saudara-saudara Yusuf, di sini kita melihat Yusuf bermimpi.

Ini karunia berikutnya yang Tuhan percayakan kepada Yusuf -- karunia bermimpi -- karunia untuk membukakan rahasia Firman Allah.

 

Jadi saudaraku, pembukaan/nubuat terbesar itu sebetulnya pembukaan rahasia Firman. Nubuat, mimpi, pembukaan rahasia Firman itu merupakan satu kesatuan/satu rumpun. Jadi, selain ayahnya Yakub memberikan jubah yang maha indah, ternyata Tuhan juga mengaruniakan karunia mimpi kepada Yusuf, karunia untuk membukakan rahasia Firman.

Membukakan rahasia firman itu adalah karunia dari Tuhan. Dan kita berdoa; kiranya Tuhan karuniakan kepada penggembalaan GPT “Betania” Serang dan Cilegon karunia mimpi, karunia membukakan rahasia Firman atau disebut juga nubuat, sehingga mengerti tentang hari esok. Kalau kita mengerti tentang hari esok, maka keadaan kita baik di hari esok. Itulah kegunaan mimpi atau nubuat.

Tetapi sangat disayangkan, justru oleh karena karunia mimpi inilah saudara-saudara Yusuf semakin lebih benci lagi kepadanya.

-          Kebencian pertama timbul karena Yakub mengaruniakan jubah yang maha indah / harta yang maha indah, itulah karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus.

-          Kemudian kebencian semakin bertambah setelah Tuhan mengaruniakan karunia mimpi kepada Yusuf, yakni : pembukaan firman Allah.

 

Saudaraku, kebencian dunia kepada Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel sungguh nyata sekali. Biarpun Firman Pengajaran Mempelai sudah disampaikan dengan terang benderang, dunia tidak bisa terima. Maka saya ambil kesimpulan bahwa: Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah hak kesulungan, sehingga gereja Tuhan menjadi anak sulung, menjadi milik kepunyaan Allah.

 

Kemudian, mimpi Yusuf ini diceritakanlah kepada saudara saudaranya. Demikian juga Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, itu harus diceritakan/disampaikan dengan gamblang, tidak boleh ditahan-tahan. Hal itu juga dinyatakan oleh Nabi Yeremia dalam Yeremia 23:28 --- Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN ---

Firman Tuhan jangan ditambahi dan jangan dikurangi. Berarti, dibutuhkan seorang hamba Tuhan yang mempunyai nyali dan sikap tegas, tidak takut, tidak ragu apapun resikonya. Karena jelas di situ dikatakan: apakah sangkut paut jerami dengan gandum? Jawabnya: Tidak ada. Tetapi Firman yang dibukakan itu harus disampaikan.

-            Jerami adalah sesuatu yang kosong.

-            Sedangkan gandum itulah Firman kasih karunia, karena itu adalah pribadi Allah sendiri. Sehingga, lewat Firman yang dibukakan harus disampaikan/diceritakan dengan gamblang, sehingga terlihatlah perbedaan antara jerami dengan gandum.

Itulah yang membuat hati daripada saudara-saudara Yusuf semakin benci kepada Yusuf. Karena, semakin Firman Allah dibukakan, maka semakin terlihat segala kekurangan-kekurangan, akan nampak sekali segala kebobrokan-kebobrokan di sana sini.

Kalau kekurangan itu dibukakan/disingkapkan/ditelanjangi, itu yang membuat seseorang menjadi malu. Kalau seseorang mau menyadari diri dan memberi dosanya disucikan, dia akan menangis. Tetapi, kalau tidak mau dosanya disingkapkan, di situlah timbul kebencian.

 

Inilah yang terjadi dalam kehidupan Yusuf dengan saudara-saudaranya. Sebetulnya, ini juga yang kita alami dengan gereja-gereja di dunia ini. Kalau jujur kepada hati nurani, mestinya gereja-gereja terima Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, karena tujuan kita adalah supaya menjadi mempelai. Tetapi kenyataannya, saudara-saudara Yusuf tidak jujur sampai pada saat itu -- Karena cerita itu belum berakhir.

 

-          Mimpi yang pertama: “Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." (Kejadian 37:7).

Itulah Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, membawa kita kepada puncak ibadah itulah DOA PENYEMBAHAN.

-          Kemudian mimpi kedua: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." (Kejadian 7:9)

Ini berbicara tentang keadaan daripada gereja di akhir zaman yaitu: DIMEMPELAIKAN OLEH TUHAN. Sebab, tiga benda penerang ini pada akhirnya menjadi milik mempelai wanita Tuhan sebagaimana yang ditulis dalam Wahyu 12:1 --- Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Jadi, tiga benda penerang ini sudah menjadi milik kepunyaan dari sidang mempelai wanita Tuhan gereja yang sempurna.

Kalau kita melihat kedua mimpi sungguh teramat bagus sekali. Kalau itu diterapkan dan menjadi Firman penggembalaan untuk menggembalakan sidang jemaat, maka sidang jemaat digiring sampai kepada 2 (dua) klimaks yaitu:

1.       Menjadi gereja Tuhan yang sempurna.

2.       Wujudnya adalah doa penyembahan.

Tetapi faktanya; saudara-saudara Yusuf tidak suka. Kalau berbicara tentang berkat-berkat secara lahiriah; gereja-gereja senang. Tetapi, kalau Firman Pengajaran yang rahsianya dibukakan / gandum surgawi dinyatakan; menusuk sekali (merasa tersakiti), padahal itu akan membawa kita kepada dua klimaks.

 

Sebagai gembala sidang yang mempunyai pengertian sesuai dengan pengertian yang kita terima selama ini, saya menghimbau: bertahanlah dengan dan berilah diri digembalakan oleh korban sehari-hari di atas gunung Tuhan. Dan berilah diri untuk dibawa masuk dalam kegerakan yang besar, dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu saja pesan saya. Apalagi hari-hari ini adalah hari-hari terakhir.

 

Kemudian, puncak kebencian itu akhirnya: Yusuf pun dijual kepada orang Ismail dengan harga 20 syikal perak (Kejadian 37:28). Lalu orang Ismail dari Midian itu membawa Yusuf ke Mesir lalu dijual kepada Potifar. Potifar adalah kepala atau pemimpin tertinggi di istana Firaun. Lalu Yusuf pun menjadi budak belian di Mesir, menjadi hamba dari Potifar. Tetapi, karena Tuhan sangat mengasihi Yusuf, Potifar pun sangat mengasihi Yusuf; seisi rumah daripada Potifar dipercayakan kepada Yusuf, kecuali istrnya.

 

Yusuf seorang yang kemerah-merahan (kemerah-merahan itu berarti seperti kanak-kanak yang begitu polos), tangannya cakap, kemudian dia bijaksana, manis sikapnya dan elok parasnya. Dia mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan oleh Potifar dengan penuh tanggung jawab, penuh dengan dedikasi, loyalitas, pengabdian penuh kepada Potifar. Tetapi hal itu disalah artikan oleh istri Potifar, yang mengharapkan supaya Yusuf tidur dengannya (Kejadian 39:7-12). Itu berbicara tentang kenajisan percabulan. Tetapi Yusuf mempertahankan dirinya sebagai seorang hamba Tuhan yang sudah dipercayakan roh Pengasihan, yaitu; jubah yang maha indah. Dan jubah ini harus dipelihara dan dipertahankan.

Yusuf memelihara jubah yang maha indah (harta yang indah) itu. Dan dia juga menyadari diri bahwa kepadanya dikaruniakan mimpi, itu sebabnya ia tetap mempertahankan kekudusannya, bertahan dengan hidup di dalam tahbisan.

 

Saudara, banyak hamba Tuhan meninggalkan kebenaran hanya karena kenajisan perculan. Bukan bicara kenajisan secara fisik, tetapi kenajisan percabulan, yaitu mabuk anggur perempuan Babel, berarti: kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel (Wahyu 18:3).

Kita memang harus mabuk anggur dari surga (penuh dengan Roh Kudus) supaya kita tetap dalam kegiatan roh. Tetapi, kalau mabuk anggur dari perempuan Babel, yang terjadi adalah: hidup dalam kenajisan percabulan, yang dalam pikirannya, yang ada di dahinya hanya tertulis nama-nama hujat -- Bagaimana kaya meskipun karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel. Tetapi Yusuf tidak seperti itu.

 

Akhirnya, karena istri Potifar sudah kalah malu, Yusuf pun difitnah oleh tante Potifar (Kejadian 39:14-18):

-       Kepada semua pegawai /  seisi rumah Potifar.

-       Kemudian yang kedua kepada Potifar setelah ia kembali ke rumah.

Dengan cerita yang sama, disampaikan kepada suaminya begini dan begitulah Yusuf.

Singkatnya, Potifar marah, geram lalu menjebloskan Yusuf ke dalam penjara, disebut juga liang tutupan (Kejadian 40:15). Saudara, kita tidak perlu cemas, memang dunia ini adalah liang tutupan, tetapi, asal kita bertahan bersama dengan Tuhan, satu kali pembelaan dari Tuhan akan dinyatakan kepada kita pribadi lepas pribadi. Tidak perlu gelisah, tidak perlu bimbang, tidak perlu ragu, dan tidak perlu harus melihat ke kanan dan ke kiri. Miliki kekang kuda, tetap pegang Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Tetaplah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Yang bikin orang ragu sehingga tenggelam rohaninya adalah angin sepoi, bukan angin kencang.

Angin sepoi itulah angin-angin pengajaran palsu, lama-lama ngantuk, lama-lama tenggelam. Seperti Petrus, awalnya dengan iman dia melangkah di atas air, tetapi, setelah dirasakannya hembusan angin sepoi-sepoi, mulailah ia tenggelam. Untung dia angkat tangan tanda menyerah / minta tolong kepada Tuhan (Matius 14:29-31). Saat kita angkat tangan, maka Tuhan turun tangan.

 

Tidak berhenti sampai di situ, di dalam penjara, Yusuf dapat mengartikan mimpi dari juru minuman dan juru roti. Kemudian sesuai dengan arti mimpi yang diberitahukan oleh Yusuf kepada juru roti dan juru minuman, kedua hamba Firaun ini pun dilepaskan. Juru minuman dikembalikan kepada jabatan semula, membawa piala isi anggur kepada Firaun. Tetapi juru roti sesuai dengan mimpi yang diartikan oleh Yusuf yaitu: tiga hari kemudian dia digantung di tiang gantungan lalu mati dan binasa (Kejadian 40:9-13). Tetapi juru minuman ini lupa dengan janjinya. Sebab Yusuf pernah berkata kepada juru minuman itu, "Kalau nanti kamu sudah dibebaskan, ingatlah akan aku”  sebagaimana dalam Kejadian 40:14 --- Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.

Banyak orang Kristen mendapatkan pengertian dari mimpi, pengertian dari pembukaan rahasia Firman, tetapi tidak ada ucapan syukur dan terima kasih. Jadi, manusia tidak bisa diharapkan, hanya Tuhan yang bisa kita harapkan. Tetapi percayalah, satu kali nanti pertolongan Tuhan akan dinyatakan.

 

Tetapi pada akhirnya Firaun bermimpi. Mimpinya dua kali tetapi pengertiannya sama.

-          Mimpi pertama: Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu. Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu. Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. (Kejadian 41:1-4).

-          Mimpi kedua: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik. Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. (Kejadian 41:5-7)

Angka tujuh di sini berbicara 7 tahun kelimpahan terjadi di Mesir dan sesudah itu akan menyusul 7 tahun kelaparan yang akan menguruskeringkan negeri Mesir. Tetapi saat itu Firaun tidak mengerti arti dari mimpinya itu, sehingga dia pusing tuju keliling. Dia bertanya kepada ahli nujum, orang pintar di Mesir, tetapi "tidak ada satu pun yang dapat memahami arti mimpi Firaun tersebut." Jadi, dari sini saja kita bisa mengerti bahwa pengetahuan manusia tidak sempurna untuk membawa gereja Tuhan masuk dalam kerajaan surga.

 

Akhirnya, karena dia melihat tidak ada satu pun yang dapat mengertikan arti mimpi Firaun, dan Firaun menjadi pusing tujuh keliling, juru minum itu pun teringat dengan Yusuf. Mau tidak mau dia harus menceritakan apa yang dialami ketika di dalam penjara.

Ingat: kesejahteraan seorang pemimpin adalah kesejahteraan daripada rakyat yang dipimpin. Kesejahteraan daripada rakyat dipimpin adalah kesejahteraan daripada seorang pemimpin. Demikian juga di dalam rumah Tuhan, itu sama (berimbangan). Kalau saya susah, pasti sedikitnya saudara juga susah. Tetapi kalau Tuhan tolong kehidupan saya dan Tuhan pakai di dalam pembukaan rahasia Firman, saudara juga pasti bahagia. Demi hal ini, mau tidak mau juru minuman pun akhirnya menceritakan segala sesuatu yang dialaminya.

 

Tiba saatnya pertolongan Tuhan dinyatakan kepada Yusuf, di situlah dia keluar dari liang tutupan itu. Tetapi sebetulnya, dari Kanaan ke Mesir (liang tutupan), itu sama seperti perjalanan Yesus dari surga turun ke bumi (liang tutupan) --- Tidak melakukan kesalahan, tetapi dimasukan dalam penjara.

Yesus menderita sengsara di atas kayu salib bukan karena dosa-Nya. Demikianlah pengalaman Yusuf, sehingga layak tertulis di dalam jubahnya: RAJA DI ATAS SEGALA RAJA, TUAN DI ATAS SEGALA TUAN. Dan akhirnya dia pun dibebaskan oleh pertolongan Tuhan karena dapat mengartikan mimpi Firaun. Dia memberi tahu dengan jelas arti dari mimpi Firaun, dan pengertian itu memuaskan hati daripada Firaun. Sehingga, Firaun bermufakat dan mengajak semua petinggi-petinggi di Mesir untuk mengangkat Yusuf menjadi raja muda di Mesir (Kejadian 41:37-44).

 

Jadi jelas, dari tabiat / perbuatan hidup, kita bisa melihat siapa Yusuf. Ternyata di dalam jubah yang maha indah itu tertulis Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan. Dia bisa melewati segala sesuatu, medan-medan yang sulit semuanya terlewati dengan baik. Inilah yang menjadi perjalanan hidup kita di hari-hari terakhir ini. Kiranya dari jubah/pakaian/kelakuan/perbuatan hidup, nampak siapa kita di hadapan Tuhan.

 

Sampai pada akhirnya mimpi Yusuf pun tergenapi. Pada 7 tahun kelimpahan, ia mengumpulkan gandum sebanyak seperlima di lumbung. Sesudah lewat 7 tahun kelimpahan, suasana dunia kurus kering. Akhirnya dunia pun datang ke Mesir, termasuk Kanaan datang ke Mesir .

Sebetulnya, Kanaan itu berbicara soal kebangkitan kebangunan rohani, terjadi mukjizat kesembuhan dan perbuatan ajaib. Tetapi ada yang lebih penting dari situ, yaitu: kita dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Satu kali nanti lumbung Firman Pengajaran Mempelai akan dibuka, dunia akan datang demi terwujudnya rencana Allah. Meskipun sekarang ini banyak gereja-gereja sedang “menggandrungi” suasana KKR (kebangkitan kebangunan rohani), mujizat-mujizat, tetapi satu kali dunia akan mengalami kekeringan dan pada saat itulah dunia datang kepada Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Pada saat kekeringan terjadi atas dunia, keluarga Kanaan datang. Keluarga Yakub dari Kanaan datang yang pertama kali untuk membeli gandum. Lalu kembali lagi untuk yang kedua kali, Yakub pun datang ke Mesir --- terwujudlah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (kafir dan Israel bersatu). Itulah pekerjaan dari Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Saudara, saya sering berpikir: “Tuhan, bagaimana saya harus menyampaikan Firman Pengajaran Mempelai ini? Sementara keadaan gereja ini adalah gereja yang sederhana.” Tetapi, sampai malam ini Tuhan senantiasa menguatkan hati kita masing-masing. Tuhan selalu memberi kekuatan untuk mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan oleh Tuhan. Dan ternyata, apa yang kita kerjakan, menurut apa yang saya lihat dari firman Allah: tidak sia-sia.

Hamba-hamba Tuhan yang hadir dalam setiap fellowship yang kita adakan dua hari tiga kali kebaktian baik Paskah maupun Natal sangat diberkati lewat pembukaan rahasia Firman. Apalagi Paskah PPT yang terakhir ini hari Rabu dan Kamis, tanggal 27-28 Mei 2026 saya melihat, Firman itu sudah menjadi satu kebutuhan daripada hamba-hamba Tuhan. Semakin ke sini saya lihat sudah semakin butuh dan yang datang itu-itu saja bukan silih berganti, artinya; sudah menjadi satu kebutuhan bagi mereka dan ini harus kita pertanggungjawabkan. Kalau Tuhan sudah memulai, kita juga harus bekerja, jangan kita akhiri dengan daging. Diawali dengan roh, maka diakhiri dengan roh. Diawali dengan daging, diakhiri dengan roh.

Sekarang ada Kanaan di mana-mana, kegerakan-kegerakan rohani (KKR) ada di mana-mana, tetapi, satu kali nanti lumbung Yusuf akan dibukakan, Firman Pengajaran Mempelai akan dibukakan sehingga tergenapilah Yesaya 2:2-3.

 

Yesaya 2:2 --- Perikop: “Sion sebagai pusat kerajaan damai”

(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

 

Mari kita bandingkan ayat ini dengan Kejadian 37:7 -- Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

 

Yesaya 2:3

(2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

 

Dari Gunung Sion (gunung mempelai) keluar Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Lumbung-lumbung gunung Sion dibuka, Firman Pengajaran Mempelai dibuka, nanti akan berduyun-duyun. Karena dari Sion keluar pengajaran, Firman Tuhan dari Yerusalem.

Yerusalem -> guru-guru kebenaran, pemimpin-pemimpin jemaat dengan lima jabatan, mereka menjadi contoh teladan.

 

Di atas tadi saya sudah katakan: dari perbuatan, kita tahu siapa kita, siapa orang lain, siapa dia. Percayalah, Yusuf itu kecil, sederhana, tidak dipandang oleh sebelas saudara lainnya. Yang tidak memandang itu lebih banyak, ada sebelas. Yang tidak dipandang hanya satu. Memang kita sedikit, tapi yakinlah, asal kita jujur menghidupi Firman Pengajaran Mempelai, suatu kali kelak Tuhan nyatakan kita ini layak menjadi gunung Sion. Satu kali pasti didatangi orang.

 

Itulah terkait dengan pada jubah-Nya tertulis satu nama yaitu: Raja segala raja, Tuan di atas segala tuan. Dari perbuatan / sikap kita tahu siapa kita, siapa dia.

 

Sekarang kita akan bahasa bagian kedua…

Hal ini kita akan bagi menjadi 2 (dua) bahagian.

YANG KEDUA: Pada paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu; Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Paha ada kaitannya dengan perjalanan hidup.

 

Kejadian 49:10

(49:10) Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

 

Di sini kita melihat: tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan tidak akan beranjak dari antara kakinya. Itu perjalanan hidup dari Yehuda. Dan itu nampak, sebab Yesus adalah tunas Daud, suku Yehuda. Dari perjalanan hidup itu, akan kita lihat siapa dia, siapa kita.

Demikian juga Tuhan Yesus Kristus, Dia adalah singa dari suku Yehuda, lambang pemerintahan tidak akan beranjak dari antara kaki-Nya. Itulah paha.

 

Pada anatomi manusia, paha disebut tungkai atas. Dari lubang rahim sampai ke bawah itu bagian dari kaki.



-          Tungkai bawah antara mata kaki sampai lutut.

-          Sedangkan tungkai atas disebut juga paha, dari lutut sampai ke lubang rahim / pintu rahim.

Bila diposisikan dengan pola Tabernakel, sejajarlah dengan KOLAM/BEJANA PEMBASUHAN TEMBAGA.

-       Pintu gerbang terkena kepada sepuluh jari.

-       Mezbah korban bakaran terkena tungkai bawah kaki.

-       Sedangkan bejana pembasuhan tembaga, terkena tungkai atas itulah paha.

Saudara, Tabernakel itulah seluruh kehidupan manusia. Kita ini Tabernakel rohani, sementara Yesus Kristus Tabernakel sejati. Jadi, kaki manusia adalah yang menopang seluruh kehidupan manusia, mulai daripada tungkai bawah dan tungkai atas.

 

Kita lihat dulu: KEGUNAAN DARI KOLAM/BEJANA PEMBASUHAN TEMBAGA.

Keluaran 30:19-21 Perikop: “Mengenai bejana pembasuhan”

(30:19) Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. (30:20) Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, (30:21) haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun."

Sebelum memulai pelayanannya, maka, baik Harun sebagai imam besar maupun anak-anaknya sebagai imam-imam / pelayan-pelayan Tuhan, terlebih dahulu membasuh kaki dan tangan mereka dengan air pada bejana pembasuhan tembaga. Kenapa? Supaya mereka jangan mati.

 

Jadi, kita tidak boleh datang menghadap Tuhan untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan, sebelum; disucikan oleh air Firman yang limpah, sebelum hati kita dibasuh oleh Tuhan --- tidak boleh melayani dengan semberangan. Kalau melayani tetapi tidak dibasuh tangan (perbuatan hidupnya) dan kakinya (perjalanan hidupnya), nanti dia mati.

 

Banyak hal yang harus disucikan, termasuk kebanggaan diri, ini harus disucikan. Kita sering gunakan kemampuan diri untuk menopang seluruh kehidupan, hal ini perlu disucikan. Berbangga terhadap kelebihan diri harus disucikan. Kita tidak boleh menopang kehidupan ini dari kebanggaan diri karena punya kelebihan.

 

Kita lihat apa yang terjadi di dalam diri Yakub.

 

Kejadian 32:22 --- Perikop: “Pergumulan Yakub dengan Allah”

(32:22) Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.

 

Pergumulan dalam nikah ada banyak. Tetapi kita belajar dari Yakub, bapa orang Israel. Dia berjuang 2 x 7 tahun untuk memperoleh Rahel.

 

Kejadian 32:23

(32:23) Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. (32:24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

 

Acap kali gereja Tuhan mengandalkan kemampuannya untuk menghadapi pergumulan hidup. Kemampuan/kelebihannya dijadikan untuk menopang seluruh kehidupannya, termasuk menghadapi pergumulan hidup (pergulatan) dari sepanjang malam sampai fajar menyingsing.

 

Kejadian 32:25-30

(32:25) Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. (32:26) Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." (32:27) Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." (32:28) Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." (32:29) Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ (32:30) Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

 

Sesungguhnya, tidak ada satupun yang sanggup dapat melihat wajah Tuhan. Kalau melihat wajah Tuhan, dia akan mati. Tetapi kenapa Yakub tidak mati? Di sini kita melihat, Yakub bergumul dengan Seorang Laki-Laki dan Dia berkemenangan.

 

Saudara, tidakkah ini sering terjadi kita alami, kita merasa bangga di hadapan Tuhan bilamana kita berkemenangan terhadap pergumulan, dengan mengandalkan kekuatan kita, sanggup berkemenangan sampai fajar menyingsing? Dan merasa; tanpa Tuhan pun kita mampu menghadapi persoalan/pergulatan/pergumulan hidup ini. Tetapi pada saat itu juga Tuhan memukul persendiannya, terpelecoklah Dia. Ini perlu disucikan. Jangan kita datang kepada Tuhan dengan mengandalkan kekuatan yang kita punya, selain mengandalkan Tuhan saja.

 

Inilah pentingnya bejana kolam pembasuhan, Firman Allah menyucikan hati kita dari segala kelemahan, termasuk merasa diri hebat --- tanpa Tuhan, tanpa doa gembala, aku bisa selesaikan masalah. --- Tetapi malam itu Tuhan pukul pangkal paha Yakub sampai terpelecok, karena Tuhan melihat dia berkemenangan, tetapi dengan kekuatannya.

Saudara, bukankah selama ini dia mengandalkan kekuatan? Termasuk merebut hak kesulungan daripada Esau juga mengandalkan kekuatan? Tidak sedikit orang Kristen bangga karena berhasil dengan kekuatannya, merasa bisa tanpa Tuhan, tanpa doa gembala. Itu sebabnya dia tidak menghormati gembalanya. Banyak jemaat tidak menghormati gembalanya. Tetapi Tuhan menyucikan kehidupan Yakub, Tuhan pukul persendian sampai terpelecok.

 

Kemudian, setelah Yakub dikejar oleh Esau, dia lari ke tempat rumah ibunya berasal itulah rumah Laban, pamannya di Haran. Yakub pun kawin/menikah di sana dengan putri Laban yang pertama itulah Lea. Kemudian dengan kekuatannya juga dia memperoleh istri yang kedua tujuh tahun kemudian itulah Rahel. Jadi dari situ kita melihat, selama ini dia terus berhasil dengan kekuatan sendiri. Tetapi kali ini, setelah dia tinggalkan Laban dan memperoleh semua hartanya; Tuhan pukul persendiannya sampai terpelecok. Tuhan mau sucikan kita dari dosa-dosa, kelemahan-kelemahan yang selama ini merasa kuat tanpa Tuhan.

 

Itulah pentingnya bejana pembasuhan tembaga. Jadi, sebelum melayani Tuhan, terlebih dahulu kaki tangan itu harus dibasuh supaya jangan mati. Hal ini dituliskan lebih rinci lagi oleh Hosea.

 

Hosea 12:4

(12:4) Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah.

 

Begitu lahir langsung pegang tumit, sudah menipu, ini kekuatan menopang hidupnya, dari kandungan pun sudah begitu. Dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah --- melewati semua pergumulan dengan kegagahan, kekuatan, kemampuan diri, tidak butuh gembala dan doa. Mau ulang tahun pun dia tidak mau minta doa kepada gembala, karena dia merasa mampu dengan gaji sebulan.

 

Hosea 12:5-7

(12:5) Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: (12:6) -- yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya -- (12:7) "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa."

 

Sesudah dia disucikan dari kegagahan yang menopang hidupnya selama ini, menangislah dia. Dia memohon kepada Tuhan karena dia tidak lagi punya keberanian untuk bertemu dengan Esau.

 

Kalau kita perhatikan Kitab Kejadian, antara lain…

-       Kejadian 30:25-43 --- Perikop: “Yakub memperoleh ternak yang banyak”

-       Kejadian 31:1-21 --- Perikop: “Yakub meninggalkan Laban”

-       Kejadian 31:22-42 --- Perikop: “Laban mengejar Yakub”

-       Kejadian 31:42-55 --- Perikop: “Perjanjian antara Yakub dan Laban”

-       Kejadian 32:1-21 --- Perikop: “Yakub takut bertemu dengan Esau”

Barulah di sini dia merasa butuh kepada Tuhan. Dia menangis, dia tidak sanggup lagi bertemu dengan Esau.  Barulah dia mengerti bahwa Yakub sangat membutuhkanTuhan.

 

Saudara, dalam perjalanan hidup, baik dalam nikah, dalam melewati pergumulan, tetaplah mengandalkan Tuhan. Mengapa? Supaya jangan mati. Malam ini kita perlu menangis di kaki salib Tuhan, menyesali diri. Bukankah seharusnya Yakub mati karena dia sudah berjumpa dengan Tuhan face to face? Karena, tidak ada satuun orang yang dapat melihat Tuhan. Boleh melihat Tuhan, tetapi resikonya mati dulu. Tetapi Tuhan beri kemurahan dengan cara menyucikan kehidupannya yang selama ini mengandalkan kekuatan, kegagahannya. Tetapi untuk bertemu dengan Esau, dia tidak sanggup lagi, karena kakinya sudah terpelecok

.

Jangan kita berlaku sombong di hadapan Tuhan, hal semacam ini perlu disucikan.Tuhanlah yang menopang kita dari sekarang sampai selama-lamanya. Sehingga dengan demikian, pada paha-Nya tertulis suatu nama: Raja segala raja, Tuhan di atas segala tuan --- berkemenangan dengan segala perkara tetapi karena kekuatan yang datang dari Tuhan.

 

Sebagai tambahan…

Keluaran 30:20

(30:20) Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN,

 

Di dalam daging ini banyak sekali kenajisan. Sebelum dibakar di atas mezbah korban bakaran, daging hanya sebatas takhta iblis setan. Kalau daging terus dibiarkan akan berbau busuk, maka daging harus secepatnya dibakar. Oleh sebab itu, potongan daging harus secepatnya dipersembahkan di atas mezbah korban bakaran sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan hati Tuhan.

 

Inilah tanda bahwa kita sudah disucikan dari dosa yang selama ini kita pikir tidak salah yaitu; menyelesaikan masalah dengan kegagahan dan kemampuan sendiri, seperti Yakub.  Dosa semacam ini tersimpan di dalam daging, sebab itu daging harus dipersembahkan di atas mezbah korban bakaran sebagai  korban api-apian bagi Tuhan, nanti baunya menyenangkan hati Tuhan. Dia bebas melayani di Ruangan Suci juga mempersembahkan korban di atas Mezbah Korban Bakaran. Daging harus secepatnya dibakar, kalau dibiarkan lama-lama nanti berbau busuk, bahkan menjadi bangkai dan berulat.

 

Saya kira kita menyesali apa yang selama ini tidak kita sadari bukan? Menyesallah dengan tulus.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh;

Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment