KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 21 JULI 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 21 JULI 2026

YUDAS 1:11

(Seri: 32)


Subtema: PENA PALSU 


Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, itu berarti sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, menggunakan leher untuk menundukkan kepala.


Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu, Saudara/saudari yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet, baik dari Youtube maupun dari Facebook.

Selanjutnya doa dan harapan kami, biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga turun di tengah-tengah kita, sekaligus memerintah hati kita, nanti ada damai sejahtera, sukacita sorgawi, dan bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH. 


Selanjutnya mari kita mengikuti Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Surat Yudas 1:11 untuk seri ke-32, semua karena anugerah TUHAN. 

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.


Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


Kalau kita menyelidiki dengan teliti, maka dari ayat ini kita memperoleh sebuah pengertian yang indah, bahwa betapa banyaknya nanti orang-orang yang menjadi bagian dari Setan tritunggal dan itu juga kita sudah selidiki di dalam Wahyu 19:19.


Pada ayat ini, kita menemukan 3 (tiga) kali kata "mereka", semuanya menunjukkan kepada orang-orang yang menggabungkan diri lalu mengikuti Setan tritunggal yaitu NAGA, ANTIKRIS, dan NABI-NABI PALSU.


Pembuktian pertama: KAIN -> NAGA.

Tabiatnya: Pembunuh manusia dari sejak semula.

Yohanes 8:44

(8:44) Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.


Begitu juga, Kain membunuh Habel, adiknya ---“… tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.”Kejadian 4:8.

Pendeknya, Kain adalah pembunuh manusia yang pertama di atas muka bumi ini.


Terkait dengan Kain sebagai gambaran dari naga telah diterangkan pada minggu yang lalu.

Oleh sebab itu, janganlah kita mengikuti jalan yang ditempuh Kain, karena Kain adalah pembunuh manusia, demikian juga naga adalah pembunuh manusia dari sejak semula. 


Pembuktian kedua: BILEAM -> Nabi-nabi palsu. 

Melayani karena upah atau mengejar keuntungan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.


Sekarang kita akan periksa di dalam Kitab para nabi…

Yeremia 8:8,10

(8:8) Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (8:10) Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.


Nabi-nabi mengejar untung di tengah-tengah ibadah pelayanan dengan melakukan tipu daya. Sebab pada ayat 8, mereka mengaku sebagai orang bijaksana dan memiliki hukum Allah. Namun kenyataannya mereka adalah PENA PALSU, karena mereka telah mengubah dan memalsukan makna dari hukum ALLAH tersebut demi kepentingannya sendiri yaitu untuk mencari keuntungan dari umat TUHAN.


Mikha 3:5

(3:5) Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.


Salah satu kepribadian yang buruk dari nabi-nabi palsu ialah:

- Bersikap baik terhadap orang-orang yang menguntungkan dia.

- Namun bersikap sebaliknya (tidak baik) terhadap orang-orang yang tidak memberi keuntungan, bahkan mereka menyatakan perang.

Inilah kepribadian yang buruk dari nabi-nabi palsu. 

Kalau hamba TUHAN seperti itu disebutlah guru-guru palsu.


Mikha 3:9-10

(3:9) Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus, (3:10) hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan kelaliman!


Sesungguhnya tabiat dari nabi-nabi palsu ialah:

- Muak terhadap keadilan.

- Membengkokkan segala yang lurus.

Tidak suka keadilan, tetapi suka dengan hal-hal yang bengkok. 


Praktek di tengah ibadah pelayanan:

a. Mendirikan Sion dengan darah = Mengorbankan orang lain di tengah ibadah dan pelayanan, sedangkan diri sendiri tidak mau berkorban.

b. Mendirikan Yerusalem dengan kelaliman (kejahatan). Persamaannya: Menjalankan ibadah dan pelayanan dengan kejahatan (maksud jahat).

Saudara, sebetulnya hal semacam ini marak sekali di kota-kota besar. Mendirikan Yerusalem, mendirikan ibadah dan pelayanan dengan kelaliman, dengan maksud-maksud jahat di tengah-tengah ibadah pelayanan itu sendiri.


Mikha 3:11

(3:11) Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: "Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!"


NABI-NABI PALSU menenung karena UPAH, sambil berkata:

- "Tuhan ada di tengah-tengah kita!"

- "Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!"


Sedikit kesaksian; banyak anak-anak TUHAN datang kepada saya lalu menanyakan, terkait dengan kehidupannya. Mereka berkata; “Apa kata TUHAN Om (Pak Pendeta) tentang saya?”

Tetapi bila ada pertanyaan semacam itu datang kepada saya, saya tidak mau menjawab. Saya akan katakan; “Baca saja Firman TUHAN.” Itu Firman TUHAN kepada mu.

Biasanya kalau hamba TUHAN suka bertenung (meramal) dan mengatasnamakan TUHAN, pasti kaitannya selalu dengan upah (uang).


Saudara, TUHAN tidak pernah berjanji, tidak ada ujian, tetapi TUHAN berjanji akan senantiasa menolong dan menopang kita saat menghadapi ujian. Itu kebenaran yang sejati.


Kita sudah melihat keberadaan daripada nabi-nabi palsu di dalam Kitab nabi-nabi (Perjanjian Lama).

Sekarang kita akan melihat nabi-nabi palsu di dalam Perjanjian Baru.


Titus 1:11 --- Perikop: "Tugas Titus di Kreta. Syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat.”

(1:11) Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.


Nabi-nabi palsu (guru-guru palsu) memasukkan ajaran-ajaran palsu yaitu mamaksakan orang-orang untuk disunat. Padahal Alkitab berkata; “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting…” 1 Korintus 7:19.


Tujuan untuk memasukkan ajaran palsu adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Perlu untuk diketahui, melayani hanya untuk mendapatkan keuntungan adalah perbuatan yang memalukan.

Kalau saya datang di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN secara khusus pelayanan pemberitaan Firman ALLAH hanya untuk mendapatkan keuntungan, itu adalah perbuatan yang memalukan, sangat malu dan sangat jijik rasanya.


Kalau seorang hamba TUHAN melayani hanya untuk mencari keuntungan, itu bukan hanya dikatakan sebagai perbuatan yang memalukan, tetapi itu adalah perbuatan keji bahkan menganggap rendah kuasa TUHAN yang ajaib, seolah-olah TUHAN tidak sanggup memberkati / memelihara seorang hamba TUHAN secara ajaib.

TUHAN kita ajaib, tentu perbuatan-Nya juga ajaib, Dia dahsyat di tempat kudus-Nya.


Titus 1:12

(1:12) Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."


Seorang nabi dari kalangan orang-orang Kreta pernah berkata; "...Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas…" Padahal pada ayat 10-11; TUHAN telah menunjukkan bahwa dia adalah nabi (guru palsu) yang telah memasukkan ajaran palsu untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi berani-beraninya nabi tersebut berkata kepada orang Kreta; "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."


Jadi sangat terbukti sekali dengan apa yang telah kita bahas di dalam Kitab Mikha 3:5, salah satu kepribadian yang buruk dari nabi-nabi yaitu; bersikap baik terhadap orang-orang yang menguntungkan dia, tetapi bersikap sebaliknya terhadap orang-orang yang tidak memberikan keuntungan bagi dia, bahkan mereka menyatakan perang, dan itu bisa dilihat dari tiga kali pernyataannya kepada orang-orang Kreta di dalam Surat Titus 1:12.


Kita akan melihat, perumpamaan tentang nabi semacam ini di dalam…

Lukas 6:43-44 --- Perikop: "Pohon dan buahnya."

(6:43) "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. (6:44) Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.


Nabi-nabi palsu / guru-guru palsu diumpamakan seperti semak duri dan onak duri.

Perlu untuk diketahui:

- Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik.

- Pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik pula.

Pendeknya, setiap pohon akan dikenal dari buahnya.


Contoh:

  1. Semak duri tidak akan menghasilkan buah ara.

Artinya: Tidak ada sesuatu yang manis diperoleh dari nabi-nabi palsu, baik perkataannya maupun perbuatannya di tengah ibadah dan pelayanannya.

  1. Duri-duri tidak menghasilkan buah anggur. 

Artinya: Dari pelayanan nabi-nabi palsu, umat Tuhan tidak akan merasakan Sukacita Sorgawi, disebutlah sukacita mempelai.


Jadi suadara, tidak usah sibuk-sibuk lagi mencari gereja-gereja / gunung-gunung. Tetapi percaya saja kepada Firman TUHAN. Biarlah kita merindukan supaya kita tetap mabuk anggur dari Sorga, mabuk kepayang, terhuyung-huyung sampai kita boleh merasakan hubungan intim dengan TUHAN. 

Anggur dari sorga adalah sukacita mempelai, ada dalam hubungan intim, tandanya; hidup dalam doa penyembahan.


Jadi demikianlah keberadaan dari salah seorang nabi / guru palsu yang ada diantara orang-orang Kreta. 

Pulau Kreta sekarang adalah negara Yunani (saat ini).


Lukas 6:45

(6:45) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."


Karena yang diucapkan mulut, meluap dari hati seseorang.

Berarti, bila nabi tersebut mengatakan:

1. Dasar orang Kreta pembohong.

2. Binatang buas.

3. Pelahap yang malas.

Pendeknya, perkataan yang keluar dari mulut nabi palsu tersebut, sebenarnya menunjuk pada dirinya sendiri, sebagai:

1. Pembohong, sebab dia adalah nabi palsu.

2. Binatang buas -> Serigala (Matius 7:15, Yohanes 10:12).

3. Pelahap yang malas, menunjukkan bahwa nabi palsu tidak mau memikul salib dan tidak mau mengajarkan salib.

Saudara, kalau saya mengajarkan salib maka saya harus terlebih dahulu memikul salib. Tetapi kalau saya malas memikul salib maka saya tidak akan pernah mengajarkan salib.

Pendeknya, salah seorang nabi di Kreta ini adalah pelahap yang malas. 


Ingat, di dalam Yeremia 8:8, nabi-nabi palsu adalah “pena palsu”, penyurat, sudah membuatnya menjadi bohong. Sebetulnya dia adalah pena palsu, tetapi dia mengubah hukum-hukum ALLAH. Beda dengan pelayan-pelayan pada Perjanjian Baru itulah Rasul Paulus, dimana oleh hasil pelayanannya, sidang jemaat di Korintus menjadi Surat Kristus, menjadi Surat pujian, yang dapat dibaca, dapat dilihat, dapat dikenal oleh setiap orang yang melihatnya.

Pelayan-pelayan Perjanjian Baru, disebut juga pelayanan Roh, Firman TUHAN dimeteraikan pada loh-loh daging, yaitu; hati manusia, sehingga menjadi surat Kristus.


Doakan supaya saya ini bukan pena palsu dan guru palsu, supaya pada akhirnya, keluarga ALLAH, sidang jemaat GPT Betania Serang Cilegon, Banten, Indonesia menjadi Surat Kristus, menjadi surat pujian yang dapat dibaca oleh setiap orang, baik dalam perkataan dan perbuatan kita, dimanapun dan dalam keadaan apapun, supaya di atas segalanya nama TUHAN dipermuliakan.


Di dalam injil Matius 7:15-23, menjelaskan kepada kita bahwasanya nabi-nabi palsu, masuk dalam 3 (tiga) golongan tersebut, yaitu: PEMBOHONG, BINATANG BUAS, PELAHAP YANG MALAS.


Terkait dengan, BINATANG BUAS -> Serigala berbulu domba.

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buasMatius 7:15.


Terkait dengan, PEMBOHONG.

Matius 7:16-19

(7:16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (7:17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (7:18) Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik


Sekali lagi saya tandaskan, nabi-nabi palsu diumpamakan seperti semak duri dan rumput duri. Dari pelayanan nabi-nabi palsu tidak mungkin menghasilkan sesuatu yang manis, juga tidak mungkin menghasilkan buah anggur, kesukaan Sorgawi, kesukaan mempelai.

Jadi jelas nabi-nabi palsu adalah pembohong meskipun dia berkata; “ada damai.” Juga berkata; “TUHAN ada di tengah-tengah kita.” Tetapi dia adalah pembohong. Karena nabi-nabi palsu / guru-guru palsu menenung atau meramal, tujuannya hanya untuk mendapatkan untung.


Terkait dengan, PELAHAP YANG MALAS

Matius 7:21-23

(7:21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (7:22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (7:23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Di sini kita melihat, nabi-nabi palsu adalah pelahap yang malas. Buktinya; 

  1. Mereka sibuk mengadakan 3 (tiga) perkara.

  1. Sibuk bernubuat (berkhotbah).

  2. Sibuk mengusir setan.

  3. Sibuk mengadakan mujizat-mujizat termasuk mujizat kesembuhan. 

Dan nabi-nabi palsu mengadakan semuanya itu demi nama TUHAN. 

  1. Tetapi TUHAN berterus terang kepada mereka dan berkata; “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

Mereka sibuk mengadakan tiga perbuatan ajaib, tetapi mereka menolak untuk menyangkal diri dan memikul salib. Menunjukkan bahwa mereka adalah pemalas. 

Kalau kita menyangkal diri dan memikul salib maka tentu kita mengenal TUHAN secara pribadi, tetapi orang pemalas tidak akan pernah menyangkal diri dan memikul salib maka dia tidak akan pernah mengenal TUHAN secara pribadi. Itulah sebabnya, TUHAN tidak pernah mengenal nabi-nabi palsu.


Itu sebabnya pada ayat 21, dikatakan; “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga”

Mereka bernubuat demi nama TUHAN, mengusir setan demi nama TUHAN, mengadakan perbuatan ajaib demi nama TUHAN, hal itu tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur sehingga seseorang dikatakan layak untuk masuk Kerajaan Sorga. Tetapi tolak ukurnya ialah; MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DI SORGA, berarti bukan pemalas di dalam hal menyangkal diri dan memikul salib.


Saudara, saya tahu persis, setiap kita mendirikan mezbah di tengah-tengah ketekunan tiga macam ibadah pokok, banyak hal yang harus kita korbankan; baik tenaga, pikiran, dan waktu bahkan uang (materi) kita korbankan. Tetapi puji TUHAN, sebab TUHAN sedang mengajar sidang jemaat GPT Betania untuk tetap menyangkal diri dan memikul salib. Itu berarti kita bukanlah pemalas.


Kita harus bongkar pasang semuanya ini, mengangkat mimbar yang berat dari kayu jati, ada dua mimbar, dua subwoofer, dua speaker aktif, speaker untuk pemain musik, kabel-kabel nya, perangkat-perangkatnya, baik untuk mixer, komputer, laptop, dan lain sebagainya. Semuanya itu harus kita kerjakan, tidak boleh malas. Itu yang disebut dengan menyangkal diri dan memikul salib.


Maka kalau seorang hamba TUHAN (pemimpin sidang jemaat) malas menyangkal diri dan memikul salib, dia tidak akan mungkin mengajarkan salib kepada sidang jemaat. 

Itu sebabnya, perkataan yang keluar dari mulut seorang nabi tadi yang ditujukan kepada orang Kreta, sebenarnya sedang menunjukkan jati dirinya sebagai “pembohong, binatang buas, dan pelahap yang malas”

Dia pena palsu, mengubah makna dari hukum-hukum atau Firman ALLAH.


Kita sudah melihat bahwa nabi-nabi palsu ini adalah pemalas. Dia hanya sibuk bernubuat demi nama TUHAN, mengusir setan demi nama TUHAN, mengadakan perbuatan ajaib demi nama TUHAN, tetapi sekalipun berkali-kali menyebut nama TUHAN, itu bukan tolak ukur sehingga seseorang dikatakan layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

Tetapi yang dikatakan layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah mereka yang melakukan kehendak ALLAH Bapa di Sorga seperti Yesus Anak ALLAH datang ke dunia, bukan karena kehendak-Nya, tetapi karena kehendak ALLAH Bapa, dia menjadi manusia, supaya menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. 


Jadi yang menderita sengsara dan mati di atas kayu salib itu adalah kepribadian Yesus sebagai manusia, bukan ke-Allahan-Nya. Sebab banyak anak TUHAN beranggapan bahwa Yesus datang ke dunia berarti Sorga kosong, padahal tidak. Yesus adalah ALLAH 100%, tetapi juga manusia 100%. 

Kenapa harus menjadi manusia sejati? Supaya Dia merasakan apa yang diraskan oleh manusia, supaya Dia dapat menanggung akibat dosa yang diperbuat manusia, sehingga dosa itu diserap ke dalam tubuh-Nya sehingga hukuman itu ditimpakan kepada Dia untuk merasakan apa yang dirasakan oleh manusia. 

Itulah yang disebut dengan kehendak ALLAH. 


Jadi kalau hanya sibuk bernubuat, sibuk mengusir setan, sibuk mengadakan perbuatan ajaib, dari awal ibadah sampai akhir ibadah, itu bukan jaminan sehingga seseorang dikatakan layak untuk masuk Sorga. 

Di Amerika, di Eropa, apalagi di Afrika banyak sekali saya temukan hamba-hamba TUHAN, dari awal ibadah sampai akhir ibadah sibuk pamer-pamer karunia, tetapi malas mengajarkan salib. Mengapa? Karena dia tidak menyangkal dirinya dan tidak memikul salibnya. Andaikata dia mau dan rela hati untuk menyangkal dirinya dan memikul salibnya, dia pasti sanggup mengajarkan salib kepada sidang jemaat yang dia pimpin, sehingga dia bukan pembohong.


Maka saudara, dari sinilah kita bisa melihat, berarti kita ada di tengah-tengah ibadah pelayanan dalam ketulusan pelayanan TUHAN. 


Sebagai tambahan dan sekaligus kesaksian; di tengah-tengah ibadah pelayanan dalam penggembalaan ini, tidak ada satupun yang bisa mengatakan kepada saya, “saya diperas, saya dirugikan oleh Bapa Gembala,” karena saya tidak pernah merugikan saudara, yang ada justru gembala menguntungkan jemaat. Dan saya tidak pernah memeras saudara. Saya juga belajar supaya lepas dari kemalasan. Saudara tarik kabel, angkat barang-barang, perabotan-perabotan saat bongkar pasang, saya juga ikut, sama-sama kita mengerjakannya.  


Ciri-ciri pemalas:

Titus 1:13-14

(1:13) Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, (1:14) dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.


Nabi-nabi palsu di tengah ibadah dan pelayanannya sibuk dengan dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, filsafat-filsafat kosong manusia. Mengapa? Karena mereka berpaling dari kebenaran yang sejati yang bersumber dari salib. 

Mereka itu pemalas, mereka malas menyangkal diri dan memikul salibnya, akhirnya sibuklah dengan dongeng-dongeng nenek tua, sibuk dengan cerita-cerita isapan jempol, sibuk dengan filsafat-filsat kosong manusia, dan takhayul-takhayul. 

Tujuannya adalah: untuk mencari keuntungan di tengah ibadah dan pelayanan (2 Petrus 2:3).

Itulah ciri-ciri pemalas; serakah, tamak, cinta uang. 


Tetapi sampai hari ini, kita jarang sekali untuk mendengarkan ceria-cerita isapan jempol bukan? 

Saya juga harus berterimakasih kepada TUHAN dan saudara yang turut mendoakan saya supaya saya terus dipakai dalam hal pembukaan rahasia Firman ALLAH. Terimakasih, lanjutkan doa-doanya, kita juga tentu diberkati oleh doa-doa tersebut.


JALAN KELUAR:

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.


Jalan keluarnya adalah: Jangan menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

Jangan kita melayani karena upah, karena ada kepentingan, termasuk ambisi.

Tetapi marilah menceburkan diri di dalam kasih Tuhan.


Contoh MENCEBURKAN DIRI KE DALAM KASIH TUHAN.

Yehezkiel 47:3-5

(47:3) Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. (47:4) Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. (47:5) Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.


Di sini kita bisa melihat;

  • 1000 hasta pertama; kedalaman air masih di pergelangan kaki.

Artinya; marilah kita gunakan kaki untuk melangkah ke dalam rumah TUHAN, itu sudah bagus.

Ayo, ajak isteri, ajak anak, ajak suami, ajak menantu, ajak mertua mu, melangkah ke dalam rumah TUHAN.

  • 1000 hasta kedua; kedalaman air sudah di pinggang.

Artinya; meningkat melayani TUHAN.

  • 1000 hasta ketiga; kedalaman air sudah menjadi sungai berarti tidak dapat berjalan lagi kecuali dengan berenang saja.

Artinya; menceburkan diri di dalam kasih TUHAN, hanyut dan tenggelam karena dihisap oleh kasih TUHAN. Ini juga berbicara tentang doa penyembahan. 


Untuk kesekian kalinya saya menyampaikan, bahwasanya tujuh tahun kelimpahan itu akan berakhir pada tahun 2027, namun banyak diantara kita masih ragu-ragu. Nanti pada hari-H terjadi baru kelimpungan dan kebinguan sendiri persiapannya seperti lima gadis yang bodoh pada akhirnya. Lima gadis bijaksana masuk dalam pesta nikah, sementara lima gadis bodoh sibuk membeli minyak, sehingga pintu tertutup bagi mereka.

Percayalah tujuh tahun kelimpahan akan berakhir pada tahun 2027, saudara jangan tidak percaya. 

Nanti pada tiga setengah tahun yang pertama dimulai, dari tahun 2028-2030, itu adalah pra aniaya. Di situ ada ibadah dan pelayanan, tetapi sudah dipersulit. Tandanya; harga Firman semakin mahal, yaitu: “secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar”. Tetapi dikatakan; “jangan rusakkan minyak dan anggur” 

Apakah dalam tiga setengah tahun yang pertama kita bisa mempersiapkan diri, menceburkan diri dalam kasih TUHAN, hanyut dan tenggelam, dihisap oleh kasih TUHAN? 

Sama seperti ketika gempa bumi terjadi, saya katakan; “jangan” terima “...” ??? namun kenapa tidak percaya? Semestinya percaya saja, karena Pengajaran Mempelai tidak menyesatkan saya dan saudara. Lawan pikiran dan perasaan manusia daging. Mari kita menceburkan diri saja di dalam kasih TUHAN.


  • Pada 1000 hasta yang pertama kita bebas melangkah kesana kemari, kemudian 

  • pada 1000 hasta kedua air masih sepinggang, kita juga masih bisa melangkah dengan kekuatan sendiri.

  • Tetapi pada 1000 hasta yang ketiga, air sudah menjadi tinggi, sudah menjadi sungai, tentu saja orang tidak dapat lagi berjalan, kecuali hanya berenang = menceburkan diri ke dalam kasih ALLAH, hanyut dan tenggelam karena dihisap oleh kasih ALLAH, disebut juga doa penyembahan. 


CIRI-CIRI MENCEBURKAN DIRI DALAM KASIH TUHAN kita lihat di dalam …

Yehezkiel 47:7-9

(47:7) Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. (47:8) Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, (47:9) sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.


Ciri-ciri menceburkan diri di dalam kasih Tuhan:

1. Air asin menjadi tawar = disucikan dari kenajisan percabulan.

2. Kemana saja air itu mengalir maka di sana akan ada hidup -> kekekalan (Yerusalem Baru), itulah gereja TUHAN yang sempurna, Sidang Mempelai TUHAN.

Itulah jalan keluarnya kalau kita menceburkan diri di dalam kasih TUHAN, bagaikan air yang menjadi sungai, tidak bisa lagi kita berjalan di situ, kecuali berenang, ceburkan diri, hanyut dan tenggelam, dihisap oleh kasih TUHAN. AMIN.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI



Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment