IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 25 JULI 2026
STUDY YUSUF
(SERI 27)
Subtema: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah kaum muda remaja malam ini.
Saya juga tidak lupa menyapa kaum muda remaja yang turut bergabung lewat online, bahkan juga saudara-saudari, Bapak/Ibu yang juga turut mengikuti secara online, bahkan juga yang mengikuti secara siaran tunda, dimanapun berada. Kiranya damai sejahtera dari sorga memenuhi ruangan ini dan hati kita masing-masing, sehingga dalam kesukaan sorgawi dan bahagia kita boleh duduk menikmati sabda Allah.
Selanjutnya, mari kita ikuti study Yusuf sebagai Firman pengembalaan untuk ibadah kaum muda remaja.
Kita masih membahas Kejadian 44:18-34. Di mana seluruh ayat-ayat firman yang tertulis Kejadian 44:18-34 merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangkunegara di Mesir.
Pada ayat-ayat tersebut Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin.
Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?
Jawabannya akan kita temukan pada …
Kejadian 44:29-31
(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).
Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).
Malam ini kita akan membahas Turun ke dunia orang mati karena dukacita
Tentang: MATI KARENA DUKACITA (Bagian 4)
2 Korintus 7:8-10
(7:8) Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --, (7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. (7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Ada 2 (dua) jenis dukacita:
Dukacita menurut kehendak Allah.
Dukacita yang dari dunia menghasilkan kematian.
Tentang: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH (Bagian 4)
Contohnya: Pada ayat 8 dikatakan "surat itu menyedihkan kamu"
Surat yang ditulis Rasul Paulus kepada jemaat Korintus, itu yang membuat hati mereka sedih (berdukacita).
2 Timotius 3:15 --- Perikop: "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci."
Iman bertumbuh dalam dua hal:
Dalam penganiayaan.
Berarti tidak rugi rasanya bila anak-anak Tuhan atau kaum muda remaja menyangkal diri dan memikul salib dalam pengikutan kepada TUHAN.
Dalam pembacaan Kitab Suci, yaitu Firman Allah yang tertulis dalam Perjanjian lama dan Perjanjian baru, mulai dari Kejadian sampai kitab Wahyu, seluruhnya ada 66 kitab.
Jadi, kalau kita rajin-rajin membaca Kitab Suci, itulah Firman yang tertulis dalam Bible, maka kita semua akan bertumbuh dalam iman.
2 Timotius 3:15
(3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Kitab Suci yaitu firman Allah yang tertulis dari Kejadian sampai Wahyu seluruhnya berjumlah 66 kitab, dapat ...
Memberi hikmat.
Menuntun kepada keselamatan.
Terkait: "HIKMAT"
Hikmat disebut juga pengertian dan akal budi serta kebijaksanaan.
Kegunaan hikmat: melindungi anak-anak Tuhan di hari-hari terakhir ini dari 2 (dua) perempuan yang tertulis dalam kitab Wahyu, yakni:
1. “Perempuan jalang” disebut perempuan Babel.
2. “Perempuan asing” disebut juga perempuan Izebel
Amsal 7:4-5
(7:4) Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, (7:5) supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
Hikmat, akal budi, dan kebijaksanaan harus kita jadikan saudara melebihi saudara sedaging. Kemudian pengertian itu kita jadikan sebagai sanak, lebih dari saudara sedaging. Karena hikmat sangat berkuasa melindungi anak-anak TUHAN dari perempuan jalang (perempuan Babel) dan perempuan asing (perempuan Izebel).
Hendaklah kiranya kita dipenuhkan oleh hikmat, pengertian, akal budi dan kebijaksanaan, seperti Salomo. Sehingga dengan demikian ia dapat memutuskan perkara-perkara terhadap umat Israel … Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" … 1 Raja-raja 3:9.
Oleh hikmat, kita bisa pisahkan mana yang baik, mana yang jahat. Sehingga dengan demikian kita dilindungi dari dua perempuan, yang tertulis dalam kitab Wahyu, yaitu: Perempuan jalang, disebut perempuan Babel, dan Perempuan asing, disebut juga perempuan Izebel.
Pertanyaan: Mengapa kita harus dilindungi dari PEREMPUAN BABEL?
Jawabnya: Sebab perempuan Babel membinasakan. Mari kita lihat hal itu dalam…
Wahyu 17:4-5 --- Perikop: "Penghakiman atas Babel."
(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Perempuan Babel disebut dengan:
Ibu dari wanita-wanita pelacur.
Ibu dari kekejian bumi
IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR berarti, menyebabkan anak-anak Tuhan hidup dalam KENAJISAN PERCABULAN.
Praktek kenajisan percabulan : Wahyu 18:3 … karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." …
Praktek kenajisan percabulan: Kaya/berhasil oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Kaum muda remaja tidak salah berhasil dan diberkati, bahkan menjadi kaya. Tapi jangan karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, maksudnya, memperoleh segala sesuatu dengan jalan meninggalkan jam-jam ibadah. Pendeknya, tinggalkan ibadah dan pelayanan hanya untuk kekayaan, hanya untuk keberhasilan, disebutlah itu kenajisan percabulan.
Kita memang harus mabuk anggur, tapi mabuk anggur dari sorga, jangan mabuk anggur dari kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Mabuk anggur dari Sorga = tetap berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
IBU DARI KEKEJIAN BUMI berarti, menyebabkan anak-anak Tuhan hidup dalam kekejian.
Prakteknya: Menghentikan korban sehari-hari = tidak lagi mengindahkan korban sehari-hari, yaitu korban sembelihan dan korban santapan.
KORBAN SEMBELIHAN -> Ibadah pelayanan yang disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Kegunaan darah salib ialah untuk menebus kehidupan kita. Ditebus berarti dibeli, harganya telah lunas dibayar oleh darah salib. Dahulu sebelum tergembala kita seringkali menjadi budak, atau hamba dari dosa. Baik yang disebabkan daging dan keinginannya, baik karena dunia dan arusnya, baik karena iblis setan dengan segala tipu dayanya.
Tetapi sekarang kita datang menghadap TUHAN, di tengah-tengah ibadah dan pelayanan kita sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah. Kegunaannya supaya kita betul-betul mengalami penebusan. Selanjutnya kehidupan kita diperdamaikan kepada Allah Bapa.
Jadi, tidak ada ruginya apabila kita menjalankan ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.
KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran firman Allah yang murni dan benar, yaitu:
Firman pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Kegunaannya: Membawa kita masuk kepada kegerakan yang besar, itulah pembangunan tubuh
Kristus yang sempurna, disebutlah itu sidang mempelai TUHAN, berarti Gereja disempurnakan
dan dikristalisasikan = bercahaya kemuliaan Allah.
Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, itulah firman pengajaran yang rahasianya dibukakan oleh terang Roh Kudus, kegunaannya:
Memberi terang, sehingga orang tidak lagi menyembunyikan dirinya dalam kegelapan dosa.
Memberi pengertian kepada orang bodoh, supaya tidak lagi mengulangi kesalahan sebagai perbuatan yang bodoh … Mazmur 119:130
Jadi, perempuan Babel satu kali akan menghentikan korban sehari-hari. Itu sebabnya kita sangat membutuhkan hikmat, pengertian, akal budi dan kebijaksanaan. Kegunaannya untuk melindungi kita dari dua perempuan yang tertulis dalam kitab Wahyu yaitu: perempuan jalang, disebut perempuan Babel, dan perempuan asing, disebut juga perempuan Izebel.
Pekerjaan dari PEREMPUAN ASING (Perempuan Izebel)
Izebel -> Nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu.
2 Petrus 2:1-2 --- Perikop: "Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu."
(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Guru-guru palsu memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan.
Pendeknya, nabi-nabi palsu MENYESATKAN dan MEMBINASAKAN anak-anak Tuhan (kaum muda remaja) lewat pengajaran-pengajaran palsu, yaitu:
menyampaikan dongeng nenek tua,
cerita-cerita isapan jempol, tahayul-tahayul
filsafat-filsafat kosong manusia.
Sebelum pandemi, atau sebelum era pemberitaan Firman lewat online (live streaming), baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial lainnya, hamba-hamba TUHAN sibuk menyampaikan dongeng nenek-nenek tua, sibuk dengan cerita-cerita isapan jempol, bahkan tahayul-tahayul (cerita fiktif), dan sibuk dengan filsafat-filsafat kosong manusia.
Ada seorang hamba TUHAN khotbah tentang: “kita lebih dari pemenang”. Diambil dari kitab Roma 8:37. Kemudian hal itu dijelaskan menurut dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, termasuk tahayul, yaitu: si kancil dan sikura-kura mengadakan lomba lari 100 meter di darat. Begitu dimulai start, terdengarlah suara tembakan, lalu keduanya berlari, dan lomba itu dimenangkan oleh si kancil.
Lalu si kura-kura protes, karena kalau di darat tentu saja ia kalah. Akhirnya supaya adil: keduanya sepakat 50 meter di darat, 50 meter di air, si kancil pun setuju.
Begitu terdengar suara tembakan (dor) si kancil langsung berlari cepat. Tapi dia bingung, dia tidak bisa menyebrangi air. Akhirnya si kancil menunggu si kura-kura itu berjalan, sampai si kura-kura masuk ke air, si kancil pun naik diatas punggung si kura-kura. Dan si kura-kura terus berenang sampai ke tepian dengan bersamaan. Sehingga baik si kura-kura, maupun si kancil sama-sama menang. Selanjutnya si pengkhotbah dengan nada keras berkata: tetapi kita anak-anak TUHAN lebih dari pemenang. Tetapi penjelasan tentang: kita lebih dari pemenang menyangkut cerita si kura-kura dan si kancil. Dan hamba TUHAN ini adalah seorang doktor, dari Surabaya, gereja besar. Saya heran mendengar khotbah itu.
Saudara, itulah yang disebut cerita-cerita isapan jempol, yaitu: ajaran sesat yang membinasakan. Itulah pekerjaan dari nabi-nabi palsu.
Pertanyaanya?
Kenapa nabi-nabi palsu memasukan pengajaran-pengajaran palsu, pengajaran sesat yang membinasakan?
Jawabannya: MENCARI UNTUNG dari sidang jemaat… Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. … 2 Petrus 2:3
Sedangkan di ayat 2 Petrus 2:1 : bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka …
Perempuan Izebel (perempuan asing) yaitu: nabi-nabi palsu menyangkal salib di golgota, memasukan pengajaran-pengajaran yang sesat membinasakan, itulah cerita-cerita isapan jempol. Tujuannya: untuk mencari keuntungan.
1 Timotius 4:1-3
(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (4:2) oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. (4:3) Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
Pengajaran palsu lainnya dari nabi-nabi palsu, yaitu:
Melarang orang kawin = menolak Firman Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Di atas tadi sudah saya sampaikan: kegunaan dari Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah untuk membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, membawa kita masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, disebutlah itu mempelai TUHAN, kelak berada dalam pesta nikah anak domba. Tapi justru nabi-nabi palsu melarang orang kawin.
Menolak orang makan makanan yang diciptakan Allah = menolak pengajaran salib, dasarnya Yohanes 4:34: Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Makanan Yesus:
“Melakukan kehendak Allah” menunjuk kepada sengsara salib.
Kemudian untuk melakukan kehendak Allah dibutuhkan: ketaatan.
“Menyelesaikan pekerjaan Allah” yang dibutuhkan kesetiaan.
Jadi kalau melarang orang untuk makan makanan yang diciptakan Allah = menolak pengajaran salib.
Inilah pengajaran palsu yang menyesatkan dari guru-guru palsu, dan itu membinasakan.
Jadi dua ajaran yang dilarang nabi-nabi palsu ini adalah dua ajaran pokok dari TUHAN. Justru itu yang dilarang, dan disingkaran oleh nabi-nabi palsu. Tetapi kita sudah dipenuhkan oleh penegrtian lewat pembukaan rahasia Firman, sehingga kaum muda remaja menjadi satu kehidupan yang memiliki hikmat, itulah pengertian, akal budi dan kebijaksanaan. Sehingga dapat membedakan antara yang baik dengan yang jahat, dan juga memiliki pertimbangan-pertimbangan di dalam memutuskan perkara-perkara.
Matius 24:11, 24 --- Perikop: "Permulaan penderitaan."
(24:11) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (24:24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu memasukan pengajaran-pengajaran palsu yang menyesatkan dan membinasakan, caranya: mereka sibuk untuk mengadakan tanda-tanda heran, mujizat-mujizat, perbuatan-perbuatan ajaib, hingga jemaat terlena disitu.
Bukti jemaat terlena dan terbius dengan tanda-tanda heran, termasuk mujizat kesembuhan: mereka menolak pengajaran salib, menolak untuk disucikan. Sebab ketika pengajaran salib disampaikan, sangat berkuasa berkuasa menyucikan segala dosa-dosa yang ada dalam diri kita, sampai kepada dosa yang disembunyikan, yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Memang harus diakui ketika hidup kita disucikan oleh firman Allah rasanya sakit, hingga berdukacita. Tetapi percayalah, dukacita yang semacam ini adalah dukacita menurut kehendak Allah.
Oleh sebab itu jangan berhenti berdoa. Teruslah berdoa dan memohon kepada TUHAN, supaya ajaran sesat yang membinasakan itu tidak menyesatkan kita.
Amsal 7:5
(7:5) supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
“ … Nabi-nabi palsu licin perkataanya …”
Orang yang melewati jalan licin akan tergelincir. Pertanyaannya siapa yang melalui jalan licin? jawabannya: kaum muda remaja yang tidak memiliki hikmat, (pengertian, akal budi,) serta kebijaksanaan. Setiap orang yang melalui jalan licin (perkataan licin) pasti tergelincir.
Gambaran tergelincir…
Amsal 7:6-9
(7:6) Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, (7:7) kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, (7:8) yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, (7:9) pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
Pada ayat 6-9 adalah gambaran dari anak-anak TUHAN, secara khusus kaum muda remaja yang tidak berhikmat, tidak berakal budi dan tidak bijaksana. Kakinya melangkah menuju rumah perempuan Babel (antikris) dan perempuan Izebel (nabi palsu).
Hal itu juga ditulis dalam Amos 8:11-12 … pada saat terjadi kelaparan yang dahsyat teruna-teruna dan anak dara yang cantik mengembara dari laut ke laut, berarti yang ditemukan ajaran antikris. Kemudian menjelajah dari Utara ke Timur, berarti yang ditemukan ajaran darat (ajaran bumi), itulah ajaran nabi-nabi palsu.
Inilah kehidupan teruna (muda) yang tidak berakal budi, kakinya melangkah menuju rumah perempuan jalang dan perempuan asing. Itu perlunya hikmat, akal budi dan kebijaksanaan memenuhi kehidupan kaum muda remaja. Jadi, jangan pernah menolak pengajaran salib, meskipun kita harus berdukacita. Sebab dukacita semacam ini disebut dukacita menurut kehendak Allah.
Kembali kita baca
2 Timotius 3:15
(3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Firman Allah yang tertulis didalam Kitab Suci, seluruhnya ada 66 kitab, dapat:
Memberi hikmat.
menuntun kepada keselamatan.
Terkait memberi hikmat sudah dijelaskan. Sekarang kita mengikuti penjelasan:
MENUNTUN KEPADA KESELAMATAN.
Menuntun = Menggembalakan.
Berarti, Firman Allah harus menggembalakan hidup, kaum muda remaja.
Banyak orang Kristen hanya mengerti soal ibadah, namun tidak mengerti soal tergembala. Jika hanya sekedar beribadah maka semua orang bisa beribadah, namun yang Tuhan mau supaya kehidupan kita menjadi kehidupan yang tergembala.
Kehidupan yang tidak tergembala menjadi liar, mengambil jalannya masing-masing, berarti sesat.
Yesaya 53:6
(53:6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Yang dimaksud sesat: masing-masing mengambil jalannya sendiri = TIDAK TERGEMBALA.
Kita lihat satu kehidupan muda yang digembalakan oleh TUHAN, itulah pribadi Daud. Salah satu nyanyian Daud terbesar adalah Mazmur 23.
♫ Tuhan adalah gembalaku ♫
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku
Ia membaringkan aku, di padang yang berumput hijau
Ia membimbingku, ke air yang tenang
Ia menyegarkan jiwaku
Ia menuntunku ke jalan yang benar
Oleh karena nama-Nya
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman
Kaum muda remaja harus dituntun, berarti digembalakan. Yang menggembalakan adalah Firman Allah, supaya tidak sesat. Sesat berarti mengambil jalannya masing-masing, susah diatur, dia berjalan sekehendaknya sendiri.
Mazmur 23:1 --- Perikop: "TUHAN, Gembalaku yang baik."
(23:1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Daud mengaku TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
“Takkan kekurangan”:
Secara jasmani: segala sesuatu dicukupkan oleh TUHAN. Apa yang dimakan, diminum dan dipakai, semuanya dicukupkan oleh TUHAN.
Secara rohani: tidak nampak lagi segala kekurangan. Segala dosa, segala kejahatan, segala kenajisan, semuanya itu adalah kekurangan dan kelemahan, tidak akan nampak lagi.
Itulah kalau tergembala. Beda dengan orang yang tidak tergembala, dia sesat, mengambil jalannya masing-masing, berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri.
Lebih rinci tentang tergembala …
Mazmur 23:2-3a
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Digembalakan berarti:
Dibaringkan di padang rumput yang hijau (firman penggembalaan), itulah:
Firman yang disampaikan oleh seorang gembala.
Firman yang disampaikan secara berurut dan teratur. Berarti tidak simultan (acak). Umpama, kita sedang mengikuti Study Yusuf, disampaikan secara berurut dan teratur dari pasal per pasal dan ayat per ayat . Sekarang kita ada pada Kejadian 44:18-34.
Dibimbing ke air yang tenang.
Air yang tenang -> Roh El Kudus.
Yakub adalah seorang yang tenang, buktinya ia suka tinggal di kemah. Dia tidak liar, ia tidak berjalan sesuai kehendak dagingnya, tetapi ia betul-betul dikendalikan oleh Roh TUHAN.
Kehidupan yang dikendalikan Roh Kudus adalah satu kehidupan yang tenang. Buktinya: tinggal di kemah, rumah TUHAN. Tidak seperti Esau, sibuk berburu daging dan suka tinggal di padang.
Ia menyegarkan jiwaku.
Jiwa yang disegarkan adalah jiwa yang sudah dipenuhkan oleh kasih Allah. Sebaliknya, orang yang stres, depresi, dan menjadi gila, disebutlah itu penyakit jiwa, itu orang yang tidak penuh dengan kasih.
Kalau orang tidak dipenuhkan dengan kasih Allah, jiwanya sakit, stres, depresi, gila.
Kenapa orang dikit-dikit stress? Karena dia tidak penuh dengan kasih. Lihat orang lain salah, stres, tidak punya uang stres. Gagal dikit saja stres. Tidak terpenuhi keinginannya oleh orang tua stres.
Kalau stres ini dibiarkan, nanti akan meningkat menjadi depresi. Kalau depresi dibiarkan akan meningkat menjadi penyakit jiwa (gila). Sebab itu, kalau kita penuh dengan kasih, maka segala sesuatu pasti tertutupi. Kekurangan-kekurangan, hal-hal yang menyakitkan tertutupi, tidak akan menyakiti jiwa kita. Itu sebabnya Daud berkata: Ia menyegarkan jiwaku. Pendeknya, Kasih itu yang menyegarkan jiwa.
Kenapa orang menjadi gila? karena ia tidak mempunyai kasih.
Mazmur 23:4
(23:4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Dunia ini satu kali akan disebut sebagai lembah kekelaman, tepatnya pada saat antikris menjadi raja. Namun, Daud berkata: "aku tidak takut bahaya."
Pendeknya, tergembala menjamin hidup anak-anak TUHAN.
Jadi, dari sini kita melihat iman itu bertumbuh dalam membaca kitab suci.
Kitab suci itulah perjanjian lama dan Perjanjian baru, yaitu Firman Allah tertulis di dalamnya dari Kejadian sampai Wahyu, jumlahnya 66 kitab. Gunanya: menuntun. Menuntun berarti menggembalakan anak-anak TUHAN.
Kita harus digembalakan oleh Firman Allah, sampai nanti betul-betul ada jaminan, sekalipun berjalan dalam lembah kekelaman.
Itulah kegunaan Firman Allah yang tertulis dalam kitab suci, selain memberi hikmat, juga: MENUNTUN, sampai kepada keselamatan.
TUHAN Yesus sudah mengerjakan keselamatan itu di atas kayu salib. Kita juga sekarang harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar. Memberikan diri disucikan oleh Firman Pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, sampai menuntun kita kepada keselamatan kekal, Yerusalem baru.
Kita bersyukur kepada TUHAN, karena Ia memberi satu pengertian terkait: DUKACITA MENURUT KEHENDAK ALLAH.
CIRI-CIRI DUKACITA KARENA KEHENDAK ALLAH
2 Korintus 7:9
(7:9) namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.
Firman Allah yang mendatangkan dukacita, karena kehendak Allah ciri-cirinya tidak akan pernah merugikan kita.
HASILNYA:
2 Korintus 7:10-11
(7:10) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (7:11) Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
Dukacita menurut kehendak Allah: menghasilkan pertobatan. Berbeda dengan dukacita menurut kehendak dunia menghasilkan kematian.
Jadi pemberitaan Firman itu kalau murni dan benar: sedikitpun kita tidak dirugikan oleh pemberitaan itu, walaupun sepertinya kita berdukacita. Tetapi menghasilkan pertobatan.
Inilah yang TUHAN mau. Dan TUHAN kiranya menolong kita sampai TUHAN datang pada kali yang kedua.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.
Pemberita Firman:
Pdt. Daniel U.Sitohang
No comments:
Post a Comment