KAMI NANTIKAN KESAKSIAN-KESAKSIAN SAUDARA YANG SUDAH MEMBACA FIRMAN TUHAN PADA BLOG INI

Terjemahan

Search This Blog

IBADAH RAYA MINGGU, 19 JULI 2026



IBADAH RAYA MINGGU, 19 JULI 2026

KITAB WAHYU

WAHYU 19:19 (SERI 3)


Subtema: TENTARA-TENTARA ANTIKRIS


Damai sejahtera bagi kita sekaliannya. Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang oleh karena rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu, disertai dengan kesaksian zangkoor.


Saya juga tidak lupa menyapa bapa/ibu, saudara/I yang turut bergabung lewat live streaming / video internet baik lewat Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang digunakan. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memerintah dan bertakhta di hati kita, sehingga dalam kesukaan Sorgawi dan kebahagiaan-Nya, kita boleh duduk diam menikmati Sabda Allah.


Selanjutnya, marilah kita mengikuti KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita, pribadi lepas pribadi.


Wahyu 19:19 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”

(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.


Anak-anak Tuhan atau orang-orang Kristen di atas muka bumi ini harus tahu dengan pasti, bahwasanya Allah yang kita sembah adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Itu berarti, Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Buktinya: 

  • Ia yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya.

  • Ia yang menciptakan segala makhluk, yaitu manusia dan binatang, baik binatang di darat maupun di air.


Intinya, Allah Abraham, Ishak dan Yakub berkuasa atas alam semesta, langit dan bumi. Namun yang anehnya, satu kali binatang dan raja-raja di bumi, serta tentara-tentaranya bersatu padu untuk berperang melawan Si Penunggang kuda putih dan tentara-Nya. Si Penunggang kuda putih adalah Tuhan, Yesus Kristus , Allah Abraham, Ishak dan Yakub.


Sungguh, hal ini di luar nalar / akal sehat manusia. Tetapi faktanya, itu akan terjadi nanti. 

Saya juga menghimbau supaya jangan sampai kita menjadi sekutu dari binatang tersebut, supaya jangan turut berperang melawan Tuhan Yesus Kristus yang adalah Si Penunggang kuda putih. 


Untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi, maka terlebih dahulu kita mengenali tabiat dari binatang dan sekutu-sekutunya. Dalam dua minggu berturut-turut kita sudah menyelidiki tabiat dari “binatang” dan tabiat dari “raja-raja di bumi” Pada minggu yang lalu kita sudah melihat tabiat dari; “raja-raja di bumi.”


  • Saudara, gambaran dari raja-raja di bumi sama seperti Esau … Ibrani 12:16

Sedangkan raja-raja yang dari Allah, dia memerintah sebagai raja di bumi, berarti tuan, bukan hamba… Wahyu 5:10  

  • Kemudian, kalau kita flashback sedikit dalam Roma 14.


Roma 14:17

(14:17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.


Di sini dikatakan, pelayanan dengan sistem kerajaan Sorga , sama sekali tidak ada kaitannya dengan soal makan, minum dan apa yang dipakai. Tetapi, berbicara soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Sedangkan makan dan minum terhubung langsung dengan daging manusia.


Kita juga bandingkan hal itu dengan raja Ahab. Dia adalah gambaran dari raja-raja di bumi. Hatinya gelisah kalau kenajisan percabulannya tidak tercapai. Hatinya jengkel kalau cita-citanya dalam hal lahiriah tidak tercapai (1 Raja-raja 21:4-5). Tetapi yang anehnya, apabila hal rohani tidak tercapai, hatinya tidak gelisah dan tidak kesal.


Banyak orang Kristen yang seperti ini. Kalau cita-cita dan keinginan secara lahiriah tidak tercapai; jengkel dan kesal. Tetapi kalau hal rohani tidak tersampaikan; bagi dia itu tidak jadi soal, tidak beribadah pun tidak jadi soal. Seolah-oleh kenajisan percabulan, hal yang lahiriah, sanggup memelihara kehidupan dan memberi jaminan keselamatan. Itulah keadaan raja-raja di bumi. Jadi, pantaslah kalau akhirnya raja-raja di bumi menjadi sekutu dari binatang, lalu bersatu padu untuk berperang melawan Si Penunggang kuda putih.


Saudara, cara setan untuk menggiring sekutunya persis seperti jam dinding yang berputar; tidak nampak tetapi terus berputar. Ini harus diperhatikan, dan belajarlah dari Firman yang sudah disampaikan selama dua minggu berturut-turut. Kita sudah mengenali tabiat dari, binatang dan raja-raja di bumi. 


Malam ini kita akan menyelidiki: TENTARA-TENTARA MEREKA.

Tentara-tentara mereka disebut juga dengan tentara antikris bukan tentara-tentara Tuhan. 

Kita juga bisa melihat dan menemukan tentara antikris pada Wahyu 9.


Wahyu 9:13-15 --- Perikop: “Sangkakala yang keenam

(9:13) Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah, (9:14) dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." (9:15) Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.


Intinya disini adalah celaka kedua akan terjadi, tepatnya pada saat sangkakala yang keenam ditiup.  Singkat kata, celaka kedua adalah penghukuman dari sangkakala yang keenam.


Pemberitaan Firman Tuhan dalam Ibadah Kaum Muda Remaja, hal ini sudah diterangkan. Dan tentu yang mengikutinya tahu, kapan terjadi celaka kesatu, celaka kedua dan celaka ketiga.

  • Celaka satu terjadi pada saat malaikat kelima meniup sangkakalanya. Itulah yang disebut penghukuman dari sangkakala yang kelima.

  • Celaka kedua terjadi pada saat malaikat keenam meniup sangkakalanya, disebutlah itu penghukuman dari sangkakala keenam.

  • Celaka ketiga terjadi pada saat malaikat keenam meniup sangkakala yang ketujuh. Celaka ketiga merupakan penghukuman dari sangkakala yang ketujuh / terakhir,

Tetapi saya tidak membahas hal itu. Saya hanya menerangkan kenapa ada sangkakala 1-7.


Ketika malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, pada saat itulah keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat itu dilepaskan. Hal itu telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia.


Saudara, sekarang ini penduduk bumi ada di angka 8,3 milar. Sedangkan sepertiga dari 8,3 miliar ± 2,7 miliar. Itulah seluruh jumlah orang yang akan terbunuh nanti (dalam simulasi). Inilah yang disebut celaka kedua, terjadi pada saat sangkakala yang keenam ditiup. Jadi akan ada banyak yang terbunuh.


Saudara, by the way (ngomong-ngomong), gempa bumi yang terjadi pada tahun 2020 mengguncang seluruh dunia tepatnya pada saat covid-19 terjadi. Yang mati terbunuh karena korban dari covid-19 tersebut, masih belum sebanding. Tetapi, pada saat celaka kedua terjadi sebagai penghukuman dari sangkakala keenam, yang mati terbunuh adalah sepertiga dari umat manusia (bukan hanya orang kristen). Perhatikanlah hal ini dengan sungguh-sungguh.


Saudara, berbicara tentang malaikat berarti:

  1. Suruhan Tuhan.

Tugasnya: hanya melayani Tuhan bahkan menyenangkan / memuaskan hati Tuhan. 

  1. Simbol kerohanian.

Alasannya: malaikat tidak memiliki darah, daging dan tulang, kecuali roh saja. 

Akan tetapi, bila malaikat tidak berada lagi pada kedudukannya sebagai suruhan Tuhan dan tidak mempertahankan simbol rohani, maka, malaikat seperti ini akan memicu terjadinya perang yang dahsyat.


Pendeknya, ketika keempat malaikat itu dilepaskan, akan menimbulkan sengsara bagi gereja Tuhan. Dan hal itu sudah dinyatakan oleh Tuhan kepada murid-murid.


Mari kita baca hal itu dalam…

Yohanes 16:1 --- Perikop: “Bertekun

Tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok dan layanilah Tuhan serta pekerjaan Tuhan.

(16:1) "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.


Sebelum celaka kedua terjadi, Tuhan sudah terlebih dahulu memberitahukannya kepada murid-murid dan juga kepada kita malam ini sebagai umat ketebusan-Nya. Tujuan pemberitahuan itu: supaya kita jangan menjadi kecewa dan menolak Tuhan.


Yohanes 16:2-3

(16:2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (16:3) Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.


Akan datang masanya dimana anak-anak TUHAN akan dikucilkan. Bahkan, setiap orang yang membunuh anak-anak TUHAN akan menyangka ia sedang berbakti kepada TUHAN. Mereka menyangka itu ibadah dan pelayanan kepada TUHAN. Sesungguhnya, mereka tidak mengenal baik Bapa maupun anak. 


  • Tidak mengenal  Bapa -> orang yang tidak hidup dalam iman.

Kita belum pernah melihat Bapa, tetapi kita percaya Bapa dan Sorga ada dan disedikan kelak, karena iman.


  • Tidak mengenal Anak -> orang yang menolak berita salib. 

Yesus, Anak Allah menderita sengsara, bahkan mati di atas kayu salib. Berarti menolak Anak =  menolak berita salib. 

Sekarang ini ajaran setan sedang marak di dalam rumah TUHAN. Kita harus hati-hati. Bahkan, ular beludak juga telah masuk dalam rumah TUHAN untuk mengajar. Ahli taurat, orang Farisi, dan orang-orang Saduki disebutlah itu ular beludak. 

  1. Ajaran orang Farisi menyampaikan Taurat TUHAN (satu ayat), lalu ditambah dengan adat istiadat dan hal-hal lahiriah. Inilah ragi Farisi. 

Kalau ragi dimasukkan ke dalam adonan, maka adonan akan berkembang. Demikian juga gereja, perkembangannya bisa sangat pesat, tetapi bagian dalamnya kosong (banyak rongga-rongga). Akibatnya, ketika ditekan, gereja itu akan mengempis dan tidak mampu menghadapi ujian maupun pencobaan. Ajaran seperti itu sedang dibawa masuk ke dalam rumah TUHAN oleh ular beludak. 

  1. Ular beludak berikutnya adalah orang-orang Saduki. 

Orang-orang Saduki tidak percaya akan adanya kebangkitan. Akhirnya, mereka sibuk berbicara soal kawin-mengawinkan, yaitu ajaran kenajisan dan percabulan. Maksudnya kaya, tetapi dikuasai oleh hawa nafsu perempuan Babel. Kelihatannya baik, tetapi tidak sesuai dengan Firman TUHAN. Itulah ajaran orang-orang Saduki yang disebut ular beludak. Ajaran ini sedang masuk ke dalam rumah TUHAN. 


Tetapi, saya sangat heran. Firman TUHAN sudah disebarluaskan dan disodorkan sedemikian rupa (diobral), termasuk oleh GPT BETANIA melalui live streaming, video internet, YouTube, Facebook, dan dalam bentuk tulisan (Blogspot). Namun, sedikit sekali orang yang tertarik dengan Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel. Sedikit sekali yang tertarik dengan Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus. Sedikit sekali orang tertarik dengan Firman Pengajaran, yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus. Sedikit sekali orang yang mau disucikan oleh Firman TUHAN dari dosanya. Namun, suatu hari nanti mereka akan mendapat upah. 


Jadi, bertahanlah, meskipun GPT BETANIA adalah keluarga sederhana. Nanti saudara akan melihat apa yang akan terjadi. Percayalah kepada Firman TUHAN, jangan percaya kepada pikiran dan perasaan manusia daging. Jangan hanya karena mendengar berita  (khotbah) yang menggebu-gebu lalu terpikat. Hati-hati, di dalam diri kita harus ada filterisasi. 



Yohanes 16:4

(16:4) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu.


Apa yang TUHAN sampaikan, semuanya itu akan terjadi dan pasti terjadi. Sehingga, apabila semua itu terjadi, kita tidak perlu terheran-heran, sebab TUHAN telah mengatakannya kepada kita malam ini. 


Wahyu 9:16

(9:16) Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

Jumlah tentara itu adalah 20.000 laksa pasukan. 1 laksa = 10 ribu.

20.000 × 10.000 = 200. 000. 000 tentara (pasukan), yakni orang-orang yang terlatih dan mahir dalam hal menumpahkan darah, mahir dalam hal membunuh anak-anak TUHAN nanti. Jadi, hati-hati, saudara.

Jadi, 200.000.000 pasukan adalah jumlah yang sangat banyak, pasukan (tentara) dari empat malaikat yang dilepaskan itu membunuh sepertiga penduduk bumi. Berarti, hal itu melibatkan pasukan-pasukan atau tentara di seluruh dunia. Jadi, bukan hanya di satu benua atau di beberapa negara, tetapi di seluruh dunia, termasuk nanti masuk ke negara Indonesia. 

Ternyata tentara-tentara tersebut disebut juga pasukan berkuda.


Jadi, kita akan menyelidiki terus sampai kita mengenal siapakah tentara-tentara itu, sehingga mereka mau menjadi sekutu binatang itu untuk berperang melawan TUHAN Yesus Kristus (Si Penunggang Kuda Putih). Siapa tentara ini? Terlalu bodoh sekali mau menjadi sekutu binatang. Seharusnya kita bersekutu dengan Yang Mulia, mengapa justru bersekutu dengan binatang untuk berperang melawan TUHAN (Si Penunggang Kuda Putih)? Bukankah itu suatu kebodohan? Tetapi, kita akan menyelidiki kebodohan mereka. 


Mari kita telusuri: TENTARA-TENTARA YANG IDIOT INI

Yesaya 31:1-2 --- Perikop: TUHANlah penolong yang satu-satunya. 

(31:1) Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. (31:2) Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim.


Pasukan berkuda, yang melibatkan pasukan-pasukan di seluruh dunia, ternyata adalah 

  • tentara-tentara yang tidak memandang kepada Allah Israel, tidak memandang kepada Allah Yang Mahakudus (Mahakuasa). 

  • Mereka tidak mencari TUHAN dan tidak takut akan TUHAN. 

Namun, anehnya, ketika mereka membunuh sepertiga penduduk bumi, mereka merasa sedang berbakti kepada TUHAN. Padahal, mereka adalah tentara yang tidak memandang kepada TUHAN, tidak memandang kepada Allah Israel, Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan langit dan bumi ini. 


Bahkan, mereka disebut orang-orang lalim, yang berarti jahat, kejam, bengis, tidak memiliki keadilan, dan suka menimbulkan keonaran. 


Inilah keadaan (kondisi) mereka. Mereka adalah tentara yang tidak mau memandang kepada TUHAN dan salib-Nya, tidak mau memandang kepada Allah Israel, Allah Yang Mahakuasa. Itulah sebabnya mereka bersekutu dengan binatang untuk berperang melawan Si Penunggang Kuda Putih. 


Hamba TUHAN juga disebut laskar Kristus. Pelayan-pelayan TUHAN juga disebut tentara TUHAN. Kita bukan hamba-hamba TUHAN yang bodoh, karena kita senantiasa mengarahkan pandangan kita kepada Allah Israel, Allah Yang Mahakuasa, TUHAN langit dan TUHAN bumi, Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Namun, anehnya, makhluk-makhluk ciptaan-Nya justru berani melawan Si Penunggang Kuda Putih. Hal itu sungguh tidak masuk akal. 


Kita sudah menyelidiki semuanya ini, meskipun hanya secara garis besarnya saja, tetapi kita sudah mulai mengenal mereka. Itulah sebabnya mereka bersekutu dengan binatang itu untuk berperang melawan Si Penunggang Kuda Putih. 


Marilah kita kembali membaca …

Wahyu 9:17

(9:17) Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.


Dari warna baju tentara-tentara ini, atau dari gesturnya saja, sudah menunjukkan bahwa ini tentara elit, bukan sembarang tentara. Baju zirahnya saja sudah menonjolkan aura-aura mereka sebagai tentara elit, bukan tentara kerupuk-kerupuk yang mudah melempem. Ini tentara elit, sangat mahir untuk menumpahkan darah, mahir untuk membunuh ⅓ penduduk bumi (jumlah yang sangat banyak, tidak sedikit.)


Singkatnya, keempat malaikat tersebut memiliki pasukan elit yang sangat kuat dan mempunyai:

  • Kekebalan seperti baju zirah. 

Kalau zaman dahulu, ketika bangsa Israel berperang melawan Filistin, salah satu perlengkapan senjatanya adalah baju zirah, tidak mempan dengan pedang. Itu berbicara tentang kekebalan. 

Sedangkan warna atau gesturnya menunjukkan bahwa tentara ini tentara elit, bukan sembarangan, bukan tentara yang mudah masuk angin (omez). Tentara ini elit, mahir membunuh ⅓ penduduk bumi. 

  • Mempunyai senjata untuk menyerang, sekaligus mempertahankan wilayahnya. 


Tapi kita tidak perlu membahas peluru yang keluar dari mulutnya, itulah peluru api, peluru asap, dan peluru belerang. Kalau saudara ingin tahu hal ini, bisa membuka YouTube GPT Betania untuk mengikuti pemberitaan Firman Allah, lewat Ibadah Kaum Muda Remaja (berseri) beberapa bulan yang lalu. 


Kita sudah melihat, dalam pemaparan yang singkat, akhirnya kita mengenali tentara-tentara yang menjadi sekutu dari binatang itu. Mereka bersatu padu untuk berperang melawan Si Penunggang Kuda Putih. Mereka ternyata tentara idiot, walaupun kuat secara lahiriah, tetapi secara rohani mereka idiot, tidak mengerti apa-apa. 

Tapi malam ini TUHAN memberi pengertian kepada kita, supaya kita tetap menjadi tentara TUHAN untuk menghadapi siasat-siasat busuk dari setan Tritunggal. 



JALAN KELUARNYA

Lukas 21:20 --- Perikop: “Tentang runtuhnya Yerusalem

Suatu kali Yerusalem akan runtuh dan direbut. Dan itu sudah pernah terjadi, itu sebabnya mereka dibuang ke Babel. Dan nanti akan kembali terjadi runtuhnya Yerusalem secara rohani. Secara lahiriah sudah pernah terjadi, secara rohani nanti akan terjadi juga. 


Lukas 21:20 

(21:20) "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.


Sebagai tambahan, pengertian secara ilmiah (logika): bukankah Israel sedang berperang saat ini? Jadi, saudara, hati-hati. Yang menjadi sasarannya pun nanti Yerusalem. Jadi, ini tanda-tanda bagi kita. Kita bersyukur, dalam pengertian yang singkat, TUHAN memberi pengertian. 


Kalau kita sudah melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara antikristus, ketahuilah keruntuhannya sudah dekat atau tibanya Hari TUHAN sudah dekat. Jadi, jangan saudara berpikir Yerusalem, tempat kita beribadah dan melayani sekarang ini, bertahan untuk selama-lamanya. Tidak saudara. Tidak selamanya Kota Yerusalem, tempat kita datang menghadap TUHAN lewat ibadah-ibadah, bertahan selamanya. Kalau begitu, kita harus memanfaatkan kesempatan yang ada ini. 


Sebelum runtuhnya Kota Yerusalem, marilah kita menghargai kesempatan yang ada untuk terus berada di Kota Yerusalem, menghargai ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, menghargai ibadah dan pelayanan. Dan datanglah ke Kota Yerusalem senantiasa membawa korban dan persembahan, gunakan kaki untuk melangkah ke dalam rumah TUHAN, gunakan kedua tangan untuk membawa korban, dan mempersembahkan segala korban di atas Mezbah TUHAN dalam setiap pertemuan ibadah. Karena satu kali nanti Yerusalem akan runtuh. 


Ketahuilah keruntuhannya sudah dekata atau tibanya hari TUHAN sudah dekat. 

Jadi, jangan saudara berpikir kedatangan TUHAN masih lama. Maka selagi hari masih siang, manfaatkan kesempatan yang ada ini untuk beribadah. Di situ kita mendapatkan segala kemurahan daripada TUHAN, berkat, pertolongan. 

Ingat suatu kali nanti ibadah dirampas (kemah kediaman Allah dirobohkan), korban sehari-hari dirampas, yaitu: korban sembelihan, dan korban santapan, berarti tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Selagi hari masih siang, manfaatkan, saudara. Jangan sampai nanti saudara menyesal di kemudian hari. Sekarang inilah waktu penyesalan yang baik (waktu untuk bertobat) 


Lukas 21:21

(21:21) Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,


Tindakan-tindakan kita sebelum Yerusalem diruntuhkan oleh tentara-tentara antikris, antara lain:

  1. Orang-orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan.

Ini bukan pengertian secara lahiriah. Jangan sampai nanti saudara pergi ke Gunung Kawi, atau ke Gunung Galunggung, atau ke Gunung Bromo, atau ke Gunung di Bukit Barisan, di Padang Sumatera Barat sana. Tidak seperti itu. Ada juga hamba TUHAN yang pergi ke Gunung Sinabung di tanah Karo, Sumatera Utara. Saya geli-geli juga melihatnya. Kalau tempatnya di Gunung Sinabung (Sumatera Utara), maka ketinggalanlah orang Cilegon dan orang Serang/pulau-pulau lain.  

Akhirnya saya mengajak hamba TUHAN tersebut untuk berbincang-bincang dan menjelaskan tentang rencana TUHAN, lalu setelah menerima penjelasan yang saya sampaikan, menangislah beliau dan berkata, "Bagaimanalah dengan kami, hamba-hamba TUHAN ini. Datang-datanglah ke kota kami (tidak disebut)". 

Jadi, kalau hamba TUHAN saja mengharapkan pembukaan Firman, mengapa kita tidak mengharapkan pembukaan Firman Allah? 


Jadi, orang-orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan. Arti rohaninya: kerohanian yang masih kanak-kanak harus meningkat hingga berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, itulah Doa Penyembahan

Gunung yang tertinggi -> puncak ibadah, yaitu Doa Penyembahan.

Saudara, hidup di dalam Doa Penyembahan, adalah tanda konkrit, bahwasanya gereja TUHAN sudah dewasa secara rohani.


  1. Yang berada dalam kota harus mengungsi ke pedusunan dan jangan kembali ke kota lagi. 

Bukan berarti yang ada di kota, misalnya seperti kita berada di Kota Serang, lalu pergi ke pedusunan seperti Mancak (salah satu pedusunan di Cilegon). Bukan begitu juga. Atau mencari pedusunan-pedusunan di daerah Serang. Bukan begitu. 


Ini pengertian secara rohani. Jangan kita bodoh. Karena kalau kita melarikan diri dengan mengandalkan kekuatan sendiri, maka kita tidak sanggup dan kalah cepat menghadapi drone antikris. Dronenya itu cepat, tahu di mana tempat orang-orang bersembunyi. Jadi, melarikan diri di sini bukan melarikan diri dengan mengandalkan kekuatan manusia. Ini pengertian secara rohani. 

Jadi, intinya: “... mengungsi ke pedusunan …” artinya: menjadi satu kehidupan yang rendah hati dan mau merendahkan diri di tengah-tengah Ibadah dan pelayanan, sekalipun disebut orang desa (dusun), kolot, atau ketinggalan zaman.


Sekarang ini kemajuan kota semakin nyata. Anak-anak di kota Jakarta dan kota-kota lainnya kalau menyebut orang tua, "nyokap" yaitu: ibu dan "bokap" yaitu: Bapa, saking pintarnya kedua orang tua disingkat dengan menyebut "bonyok". Jangan suka memakai bahasa "lu" dan "gue". Sederhana saja. Misalnya bertanya, "Kakak dari mana?", jangan, "Lu dari mana?" 

Contoh berdoa dengan bahasa Betawi: "Bapa gue yang di sorge, dikuduskanlah nama lu, datang kerajaan lu." Pantaskah seperti itu? jawabnya tentu tidak pantas, bukan?


Jadi, rendah hati sajalah. Dalam perbuatan dan perkataan, kita harus menjadi rendah hati, meskipun disebut dusun, walaupun disebut desa dan ketinggalan zaman, tetaplah rendah hati. Tidak usah kekinian (kekotaan). Kalau ada yang berkata, "Roknya kok panjang-panjang?", tidak apa-apa. "Kok kamu tidak pakai lipstik, dan rambut tidak dicat merah-merah?", katakan, "Tidak apa-apa." 

Kemudian kalau ada yang mengatakan kamu dusun dan ketinggalan zaman, jawablah dan katakan, "Tidak apa-apa, yang penting TUHANku senang." Dikata-katai orang dusun tidak apa-apa, yang penting TUHANku senang. TUHAN rela hati menyelamatkan kita dari tentara-tentara idiot itu. Sampai sedemikian rupa TUHAN menolong kita. Haleluya, terpujilah kasih karunia Allah. 


Jadi sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, kalau kita dikatakan dusun hanya karena kita menunjukkan kerendahan di hati,  tidak apa-apa (tetaplah bertahan), jangan kembali kekinian (jangan kembali ke kota). 



Lebih terang lagi kita akan baca kisah yang sama dituliskan oleh Rasul Matius di dalam…

Matius 24:16-18 --- Periop: “Siksaan yang berat dan mesias-mesias palsu”

(24:16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. (24:17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, (24:18) dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.


Untuk menghadapi tentara-tentara itu …

  • “... Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya …”

Kalau kita sudah berada pada kegiatan Roh, jangan lagi kerohanian kita turun hanya karena perkara-perkara yang lahiriah/perkara-perkara di bawah.

“Barang-barang dari rumah” -> perkara-perkara lahiria/perkara-perkara di bawah.

  • “... dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya …”

Kalau sudah berada di ladang TUHAN, baik sebagai jemaat, baik sebagai imam, jangan lagi kembali kepada tabiat lama (pakaian lama). 

Pakaian” -> tabiat/kelakuan hidup.


Inilah jalan keluarnya bagi kita untuk menangkal (mencounter) apa yang dilakukan oleh tentara-tentara yang menjadi sekutu binatang tersebut. 


Matius 24:19

(24:19) Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.


Namun pada saat Yerusalem dikepung, ada yang mengalami celaka, antara lain: 

  1. Ibu-ibu yang sedang hamil -> gembala-gembala yang belum mengalami kelahiran baru.

  2. Ibu-ibu yang menyusukan bayi pada masa itu -> gembala-gembala yang belum dewasa, berarti masih kanak-kanak, akan mengalami celaka yang luar biasa. 


Jadi, yang di Yudea hendaklah melarikan diri ke pegunungan. Yang sedang di peranginan (kegiatan Roh), jangan turun mengambil barang-barang di rumahnya, jangan lagi hanya memikirkan perkara lahiriah (perkara di bawah).  Orang yang sedang di ladang (melayani), jangan kembali pada tabiat yang lama (mengambil pakaian)


Sedangkan gembala-gembala yang belum lahir baru akan celaka, ibu (gembala) yang masih kanak-kanak rohaninya akan celaka.  Tapi doa dan harapan saya, kiranya doa Imam Besar yang ditujukan kepada Simon Petrus juga tertuju kepada sidang jemaat GPT BETANIA, supaya kita tertolong pada masa penampian (Lukas 22:31-32)


Jadi, kita sudah melihat tentara-tentara idiot, sekutu dari binatang yang berperang melawan Si Penunggang Kuda Putih. Dan kita sudah melihat dengan jelas mengapa hal itu bisa terjadi. Kita sudah lihat lewat pemaparan Firman Allah. Perhatikanlah itu semua. 


Sekalipun kita disebut orang dusun, karena sebuah kerendahan hati kita, kepolosan kita, tidak apa-apa. Yang penting hati TUHAN senang. Dan TUHAN rela menyelamatkan kita, menyelamatkan suami kita, menyelamatkan istri kita, menyelamatkan anak-anak kita, orang tua kita. Tidak ada satu pun yang tertinggal dari dalam rumah kita. Itu jauh lebih penting. Jangan kekinian dan sok moderen (kekotaan) tetapi tidak selamat, untuk apa? 


TUHAN katakan: jangan lagi kembali ke kota. Meskipun orang desa, tidak apa-apa, rendah hati saja. Melayani TUHAN dengan rendah hati hingga babak belur, bahkan disebut orang dusun (kolot), tidak apa-apa. 


Kalau ada orang sibuk mempermasalahkan gajimu, tidak apa-apa. Yang penting Kerajaan Sorga di hati. Soal makan minum, TUHAN yang pelihara. Jangan ambil alih yang menjadi bagian TUHAN. Bagian kita Kerajaan Sorga. Sedangkan bagian TUHAN ialah menyediakan segala sesuatu. Kalau kita mengambil bagian TUHAN, stres, ngomel terus nanti setiap hari. 


Bagian kita Kerajaan Sorga. Kerja dan melayani TUHAN sampai babak belur, bahkan disebut orang dusun, tidak apa-apa. Jangan karena memikirkan itu sampai tidak konsentrasi dalam pelayanan. Itu bagian TUHAN, bagian kita Kerajaan Sorga. Cari dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya, maka bagian TUHAN akan ditambahkan kepada kita. Apa pun kerinduan di hati, apa pun doa yang belum dikabulkan, akan dikabulkan. Bahkan rasa malu selama ini akan TUHAN tutupi. Amin



TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.


Pemberita Firman:

Pdt. Daniel U.Sitohang


No comments:

Post a Comment