IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 22 SEPTEMBER 2026
YUDAS 1:12-16
(Seri 7)
Subtema: OMBAK LAUT YANG GANAS
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat-Nya kita sekalian dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.
Itu berarti sebentar kita akan menggunakan leher untuk menundukkan kepala / tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah Dia, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh Firman ALLAH yang dibukakan.
Saya juga tidak lupa menyapa Bapak/Ibu, Saudara, Saudari terkasih, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, Tiktok, biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga, sukacita saat kita menikmati sabda Allah.
Selanjutnya, marilah kita mengikuti Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari SURAT YUDAS. Kita masih membaca Yudas 1:12-16, dan malam ini merupakan seri pemberitaan Firman untuk ke-7 (tujuh) kalinya.
Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi, sehingga kehadiran kita tidak menjadi percuma.
Yudas 1:12-13, 16
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (1:13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. (1:16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Di sini kita melihat, ada 7 (tujuh) tabiat dari orang-orang yang menggabungkan dirinya dengan Setan Tritunggal, yaitu; Naga, Antikris, dan Nabi-nabi palsu. Antara lain:
Tabiat PERTAMA: “mereka adalah noda dalam perjamuan kasih” … (ayat 12).
Tabiat KEDUA: “mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin” … (ayat 12).
Tabiat KETIGA: “mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah” … (ayat 12).
Tabiat KEEMPAT: “mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri” … (ayat 13).
Tabiat KELIMA: “mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” … (ayat 13).
Tabiat KEENAM: “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya” … (ayat 16).
Tabiat KETUJUH: “Mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” … (ayat 16)
Minggu lalu kita sudah membahas tabiat yang ketiga. Sekarang kita akan masuk untuk membahas tabiat keempat.
Tabiat keempat: MEREKA BAGAIKAN OMBAK LAUT YANG GANAS.
Hal ini dinubuatkan oleh nabi Yesaya.
Yesaya 57:19-20 --- Perikop: "Kata-kata penghiburan"
(57:19) Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat -- firman TUHAN -- Aku akan menyembuhkan dia!
Pekerjaan TUHAN sebagai tanda penghiburan bagi umat ketebusanNya antara lain:
Tuhan akan menciptakan puji-pujian; ada puji-pujian.
Damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat.
TUHAN akan menyembuhkan; ada kesembuhan, juga ada pemulihan lahir dan batin.
Pendeknya, tanda penghiburan dari Tuhan:
“Ada puji-pujian.”
Seperti malam ini kita menaikan puji-pujian. Dan hendaklah puji-pujian itu keluar dari hati yang tulus, bukan sebatas ceremonial, bukan ibadah taurat.
“Ada damai sejahtera.”
Dimana hadirat TUHAN, di situ ada damai sejahtera. Dan kita juga menjalankan ibadah ini dengan damai sejahtera, karena tidak ada kepentingan-kepentingan yang lain.
“Ada kesembuhan,” juga ada pemulihan lahir dan batin.
Inilah penghiburan TUHAN kepada umat ketebusan-Nya atau dinyatakan kepada umat ketebusan-Nya.
Yesaya 57:20
(57:20) Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
Orang-orang fasik digambarkan seperti “laut yang berombak-ombak.”
Alasannya: Orang Fasik tidak dapat tetap tenang.
Pendeknya, orang Fasik adalah ombak laut yang GANAS.
Kita lihat hal itu dalam Mazmur 10.
Mazmur 10:1
(10:1) Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?
Satu kali nanti anak-anak Tuhan di bumi akan mengalami masa-masa kesesakan.
Masa kesesakan -> Ombak laut yang ganas.
Daniel 12:1 --- Perikop: "Akhir zaman."
(12:1) "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
Akan ada suatu waktu kesesakan yang besar / aniaya yang besar / siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi sejak Antikris menjadi raja.
Ini yang dimaksud dengan masa kesesakan (ombak laut yang ganas).
Matius 24:21, 15 --- Perikop: "Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu."
(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --
Pada saat antikris menjadi raja maka pada masa itu akan terjadi suatu siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi, tepatnya pada saat Antikris berdiri di tempat kudus.
Pendeknya, orang Fasik yang tidak dapat tetap tenang adalah ANTIKRIS, mereka adalah ombak laut yang ganas.
Ini yang dimaksud dengan masa kesesakan karena di situ ada siksaan yang dahsyat, aniaya Antikris yang memuncak pada tiga setengah tahun yang kedua.
Antikris adalah “ombak laut yang ganas,” bisa kita buktikan di dalam…
Daniel 7:1-6 --- Perikop: "Keempat binatang dan anak manusia."
(7:1) Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya: (7:2) Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, (7:3) dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. (7:4) Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
Daniel mendapat penglihatan dalam mimpi yaitu: “... Tampak keempat angin dari langit menggoncangkan laut besar”, maka empat binatang besar naik dari dalam laut, kemudian rupa dari keempat binatang itu berbeda satu dengan yang lain.
Binatang Pertama: Rupanya seperti seekor SINGA.
Mempunyai sayap burung rajawali. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya ia datang dari Allah, tetapi sayangnya sayapnya tercabut, pada saat itulah ia terangkat dari tanah -> Kesombongan dari Antikris. Berarti meninggikan dirinya atas penduduk bumi.
Binatang Kedua: Rupanya seperti BERUANG.
Dia berdiri pada sisi yang sebelah (dua kaki pada bagian belakang), sedangkan dua kaki pada bagian depan digunakan untuk:
a. “Mencengkram” = Ikatan-ikatan.
Ingat! Kalau anak-anak TUHAN terikat dengan Antikris maka sampai kapan pun, dia tidak akan dapat melepaskan dirinya daripada Antikris.
Itu sebabnya, hari-hari ini kita harus semakin waspada (hati-hati) dengan segala pergerakan yang ada di atas muka bumi ini. Dalam menghadapi segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini harus dengan menggunakan hikmat dari sorga. Jangan kita dengan mudah mengikuti pergerakan yang ada di atas muka bumi ini supaya kita jangan berada pada lobang yang sama.
Pemimpin yang bukan datang dari TUHAN disebutlah pemimpin buta. Kalau orang buta memimpin orang buta, satu kali akan berada pada lobang yang sama, itulah lobang jurang maut, tempat dari Setan Tritunggal dilemparkan.
Jadi sekali lagi saya sampaikan dengan sungguh-sungguh, hari-hari terakhir ini kita harus semakin waspada (berjaga-jaga) dengan segala pergerakan-pergerakan yang ada di atas muka bumi ini. Maka kita juga harus berlaku bijaksana di dalam menghadapi segala sesuatu yang ada di dunia ini, supaya jangan kita terjebak dengan ikatan-ikatan dan itu adalah perangkap. Siapa yang sudah terikat dengan perangkap setan (antikris), maka ia tidak akan bisa melepaskan dirinya. Contoh sederhana, orang yang menerima bilangan binatang itu, yaitu; 666 di tangan kanan atau di dahinya, maka selamanya ia tidak akan bisa melepaskan dirinya dari antikris. Bahkan satu kali ia akan menjadi bagian dari antikris. Teramat lebih mereka yang menerima jebakan-jebakan yang pernah terjadi di tahun 2020. Kalau sudah sempat menerima, namun tidak sungguh-sungguh menyerahkan dirinya kepada TUHAN, ini adalah sesuatu yang harus diwaspadai.
Sekali lagi saya sampaikan, yang sudah terlanjur menerima jebakan-jebakan binatang itu (antikris) engkau harus sungguh-sungguh mengikut TUHAN, tidak boleh lagi bermain-main. Sebab oleh darah salib saja bisa menghapuskan tanda-tanda yang menjadi jebakan antikris, tidak ada cara lain. Yang terlanjur satu kali, yang terlanjur dua kali, apalagi sudah terlajur tiga kali, engkau harus lebih sungguh-sungguh lagi untuk menjalankan ibadah pelayanan ini di hadapan TUHAN, tidak boleh bermasa bodoh dengan nyawamu sendiri, engkau harus sayangkan nyawa mu itu. Oleh sebab itu, mari kita menyangkal diri, memikul salib, ikut TUHAN sungguh-sungguh, menyerahkan nyawa untuk TUHAN.
b. “Memukul,” sehingga setiap orang tidak sanggup berdiri menghadapi antikris. Sebab satu pukul saja, musuh di depan akan rubuh.
Jadi sekali lagi saya sampaikan, tidak ada orang yang mampu bertahan berdiri di hadapan antikris dengan mengandalkan kelebihan-kelebihan yang ia punya, antara lain; harta, kekayaan, uang yang banyak, kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, tidak ada yang sanggup bertahan berdiri menghadapi keganasan ombak laut, itulah antikris, orang fasik, satu pukul saja akan rubuh.
Itu sebabnya, sungguh-sungguh saja, letakkanlah pengharapan mu di atas kasih karunia, jangan salah meletakan pengharapan di tempat-tempat yang lain, supaya kita memperoleh kasih karunia dari TUHAN.
Binatang Ketiga: Rupanya seperti MACAN TUTUL.
Ada 4 (empat) sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan, artinya: satu kali Antikris akan menjadi raja atas seantero bumi (empat penjuru bumi).
Berbicara macan tutul berarti bicara soal kecepatan, sebab di atas punggung terdapat empat sayap burung.
Kita tahu hari-hari terakhir ini keadaan dunia semakin sulit dan sukar, bukan hanya soal keuangan, ekonomi dan seterusnya, tetapi melangkah saja sudah menghadapi kesulitan, sebab dimana-mana harus menghadapi macet. Tetapi lihatlah di atas punggung binatang ini terdapat 4 (empat) sayap burung, tetapi bukan sayap burung nasar. Sayap burung berbicara kecepatan, dan dia akan menjadi raja atas seantero dunia Timur, Barat, Utara, Selatan.
Binatang Keempat: MENAKUTKAN DAN MENDAHSYATKAN, SEBAB BINATANG INI SANGAT KUAT.
Itu sebabnya saya sampaikan, kekuatan manusia, karena kelebihan-kelebihan yang ia miliki tidak akan sanggup menghadapi Antikris bilamana nanti ia menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia.
Kemudian, binatang ini bergigi besar dari besi sehingga dengan giginya, ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injak dengan kakinya.
Kita tahu pedang antikris bagaikan gigi besi daripada binatang keempat, satu kali dapat digunakan untuk menggorok leher gereja (orang-orang Kristen) yang ibadahnya tidak sampai pada puncaknya, itulah Doa Penyembahan, sedangkan sisa nya -- orang-orang yang lepas dari hukuman mati -- akan masuk dalam aniaya antikris, terinjak-injak, tetapi binasa.
Jadi saudara, perhatikanlah semua ini, perhatikanlah Firman Allah, yang disampaikan dalam ketulusan dan kemurnian dalam setiap pertemuan ibadah, sebagai bentuk cinta TUHAN yang teramat besar kepada kita sekaliannya. Itu sebabnya, TUHAN memberi satu pengertian kepada kita lewat pembahasan tentang tabiat keempat dari mereka yang menggabungkan dirinya kepada Setan tritunggal. “Mereka bagaikan ombak laut yang ganas,” itulah gambaran dari orang fasik, yaitu; Antikris (empat binatang) keluar dari laut, saat empat angin dari Sorga (dari langit) menggoncang lautan dunia ini … Daniel 7:2.
Biarlah kita semakin sungguh-sungguh menjalankan ibadah dan pelayanan ini di hadapan TUHAN, dengan ketulusan dan kemurnian, maka ibadah ini, jangan lagi kita jadikan sebagai sampingan dari aktivitas di bumi ini. Tetapi aktivitas di bumi ini, hendaklah menjadi sampingan hidup mu, bukan menjadi hal yang pokok (yang utama), jangan diabaikan pengertian ini.
Ini terkait dengan masa depan nikah mu, hidup mu dan rumah tangga mu.
Jadi jelas, kita tidak ragu, Antikris (orang fasik) itu bagaikan ombak yang ganas pada masa kesesakan atau pada saat antikris menjadi raja atas seantero dunia ini.
Terkait; mereka bagaikan ombak yang ganas…
Wahyu 13:1 --- Perikop: "Binatang yang keluar dari dalam laut."
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Saat angin dari langit mengguncang lautan dunia, saat itu seekor binatang keluar dari dalam laut -> Antikris.
Bukankah pada tahun 2020 dunia telah digoncang oleh ombak laut yang ganas lewat Covid-19? politik, ekonomi terguncang, termasuk nikah-nikah di atas bumi ini, dan banyak jiwa-jiwa yang terguncang.
Kemudian korban dari ombak laut yang ganas tidak terhitung jumlahnya. Berapa juta orang yang mati karena ombak laut (Covid 19), berapa juta yang merasakan dampak dari ombak laut yang ganas itu, itu baru simulasi, itu sebabnya perhatikanlah semua yang telah terjadi dengan sungguh-sungguh.
Adapun wujud dari binatang tersebut:
Bertanduk 10, kemudian di atas tanduk-tanduknya terdapat 10 (sepuluh) mahkota.
Berbicara "10 tanduk" menunjukkan seolah-olah mereka dekat dengan 10 hukum Allah (Firman Allah), tetapi sesungguhnya tidaklah demikian, karena sesungguhnya itu hanyalah akal-akalan saja.
Kemudian di atas tanduk-tanduk itu terdapat 10 mahkota. Inipun akal-akalan.
Berbicara "10 mahkota", mahkota berbicara soal kemenangan. Ini juga hanya akal-akalan.
Berkepala 7 dan pada kepala-kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Kita tahu bahwa Kristus adalah Kepala dari gereja/sidang jemaat Tuhan. Tetapi di sini kita melihat, antikris satu kali nanti menampilkan dirinya sebagai kepala atas gereja. Namun, anak-anak Tuhan yang memiliki hikmat, akal budi, dan kebijaksanaan dari Sorga tidak bisa tertipu daya, sebab anak-anak TUHAN, dapat melihat pada kepala binatang itu tertulis nama-nama hujat.
Menghujat Allah Bapa.
Menghujat Anak Allah.
Menghujat kemah kediaman Allah, tempat kegiatan Roh, yaitu; Ibadah dan pelayanan.
Wahyu 13:2
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Binatang yang keluar dari dalam laut adalah kombinasi dari 3 (tiga) jenis binatang, antara lain:
Serupa dengan macan TUTUL, berbicara soal KECEPATAN, karena di punggungnya ada 4 sayap burung. Kehidupan yang berlambat-lambat/bermalas-malasan untuk kegiatan Roh dan menunda-nunda hidupnya berada pada puncak ibadah, itulah Doa Penyembahan, maka satu kali nanti akan dilibas habis oleh antikris.
Jadi jangan berlambat-lambatan, dan jangan tunda-tunda ibadah mu untuk berada pada tingkat yang tertinggi, yaitu Doa Penyembahan. Supaya jangan ada penyesalan nanti, tidak ada artinya. Lebih baik hari ini kita menangis, menyesali segala kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran yang kita perbuat selama ini. Pendeknya, hati-hatilah dengan ombak laut yang ganas.
Kakinya seperti kaki BERUANG.
Lagi-lagi beruang ini selalu dikaitkan dengan kaki. Kalau dalam Kitab Daniel dia berdiri dengan kaki bagian belakang. Lalu kaki bagian depan itu kaitannya dengan 2 (dua) hal:
“Cengkraman” (ikatan). Maka setiap orang yang sudah terikat dengan bagian ombak laut yang ganas, mulai dari jus 1, jus 2, jus 3, hati-hati.
“Pukulan” yang begitu hebat, tidak ada orang yang dapat berdiri menghadapi kekuatan antikris, karena satu pukulan saja sudah pasti roboh.
Ada seorang pegulat terkenal belajar dari beruang, akhirnya dia selalu berkemenangan, sebelum ia pensiun. Pegulat tersebut berasal dari negara beruang, yaitu; Rusia.
Mulutnya sama seperti seekor SINGA.
Singa dikaitkan dengan mulut, sebab kelebihan dari singa bukan pada kecepatan, tetapi ada pada mulut. Satu kali singa mengaung, lutut akan goyah.
Begitu banyak di hari-hari terakhir ini aturan-aturan yang keluar dari mulut singa, sampai membuat kaki ini goyah, tapi anak-anak TUHAN, itulah orang-orang yang bijaksana dan setia di hadapan TUHAN tidak takut bahaya, sekalipun berjalan dalam lembah kekelaman, itulah kehidupan yang tergembala.
Sesuai dengan pengakuan Daud pada Mazmur 23:3-4 -- (23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (23:4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Saudara, satu kali nanti dunia ini bagaikan lembah kekelaman tepatnya pada saat Antikris menjadi raja, mereka bagaikan ombak yang ganas. Tetapi kehidupan yang tergembala dengan sungguh-sungguh tidak takut bahaya, sekalipun berjalan dalam lembah kekelaman. Berarti lembah kekelaman ini memang harus kita hadapi, tidak bisa dihindarkan. Tetapi ketika menghadapi lembah kekelaman, kita tidak dapat menggunakan kekuatan, karena merasa mempunyai kelebihan. Namun ketika kita berjalan di dalam lembah kekelaman, kita harus menghadapi dengan caranya TUHAN yakni TERGEMBALA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.
Maka sudah seharusnya mulai dari hari ini, hati kita menyatu dengan hati TUHAN, Dialah gembala yang menggembalakan kita, tidak boleh lagi mengambil jalannya sendiri, tidak boleh lagi mempertahankan hatinya dengan mengeras.
Sudah waktunya sekarang ini hati kita menyatu dengan hatinya TUHAN, kita menjadi satu kawanan domba yang digembalakan oleh TUHAN.
Ini cara yang baik dan bijaksana saat menghadapi lembah kekelaman, tidak boleh lari, tidak boleh takut, tidak boleh menjadi pengecut (pecundang), karena lembah kekelaman harus kita hadapi dengan caranya TUHAN, berarti tergembala dengan sungguh-sungguh.
Ayo secepatnya bawa hatimu menyatu dengan hati-Nya TUHAN, sudah seharusnya Ibadah kita berada pada puncaknya; doa penyembahan –menyerahkan nyawa ini kepada TUHAN – itulah puncak ibadah.
Wahyu 13:2b
(13:2b) Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Maka kita tidak bisa menghadapi orang fasik (Antikris) dengan kekuatan sendiri karena mereka mempunyai kekuatan yang datang dari Setan, antara lain; kekuatannya, takhtanya, dan kekuasaannya yang besar.
Kita tidak dapat menghadapi Setan dengan kekuatan sendiri. Jadi kalau mau mengusir Setan, harus berpihak dulu kepada TUHAN dengan penuh ketundukan, baru kita bisa mengusir Setan, Alkitab yang berkata (Yakobus 4:7)
Jadi sekali lagi saya sampaikan, pada saat empat angin dari langit turun menggoncang lautan dunia, pada saat itulah empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.
Yesaya 9:14-15
(9:14) Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor. (9:15) Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.
Orang fasik itulah Antikris digambarkan seperti ombak laut yang ganas sehingga membuat dunia ini menjadi KACAU balau tepatnya pada saat mereka menjadi raja, berkuasa atas seantero dunia karena sesungguhnya Antikris itu adalah penyesat.
Saya pernah naik kapal laut dan menghadapi gelombang laut besar.
Waktu sepulangnya fellowship dari Bali ke Jawa Timur (Banyuwangi), laut dari pada Bali antara (Ketapang) dan Gilimanuk itu sungguh sangat dahsyat sekali. Jadi ketinggian ombak melebihi dari kapal. Saya melihat ketinggian ombak di depan sudah melebihi ketinggian kapal. Jadi saat melewati ombak itu, kita bisa di atas, kita juga bisa di bawah. Setiap saat menyebut darah Yesus. Saya belum pernah menghadapi ombak laut yang arusnya begitu ganas, seperti ombak laut antara gilimanuk dan ketapang.
Jadi saudara, perhatikan semuanya ini, perhatikan kemajuan rohani mu, jangan engkau bermasa bodoh, jangan tunda-tunda untuk berada pada tingkat ibadah tertinggi sebelum terjadi penyesalan yang disertai dengan tetesan air mata.
Hal ini saya sampaikan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi satu peringatan supaya secepatnya meninggalkan kehidupan yang lama, jangan keraskan hati seperti pada masa kebodohan seperti bangsa Israel ketika di Masa dan Meriba.
Mazmur 10:2-3
(10:2) Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan. (10:3) Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
Orang fasik giat memburu orang tertindas, karena mereka berani mengutuki dan menista TUHAN. Jadi, dari sikap dan tabiat yang ditampilkan oleh orang fasik pada ayat ini jelas, orang fasik adalah Antikris, mereka adalah ombak laut yang ganas, seperti ganasnya seekor binatang yang keluar dari dalam lautan dunia saat digoncang untuk memburu gereja yang tertindas.
Praktek memburu orang yang tertindas:
Daniel 11:31
(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.
Antikris disebut juga PEMBINASA KEJI, giat memburu orang yang tertindas dengan cara menghapuskan “korban sehari-hari” yaitu: korban sembelihan dan korban santapan.
Ayat Referensi; Daniel 9:27.
Korban sembelihan = ibadah pelayanan disertai sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.
Singkat kata; oleh karena darah Yesus Kristus kita mengalami penebusan sekaligus diperdamaikan dengan ALLAH, berarti yang jauh menjadi dekat.
Korban santapan -> pengajaran Firman Allah yang murni dan benar sebagai makanan rohani.
Tetapi satu kali, TUHAN akan mengirimkan kelaparan atas dunia ini, bukan lapar karena makanan dan bukan haus akan minuman, tetapi lapar dan haus akan kebenaran Firman ALLAH sehingga dalam keadaan lapar, teruna-teruna dan anak-anak dara yang cantik akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari Utara ke Timur.
Perlu untuk diketahui;
Ketika mereka mengembara dari laut ke laut yang ditemukan bukan TUHAN, tetapi ajaran laut itulah ajaran Prosperity, berbicara tentang kemakmuran (kejayaan), berkat keberkatan, berhasil keberhasilan.
Ketika mereka menjelajah dari Utara ke Timur, yang ditemukan bukan TUHAN, tetapi yang ditemukan adalah ajaran darat / ajaran bumi itulah ajaran dari pada nabi-nabi palsu dengan segala tipu daya mereka yang membinasakan itu.
Jadi bisa dibayangkan, ketika korban sehari-hari dihentikan, maka tentu saja pada saat itu pekerjaan penebusan dan pendamaian sudah dihentikan. Jadi tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, apalagi untuk menyelamatkan dirinya pada saat Antikris menjadi raja.
Dan orang-orang yang tidak peduli dengan Firman akan berusaha untuk mencari Firman pada saat itu, namun Firman itu tidak akan ditemukan, sampai betul-betul mengalami rohani yang kurus kering seperti kulit pemalut tulang.
Dengan menghentikan (menghapuskan) korban sehari-hari, itu berarti Antikris telah mengubah aturan-aturan atau hukum-hukum TUHAN bahkan mengubah tatanan sorgawi sebab Antikris akan mengambil alih kekuasaan di dalam Bait Suci ALLAH, mereka akan duduk di Bait ALLAH karena mereka ingin untuk disembah.
Itu namanya mengubah tatanan sorgawi.
Tadi kita sudah melihat, Antikris mengubah hukum-hukum atau aturan-aturan yang dibuat oleh TUHAN, buktinya mereka menghentikan korban sehari-hari. Tetapi tidak berhenti sampai di situ; mereka juga akan mengubah tatanan Sorgawi sebab satu kali mereka akan berkuasa di Bait ALLAH, duduk di Bait ALLAH untuk disembah … 2 Tesalonika 2:4.
Dampak negatif ombak laut yang ganas:
Yesaya 57:20
(57:20) Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
Arus dari ombak yang ganas menimbulkan dua hal:
Sampah.
Lumpur.
Terkait dengan: SAMPAH (Kotoran).
Filipi 3:6-8
(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (3:7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (3:8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Ada tujuh kelebihan Paulus secara lahiriah melebihi kelebihan-kelebihan orang lain, antara lain:
1. Disunat pada hari kedelapan.
2. Dari bangsa Israel.
3. Dari suku Benyamin.
4. Orang Ibrani asli.
5. Tentang pendirian terhadap hukum Taurat ia orang Farisi.
6. Tentang kegiatan ia penganiaya jemaat.
7. Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat.
Tujuh kelebihan Paulus secara lahiriah dibagi dalam dua bagian:
Bagian Pertama: Hal 1-4 = Kelebihan Rasul Paulus dibawa lahir maksudnya tidak bisa diubah-ubah, tidak bisa dihilangkan dari dalam dirinya.
Bagian Kedua: Hal 5-7 = Kelebihan Rasul Paulus dalam bentuk tindakan-tindakannya, semuanya terkait dengan hukum taurat.
Maksudnya oleh karena HUKUM TAURAT;
Paulus memiliki pendirian yang hebat seperti ahli taurat dan orang Farisi, yang tidak perlu diragukan lagi pendiriannya. Kemudian,
Dalam kegiatannya dia seorang penganiaya, itupun pernah dia lakukan.
Tentang kebenaran dalam mentaati hukum taurat, ia tidak ada cacatnya.
Inilah tujuh kelebihan Paulus secara lahiriah, melebihi kelebihan-kelebihan daripada orang lain yang ada di atas muka bumi ini. Tujuh kelebihan secara lahiriah ini cukup untuk dibanggakan. Itu sebabnya Paulus berkata pada ayat 4; “Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi” Tetapi pada ayat 7 Paulus kembali berkata; “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” Pada akhirnya tujuh kelebihan secara lahiriah yang dimiliki oleh Paulus menjadi satu kerugian yang besar karena Kristus.
Bagaimana dengan kita? Apakah hal lahiriah menjadi satu keuntungan yang besar melebihi Kristus? Tetapi bagi Paulus, Kristus adalah segala-galanya karena pada akhirnya tujuh kelebihan Paulus secara lahiriah menjadi SATU KERUGIAN setelah memperoleh Kristus.
Bahkan tujuh kelebihan secara lahiriah itu pada akhirnya DILEPASKAN karena tujuh kelebihan lahiriah itu dianggap menjadi SAMPAH (Kotoran).
Jadi sampah-sampah seperti ini, seringkali mengotori hidup rohani manusia.
Kalau anak-anak TUHAN bangga dengan kelebihan-kelebihan secara lahiriah, hal itu bisa menjadi sampah-sampah yang mengotori hidup rohani.
Tetapi Paulus tidak mau mengotori kehidupan rohaninya dengan sampah-sampah tersebut.
Dia sadar, kelebihan secara lahiriah merupakan hasil (buih) daripada ombak yang ganas… Yesaya 57:20. Inilah yang dimaksud dengan sampah.
Jadi kalau seseorang berbangga dengan kelebihan-kelebihan secara lahiriah = berbangga terhadap sampah dan kotoran. Ketika dia bangga dengan sampah mengotori hidup rohaninya. Tetapi Paulus tidak mau mengotori hidup rohaninya dengan sampah dan kotoran.
Filipi 3:9
(3:9) dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Pada akhirnya, Paulus berada di bawah HUKUM KASIH KARUNIA, kebenaran yang keluar dari SALIB di Golgota.
Jadi kita harus dengan cepat sadar, sebab sampah (kotoran) bisa merusak hidup rohani.
Kalau kita bandingkan dengan ahli taurat dan orang Farisi di tengah ibadah dan pelayanan mereka…
Matius 23:16-17
(23:16) Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. (23:17) Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? (23:18) Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
Ahli taurat dan orang Farisi, ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi terikat dengan perkara-perkara lahiriah, terikat dengan sampah (kotoran) yang merugikan dan merusak kesucian / kebenaran yang mereka miliki, merusak pelayanan mereka.
Melayani, tetapi terikat dengan perkara lahiriah. Sebab orang-orang farisi berkata:
Bersumpah demi Bait Suci mereka katakan tidak sah, tetapi bersumpah demi emas di Bait Suci, mereka katakan, sumpah itu mengikat.
Bersumpah demi Mezbah mereka katakan, tidak sah, tetapi bersumpah demi persembahan di atas mezbah, mereka katakan mengikat.
Jadi jelas mereka melayani TUHAN, tetapi terikat dengan sampah dan kotoran. Itu yang merusak dan merugikan hidup rohani ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi yang mengaku diri sebagai pemimpin orang Yahudi. Akhirnya TUHAN menyebutkan mereka sebagai PEMIMPIN BUTA.
Orang buta memimpin orang buta, jatuh pada lobang yang sama.
Saya tidak tahu kapan TUHAN datang kembali, tetapi yang pasti saya mempunyai satu keyakinan, tujuh tahun kelimpahan itu akan berakhir pada tahun 2027, itu artinya; tahun 2028-2030 adalah tiga setengah tahun yang pertama disebut pra aniaya, memang di situ masih bisa menjalankan ibadah, tetapi sudah sulit, buktinya; harga Firman menjadi mahal – secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar, tetapi jangan rusakkan minyak dan anggur – artinya; masih ada kesempatan.
Pada tiga setengah tahun yang pertama, jangan rusakkan minyak (urapan), kegiatan Roh; ibadah dan pelayanan. Juga jangan rusakkan anggur (kasih mempelai). Jangan putuskan hubungan mu dengan TUHAN pada tiga setengah tahun yang pertama, teramat lebih pada tujuh tahun kelimpahan ini, jangan putuskan hubunganmu dengan TUHAN, kalau engkau tidak mau melihat kebinasaanmu.
Saya juga tidak mengerti apakah saudara bisa menerima penjelasan demi penjelasan ini, lalu secepatnya menyerahkan diri untuk disucikan oleh Firman ALLAH yang heran dan berkuasa. Karena kita sedang dipersiapkan untuk menghadapi ombak laut yang ganas dan kita harus berjalan dalam lembah kekelaman, artinya; tidak boleh lari dari kenyataan, harus menghadapinya dengan menjadi satu kehidupan domba yang tergembala.
Silahkan pilih, tetap menjadi domba yang tergembala atau tetap menjadi seorang pecundang, karena bermasa bodoh, tidak peduli dengan ibadah pelayanan ini, hanya membawa pelita, tidak membawa persediaan minyak dalam buli-buli, tidak mau direpotkan hatinya.
Harusnya kita mau direpotkan dengan segala kegiatan yang ada di tengah ibadah pelayanan ini bagaikan pohon Zaitun yang ditumbuk sampai hancur dengan segala kerepotan-kerepotan, lalu diperas untuk menghasilkan minyak zaitun.
Sebab itu jangan rusakkan minyak, yaitu; urapan dan jangan rusakkan anggur, yaitu; sukacita Mempelai, hubungan Mempelai bisa tercipta (terbangun) lewat doa penyembahan.
Maka jelas sekali, ibadah ini harus sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi, puncak ibadah itulah doa penyembahan. Jangan rusakkan anggur (sukacita Mempelai) bisa dirasakan pada saat kita dalam doa penyembahan disertai bahasa lidah, meskipun di situ terdapat air mata berderai. Tetapi ada satu kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan pada saat penyembahan itu disertai dengan bahasa Roh.
Saudara, jangan rugikan hidup mu dengan sampah, jangan kotori rohani mu dengan sampah.
Terkait dengan: “LUMPUR.”
Lumpur tercipta karena ada air bercampur dengan tanah menghasilkan lumpur.
Memang sungai air kehidupan itu kita perlukan itulah sungai yang mengalir keluar dari takhta ALLAH dan takhta Anak Domba, untuk menyucikan kita menjadi jernih seperti Kristal berarti bercahaya kemuliaan … Wahyu 22:1.
“Kristal” = transparan, bagian luar dan bagian dalam hidup kita harus sama, tidak boleh beda. Kalau berbeda, disebutlah itu munafik.
Tetapi di sini kita melihat, ombak laut yang ganas membuihan (menimbulkan) lumpur. Ini berbicara soal kenajisan percabulan.
Yehezkiel 47:1-5 sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta ALLAH dan takhta Anak Domba. Pada saat air itu diukur pada:
1000 hasta yang pertama: air masih sepergelangan kaki.
1000 hasta yang kedua: air sudah menjadi selutut.
1000 hasta yang ketiga: air sudah menjadi sepinggang.
Pendeknya, sungai air kehidupan yang mengalir ke arah timur -> injil keselamatan, kuasanya; orang yang percaya menjadi bertobat, dibaptis, dan penuh dengan Roh Kudus.
Tetapi yang mengalir keluar ke laut Barat; air sudah menjadi sungai; ini adalah keadaan gereja yang sudah sempurna. Inilah sungai air kehidupan yang mengalir ke sebelah Barat -> Ruangan Maha Suci, berarti, berbicara tentang kesempurnaan dari sidang mempelai TUHAN.
Yehezkiel 47:6-11
(47:6) Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. (47:7) Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. (47:8) Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, (47:9) sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. (47:10) Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. (47:11) Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.
“Rawa-rawanya, dan paya-payanya” berbicara tentang lumpur -> kenajisan percabulan.
Rawa-rawa, paya-payanya tidak tawar. Harusnya kemana air itu mengalir, air yang asin menjadi tawar, tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak tawar, itu berbicara kenajisan percabulan, Rasa asin -> kenajisan percabulan, tetap dikuasai oleh lautan dunia.
Itulah yang disebut dengan lumpur (kenajisan percabulan).
Mari kita lihat lumpur (kenajisan percabulan)…
Wahyu 18:3
(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
Ayat ini berbicara tentang kenajisan percabulan, yaitu; kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan babel. Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari:
Kaya tetapi harus meninggalkan jam-jam ibadah.
Kaya, tetapi tidak sesuai dengan Firman TUHAN.
Jadi kita sudah melihat bagaimana orang fasik disebut juga Antikris, betul-betul mereka adalah ombak laut yang ganas, menimbulkan dua hal itulah: sampah dan lumpur. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment