KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, November 15, 2025

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 11 NOVEMBER 2025

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 11 NOVEMBER 2025

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:8

(Seri: 5)

 

Subtema: MABUK DALAM HAWA NAFSU

 

Shalom...

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan selanjutnya kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, tentu setelah diteguhkan oleh Firman ALLAH sebentar.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, Bapak/Ibu, Saudara/Saudari bahkan hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming, atau video internet, baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial lainnya, TUHAN kiranya memberkati saudara di sana sebagaimana kami juga diberkati malam ini di dalam ruangan ini.

 

Mari secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi, dan selanjutnya membawa kita turun ke bawah, tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, menggunakan leher, menundukkan kepala karena di situ ada kuasa untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi dan akan terjadi, dimana kesulitan itu akan memuncak di saat antikris menjadi raja, berkuasa memerintah atas seantero dunia, tanda-tanda pemerintahan antikris sudah mulai nampak, dan geliat-geliatnya semakin nampak dan semakin terang sekali, maka janganlah kita bermasa bodoh lagi dengan ibadah pelayanan ini, singkirkan pikiran-pikiran yang sia-sia, yang bersifat lahiriah, yang didorong oleh manusia daging.

 

Yudas 1:8

(1:8) Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan ALLAH serta menghujat semua yang mulia di sorga.

 

Orang-orang yang bermimpi-mimpian:

-    Mencemarkan tubuh mereka.

-    Menghina kekuasaan ALLAH.

-    Menghujat semua yang mulia di Sorga.

 Orang-orang yang bermimpi-mimpian à nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu.

 

2 Petrus 2:1-2 -- Perikop: “Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu.”

(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat ALLAH, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

 

 Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu:

-    Memasukan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan.

-    Menyangkal Penguasa yang telah menebus  mereka = menyangkal salib.

 

Dampak negatif:

a. Banyak orang mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu.

b. Karena mereka Jalan kebenaran akan dihujat.

 

2 Petrus 2:3

(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

 

Guru-guru palsu adalah orang-orang serakah, mereka berusaha mencari untung dari sidang jemaat lewat cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, termasuk takhayul-takhayul.

Serakah = tamak = cinta uang.

Kita butuh uang, tetapi cinta kita tetap kepada TUHAN bukan kepada uang.

 

Intinya, nabi-nabi dan guru-guru yang palsu adalah orang-orang yang bermimpi-mimpian.

Kalau kita menaruh harap kepada TUHAN berarti cinta kita hanya kepada TUHAN, bukan pemimpi, bukan penghayal-penghayal. Tetapi lihatlah nabi-nabi palsu ini jelas adalah orang-orang yang bermimpi-mimpian, yang dirindukan adalah sesuatu yang tidak nyata / tidak memberi kepastian.

 

Dan untuk perbuatan mereka; hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda lagi.

Hukuman yang sama juga dialami oleh 3 (tiga) golongan lainnya, antara lain:

(1)  Malaikat-malaikat yang tidak taat = memberontak kepada ALLAH (ayat 4).

(2)   Dunia purba (orang-orang yang hidup pada zaman Nuh) (ayat 5).

(3)   Orang-orang yang hidup di kota Sodom dan Gomora (ayat 6).

 

2 Petrus 2:10-11

(2:10) terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan ALLAH. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, (2:11) padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan ALLAH.

 

Tiga golongan tersebut juga ternyata hidup dalam hawa nafsu, sama seperti orang yang bermimpi-mimpian yakni guru-guru palsu:

1. Mencemarkan diri.

2. Menghina pemerintahan ALLAH.

3. Menghujat kemuliaan / semua yang mulia di Sorga.

Jadi 2 Petrus 2:10-11 sama dengan Yudas 1:8.

 

Sementara, malaikat-malaikat yang masih taat kepada ALLAH, tidak berani menggunakan kata-kata hujat sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa atas tiga golongan tersebut.

Tidak berani menggunakan kata-kata hujat = tidak berani menghujat kemuliaan ALLAH.

 

2 Petrus 2:12-13

(2:12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, (2:13) dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

 

Menghujat kemuliaan ALLAH sama dengan dua hal:

Yang pertama: Binatang liar.

Artinya; tidak tergembala dan tanpa pemeliharaan dari gembala.

 

Praktek tidak tergembala (Ayub 39:8-11):

-    Mengecilkan ibadah dan pelayanan / menganggap ringan ibadah dan pelayanan / mengabaikan ibadah dan pelayanan.

-    Tidak mendengarkan suara gembala = tidak dengar-dengaran.

     Kalau domba liar pasti dia tidak dengar-dengaran. Dan kalau domba tidak dengar-dengaran, sebetulnya dia rugi sendiri.

     Mungkin daging sepertinya terpuaskan oleh hawa nafsunya, tetapi yang rohani mengalami kerugian.

     Dan banyak hal yang saudara ketahui di situ.

Pada masa Covid-19, saya larang supaya jangan menerima jus racikan, saudara lawan juga maka yang rugi saudara. Hari ini juga saya selalu sampaikan tekun 3 (tiga) macam ibadah pokok, kalau saudara lawan, daging saudara gemuk karena hawa nafsu, tetapi percayalah besok rugi. Maka saudara, belajar untuk mendengarkan suara gembala.

-    Beribadah di semua tempat peribadatan, dengan alasan; mencari apa saja yang hijau, maksudnya di sana juga ada Firman.

Itulah binatang liar, tidak tergembala dan tanpa pemeliharaan dari gembala.

 

 

Praktek tidak terpelihara (1 Tesalonika 2:7):

Tidak diasuh dan tidak dirawat

-    Tidak diasuh = tidak mendapat didikan / ajaran, tidak mengerti tentang ajaran salib.

-    Tidak dirawat berarti; dibiarkan menderita karena sakit, tidak dibalut, tidak dipulihkan, dan seterusnya.

 

Ada 2 (dua) jenis penyakit:

1. Sakit jasmani berarti pada tubuh.

2. Sakit rohani, contoh: kebencian, dengki, tawar hati, dan akar pahit.

 

Pada dasarnya, kita ini penyakitan, bukan hanya penyakit jasmani, tetapi juga penyakit rohani. Dan penyakit itu sangat dalam, tetapi pada saat kita datang kepada TUHAN, dan menyatakan diri sebagai domba untuk digembalakan, di situlah kita bisa merasakan peranan dari seorang ibu (gembala) untuk mengasuh dan merawati sehingga luka-luka di hati, sakit hati sampai berakar pahit, berangsur-angsur dipulihkan sampai luka-luka itu disembuhkan, dan itu sudah kita alami sampai sekarang.

 

Menghujat kemuliaan ALLAH sama dengan dua hal:

Yang kedua: Hewan yang tidak berakal.

Ciri-ciri hewan yang tidak berakal:

a. Berfoya-foya pada siang hari.

b. Mabuk dalam hawa nafsu.

 

Saudara, pada minggu yang lalu kita sudah membahas tentang, berfoya-foya pada siang hari,

Doa dan harapan saya, kiranya masih jelas dalam ingatan kita, itu menjadi satu berkat besar untuk menolong kehidupan kita yang dahulu suka berfoya-foya pada siang hari, suka memboroskan harta rohani. Seharusnya kalau kesempatan masih ada, disebut siang hari, marilah kita gunakan kesempatan karena tidak lama lagi akan datang gelap malam, di situ orang tidak lagi dapat bekerja. Jadi jangan berfoya-foya pada siang hari, jangan memboroskan harta rohani.

 

Sekarang, tetaplah berdoa, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita terkait pembahasan,

 

Tentang: MABUK DALAM HAWA NAFSU

Kita memang harus "mabuk", tetapi bukan mabuk anggur dari perempuan Babel, melainkan mabuk dari Sorga (dari ALLAH).

Seperti malam ini, sebetulnya kita sedang dimabukkan oleh TUHAN, itu sebabnya kita datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, di situ kita mabuk anggur nanti.

Kalau mabuk anggur dari Sorga, TUHAN akan kendalikan segenap hati, pikiran, dan perasaan, kemudian segenap tubuh, jiwa, dan roh kita sesuai dengan maunya TUHAN.

 

Contoh mabuk anggur dari perempuan Babel.

Wahyu 18:3

(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."

 

Anggur dari Babel adalah kenajian percabulan.

Semua bangsa, raja-raja, bahkan pedagang-pedagang di bumi telah dikuasai oleh kenajisan percabulan.

Intinya, semua bangsa dengan berbagai lapisannya telah menjadi kaya, tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan babel. Inilah yang dimaksud dengan mabuk anggur dari perempuan babel berarti hidup di dalam kenajisan percabulan.

Hanya untuk menjadi orang kaya dan hidup dalam kelimpahan, dia harus tinggalkan ibadah dan pelayanan = mabuk anggur dari Babel, semestinya kita mabuk anggur dari Sorga.

 

Kalau kita mabuk anggur dari Sorga maka TUHAN yang akan mengendalikan segenap hati, pikiran, dan perasaan kita saudara ku, TUHAN yang akan mengendalikan tubuh, jiwa, dan Roh kita saudara ku, bukan lagi perasaan daging.

 

Wahyu 17:4-5

(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

 

Babel besar adalah:

-    Ibu dari wanita-wanita yang melacur.

-    Ibu dari kekejian bumi.

     Saudara, antikris disebut juga pembinasa keji.

Mengapa? Karena antikris satu kali akan menyingkirkan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan. Itulah kekejian.

-       Tidak suka dengan ibadah pelayanan yang disertai dengan memikul salib sampai berdarah-darah itu kekejian.

-       Tidak suka dengan Pengajaran Firman ALLAH itulah Firman Pengajaran dalam terangnya Roh El-Kudus, itu adalah kekejian.

 

Sebab, di tangan perempuan Babel ada suatu cawan emas:

a. Penuh kekejian.

b.  Penuh kenajisan percabulan.

Inilah yang memabukkan semua bangsa dengan berbagai lapisannya.

 

Jadi yang memabukkan bangsa-bangsa dengan berbagai lapisannya jelas adalah perempuan babel. Tetapi dari pengertian ini, kita semua akhirnya mengerti ternyata kalau orang hidup dalam kenajisan percabulan itu adalah anggur dari perempuan babel. Tetapi yang TUHAN mau semestinya kita mabuk anggur dari Sorga.

 

Ibrani 12:16

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

 

Kalau hidup dalam hawa nafsu percabulan (kaya dalam hawa nafsu perempuan babel) adalah nafsu rendah.

Mengapa disebut nafsunya rendah? Karena kita tahu bahwa sesungguhnya TUHAN kita ajaib, sanggup memelihara kehidupan anak-anak TUHAN secara ajaib. Tetapi kalau toh pengertian terkait keajaiban ini diabaikan berarti nafsunya rendah. Dia harus mabuk anggur dari perempuan babel hanya karena ingin kaya, ingin kelimpahan, tetapi dari hawa nafsu perempuan babel. Itukan nafsu rendah seperti Esau ini nafsunya rendah.

 

Tetapi lewat didikan-didikan yang kita terima itulah Pengajaran Salib, kita menjadi satu kehidupan yang bernilai tinggi, tidak murahan.

 

Jadi karena darah salib kita menjadi berharga, tidak murahan. Kalau bukan karena darah salib mungkin kita semua tidak ragu dan tidak takut tinggalkan ibadah dan pelayanan ini, tidak dalam mabuk anggur dari Sorga.

Tetapi oleh kemurahan TUHAN dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah, TUHAN terus ingatkan kita lewat pengertian-pengertian, lewat pembukaan rahasia Firman yang disebut juga hikmat ALLAH, yang akan terus menggiring / memimpin kita sampai kepada pengharapan akan kemuliaan, Kerajaan Sorga.

 

Esau hidup dalam kenajisan percabulan = mabuk anggur dari babel.

Prakteknya: Menjual hak kesulungan karena sepiring makanan = menjual yang rohani demi yang jasmani.

 

Kejadian 25:29-34

(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. (25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" (25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

 

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub adiknya demi semangkuk sop kacang merah.

Berarti, menjual yang rohani demi yang jasmani.

Pendeknya, Esau meringankan hak kesulungan itu, bahkan bagi Esau hak kesulungan itu tidak berguna.

 

Tetapi bagi kita sekaliannya hak kesulungan (ibadah dan pelayanan) dan segala sesuatu yang terkait dengan ibadah dan pelayanan, berguna dan kita tidak akan pernah meringankannya hanya karena hal yang lahiriah.

 

Ciri-ciri menjual hak kesulungan:

1.    Esau menjadi lelah.

Siapa yang pernah mengalami kelelahan? Kita semua tentu pernah mengalami kelelahan.

Lelah menghadapi segala pergumulan-pergumulan dalam hidup, lelah menghadapi banyak ujian dan cobaan, lelah menghadapi kesulitan-kesulitan yang menghimpit, lelah menghadapi sikap-sikap yang tidak enak dari sesama.

 

Lelah adalah tanda bahwa Esau hidup tanpa hari perhentian (tiga macam ibadah pokok).

Jadi kalau tidak ada hari perhentian seseorang menjadi lelah, terus bekerja pasti lelah, terus menghadapi masalah pasti lelah, terus menghadapi ujian (pencobaan) pasti lelah.

 

Tetapi kalau kita masuk pada hari perhentian, sekalipun ada ujian, sekalipun ada pencobaan, sekalipun ada pergumulan demi pergumulan silih berganti, bahkan sekalipun ada perkara yang menyesakkan hati ini, kalau kita ada pada hari perhentian, rasa lelah itu dapat kita tanggung seperti TUHAN menanggung segala perkara di atas kayu salib.

Jangan pernah mengabaikan hari perhentian, hari sabat-Nya TUHAN, hari ketujuh yakni; ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok.

 

2.    Esau berkata: "sebentar lagi aku akan mati."

Hal ini menunjukkan bahwa Esau; tidak mengerti rencana ALLAH.

 

1 Korintus 15:32

(15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

 

Tanpa kebangkitan orang mati, maka semuanya menjadi sia-sia.

 

1 Korintus 15:14, 16-17

(15:14) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (15:16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (15:17) Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

 

Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, dengan lain kata; tidak ada kebangkitan dari antara orang mati, maka:

a. Sia-sialah salib yang diberitakan.

b. Sia-sialah kita percaya kepada ALLAH, sia-sialah kita percaya kepada salib-Nya.

Orang yang mengatakan hal ini adalah orang yang masih hidup dalam dosa, tetapi kalau dia menaruh percaya kepada ALLAH, pasti dia tinggalkan yang di belakang, pasti dia tinggalkan dosa.

 

1 Korintus 15:19

(15:19) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

 

Jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, maka; kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

 

Mengapa dikatakan orang-orang yang paling malang dari segala manusia? Padahal sementara orang di luar TUHAN itu adalah orang malang? Karena kita ini beribadah lalu imam-imam mengambil bagian untuk melayani TUHAN di tengah-tengah ibadah sesuai karunia-karunia, sesuai jabatan-jabatan Roh El-Kudus, untuk itu semua, kita kerahkan tenaga, pikiran, waktu, bahkan uang, semua kita korbankan. Tetapi kalau toh juga tidak percaya dengan kebangkitan Kristus dari antara orang mati, dia itulah orang yang paling malang dari segala manusia.

Lebih baik kita tidak usah datang beribadah, kemalangan kita hanya satu kali lipat. Tetapi kemalangan dari orang yang beribadah, tetapi tetap saja tidak percaya terhadap kebangkitan orang mati, maka kemalangannya dua kali lipat, lebih malang dari semua orang yang malang, termasuk orang yang tinggal di kota Malang.

Singkat kata, jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, maka manusia akan binasa.

 

Jadi, akhir hidup dari gereja Esau (gereja yang hidup dalam kenajisan percabulan); dapat dipastikan binasa, tidak selamat termasuk antikris, tidak selamat.

Oleh sebab itu, yang terkait dengan antikris jangan terima. Kan berkali-kali saya nasehati, jangan terima, tetapi saudara digembalakan pikiran mu, perasaan mu, hati mu, tidak digembalakan oleh TUHAN, akhirnya engkau salah terus.

Mulai sekarang belajar supaya keadaan kita ke depan baik.

Oleh sebab itu, jangan mabuk anggur dari Babel. Makan tidak makan, tetaplah kita kumpul, tetapi mabuk anggur dari Sorga.

 

Yel-yel:

Tinggallah di sini...

Tekun dalam tiga macam ibadah pokok...

 

Tekun dalam tiga macam ibadah pokok...

Tinggallah di sini...

 

Siapa yang mau mabuk anggur dari sorga? Kalau mau mabuk anggur dari Sorga, maka mari kita baca di dalam...

Efesus 5:14

(5:14) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

 

Pertama-tama yang saya sampaikan kepada kita semua adalah kiranya kita mau menghargai suasana kebangkitan, kita harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.

Di dalam kebangkitan Yesus; ada pengharapan, bahkan kita akan dibawa sampai kepada cahaya kemuliaan ALLAH.

Apa cahaya kemuliaan ALLAH? Cahaya kemuliaan ALLAH adalah wujud dari Mempelai Perempuan TUHAN dalam Wahyu 21:9-11, itulah suasana kebangkitan.

 

 Efesus 4:15-16

(5:15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (5:16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

 

Oleh sebab itu, hiduplah seperti orang arif (bijaksana) jangan seperti orang bebal.

Contoh Bebal: Nabal (suami Abigail), kasar, jahat kelakuannya meski di keturunan Kaleb. Kalau kita berbicara Kaleb maka berbicara Roh El-Kudus, tetapi Nabal adalah orang bebal. Kemudian Nabal tidak mau mendengar nasihat, inilah disebut dengan orang bebal. Saya kira ini pelajaran yang baik bagi orang yang mabuk anggur dari TUHAN, dia bijaksana, tidak bebal.

 

Ciri-ciri arif (bijaksana):

Mempergunakan waktu dengan baik.

Prakteknya:

a. Jangan berfoya-foya pada siang hari.

b. Jangan mabuk anggur dari perempuan Babel.

 

Mengapa harus hidup arif dan bijaksana?

Sebab, hari-hari ini adalah jahat, berarti; hari-hari ini adalah hari-hari yang terakhir.

Dengan lain kata; berada pada petang hari, dan tidak lama lagi gelap malam akan tiba, dimana orang tidak dapat lagi mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar. Pergunakanlah kesempatan yang ada, jangan lagi sibuk memikirkan ini itu, percayalah kepada rencana TUHAN, jangan nafsu mu rendah.

Dengarkan Firman TUHAN dengan rendah hati, tulis baik-baik, dimamahbiak lagi di rumah masing-masing.

 

Efesus 5:17-19

(5:17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (5:18) Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, (5:19) dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi TUHAN dengan segenap hati.

 

Hari-hari terakhir jangan berada dalam 2 (dua) hal:

1. Jangan bodoh.

Artinya; = berusaha untuk mengerti rencana ALLAH = minum cawan ALLAH = beribadah dan melayani TUHAN disertai memikul salib sampai berdarah-darah.

2. Jangan mabuk anggur dari perempuan Babel, tetapi hendaklah penuh dengan Roh.

Penuh dengan Roh dan dikendalikan oleh Roh ALLAH yang suci, sama artinya mabuk anggur dari Sorga dari ALLAH. Itu berarti, tidak hidup di dalam hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging.

 

Ciri-ciri mabuk anggur dari Sorga:

a. Berkata-kata seorang dengan yang lain, dalam:

-      Mazmur.

-      Kidung pujian.

-      Nyanyian rohani.

Singkat kata, bernyanyilah dan bersoraklah bagi TUHAN dengan segenap hati.

 

b. Mengucap syukur dalam segala sesuatu.

     Dalam susah senang mengucap syukur, masih menganggur mengucap syukur, sudah bekerja mengucap syukur, apa saja mengucap syukur. Karena kalau TUHAN masih memberikan nafas hidup berarti masih ada kesempatan terbuka untuk masuk Sorga sehingga dalam keadaan sulit pun tetap mengucap syukur apalagi diberi kesempatan beribadah dan melayani mengucap syukur.

 

c. Saling merendahkan diri seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

 

Kisah Para Rasul 2:1-4 --- Perikop: "Pentakosta"

(2:1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. (2:2) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; (2:3) dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (2:4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

Orang-orang yang menantikan Roh El-Kudus; akhirnya penuhlah mereka dengan Roh El-Kudus. Sama artinya mereka mabuk anggur dari Sorga. Dan ketika mereka mabuk anggur dari Sorga; berkata-katalah mereka dalam bahasa lain (berbahasa lidah) yang bukan bahasa mereka sendiri. Misalnya orang Batak tidak pernah belajar bahasa Inggris, tetapi tiba-tiba dia mengucapkan bahasa Inggris, tiba-tiba dia bisa mengucapkan bahasa Arab, tiba-tiba dia bisa mengucapkan bahasa China.

Sewaktu saya masih sekolah Alkitab, dalam persekutuan di satu gereja, di situ ada jemaat, saya tidak tahu dia China atau bukan, tetapi nampaknya bukan China, tiba-tiba dia penuh dengan Roh Kudus, lalu menggunakan bahasa China padahal sepertinya dia adalah orang Toraja.

Inilah orang yang mabuk anggur, mereka berbahasa lidah (api Roh Kudus).

 

Sehingga, pada ayat 5-10, di situ; orang-orang heran melihat mabuk anggur...

Kisah Para Rasul 2:7-10

(2:7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? (2:8) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: (2:9) kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, (2:10) Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

 

Mereka heran semua. Kita pun malam ini akan heran, melihat keadaan kalau kita penuh dengan Roh El-Kudus, mabuk anggur dari Sorga, heran kepada diri kita dan heran kepada mereka yang mabuk anggur dari Sorga. Keheranan di sini, menunjukkan bahwa kita percaya kepada TUHAN. Kalau kita tidak percaya kepada TUHAN maka orang yang mabuk anggur, kita akan katakan “biasa saja.” Giat dalam melayani TUHAN; “biasa saja,” seperti Esau akan mengatakan “ah itu ringan saja.” Tetapi kita heran seperti orang-orang yang bukan Yahudi juga heran melihat mereka yang mabuk anggur dari Sorga.

 

Kisah Para Rasul 2:12

(2:12) Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"

 

Hal ini menunjukkan mereka mau menyerahkan dirinya kepada TUHAN.

 

Beda dengan orang yang tidak percaya...

Kisah Para Rasul 2:13

(2:13) Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

 

Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Sesungguhnya mereka sedang mabuk anggur dari Sorga, bukan dari Babel. Maka kita kagum dan terheran-heran, tercengang-cengang terhadap pekerjaan TUHAN yang luar biasa bisa memakai seseorang dengan luar biasa setelah di dalam dirinya hinggap Roh El-Kudus dalam bentuk lidah-lidah api sehingga lidahnya juga bernyanyi memuji dan bermazmur bagi TUHAN dengan dengan segenap hati. Inilah yang membuat kita heran.

Saya tidak heran melihat orang yang tidak sungguh-sungguh beribadah, sekalipun nampaknya berhasil di dunia, tetapi saya akan heran melihat orang yang sungguh-sungguh dipenuhkan oleh lidah-lidah api, apalagi kalau dia menaikkan puji-pujian dengan segenap hatinya. TUHAN juga heran dan takjub melihat kita, karena kita semua mabuk anggur dari Roh El-Kudus, bukan mabuk anggur dari Babel. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment