KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, November 28, 2025

IBADAH RAYA MINGGU, 25 NOVEMBER 2025



IBADAH RAYA MINGGU, 25 NOVEMBER 2025


WAHYU 19:11

(Seri: 2)

 

Subtema: KEGERAKAN KUDA PUTIH

 

Shalom, selamat malam, salam sejahtera dan bahagia di dalam kita duduk diam mendengar Sabda Allah.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dikumpulkan di atas gunung Tuhan yang kudus. Kita diberi kesempatan untuk menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

 

Selagi hari masih siang, mari kita gunakan / manfaatkan, karena itu adalah peluang emas bagi kita. Karena, akan datang gelap malam dimana orang tidak dapat bekerja. Kita semua sudah dilepaskan dari dunia dan kecemarannya, dilepaskan dari dosa masa lalu termasuk kutuk nenek moyang, lalu kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, bertobat, dibaptis, sehingga kita ada dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok ini. Tetapi, jangan lagi mencemarkan diri dengan segala kecemaran dunia.

 

Yesus adalah Imam Besar Agung, Ia telah melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa kita. Dia mendoakan kita supaya kita insaf dan kalau kita insaf, maka kita harus menguatkan orang disekitar kita. Orang tua harus dikuatkan, anak harus dikuatkan, suami dan isteri saling menguatkan. Karena, kita harus sadar, apapun yang kita perbuat itu adalah kesaksian. Kalau kesaksian kita dalam terang, bisa menerangi orang, tetapi kalau perbuatan kita adalah perbuatan gelap (bermasa bodoh dengan kemurahan), maka itu dapat dilihat orang lain yang disekitar kita.  Oleh sebab itu Alkitab berkata; marilah kita mendorong dalam kasih, supaya kita (satu dengan yang lain), tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Saudara jangan berpikir kedatangan Tuhan masih lama. Kedatangan Tuhan sudah diambang pintu, tinggal sebentar lagi. “Gejala” kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya sudah nampak dan akan semakin jelas dan dapat dilihat di akhir tahun 2026. Oleh sebab itu, jangan memboroskan harta dan jangan berfoya-foya pada siang hari, gunakan kesempatan ini.

 

Kedatangan Tuhan Yesus kembali, Ia akan tampil sebagai Raja dan Suami (berarti Mempelai Laki-Laki Sorga). Berarti, supaya kerohanian kita sama dan seimbang, maka yang harus kita pikirkan adalah; dari ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, maka lanjut dalam imamat rajani, supaya kelak menjadi pasangan yang seimbang.

 

Ingat, Mempelai perempuan Tuhan melahirkan Anak Laki-Laki dan Anak Laki-Laki itu akan menggembalakan semua bangsa. Tetapi, pada akhirnya Anak Laki-Laki itu akan dirampas dan dibawa ke takhta Allah.

Pertanyaannya; bagaimana Anak Laki-Laki itu bisa dilahirkan? Jawabnya; hubungan kita dengan Mempelai Laki-Laki di hari-hari ini harus semakin intim (dekat). Itu sebabnya, ibadah kita harus dipimpin sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi, itulah puncak ibadah; DOA PENYEMBAHAN disertai dengan BAHASA LIDAH (bahasa Roh). Itulah yang dimaksud dengan hubungan intim dengan Tuhan.

Setelah itu, barulah Mempelai Perempuan mengandung benih Ilahi dan dari benih ini lahirlah Anak Laki-Laki dan Anak Laki-Laki ini mustahil berbuat dosa.

Itu sebabnya, Lewi harus menikah dengan Lewi, supaya melahirkan Anak Laki-Laki --- Musa yang menggembalakan bangsa Israel membawa umat Allah keluar dari Mesir.

 

Jadi saudara, saya tandaskan sekali lagi, jangan terlibat lagi dengan kecemaran dunia ini. Saudara sudah merasakan doa Imam Besar, kita sudah rasakan dilepaskan dari kejaran-kejaran musuh. Sesudah mulut singa dikatupkan sehingga merasa aman, lalu kembali lagi ke dunia, itu kan bodoh namanya.

Saya juga merasakan hal itu, dahulu betul-betul dikejar musuh. Musuh itu sama seperti si pendendam, sebelum dendam kesumatnya itu terlampiaskan (tersampaikan), ia tidak akan berhenti mengejar. Tetapi, oleh karena darah Anak Domba, darah yang menyelamatkan, membenarkan dan menebus, akhirnya kita mempunyai keberanian untuk menghadap takhta kudus-Nya. Akan tetapi, jangan lagi terlibat dengan kecemaran dunia ya saudara.

 

Berlakulah bijaksana, percayakanlah hidupmu kepada Firman Allah yang hidup, yang kudus, yang dapat menolong dan menyelamatkan. Jangan percayakan hidup kepada manusia; entah itu orang kaya, orang besar, punya kedudukan dan jabatan tinggi. Jika sudah memiliki pengertian semacam ini, jangan dilawan, biarlah kita tetap memiliki hati nurani yang murni supaya kita tetap tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Semakin usia dunia ini bertambah, berarti dunia ini semakin tua, apa maksudnya? Berarti kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Bagi kita, semakin usia bertambah berarti; semakin matang, semakin dewasa, semakin bijaksana, jangan seperti anak-anak lagi. Kita harus memiliki rasa malu terhadap hati nurani ini dihadapan Tuhan.

 

Saya menyampaikan hal tersebut dengan hati yang tulus, di dorong oleh kasih Mempelai, supaya kita semua jangan liar. Tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Kita tetap di atas gunung Tuhan yang kudus digembalakan oleh korban sehari-hari. Amin.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya. Kiranya dalam penyertaan-Nya yang heran memberkati dan memberikan damai sejahtera di saat kita duduk diam mendengar firman Tuhan.

 

Mari kita sambut firman penggembalaan dari KITAB WAHYU untuk Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Kita kembali membaca…

Wahyu 19:11 -- Perikop: "Firman Allah"

(19:11) Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Rasul Yohanes melihat "Sorga terbuka." Maka, tampaklah seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama "Yang Setia dan Yang Benar."

Kemudian, Si penunggang kuda putih ini akan menghakimi / menghukum dan berperang dengan adil

 

Ayat ini jelas menceritakan tentang FIRMAN ALLAH (sebagaimana dalam perikopnya) dalam bentuk perkataan (logos) sebagai pribadi Yang Setia dan Yang Benar.

 

Jadi

-          Apa yang dijanjikan oleh Firman Allah akan terlaksana sebab Allah Setia.

-          Kemudian, perkataan Allah (Firman Allah) akan tinggal tetap dan tidak akan berubah (1 Petrus 1:25)

Singkat kata, kegerakan kuda putih ini adalah suatu kegerakan rohani yang dipimpin oleh aliran kerohanian yang sangat tinggi.

 

Biarlah kiranya kita sekaliannya ada dalam aliran rohani yang sangat tinggi. Kita tahu, Yesus sebagai Imam Besar, tampil dalam ibadah dan pelayanan dan kita juga harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok sebagai Imam Besar akan memimpin kita sampai ke tingkat ibadah yang tertinggi, itulah doa penyembahan.

Jadi, kegerakan kuda putih adalah suatu kegerakan yang dipimpin oleh suatu aliran kerohanian yang sangat tinggi, ini bukan kegerakan biasa.

 

Zakharia 6:1-3 -- Perikop: "Penglihatan kedelapan: empat kereta."

(6:1) Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak keluar empat kereta dari antara dua gunung. Adapun gunung-gunung itu adalah gunung-gunung tembaga. (6:2) Kereta pertama ditarik oleh kuda merah, kereta kedua oleh kuda hitam. (6:3) Kereta ketiga oleh kuda putih, dan kereta keempat oleh kuda yang berbelang-belang dan berloreng-loreng.

 

Zakharia dalam penglihatannya sebagai penglihatan kedelapan ialah: Tampaklah empat kereta keluar dari dua gunung tembaga.

-          Kereta pertama ditarik oleh kuda merah.

-          Kereta kedua ditarik oleh kuda hitam.

-          Kereta ketiga ditarik oleh kuda putih.

-          Kereta keempat ditarik oleh kuda berbelang-belang.

Akan tetapi yang pasti, kereta ketiga ditarik oleh kuda putih

 

Zakharia 6:4-5

(6:4) Berbicaralah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?" (6:5) Berbicaralah malaikat itu kepadaku: "Semuanya ini keluar ke arah keempat mata angin, sesudah mereka menghadap kepada Tuhan seluruh bumi."

 

Di sini kita melihat, keempat kereta tersebut keluar ke arah ke-empat mata angin atau empat penjuru bumi (Timur, barat, utara, selatan). Artinya: dari satu tempat, empat kereta ini akan bergerak ke tempat yang lain dan seterusnya.

 

Jadi, semua penduduk bumi akan mengalami kejadian yang sama, perlakuan yang sama dari Tuhan, karena Dia menghakimi dan berperang dengan adil. Tuhan tidak akan memerangi hanya sebagian dunia atau satu benua atau satu bangsa saja. Tetapi Si penunggang putih ini akan menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Zakharia 6:6-7

(6:6) Yang ditarik oleh kuda hitam itu keluar ke Tanah Utara; yang putih itu keluar ke arah barat; yang berbelang-belang itu keluar ke Tanah Selatan; (6:7) dan yang merah itu keluar, gelisah untuk pergi, hendak menjelajahi bumi. Lalu berkatalah ia: "Pergilah, jelajahilah bumi!" Maka mereka menjelajahi bumi.

 

Di sini kita melihat, kereta yang ditarik oleh kuda putih keluar ke arah BARAT.

Jika dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN MAHA SUCI.

 

Jadi, dari sini saja kita bisa melihat, kegerakan kuda putih adalah suatu kegerakan rohani yang sangat tinggi sekali, bukan kegerakan yang biasa-biasa. Karena, kereta yang ditarik oleh kuda putih itu keluar ke arah Barat.

 

Kita bandingkan dengan kuda putih yang ada dalam Wahyu 6.

Saudara, banyak sekali hamba Tuhan keliru dengan keadaan kuda putih pada Wahyu 6. Sebetulnya, kuda putih dalam Wahyu 19, itu tidak beda dengan kudi putih dalam Wahyu 6.  Tetapi, banyak hamba Tuhan memprediksi bahwa kuda putih disini merupakan antikris (gambaran dari setan).

Alasan mereka berkata demikian dimulai dari kuda putih ada…

-          Kuda merah yang mengambil damai sejahtera.

-          Kuda hitam, di situ ibadah nanti dipersulit, lalu, harga dari Firman sangat mahal.

-          Sampai kepada kuda hijau kuning, yang menungganginya adalah maut.

Atas hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan bahwasanya kuda putih adalah gambaran dari antikris, sebetulnya itu tidak tepat. Saya melihat hal itu disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan tersebut di media sosial.

 

Oleh sebab itu, mari kita selidiki dengan seksama..

Wahyu 6:1-2 --- Perikop: "Keenam meterai pertama dibuka."

Saudara, ada 21 penghukuman dari Allah Tritunggal, dibagi menjadi 3 (tiga).

1.      Penghukuman dari 7 meterai, bagi orang-orang yang menolak Roh Kudus dan aktivitasnya.

2.      Penghukuman dari 7 sangkakala, bagi orang-orang yang menolak Firman ALLAH.

3.      Penghukuman dari 7 cawan murka Allah, bagi orang-orang yang menolak kasih ALLAH.

Jadi, jelas sekali bahwa Wahyu 6:1 dan seterusnya, terkena kepada tongkat Harun yang bertunas

 

Wahyu 6:1-2

(6:1) Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!" (6:2) Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

 

Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan

Di atas tadi kita melihat kuda putih keluar ke arah Barat, di sini kita melihat, kuda putih keluar untuk menang lagi. Kalau setan, satu kali keluar tetapi untuk kalah lagi.

Jadi jelas, kuda putih ini bukan kegerakan dari setan, tetapi dari Tuhan. Oleh sebab itu, saya heran dengan hamba-hamba Tuhan yang memiliki pemahaman bahwa ini adalah kegerakan dari setan, hanya karena terobsesi dari kuda merah, kuda hitam dan kuda hijau kuning. Padahal empat kegerakan ini datang, oleh karena Tuhan juga.

 

Kemudian, di sini kita perhatikan, ketika Anak Domba membuka meterai yang pertama, maka makhluk pertama berkata: "Mari!" Berarti, ada keikutsertaan dari makhluk pertama dalam kegerakan kuda putih.

Menurut pemikiran anda, mungkin tidak makhluk pertama bisa bekerjasama dengan setan? Mungkin tidak terang bekerjasama dengan gelap? Jawabnya; tidak mungkin. Oleh sebab itu saya berani mengatakan; kegerakan kuda putih jelas berasal dari Tuhan. Suatu kegerakan yang dipimpin oleh aliran yang sangat tinggi sekali.

 

Makhluk pertama ialah sama seperti singa dalam Wahyu 4:7.

Singa à Kemuliaan dan keagungan Yesus sebagai Raja.

 

Pada saat meterai pertama dibuka; tampaklah kuda putih, satu kegerakan yang besar yang dipimpin oleh Roh El Kudus. Mengapa saya katakan ini adalah kegerakan yang dipimpin oleh Roh El Kudus? Sebab, Wahyu 6:1-17 berbicara tentang "Keenam meterai pertama dibuka" dan jika dikaitkan dalam susunan Pola Tabernakel terkena kepada tongkat Harun yang bertunas di dalam Tabut Perjanjian.

Sedangkan, kegerakan kuda putih dalam Wahyu 19 dipimpin oleh Firman Allah dalam kegerakan yang sangat besar, itulah pembukaan rahasia Firman Allah, yang menjadi sentral dari aksi pergerakan ini.

Jadi tidak mungkin Roh Kudus berjalan sendiri, dan tidak mungkin Firman Allah berjalan sendiri. Jadi, Firman dan Roh Allah itu seiring dan sejalan bersama-sama, tidak pernah berpisah. Bahkan ketika terjadi penyembahan juga selalu ditopang oleh; Firman dan Roh.

 

Jadi, saudara jangan ragu untuk menolak, bila ada orang berkata bahwa kegerakan kuda putih adalah kegerakan setan; tolak sepenuhnya, jangan kompromi.

 

Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas, pembukaan rahasia Firman Allah adalah suatu kegerakan yang besar untuk membangunkan / membangkitkan kerohanian kita yang tertidur dan yang berputus asa.

Jadi, kegerakan ini perlu terjadi, supaya yang berputus asa, dan yang kerohaniannya sedang tertidur; dibangkitkan (dibangunkan) kembali di zaman akhir ini.

 

Saudara, ketika orang-orang Yahudi dari Ikonimun, Antiokhia ke Listra untuk mengganggu pelayanan dari rasul Paulus, lalu menghasut orang di Listra dan mengambil hati mereka, karena rasul Paulus dan Barnabas menolak persembahan mereka (menolak untuk disembah). Tetapi, sekalipun Paulus dan Barnabas menolak persembahan mereka, orang-orang di Listra tidak bisa dibendung keinginannya untuk membawa korban persembahan lalu sujud menyembah kepada mereka. Nah keadaan ini dimanfaatkan oleh orang-orang Yahudi tersebut. Sesudah orang-orang di Listra terhasut oleh orang-orang Yahudi yang datang dari Ikonium dan Antiokhia, beranilah orang-orang Yahudi tersebut melempari Paulus dengan batu, dan karena dikira sudah mati ditariklah Paulus sampai keluar kota.

 

Jadi, untuk menanggung kehinaan bersama dengan Tuhan harus keluar dari perkemahan; buang harga diri. Daging, kulit dan kotoran harus dibakar di luar perkemahan, tidak boleh pakai perasaan. Hendaklah pikiran dan perasaan Tuhan ada di dalam diri kita, dalam hidup bersama, baik dalam nikah, komunitas atau di tengah ibadah dan pelayanan ini. Tidak boleh pakai perasaan supaya jangan mudah tersinggungan. Kita sudah harus menjadi Kristen sejati, tidak boleh asal Kristen, tidak boleh asal hidup.

 

Saudara, kalaupun rahasia Firman ini dibukakan, itu adalah tanda bahwa hari-hari ini adalah hari-hari yang terakhir. Oleh sebab itu, saya jadi teringat…

Daniel 12:3-4

(12:3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. (12:4) Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

 

Dari ayat ini bisa kita simpulkan, kalau rahasia firman dibukakan, itu adalah tanda bahwa hari-hari ini adalah hari terakhir. Jadi, jangan lagi bermain-main.

 

Pernahkah saudara merenungkan, kenapa rahasia Firman senantiasa dibukakan dalam penggembalaan kami?

Itu adalah tanda bahwa hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, sehingga lewat pembukaan firman; pengetahuan akan semakin bertambah.

 

Inilah kegerakan kuda putih itu, dimulai dari Daniel 12:3 --- orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran

-          Kegerakan kuda putih dalam Wahyu 6:1-2 = Daniel 12:3

-          Kegerakan kuda putih dalam Wahyu 19 = Daniel 12:4

Jadi, itu sama / seiring sejalan / tidak boleh terpisah.

 

Jadi jelas, Wahyu 6:1-2 adalah kegerakan kuda putih, kegerakan yang ditunggangi oleh Roh El Kudus. Bersama dengan kegerakan kuda putih yaitu Firman Allah pada Wahyu 19:11, untuk membangunkan / membangkitkan kerohanian yang sudah tertidur dan berputus asa.

Jadi, baik sekali kalau kita mendengar Firman ini, sehingga kita kembali digairahkan / dicharge sehingga hidup rohani kita semakin termotivasi. Ke depan, kita dapat menghadapi (melewati) sandungan-sandungan sehingga tidak lekas berputus asa. Beda dengan orang yang pakai perasaan, ia mudah sekali tersinggung dengan sandungan.

 

Sekarang, pertanyaannya: Apa yang membuat rohani gereja Tuhan tertidur dan berputus asa?

 

Daniel 11:15

(11:15) Maka raja negeri Utara itu akan datang, mendirikan kubu pengepungan dan merebut kota yang berbenteng; dan tentara negeri Selatan tidak akan dapat bertahan, juga pasukan-pasukan pilihannya sekalipun, ya, tidak ada kekuatan apa pun yang dapat bertahan,

 

Kerohanian anak-anak Tuhan yang posisinya masih ada di selatan, tidak akan sanggup menghadapi kekuatan dari setan tritunggal yang kubu pertahanannya ada di Utara.

Jadi, anak-anak Tuhan yang ibadahnya tidak sampai kepada puncak ibadah / tingkat ibadah tertinggi, akan dihabisi oleh antikris.

 

Jadi, bicara soal selatan adalah bicara soal rohani yang masih belum sungguh-sungguh / suam-suam, dengan lain kata; belum fokus menyerahkan diri kepada Tuhan, karena pikiran, perasaan dan lain sebagainya.

 

Daniel 11:16

(11:16) sehingga raja yang menyerangnya akan berbuat sekehendak hati, dan tidak ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya; ia akan menduduki Tanah Permai dan seluruhnya akan ada dalam kekuasaannya.

 

Kekuatan antikris bukan kekuatan kecil, tetapi kekuatan yang besar dan dahsyat. Kita tidak bisa menghadapi antikris dengan kekuatan, pengetahuan, kedudukan, jabatan uang yang dimiliki. Bahkan Alkitab berkata: “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya” (Yeremia 17:5).

 

Kemudian, di sini kita melihat, setan tritunggal berusaha menduduki Tanah Permai dan seluruhnya ada dalam kekuasaannya.

Tanah Permai kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Ruangan Maha Suci.

Dalam Ruangan Maha Suci terdapat satu alat utama itulah Tabut Perjanjian, itu berbicara tentang:

-          Takhta Allah -> Hadirat TUHAN.

-          Hubungan nikah -> Ibadah pelayanan.

 

Tetapi, dalam Daniel 11:16, saat itu, selama 3 ½ antikris akan menduduki Tanah Permai dan seluruhnya ada dalam kekuasaanya. Takhta Allah, hadirat-Nya, ibadah dan pelayanan, seluruhnya ada dalam kekuasaanya. Inilah yang membuat kerohanian seseorang menjadi tertidur dan menjadi kehidupan yang berputus asa (hatinya telah dikuasai oleh setan tritunggal).

 

Tanda otentik hati telah dikuasai oleh setan tritunggal ada dalam…

Matius 4:8-9

(4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

 

Di sini jelas setan memperlihatkan kepada kita; gunung tertinggi atau penyembahan tertinggi dari setan tri tunggal adalah mamon itulah kerajaan dunia dengan kemegahannya.

Inilah yang menyebabkan kerohanian seseorang tertidur dan putus asa. Saat tidak ada pekerjaan; tinggalkan ibadah dan pelayanan, tinggalkan Tuhan. Ekonomi merosot; putus asa, tinggalkan ibadah dan pelayanan, ngomel setiap hari kepada Tuhan, karena hatinya sudah dikuasai oleh setan tritunggal. Ketika mamon menjauh dari dia, langsung berputus asa.

 

Saudara, tidak salah bekerja, karena memang harus bekerja, orang dunia juga tau istilah “ora et labora” (berdoa dan bekerja). Begitu juga yang sekolah, menempuh pendidikan sampai kuliah juga tidak salah. Yang menjadi salah adalah menggantungkan masa depan kepada cita-cita mu itu. Itulah yang membuat gairah ibadah dan pelayanan menjadi padam. Dengan demikian, Tanah Permai sudah diduduki setan tri tunggal, sehingga membuat rohani tertidur dan menjadi putus asa.

 

Bagaimana kita hari-hari ini? Keluarga besar GPT "Betania" secara khusus digembalakan oleh korban sehari-hari. Untuk Ibadah Raya Minggu digembalakan oleh Kitab Wahyu dan kedudukannya sudah ada pada Wahyu 19. Kedudukan ini bukan suatu kebetulan, Tuhan yang menempatkan kita sekarang ini pada Wahyu 19.

Oleh sebab itu, perhatikanlah kegerakan kuda putih, jangan lagi main-main. Sisa waktu yang tersisa hanya beberapa tahun ke depan yang dapat kita pergunakan, jangan lagi anggap enteng ibadah dan pelayanan ini. Jangan seperti Esau yang hatinya diduduki setan tri tunggal; dia sibuk mencari mamon dari kerajaan dunia dan kemegahannya dan pada saat ia mencari berkat yang satu itu”; ia ditolak Sebab, ia tidak lagi mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan (Ibrani 12:16-17).

 

Saudara, bukankah saat ini kita sudah berada dalam Wahyu 19? Sementara Wahyu 17-18, Babel, ibu dari gereja-gereja yang melacur sudah dirobohkan? Berarti pada Wahyu 19, sudah seharusnya kita berada pada kegerakan kuda putih. Sebab itu, jangan lagi kita bermain-main dengan waktu yang tersisa ini.

 

Memang, saya pernah sampaikan, kalau kehidupan kita tidak sampai kepada puncak ibadah; serahkan leher. Itu memang betul, tetapi tidak semudah itu juga. Kalau semudah itu kita selamat, bukan setan namanya, sebab setan adalah makhluk yang paling licik. Tidak lantas leher itu diputuskan oleh antikris, disiksa dulu selama 5 bulan, lalu di situ orang mencari kematian tetapi tidak ada lagi (maut sudah lari dari dia).

Kemudian, saya analogikan (gambarkan), dalam siksaan itu bagian tubuh kita, entah punggung, kaki atau tangan, disayat (dibeset) dengan pisau / silet, sehingga darah bercucuran. Tidak berhenti di situ, setan tritunggal serta kaki tangannya akan mengambil cuka seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus. Cuka itu akan dibalurin pada luka-luka yang disayat tadi. Belum berhenti, setan tritunggal akan mengambil cabe setan (cabe merah yang sangat pedas), diulek sampai halus, kemudian dimasukan lagi ke dalam lobang luka-luka yang tersyarat. Mencari kematian dalam 5 bulan itu tidak ada, karena maut telah lari.

Jadi, mulai sekarang, jangan menggampangkan segala sesuatu, tetapi bersikaplah seperti laki-laki.

 

Jadi, sekali lagi saya tandaskan, kita sudah melewati dimana Babel dirubuhkan, sebab kita sudah berada di Wahyu 19:11; dalam kegerakan kuda putih, semestinya kedudukan kita sudah berada di situ. Tetapi, masih saja diantara kita bermain-main, bermasa bodoh. Padahal, Tuhan sudah mendoakan dia, sehingga musuh-musuh tidak mengejar dia dan karena merasa aman, kembali lagi kepada kecemaran dunia, itu bodoh namanya, tidak tahu bersyukur, tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan, lupa masa lalunya, lupa kejahatannya, lupa egonya di masa lalu.

 

Hati-hati, jangan kita dalam keadaan setan telah menduduki Tanah Permai. Perhatikan, di Ruangan Maha Suci ada Tabut Perjanjian yang bicara soal;

-          Takhta Allah

-          Hubungan nikah (ibadah dan pelayanan)

Ini harus kita hormati, kita hargai lebih dari yang ada di dunia ini. Semoga, dengan sikap melunakkan hati Tuhan, baik kita, maupun seisi rumah kita, mendapat pertolongan karena anugerah Tuhan. Isteri, suami, anak, saudara, kakak, adik dan orang-orang terdekat dengan kita; semua tertolong. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang, singkirkan roh egosentris.

 

Saudara, di atas tadi sudah saya sampaikan, Tanah Permain sudah diduduki setan tri tunggal, sehingga membuat rohani tertidur dan menjadi putus asa. Akan tetapi, Penunggang Kuda Putih akan menghakimi dan berperang dengan adil karena Si penunggang kuda putih adalah Pribadi Yang Setia. Hanya Pribadi Yang Setia yang sanggup menolong, menguduskan kita.

 

Bukti Si Penunggang Putih adalah pribadi yang setia.

Filipi 2:5-8

(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Di sini kita melihat, Yesus Anak Allah adalah Allah itu sendiri, tetapi Ia telah melepaskan reputasi-Nya.

Berarti; telah meninggalkan kemuliaan-Nya, rumah-Nya dan Bapa-Nya di Sorga lalu turun ke dunia menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan menjadi manusia, Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba.

 

Tanda Yesus telah merendahkan diri: Ia telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.

Mati di atas kayu salib adalah tempat yang paling rendah. Sebab, setelah Ia mati, Ia berada di perut bumi selama tiga hari tiga malam bersama dengan cacing-cacing di tanah, ini adalah tempat yang paling rendah.

 

Memang, seorang imam / hamba Tuhan harus sama seperti cacing dalam hal merendahkan diri. Cacing ada di perut bumi, bukan di permukaan. Tetapi, kita selalu ada di permukaan, selalu menonjolkan diri, selalu mencari puji-pujian dan hormat bagi diri sendiri, padahal itu perbuatan yang sia-sia. Tetapi pemazmur Daud berkata dalam Mazmur 22:7 (ejaan lama) “Tetapi aku ini seperti cacing….”

Jadi, kalau Daud dipilih langsung oleh Tuhan menjadi imamat rajani, itu karena ia sudah berada di perut bumi.

 

Kemudian, setelah merendahkan diri-Nya, Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib = setia.

Inilah keadaan dari Si penunggang kuda putih.

 

Filipi 2:9-10

(2:9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (2:10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (2:11) dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

Berlutut dan berseru, itulah doa penyembahan.

Sampai ke situlah Si penunggang kuda putih menggiring kita, yaitu sampai kepada doa penyembahan.

Itulah baiknya Tuhan kepada kita.

 

Kenapa Tuhan membawa kita dalam kegerakan kuda putih? Karena Tuhan mau membawa kita sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan.

 

Kemudian, dalam Wahyu 19:11, Dia juga disebut YANG BENAR

 

Bukti Dia adalah Pribadi Yang Benar…

2 Korintus 5:21

(5:21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Orang benar itu rela dikorbankan, supaya lewat pengorbanannya itu orang lain dibenarkan, itulah definisi benar. Jadi, jangan definisikan kebenaran menurut pengertian sendiri, tetapi kita harus menggunakan Alkitab.

Jadi, yang menunggangi kuda putih adalah Yang Benar. Kalau penunggangnya seperti ini, hidup kita terjamin, masa depan kita juga terjamin.

 

Akhirnya, kita mengambil suatu kesimpulan…

-          Kuda putih dalam Wahyu 6 adalah suatu kegerakan yang dipimpin langsung oleh ROH KUDUS.

-          Kuda putih dalam Wahyu 19 suatu kegerakan, yang dipimpin langsung oleh FIRMAN ALLAH.

Jadi, pembukaan rahasia Firman Allah merupakan suatu kegerakan yang sangat besar untuk memimpin / menunggangi hidup kita. Lalu, oleh aliran ini kita dibawa kepada suatu tingkat rohani yang sangat tinggi dan besar.

 

Yohanes 1:3-4

(1:3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (1:4) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

 

Jadi sudah jelas, Firman Allah bekerja sama dengan Roh Allah.

 

Malam ini, dengan kasih saya sampaikan; tidak usah banyak berkeluh kesah, itu merupakan perasaan / suara daging. Tidak usah berputus asa dan banyak ngomel, tetapi senantiasa mengucap syukur saja. Yang terpenting adalah bagaimana hidup kita ada dalam kegerakan kuda putih. Jangan gelisah, sebab Tuhan sedang menyediakan rumah bagi kita, dimana Dia ada, di situ kita ada. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA DAN MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman;

Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment