KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, November 14, 2025

IBADAH RAYA MINGGU, 09 NOVEMBER 2025



IBADAH RAYA MINGGU, 09 NOVEMBER 2025

 

KITAB WAHYU 19:11-16

(Seri: 1)

 

Subtema:

 

Shalom.

Damai sejahtera yang melampaui akal pikiran kita, memenuhi kehidupan kita malam ini, memberi sukacita serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, bapa/Ibu, saudara/I yang terkasih, yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Facebook, Youtube dimanapun saudara berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Biarlah kiranya ada damai sejahtera dan sukacita  dalam menikmati Sabda Allah

 

Selanjutnya, marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Kita menjadi bejana (wadah) Firman Allah untuk menampung seberapa Firman Allah yang akan dinyatakan, sesuai dengan takaran kasih karunia Allah.

 

Saudara, dengan berakhirnya pemberitaan Firman Allah dari Wahyu 19:10 yang terkait dengan “sembahlah Allah!, maka, berakhir pulalah pemberitaan Firman dari Wahyu 19:6-10 dengan perikop: “Perjamuan kawin Anak Domba”. Dan sekarang kita akan masuk ke dalam perikop yang baru. Namun jangan lupa, tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Kita akan masuk dalam berkat yang baru oleh karena kemurahan hati Tuhan, yaitu dari Wahyu 19:11-16 dengan perikop: "Firman Allah".

Tirai atau Tabir Bait Suci adalah pintu ketiga dalam Tabernakel.

1.       Yang pertama adalah PINTU GERBANG

2.       Yang kedua adalah PINTU KEMAH

3.       Yang ketiga adalah PINTU TIRAI yang memisahkan Ruangan Suci dari Ruangan Maha Suci.

 

Dalam susunan Tabernakel terkena kepada

 

 

 

 

 

 

 

 


Text Box: TIRAI (TABIR) BAIT SUCI SUCI

 

 

Pendeknya, Tirai/Tabir Bait Suci adalah jalan untuk masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, tempatnya Tabut Perjanjian yang adalah….

-          Takhta Allah

-          Hubungan nikah antara Kristus sebagai Mempelai Laki-Laki dengan gereja Tuhan sebagai Mempelai perempuan-Nya berdasarkan kasih

 

Terkait dengan Tirai/ Tabir Bait Suci”, kita awali pembacaan dari…

Matius 27:50-51 -- Perikop: "Yesus mati"

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. (27:51) Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

 

Pada waktu Yesus mati di atas kayu salib maka Tirai/Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, atau robek menjadi dua dari atas sampai ke bawah.

Pendeknya, lewat perobekan daging memungkinkan untuk melihat kemuliaan Allah yang besar yaitu; Tabut Perjanjian dalam Ruangan Maha Suci

 

Ibrani 10:19-21 -- Perikop: "Ketekunan"

(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (10:21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

 

Oleh karena pengorbanan tubuh-Nya atau daging-Nya yang disebut sebagai Tabir, dengan lain kata; lewat perobekan daging Yesus , maka Yesus sebagai Imam Besar telah membawa kita kepada Takhta Allah.

Intinya, lewat penyaliban daging (perobekan daging) sepenuh, kita tembus sampai ke dalam Kerajaan Sorga / Takhta Allah.

 

Jadi saudara, Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel sangat akurat sekali membawa kehidupan rohani kita berada pada satu kedudukan yang sangat tepat di hadapan Tuhan. Bukan karena pandai / fasih lidah saya menyemangati saudara, mohon maaf bila itu pernah terjadi. Saya hanya menyerah kepada Tuhan untuk menyampaikan Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, untuk membawa hidup rohani kita dan nikah-nikah kita di bumi sampai kepada nikah rohani.

 

Kita memiliki hati nurani dan mengetahui mana ibadah yang tulus, murni benar dan mana ibadah yang berbau daging. Maka, belajarlah menghormati hati nurani yang tulus dan murni, jangan dilawan, kalau dilawan sama seperti rem blong; tabrak sana tabrak sini, binasa, kacau balau semuanya.

 

Jadi, lewat perobekan daging atau penyaliban daging sepenuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki (dari atas ke bawah), kita tembus sampai ke dalam Kerajaan Sorga / Takhta Allah.

 

Ibrani 4:14 -- Perikop: "Yesus sebagai Imam Besar"

(4:14) Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

 

Kita mempunyai Imam Besar Agung, itulah Tuhan Yesus Kristus, Dialah Anak Allah yang telah melintasi semua langit.

 

Kemudian, "baiklah  berpegang teguh pada pengakuan iman kita."

Berarti pengertian ini, yaitu Dialah yang telah melintasi semua langit, dan Dia mengalami perobekan daging --- kita harus berpegang teguh pada pengakuan iman semacam ini, karena kita dengan rela hati digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.

Jadi, tanpa mengalami perobekan daging maka tidak mungkin melihat kemuliaan Allah. Berpeganglah pada pengakuan iman ini, jangan dilepaskan lagi.

 

Ibrani 9:7

(9:7) tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.

 

Sebagai Imam Besar, Yesus telah menembusi atau melintasi Sorga itulah Ruangan Maha Suci, karena hanya Imam Besar yang diperbolehkan masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, sekali dalam satu tahun, orang awam tidak boleh masuk.

 

Ibrani 9:8

(9:8) Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

 

Pendeknya, tanpa mengalami perobekan daging atau penyaliban daging sepenuh maka jalan ke Sorga tidak akan mungkin terbuka.

Jadi, kita harus bersyukur kepada TUHAN kita Yesus Kristus Anak ALLAH, tetapi Dia juga Imam Besar Agung, sekaligus Kepala rumah TUHAN, sebab Dia memimpin ibadah kita sampai kepada klimaksnya, Dia telah melintasi segala langit. Oleh sebab itu, kita harus berpegang kepada pengakuan iman semacam ini, jangan dilepaskan.

 

Ibrani 9:6

(9:6) Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,

 

Akan tetapi di sini kita melihat, untuk sampai kepada perobekan daging maka kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Pendeknya, ketekunan tiga macam ibadah pokok adalah HARGA MATI, tidak bisa ditawar-tawar.

 

Ibadah dan pelayanan ini tidak boleh diperjual belikan, tidak boleh ditawar-tawar, kita harus mabuk anggur Sorga. Orang yang masih mabuk anggur dari perempuan Babel suka tawar-menawar soal ketekunan tiga macam ibadah pokok. Maka Yesus berkata kepada murid-murid (Yakobus, Petrus, Yohanes) pada waktu di titik kedua; “tinggallah disini”; artinya tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Saudara terkait dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah poko…

Ibrani 9:6 jika dikaitkan dengan Pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI, di dalamnya terdapat 3 (tiga) alat:

1.       Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci (diberi makan)

2.       Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh (diberi minum)

3.       Mezbah Dupa -> Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (diberi nafas hidup)

 

Sekarang kita akan melihat warna Tirai/Tabir Bait Suci

Keluaran 26:30

(26:30) Kemudian haruslah kaudirikan Kemah Suci sesuai dengan rancangan yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.

 

Tabernakel didirikan oleh Musa sesuai dengan petunjuk yang ia terima dari Tuhan (sesuai dengan pola yang ia terima dari Tuhan). Jadi, supaya ibadah dan pelayanan di bumi adalah gambaran dan bayangan ibadah di Sorga, maka harus menggunakan Pola Tabernakel. Namun sangat disayangkan banyak gereja menolaknya, saya tidak habis pikir, padahal pengertiannya akurat. Tetapi, sampai sejauh ini kita terus menyodorkan Firman Pengajaran Mempelai, walaupun banyak orang yang tidak menyukainya.

 

Saya berharap, saudara yang mengikuti lewat online, bukan hanya sekedar mengikuti, tetapi, kiranya rahmat Tuhan boleh dirasakan lewat Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel.

 

Keluaran 26:31

(26:31) Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.

 

Tabir Bait Suci terbuat dari kain: Biru langit, ungu, kirmizi (merah), lenan halus yang dipintal benangnya.

Adapun Tirai tersebut, sangat dekat sekali dengan Mezbah Dupa, artinya: penyembahan yang benar adalah penyembahan yang dilandaskan atas korban Kristus.

 

Jadi, penyembahan yang benar harus berdasarkan korban Kristus, bukan berdasarkan yang lain-lain. Bukan berlandaskan euforia-euforia atau semangat – semangat daging karena dibawa oleh suasana / hiruk pikuk dalam ibadah itu. Kadang bisa saja, nanti pendeta atau pemimpin pujian; tiup-tiup mic, kemudian pemain drum pukul-pukul drumnya, keyboard, gitaris juga dimain-mainkan suaranya. Saya sering menemukan yang seperti itu.

 

Saudara, bila kita memandang korban Kristus, saat tersungkur di kaki salib, pasti kita menikmati sekali penyembahnya, tidak terasa air mata mengalir di pipi, sampai menyatu dengan ingus-ingus. Oleh sebab itu, sering kali saya renungkan: TUHAN buang harga diri ini, egosentris ini TUHAN. Sebab, ada kalanya TUHAN taruh beban atau salib di pundak ini untuk kita tanggungjawabkan demi kesucian, tetapi ada ego, kebenaran diri sendiri yang kita pertahankan, akhirnya, sukar sekali menangis di kaki salib. Ini yang sedang saya perjuangkan dihadapan TUHAN.

Mari kita saling mendoakan satu dengan yang lain. Kiranya saya juga tidak menjadi ganjalan bagi saudara, supaya penyembahan saudara tidak terhambat di tengah ibadah pelayanan.

 

Jadi, penyembahan adalah sarana untuk mengalami perobekan daging (penyaliban daging) sehingga daging tidak bersuara lagi. Itulah arti Tirai dekat dengan Mezbah Dupa. Suara daging itulah hawa nafsu dan keinginan yang jahat.

Namun jangan khawatir dan putus asa, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang agung dan mulia, bukan Tuhan yang sifatnya otoriter seperti Firaun yang memperbudak bangsa Israel di Mesir ± 400 tahun. Tuhan tahu kita siapa, Dia tahu kita hanya ulat dan cacing, Dia tahu kita adalah debu tanah, Dia tahu kita banyak kekurangan.

 

Roma 8:23

(8:23) Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

 

Pada ayat ini ada keluh kesah, berarti ada tekanan, penderitaan, pergumulan yang begitu berat. Namun pada ayat ini juga ada karunia sulung Roh, itulah Roh Allah yang suci. Berarti, Roh-El Kudus menolong  kita mengalami perobekan daging (itulah keluh kesah yang besar) untuk sampai kepada kesempurnaan / Takhta Allah.

Pada ayat ini jelas menyatakan kepada kita, bahwa Allah kita adalah Allah yang sungguh memperhatikan kita.

 

Roma 8:26

(8:26) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Keluhan-keluhan yang tidak terucapkan menunjukkan bahwa betapa hebat penderitaan itu, sampai mulut tidak bisa lagi berbicara. Akan tetapi Tuhan kirim Roh Allah untuk menolong kita, sehingga kita dimampukan untuk mengalami perobekan daging.

 

Saya pernah mengalami pergumulan yang berat sampai tidak bisa lagi berdoa, hanya air mata ini saja yang berbicara kepada TUHAN. Tetapi roh TUHAN menguatkan kita semua di dalam hal mengalami perobekan daging.

Jadi, sekali lagi saya sampaikan, Roh El Kudus menolong kita untuk bisa menyembah, memuja, berdoa kepada Allah dalam keluh kesah jiwa kita yang tidak terkatakan oleh bahasa-bahasa manusia, selain hanya oleh tangisan air mata. Itulah yang disebut “bahasa tetesan air mata” sebagaimana lagu rohani yang mengatakan…

 

TUHAN YESUS SETIA, DIA SAHABAT KITA

DALAM SEGALA SUSAHKU, SELALU MENGHIBURKU

DIA MENGERTI BAHASA, TETESAN AIR MATA

WAKTU BADAI MENGAMUK, DAN GELOMBANG MENYERANG

TUHAN YESUS SETIA

 

Tuhan Yesus setia, Ia tolong kita dalam banyak pergumulan yang kita hadapi. Tetapi, Tuhan kuatkan kita dan kirim Roh Penolong, Roh Penghibur, yang menguatkan kita dan memberi kemampuan secara Ajaib. Sampai betul-betul kita dimampukan untuk mengalami perobekan daging. Kalau dengan kekuatan manusia, mustahil sampai kepada perobekan daging, tetapi, Tuhan tahu siapa kita seperti apa.

 

Roma 8:27

(8:27) Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

 

Saudara, kalau kita jauh dari Tuhan, tidak mungkin Roh Allah berdoa bagi kita. Oleh sebab itu menyerah saja, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, nanti Roh itu yang berdoa bagi kita, menyelidiki segala sesuatu yang kita alami. Roh TUHAN yang membawa pergumulan kita kepada TUHAN, dan TUHAN selidiki hati nurani kita, dan segala sesuatu yang kita alami.

 

Singkat kata, Allah Bapa di Sorga berkenan akan penyembahan dalam bahasa Roh.

Pendeknya, penyembahan adalah SARANA AKHIR untuk terjadi perobekan daging secara total. Seperti Yesus, Dia menyembah dan mati, lalu pada saat itu; Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah  sebagaimana dalam Matius 27:51.

 

Kita kembali membaca…

Keluaran 26:31

(26:31) Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.

 

Tirai/Tabir Bait Suci terbuat dari kain: biru tua, ungu, kain kirmizi, dan lenan halus, ditambah dengan kerubim yang disulam.

 

4 warna tersebut à Tabiat-tabiat dari TUHAN Yesus Kristus.

-          Ungu -> Kemuliaan Yesus sebagai Raja.

Tetapi, oleh karena kemurahan hati-Nya, kita juga dijadikan oleh Tuhan raja-raja kecil di bumi.

-          Biru tua/biru laut  -> Kebangkitan Yesus sebagai Hamba.

Kalau kita bicara biru (baptisan air), berarti bicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Jadi, seorang hamba harus berada dalam suasana kebangkitan, dihidupkan oleh Roh Allah yang suci, bukan hidup oleh hawa nafsu dan keinginan-keinginan dari daging itu sendiri.

-          Kirmizi (merah) -> Sengsara Yesus sebagai Manusia.

Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu.

-          Lenan halus (putih) -> Keadilan dan kebenaran Yesus sebagai Anak Allah.

 

Tabiat-tabiat Yesus Anak Allah ini persis seperti 4 Inji….

-          Ungu -> Kemuliaan Yesus sebagai Raja, terkena kepa Injil Matius.

Itu sebabnya, ciri penulisan dari Injil Matius; langsung menceritakan silsilah Yesus sebagai Raja.

-          Biru tua/biru laut  -> Kebangkitan Yesus sebagai Hamba, terkena kepada Injil Markus.

Itu sebabnya ciri penulisan dalam Injil Markus, tidak menceritakan Yesus lahir, akan tetapi diawali dengan pelayanan dari Yohanes pembaptis (hanba)

-          Kirmizi (merah) -> Sengsara Yesus sebagai manusia, terkena kepada Injil Lukas.

Itu sebabnya dalam Injil Lukas banyak cerita-cerita manusia yang tidak ditemukan dalam Injil yang lain.

Misalnya; anak yang hilang, dirham yang hilang, kisah Lazarus, cerita itu tidak ditemukan di kitab yang lain.

-          Lenan halus (putih) -> Keadilan dan kebenaran Yesus sebagai Anak Allah, terkena kepada Injil Yohanes.

Itu sebabnya, ciri penulisannya: diawali dengan "pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan ALLAH  (Yohanes 1:1).

 

Sedangkan kerub-kerub yang disulam à hal yang bersifat Ilahi.

Kerub-kerub ini ada di Tabernakel Sorga.

 

Wahyu 4:6

(4:6) Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

 

4 makhluk atau kerubim penuh dengan mata, artinya: seluruh hidupnya ada dalam terang. Sebab, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, mata terkena pada: pelita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Jadi sekali lagi saya sampaikan, 4 makhluk / kerubim penuh dengan mata, artinya; seluruh hidupnya ada dalam terang, sebab mata adalah pelita. Doa dan harapan saya, kiranya hidup kita sekaliannya ada di dalam terang, sama seperti 4 makhluk penuh dengan mata.

 

4 makhluk penuh dengan mata, antara lain:

-          Di sebelah muka, artinya; dalam perjalanan rohani ke depan ada dalam terang yang ajaib.

-          Di sebelah belakang, artinya; masa lalu kita sudah diterangi oleh Tuhan.

Untuk kita sekarang, masa lalu tidak lagi mengikuti, tanda bahwa kita sudah mengakui dosa dengan tuntas.

 

Sedikit melebar…

1 Yohanes 1:8

(1:8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

 

Jika tidak mau mengaku dosa, maka konsekuensinya adalah menipu diri sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam diri kita.

 

1 Yohanes 1:9

(1:9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Sebaliknya, kalau kita mengakui dosa, maka Tuhan akan mengampuni segala dosa + menyucikan kita dari segala kejahatan. Bisa saja seseorang diampuni, tetapi belum tentu disucikan, namun orang yang mengaku dosa, selain diampuni dosanya, sekaligus darah Yesus menyucikan dia

 

Jadi, dosa tidak akan bisa berlalu begitu saja karena dimakan waktu. Dosa akan berhenti kalau diakui, sehingga darah Yesus menyucikannya. Mengakui dosa adalah tanda darah, karena sulit mengakui dosa, merendahkan diri saja sulit, apalagi mengakui dosa. Jadi, kalau kita mau merendahkan diri dan mengakui dosa, itu adalah tanda darah (darah-Nya telah menyucikan dosa). Camkanlah hal ini dengan sungguh-sungguh.

 

Kalau dosa sudah disucikan, hal ini sama artinya dengan “mata di sebelah belakang” --- dosa masa lalu telah diterangi, telah disucikan oleh darah Yesus.

 

1 Yohanes 1:10

(1:10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

 

Ini adalah kerugian bila tidak mau mengakui dosa…

-       Kita membuat Dia menjadi pendusta

-       Firman-Nya tidak ada di dalam kita.

 

Biarlah kiranya kita sama seperti kerub-kerub memiliki; mata di sebelah belakang.

 

Wahyu 4:7

(4:7) Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

 

Adapun rupa 4 makhluk tersebut antara lain:

MAKHLUK PERTAMA: Sama seperti singa à Kemuliaan Yesus sebagai Raja

MAKHLUK KEDUA: Sama seperti anak lembu à Kebangkitan Yesus sebagai Hamba

Segala sesuatu di dalam diri hamba sangat berguna bagi Tuhan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya berguna. Seperti lembu, mulai dari kulit, tanduk, daging, darah, bahkan sampai kotorannya pun, semua bergunanya. Kotorannya bisa dijadikan pupuk (kompos).

Tidak ada yang tidak berguna di dalam diri seorang hamba TUHAN, semua berguna. Kita sudah melihat, keringat-keringat rasul Paulus saja berguna, bahkan selampe (sapu tangan) dari rasul Paulus saja bisa mengobati orang yang sakit.

MAKHLUK YANG KETIGA: Sama seperti muka manusia -> sengsara yang dialami Yesus sebagai Manusia

Kita tahu Allah yang hidup itulah pribadi TUHAN Yesus Kristus, Ia telah melepaskan reputasiNya, meninggalkan kemuliaanNya, meninggalkan rumah dan Bapa-Nya di Sorga turun ke dunia dan menjadi sama dengan manusia. Berarti, dengan menjadi manusia, Dia harus menderita sengsara, bahkan mati di atas kayu salib.

MAKHLUK YANG KEEMPAT: Sama seperti burung nasar yang sedang terbang -> Keadilan dan kebenaran Yesus sebagai Anak Allah.

 

Itulah kerub-kerub yang disulam pada Tirai yang di atas tadi sudah kita lihat. Semuanya bersifat Ilahi.

 

Wahyu 4:8

(4:8) Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

 

Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam sekelilingnya.

Artinya bagi kita sekarang: segala tabiat daging tidak nampak lagi, maka yang nampak adalah tabiat Ilahi.

 

Saudara, ketekunan tiga macam ibadah pokok menunjukkan bahwa kita sedang berada di bawah kepak sayap Allah. Sehingga, nanti tabiat daging tidak nampak lagi, dan pada akhirnya yang nampak adalah tabiat Ilahi.

Mulai dari sekarang, belajar menghargai bahwa darah salib sangat berharga untuk menebus kehidupan kita di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu, supaya kita menjadi sama dengan Dia bersifat ilahi.

 

Kalau daging ditonjolkan, berarti kenajisan sudah mengalir di situ sebab daging ini tidak lebih hanya sebatas takhta setan. Oleh sebab itu, kalau kita perhatikan dalam Wahyu 4:8, keempat makhluk  / kerub-kerub itu masing-masing bersayap enam sekelilingnya, artinya; tabiat daging sudah ditutup bungkus, sehingga yang nampak kepak sayap (tabiat Ilahi).

 

Galatia 5:24

(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

 

Hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat adalah suara daging. Tetapi di sini dikatakan: daging yang tersalib jelas adalah milik Kristus. Pendeknya, kalau dagingnya sudah tidak nampak lagi (sudah tersalib), maka yang nampak manusia dalam, manusia rohani yang bersifat Ilahi.

 

Galatia 5:25-26

(5:25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, (5:26) dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

 

Bila diangkat menjadi imam, jangan saling menantang, jangan saling mendengki, jangan iri. Tetapi, lakukan saja yang baik di hadapan Tuhan.

 

Saya tambahkan sedikit:

Di fellowship PPT Medan temanya adalah sembahlah Allah!”, namun pokok pembahasan kedua adalah pakaian dimakan ngengat. Adapun ngengat rohani itu adalah isi hati yang penuh kebencian, kedengkian, dan iri hati, saling menantang, saling mendengki. Itu adalah ngengat rohani yang merusak jubah / tabiat / perbuatan yang nampak oleh mata manusia.

Jadi sekali lagi saya tandaskan, , jangan saling menantang, jangan saling mendengki, jangan iri, itu ngengat rohani.

 

Wahyu 19:11

(19:11) Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Rasul Yohanes melihat Sorga terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa Yohanes sudah mengalami perobekan daging.

Jadi, lewat perobekan daging, memungkinkan untuk kita melihat kemuliaan Allah itulah Tabut Perjanjian yang ada di dalam Ruangan Maha Suci; berbicara soal Takhta dan kemuliaan Allah.

 

Keluaran 26:32

(26:32) Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.

 

Tabir Bait Suci digantungkan pada 4 tiang. 4 tiang -> 4 pribadi yang sudah mengalami perobekan daging, serta terangkat hidup-hidup ke dalam Kerajaan Sorga, antara lain; Henokh, Elia, Musa, Tuhan Yesus Kristus.

 

Perlu untuk diketahui:

Kelebihan dari orang-orang yang sudah mengalami perobekan daging, ialah; kepadanya digantungkan banyak kepercayaan, digantungkan banyak pekerjaan TUHAN. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment