IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 25
NOVEMBER 2025
SURAT YUDAS
PASAL 1:9
(Seri 2)
Subtema: MEMPEREBUTKAN MAYAT MUSA
Shalom.
Damai sejahtera bagi kita
sekaliannya. Oleh karena kemurahan TUHAN, kita ada di tengah-tengah hadirat TUHAN
lewat Ibadah Doa Penyembahan. Sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib
TUHAN.
Biarlah terlebih dahulu Firman ALLAH
yang heran itu, menggiring kita, meneguhkan hati kita, sampai nanti kita
gunakan leher menundukkan kepala di ujung kaki salib TUHAN.
Saya juga tidak lupa menyapa
anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online,
dimanapun saudara berada, kiranya damai sejahtera turun memenuhi kehidupan
kita, memberi sukacita, bahagia saat kita duduk menikmati sabda ALLAH.
Selanjutnya, mari kita sambut Surat
Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas
1:9. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman
yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:9 merupakan seri pemberitaan
Firman untuk kedua kalinya. Kiranya TUHAN juga menyatakan kemurahan-Nya untuk
seri yang ke-2 malam ini.
Yudas 1:9
(1:9) Tetapi penghulu
malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis
mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata
hujatan, tetapi berkata: "Kiranya TUHAN menghardik engkau!"
Yang harus kita perhatikan malam
ini adalah "Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu
perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa."
Singkat kata; Mikhael dan Iblis
berusaha untuk memperebutkan mayat Musa.
Sesungguhnya, peristiwa semacam ini
tidak masuk di akal (logika) manusia sebab belum pernah terjadi dan tidak
pernah terjadi lagi sampai hari ini.
Saudara, salah satu pekerjaan dari Iblis
(Setan) ialah menuduh, menghakimi, dan mendakwa sampai pada akhirnya banyak
orang menjadi tidak percaya diri, menjadi lemah, bahkan berputus asa. Putus asa
berarti tidak lagi menaruh harap kepada TUHAN.
Kalau Iblis (Setan) berusaha untuk
memperebutkan jiwa-jiwa yang hidup, dan memperebutkannya dari tangan TUHAN,
bukan memperebutkan mayat, ini baru benar dan masuk akal, dan sampai hari ini Iblis
(Setan) berusaha untuk merebut jiwa manusia dari tangan TUHAN.
Contoh: ketika Iblis mendakwa
Ayub sebanyak dua kali di dalam:
- Ayub 1:7-19.
- Ayub 2:3-8.
Kalau Iblis (Setan) mendakwa Ayub
itu terjadi atas seijin TUHAN supaya pada akhirnya Ayub disucikan dari dosanya,
dari kelemahannya yaitu hidup di dalam kebenaran diri sendiri.
Jadi waktu Ayub dicobai / didakwa /
dihakimi memang awalnya masih terlihat gagah (hebat) bahkan sekalipun isterinya
menuduh dia yang tidak-tidak, dia tetap membela TUHAN namun pada akhirnya dia
merasa betapa beratnya penderitaan itu barulah nampak kebenaran diri sendiri.
Maka TUHAN mau sucikan Ayub dari kebenaran semacam ini.
Contoh berikutnya: Iblis
mendakwa Imam besar Yosua sebab di tengah-tengah ibadah dan
pelayanannya kepada TUHAN, Imam besar Yosua memakai pakaian kotor. Semestinya
seorang Imam / pelayan TUHAN / hamba TUHAN harus mengenakan lenan halus,
pakaian pesta. Ayat referensi: Zakharia 3:1-3.
Peristiwa ini juga terjadi atas
seijin TUHAN karena TUHAN ingin menunjukkan bahwasanya panggilan dan pilihan-Nya
itu ditentukan oleh TUHAN ALLAH itu sendiri sebagaimana pada Zakharia 3:2
-- "…TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN,
yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! …"
Hal itu juga TUHAN ijinkan terjadi
supaya panggilan dan pilihan itu ditentukan oleh TUHAN sendiri.
Ayat referensi: Roma 9:11-14.
Jadi saudara, jika Iblis berjuang
keras menghadapi malaikat Mikhael untuk memperebutkan mayat Musa, hal ini
menjadi pertanyaan besar bagi kita.
Intinya; peperangan antara Mikhael
menghadapi Iblis itu terkait dengan memperebutkan mayat Musa dan ini menjadi
misteri (rahasia) karena tidak masuk akal.
Kalau jiwa diperebutkan, masuk
akal, tadi kita sudah melihat contoh, tetapi kalau mayat diperebutkan, tidak
masuk akal sehat. Tetapi ini pun terjadi atas seijin TUHAN karena TUHAN hendak
memberitahukan perkara yang jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan
sekarang ini.
Terlebih dahulu kita membahas..
Yohanes 8:44 --- Perikop: "Keturunan
Abraham yang tidak berasal dari ALLAH"
(8:44) Iblislah yang menjadi
bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh
manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di
dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas
kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Tabiat-tabiat Iblis (Setan):
1.
Pembunuh manusia sejak semula.
2.
Tidak hidup dalam kebenaran.
3.
Bapa segala dusta.
Tiga tabiat Iblis yang mendasar
ini, bertolak belakang dengan tabiat-tabiat dari ALLAH Tritunggal.
Mari kita buktikan.
Tentang: PEMBUNUH MANUSIA DARI
SEJAK SEMULA.
Kejadian 3:1
(3:1) Adapun ular ialah yang
paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN ALLAH.
Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah ALLAH berfirman: Semua
pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Iblis berkata "Tentulah ALLAH berfirman: Semua
pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Sebetulnya ini sebuah pancingan
karena Iblis ingin melihat reaksi dari pada Hawa.
Kejadian 3:2-3
(3:2) Lalu sahut perempuan itu
kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
(3:3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, ALLAH
berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Lalu pada ayat 2, Hawa
akhirnya terpancing dan berkata kepada ular itu tentang: PERINTAH dan LARANGAN ALLAH,
walaupun ada kata yang ditambah dan dikurang.
Kejadian 3:4
(3:4) Tetapi ular itu berkata
kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
Perkataan ular; "Sekali-kali
kamu tidak akan mati" menunjukkan bahwa Iblis adalah pembunuh manusia
dari sejak semula karena upah dosa adalah maut. Ular dengan begitu halus
memerintahkan Hawa untuk berbuat dosa, itu sebabnya dia berkata; “Sekali-kali
kamu tidak akan mati.”
1 Yohanes 3:4
(3:4) Setiap orang yang berbuat
dosa, melanggar juga hukum ALLAH, sebab dosa ialah pelanggaran hukum ALLAH.
Dalam hal ini Iblis berharap Hawa melanggar
hukum ALLAH dan akhirnya jatuh dalam dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.
Jadi terang saja dari Kejadian
3:4; “Sekali-kali kamu tidak akan mati.” Menunjukkan bahwa Iblis
adalah pembunuh manusia dari sejak semula, sejak dari Taman Eden. Kemudian, pada
akhirnya manusia juga memiliki karakter pembunuh.
1 Yohanes 3:15
(3:15) Setiap orang yang membenci
saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak
ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Dosa membenci setara dengan
dosa membunuh.
Maka dari ayat ini, saya berangkat
untuk mengajukan satu pertanyaan:
Siapa diantara kita pernah membunuh
manusia di sini? Semua pembunuh ya? Mengapa? Karena ternyata satu dengan yang
lain pernah saling membenci.
Jadi karakter dari pada Setan
ternyata juga dimiliki oleh manusia karena pada akhirnya manusia juga menjadi
pembunuh. Karena membenci setara dengan dosa membunuh. Kemudian seseorang yang
membenci sesama tidak masuk Sorga. Sedikitpun kebencian itu tidak akan membawa
dia masuk Sorga.
Jadi jangan miliki karakter Setan,
tabiat Setan. Kalau seseorang memiliki tabiat ini, sedikit saja dia membenci,
dia tidak akan masuk Sorga. Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan, lepaskan
akar pahit mu, sakit hati mu, kebencian mu karena sedikit saja seseorang
membenci maka dia tidak akan pernah masuk Sorga.
Tabiat Iblis (Setan) yang pertama
ini bertolak belakang dengan tabiat dari ALLAH Bapa, sebab tabiat ALLAH Bapa
adalah KASIH.
Sebagaimana di dalam...
Yohanes 3:16
(3:16) Karena begitu besar kasih
ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal.
Sifat (tabiat) ALLAH Bapa adalah kasih.
Kegunaan kasih: menutupi banyak
sekali dosa supaya manusia beroleh hidup kekal.
Bukti kasih ALLAH kepada manusia:
Mengaruniakan Anak-Nya yang
Tunggal, artinya; ALLAH menyerahkan segala yang Ia punya dan yang paling
dikasihi.
Segala yang dia punya adalah
pribadi Yesus dan yang paling dikasihi juga adalah pribadi Yesus, Anak tunggal
Bapa.
Inilah bukti kasih ALLAH kepada
manusia.
Yang kita bicarakan ini hanya
sebatas garis besarnya saja karena yang kita cari adalah; mengapa antara Iblis
dan Mikhael memperebutkan mayat Musa, tetapi ini merupakan awal untuk sampai ke
titik itu.
Tentang: TIDAK HIDUP DALAM
KEBENARAN.
Yohanes 17:17
(17:17) Kuduskanlah mereka dalam
kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Singkat kata, Firman yang menjadi
manusia itulah pribadi Yesus.
Yesus adalah kebenaran sebab Yesus
adalah Firman yang menjadi manusia.
Bukti Iblis tidak hidup
dalam kebenaran.
Yudas 1:6
(1:6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat
yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan
tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai
penghakiman pada hari besar,
Iblis (Setan) adalah malaikat yang
tidak taat = tidak hidup dalam kebenaran.
Wahyu 12:7-9 --- Perikop: “Naga
dikalahkan”
(12:7) Maka timbullah peperangan
di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga
itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, (12:8)
tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
(12:9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,
yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke
bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Bukti tidak hidup dalam kebenaran:
Iblis (Setan) menyesatkan
seluruh manusia di atas muka bumi ini, di bawah kolong langit.
Yesaya 14:12
(14:12) "Wah, engkau sudah
jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan
jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Ini adalah bukti Iblis (Setan)
tidak hidup dalam kebenaran: mengalahkan bangsa-bangsa atau menyesatkan
seluruh manusia di atas muka bumi ini.
Yesaya 14:16-17
(14:16) Orang-orang yang melihat
engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia
yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan
bergoncang, (14:17) yang telah membuat dunia seperti padang
gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya
yang terkurung pulang ke rumah?
Bukti bahwa Iblis Setan menyesatkan:
-
Manusia menjadi tidak percaya diri.
-
Membuat kerajaan-kerajaan bergoncang.
Tahun 2020
semua kerajaan tergoncang, baik ekonomi, politik dalam satu negara, bahkan
nikah-nikah rumah tangga di atas muka bumi ini tergoncang.
-
Membuat dunia seperti padang gurun /
gersang / tandus = kering-kering rohani à kehidupannya jauh dari TUHAN,
atau hidup tanpa persekutuan dengan TUHAN sama seperti ranting menjadi kering,
sesudah kering tidak menghasilkan buah, akhirnya dekat dengan kutuk pembakaran.
-
Menghancurkan kota-kotanya,
mengacaubalaukan ibadah dan pelayanan.
-
Tidak melepaskan orang-orangnya yang
terkurung pulang ke rumah.
Banyak sekali
ikatan-ikatan yang terjadi di atas muka bumi ini. Dan orang yang terikat dengan
banyak perkara, tidak dilepaskan, tetap saja terkurung. Tetapi TUHAN kita
adalah pribadi yang sudah mati dan bangkit, membebaskan mereka yang tertawan
(terkurung) -- Efesus 4:8: "…Tatkala Ia naik ke
tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian
kepada manusia."
Singkat kata, tabiat Iblis Setan
yang kedua ini, bertolak belakang dengan tabiat Yesus Anak ALLAH.
Tadi Yesus adalah Firman yang
menjadi manusia, Firman itu adalah kebenaran.
Tentang: BAPA SEGALA DUSTA.
Tabiat Iblis Setan yang ketiga
adalah dusta, dan dia adalah bapa segala dusta.
Dusta dari Iblis (Setan) dimulai
dari taman Eden.
Akhirnya, dusta itu menjalar di
tengah-tengah ibadah dan pelayanan, dan dalam nikah. Sebab, taman Eden berbicara:
1.
Ibadah dan pelayanan.
2.
Nikah.
Pendeknya, ibadah adalah nikah, dan
nikah adalah ibadah.
Puncak ibadah adalah doa
penyembahan, itulah hubungan intim, wujud dari nikah.
Nikah kalau tidak ada hubungan
intim itu tidak mungkin.
Jadi kalau tidak ada lagi hubungan
intim berarti nikah itu sudah hancur-hancuran.
Sama saja dengan anak-anak TUHAN,
kalau tidak hidup di dalam doa penyembahan, tidur saja di rumah, maka
hubungannya dengan TUHAN sedang retak, hubungannya dengan TUHAN sedang putus,
sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Singkat kata, dosa dusta bertolak
belakang dengan tabiat dari Roh ALLAH Yang Suci.
1 Yohanes 2:27
(2:27) Sebab di dalam diri kamu
tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu
tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya
mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak
dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya
kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Kita sudah menerima pengurapan dari
Roh El-Kudus, ada di tengah ibadah itu tanda pengurapan.
Tanda hidup diurapi: diajar tentang
segala sesuatu dan pengajarannya itu benar (tidak dusta).
Jadi jelas sekali tabiat dari Iblis
(Setan) yang ketiga adalah pendusta bahkan dia adalah Bapa segala dusta,
bertolak belakang dengan tabiat ALLAH Roh El-Kudus.
1 Yohanes 2:20,22
(2:20) Tetapi kamu telah beroleh
pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
(2:22) Siapakah pendusta itu?
Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah
antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
Oleh pengurapan kita mengetahui
segala sesuatu, termasuk mengenali siapa pendusta itu. Pendusta itu adalah
antikris.
Jadi, jelas sekali tabiat Iblis Setan
yang ketiga adalah pendusta dan bertolak belakang dengan tabiat dari Roh ALLAH
yang suci.
Sesudah kita melihat tiga tabiat
yang paling mendasar dari Iblis (Setan) yakni;
1.
Pembunuh
manusia dari sejak semula.
2.
Tidak
hidup dalam kebenaran.
3.
Bapa
segala dusta.
Kita sudah melihat 3 (tiga) tabiat
dari Iblis (Setan) yang paling mendasar ini bertolak belakang dengan tabiat ALLAH
Trinitas / ALLAH Tritunggal / TUHAN Yesus Kristus.
Setelah kita melihat 3 (tiga) hal
di atas secara singkat, sekarang timbullah pertanyaan:
Siapakah Musa sehingga Mikhael
bertengkar dengan Iblis hanya untuk memperebutkan mayatnya?
Keluaran 1:15-17 --- Perikop: "Orang
Israel ditindas di Mesir"
(1:15) Raja Mesir juga
memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang
bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: (1:16) "Apabila
kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan
waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya,
tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup." (1:17) Tetapi
bidan-bidan itu takut akan ALLAH dan tidak melakukan seperti yang dikatakan
raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
Musa adalah anak laki-laki yang
lahir di Mesir pada zaman Firaun.
Yang melanjutkan silsilah di Israel
adalah anak laki-laki. Oleh sebab itu yang menjadi kepala (pemimpin) adalah
laki-laki bukan perempuan. Tetapi banyak sekali di tengah ibadah dan pelayanan,
coba-coba menjadikan perempuan kepala sama seperti Marta berkata kepada Yesus; “Suruhlah
Maria untuk membantu aku.” Semestinya yang menjadi penolong adalah
perempuan. Dalam hal ini, Marta mengambil kedudukan laki-laki. Tetapi kita
tidak perlu memperdebatkan itu, yang terpenting pegang terus apa yang kita
punya sekarang ini.
Siapakah Musa ini? Kita baca di
dalam...
Keluaran 2:1-2
(2:1) Seorang laki-laki dari
keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (2:2) lalu
mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya,
bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
Seorang laki-laki Lewi harus
mencari perempuan Lewi, juga perempuan Lewi harus mencari laki-laki Lewi,
pelayan dengan pelayan.
Anak laki-laki adalah pribadi Musa,
lahir dari pasangan Lewi dengan Lewi.
Orang tua tuntut anak mu sampai
betul-betul menjadi seorang imamat rajani, doakan, tetapi dimulai dari
perbuatan kita, beri contoh teladan, seperti TUHAN berbicara terlebih dahulu
memberi contoh teladan supaya anak pun tidak kikir menyerahkan dirinya kepada TUHAN.
Keluaran 3:7-10
(3:7) Dan TUHAN berfirman:
"Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah
Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh
pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. (3:8)
Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan
menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas,
suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan,
orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. (3:9)
Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa
kerasnya orang Mesir menindas mereka. (3:10) Jadi sekarang, pergilah, Aku
mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari
Mesir."
Musa diutus untuk membebaskan
bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan penjajahan Firaun.
-
Mesir -> dunia dengan segala
yang ada di dalamnya, itulah;
1.
Keinginan daging.
2.
Keinginan mata.
3.
Keangkuhan hidup.
- Firaun -> Iblis Setan
Demikian juga Yesus, Dia adalah
Anak Laki-Laki yang dilahirkan oleh Maria pada zaman Herodes.
Tugas Yesus Anak ALLAH adalah untuk
membebaskan manusia dari:
-
Perhambaan
dosa di dunia ini.
-
Penjajahan
Iblis (Setan) dengan segala tipu dayanya.
Musa ini disebut Anak laki-laki,
yang lahir dari pasangan Lewi dengan Lewi di Mesir pada zaman Firaun. Yesus
juga adalah Anak laki-laki, lahir dari rahim Maria pada zaman Herodes.
Herodes adalah gambaran dari Iblis (Setan).
Yohanes 8:42
(8:42) Kata Yesus kepada mereka:
"Jikalau ALLAH adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar
dan datang dari ALLAH. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Yesus datang ke dunia ini bukan
karena kehendak-Nya, tetapi karena kehendak ALLAH Bapa di Sorga.
Lalu, Dia pun menjadi manusia, menderita
sengsara, lalu mati di atas kayu salib dan pada hari yang ketiga Ia bangkit,
itulah kehendak Bapa. Ayat referensi: Matius 16:21.
Yohanes 6:39, 43-44
(6:39) Dan Inilah kehendak Dia
yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya
kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (6:43)
Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. (6:44)
Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik
oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Kehendak ALLAH Bapa; jangan ada
satupun yang terhilang dan binasa, tetapi dibangkitkan pada akhir zaman.
Anak laki-laki, mati dan bangkit
supaya jangan ada yang hilang, tetapi dibangkitkan pada akhir zaman.
Dari sinilah kita baru mengerti
bahwa; inilah pekerjaan Anak Laki-Laki yang tidak disukai oleh Iblis (Setan).
Pekerjaan Yesus ini adalah khusus
untuk manusia, Setan cemburu dan tidak suka dengan pekerjaan Yesus (Anak
laki-laki) 2000 tahun yang lalu yakni menderita sengsara dan mati di atas kayu
salib dan bangkit pada hari ketiga.
Singkat kata, Musa adalah simbol
dari: kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus.
Kesaksian Yesus adalah Roh dan
nubuat.
Singkat kata, Iblis ingin
meniadakan (menghapuskan) pengalaman kematian dan kebangkitan Anak Laki-Laki dari
kolong langit di atas muka bumi ini supaya jangan ada dalam pemikiran manusia
sehingga manusia menjadi binasa oleh kecemburuan / kebencian dari pada Iblis Setan
kepada ALLAH dan manusia.
Setelah saya renungkan, kenapa
malaikat Mikhael harus bertengkar dengan Iblis (Setan) hanya untuk
memperebutkan jasad, jasad ko diperebutkan. Kalau jiwa diperebutkan masuk akal,
sebab itu banyak gereja-gereja bertengkar, pendeta satu dengan pendeta yang
lain bertengkar hanya karena jiwa, tetapi hal itu masih masuk akal, walaupun
tidak boleh. Tetapi kalau jasad (mayat) diperebutkan tidak masuk akal. Tetapi
yang bersifat misteri (tersembunyi) malam ini dikuakkan oleh TUHAN supaya semua
menjadi terang benderang, secercah cahaya dari sorga menerangi baik hidup,
nikah dan rumah tangga, maupun ibadah dan pelayanan kita, diterangi oleh cahaya
Firman ALLAH. Firman adalah pelita, terang bagi jalan kita masing-masing.
Dalam hal ini Iblis berusaha untuk
menghilangkan dan menghapuskan simbol kematian dan kebangkitan ini supaya manusia
tidak memiliki pengertian tentang kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus
sebagai Anak laki-laki.
Akan tetapi, TUHAN tidak tinggal
diam, sebab:
-
Jika penghulu malaikat Mikhael
mempertahankan mayat Musa maka,
- TUHAN juga memakai Paulus untuk mengajarkan tentang
pengalaman kematian dan kebangkitan Anak laki-laki.
1 Korintus 15:32
(15:32) Kalau hanya berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas
di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan,
maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati."
Dari pernyataan ini, betapa hebat
perjuangan dari Rasul Paulus di dalam hal membicarakan pengalaman Anak
laki-laki terkait dengan pengalaman kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus
Kristus.
Tidak ada cara lain untuk
membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan juga penjajahan Setan dengan
segala tipu dayanya, kecuali lewat pengalaman kematian dan kebangkitan Anak
Laki-Laki.
Itu sebabnya, Setan juga berusaha
untuk merebut jasad (mayat) Musa ini supaya jangan ada cerita berkelanjutan, tetapi
Mikhael mempertahankannya dan cerita ini pun berkelanjutan sampai pada akhirnya
Yesus Anak Laki-Laki dilahirkan pada zaman Herodes.
Kalau mayat Musa dapat dirampas
oleh Iblis (Setan) maka cerita ini tidak akan mungkin berkelanjutan. Tetapi TUHAN
kita punya cerita yang begitu menarik dan indah, semua cerita itu diceritakan
kepada kita, kita melewati setiap musim, segala musim kita lalui, dan
itulah cerita TUHAN kepada kita terkait dengan pengalaman Anak laki-laki.
Ingat dulu masa lalu kita, sampai
sekarang, cerita dari pengalaman Anak laki-laki begitu indah dan mempesona hati
kita.
1 Korintus 15:19-20
(15:19) Jikalau kita hanya dalam
hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang
yang paling malang dari segala manusia. (15:20) Tetapi yang benar
ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang
sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
Yesus telah bangkit dari antara
orang mati, maka ibadah dan pelayanan ini tidak menjadi sia-sia, pemberitaan
Firman TUHAN tentang injil Kristus tidak menjadi sia-sia. Apapun yang kita
kerjakan terkait Kerajaan Sorga tidak menjadi sia-sia.
Singkat kata, ada 3 (tiga) pribadi
sebagai manusia Ilahi yang diangkat hidup-hidup ke Sorga, antara lain;
1.
Henokh, gambaran dari ALLAH Bapa
tabiatnya kasih.
2.
Musa, gambaran kematian dan
kebangkitan Yesus Anak ALLAH.
3.
Elia, gambaran dari ALLAH Roh
Kudus dan tabiatnya.
Jadi ada 3 (tiga) manusia ilahi
yang diangkat hidup-hidup.
Itulah sebabnya, sampai hari ini,
tidak ada yang tahu mayat Musa dan kuburnya. Menunjukkan bahwa Musa telah mati
dan bangkit (diangkat hidup-hidup).
Apa buktinya? Sebelum TUHAN datang
pada kali yang kedua, Musa dan Elia akan tampil mendahului kedatangan Yesus
untuk yang kedua kalinya. Itulah sebabnya, Yohanes Pembaptis disebut juga Elia
yang akan datang untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN.
Kita bersyukur kepada TUHAN, karena
TUHAN sedang berjuang untuk mempertahankan kehidupan kita masing-masing. Kalau
kita tekun dalam pengalaman kematian dan kebangkitan, satu kali kita akan
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Kolose 3:1-3
(3:1) Karena itu, kalau
kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana
Kristus ada, duduk di sebelah kanan ALLAH. (3:2) Pikirkanlah perkara yang di
atas, bukan yang di bumi. (3:3) Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi
bersama dengan Kristus di dalam ALLAH. (3:4) Apabila Kristus, yang adalah hidup
kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan
Dia dalam kemuliaan.
Mari sejauh mana kita turun ke
bawah dalam doa penyembahan, sejauh itu nanti TUHAN mempermuliakan kita. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA
GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel
U. Sitohang
No comments:
Post a Comment