KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, November 19, 2025

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 13 NOVEMBER 2025

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 13 NOVEMBER 2025

 

KITAB MALEAKHI 2:15

(Seri: 16)

 

Subtema: HEMBUSAN NAFAS HIDUP

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang beribadah kepada Tuhan lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik dari Youtube, maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan / diakses.

 

Mari kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

"Allah yang esa menjadikan mereka daging dan roh."

Kata "mereka" à Laki-laki dan perempuan, yakni Adam dan Hawa.

 

Kejadian 1:26-27

(1:26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

 

Allah menjadikan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah (teladan Allah), akan tetapi Allah menjadikan laki-laki dan perempuan daging dan roh.

Pendeknya, manusia tidak hanya terjadi dari daging namun juga terdiri dari Roh.

 

Kita akan bandingkan dengan BINATANG yang juga diciptakan dari debu tanah.

Kejadian 2:19-20

(2:19) Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. (2:20) Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

 

Allah juga membentuk dari tanah:

-          Segala binatang hutan dan segala ternak.

-          Segala burung di udara.

Singkat kata: Allah menjadikan segala binatang di hutan, segala ternak, dan segala burung di udara hanya terdiri dari daging TANPA ROH.

 

Matius 26:41B

(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Roh memang penurut, tetapi daging lemah.

 

Galatia 5:16-17 --- Perikop: "Hidup menurut daging atau Roh."

(5:16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (5:17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

 

Jika kita hidup oleh Roh maka kita tidak akan menuruti keinginan daging.

Perlu untuk diketahui: Keinginan dari Roh bertentangan dengan keinginan daging itu sendiri, sebab Roh penurut, sementara daging lemah.

 

Galatia 5:18

(5:18) Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

 

Dampak positif dipimpin oleh Roh: Tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Sedangkan, mereka yang hidup menurut keinginan daging berada di bawah hukum Taurat.

 

Contoh hidup di bawah hukum Taurat: Saling menuduh dan saling membela ... Roma 2:15

-          Saling menuduh, artinya: Mempersalahkan orang yang bersalah = Tidak mengampuni orang yang bersalah.

-          Saling membela, artinya: Membenarkan dirinya sendiri sekalipun salah = Orang yang tidak mau mengakui kesalahan.

Padahal jika tidak mau mengakui kesalahan mengalami kerugian yang double, selain membuat dirinya kaku, tidak fleksibel dalam mengasihi, ada lagi kerugian yang lain dalam 1 Yohanes 1:8 dikatakan jika tidak mau mengakui dosa, maka:

1.       Menipu diri sendiri.

2.       Kebenaran tidak ada dalam dirinya.

 

Sedangkan, dalam 1 Yohanes 1:9, orang yang mudah mengakui kesalahan (dosa) maka Tuhan akan mengampuni dosa kita, bahkan darah-Nya menyucikan kita dari segala kejahatan, karena Dia adalah Allah yang setia dan adil.

 

Kenapa orang kaku? Tersinggung sedikit jadi kaku, ya karena susah mengaku dosa.

Dahulu saya orang yang kaku, sekarang saya sudah dimerdekakan oleh darah salib.

Mengapa kaku? Karena tertuduh terus.

 

Kemudian, dalam 1 Yohanes 1:10, dampak negatif lainnya jika tidak mengakui dosa maka:

a.       Membuat Tuhan menjadi pendusta.

b.       Firman-Nya tidak ada di dalam kita atau Firman-Nya tidak mendarah daging.

Apabila Firman tidak mendarah daging maka hidup ini hanya hidup saja, ini namanya daging bukan Roh. Tetapi apabila Firman TUHAN mendarah daging ini adalah manusia Roh. Jadi kalau manusia tanpa Firman itu adalah manusia daging, sama seperti binatang hanya terdiri dari daging tanpa Roh. Tetapi Tuhan menjadikan laki-laki dan perempuan daging dan Roh. Kita adalah manusia bukan binatang, namun jika Firman tidak mendarah daging maka persis seperti binatang hanya manusia daging tanpa Roh.

 

Ciri hidup di bawah hukum Taurat:

Matius 15:7-9

(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

 

Menjalankan ibadah secara lahiriah yakni memuliakan Tuhan dengan bibir, tetapi hatinya jauh dari Tuhan = Mempersembahkan tubuh jasmani kepada Tuhan, tetapi hatinya atau manusia dalamnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan. Ini adalah ibadah lahiriah / ibadah yang sia-sia / ibadah yang percuma.

 

Namun kenyataannya banyak juga diantara kita (orang Kristen) menjalankan ibadah yang percuma / ibadah yang sia-sia.Jika kita sadar apabila ibadah yang kita jalankan adalah ibadah yang percuma / sia-sia, maka terlalu bodoh sekali menjalankan sesuatu yang sia-sia. Oleh sebab itu, hendaklah arif dan bijaksana.

 

1 Korintus 15:57-58

(15:57) Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (15:58) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Oleh karena darah salib Kristus kita BERKEMENANGAN terhadap hukum dosa dan hukum Taurat.

Pendeknya, ibadah pelayanan yang disertai dengan memikul salib sampai berdarah-darah adalah ibadah yang tidak sia-sia / tidak percuma.

 

Jangan sampai kita datang beribadah dan menjalankan ibadah yang sia-sia, namun biarlah kita menjadi satu kehidupan yang berkemenangan oleh karena darah salib Kristus / darah tebusan. Kalau Taurat tanpa korban Kristus itu PERCUMA.

Karena kita adalah manusia memiliki akal sehat maka hendaklah menjadi satu kehidupan yang arif dan bijaksana, jangan mempertahankan ibadah yang percuma atau ibadah yang sia-sia.

 

1 Timotius 4:7B

(4:7) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

 

"Latihlah dirimu beribadah." Ini menunjuk ibadah yang dihubungkan dengan SALIB.

Jika ibadah tanpa salib maka itu bukan melatih diri beribadah, melainkan itu adalah ibadah Taurat.

Latihlah diri masing-masing untuk memikul salib di tengah ibadah dan pelayanan.

 

1 Timotius 4:8

(4:8) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

 

Ibadah Taurat / ibadah badani terbatas gunanya, tetapi ibadah dan pelayanan yang dihubungkan dengan darah salib mengandung janji:

-          Baik untuk hidup ini (masa sekarang), itu berarti; selama di bumi, dibela, dilindungi, dan dipelihara (dicukupkan) oleh Tuhan baik secara jasmani maupun rohani.

-          Baik untuk hidup yang akan datang: bahagia bersama dengan Tuhan di dalam Kerajaan Sorga untuk selama-lamanya.

 

Galatia 5:19-21 --- Perikop: "Hidup menurut daging atau Roh."

(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, (5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 

Ada 15 tabiat daging:


1.       Percabulan.

2.       Kecemaran.

3.       Hawa nafsu.

4.       Penyembahan berhala.

5.       Sihir.

6.       Perseteruan.

7.       Perselisihan.

8.       Iri hati.

9.       Amarah.

10.   Kepentingan diri sendiri.

11.   Percideraan.

12.   Roh pemecah.

13.   Kedengkian.

14.   Kemabukan.

15.   Pesta pora dan sebagainya


 

Pendeknya: Hidup menurut daging dan hawa nafsu yang jahat itulah ibadah badani tidak masuk dalam Kerajaan Sorga.

Oleh sebab itu, di atas saya katakan latihlah dirimu beribadah, itu berarti ibadah dan pelayanan harus dikaitkan dengan darah salib, itu ibadah yang mengandung janji. Tetapi ibadah yang bersifat daging tidak akan membawa dia masuk dalam Kerajaan Sorga, sia-sia saja.

Kita bandingkan dengan hidup menurut Roh.

Galatia 5:22-23

(5:22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (5:23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Ada 9 (sembilan) buah Roh:

1.       Kasih.

Fungsinya: Menutupi banyak sekali dosa, mengerti orang lain.

2.       Sukacita.

Mukanya tidak suka cemberut, tidak suka murung, tetapi tetap dalam sukacita bersama dengan orang lain. Berarti jelas orang ini tidak mudah tersinggung.

3.       Damai sejahtera.

Hendaklah kiranya kita membawa damai sejahtera, dimanapun kita berada, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun solah tingkah, gerak gerik sekecil apapun.

4.       Kesabaran.

Sabar dalam segala kesesakan, sabar menghadapi pergumulan, sabar terhadap segala sesuatu, sabar, sabar, dan sabar.

5.       Kemurahan.

Ini menunjuk kepada orang yang murah hatinya, maka jadilah pribadi-pribadi yang murah hati. Jangan terlalu eksklusif, jangan tertutup tidak menentu.

6.       Kebaikan.

Dimanapun kita berada, marilah kita menunjukkan kebaikan, namun banyak orang Kristen hanya baik pada dirinya, kelompoknya, namun kepada orang lain tidak mau. Oleh sebab itu, kebaikan perlu dibuktikan di hadapan Tuhan.

7.       Kesetiaan.

Taat sampai mati disebut juga setia. Imam-imam yang melayani TUHAN, layanilah TUHAN sampai mati di situ. Beribadah juga sampai mati di situ. Seorang isteri membutuhkan pribadi suami yang setia, seorang suami membutuhkan isteri yang setia juga, teramat lebih TUHAN, Dia adalah pribadi yang setia sekalipun kita tidak setia.

8.       Kelemahlembutan.

Berarti, tidak berlaku kasar, tidak berlaku brutal, teramat lebih seorang perempuan perlu yang namanya lemah lembut.

9.       Penguasaan diri.

Orang yang dalam penguasaan diri maka sama seperti kekang kuda; menguasai seluruh kehidupan dari ujung kepala sampai ujung kaki. TUHAN yang mengusasai kehidupan kita sekaliannya.

 

Perlu untuk diketahui: TIDAK ADA HUKUM yang dapat menentang apabila seseorang memiliki 9 (sembilan) buah Roh El-Kudus.

Maka itulah pentingnya kita memiliki 9 (sembilan) buah Roh Kudus. Berbeda dengan manusia daging yang selalu ditentang oleh orang lain, itulah sebabnya saya katakan bahwa daging itu lemah dan Roh itu penurut.

Sedikit perkataannya saja ditentang, apalagi gerak-geriknya semua ditentang, melihat wajahnya saja tidak suka.

Berbeda dengan orang yang memiliki 9 (sembilan) buah Roh Kudus, mau sehitam apapun dia, tidak ada yang menentang dia, dimanapun dia berada selalu membawa damai sejahtera.  

 

Dari sini kita bisa melihat, daging itu lemah, rentan sekali dalam menjalankan hidup. Tetapi Roh itu penurut, menyukakan hati TUHAN. Itu sebabnya, manusia dibentuk dari debu tanah namun dijadikan dalam bentuk daging dan Roh. Berbeda dengan binatang, dijadikan hanya dalam bentuk daging tanpa Roh.

 

Galatia 5:24-26

(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. (5:25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, (5:26) dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

 

Barangsiapa menjadi milik Kristus, tandanya:

a.       Ia telah menyalibkan hawa nafsu dan keinginannya.

b.       Memberi diri dipimpin oleh Roh Tuhan.

Buktinya:

-          Ia tidak gila hormat.

-          Tidak saling menentang.

-          Tidak saling mendengki.

 

Kejadian 2:19

(2:19) Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. (2:20) Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

 

Hawa diciptakan untuk menjadi penolong bagi suami. Dan kita harus bisa menjadi penolong di tengah ibadah dan pelayanan, kita harus bisa mem-backup ibadah dan pelayanan, jika tidak maka sama seperti BINATANG.

Seperti halnya Adam, dari antara binatang tidak ada satu pun yang bisa menjadi penolong yang sepadan dengan dia.

 

Oleh sebab itu, Tuhan latih kita beribadah, dan di tengah ibadah pelayanan harus disertai dengan sangkal diri dan pikul salib, ibadah berdarah-darah, karena Tuhan mau menjadikan kita penolong yang sepadan dengan penyerahan diri Imam Besar Agung di atas kayu salib.

Maka jangan datang menjalankan ibadah lahiriah karena itu merupakan ibadah yang percuma.

 

Singkat kata: Segala binatang hutan, segala ternak, dan segala burung di udara dijadikan dalam bentuk daging TANPA ROH.

Inilah perbedaan antara manusia dengan binatang; manusia diciptakan daging dan Roh, tetapi binatang diciptakan hanya dengan daging tanpa roh.

 

Puncak dari keinginan daging / puncak kebodohan dari binatang.

2 Petrus 2:12

(2:12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,

 

Hewan yang tidak berakal = Binatang yang dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan.

Singkat kata: Puncak keinginan daging adalah MENGHUJAT ROH KEMULIAAN.

 

Wahyu 13:3-4 --- Perikop: "Binatang yang keluar dari dalam laut."

(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. (13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"

 

Ibadah dan pelayanan yang hanya berfokus pada mujizat kesembuhan, maka orang-orang yang heran itu akan digiring menyembah naga dan menyembah binatang (antikris).

Itulah sebabnya, saya selalu ingatkan kita semua; marilah kita melatih diri untuk beribadah, artinya di tengah ibadah melatih diri untuk memikul salib sampai berdarah-darah.

 

Ternyata jika kita memberikan diri digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel dengan sungguh-sungguh, nanti Tuhan yang menggiring kita sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan = Menyembah Allah yang hidup.

Kita anak-anak Tuhan butuh karunia yang ada pada seorang hamba Tuhan termasuk karunia kesembuhan, tetapi ibadah ini tidak boleh berfokus pada karunia dari seorang hamba Tuhan, ibadah ini harus berfokus / bertitik tolak / sentralnya adalah salib di Golgota, sehingga nanti kita akan digiring pada kedudukan yang tepat dan benar; dimana Tuhan berada maka di situ kita berada.

Anehnya banyak orang Kristen ibadahnya hanya asal-asalan dan berkata "saya menyembah Tuhan", dia mengatakan hal itu karena dia tidak tahu apa yang dia katakan. Jika dia mengetahui puncak ibadah adalah doa penyembahan, maka dia akan secepatnya berkaca dalam kebenaran yang memimpin hidup rohaninya sampai pada doa penyembahan dan malu akan ucapannya yang lalu.

 

Wahyu 13:5-6

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

 

Pada akhirnya binatang (antikris) akan membuka mulutnya untuk:

1.       Menghujat Allah.

2.       Menghujat nama-Nya; Yesus Anak Allah.

3.       Menghujat kemah kediaman-Nya = Menghujat Roh Allah; itulah kegiatan Roh yakni ibadah dan pelayanan.

 

Saudara, kita ini banyak dosa, mulai dari saya berdosa kepada Bapa, berdosa kepada Yesus Anak Allah, tetapi jangan kita meringankan hak kesulungan, jangan kita meringankan ibadah pelayanan, jangan kita mengabaikan kegiatan Roh. Sebab menghujat Bapa diampuni, menghujat Anak diampuni, menghujat kegiatan Roh, yakni; ibadah dan pelayanan tidak diampuni oleh TUHAN.

Jadi kalau pilek-pilek sedikit lawan saja nanti sembuh karena TUHAN penuh dengan mujizat, Firman-Nya menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Jangan pilek sedikit dibesar-besarkan, nanti masalah mu jadi besar.

 

Dahulu kita liar, mengabaikan ibadah dan pelayanan, sekarang TUHAN sudah memberikan pengertian, hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi, jangan lagi kita berada di tempat yang lama, jangan lagi kita menghujat Roh kemuliaan ALLAH, jangan lagi kita mengabaikan ibadah dan pelayanan, itu cukup menjadi masa lalu.

Apalagi yang sudah menerima Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, masih menganggap enteng ibadah dan pelayanan, tidak perlu begitu, sungguh-sungguh saja, tidak usah pakai trik ini itu, berikan diri mu dipimpin Roh TUHAN supaya wajah mu bercahaya kemuliaan.

 

Praktek menghujat Roh Kemuliaan Allah:

Daniel 8:9

(8:9) Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.

 

Pada akhirnya antikris akan tampil sebagai raja dan memerintah atas seluruh dunia ini.

Ketika kuasanya sudah semakin besar, maka ia akan:

-          Menanduk ke arah Selatan.

-          Menanduk ke arah Timur.

-          Menanduk ke arah Tanah Permai (bagian barat; Ruangan Maha Suci).

Hal ini menunjukkan bahwa antikris bertakhta di sebelah UTARA, itu adalah takhtanya Setan jika kita perhatikan Yesaya 14:13 -- Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

 

Jadi setelah membuat satu takhta di sebelah Utara, tanduk itu menjadi besar lalu dia tanduk ke arah Selatan, dia tanduk ke arah Timur, kemudian dia tanduk lagi ke arah Tanah Permai (Barat) karena dia sudah merasa besar. Bagaimana kita menghadapi tanduk besar ini, sementara kita tidak mau melatih diri beribadah, dengan lain kata tidak memiliki hikmat, tidak memiliki kekuatan dari ALLAH. Masihkah kita juga sama seperti binatang pertama itulah antikris, ogah-ogahan dalam hal ibadah pelayanan, masih menganggap ringan ibadah dan pelayanan ini sementara ibadah ini adalah sarana yang TUHAN berikan untuk menolong hidup kita, menolong nikah-nikah dan rumah tangga kita.

Nyawa kita tidak sama dengan nyawa binatang, manusia itu terdiri dari daging dan Roh, sedangkan binatang itu hanya terdiri dari daging tanpa Roh, derajatnya berbeda.

 

Daniel 8:10

(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.

 

Antikris menjadi sangat besar hingga sampai kepada bala tentara langit.

Bala tentara langit itu adalah hamba-hamba Tuhan yang ditinggikan/diurapi.

Bala tentara langit atau bintang-bintang seharusnya berada pada orbit, dan tidak boleh keluar dari orbit. Itu sebabnya saya sebagai seorang hamba Tuhan / pemimpin sidang jemaat, belajar tidak diatur oleh jemaat dan uang jemaat, bahkan tidak diatur oleh siapapun, dan saya tidak boleh takluk kepada uang jemaat. Entah dia kikir, entah dia suka memberi, tetap saja mengasihi, dengan porsi yang sama.

 

Tetapi lihatlah satu kali kekuasaan dari antikris ini sampai kepada bala tentara langit, akhirnya dari antara bala tentara, ada beberapa yang keluar dari orbitnya, dijatuhkan ke bumi, lalu diinjak-injak oleh antikris, dikantongi oleh dunia ini.

Jika bala tentara bisa dijatuhkan ke bumi, maka kita ini siapa? Apalagi orang yang tidak mau menjadi imamat rajani, tidak mau melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN?

Jika bintang di langit bisa dijatuhkan, maka jemaat biasa yang tidak mau mengambil bagian dalam ibadah pelayanan, tidak hidup dalam pengurapan sebagai Imamat Rajani bagaimana dia dapat tertolong? Yesus adalah Raja Mulia dan oleh karena pengurapan kita menjadi raja-raja kecil di bumi, karena Tuhan punya rencana.

Yang diurapi (bintang di langit) bisa dijatuhkan? Bagaimana dengan jemaat yang pura-pura beribadah? Bagaimana dengan jemaat yang tidak berada dalam pengurapan artinya bukan imamat rajani? Bagaimana masa depan suami isteri dan anak-anak satu keluarga ini?

 

Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

 

Puncaknya antikris membesarkan dirinya kepada Panglima Bala Tentara (Tuhan Yesus Kristus), dengan cara:

1.       Merampas korban sehari-hari.

2.       Tempat-Nya yang kudus dirobohkan.

Satu kali nanti kita tidak bisa ibadah karena rumah Tuhan dirobohkan, namun saat ini kita masih digembalakan oleh korban sehari-hari. Di atas gunung Tuhan korban sehari-hari harus dipertahankan untuk menggembalakan sidang jemaat, dan sampai hari ini kita masih berada di tengah ibadah itu bukti bahwa rumah Tuhan belum dirobohkan, tetapi satu kali nanti rumah Tuhan akan dirobohkan dan banyak orang akan meringis nanti itulah puncak gelap malam orang tidak bisa menjadi mencari keselamatan.

 

Tentang: KORBAN SEHARI-HARI DIRAMPAS.

Korban sehari-hari -> Korban sembelihan dan korban santapan

 

Keterangan: “Korban sembelihan” -> Ibadah pelayanan disertai dengan pikul salib sampai berdarah-darah.

Kita tahu darah salib berkuasa menebus dan memperdamaikan kita, kalau korban sembelihan disingkirkan maka siapa yang akan menebus dan memperdamaikan dosa kita kepada Bapa di Sorga, tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan keselamatan sebab orang tidak dapat lagi bekerja.

Maka selama masih ada kesempatan dimana darah salib masih tercurah dari 2000 tahun yang lalu sampai hari ini, hargailah itu setinggi-tingginya lebih dari apa yang ada di dunia ini, lebih dari perasaan suami, isteri, orang tua, dan anak.

 

Malam ini kita masih diberi kesempatan untuk beribadah dan melayani TUHAN penuh dengan lumuran darah. Memang sakit rasanya dan sangat menjengkelkan. Kita sedang berjuang untuk hidup suci, orang lain menjadi ganjalan, sakit, tetapi itu namanya ibadah pelayanan disertai memikul salib sampai berdarah-darah. Memang jengkel rasanya, tetapi mau bilang apa lagi, tidak ada cara lain lagi saudara, jangan coba-coba cari jalan sendiri, nanti sesat di tengah jalan, ujungnya binasa.

 

2 Tesalonika 2:9-10

(2:9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (2:10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

 

Kehadiran antikris di bumi jelas itu adalah pekerjaan Setan.

Kemudian, kehadiran antikris disertai dengan:

-          Rupa-rupa perbuatan ajaib.

-          Disertai tanda-tanda heran.

-          Disertai mujizat-mujizat palsu.

Apapun yang dikerjakan antikris itu adalah tipu daya jahat yang diuntukkan kepada orang yang tidak menerima dan tidak mengasihi kebenaran yang menyelamatkan manusia itulah salib Kristus.

 

2 Tesalonika 2:11-12

(2:11) Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, (2:12) supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

 

Orang yang menolak salib dan lebih dominan kepada mujizat itu adalah KEJAHATAN.

Banyak hamba Tuhan yang tidak menyadari kejahatan semacam ini, jika hanya sibuk mengadakan mujizat, namun mengabaikan salib Kristus itu adalah kejahatan. Kalau karunia kesembuhan sanggup menyelamatkan gereja Tuhan dari bumi ini, lalu diseberangkan ke Sorga, maka tidak perlu Yesus turun dari Sorga, menjadi manusia, menderita sengsara lalu mati di atas kayu salib, tidak usah.

Namun yang pasti pengantara antara bumi dengan langit adalah SALIB, tidak ada jembatan yang lain, sesuci-sucinya pendeta dan sehebat apapun karunia yang dia punya, dia tidak bisa menyelamatkan jemaat, sebab hanya satu cara yang dapat menjembatani manusia berdosa dari bumi ke Sorga itulah DARAH SALIB, tidak ada yang lain. Oleh sebab itu, jadilah arif dan bijaksana.

 

Keterangan: “Korban santapan” -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, itulah Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, berarti ayat menerangkan ayat, atau ayat yang satu dijelaskan oleh ayat yang lain dari Kejadian sampai Wahyu sampai terjadi pembukaan rahasia Firman, itulah yang disebut Ilham Roh Kudus, tidak ditafsir-tafsir dengan pengertian manusia daging.

Satu kali korban santapan pun akan disingkirkan, maka nanti akan tergenapi Amos 8:11; "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah Firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan Firman TUHAN.

Satu kali nanti Tuhan akan mengirimkan kelaparan yang dahsyat, kelaparan yang dahsyat ini terjadi selama 7 (tujuh) tahun yang dibagi menjadi 2 (dua) bagian:

-          3,5 tahun yang pertama masih ada ibadah namun sudah sulit. Oleh sebab itu, Tuhan berkata “jangan rusakkan minyak dan anggur”, kemudian harga Firman juga sudah mahal yaitu “secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.”

-          3,5 tahun yang kedua betul-betul korban santapan disingkirkan,

Tergenapilah Amos 8:11.

 

Bagaimana saudara mendengar tentang Roh dan daging ini? Tidakkah TUHAN memberi pengertian kepada kita?

 

Akibat kelaparan yang hebat:

Amos 8:12

(8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari Firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

 

Maka alangkah baiknya dan bijaksananya kita kalau di tahun-tahun kelimpahan ini, kita menghargai korban santapan, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan. Jangan diabaikan hanya karena kepentingan-kepentingan di dunia ini, nanti binasa seisi rumah, sia-sia jadinya segala sesuatu yang sudah dikorbankan.

 

Akibat kelaparan, orang-orang akan:

1.       Mengembara dari laut ke laut.

2.       Menjelajah dari utara ke timur.

Istilah "Mengembara" -> Liar dan tidak tergembala.

Istilah "Menjelajah" -> Kemerosotan rohani.

Jika dikaitkan dengan alat yang di Ruangan Suci; dari Meja Roti Sajian (Utara) turun ke Pintu Gerbang (Timur) itu adalah kemerosotan rohani.

 

Sebab itu pertahankan apa yang TUHAN berikan ini, jangan mau direcoki dengan pikiran-pikiran dan perasaan manusia daging, termasuk soal penghidupan, soal ekonomi, pekerjaan, masa depan , jodoh, jangan mau direcoki dengan  hal-hal semacam itu.

 

Dan 8:12

(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

 

Ganti korban sehari-hari adalah menjalankan IBADAH FASIK.

Ibadah fasik artinya: sibuk berbicara soal berkat dan keberkatan, serta berhasil dan keberhasilan.

 

Antikris luar biasa liciknya membawa kehidupan yang menolak salib sampai kepada mabuk anggur dari Babel, yakni; menjadi kaya karena kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, karena memang puncak ibadah tertinggi dari Setan Tritunggal adalah kenajisan percabulan, itulah Kerajaan dunia dengan kemegahannya disebut juga mamon, sudah jelas kehidupan semacam ini akan binasa.

Ini harus kita sadari sebab hanya Firman yang diurapi yang menyadarkan kita dan tidak ada cara yang lain.

Itu sebabnya, ketika pemecahan roti pertama dan kedua, Tuhan tidak biarkan mereka pulang dengan kondisi lapar, sebab nanti pingsan di jalan, kalau pingsan artinya tidak hidup dan tidak mati, tidak sadar, sehingga dapat digiring setan kepada satu pengajaran yang keliru.

Tetapi Yesus berkata kepada 12 (dua belas) murid, kamulah yang memberi mereka makan, itu tugas rasul-rasul.

Itu sebabnya, lima roti dan dua ikan sisa dua belas bakul supaya tiap satu Rasul mendapat satu bakul.

 

Matius 12:31

(12:31) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

 

Menghujat ibadah dan pelayanan tidak diampuni; berdosa kepada Bapa diampuni, berdosa kepada Anak diampuni, tetapi meringankan ibadah tidak akan diampuni siapapun dia.

 

Matius 12:32

(12:32) Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

 

Jika menentang Roh Kudus maka tidak akan diampuni, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang tidak diampuni, berarti binasa untuk selama-lamanya

 

Orang-orang yang hidup dari iman Abraham ada kesempatan untuk kembali ke tanah asal, tetapi mereka tidak mau karena mereka rindu tanah air Sorgawi (Ibrani 11:15).

 

Jalan keluar:

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Manusia diciptakan dalam bentuk daging dan roh. Mengapa demikian?

 

Kejadian 2:7

(2:7) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

 

Kaitan daging dan roh maka Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, tetapi Tuhan tidak menghembuskan nafas hidup kepada binatang.

 

1 Korintus 15:45

(15:45) Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

 

Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah dalam bentuk daging dan roh, selanjutnya Tuhan menghembuskan nafas hidup.

Maka dikatakan disini, Adam pertama adalah makhluk hidup, sedangkan Adam yang terakhir adalah menjadi Roh yang menghidupkan. Hembusan nafas Allah ke lobang hidung Adam dan Hawa adalah Roh yang menghidupkan.  

Kita butuh hembusan nafas Allah itulah Firman yang diurapi.

Sedangkan, binatang tidak butuh Firman yang diurapi sebab dia dalam bentuk daging bukan roh.

 

Itu sebabnya Adam pertama adalah makhluk yang hidup, tetapi Adam yang kedua adalah roh yang menghidupkan itulah pribadi Yesus Kristus. Itulah hembusan nafas hidup yang dihembuskan ke dalam lobang hidung supaya kita hidup.

 

Apabila dikaitkan dengan Pola Tabernakel anatomi manusia, secara khusus KEPALA.

Kepala manusia terdiri dari:

YANG PERTAMA: Otak besar dan otak kecil.

OTAK BESAR terkena pada Ruangan Suci.

Di dalam Ruangan Suci terdapat 3 alat -> Ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok:

1.       Meja Roti Sajian -> Ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

2.       Pelita Emas -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.

3.       Mezbah Dupa -> Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan.

OTAK KECIL terkena kepada Ruangan Maha Suci, di dalam nya ada Tabut Perjanjian dan berbicara soal 2 (dua) hal:

1.       Takhta Allah.

2.       Hubungan nikah antara Kristus sebagai Mempelai laki-laki dengan jemaat sebagai Mempelai Wanita-Nya berdasarkan kasih.

 

YANG KEDUA: Panca indra.

1.       Mata terkena pada Pelita Emas -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.

2.       Kuping terkena pada Meja Roti Sajian -> Ketekunan ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.

3.       Hidung dan mulut (lobang hidung) terkena kepada Mezbah Dupa -> Ketekunan ibadah Doa Penyembahan.

Tadi TUHAN menghembuskan“nafas hidup ke lobang hidung”, sementara mulut dan lobang hidung terkena kepada Mezbah Dupa, itulah DOA PENYEMBAHAN. Jadi doa penyembahan adalah nafas hidup.

 

Gambar Tabernakel, anatomi / tubuh manusia (Kepala).

 

Oleh sebab itu, saya anjurkan berkali-kali dengan kasih dan kesabaran, tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok, sebab itu adalah hembunas nafas Allah ke dalam lobang hidung mu. Tidak banyak gereja memahami hal ini, dia pikir kalau datang ke gereja tiap hari masuk Sorga, tidak begitu, ibadah harus berpola. Hidup ini juga dibentuk menurut gambar dan rupa ALLAH, dibentuk menurut teladan Allah, lahir batin.

 

Harusnya saudara bangga dan hati kita hancur malam ini, ternyata selama ini kita merasakan hembusan nafas ALLAH ke lobang hidung kita sekaliannya. Manusia pertama hanya makhluk hidup, tetapi manusia kedua adalah Roh yang memberi hidup.

 

Malam ini sudah kita rasakan kebaikan dan kemurahan hati Tuhan, tanpa kita sadari, ternyata di tengah ibadah pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania Serang & Cilegon, kita menikmati hembusan nafas Allah yang dihembuskan ke lobang hidung kita masing-masing.

Jadi jelas puncak ibadah itulah doa penyembahan adalah nafas hidup, oleh sebab itu tekunlah dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

  

No comments:

Post a Comment