IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 NOVEMBER 2025
SURAT YUDAS
PASAL 1:9
(Seri: 6)
Subtema: TIDAK MENCEMARKAN
PAKAIAN PUTIH
Shalom...
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh
masuk dalam hadirat-Nya, datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan,
sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada
Dia dan hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, yang turut
bergabung lewat online, dimanapun saudara berada, kiranya damai
sejahtera memerintah di hati kita sekaliannya, juga damai sejahtera itu memberi
sukacita dan kita bahagia saat duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.
Mari
secepatnya kita sambut surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah
Doa Penyembahan.
Namun
tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Saudara,
kita sudah mengakhiri ayat 8 pada minggu yang lalu dan dengan
berakhirnya ayat 8, maka malam ini kita akan masuk pada ayat 9. Berarti
kita akan menerima berkat yang baru pada ayat yang baru pula.
Kalau
TUHAN menolong dan memberkati kita pada ayat-ayat sebelumnya, kiranya TUHAN
juga menolong dan memberkati kita pada ayat 9 ini.
Yudas
1:9
(1:9) Tetapi
penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan
Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan
kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya TUHAN menghardik engkau!"
Sebelum
kita masuk kepada pembahasan, memang Iblis (Setan) perlu diusir/ditengking.
Jadi,
kita tidak perlu marah-marah kepada Setan, lalu menggunakan kata-kata kasar, apalagi
sampai menghujat, tidak ada artinya, yang terpenting Setan diusir/ditengking.
Jadi,
berangkat dari sini, kita harus mengerti juga untuk menghadapi orang yang
memiliki sikap/perangai/tabiat yang tidak baik, kemudian memiliki aksi brutal,
tidak sopan, arogan, tidak bermoral, tidak bisa kita lawan dengan kata-kata
hujat / kata-kata kasar. Seseorang hanya bisa dihadapi dengan kasih, Iblis/Setan
yang menguasai (merasuki) hatinya, perlu untuk didoakan (ditengking), tanda
bahwa kita mengasihi dia.
Itu
sedikit saja, lain waktu kalau TUHAN ijinkan kita membahas ini.
Yang
kita perhatikan malam ini adalah ketika bertengkar dengan Iblis, malaikat
Mikhael tidak berani menghakimi Iblis dengan kata-kata hujatan. Intinya,
malaikat Mikhael tidak berani menghujat.
Terkait
dengan menghujat kita perhatikan di dalam...
2
Petrus 2:11
(2:11) padahal malaikat-malaikat
sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak
memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas
mereka di hadapan ALLAH.
Malaikat
Mikhael tidak berani menghakimi Iblis dengan kata-kata hujat, sekalipun ia
lebih kuat dan berkuasa dari...
a. Iblis
/ malaikat yang tidak taat (2 Petrus 2:4).
b. Manusia
purba / orang-orang pada zaman Nuh (2 Petrus 2:5).
c. Orang-orang
yang tinggal di kota Sodom dan Gomora / orang yang tidak bermoral (2 Petrus
2:6).
Singkat
kata, malaikat Mikhael tidak berani menghakimi dengan kata-kata hujat / tidak
berani menghujat = menghormati dan menghargai ibadah dan pelayanan.
-
Menghujat Bapa diampuni.
-
Menghujat Anak juga diampuni, tetapi
-
Menghujat Roh Kudus dan kegiatannya
itulah ibadah dan pelayanan tidak diampuni.
Lihat
orang arogan, biar dia ada di tengah ibadah, tidak pernah menghargai ibadah.
Oleh
sebab itu, kita harus menghormati dan menghargai ibadah dan pelayanan, lebih
dari yang lain, lebih dari yang ada di dunia ini.
Justru,
lewat ibadah dan pelayanan ini kita dipenuhkan oleh Firman ALLAH, Roh ALLAH,
dan kasih ALLAH. Sehingga, dengan tiga tabiat ALLAH Trinitas, kita semakin
sungguh-sungguh, semakin menghargai dan menghormati ibadah dan pelayanan.
Semakin
sungguh-sungguh menghargai ibadah dan pelayanan; tabiatnya akan semakin saleh,
jujur, dan takut akan TUHAN, seperti Ayub.
2
Petrus 2:12
(2:12) Tetapi
mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang
yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa
yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka
sendiri akan binasa seperti binatang liar,
Menghujat
ibadah dan pelayanan (kegiatan Roh) = hewan yang tidak berakal = binatang yang
hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan.
Mari
kita lihat tentang:
Binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan
dimusnahkan...
Wahyu
13:5 -- perikop: bicara tentang Binatang yang keluar dari dalam laut
(13:5) Dan kepada
binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat;
kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan
lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat
ALLAH, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua
mereka yang diam di sorga.
Binatang
yang keluar dari dalam laut disebut antikris.
Kemudian,
mulut binatang ini penuh kesombongan dan hujat, untuk:
- Menghujat
ALLAH.
- Menghujat
nama-Nya.
- Menghujat
kemah kediaman-Nya dan mereka yang diam di Sorga = menghujat
Roh kemuliaan = tidak menghargai dan tidak menghormati ibadah dan pelayanan.
Inilah
binatang yang tidak memiliki akal sehat, binatang yang hanya dilahirkan untuk
ditangkap dan dimusnahkan.
Wahyu
13:7-8
(13:7) Dan ia
diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan
mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa
dan bangsa. (13:8) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan
menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia
dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Satu
kali antikris (binatang yang keluar dari dalam laut) akan berkuasa atas
seantero dunia, berkuasa atas setiap suku, berkuasa atas setiap kaum,
berkuasa atas setiap umat, berkuasa atas setiap bangsa, berkuasa
atas setiap orang. Sebab, binatang ini akan memerangi dan mengalahkan
setiap suku, umat (Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu, Muslim), bahasa, dan bangsa,
tiap-tiap negara.
Selanjutnya,
mereka yang dikalahkan itu akan tergiring untuk menyembah bintang itu,
yaitu; orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam Kitab kehidupan Anak
Domba yang disembelih.
Jadi,
dari sini kita bisa melihat bahwasanya anak-anak TUHAN harus sungguh-sungguh di
dalam hal menghargai dan menghormati ibadah. Dengan lain kata; harus tekun
dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, kalau tidak akan diperangi dan
dikalahkan oleh antikris.
Itu
sebabnya di atas tadi saya katakan, kita harus belajar menghargai dan
menghormati ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan lebih sungguh-sungguh
lagi, semakin hari semakin sungguh-sungguh menghargai dan menghormati ibadah
dan pelayanan.
Jadi
yang dikalahkan itu, digiring pada satu titik yaitu: menyembah antikris.
Siapakah
yang menyembah antikris itu? Yaitu: mereka yang dikalahkan.
Siapakah
mereka yang dikalahkan? Yaitu: mereka yang namanya tidak tertulis di dalam
Kitab kehidupan Anak Domba.
Lebih
jauh kita melihat,
Nama yang tidak tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak Domba...
Wahyu
3:4-5 -- Perikop: "Kepada jemaat di Sardis"
(3:4) Tetapi di Sardis
ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan
berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak
untuk itu. (3:5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih
yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan,
melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para
malaikat-Nya.
Di
Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya.
Tidak
mencemarkan pakaiannya, disebut dengan pakaian putih yang tidak bernoda, itulah
lenan halus.
Pendeknya,
yang mengenakan pakaian putih; namanya tidak dihapuskan dari Kitab
kehidupan Anak Domba yang telah disembelih. Sebaliknya, mereka yang
mencemarkan pakaian putih, maka nama mereka akan dihapuskan dari kitab
kehidupan Anak Domba.
Biarlah
kiranya, tabiat / solah tingkah / perbuatan kita, tidak ternodai dengan hal-hal
yang tidak baik, tidak suci, yang jahat, yang najis dan seterusnya.
Apakah yang menodai pakaian putih itu?
Wahyu
3:1-2
(3:1) "Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki
ketujuh Roh ALLAH dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau
dikatakan hidup, padahal engkau mati! (3:2) Bangunlah, dan
kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu
pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan ALLAH-Ku.
Singkat
kata, jemaat di Sardis dikatakan hidup padahal mati.
Arti
rohaninya; jemaat di Sardis "nampak" nya berada dalam suasana Kebangkitan
Kebangunan Rohani (KKR) atau "nampak" nya dikuasai oleh Roh ALLAH,
padahal dikuasai oleh daging.
Perlu
untuk diketahui: Roh itu memberi hidup, tetapi daging itu mati (Yohanes 6:63).
Pendeknya,
jemaat di Sardis mengalami kematian rohani, bukan berada dalam suasana KKR.
Bukti
mati rohani; melayani TUHAN dan melayani banyak pekerjaan TUHAN, tetapi tidak
satupun dari pekerjaannya sempurna di hadapan TUHAN, tidak ada satupun yang
baik dan benar di hadapan TUHAN = melayani asal-asalan = bekerja asal-asalan.
Banyak
pekerjaan yang dia kerjakan, tetapi satu pun tidak ada yang benar, satu pun
tidak ada yang baik apalagi sempurna. Berarti beribadah asal-asalan, melayani
asal-asalan, bekerja asal-asalan.
Mengerikan
kehidupan semacam ini. Inilah pakaian putih, tetapi sudah dicemari dengan
beribadah dengan asal-asalan, melayani dengan asal-asalan, bekerja dengan
asal-asalan. Banyak pekerjaan yang dia kerjakan, tetapi tidak ada satu pun yang
baik dan benar, inilah yang mencemari pakaian putih. Orang-orang semacam
ini, namanya tidak akan tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak Domba.
Apalagi
imam-imam diberi kesempatan untuk melayani, tetapi melayani asal-asalan, diberi
kesempatan untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tetapi beribadah
asal-asalan, setor muka saja. Kemudian diberi kesempatan untuk mengerjakan
banyak pekerjaan, tetapi asal-asalan, mungkin rajin, tetapi untuk
kepentingannya, bukan untuk kepentingan TUHAN, ini juga bekerja asal-asalan.
Ini yang disebut mencemari pakaian putih.
Jadi
saudara dengan rajin di depan mata orang, tetapi untuk kepentingan sendiri, itu
justru mencemarkan pakaian putih.
Mengapa
hal itu bisa terjadi?
Jawabnya:
karena ia tidak merasa memiliki.
Seandainya
ia merasa memiliki, maka ia akan melayani dan bekerja dengan segenap hati.
Karena,
"dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius
6:21)
Kalau
ibadah ini sudah menjadi harta mu maka di situ juga hati mu. Tetapi kalau
ibadah ini belum menjadi harta mu maka hati mu tidak ada di situ.
Pendeknya,
kalau seorang imam hanya asal melayani, maka ia sedang mencemarkan pakaian
putih.
Ini
kehidupan yang jelas namanya tidak tertulis di dalam Kitab kehidupan Anak
Domba, dan akhirnya ia menyembah antikris nantinya.
Kita
rindu untuk masuk Sorga, kita rindu supaya nama kita tertulis dalam kitab
kehidupan Anak Domba, maka perhatikan pengertian ini, jangan diabaikan.
Kenapa
beribadah asal-asalan, kenapa melayani asal-asalan? Karena hatinya belum ada
pada ibadah dan pelayanan itu. Ibadah dan pelayanan belum dijadikan sebagai
harta di Sorga. Akhirnya dia boroskan (habiskan) waktu dengan bermain game,
berfoya-foya pada siang hari.
Wahyu
3:3
(3:3) Karena itu
ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah
itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang
seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang
kepadamu.
Jemaat
di Sardis sebenarnya sudah banyak menerima dan mendengar nasihat Firman ALLAH
dan didikan salib, tetapi semua itu diabaikan begitu saja. Mereka bukan
kekurangan nasihat, tetapi justru sudah banyak nasihat Firman dan didikan salib
yang mereka dengar dan terima, tetapi semua diabaikan begitu saja.
Itulah
jemaat di Sardis, ngeri melihat kehidupan semacam ini.
Hati-hati!
Semakin banyak kita mengerti (mengetahui) tentang rahasia Kerajaan Sorga, semakin
banyak kita dituntut, tetapi tujuannya supaya kita sempurna. Tetapi semakin
banyak kita mengerti, namun justru semakin banyak mengabaikannya maka tuntutan TUHAN
nanti besar sekali.
Yang
saya kuatirkan adalah; jangan sampai kita mengetahui banyak rahasia Kerajaan
Sorga, tetapi satu pun tidak dilakukan, ini namanya seperti orang yang sudah
kebal terhadap pil yang dosis nya tinggi, tetapi tidak kunjung sembuh-sembuh,
orang semacam ini sudah susah diperbaharui. Inilah yang dikuatirkan dari orang-orang
yang mengabaikan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Ini bahaya
sekali, sekali lagi saya sampaikan, hati-hati saudara.
Jadis
sekali lagi saya sampaikan, jemaat di Sardis ini sudah banyak menerima
nasihat-nasihat Firman ALLAH dan didikan salib, tetapi semuanya terabaikan,
persis seperti apa yang dituliskan oleh nabi Daud di dalam Kitab...
Mazmur
69:22-23, 27, 29
(69:22) Bahkan,
mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku
minum anggur asam. (69:23) Biarlah jamuan yang di depan mereka menjadi
jerat, dan selamatan mereka menjadi perangkap.
(69:27) Sebab mereka mengejar orang yang Kaupukul, mereka
menambah kesakitan orang-orang yang Kautikam. (69:29) Biarlah mereka dihapuskan
dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan
orang-orang yang benar!
Orang-orang
yang menolak nasihat Firman, serta menolak didikan salib, namanya dihapuskan
dari kitab kehidupan Anak Domba.
Contoh: Bangsa Israel di Padang Gurun.
Keluaran
20:1-17 --- Perikop: “Kesepuluh FIRMAN.”
- Hukum
1 sampai hukum 4 (empat hukum), ditulis dalam loh batu pertama.
Semua itu berhubungan langsung dengan TUHAN (vertikal).
-
Hukum 5 sampai hukum 10 (enam hukum),
ditulis dalam loh batu kedua.
Semua itu berhubungan langsung
dengan sesama (horizontal).
Intinya,
10 hukum yang tertulis pada dua loh batu merupakan nasihat Firman dan didikan
salib.
Tetapi
yang pasti, pada hukum-hukum tersebut dikatakan;
-
"Akulah
TUHAN, ALLAHmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat
perbudakan” (Keluaran
20:2).
-
“Jangan ada
padamu ALLAH lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3-6).
-
“Jangan
menyebut nama TUHAN, ALLAHmu, dengan sembarangan …” (Keluaran 20:7).
-
“Ingatlah
dan kuduskanlah hari Sabat” (Keluaran
20:8).
Namun
kenyataannya, Keluaran 32:1-35 adalah kisah tentang Anak lembu emas,
dimana bangsa Israel pada akhirnya jatuh di dalam penyembahan berhala
(menyembah patung anak lembu emas tuangan) sehingga TUHAN mengatakan kepada
Musa bahwa bangsa Israel telah rusak
lakunya, mereka menolak nasihat Firman dan didikan salib (Keluaran
32:7). Jadi orang yang menolak nasihat Firman dan menolak didikan salib =
telah rusak lakunya.
Mengapa
kelakuan kita baik? Karena SALIB.
Tetapi
menolak didikan salib, telah rusak lakunya.
Coba
renungkan di masa lalu, review dulu kehidupan ini, jalan-jalan yang
sudah kita lalui di masa yang lalu, mengapa kelakuan kita rusak? Jelas karena
menolak salib, menganggap enteng ibadah dan pelayanan, menganggap enteng
nasihat Firman dan didikan salib, akhirnya masuk dalam pergaulan bebas, masuk
dalam seks bebas, dan seterusnya, disebutlah itu telah rusak lakunya.
Selain,
telah rusak lakunya, bangsa Israel juga dikatakan suatu bangsa yang tegar tengkuk (Keluaran 32:8).
Kalau
tegar tengkuk maka kepala tidak bisa ditundukkan, susah merendahkan diri di
hadapan TUHAN.
Mengapa?
Karena bangsa Israel menolak nasihat Firman dan menolak didikan salib akhirnya
tegar tengkuk.
Sementara
orang yang tegar tengkuk disebut juga orang yang tidak bersunat.
-
Tidak bersunat hati = keras hati dan
-
Tidak bersunat telinga = tidak
dengar-dengaran.
“Hai orang-orang yang keras kepala
dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh
Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu”…Kisah
Para Rasul 7:51.
Ternyata
keras hati dan keras kepala adalah dosa turunan juga.
Jadi
kalau orang tuanya keras hati dan tidak dengar-dengaran -- tegar tengkuk --
pasti anaknya tegar tengkuk.
Maka
sebelum menikah cepat-cepat berubah supaya benih di dalam kandungan itu menjadi
anak yang manis.
Kalau
tetap mengeraskan hati, nanti benihnya keras hati, tidak bisa dipungkiri.
Sebab
itu jangan asal-asalan beribadah, jangan asal-asalan melayani, jangan
asal-asalan bekerja karena semua itu akan mencemarkan pakaian putih.
Akibat menyembah patung emas
/ menolak nasihat Firman dan didikan salib...
Keluaran
32:30
(32:30) Keesokan
harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa
besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan
dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
Di
sini Musa berkata; “Aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu
itu."
Tugas
seorang gembala, imam-imam: menjadi korban pendamaian.
Pendamaian
itu harus rela menjadi korban, kalau tidak korban tidak ada yang diperdamaikan.
Jadi
supaya suami berdamai dengan ALLAH, isteri berkorban. Supaya isteri berdamai
dengan ALLAH dan anak berdamai dengan ALLAH, suami dan bapa harus berkorban.
Korbankanlah
hati, pikiran, perasaan, tubuh, jiwa, dan roh ini di hadapan TUHAN supaya
isteri, anak, dan orang-orang yang di sekitar kita berdamai, siapapun seisi
rumah kita.
Itulah
pribadi Musa terkait dengan dosa bangsa Israel, dosa besar itulah penyembahan
berhala.
Keluaran
32:31-32
(32:31) Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata:
"Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat ALLAH
emas bagi mereka. (32:32) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni
dosa mereka itu -- dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam
kitab yang telah Kautulis."
Di
sini kita melihat, Musa sedang memohon kiranya TUHAN menghapuskan dosa bangsa
Israel terkait dengan dosa penyembahan berhala.
Kalau
TUHAN tidak menghapuskan dosa mereka, Musa berkata; “hapuskanlah kiranya
namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis." Artinya; Musa sampai
sebegitu rela binasa hanya untuk memperhatikan kawanan domba ALLAH ini.
Inilah
tanggung jawab seorang gembala.
Jadi
saudara jangan pernah berpikir, kalau seorang gembala tegas (protektif)
memperhatikan mu, jangan engkau merasa; aku ini kan sudah tua, kenapa aku
seperti direndahkan? Aku kan punya gelar sarjana, kenapa aku seperti
direndahkan?
Kenapa
saya berani mengatakan itu? Karena ada di tempat ini seperti itu.
Padahal
sebetulnya tugas gembala adalah memproteksi supaya kawanan domba ALLAH jangan
terlanjur-lanjur dalam kesombongan itu. Merasa diri paling hebat, paling benar,
paling suci sehingga tidak butuh nasihat.
Terkait
dengan tanggung jawab Musa sebagai gembala kawanan domba ALLAH, dia rela
namanya dihapuskan dari kitab kehidupan Anak Domba ALLAH, dia rela namanya tidak
terdaftar di Sorga (binasa) hanya untuk kawanan domba ALLAH. Begitu hebat
tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Musa, tetapi bangsa Israel tidak
menyadarinya.
Pendeknya,
Musa berani mempertaruhkan nyawanya. Apa buktinya? Musa rela namanya dihapuskan
dari kitab kehidupan Anak Domba berarti rela binasa hanya untuk memperhatikan
kawanan domba ALLAH (bangsa Israel).
Keluaran
32:33
(32:33) Tetapi TUHAN
berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah
yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
Tetapi
TUHAN berkata kepada Musa, siapa yang berdosa kepada TUHAN, nama orang itulah
yang akan dihapuskan dari kitab kehidupan Anak Domba. Dengan demikian nama Musa
tetap tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba bahkan Musa sendiri disebut bangsa
yang besar (Keluaran 32:10).
Jadi,
yang melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN dengan segenap hati dan
jiwanya, disebutlah bangsa yang besar dan bermartabat.
Yang
saya tahu, bangsa yang besar adalah melayani sesuai karunia-karunia dan jabatan
Roh El-Kudus, itu yang disebut bangsa yang besar. Padahal Musa seorang diri,
tetapi disebut bangsa yang besar.
Bangsa
yang besar adalah:
- Bangsa yang terpilih; imamat rajani.
- Bangsa yang kudus; milik kepunyaan ALLAH sendiri.
Keluaran
32:34
(32:34) Tetapi
pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan
kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku
itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."
Upah
dosa adalah maut dan TUHAN akan membalaskan semua perbuatan-perbuatan kita.
Kalau
bangsa Israel jatuh dalam dosa penyembahan berhala, TUHAN akan membalaskan
sesuai dengan perbuatan mereka. Tetapi biarlah TUHAN membalaskan kepada kita
sesuai dengan kebenaran yang kita miliki, sesuai dengan kesucian hati kita
masing-masing, pada hari penghakiman yang besar (takhta putih)... Wahyu
20:11-12.
Singkat
kata, bangsa Israel binasa karena dosa-dosa mereka disebut;
- Telah
rusak lakunya.
- Tegar
tengkuk.
- Akhirnya
binasa.
Supaya
jangan binasa, kita melihat jalan keluarnya di dalam...
Wahyu
3:3
(3:3) Karena itu
ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu
dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang
seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang
kepadamu.
JALAN
KELUAR:
Turutilah dan bertobatlah.
Yang
dituruti adalah nasihat Firman ALLAH dan didikan salib.
Ibrani
12:5-7
(12:5) Dan sudah
lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak:
"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan TUHAN, dan janganlah
putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; (12:6) karena TUHAN menghajar
orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai
anak." (12:7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; ALLAH
memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar
oleh ayahnya?
Janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya.
Kalau
kita diperingatkan itu tanda perhatian, tetapi kalau TUHAN sudah diam, tidak
ada lagi pembukaan Firman berarti TUHAN sudah jauh dari kita.
“TUHAN menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah
orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu harus menanggung ganjaran; ALLAH
memperlakukan kamu seperti anak...”
Jadi
tanda kita diakui sebagai anak dan yang dikasihi oleh TUHAN adalah menerima
nasihat Firman dan didikan salib, bagaikan dihajar, ditegor, dan disesah,
tetapi; jangan putus asa, jangan menjadi lemah.
Puji
TUHAN, kalau sampai hari ini hati kita diteguhkan oleh TUHAN untuk menjadi kawanan
domba ALLAH dan tergembala dengan sungguh-sungguh dalam penggembalaan GPT
Betania Serang Cilegon jelas karena kemurahan hati TUHAN. Maka kalau kita
diakui sebagai anak dan orang yang dikasihi, tandanya: menerima nasihat Firman
dan didikan salib, tetapi jangan putus asa.
Ibrani
12:8
(12:8) Tetapi,
jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah
anak, tetapi anak-anak gampang.
Menolak
nasihat Firman (didikan salib) = anak-anak gampang, anak yang lahir di luar
nikah, tidak diakui, tidak sah.
Biar
tekun dalam tiga macam ibadah pokok, jungkir balik menyembah di rumah
masing-masing, tetapi menolak Firman TUHAN dan didikan salib disebut anak
gampang.
Kadang-kadang
hanya karena perkara kecil kita ditolak jadi anak TUHAN. Padahal sudah
menyembah di rumah, tetapi hanya karena sedikit, merasa lebih hebat, lebih
pintar, lebih tua, lebih sudah mengerti, lebih sudah tahu dunia ini, gelarnya
tinggi, doktor tidak perlu lagi dinasihati.
Apa
arti hidup ini kalau kita tidak diakui sebagai anak ALLAH. Kita menjadi berarti
kalau diakui sebagai anak ALLAH, diakui sebagai orang yang dikasihi. Itu jalan
keluarnya, terimalah nasihat Firman dan didikan salib.
JALAN
KELUAR:
Bertobatlah!
Bertobat
= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ALLAH = bertobat 100%
-
Bertobat 50% pertama = berhenti
berbuat dosa.
-
Bertobat 50% berikutnya = kembali
kepada ALLAH.
Kalau
hanya berhenti berbuat dosa, tetapi tidak mau kembali kepada ALLAH, tidak mau
tergembala, tidak mau tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tidak mau melayani TUHAN,
itu baru bertobat 50%, semestinya kita bertobat 100%.
Ciri-ciri
menuruti Firman ALLAH dan didikan salib serta bertobat adalah: Berjaga-jaga.
Terkait
berjaga-jaga kita lihat di dalam...
Matius
24:40-42
(24:40) Pada waktu
itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang
lain akan ditinggalkan; (24:41) kalau ada dua orang perempuan sedang memutar
batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
(24:42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari
mana TUHANmu datang.
Di
ladang, mengilang, serta berjaga-jaga, berbicara tentang ketekunan dalam
tiga macam ibadah pokok.
- Di
ladang -> ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh (Pelita
Emas).
- Mengilang
-> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan suci
(Meja Roti Sajian).
Tetapi,
di sini langsung dikatakan: berjaga-jaga.
Berjaga-jaga
berarti sudah berada pada puncak ibadah, yakni; doa penyembahan.
Berarti
terkait dengan berjaga-jaga harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok
sebagaimana tertulis di dalam injil...
Lukas
17:34-36
(17:34) Aku berkata
kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang
seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua
orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan
yang lain akan ditinggalkan." (17:36) [Kalau ada dua orang di ladang,
yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]
Lewat
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, TUHAN sebagai Imam Besar Agung
memimpin ibadah pelayanan kita sampai kepada puncaknya doa penyembahan, dengan
demikian disebutlah berjaga-jaga.
Jadi
kita perlu berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan TUHAN datang, sementara
Alkitab berkata; TUHAN datang seperti pencuri, kita tidak tahu kapan antikris datang
walaupun kita bisa membacanya. Tetapi mulai dari sekarang, ibadah pelayanan
kita sudah semestinya sampai kepada tingkat ibadah tertinggi (doa penyembahan)
= berjaga-jaga ... Matius 24:42.
Kita
tidak tahu kapan TUHAN datang, karena kedatangan TUHAN tidak ada yang tahu,
Anak pun tidak tahu karena tidak tertulis di dalam Kitab Suci, hanya Bapa yang
tahu. Mengapa demikian? Supaya kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Kalau
TUHAN memberitahukan hari kedatangan-Nya, hari, tanggal, minggu, bulan, tahun,
maka sudah terlalu banyak orang Kristen melakukan sesuatu yang baik karena ada
maunya, supaya jangan ke neraka, tetapi ke Sorga, itu maunya manusia, bukan
karena mau-Nya TUHAN.
Jadi
kalau ada yang berkata; “mengapa tidak ditulis?” Ya supaya kita memiliki
kemauan dan kerelaan yang datang dari TUHAN sehingga dengan demikian kita tekun
dalam tiga macam ibadah pokok, mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan
gentar. Jangan kita mengerjakan semuanya ini karena ada maunya manusia itu
sendiri, yaitu: supaya masuk Sorga.
Jadi
harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok nanti di situ Imam Besar Agung
memimpin kita sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan =
berjaga-jaga. Mengapa berjaga-jaga? Karena kita tidak tahu kapan TUHAN datang.
Kemudian,
berjaga-jaga adalah puncak ibadah supaya kita sanggup menghadapi puncak
pencobaan.
Jadi
puncak pencobaan hanya bisa dihadapi oleh puncak ibadah. Kita tidak akan
sanggup menghadapi puncak pencobaan kalau kita tidak sampai kepada puncak
ibadah.
Dari
sini kita bisa melihat, nama-nama yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak
Domba adalah: mereka yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok, tergembala
sungguh-sungguh, dimana ibadahnya sudah sampai kepada puncaknya, yaitu; doa
penyembahan.
Dimana
buktinya? Kita lihat di dalam...
Yohanes
10:3
(10:3) Untuk dia
penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil
domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Kalau
tergembala namanya dikenal, namanya disebut, namanya ditulis dalam kitab
kehidupan Anak Domba.
Maka
harus tergembala, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Itu sudah harga
mati.
Jadi
jangan lain pikiran mu dari apa yang sudah tertulis di sini.
Inilah
nama yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba:
-
Tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
-
Sampai kepada puncak ibadah, sanggup
menghadapi puncak pencobaan dan berjaga-jaga sampai kedatangan TUHAN kembali
sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment