KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, November 13, 2025

IBADAH KAUM MUDA REMAJA 8 NOVEMBER 2025

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA 8 NOVEMBER 2025

 

STUDY YUSUF

KEJADIAN PASAL 44:18-31

(SERI: 6)

 

Subtema: KEPUTUSAN DITENTUKAN OLEH PENGAJARAN MEMPELAI

 

Shalom

Mula pertama saya ucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmatnya, TUHAN himpunkan kita di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang beribadah lewat Ibadah Kaum Muda Remaja

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN secara khusus Kaum Muda Remaja dimanapun berada, baik yang mengikuti secara online dimanapun berada. Doa dan harapan saya, kiranya damai sejahtera Allah memenuhi kehidupan kita, memberi sukacita, serta bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda Allah

 

Mari kita sambut STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk IBADAH KAUM MUDA REMAJA

 

Kejadian 44:18-34, seluruh ayat ini merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai raja muda di Mesir yang memohon kelepasan bagi Benyamin, adiknya.

 

Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

Kejadian 44:30-31

(44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Yehuda dan saudara-saudaranya kembali ke Kanaan tanpa Benyamin, maka Yakub (ayah mereka) akan mati karena dukacita, sebab Yakub tidak dapat hidup tanpa Benyamin.

 

Dalam hal ini:

-      Yusuf adalah gambaran dari Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.

-      Yakub disebut juga Israel, gambaran dari gereja TUHAN tempatnya Roh ALLAH beraktivitas.

-      Benyamin adalah gambaran dari Anak Laki-laki à doa penyembahan.

 

Dari tiga pribadi ini telah menampilkan tabiat dari ALLAH Trinitas.

-      TUHAN tabiatnya adalah Kasih. Prakteknya; doa penyembahan.

-      YESUS tabiatnya Kebenaran dan Keadilan. Prakteknya; berkorban di atas kayu salib.

-      KRISTUS itu adalah urapan Roh El-Kudus gambaran dari Yakub.

 

Namun sekalipun Yehuda merendahkan dirinya di hadapan Yusuf di dalam hal menyampaikan permohonannya, akan tetapi segala sesuatunya tetap saja ditentukan oleh Yusuf sebagai raja muda di Mesir.

 

Singkat kata, Firman Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel itulah yang menentukan hidup gereja TUHAN untuk menjadi mempelai wanita Tuhan / sangat berkuasa untuk membawa gereja TUHAN masuk dalam Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna yakni menjadi sidang mempelai wanita TUHAN.

 

Kita kaitkan dengan pribadi Paulus dalam

2 Korintus 11:2

(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Rasul Paulus telah mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu Laki-Laki. Selanjutnya, jemaat di Korintus dibawa sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

berarti, dalam hal ini Kristus adalah Kepala dan Mempelai Laki-Laki Sorga, sebagaimana dalam Wahyu 19:7

Singkat kata, rasul Paulus adalah pekabar Mempelai. Sebab kepadanya dipercayakan Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, sangat berkuasa untuk menentukan hidup gereja TUHAN untuk menjadi perawan suci kepada Kristus.

 

Jadi, untuk menjadi mempelai Tuhan, terimalah Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel sangat berkuasa dan menentukan hidup gereja TUHAN menjadi mempelai wanita TUHAN.

 

Kita tidak mungkin menjadi mempelai wanita TUHAN jikalau gereja TUHAN menolak Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.

 

Tadi Rasul Paulus mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu laki-laki sebagai perawan suci kepada Kristus

 

Kita akan melihat keadaan perawan suci dalam

Wahyu 14:1

(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

 

Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia 144.000 orang .

144.000 orang -> inti mempelai TUHAN, sebab di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

 

Wahyu 14:4-5

(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (14:5) Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

 

Pasal dan ayat ini -> jumlah dari inti mempelai Tuhan. Yakni: 144.000

 

Ada 5 hal sebagai keadaan dari perawan suci / mempelai Tuhan.

YANG PERTAMA: MURNI SAMA SEPERTI PERAWAN.

Artinya; suci di atas suci, sebab mereka tidak mencemarkan dirinya dengan dua perempuan yang terdapat di dalam kitab Wahyu yaitu wanita Izebel dan wanita Babel.

 

1.         Wanita Izebel

Wahyu 2:20

(2:20) Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

 

Izebel adalah gambaran dari nabi-nabi palsu; mengajar dan menyesatkan hamba-hamba Tuhan atau orang-orang kudus TUHAN; supaya; BERBUAT ZINAH dan MEMAKAN PERSEMBAHAN-PERSEMBAHAN BERHALA.

BERBUAT ZINAH = MENDUAKAN HATI TUHAN.

 

1 Raja-raja 18:18-21

(18:18) Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. 18:19) Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."(18:20) Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. (18:21) Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.

 

Intinya, nabi Elia menegur bangsa Israel dengan keras, karena mereka telah berzinah dengan Baal Allah orang Kanaan dan makan persembahan berhala.

 

Tanda seseorang berbuat zinah:

a.         Berlaku timpang.

Artinya; tidak mempunyai pendirian yang benar.

Perlu untuk diketahui; darah salib Kristus atau Korban Kristus adalah dasar bangunan yang kuat, sehingga nanti anak-anak Tuhan mempunyai pendirian yang benar dan kuat.

Berarti, kalau anak-anak Tuhan berlaku timpang, tanda kalau ia tidak berdiri di atas korban Kristus, melainkan berdiri di atas kebenaran-kebenaran yang bukan datang dari salib.

 

b.         Bercabang hati = mendua hati.

Perlu untuk diketahui;

-    Orang yang mendua hati; tidak mendapat apa-apa di dalam dirinya.

-    Seseorang yang mengabdi kepada dua tuan yakni; Allah dan Mamon.

Itulah perempuan Izebel.

 

2.         Wanita Babel.

 

Kita lihat wanita Babel.

Wahyu 17:4 --- Perikop: “Penghakiman atas Babel”

(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

 

Di tangan wanita Babel ada suatu cawan emas, penuh dengan kekejian dan kenajisan percabulannya.

 

Wahyu 17:5

(17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

 

Wanita Babel ternyata adalah ibu dari:

-            Wanita-wanita pelacur

Pendeknya, wanita pelacur / gereja pelacur lahir dari rahim wanita Babel

 

Kita lihat wanita-wanita pelacur

Ayat referensi:

Wahyu 18:3

(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."

 

Di sini kita bisa melihat bahwa semua lapisan masyarakat telah berbuat cabul dengan perempuan Babel atau mabuk anggur perempuan Babel. Baik semua bangsa, maupun raja-raja di bumi, bahkan pedagang-pedagang di bumi menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsu cabul perempuan Babel

 

Ada lagi yang disebut wanita pelacur...

Ibrani 12:16

(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

 

Di sini juga kita bisa melihat bahwa, Esau adalah gereja cabul atau gereja pelacur, sebab Esau menjual hak kesulungannya demi sepiring makan. Dia tinggalkan ibadah dan pelayanannya, demi kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel. Pendeknya, memandang ringan hak kesulungannya itu

 

 

-            Kekejian bumi

Pendeknya, manusia keji lahir dari rahim wanita Babel

 

Manusia keji / pembinasa keji à antikris.

 

Ayat referensi

Daniel; 12:11

(12:11) Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.

 

Daniel 11:31

(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.

 

Daniel 9:27

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

 

Jadi manusia keji lahir dari wanita Babel

Praktek kekejian: MENGHENTIKAN KORBAN SEHARI-HARI yaitu; korban sembelihan dan korban santapan; sebagaimana tertulis dalam Daniel 9:27.

-       Korban sembelihan -> ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.

-       Korban santapan -> Pengajaran Firman ALLAH yang murni dan benar, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, itulah ayat menjelaskan ayat lain sampai terjadilah pembukaan rahasia Firman Allah, yang sesungguhnya berkuasa untuk menyingkapkan segala yang terselubung, juga berkuasa untuk memberikan pengertian kepada orang bodoh, supaya orang bodoh tidak lagi melakukan kesalahan sebagai perbuatan yang bodoh

 

Akan tetapi, satu kali nanti pembinasa keji / manusia keji yang lahir dari rahim perempuan Babel akan menghentikan korban sehari-hari (korban sembelihan dan korban santapan).

 

Tetapi, kita sudah melihat dalam Wahyu 14:4 di situ dengan jelas dikatakan; bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, itulah wanita Izebel dan wanita Babel.

 

Amsal 7:1-3

(7:1) Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. (7:2) Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. (7:3) Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.

 

Anak-anak Tuhan harus berpegang teguh kepada Firman ALLAH, berarti menyimpan Firman itu di dalam hati seperti biji mata Tuhan, supaya tidak ada ganjalan-ganjalan di dalam hati.

 

Biji mata harus dijaga, orang yang menjaga biji mata, tidak akan membiarkan kotoran masuk ke dalam mata, karena itu akan menjadi ganjalan-ganjalan di dalam mata

Kotoran-kotoran adalah ganjalan-ganjalan di tengah ibadah dan pelayanan

 

Amsal 7:4

(7:4) Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,

 

Oleh sebab itu, kita harus menjadikan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan sebagai saudara bahkan sebagai sanak (sahabat). Jadi Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan itu adalah hikmat memberi pengertian, itu adalah sanak saudara melebihi dari saudara sedaging. Jadi kalau kita menerima Firman Allah yang rahasianya dibukakan, lebih dari saudara sedaging tidak salah, tidak berdosa kepada TUHAN.

 

Kenapa kita harus menjadikan Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan sebagai sanak saudara melebihi sanak saudara sedaging? Karena Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan berkuasa untuk melindungi anak-anak Tuhan terhadap dua perempuan yang ada di dalam kitab Wahyu antara lain;

1.    Perempuan jalang / perempuan cabul itulah wanita Babel -> antikris

2.    Perempuan asing yang licin perkataannya, itulah wanita Izebel -> nabi-nabi palsu. Orang melalui jalan yang licin dari nabi-nabi palsu akan terpeleset

 

Tetapi lihatlah mempelai TUHAN tidak mencemarkan dirinya, mereka murni seperti perawan, berarti suci di atas suci, dan tidak mencemarkan dirinya kepada perempuan-perempuan; itulah wanita Izebel (nabi-nabi palsu) dan wanita Babel (antikris)

 

Ada 5 hal sebagai keadaan dari mempelai wanita Tuhan:

YANG KEDUA: MENGIKUTI ANAK DOMBA ITU KEMANA SAJA IA PERGI.

 

1 Petrus 2:21

(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

Kita dipanggil untuk mengikuti jejak Yesus yaitu; menderita sengsara dan mati di atas kayu salib

Mengikuti jejak Yesus = mengikuti tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah-darah

 

Mari kita lihat jejak tapak kaki Yesus yang berdarah-darah

Matius 16:24

(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

 

Syarat menjadi pengikut-pengikut Kristus / mengikuti jejak tapak kaki Yesus yang berdarah-darah;

a.    Menyangkal dirinya.

Artinya; menyangkal segala kelebihan-kelebihan yang ada di dalam dirinya, termasuk menyangkali segala harga diri, egosentris, kebenaran diri sendiri, juga segala yang ia punya itulah harta, kekayaan, uang yang banyak, termasuk kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, semua harus disangkali.

 

b.    Memikul salibnya.

Artinya; rela memikul beban di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.

Orang yang semacam ini adalah orang yang bertanggung jawab.

 

Banyak beban yang TUHAN percayakan kepada kita, semua beban itu harus kita pikul di atas pundak kita masing-masing, antara lain;

Pengajaran Mempelai yang berkuasa membawa kita menjadi mempelai Tuhan, maka kita harus bertanggung jawab dan memikul Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel.

Kalau kita menggunakan Pola Tabernakel , kita bisa melihat tiga daerah sebagai tiga tingkatan rohani;

-          Halaman berbicara soal kebenaran.

-          Ruangan Suci; daerah pengudusan, berarti harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sampai pada akhirnya;

-          Ruangan Maha Suci atau disebut tempat Kudus, disitu terdapat satu alat itulah Tabut Perjanjian, berbicara tentang; Takhta Allah dan Hubungan Nikah, antara Kristus sebagai Mempelai Laki-laki dengan gereja TUHAN sebagai mempelai TUHAN berdasarkan Kasih

 

Semua ini merupakan beban yang dipercayakan oleh TUHAN untuk kita pikul di atas pundak kita masing-masing. Dipikul berarti; tidak dilepaskan, tetapi harus dipertanggungjawabkan. Masih banyak lagi beban-beban yang Tuhan percayakan kepada kita sekaliannya, semuanya itu harus kita pikul

 

Kemudian orang yang memikul beban di atas pundak masing-masing -> orang yang mau bertanggung jawab. Imam-imam yang melayani pekerjaan TUHAN Pikullah itu di atas pundak mu sampai mati di situ, sama seperti Yesus menderita sengsara di atas kayu salib sampai mati disitu.

Tanda mati berarti; mulut tidak terbuka, artinya; tidak bersungut-sungut, tidak ngomel, tidak menggerutu, seperti apapun beratnya yang kita pikul di atas pundak masing-masing.

 

Yang masih bersungut-sungut, ngedumel, ngomel karena banyaknya beban yang harus dipikul di atas pundak minta ampun kepada TUHAN.

Karena tidak dipungkiri terlalu banyak hal yang dipercayakan oleh TUHAN dan semuanya itu ada di dalam kandang penggembalaan GPT BETANIA serang & cilegon, semuanya itu harus kita pikul di atas pundak kita masing-masing, dan kita juga harus bergandeng tangan, saling melengkapi sampai nanti TUHAN melihat kita sebagai kehidupan yang bertanggung jawab dan ibadah-ibadah yang TUHAN percayakan, menjadi ukupan wangi-wangian di hadapan TUHAN, menyenangkan hati TUHAN

 

c.          Mengikut Tuhan

Artinya; tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan -> orang yang kuat dan teguh hati

Sebaliknya, orang yang kuat dan teguh hati, tidak akan mungkin menyimpang ke kiri dan ke kanan

 

Orang yang tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan bersikap seperti laki-laki

Ayat referensinya;

1 Korintus 16:13

(16:13) Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

 

Itulah pesan dari pada TUHAN kepada bangsa Israel, pesan Daud kepada Salomo (1 Raja-raja 2:1-2) dan pesan Musa kepada Yosua (Ulangan 5:32)

 

Ada 5 hal yang menjadi tanda sebagai mempelai wanita Tuhan:

YANG KETIGA: MEREKA DITEBUS DARI ANTARA MANUSIA SEBAGAI KORBAN-KORBAN SULUNG.

Korban-korban sulung -> anak-anak sulung

 

Kiranya kita sekaliannya menjadi anak-anak sulung di hadapan TUHAN

 

Kita lihat anak sulung

Wahyu 5:9-10

(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

 

Muara dari penebusan oleh darah Anak Domba ialah:

-      Menjadi suatu kerajaan.

-      Menjadi imam-imam bagi Allah.

 

Pendeknya, menjadi imamat rajani; memerintah sebagai raja di bumi, berarti; menjadi “tuan” bukan hamba atau budak dosa.

 

Dari sini kita bisa melihat, bahwasanya kedudukan imamat rajani sangat tinggi dan sangat mulia, karena kedudukannya sebagai tuan bukan hamba, bukan budak dosa

 

Mari kita lihat "tuan”, bukan hamba (budak dosa)

Roma 9:12

(9:12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"

 

Anak yang tua menjadi hamba anak yang muda.

-      Anak yang tua -> Esau, menjadi hamba dosa, sebab ia menjual hak kesulungan demi sepiring sop kacang merah.

Banyak sekali anak-anak TUHAN yang menjual hak kesulungannya hanya demi sesuap nasi, meninggalkan ibadah dan pelayanan hanya karena aktivitas-aktivitas di bumi, antara lain; usaha, pekerjaan, bisnis, dagang dan seterusnya.

Kalau anak-anak Tuhan berani meninggalkan ibadah dan pelayanan hanya karena perkara-perkara di bumi, maka dia adalah hamba / budak dosa, karena dia berani menjual hak kesulungannya demi sesuap nasi.

 

-      Anak yang muda -> Yakub, ia menjual hal yang lahiriah demi yang rohani yakni hak kesulungan

 

Kejadian 27:11

(27:11) Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.

 

 

Kulit licin dapat diartikan bahwa; tidak punya apa-apa.

Jadi, sekalipun kita tidak punya apa-apa (seperti kulit klimis tidak punya apa-apa), tetapi kita harus berani bersikap seperti Yakub menjual yang lahiriah demi hak kesulungan ibadah dan pelayanan atau yang rohani. Itulah anak yang sulung yang ditebus, inilah yang TUHAN rindukan dari kehidupan anak-anak TUHAN

 

Berbeda dengan Esau, badannya seperti jubah berbulu, tetapi dia menjual yang rohani (hak kesulungan) demi yang lahiriah

 

Bilangan 3:12 dikatakan bahwa; suku Lewi diangkat oleh TUHAN menjadi anak sulung.

(3:12) "Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku, (3:13) sebab Akulah yang punya semua anak sulung. Pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan; semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah TUHAN."

 

BIlangan 8:19

(8:19) dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."

 

Tugas / pekerjaan anak sulung:

1.    Melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan, sesuai karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus

2.    Menjadi pendamaian bagi sesama kita -à rela  berkorban menjadi pendamaian sampai berdarah-darah.

Jangan kita membuat orang lain menjadi sengsara.

 

Para imam yang sudah melayani TUHAN harus mengerti tentang tanggung jawab.

 

Sampai pada akhirnya kita melihat kedudukan dari anak sulung itu di dalam

Ibrani 12:23

(12:23) dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

 

Anak-anak sulung, namanya terdaftar di Sorga. Dengan lain kata namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.

 

Jadi saudara di hadapan takhta putih semuanya akan tertulis dengan jelas.

 

Wahyu 20:11-12

(20:11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. (20:12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

 

Kalau kita melihat hal ini, maka semestinya kita menjadi anak-anak sulung di hadapan Tuhan. Karena semuanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba, terdaftar di Sorga.

 

Jadi tidak rugi menjadi anak sulung, tidak rugi melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan, tidak rugi menjadi pendamaian sekaligus berkorban berdarah-darah, karena pada akhirnya anak sulung tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba dengan lain kata; terdaftar di Sorga. Percayalah kepada Firman TUHAN, jangan percaya kepada pengertian, hati dan perasan manusia daging, supaya kita tertolong.

 

Ada 5 hal yang menjadi keadaan dari Mempelai wanita Tuhan:

YANG KEEMPAT: DI DALAM MULUT MEREKA TIDAK TERDAPAT DUSTA.

Yakobus 3:1 --- Perikop: "Dosa karna lidah"

(3:1) Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

 

Dengar-dengaran jauh lebih baik dari pada suka menggurui tanpa praktek. Karena kalau menggurui tanpa praktek akan memenuhi hukuman yang lebih berat

 

Yakobus 3:2

(3:2) Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Tidak bersalah dalam perkataan (tidak dusta) =  sempurna.

Tanda sempurna: dapat mengendalikan seluruh tubuh, seluruh hidupnya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki terkendali dengan baik, bebas dari dosa, bebas dari hawa nafsu, bebas dari keinginan daging yang jahat, hidupnya aman terkendali

 

Mengenai kehidupan yang tidak berdusta = sempurna

Yakobus 3:3

(3:3) Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Fungsi dari kekang kuda:

Mengendalikan seluruh tubuh kuda.

 

Singkat kata kekang kuda -> Roh-El Kudus, Dialah yang mengendalikan seluruh kehidupan kita.

 

1 Yohanes 2:27

(2:27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

Jadi kalau kita penuh roh kudus, maka Roh kudus itu yang mengajar kita tentang segala sesuatu, dan kita tidak perlu diajar oleh orang lain, kita tidak perlu diperintah oleh mulut manusia. Sebab ajaranNya itu benar tidak ada dusta; sempurna hidupnya, selanjutnya menempatkan Kristus sebagai Kepala, dengan lain kata; Roh kudus yang memimpin hidupnya dalam seluruh kebenaran, dan Roh kudus itu akan mengajar dia tentang segala sesuatu, dan Pengajarannya itu benar, tidak dusta.

 

Hingga menjadi barisan tentara ALLAH yang terlatih

Ayat referensinya;

Amsal 30:27

(30:27) belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

 

Menunjukkan bahwa ia dipimpin oleh Roh-El Kudus

Kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, tidak perlu diajar-ajar oleh orang lain, dia akan d ajar oleh roh kudus itu tentang segala sesuatu sampai menjadi barisan TUHAN yang terlatih

 

Ada 5 hal yang menjadi keadaan dari Mempelai wanita Tuhan:

YANG KELIMA: MEREKA TIDAK BERCELA = HIDUP TANPA CACAT CELA

 

Kehidupan tanpa cacat cela itu dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus

Efesus 5:26-27

(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Kehidupan yang tanpa cacat cela itu dikuduskan oleh air dan Firman. Selanjutnya ditempatkan di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, supaya jemaat kudus dan tidak bercela -> kehidupan dari sidang mempelai wanita TUHAN

 

Sidang mempelai wanita TUHAN juga bisa kita temukan dalam…

Wahyu 21:9-11

(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. (21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Mempelai Wanita TUHAN bercahaya kemuliaan ALLAH, sama seperti permata yang paling indah itulah permata yaspis, jernih seperti kristal.

Kristal = transparan = tembus pandang = tidak ada yang tersembunyi.

Itu namanya tanpa cacat cela, itulah kehidupan dari pada sidang mempelai wanita TUHAN di hadapan TUHAN. Tetapi kita harus mau dikuduskan oleh air dan Firman ALLAH, sampai nanti tanpa cacat cela di hadapan TUHAN

 

Dari sini kita bisa melihat, bahwa Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel sangat menentukan hidup gereja TUHAN menjadi mempelai wanita TUHAN dalam lima keadaannya.

 

Sebagaimana yang tertulis dalam 2 Korintus 11:2 --- Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Perkataan ini menunjukkan kepada kita bahwa Rasul Paulus pekabar mempelai, dengan lain kata; dia memiliki Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, cukup menentukan sidang mempelai wanita TUHAN menjadi gereja TUHAN yang sempurna

 

Itulah gambaran dari pada Yusuf di dalam Kejadian 44:30-31

(44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Jadi sekalipun Yehuda merendahkan dirinya di hadapan Yusuf di dalam hal menyampaikan permohonannya, akan tetapi segala sesuatunya ditentukan oleh Yusuf sebagai raja muda di Mesir.

 

Pendeknya, masa depan Kaum Muda Remaja ditentukan oleh Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel. Amin

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment