KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, November 27, 2025

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 20 NOVEMBER 2025


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 20 NOVEMBER 2025

 

KITAB MALEAKHI 2:15

(Seri: 17)

 

Subtema: KOSONG = TANPA KASIH

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci. Dia yang memperkenankan dan memberi kelayakan untuk memungkinkan melihat Sorga terbuka.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik dari Youtube, maupun Facebook dimanapun saudara berada.

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci dari Maleakhi 2:15 untuk seri yang ke-17 malam ini. Tetaplah berdoa dalam roh mohon kemurahan hati TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

"ALLAH yang esa menjadikan mereka daging dan roh."

Kata "mereka" à Laki-laki dan perempuan, yakni Adam dan Hawa.

 

Kejadian 1:26-27

(1:26) Berfirmanlah ALLAH: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (1:27) Maka ALLAH menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ALLAH diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

 

ALLAH menjadikan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa ALLAH (teladan ALLAH), itu sebabnya ALLAH menjadikan mereka DAGING dan ROH.

 

Bandingkan ketika BINATANG dijadikan dari tanah.

Kejadian 2:19-20

(2:19) Lalu TUHAN ALLAH membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. (2:20) Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

 

TUHAN ALLAH membentuk dari tanah:

-          Segala ternak.

-          Segala burung di udara.

-          Segala binatang hutan.

Akan tetapi, baik segala ternak, maupun burung di udara, dan binatang hutan dijadikan oleh TUHAN TANPA ROH. Berarti, binatang dijadikan hanya terdiri dari daging tanpa Roh.

 

Dalam Matius 26:41B dikatakan: “Roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Perbandingan manusia dan binatang sungguh jauh berbeda, sebab:

-          ALLAH menjadikan manusia daging dan Roh.

-          Sedangkan binatang hanya terdiri dari daging tanpa Roh.

Ini menunjukkan bahwa binatang atau hewan begitu LEMAH dan RAPUH.

Hal ini dibenarkan oleh Rasul Petrus yang mengatakan: “Hewan tidak berakal, dan hewan dilahirkan hanya untuk ditangkap dan dimusnahkan ...” 2 Petrus 2:12. Ini menunjukkan bahwa hewan begitu lemah dan rapuh sehingga tidak berdaya melepaskan dirinya dari kemusnahan dan kebinasaan.

 

Nanti kita akan melihat siapakah yang dimaksud sebagai hewan atau binatang, siapakah laki-laki dan perempuan yang terdiri dari daging dan Roh, dari Firman TUHAN yang akan kita terima malam ini kita akan banyak belajar.

 

Contoh binatang lemah dan rapuh:

2 Petrus 2:22

(2:22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Anjing kembali lagi ke muntahnya, sedangkan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.

Arti rohani dari tabiat dua binatang ini adalah KEMBALI KE DOSA MASA LALU atau kembali mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah dia perbuat di masa lalu, kembali lagi mengulangi kesalahan yang sama.

 

Tadi manusia dijadikan daging dan Roh, binatang hanya terdiri dari daging tanpa Roh, begitu lemah, rapuh, tidak berdaya untuk melepaskan diri dari kemusnahan dan kebinasaan. Contoh binatang: anjing dan babi, kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Orang yang mengulangi kesalahan yang sama persis seperti anjing dan babi.

Inilah kehidupan binatang yang dimaksud di dalam Kejadian tadi, tetapi kita adalah manusia yang terdiri dari daging dan Roh.

 

2 Petrus 2:20-21

(2:20) Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan TUHAN dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. (2:21) Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

 

Setelah terima Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat, ia melepaskan dirinya dari kecemaran-kecemaran dunia, ia juga mengenal jalan kebenaran yaitu perintah ALLAH; Firman ALLAH yang menguduskan hidupnya.

Akan tetapi, ia kembali terlibat dalam kecemaran-kecemaran dunia dan berbalik dari perintah kudus yakni Firman ALLAH yang menguduskan hidupnya.

Dahulu setelah menerima Yesus, dia tinggalkan sifat duniawi, kecemaran-kecemaran dari dunia karena dia sudah menerima jalan kebenaran (perintah kudus), Firman ALLAH yang menguduskan kehidupannya. Tetapi anehnya, dia kembali mengulangi kesalahan yang sama yaitu kecemaran-kecemaran dunia. Akibatnya: Keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.

 

Matius 12:43-45 --- Perikop: "Kembalinya roh jahat."

(12:43) "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. (12:44) Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. (12:45) Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

 

Seseorang pernah dilepaskan dari roh jahat, berarti sama seperti orang yang dilepaskan dari kecemaran-kecemaran dunia. Namun, roh itu kembali lagi menguasai orang itu dan masuk bersama dengan 7 (tujuh) roh lain yang lebih jahat.

Akibatnya: Keadaan orang itu LEBIH BURUK dari keadaan yang semula. Jadi, Matius 12:43-45 = 2 Petrus 2:20-21.

Oleh sebab itu, di dalam 2 Petrus 2:21, dikatakan: “ ... Lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.”

 

Maka kita harus berhati-hati, jika sudah pernah mengalami pertolongan TUHAN berarti sudah dilepaskan dari kecemaran dunia maka jangan coba-coba mengulangi kesalahan yang sama. Sebab, akibatnya keadaan orang itu bisa lebih buruk dari yang semula.

Hal ini menunjukkan bahwa hewan / binatang (manusia tanpa Roh) begitu lemah dan rapuh sehingga tidak berdaya untuk melepaskan dirinya dari kemusnahan dan kebinasaan.

 

FAKTOR PENYEBABNYA: Rumah itu KOSONG, meskipun bersih tersapu dan rapih teratur.

Jadi biasakan rumah kediaman saudara, bersih tersapu dan rapih teratur.

 

Mari kita melihat pengertian secara rohani bersih tersapu dan rapih teratur namun kosong yang dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga.

-          BERSIH TERSAPU, menunjukkan bahwa ia telah dibersihkan oleh Firman ALLAH. Ayat referensi: Yohanes 15:3.

Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Meja Roti Sajian à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

Sebetulnya sudah ada Firman membersihkan, tetapi bisa-bisanya roh yang sudah dilepaskan, masuk lagi bahkan mengajak tujuh roh yang lebih jahat sehingga keadaan orang itu lebih jahat dari keadaannya semula. Padahal sebetulnya keadaan rumah itu bersih tersapu karena dibersihkan oleh Firman ALLAH. Ternyata tidak cukup hanya dibersihkan oleh Firman ALLAH.

Sebab itu berkali-kali saya sampaikan, tulus-tulus saja saudara, berucap tulus, memandang tulus, bertindak tulus, semua dalam keadaan dimana TUHAN yang punya kemauan, bukan kemauan manusia.

 

-          RAPIH TERATUR, menunjukkan bahwa ia dipimpin oleh Roh El-Kudus.

Seperti: Belalang yang tidak mempunyai raja namun semuanya berbaris dengan teratur ... Amsal 30:27.

Kemudian, sama dengan 1 Yohanes 2:27, kehidupan yang diurapi TUHAN tidak perlu diajar oleh orang lain sebab pengurapan itu mengajar kita tentang segala sesuatu dan ajarannya itu benar tidak dusta. Tidak perlu diomong, dia mengerjakan semua karena Roh TUHAN yang mengajar sampai teratur seperti barisan belalang.

Kurang apalagi coba keadaan orang itu? Sudah dibersihkan Firman kemudian dipimpin Roh TUHAN sampai menjadi barisan yang teratur. Memang semua harus teratur. Dalam ibadah teratur, dalam melayani TUHAN harus teratur, di dalam menjalankan hidup juga harus teratur, tidak boleh seperti manusia duniawi, seenak udelnya dalam menjalankan hidup ini, tidak boleh suka-suka dalam hidup ini, harus teratur, harus terpimpin. Di rumah juga harus teratur meski orang lain tidak melihat, tetapi TUHAN melihat. Jadi harus teratur tanda dipimpin oleh Roh TUHAN.

Akan tetapi, di sini dikatakan rumah itu kosong meski bersih tersapu dan rapih teratur..

 

-          KOSONG, berarti;

a.        Tidak berisi = Tidak berpenghuni = Hampa.

b.       Tidak mengandung arti = Tidak memiliki nilai = Nol.

Jadi, aneh juga, rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur, letak keanehannya adalah kosong (hampa = nol). Sebab semestinya, apabila bersih tersapu maka ada nilainya, jika rapih teratur ada nilainya. Tetapi meski bersih tersapu, dan rapih teratur, namun dikatakan rumah itu tetap kosong, ini kan aneh.

Hati-hati, perhatikan baik-baik perbedaan antara manusia dengan binatang.

 

Tentang: TIDAK MENGANDUNG ARTI = Tidak bernilai = Nol

1 Korintus 13:1-3 -- Perikop: “Kasih.”

(13:1) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. (13:2) Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. (13:3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

 

Ada 3 (tiga) perbuatan ajaib dan mengherankan, tetapi tanpa mengandung arti = Nol, antara lain:

YANG PERTAMA: Dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia di atas muka bumi ini, juga fasih dengan bahasa malaikat atau ucapan rohani, tetapi jika tidak mempunyai kasih = Nol.

Kehidupan semacam ini disebutlah itu:

-          Gong yang berkumandang.

-          Canang yang gemerincing.

Artinya: Tidak dapat mengikuti nada rendah dan nada tinggi = Tidak dapat mengikuti irama Sorgawi yakni pengalaman kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus.

-          Nada rendah à Pengalaman kematian.

-          Nada tinggi à Pengalaman kebangkitan.

Ini irama sorgawi, turun ke bumi. Yesus yang membawa irama itu ke bumi, Ia menjadi manusia supaya menderita sengsara dan mati di atas kayu salib = di perut bumi. Tiga hari kemudian, Yesus bangkit, itu nada tinggi dan nada rendah.

 

Banyak orang Kristen fasih lidah, dapat mengucapkan kata-kata dengan semua bahasa manusia bahkan yang sudah setia tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok pandai mengucapkan bahasa malaikat / ucapan rohani, tetapi sekalipun dia dapat mengucapkan semua kata-kata itu bila tanpa kasih = Nol, itulah gong dan canang yang tidak dapat mengikuti nada tinggi dan nada rendah (irama sorgawi). Semestinya kalau kita mengikuti TUHAN maka kita juga harus bisa mengikuti irama Sorgawi, supaya kita berarti, ibadah dan pelayanan kita berarti.

 

YANG KEDUA: Mempunyai karunia untuk:

a.        Bernubuat = Menyampaikan Firman ALLAH.

b.       Mengetahui segala rahasia.

Ada 2 rahasia terbesar:

1.       Rahasia ibadah.

2.       Rahasia nikah.

c.        Memiliki seluruh pengetahuan, baik pengetahuan tentang Kerajaan Sorga maupun pengetahuan tentang perkara-perkara di bumi yang ilmiah, juga pengetahuan tentang ekonomi, sosial, dan politik.

d.       Memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung.

Akan tetapi jika tidak mempunyai kasih = Nol. Maksudnya, pengetahuan itu sama sekali tidak berguna.

 

Saya sudah sampaikan, rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur, tetapi kosong. Jadi meski bersih tersapu dan rapih teratur, tidak ada artinya kalau kosong, tidak ada artinya kalau tanpa kasih.

Dari sini kita mulai dapat berkaca, kita ini Roh atau hanya daging? Manusia atau binatang TUHAN? Dari sini kita bisa berkaca walaupun belum rampung pemberitaan ini.

 

YANG KETIGA: Sekalipun seseorang membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padanya, menyerahkan tubuhnya untuk dibakar, akan tetapi jika tidak mempunyai kasih = Nol. Maksudnya adalah sedikitpun tidak ada faedahnya.

Saya seringkali melihat, terkhusus pada bulan Paskah, baik di Amerika Latin, maupun di Filipina, negara-negara yang menganut agama Katholik, ada saja orang-orang yang rela mengorbankan dirinya untuk disiksa, menderita, memikul salib sampai ke tempat yang dituju bahkan tangannya juga dipaku, saya heran untuk apa melakukan hal itu? Sekalipun seseorang melakukan hal yang demikian, bahkan sampai membakar tubuhnya sekalipun, tetapi jika tidak mempunyai kasih = nol, maksudnya sedikit pun tidak ada faedahnya.

 

Hal yang sama dialami oleh jemaat di Efesus...

Wahyu 2:2-4 -- Perikop: "Kepada jemaat di Efesus."

(2:2) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. (2:3) Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. (2:4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

 

Tampaklah TUHAN menyoroti dan mengoreksi sidang jemaat di Efesus secara keseluruhan; bagian luarnya tampak begitu istimewa. Mengapa? Alasannya;

-          Giat bekerja dan melayani dengan segala jerih payah, serta tekun dan tidak mengenal lelah.

-          Tidak kompromi dengan orang-orang jahat.

-          Hidup di dalam kebenaran dan mendapati pendusta-pendusta yaitu antikris.

-          Sabar dan tahan menderita karena nama TUHAN.

Menurut pandangan manusia jemaat di Efesus ini sungguh LUAR BIASA, namun sekalipun menurut pandangan manusia luar biasa, anehnya TUHAN MENCELA jemaat di Efesus, karena ternyata mereka melakukan semua itu TANPA kasih mula-mula = NOL.

Berarti;

-          Sama seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing,

-          Sedikitpun tidak berguna,

-          Sedikitpun tidak ada faedahnya.

 

Jadi apa yang dijelaskan oleh Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 13:1-3 persis seperti pengalaman jemaat di Efesus, kurang apa jemaat di Efesus menurut pemandangan mata manusia. Namun kenyataannya TUHAN mencela karena  mereka melakukan itu semua, hal yang dahsyat dilakukan tanpa kasih semula.

 

Ternyata semua hal-hal yang luar biasa dapat dikerjakan TANPA KASIH mula-mula, berarti yang menjadi motor penggeraknya selama ini bisa saja karena gengsi, harga diri, ambisi, kehormatan, mencari ketenaran, mencari puji-pujian yang sia-sia.

Pendeknya, apabila melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, bahkan dipakai dengan luar biasa, baik dalam berkhotbah maupun dalam mengadakan mujizat, bila tanpa kasih semula = Nol.

 

 

Sayapun sedang dikoreksi TUHAN, bukan saudara saja. Bagaimana saya di tengah-tengah pemberitaan Firman ini? Apakah saya lakukan semua ini demi gengsi, ketenaran supaya dikenal oleh khalayak banyak di muka bumi ini?

Imam-imam melayani motor nya apa? Sidang jemaat datang beribadah motor nya apa? Karena tidak laku lagi dengan saudara, pelariannya TUHAN kemudian setelah diterima saudara, tinggalkan lagi TUHAN, tinggalkan kasih mula-mula, apakah itu?

Tidak ada yang TUHAN tidak tahu, semua tampak dengan jelas di mata TUHAN. TUHAN jelas menyoroti dan mengoreksi sidang jemaat di Efesus. Jadi saudara jangan heran kalau tiba-tiba TUHAN tunjuk-tunjuk keadaan kita, semua tampak dengan jelas sekalipun kita bersembunyi di balik tembok, semua TUHAN tahu dan tampak dengan jelas. Karena ada istilah sebab dan akibat, api dan asap, ndak kelihatan apinya yang kelihatan asapnya, ndak kelihatan asapnya, yang kelihatan apinya, supaya kita ke depan lebih hati-hati lagi dalam bertindak, melangkah, dan melakukan suatu gerakan sekecil apapun.

 

Adapun KASIH MULA-MULA à Salib di Golgota, karena disitu mula pertama kali TUHAN menyatakan kasih-Nya terhadap manusia berdosa.

TUHAN mengasihi Abraham, Ishak, dan Yakub, bapak leluhur orang Israel, tetapi mereka yang hidup di bawah hukum Taurat tidak terselamatkan, yang menyempurnakan seluruh isi hukum Taurat adalah pribadi Yesus Kristus, Anak ALLAH, seluruh hukum itu dieksekusi habis di atas kayu salib mulai dari hukum pertama sampai kepada hukum terakhir.

Manusia tidak akan mungkin bisa melakukan satu saja hukum yang tertulis dalam 2 (dua) loh batu, tetapi ALLAH sudah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal kepada kita semua, itulah kasih yang semula, sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 3:16; “Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

 

Tanda yang paling nyata apabila seseorang memiliki kasih mula-mula adalah BERTOBAT.

Sebab, bertobat adalah praktek kasih mula-mula yang paling mudah dilihat oleh mata.

 

Wahyu 2:5

(2:5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

 

Meninggalkan kasih mula-mula adalah: Kejatuhan yang sangat dalam.

Kita tidak boleh ukur seseorang hanya sebatas rajinnya atau suka memberi, semua itu bisa dilakukan demi ketenaran, mencari puji-pujian, dan hormat demi dilihat oleh manusia, tanpa kasih mula-mula semua itu bisa dikerjakan.

Oleh sebab, itu bijaksanalah menyikapi Firman ALLAH yang kita terima sampai pada saat pemberitaan Firman malam ini.

Sebab dalam Matius 12:43-45 rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur namun KOSONG, sehingga karena rumah itu kosong akhirnya roh jahat itu masuk kembali dan mengajak 7 (tujuh) roh yang lebih jahat lagi, sehingga keadaan orang itu lebih buruk dari keadaan semula.

 

Singkat kata: KASIH ALLAH jika dikaitkan dengan Pola Kerajaan Sorga yaitu tiga alat yang terdapat dalam Ruangan Suci, terkena pada Mezbah Dupa à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Berarti, KOSONG = Hidup tanpa kasih yaitu tanpa DOA PENYEMBAHAN.

Jadi, sekalipun tekun tiga macam ibadah pokok kalau tidak sampai kepada doa penyembahan maka sama saja kosong, sekalipun bersih tersapu oleh Firman dan rapih teratur oleh Roh ALLAH, tetapi kalau tidak sampai pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, yakni; kasih ALLAH maka sama dengan KOSONG.

 

Oleh sebab itu, kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok sebagai sarana untuk membawa kita sampai kepada kasih ALLAH itulah doa penyembahan. Bukan berarti tekun dalam ibadah doa penyembahan saja, namun harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok.

Sebab di tengah-tengah 3 (tiga) macam ibadah pokok Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung;

-        Yang pertama: melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa,

-        Yang kedua: memimpin ibadah kita sampai kepada dua klimaks, yaitu: Menjadi Mempelai perempuan TUHAN (gereja TUHAN yang sempurna) wujudnya adalah doa penyembahan.

Tanda Imam Besar Agung hadir di tengah ibadah adalah terdengar bunyi giring-giring itulah penyembahan yang disertai dengan bahasa lidah.

Hari-hari ini, Imam Besar menggiring kita untuk sampai kepada puncak ibadah yaitu doa penyembahan.

Saya rindu kita semua menyembah TUHAN dalam roh dan kebenaran, supaya nyata kehadiran TUHAN di tengah-tengah ibadah yang kita kerjakan. Ini adalah kepuasan secara batin kita, bukan lagi kepuasan secara lahiriah, bukan lagi kepuasan secara finansial, yang berkecukupan. Tetapi kepuasan kita adalah kepuasan batiniah, TUHAN hadir dalam pertemuan ibadah, tandanya; ada penyembahan disertai dengan bahasa lidah, itu kepuasan yang tiada tara.

 

Wahyu 12:15-17

(12:15) Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. (12:16) Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. (12:17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum ALLAH dan memiliki kesaksian Yesus.

 

Di hari terakhir ini sebutan roh jahat itu bukan lagi ular biasa, tetapi sudah menjadi naga, yang akan memasuki setiap rumah yang kosong itulah rumah yang hanya memiliki Firman ALLAH (hukum-hukum) dan Roh ALLAH (kesaksian roh), tetapi masih ada yang kurang satu itulah DOA PENYEMBAHAN.

Ini sasaran naga, memasuki setiap rumah-rumah orang Kristen.

 

Jadi saudara mungkin berpikir selama ini, cukup datang ibadah raya minggu, nanti masuk sorga. Tidak bisa seperti itu, justru masih dianggap kosong kalau tidak sampai pada kasih ALLAH itulah doa penyembahan.

Jadi saudara jangan pernah berpikir saya ini otoriter. Tetapi saya harus terus memberi pengertian ini. “Ah, saya pilek masak tidak bisa istirahat?” Bukan tidak boleh istirahat, imani saja, saya mengatakan ini karena saya melakukan juga. Apa arti bersih tersapu dan rapi teratur, tetapi tidak punya kasih itulah doa penyembahan, tetap kosong di mata TUHAN, ini sasaran empuk dari naga.

Itu sebabnya saya akan terus berjuang untuk menyampaikan pengertian semacam ini.

 

Kasarnya, saudara binasa saya tidak rugi, saudara tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok saya tidak rugi, TUHAN tetap pelihara saya. Tetapi saya harus menunjukkan bahwa saya sudah memiliki kasih, saya harus menunjukkan bahwa saya sedang belajar membawa hidup rohani saya sampai pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan, menghidupi kasih dari sorga.

Kalau saya hanya memikirkan diri saya, isteri, dan anak saya, saya kira TUHAN cukupkan, sampai hari ini TUHAN cukupkan. Tetapi kalau saya hanya memikirkan diri saya, saya ini hanyalah orang yang egois, hidup tanpa kasih = nol.

ALLAH saja sudah mengaruniakan segala yang Dia punya, satu-satunya yang Dia punya sudah Dia karuniakan. Masakan saya tidak belajar untuk menghidupi kasih dan tinggal di dalam penyembahan itu.

Jadi lepaskan pikiran-pikiran yang negatif yang mengatakan ibadah pelayanan dalam penggembalaan GPT Betania ini otoriter, lepaskan itu.

 

Lihat, apa arti ketegasan yang kita rasakan dibanding kemuliaan yang TUHAN akan nyatakan kepada kita. Mana lebih baik, saudara TUHAN biarkan melakukan kebodohan oleh karena menghidupi pengertian sendiri dan ujungnya rumah itu dimasuki dan dihabisi oleh naga, daripada kita harus menyangkal diri, memikul salib di tengah ibadah ini sampai berdarah-darah, tetapi TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya kelak.

 

Jadi saya juga baru menyadari sekarang ini, mengapa ibadah dalam penggembalaan GPT Betania TUHAN pimpin terus sampai kepada penyembahan. Dan TUHAN pun mengajar saya terus untuk berada dalam kasih dan berada dalam penyembahan yang benar.

 

Pelampiasan amarah dari naga itu ialah: Kepada keturunan yang lain yaitu:

-          Menuruti hukum-hukum = Bersih tersapu à Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci, terkena kepada Meja Roti Sajian.

-          Memiliki kesaksian Roh = Rapih teratur à Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh, terkena kepada Pelita Emas.

Akan tetapi, rumah itu kosong = Kosong di dalam doa penyembahan = Tidak memiliki kasih, itulah Mezbah Dupa.

Ada Meja Roti Sajian, ada Pelita Emas, tetapi kurang satu alat itulah Mezbah Dupa disebutlah itu kosong, inilah sasaran amarah dari naga itu. Jadi, antara 2 Petrus 2:20-21 = Matius 12:43-45 = Wahyu 12:17.

 

Yang menjadi sasaran dari ular naga itu adalah rumah yang kosong sekalipun ada Firman dan Roh.

Jadi, rumah yang kosong adalah BINATANG; lemah dan rapuh sehingga tidak berdaya melepaskan diri dari kemusnahan dan kebinasaan.

 

JALAN KELUAR:

Wahyu 12:15-16

(12:15) Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. (12:16) Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. (12:17) Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum ALLAH dan memiliki kesaksian Yesus.

 

Naga menyemburkan dari mulutnya air sebesar sungai untuk menghanyutkan gereja TUHAN yang sempurna, namun pada ayat 16 dikatakan: Bumi datang menolong perempuan itu, bumi membuka mulutnya dan menelan air sebesar sungai yang disemburkan naga dari mulutnya.

Maka, yang menolong Mempelai perempuan adalah BUMI, sebab bumi membuka mulutnya dan menelan air sebesar sungai yang keluar dari mulut naga. Bumi à Doa Penyembahan.

 

Kejadian 2:6

(2:6) tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu --

 

Kabut naik dari bumi itulah doa penyembahan.

Itulah bumi yang berbicara soal doa penyembahan, inilah yang menolong Mempelai Perempuan TUHAN.

Oleh sebab itu, harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, supaya ibadah kita terpimpin sampai doa penyembahan, maka disitulah nanti kita tertolong.

 

Ayat ini sama, diawali dari Kitab Kejadian dan diakhiri dari Kitab Wahyu.

Wahyu 12:16, masing masing dikurangi angka 1, baik fasal maupun ayat di dalam Kejadian 2:6, apakah ini kebetulan? Tidaklah.

TUHAN sudah susun Alkitab ini begitu rupa, Alkitab ini kerangka dari sebuah bangunan itulah Tabernakel sejati, Yesus sendiri.

 

Jangan kita sama seperti hewan / binatang, mulai sekarang tetaplah pegang Firman ALLAH bahwa ALLAH menjadikan manusia daging dan Roh, tetapi hewan hanya terdiri dari daging tanpa roh. Roh penurut, tetapi daging lemah, berarti begitu rapuhnya keadaan manusia tanpa Roh, ia tidak mampu melepaskan dirinya dari kebinasaan.

 

Oleh sebab itu, jika saudara merasa tidak berdaya maka angkat dua tangan dan menyerah, itulah doa penyembahan. Jika sudah mengangkat dua tangan musuh tidak berani menembak. Jangan kita merasa kuat padahal tidak berdaya. Tetapi kalau kita merasa tidak berdaya, angkatlah dua tangan nanti TUHAN turun tangan dan secepatnya Dia akan mengangkat dan menolong kita dalam hadirat-Nya.

Malam ini kita akan datang dalam hadirat-Nya membawa diri tersungkur di kaki salib dengan segala kerendahan di hati. Oleh sebab itu, jangan biarkan kesombongan dalam beribadah. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

No comments:

Post a Comment