KEBAKTIAN
PERSEKUTUAN PPT (SESI 2)
Dirangkai
dengan PELANTIKAN DPD SUMATERA UTARA
Medan 4
November 2025
Tema: “SEMBAHLAH ALLAH!” (Wahyu 19:10)
Damai
sejahtera bagi kita sekaliannya. Puji nama TUHAN mula pertama saya mengucapkan
puji syukur kepada TUHAN oleh karena rahmat TUHAN kita dihimpunkan di atas
gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat kebaktian
Persekutuan Pengajaran Pembangunan Tabernakel yang dirangkai dengan pelantikan
dan sekarang kita berada pada sesi yang ke-2 dalam persekutuan kita.
Puji TUHAN,
saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN bahkan
hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung secara online baik live streaming
/ video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang
dapat digunakan atau diakses.
Puji TUHAN
selanjutnya damai sejahtera dari sorga memenuhi kehidupan kita, ada di
tengah-tengah kita, memberi sukacita serta bahagia saat kita duduk diam
menikmati sabda ALLAH.
Kita
kembali untuk memperhatikan tema yang ada: “Sembahlah ALLAH!”
Dari tema
ini kita bisa menyimpulkan bahwasanya hidup rohani kita atau ibadah kita sudah
seharusnya berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, itulah doa penyembahan. Penyembahan
artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.
Itulah yang sedang kita gumuli.
Kalau
malaikat memberi satu pengertian kepada Rasul Yohanes, kemudian Rasul Paulus
serta Barnabas juga berjuang memberi satu pengertian kepada bangsa Kafir di
Liakonia khususnya di kota Listra, maka itu juga menjadi perjuangan kita
hamba-hamba TUHAN, pemimpin jemaat supaya baik kita maupun jemaat bersama-sama
berada di tingkat ibadah yang tertinggi, puncak ibadah itulah doa penyembahan.
Saya ini
tidak anti dengan karunia kesembuhan, mujizat, tanda-tanda heran, perbuatan
ajaib, mengusir setan, memindahkan gunung, saya tidak anti, saya butuh karunia.
Tetapi jangan lupa ibadah harus berada pada puncaknya; doa penyembahan. Biar
ada mujizat kalau ibadah tidak sampai pada puncaknya semua percuma, walaupun
kita butuh karunia. Namun tetaplah berdoa dalam roh mohonlah kemurahan TUHAN
supaya Friman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas
pribadi.
Wahyu
19:10
(19:10)
Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata
kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan
engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah ALLAH!
Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."
Intinya
adalah sembahlah ALLAH! Lalu diakhiri dengan tanda seru, sebagai tanda
ketegasan bahwasanya ALLAH harus disembah. Akan tetapi anak-anak TUHAN juga
harus hati-hati sebab Iblis/Setan juga berharap untuk disembah
Mari kita
perhatikan di dalam injil…
Matius
4:8-9
(4:8)
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan
kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (4:9) dan
berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud
menyembah aku."
Iblis berharap untuk disembah dan
hal itu dengan terang-terangan disampaikan kepada Yesus.
Kemudian adapun sarana yang
digunakan untuk menyembah Iblis/Setan ialah: kerajaan dunia dengan
kemegahan-kemegahan yang ada di dunia ini. Harta, kekayaan, uang yang banyak
disebutlah itu Mamon. Itu sarana yang dipakai oleh Iblis/Setan karena kerinduan
setan adalah supaya manusia menyembah dia.
Itu sebabnya saya katakan di atas
tadi kita hamba-hamba TUHAN harus hati-hati kalau Rasul Yohanes saja kepeleset,
kita ini siapa? Saat ia kepeleset umurnya 90 tahun, artinya; sudah tua, sudah
banyak pengalaman, makan asam garam sudah banyak, tetapi bisa kepeleset. Memang
Rasul Yohanes tidak menyembah patung antikris, tetapi penyembahannya keliru.
Hati-hati sarana yang digunakan setan supaya kerinduan setan terwujud adalah
Mamon.
Kita
bandingkan di dalam…
Matius
4:10
(4:10)
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau
harus menyembah TUHAN, ALLAHmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau
berbakti!"
Segala
makhluk baik di sorga maupun di bumi dan di bawah bumi, haruslah menyembah ALLAH.
Adapun sarana yang digunakan untuk menyembah ALLAH: Berbakti, berarti beribadah hanya kepada ALLAH
saja.
Mari kita
lihat di dalam…
Matius
6:19 -- Perikop: “Hal mengumpulkan harta.”
(6:19)
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (6:20) Tetapi
kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak
merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (6:21) Karena di mana hartamu berada,
di situ juga hatimu berada. (6:22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu
baik, teranglah seluruh tubuhmu; (6:23) jika matamu jahat, gelaplah
seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya
kegelapan itu. (6:24) Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain,
atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.
Kamu tidak dapat mengabdi kepada ALLAH dan kepada Mamon."
Inti yang kita baca, Tidak
seorangpun yang dapat mengabdi kepada dua tuan, yakni: kepada ALLAH dan
kepada Mamon. Sebab jika seorang mengabdi kepada dua tuan maka konsekuensinya:
1.
Akan
membenci yang seorang dan mengasihi yang lain.
Berarti tampilnya dua hal
berbeda yakni; ada benci, ada kasih.
2.
Ia
akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.
Disini juga tampil dua
hal yang berbeda yakni; setia dan tidak setia.
Pendeknya mengabdi kepada dua tuan,
hidup seseorang dikuasai oleh “roh
serampangan.”
Serampangan artinya di dalam diri
seseorang serentak terdapat “ya dan tidak”. Maksudnya:
1.
Satu
kali ia akan berkata; “ya” di hadapan TUHAN.
2.
Namun
di kesempatan yang lain ia akan berkata “tidak.”
Kalau imam, pelayan TUHAN atau
pemimpin jemaat seperti itu bagaimana jadinya.
Bagaimana keadaan jemaat kalau
serampangan, pasti seluruh jemaat serampangan, susah diajar untuk mengadakan
PPT. Tetapi biarpun sedikit kalau kita tidak dikuasai roh serampangan semua
bisa “ya.” Jadi tidak serentak “ya” dan “tidak.” Sesungguhnya di dalam Yesus
bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi hanya ada “ya”. Sebagaimana pada ayat 19.
Yesus datang ke dunia ini bukan
karena kehendak-Nya, tetapi kehendak Bapa di sorga, Dia harus minum cawan ALLAH.
Untuk kehendak ALLAH ini, Yesus Anak ALLAH berkata: “Ya Bapa” di dalam Matius
26:39 -- Maka Ia maju sedikit,
lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya
mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti
yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Kita kembali untuk membaca…
Matius 6:19-20
6:19
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga
ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta
mencurinya.
Jangan kita sibuk mengumpulkan
harta di bumi sebab di bumi:
1.
Ngengat
dan karat merusakkannya.
2.
Pencuri
membongkar serta mencurinya.
Oleh sebab itu marilah kita
mengumpulkan harta di sorga. Sebab di sorga tidak ada ngengat, tidak ada
karat, kemudian di sorga tidak ada pencuri yang membongkar dan mencurinya.
Marilah kita membahas:
Tentang: NGENGAT DAN KARAT.
Yakobus 5:1-3 -- Perikop: “Peringatan
kepada orang kaya”
(5:1)
Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas
sengsara yang akan menimpa kamu! (5:2) Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu
telah dimakan ngengat! (5:3) Emas dan perakmu sudah berkarat,
dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu
seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Satu kali orang kaya atau orang
yang sibuk mengumpulkan harta di bumi akan menangis dan meratap karena ditimpa
sengsara.
-
Sebab
pakaian mereka telah dimakan ngengat.
-
Emas
dan perak mereka sudah berkarat.
Singkat kata segala harta dan
kekayaan yang datang dari bumi sifatnya sementara, tidak ada yang abadi di bumi
ini.
Ayat referensinya:
-
Lalu aku melihat langit
yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang
pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (Wahyu 21:1)
-
Karena kami tahu, bahwa
jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, ALLAH telah
menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman
yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Korintus 5:1)
Oleh sebab itu, jangan kita sibuk
mengumpulkan harta di bumi karena ngengat dan karat akan merusakkannya. Lagi
pula hari TUHAN sudah semakin mendekat, kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi,
sudah diambang pintu. Mari kita mempersiapkan diri menghadapi kedatangan TUHAN,
kita jangan lagi sibuk mengumpulkan harta di bumi.
Sekarang kita akan melihat contoh: Ngengat merusak pakaian.
Matius 26: 57-60 “Yesus di hadapan
Mahkamah Agama”
(26:57)
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam
Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. (26:58) Dan Petrus mengikuti Dia dari
jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di
antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu. (26:59) Imam-imam kepala, malah
seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia
dapat dihukum mati, (26:60) tetapi mereka
tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya
tampillah dua orang,
Singkat kata Yesus dibawa ke
Mahkamah Agama untuk diadili di hadapan imam besar Kayafas.
Lalu imam-imam kepala bahkan
seluruh yang hadir di Mahkamah Agama itu mencari kesaksian palsu. Tujuannya
supaya Yesus dapat dihukum mati, akan tetapi mereka tidak memperolehnya
walaupun banyak tampil saksi dusta.
Matius
26:60-61
(26:60)
tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi
akhirnya tampillah dua orang, (26:61)
yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait ALLAH dan
membangunnya kembali dalam tiga hari."
Karena tidak ada lagi
tuduhan-tuduhan yang bisa menjerat Yesus, akhirnya perkataan yang pernah
dikatakan Yesus dipersoalkan di sidang itu, sesuatu yang tidak salah dibuat
salah terkait dengan perkataan Yesus yaitu: “Aku dapat merubuhkan Bait ALLAH dan membangunnya kembali dalam tiga
hari."
Matius 26:62-63
(26:62)
Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau
memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (26:63)
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi
ALLAH yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak ALLAH,
atau tidak."
Perkataan Yesus terkait dengan merubuhkan
Bait ALLAH lalu dibangun dalam tiga hari mereka persoalkan. Lalu ketika imam
besar Kayafas meminta pertanggung jawaban, Yesus tetap diam, tidak ada artinya
Yesus menjelaskan perkara tersebut. Mengapa? Karena pengadilan itu bukan
memberi keadilan, tetapi justru mencari kesalahan supaya Yesus dapat dihukum
mati. Pengadilan itu bukan mencari solusi, pengadilan itu hanyalah formalitas
supaya Yesus dapat dijerat, itulah sebabnya Yesus diam saja.
Akan tetapi marilah kita lihat
secara singkat maksud dari perkataan Yesus.
Kalau di hadapan Mahkamah Agama
Yesus diam, di hadirat ALLAH TUHAN Yesus akan berbicara untuk kita semua…
Yohanes 2:18 --- Perikop: “Yesus
menyucikan Bait ALLAH.”
(2:18)
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau
tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
Yesus menyucikan Bait ALLAH pada ayat
14 dan ayat 15, dan Yesus berhak untuk menyucikan Bait ALLAH.
Yohanes 2:19-22
(2:19)
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait ALLAH ini, dan dalam tiga hari Aku
akan mendirikannya kembali." (2:20)
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang
mendirikan Bait ALLAH ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga
hari?" (2:21) Tetapi
yang dimaksudkan-Nya dengan Bait ALLAH ialah tubuh-Nya sendiri. (2:22)
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh
murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah
akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Tanda Bait ALLAH disucikan:
Bait ALLAH yang didirikan selama 46 (empat puluh enam) tahun dirombak total
dalam 3 (tiga) hari
Didirikan 46 (empat puluh enam) tahun
à orang-orang yang masih
mempertahankan hukum taurat atau hidup di bawah hukum taurat. Hukum
taurat;
-
4
(empat) hukum (1-4) ditulis pada loh batu
pertama
-
6
(enam) hukum (6-10) ditulis pada loh batu
kedua.
Pada sesi pertama kita sudah
membahas kelemahan dari hukum taurat yaitu: tidak mengampuni orang berdosa atau
orang berdosa tidak mendapat kesempatan untuk diampuni, dalam Roma
2:15 -- Sebab dengan itu mereka
menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara
hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling
membela.
Jadi kelemahan yang mendasar dari
hukum taurat saling menuduh atau saling membela.
-
Menuduh berarti mempersalahkan
yang salah atau menghakimi yang salah.
-
Membela
berarti
membenarkan dirinya sendiri, yang lain disalahkan, tetapi ia membela dirinya
sendiri.
Ciri-ciri hidup di bawah hukum
taurat adalah bibir memuliakan TUHAN, tetapi hatinya jauh dari TUHAN.
Bangsa ini
memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku… Matius
15:8.
Tubuh jasmani ada di rumah TUHAN,
tetapi manusia dalam / manusia batinnya tidak dipersembahkan kepada TUHAN, itu
namanya ibadah lahiriah, ibadah taurat, ibadah liturgis, ibadah semacam ini yang
menajiskan seseorang.
Bait ALLAH yang dibangun selama 46 (empat
puluh enam) tahun dibangun menurut hukum taurat, perlu untuk dirombak
total dalam tiga hari. Yesus berkata cukup tiga hari saja.
Tadi kita sudah melihat 4 dan 6 itu
hukum taurat.
Sekarang tiga hari -> Pengalaman
kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
-
Kuasa
kematian;
mengubur dosa (hidup lama).
-
Kuasa
kebangkitan;
hidup dalam pembaharuan, terus menerus dibaharui dari sehari ke sehari.
Soal pembaharuan;
2 Korintus 4:16
(4:16)
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami
semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke
sehari.
Ketika kita mengalami pembaharuan
manusia batiniah, maka secara otomatis manusia lahiriah merosot, tetapi tidak
perlu tawar hati, tidak perlu malu, tidak perlu minder, tidak perlu merasa
ketinggalan zaman, yang penting hati TUHAN senang.
Kemudian kita akan melihat
kehidupan yang dibaharui oleh tiga hari…
2 Korintus 4:17-18
(4:17)
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. (4:18) Sebab kami tidak
memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang
kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Tidak perlu tawar hati manakala
yang lahiriah merosot, tidak perlu malu, saya juga tidak malu sebagai hamba TUHAN
kalau lahiriah merosot.
Kalau Yesus berdiam diri di
tengah-tengah Mahkamah Agama, namun malam ini TUHAN sedang berbicara kepada
kita.
TUHAN adil. Kepada orang besar,
orang yang merasa hebat, TUHAN tidak sampaikan hati-Nya. Namun kepada orang
kecil saja, TUHAN berbicara, kepada kita malam ini.
Pada waktu
itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, TUHAN langit dan
bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang
pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil…Matius 11:25
Karena kita mau menjadi kecil, TUHAN
mau berbicara kepada kita. Coba kita merasa hebat, TUHAN tidak mau berbicara.
Tetapi kalau kita rendah, kecil pasti TUHAN berbicara.
Orang-orang yang di Mahkamah Agama
adalah orang-orang yang merasa hebat sekali; TUHAN tidak berbicara, diam seribu
bahasa. Tapi karena kita kecil, duduk diam rendah hati, tidak angkat kaki lagi,
sudah bertobat, TUHAN berbicara kepada kita. Itulah adilnya TUHAN kepada kita
sekaliannya. TUHAN Yesus baik kepada kita sekaliannya.
Jadi kalau manusia batiniah,
manusia dalam dibaharui, maka lahiriahnya merosot, menunjukkan bahwa, ia memiliki
pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan, sebab dia tidak peduli dengan yang
lahiriah, dan mengabaikan penderitaan ringan. Karena penderitaan yang sekarang
ini mengerjakan bagi kita baik kemuliaan kekal melebihi segala-galanya.
Itulah kalau sudah mengalami
pembaharuan, itulah tiga hari itu. Tetapi kepada Mahkamah Agama TUHAN tidak
berbicara, tidak cerita soal tiga hari, tetapi malam ini TUHAN berbicara kepada
kita.
Kita kembali membaca Matius 26:61
(26:61)
yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait ALLAH dan
membangunnya kembali dalam tiga hari." (26:62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah
Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
Imam besar Kayafas meminta jawaban,
tetapi Yesus tetap diam saja, akan tetapi TUHAN berbicara kepada kita, sebab
kita mau dirombak dari hukum taurat lewat pengalaman kematian dan kebangkitan
Yesus Kristus.
Matius 26:63-64
(26:63)
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi
ALLAH yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak ALLAH,
atau tidak." (26:64) Jawab
Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata
kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan
Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
Karena Yesus berdiam diri, Kayafas
bertanya dan berkata: “apakah Engkau
Mesias, Anak ALLAH, atau tidak."
Jawab Yesus: Engkau telah mengatakannya, artinya Yesus membenarkan perkataan
Kayafas.
Bukti bahwa Yesus adalah Mesias
Anak Allah:
1.
Anak Manusia duduk disebelah kanan ALLAH yang Maha Kuasa
2.
Dan datang di atas
awan-awan di langit
Matius
26:65
(26:65)
Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia
menghujat ALLAH. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar
hujat-Nya.
Setelah mendengarkan perkataan
Yesus: Kayafas mengoyakkan pakaiannya à bahwasanya hati Kayafas tidak
baik, tidak suci, sebab hati Kayafas isinya: kebencian, kedengkian,
dan penuh iri hati.
Pendeknya bila hati tidak suci,
bila hati tidak baik-baik saja isinya; penuh kebencian, kedengkian, iri hati,
itu adalah ngengat Rohani, yang akan terus merusak pakaian manusia,
dengan kata lain perbuatan baik itu akan terus dirusak.
Pakaian berbicara soal perbuatan-perbuatan
yang benar / tabiat manusia.
Yesaya 50:7
(50:7) Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak
mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu
karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Hati yang baik, hati yang suci,
tanpa noda persis seperti gunung batu yakni pribadi Yesus yang telah
menderita sengsara dan mati di kayu salib. Pendeknya, bila hati suci, rela
berkorban.
Yesaya 50:8-9
(50:8)
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah
dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara?
Biarlah ia mendekat kepadaku! (50:9)
Sesungguhnya, TUHAN ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku
bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang
sudah usang; ngengat akan memakan mereka.
Pertama-tama yang mau saya sampaikan
adalah TUHAN itu dekat dengan orang-orang
benar, bahkan TUHAN membela dan menolong orang benar.
Kehidupan seperti Kayafas sama
seperti pakaian yang usang, pakaian yang buruk, pakaian yang sudah rusak
dimakan ngengat. Jadi jangan biasakan menyimpan sesuatu yang tidak baik, tidak
suci di hati ini, yakni; iri, dengki, penuh kebencian, itu adalah ngengat
rohani merusak pakaian (tabiat perbuatan).
Biarlah kehidupan kita seperti
pakaian putih tidak ada noda, persis seperti gunung batu, kuat dan teguh.
Matius 26:65
(26:65)
Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat ALLAH.
Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
Setelah mengoyakkan pakaiannya, Kayafas
lanjut menuduh bahwa Yesus menghujat ALLAH. Sesungguhnya Yesus tidak
menghujat ALLAH, karena Yesus adalah Mesias, Anak ALLAH dengan 2 (dua) bukti:
1.
Anak
Manusia duduk disebelah kanan yang Maha Kuasa
Kaitannya sebagaimana
dalam Ibrani 1:3B
--- adalah cahaya kemuliaan ALLAH dan gambar wujud ALLAH dan menopang segala
yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai
mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat
yang tinggi, à Ia telah menyelesaikan
pekerjaanNya di atas kayu salib, setelah selesai mengadakan penyucian, berarti
Yesus Mesias, Yesus Anak ALLAH.
Mesias dalam bahasa Ibrani artinya
pemimpin yang diurapi, sedangkan dalam bahasa Yunani adalah Kristus.
2.
Datang
di atas awan-awan di langit
Mari kita lihat
pengertian ini supaya membuktikan bahwa betul-betul Yesus Mesias Anak ALLAH
yang hidup
Wahyu 1:7-8
(1:7)
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia,
juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.
Ya, amin. (1:8) "Aku adalah Alfa
dan Omega, firman TUHAN ALLAH, yang ada dan yang sudah ada
dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
Ayat
ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Alfa dan Omega --- yang ada, yang
sudah ada, yang akan datang --- hidup, mati, hidup --- berarti dari awal
sampai akhir jembatannya adalah salib di Golgota.
Hal
itu sudah cukup membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias Anak ALLAH yang hidup.
Saudara,
TUHAN memberitahukan ini kepada himpunan yang kecil ini, tetapi di hadapan
Mahkamah Agama TUHAN tidak berbicara banyak (diam). Kepada kita TUHAN berbicara
banyak, karena kita banyak diam dan mau menjadi kecil.
Mari
kita kembali membahas
Matius
26: 66-68
(26:66)
Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus
dihukum mati!" (26:67) Lalu
mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain
memukul Dia, (26:6)8 dan
berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul
Engkau?"
Singkat
kata, pakaian yang dimakan ngengat ternyata sanggup mempengaruhi seluruh
Mahkamah Agama.
Tandanya:
mereka sepakat bahwa Yesus harus dihukum mati (awalnya dari imam Kayafas).
Tanda
berikutnya: ada aksi brutal suatu perbuatan atau tindakan yang tidak
terpuji antara lain;
1.
Meludahi
Yesus
2.
Meninju
Yesus
3.
Memukul
Yesus
Kenapa
bisa demikian?
Jawabnya; karena pengaruh dari pakaian yang telah dimakan ngengat.
Saudara,
tidak masuk akal, bila seorang imam (pemimpin jemaat) mengerahkan massa untuk
adakan aksi brutal, tetapi hal itu telah terjadi. Kenapa bisa demikian?
Karena pakaian imam besar sudah dimakan ngengat. Sampai begitu sadisnya pakaian
ngengat itu mempengaruhi aksi brutal, rusak moral di situ. Kita saling
mendoakan satu sama lain supaya pakaian kita tanpa noda, persislah seperti
gunung batu.
Dari 3 (tiga) aksi brutal ini à bahwa mereka telah
kehilangan martabat, juga tidak bermoral lagi.
Singkat kata, pakaian yang dimakan
ngengat dapat mempengaruhi orang yang lemah imannya, seperti Kayafas
mempengaruhi seluruh orang yang hadir di persidangan. Bukankah Kayafas ini
adalah seorang imam besar? Harusnya tugasnya bukan untuk mempengaruhi umat TUHAN
menjadi orang jahat.
Sesungguhnya tugas imam besar
adalah: melayani, berdoa, memperdamaikan dosa, tetapi itu tidak nampak
lagi di dalam diri Kayafas. Tetapi karena pakaiannya sudah dimakan ngengat,
maka yang terjadi adalah aksi brutal.
Saudara, apakah tiga tanda ini
masih nampak di dalam diri kita? Jadilah pendamaian dimanapun kita berada,
membawa berita pendamaian, membawa pelayanan pendamaian.
TUHAN berbicara kepada kita malam
ini, Mahkamah Agama turun dari Sorga bagi kita malam ini. Tetapi kepada Mahkamah
Agama Kayafas; TUHAN diam. Siapa kita? Sesungguhnya, kita hanyalah cacing,
ulat saja, tempatnya di perut bumi. Oleh sebab itu, mulai sekarang belajar
turun ke bawah, jaga pakaian ini, jaga hati, dari situ terpancar kehidupan,
dari situ terpancar pakaian / perbuatan benar.
Kembali saya sampaikan, tugas Imam
Besar adalah:
1.
Melayani
sidang jemaat
2.
Berdoa
untuk sidang jemaat
3.
Memperdamaikan
sidang jemaat kepada Bapa di sorga
Bagaimana nasib umat TUHAN / sidang
jemaat kalau kehidupan pemimpin jemaat persis seperti kelakuan Kayafas? Jemaat pun brutal,
lama-lama gembalanya juga dihabisin.
Seorang pemimpin jemaat mempunyai
pengaruh yang sangat besar terhadap sidang jemaat yang dilayani, dan satu kali
semuanya itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan TUHAN di takhta putih. Jadi
hari ini mungkin kita bebas dengan sesuka hati, tetapi satu kali itu akan
dipertanggung jawabkan.
Matius 27:20 Perikop: “Yesus di hadapan
Pilatus”
(27:20)
Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad
untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
Pakaian yang dimakan (dirusak)
ngengat ternyata juga mempengaruhi suasana ketika Yesus di adili di hadapan
Pilatus; wali negeri. Pendeknya, ngengat merusak pakaian hingga pengadilan
Pontius Pilatus.
Matius 27:26-30
(27:26)
Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu
diserahkannya untuk disalibkan. (27:27)
Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu
memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. (27:28) Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu
kepada-Nya. (27:29) Mereka menganyam
sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia
sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan
mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" (27:30) Mereka meludahi-Nya dan
mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
Ada dua jenis ludah yang sama-sama
baunya, yang telah diterima oleh Yesus.
-
Ludah
orang Yahudi itulah hukum Taurat.
-
Ludahnya
bangsa kafir, itulah penyembahan
berhala dan kenajisan percabulan.
Tetapi kedua ludah ini sama-sama
ditampung di wajah Yesus, mantaplah penderitaan itu.
Akhirnya Pilatus memutuskan bahwa
Yesus harus disalibkan atau dijatuhi hukuman mati. Namun sebelum dijatuhi
hukuman mati terlebih dahulu Yesus diolok-olok dengan cara:
1.
Menanggalkan
pakaiannya dan mengenakan jubah ungu, warna kemuliannya.
2.
Menaruh
mahkota duri di atas kepalanya
3.
Memberikan
tongkat bulu di kepalanya
Ini cara prajurit-prajurit
mengolok-olok Yesus sebelum dijatuhi hukuman mati (sadisnya minta ampun). TUHAN
yang mulia diolok-olok sedemikian rupa.
Kemudian cara berikutnya mengolok-olok:
meludahi Yesus dan memukul kepalaNya dengan bulu tersebut. Selain dua
jenis ludah, Dia dipermain-mainkan begitu luar biasa. Bagaimana sikap kita
mendengar hal ini?
Setelah TUHAN kita yang mulia itu diolok-olok,
bagaimana hati kita? Apakah kita masih juga sampai hati meludahi
Yesus, menyalibkan Yesus berkali-kali. Jadi hati-hati ngengat ini merusak
pakaian sampai ke pengadilan wali negeri Pontius Pilatus. Berarti dari
Pengadilan Agama sampai ke Pengadilan negeri.
Matius 27:31
(27:31)
Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya
dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia
ke luar untuk disalibkan.
Setelah mengolok-olok, mereka
menanggalkan jubah itu dari Yesus lalu mengenakan kembali pakaian-Nya à bahwa pakaian Yesus tetap utuh
/ tidak terkoyak / tidak dimakan ngengat.
Saudara, kita butuh pakaian utuh,
pakaian yang tidak dimakan ngengat. Kita tidak butuh pakaian Kayafas, meski dia
imam besar, karena pakaian itu bisa mempengaruhi; dari Pengadilan Agama sampai
Pengadilan negeri. Link dari ngengat ini begitu luar biasa, nampaknya kecil
hampir tidak kelihatan dengan mata. Ini harus diperhatikan, kita jangan
menyimpan sesuatu yang tidak suci di hati ini, supaya tabiat (pakaian) jangan
dirusak oleh ngengat.
Dampak
negatif pakaian dimakan ngengat:
Yesaya 51:6-8
(51:6)
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap
seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya
akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk
selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. (51:7) Dengarkanlah Aku, hai kamu yang
mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam
hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika
dinista oleh mereka. (51:8) Sebab ngengat
akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka
seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan
tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari
keturunan kepada keturunan.
Dampak negatif pakaian dimakan
ngengat: binasa, umurnya pendek seperti nyamuk, sebab ngengat memakan
pakaian mereka.
Akan tetapi kelepasan dan keselamatan
bagi mereka yang menyimpan Pengajaran Firman ALLAH di dalam hati. Di dalam hati
tidak tersimpan lagi kebencian, kedengkian, tidak ada lagi iri hati kecuali
Pengajaran Firman.
Jadi hati kita harus dijadikan
sebagai tempat untuk menyimpan Pengajaran Firman ALLAH, bukan lagi hal-hal yang
tidak suci; yaitu kedengkian, kebencian, iri hati, sebab itu adalah
ngengat yang merusak pakaian (merusak pakaian keselamatan).
Oleh sebab itu, biarlah di dalam
hati ini isinya Pengajaran Firman ALLAH yang tidak ditambahi dengan iri hati,
tembak sana-tembak sini. Karena tidak suka dengan pemberita Firman disana,
akhirnya tembak-tembakan, ngengat seperti ini merusak pakaian kelepasan,
merusak pakaian keselamatan. Pakaian kelepasan, pakaian keselamatan harus utuh,
itu yang terbaik, tidak usah tembak-tembak, sama-sama kita saling mendoakan
demi terwujudnya kesatuan tubuh Kristus.
Sekarang kita bandingkan dengan: Pakaian Kelepasan dan Pakaian Keselamatan,
yakni; pakaian yang tidak dimakan ngengat itulah pakaian Yesus yang
dikembalikan dengan utuh / tidak koyak / tidak dimakan ngengat.
Matius 27:35 --- Perikop: “Yesus
disalibkan”
(27:35)
Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang
undi.
Kalimat yang lebih sempurna kita
akan baca dalam…
Yohanes 19:23-24
(19:23)
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya
lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian --
dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah
hanya satu tenunan saja. (19:24)
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita
membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk
menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah
yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di
antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu
telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Untuk pakaian Yesus mereka
bagi-bagi, tetapi untuk jubah Yesus mereka buang undi.
Pertama-tama kita akan melihat pakaian Yesus mereka bagi menjadi empat bagian.
4 (empat) bagian à Timur, Barat, Utara, Selatan (seantero
dunia), artinya; kebenaran yang keluar dari salib harus diberitakan sampai ke
ujung bumi, sampai kepada bangsa kafir orang-orang yang bukan Yahudi.
Kolose 1: 24-26 --- Perikop: “
Pelayanan dan penderitaan Paulus”
(1:24)
Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan
menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk
tubuh-Nya, yaitu jemaat. (1:25) Aku
telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan ALLAH
kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, (1:26) yaitu
rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan,
tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
Kristus yang telah menderita
sengsara dan mati di kayu salib adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke
abad, dari turunan ke turunan. Akan tetapi oleh karena kemurahan hati TUHAN
Rasul Paulus diutus untuk meneruskan berita salib dengan sepenuhnya kepada
bangsa kafir di Asia kecil atau Eropa Timur.
Sedangkan…
-
Penyebaran
injil masuk ke Indonesia antara abad 16 untuk Katholik (itu yang saya lihat
dalam sejarah),
-
Kemudian
abad 17 untuk Protestan
-
Dan
abad ke 18, penyebaran injil atau berita salib masuk ke tanah Batak yang dibawa
oleh hambanya Nomensen. Maka nomensen ini kadang disebut apostel batak
untuk daerah batak. Berarti peristiwa salib baru sampai ke tanah batak tahun
1800
Selanjutnya, kebenaran yang datang
dari salib akhirnya sampai masuk kepada ujung bumi dan untuk orang Batak pada abad
ke 18.
Kita tidak melihat siapa prajurit
yang membagi 4 (empat) bagian pakaian Yesus, tetapi kita melihat kemurahan TUHAN
yang dinyatakan kepada kita.
Intinya, Pakaian yang dibagi
menjadi 4 (empat) sudah sampai ke tanah Batak. Hamba yang rendah hati yaitu; Paulus
dipakai TUHAN membawa pakaian yang dibagi-bagi itu. Kita butuh pakaian semacam
ini yakni; pakaian kelepasan, pakaian keselamatan.
Kolose 1:27
(1:27)
Kepada mereka ALLAH mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di
antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus
yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
Singkat kata, kebenaran yang keluar
dari salib Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan, yaitu; kerajaan Sorga.
Tidak usah kita berdebat siapa yang
menjadi mempelai, siapa yang tidak menjadi mempelai, capek kita memperdebatkan
Firman ini. langsung kita praktek Firman saja. Terkadang Pengajaran Mempelai
sibuk bertengkar, lupa menyembah, hal-hal yang seperti itu sudahlah, dibuang
saja. Urusan kita adalah nyawa kita, nyawa isteri, anak kita, jemaat yang kita
layani, kok siapa yang menjadi mempelai. Kita buktikan wujud mempelai;
wujud kesempurnaan adalah penyembahan.
Tadi saya sudah singgung 2 (dua)
jenis ibadah;
-
Yang
pertama: Ibadah yang murni; Pengajaran Mempelai
-
Yang
kedua: Ibadah yang sejati; doa penyembahan, itulah wujud mempelai.
Namanya mempelai berarti
dua menjadi satu, wujudnya; hubungan intim, yaitu; penyembahan.
Kalau kita mengikuti jejak / tapak
kaki Yesus yang berdarah-darah; harga diri rontok, dosa juga rontok dari ujung
kepala sampai ujung kaki rontok. Jadi, kebenaran yang keluar dari salib
Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan, itulah kerajaan Sorga (kekekalan).
Kolose 1:28
(1:28)
Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap
orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada
kesempurnaan dalam Kristus.
Tiap-tiap orang dinasehati,
diajari oleh Paulus; dengan segala hikmat yang keluar dari salib.
Selanjutnya, mereka dipimpin sampai kepada kesempurnaan. Jadi pakaian
putih yang dibagi menjadi empat bagian itu adalah hikmat.
Pendeknya, hikmat itu mengajari,
menasehati jemaat. Sesudah dinasehati dan diajari, kemudian dipimpinlah jemaat
ini sampai sempurna; dasarnya pakaian yang dibagi menjadi empat.
Untuk
jubah Yesus mereka membuang undi.
Arti rohaninya; yang menerima dan
yang menikmati pelayanan Imam Besar adalah anugerah (kemurahan besar), seperti
orang mendapat lotre / undian. Jadi kalau kita menikmati pelayanan Imam Besar
itu adalah kemurahan seperti seseorang mendapat lotre.
Adapun Tugas Imam Besar ialah: melayani,
berdoa, memperdamaikan dosa
Ayat referensinya: Matius
20:28 --- sama seperti Anak
Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Lukas 22:28
(22:28)
Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang
Aku alami. (22:29) Dan Aku
menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya
bagi-Ku, (22:30) bahwa kamu akan
makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di
atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi
kamu seperti gandum, (22:32) tetapi
Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau
engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
Bukankah oleh karena pengurapan,
seorang pemimpin jemaat menjadi imam-imam? Maka tugas kita adalah melayani sidang jemaat, mendoakan
sidang jemaat, memperdamaikan sidang jemaat.
Tugas Imam Besar Agung: memimpin
gereja TUHAN hingga sempurna.
Bagaimana proses Imam Besar
memimpin jemaat sampai sempurna?
Imamat 16: 2-3
(16:2)
Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia
jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan
tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku
menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian. (16:3) Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu,
yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa
dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
Imam Besar Harun membawa darah
lembu jantan dan darah domba jantan sampai ke Ruangan Maha Suci.
-
Darah
lembu jantan
adalah korban penghapus dosa
-
Darah
domba jantan
adalah korban bakaran.
Jadi kalau korban itu terbakar
hangus, itu kasih ALLAH.
Saudara, daging harus dibakar
hangus di luar perkemahan, kulit dibakar hangus di luar perkemahan, kotoran
(sampah) di bakar hangus di luar perkemahan, itulah korban bakaran; itulah
kasih. Pendeknya, ketika darah dicurahkan di atas mezbah korban bakaran, jelas
karena dosa.
Kemudian, darah dari Mezbah Korban
Bakaran itu, yakni; darah lembu jantan dan darah domba jantan, juga dibawa oleh
Imam Besar sampai ke Ruangan Maha Suci. Sehingga, dari darah domba jantan, dan darah
lembu muda Jantan; diadakanlah 7 kali percikan darah.
Singkat kata, darah yang dicurahkan
pada Mezbah Korban Bakaran, juga dibawa sampai Ruangan Maha Suci untuk
mengadakan 7 kali percikan darah dengan jari; di atas tutup grafirat dan
di depan peti tabut perjanjian. Ini jelas penyucian untuk membawa kepada
kesempurnaan.
7 kali
percikan darah itu adalah penyucian yang terakhir (sengsara tanpa dosa).
Kalau darah
dicurahkan di atas mezbah korban bakaran itu untuk penghapus dosa, tetapi darah
yang sama dibawa sampai ke Ruangan Maha Suci itu adalah penyucian terakhir.
Jadi, darah
di Mezbah Korban Bakaran untuk penghapus dosa. Sedangkan 7 kali percikan darah
di atas tabut dan di depan tabut itu; sengsara tanpa dosa sebagai penyucian
terakhir,
-
7
kali percikan (sengsara) yang dialami oleh Yesus, itu supaya gereja TUHAN sempurna.
-
7
kali percikan (sengsara) yang dialami gereja TUHAN supaya gereja menjadi
sempurna dan menjadi mempelai TUHAN.
Percikan darah adalah sengsara
tanpa dosa (tidak bikin salah, tetapi terpercik), itu penyucian terakhir.
Kalau pada akhirnya kita mengalami
penyucian sampai sempurna, itu namanya anugerah, seperti menerima lotre. Kalau
bukan karena jubah Imam Besar Agung (Yesus Kristus), kita tidak mungkin
mendapat kemurahan sampai sempurna. Jadi, Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel akurat sekali membawa kita pada satu kedudukan Rohani. Pengajaran
Mempelai dalam terang Tabernakel; tidak ditafsir, tidak ditambah ini dan itu.
Jadi rugi rasanya kita menolak pelayanan Imam Besar ini, pelayanan yang
berpola.
Tugas Imam Besar Agung yang kedua:
Wahyu 8:3-4 Perikop: “Meterai yang
ketujuh”
(8:3)
Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan
sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk
dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas
di hadapan takhta itu. (8:4) Maka naiklah
asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan
malaikat itu ke hadapan ALLAH.
Singkat kata, Yesus Kristus adalah
Imam Besar Agung memimpin ibadah-ibadah di atas muka bumi ini sampai kepada
tingkat ibadah yang tertinggi, sampai kepada puncak ibadah yaitu; doa
penyembahan, bagaikan asap dupa kemenyan, naik ke hadirat ALLAH, menembusi
takhta ALLAH. Hanya satu perkara yang sanggup melepaskan kita dari kerajaan
dunia dengan kemegahannya (mamon) yang ditawarkan oleh setan tritunggal, dengan
lain kata bebas dari magnet bumi (daya tarik bumi) yaitu; asap / penyembahan.
Inilah tugas Yesus sebagai Imam
Besar Agung, memimpin ibadah di bumi ini sampai kepada tingkat ibadah
tertinggi; doa penyembahan; bagaikan asap kemenyan naik ke hadirat ALLAH,
menembusi takhta ALLAH, tembus ke Sorga.
Jubah Imam Besar membawa kita
sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan, itu anugerah seperti
mendapat lotre. Jadi tingkat ibadah yang tertinggi adalah doa penyembahan
(hubungan intim); wujud dari kesempurnaan / wujud mempelai.
Matius 27:50
(27:50)
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
Yesus berseru dengan suara nyaring,
itulah doa penyahutan. Kemudian, ALLAH Bapa berkata kepada Yesus; turun,
lakukan Kehendak-Ku. Yesus berkata dalam Matius
27:47 --- "Eli, Eli, lama
sabakhtani?" Artinya: ALLAH-Ku, ALLAH-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Ini adalah penyahutan,
sekaligus membawa semua perkara, membawa segala persoalan, segala pergumulan
yang dialami oleh gereja TUHAN, tapal dadanya disampaikan kepada Bapa di sorga.
Apa arti penyembahan? Penyembahan arti
rohaninya; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH
saja.
Yesus sebagai Imam Besar Agung
dengan jubah yang utuh memimpin kita sampai kepada puncak ibadah doa
penyembahan, seperti mendapat lotre.
Matius 27:51
(27:51)
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan
terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
Pada saat ada penyembahan,
penyerahan diri sepenuhnya untuk taat, maka pada saat itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah
Persamaan dari ayat ini …
Ibrani 10:19-20 Perikop: “Ketekunan”
(10:19)
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat
masuk ke dalam tempat kudus, (10:20)
karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir,
yaitu diri-Nya sendiri,
Jadi doa penyembahan yang benar, tandanya:
penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH, di situlah
kita mengalami perobekan daging. Tabir Bait suci terbelah dua dari atas sampai
ke bawah, dengan demikian terbukalah jalan ke sorga, dengan lain kata kita
masuk sorga.
Kalau Imam Besar memimpin kita
sampai kepada doa penyembahan, kita tembus ke Sorga, dengan lain kata; tabir
itu terbelah dua (mengalami perobekan daging). Daging dan nafsunya sudah di
salib sepenuhnya, sudah robek, maka dengan demikian terbukalah jalan ke sorga.
Kita tembus ke sorga asal saja kita
menikmati jubah yang tidak dimakan ngengat (jangan lagi dicampur dengan ngengat).
Bagaikan dapat lotre kita malam ini. Kalau sampai kepada titik ini kita ada,
bahkan sampai kepada titik doa penyembahan kita ada, itu anugerah, bukan karena
kekuatan kita. Khusus jubah yang tidak terjahit dari atas ke bawah, jubah Imam
Besar, itu diterima, kita nikmati karena kemurahan TUHAN. Jadi percayalah dengan Pengajaran Mempelai
dalam Terangnya Tabernakel, kita semua tembus ke Sorga. Amin.
TUHAN YESUS
KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment