IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 26 MARET 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 33)
Subtema: SUAMI SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDA (Seri 2)
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh
karena rahmat-Nya kita sekaliannya dimungkinkan untuk berada di atas gunung TUHAN
yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab
yang disertai perjamuan suci.
Sekarang kita ada di dalam hadirat-Nya, berada dalam
pengaruh yang besar, sehingga kita boleh duduk diam tenang, tidak gelisah saat
mendengarkan Firman TUHAN, duduk diam mendengarkan Firman ALLAH dan terus
merendahkan diri karena kita sangat membutuhkan pembukaan Firman ALLAH yang
sanggup memuaskan kita dalam banyak perkara.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN
yang turut bergabung lewat online/live streaming/video internet, baik
lewat Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan. Doa
saya kiranya TUHAN berkuasa atas kehidupan kita dan kita dapat merasakan
kebahagiaan serta sukacita saat kita mendengarkan Firman yang memuaskan hati
kita.
Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci,
kita masih berada pada Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-33.
Maleakhi 2:15
(2:15)
Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah
yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!
Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
ALLAH memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya
menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu
ialah: KETURUNAN ILAHI.
Keturunan Ilahi berarti lahir dari benih Ilahi itulah Firman
ALLAH, Roh ALLAH, dan kasih ALLAH.
Namun untuk mencapai keturunan Ilahi, ALLAH berFirman:
a.
Jadi
jagalah dirimu!
Di dalam hal menjaga diri biarlah
kiranya kita menggunakan cara dari TUHAN, kita tidak boleh menggunakan
metode/cara-cara manusia duniawi, sebagaimana yang dikatakan dalam Mazmur
127:1 dikatakan: “... Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,
sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal
kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
b.
Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG
TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 2).
Intinya: Seorang suami hendaklah setia terhadap isterinya
dan kesetiaan suami tercipta dari masa mudanya hingga masa tua.
Tentang suami yang setia dari masa muda kita akan belajar
dari pribadi bapa Abraham sebagai bapa orang beriman.
Yesaya 51:2A -- Perikop: "Kata-kata
penghibur untuk Sion."
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu;
ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Alkitab berkata: "Pandanglah Abraham, bapa
leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu."
Singkat kata, Abraham adalah sosok/figur suami yang baik dan
setia dari masa mudanya sampai masa tuanya, ia dapat dijadikan teladan bagi
suami-suami di atas muka bumi ini. Oleh sebab itu, pandanglah Abraham dan
jangan memandang yang lain termasuk juga adat istiadat.
Yesaya 51:2B
(51:2)
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati, dan memperbanyak
dia.
Pendeknya, dari satu pribadi menjadi banyak orang.
-
1 orang à Abraham.
-
Diberkati dan banyak à Umat Israel. Ayat referensi: Keluaran 19:4-6.
Kejadian 12:1-3 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH."
(12:1)
BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan
dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang
akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi
bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati
orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk
engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
ALLAH memanggil Abraham, lalu ALLAH memberkati dan
memperbanyak dia, dengan rincian sebagai berikut:
-
Ayat 1:
ALLAH MEMANGGIL Abraham.
-
Ayat 2:
ALLAH MEMPERBANYAK Abraham.
-
Ayat 3:
ALLAH MEMBERKATI Abraham.
Apa yang ditulis Musa selaras dengan apa yang disampaikan
oleh nabi Yesaya pada masa itu.
Dari pihak Abraham: Abraham taat kepada panggilan ALLAH.
Praktek taat kepada panggilan ALLAH:
a. Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.
Artinya: Abraham
meninggalkan bahkan melepaskan dirinya dari ...
-
Penyembahan berhala. Berhala, artinya: Segala sesuatu yang
melebihi dari TUHAN.
-
Kenajisan percabulan, disebut juga persundalan = Kaya oleh hawa
nafsu perempuan Babel.
Oleh sebab itu, jangan
kita sibuk mengejar materi tetapi karena hawa nafsu perempuan Babel sebab itu
adalah kenajisan percabulan. Ingatlah, percabulan itu nafsu rendah, sebab
sesungguhnya apabila kita mengikut TUHAN maka TUHAN akan pelihara hidup kita, TUHAN
akan mencukupkan menurut kebuTUHAN kita sesuai pengikutan kita.
b. Abraham meninggalkan sanak saudara.
Artinya: Abraham
meninggalkan tabiat daging dan hawa nafsu yang jahat.
c. Abraham meninggalkan rumah bapanya.
Artinya: Abraham rela meninggalkan
dan melepaskan segala kemuliaan bahkan rela melepaskan haknya.
Singkat kata, Abraham telah melepaskan segala sesuatu yang
berarti dan berharga untuk menggenapi panggilan ALLAH. Namun, apa yang
pernah hilang dari pada diri Abraham pada akhirnya diganti oleh TUHAN,
bahkan diberkati, dan diperbanyak, asalkan taat dan praktek terhadap
panggilan itu.
Oleh sebab itu, percayakan diri kepada panggilan TUHAN dan
berpadanan kepada panggilan TUHAN. Jangan mencari kepuasan di dunia ini dengan
manusia duniawi, sebab tidak akan menemukan kepuasan di dalam dunia, justru
akan merasa kekurangan dan kekurangan sampai akhirnya harta rohani habis =
Binasa.
Kejadian 12:4-5
(12:4)
Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut
bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia
berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot,
anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang
yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai
di situ.
Abraham membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya
(keponakannya), lalu sampailah ia di tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan TUHAN
kepadanya.
Membawa Sarai, isterinya, artinya: Dalam panggilan itu Abraham memprioritaskan
nikah, sebab Abraham setia kepada Sarai isterinya dari sejak masa mudanya
hingga masa tua. Itu sebabnya, Yesaya berkata kepada umat Israel: “Pandanglah
Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu.”
Jadi, dalam panggilan kita harus memprioritaskan nikah
itulah hubungan kita dengan TUHAN.
Maka kita dalam panggilan berusaha memprioritaskan nikah,
bukan soal materi, berkat, dan hal-hal yang lahiriah. Namun, kita sudah
dipanggil TUHAN maka kita harus berpadanan dengan panggilan, berarti dalam
panggilan yang diprioritaskan adalah hubungan nikah.
Hendaklah niat-niat daging, pikiran daging disucikan Firman ALLAH
yang telah kita terima, kiranya itu terjadi, berarti doa Imam Besar berlaku
bagi kita masing-masing.
Namun, sebelum Abraham diberkati dan diperbanyak, nikah
Abraham terlebih dahulu diuji sebanyak 2 (dua) kali. Maksudnya adalah tidak ada
nikah yang tidak diuji di atas muka bumi ini, sehingga apabila nikah dapat
melewati ujian atau batu sandungan maka disebutlah nikah yang teruji.
Maka, kalau kita mau disebut sebagai nikah yang teruji maka
kita tidak boleh lari dari ujian dan menyingkir, lalu mempersalahkan semua hal
sampai mempersalahkan Firman TUHAN.
Adapun dua kali ujian yang dialami nikah Abraham, yaitu:
YANG PERTAMA: Ketika Abraham berada di tanah Mesir.
Kisahnya ada di dalam Kejadian 12:10-20, ketika
Abraham memasuki tanah Mesir maka seluruh punggawa-punggawa dan orang-orang
Mesir melihat bahwa Sarai adalah seorang perempuan yang sangat cantik, bahkan
Abraham mengakui kepada isterinya di dalam Kejadian 12:11: “Memang
aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.” Namun,
sekalipun demikian Abraham tidak takut dan gentar sebab dia telah ditetapkan
sebagai suami yang setia dari sejak masa mudanya.
Pada akhirnya Firaun menjadikan Sarai itu menjadi isterinya
namun TUHAN memukul Firaun sampai kepada punggawa-punggawanya dan sampai
seluruh rakyat di Mesir, karena ternyata di tanah Mesir terdapat dosa
penyembahan berhala dan dosa kenajisan percabulan (persundalan).
Kita mengetahui kisah atau riwayat bangsa Israel ketika
diperbudak di tanah Mesir, mereka sangat menderita dan TUHAN melihat bahwa
mereka sangat menderita karena pengerah-pengerah tanah Mesir, lalu TUHAN
mengutus Musa menjadi seorang pembebas, dialah pemimpin yang membebaskan umat
Israel dan ketika dia diutus kepada Firaun, dia memberitahukan jika Firaun
tidak membebaskan Israel dari perbudakan Mesir maka TUHAN akan menjatuhkan
hukuman terhadap Firaun, istananya dan seluruh tanah Mesir, dengan tulah
pertama air menjadi darah sampai kepada tulah yang kesepuluh yaitu kematian
anak sulung Firaun sampai kematian kematian anak sulung hewan, karena Firaun
mengeraskan hati.
Tetapi oleh karena korban paskah, anak domba ALLAH telah
disembelih, akhirnya bangsa Israel dibebaskan dari tanah Mesir sehingga mereka
dibawa ke padang gurun supaya mereka dapat beribadah kepada ALLAH dengan
menggunakan pola Tabernakel, sesuai yang diterima Musa di atas gunung Horeb,
gunung TUHAN.
Mungkin saat ini kita seperti berada di tangan Firaun
(setan) dan tangan Mesir (dunia), namun percayalah lewat kisah ini maka kita
harus mengikut TUHAN dengan iman yang sungguh-sungguh, karena satu kali TUHAN
akan menghukum dunia ini dan menyelamatkan gereja Sara sebab gereja Sara adalah
miliknya TUHAN.
YANG KEDUA: Ketika Abraham di tanah Negeb.
Kisahnya ada di dalam Kejadian 20:1-18 dengan
perikop: “Abraham dan Abimelekh.”
Perlu untuk diketahui: Nikah Abraham dan Sara melambangkan
cintanya TUHAN terhadap Israel terlebih saat kedatangan-Nya yang kedua kali,
dimana Ia tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, sedangkan gereja TUHAN
tampil sebagai sidang mempelai wanita TUHAN/gereja TUHAN yang sempurna dalam
perjamuan malam pesta kawin Anak Domba.
Jadi selama kita mengikut TUHAN maka baik hidup maupun nikah
kita akan menghadapi ujian. Itu sebabnya, apa yang sudah dialami Abraham adalah
suatu perlambangan, dan perlambangan nikah Abraham dan Sara adalah nubuatan
bagi gereja TUHAN di hari-hari terkahir ini dan kita perlu memeriksa nikah dari
Abraham dan Sara, supaya nikah kita di hadapan TUHAN sampai TUHAN datang pada
kali yang kedua sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Kemudian, hidup nikah Abraham dan Sara merupakan hidup nikah
yang diberkati oleh TUHAN, sebab ada nama TUHAN di dalam nama Abraham dan
Sara, yaitu:
-
Abram menjadi: ABRAHAM (Ada penambahan huruf “H”).
-
Sarai menjadi: SARA (Huruf “i” dihilangkan).
O, NAMA TUHAN (Psallo No. 99)
O nama TUHAN, sperti bangunan yang teguh
O nama TUHAN, perlindungan yang tinggi
O nama TUHAN, pemimpin yang kupercaya
Orang benar kan lari kepada-Nya
Orang benar kan lari kepada-Nya’
Itu sebabnya yang dilahirkan baru lewat baptisan ada nama
baru juga, dan kiranya dalam nama baru itu disisipkan oleh nama TUHAN supaya
diberkati dan diperbanyak.
Kejadian 17:5-6, 15-16 -- Perikop: "Sunat sebagai
tanda perjanjian ALLAH dengan Abraham"
(17:5)
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah
Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. (17:6) Aku akan membuat
engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa,
dan dari padamu akan berasal raja-raja. (17:15) Selanjutnya ALLAH berFirman
kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia
lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. (17:16) Aku akan memberkatinya,
dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki,
bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja
bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
Jelas sekali bahwa nama ALLAH ada di dalam nama Abraham dan
Sara sehingga nikahnya diberkati dan diperbanyak. Biarlah dalam segala perkara,
tindakan/perbuatan kita senantiasa membawa nama ALLAH, jangan membawa nama
lain, jangan bertindak karena keinginan sendiri/kemauan sendiri.
Berada di tengah ibadah namun mengikuti keinginan sendiri
maka orang semacam ini tidak akan diberkati dan diperbanyak TUHAN sekalipun
sudah memiliki nama baru. Demikian juga, biarlah segala ucapan atau ungkapan
yang keluar dari mulut berasal dari hati yang paling murni, sehingga perkataan
itu betul-betul membawa nama TUHAN.
Pendeknya, nama TUHAN ada di dalam nikah Abraham dan
Sara, sehingga Abraham dan Sara menjadi SATU, dalam satu perjanjian yaitu
perjanjian TUHAN. Ayat referensi: Kejadian 17:5-6, 15-16.
Kejadian 17:1-3 -- Perikop: "Sunat sebagai tanda
perjanjian ALLAH dengan Abraham"
(17:1)
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri
kepada Abram dan berFirman kepadanya: "Akulah ALLAH Yang Mahakuasa,
hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. (17:2) Aku akan mengadakan
perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat
banyak." (17:3) Lalu sujudlah Abram, dan ALLAH berFirman
kepadanya: (17:4) "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau:
Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Hidup tidak bercela di hadapan TUHAN adalah kerinduan TUHAN terhadap seorang suami.
Itu sebabnya saya selalu menegaskan supaya pemuda dan pemudi
carilah pasangan yang seimbang itulah sesama Lewi supaya lahirlah Musa. Jangan
mencari pasangan diluar TUHAN, sekalipun dia seorang Kristen namun jika tidak
mengenal TUHAN secara pribadi hindarilah perkara semacam itu, kecuali ada suatu
perjanjian bahwa nikah mereka akan digembalakan.
Tanda tidak bercela: Sujudlah Abraham à Kerendahan
di hati dan Doa Penyembahan.
Suami yang setia sudah pasti suami yang rendah hati dan
hidup di dalam doa penyembahan.
Penyembahan = Penyerahan diri sepenuhnya terhadap kehendak ALLAH.
Sudah pasti suami semacam ini setia dan setia dari masa mudanya.
Kejadian 17:4-7
(17:4)
"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi
bapa sejumlah besar bangsa. (17:5) Karena itu namamu bukan lagi Abram,
melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah
besar bangsa. (17:6) Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat
banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal
raja-raja. (17:7) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan
engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal,
supaya Aku menjadi ALLAHmu dan ALLAH keturunanmu.
Perjanjian TUHAN kepada Abraham: Abraham menjadi bapa
bagi sejumlah besar bangsa dan hal itu menjadi perjanjian kekal supaya ALLAH
menjadi ALLAH Abraham dan bagi keturunannya untuk selama-lamanya itulah
keturunan Israel.
Kejadian 17:15-16
(17:15) Selanjutnya
ALLAH berFirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau
menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. (17:16) Aku akan
memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak
laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu
bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
Sarai menjadi SARA, itu sebabnya Sara diberkati dan dia menjadi
ibu bangsa-bangsa, dan raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari rahimnya.
Singkat kata, hidup nikah yang benar dan diberkati:
-
Isteri di belakang suami = Isteri harus tunduk.
Ayat referensi: Efesus
5:22-23, Efesus 1:23, 1 Petrus 3:5-6
-
Suami dimuka / di depan isteri = Suami adalah pemimpin dan kepala keluarga.
Ayat referensi: Efesus
1:22.
Yang memperhatikan ini bukan hanya seorang suami atau
seorang isteri, tetapi anak-anak juga harus tahu urutan ini supaya berkat itu
turun sampai ke bawah dan tatanan ini jangan diubah. Mengapa seorang anak harus
mengetahui hal ini? Supaya apabila seorang anak melihat nikah orang tuanya
tidak sesuai tatanan Sorgawi maka anak perlu berdoa supaya nikah itu tidak
hancur, dan kiranya berkat itu mengalir, tidak ada penghalang.
Hal yang harus diperhatikan dalam nikah:
-
Suami tidak boleh menindas isteri dengan semena-mena, meskipun suami adalah kepala/pemimpin dalam
nikah. Ayat referensi: Efesus 5:25-29.
Saya rasakan bahwa TUHAN
sedang menolong nikah kita, TUHAN sedang memberkati dan memperbanyak hidup dan
nikah kita di hari-hari terakhir ini, sebab TUHAN secara rinci dan jelas
menunjukkan urutan nikah Sorgawi kepada kita.
-
Isteri tidak boleh menjadi nomor satu / tidak boleh menjadi kepala rumah tangga /
tidak boleh menjadi pemimpin nikah, apapun alasannya.
Mungkin seorang isteri
memiliki usaha yang baik dan menghasilkan keuntungan yang banyak, namun seorang
isteri kodratnya tidak boleh melebihi dari hal itu yaitu sebagai isteri yang
tunduk yaitu menempatkan suami sebagai kepala.
1 Korintus 11:3 -- Perikop: "Hiasan kepala
wanita."
(11:3)
Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap
laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala
dari Kristus ialah ALLAH.
Yang dikehendaki oleh Rasul Paulus supaya sidang jemaat di
Korintus mengetahui:
-
Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus,
-
kepala dari perempuan ialah laki-laki,
-
dan Kepala dari Kristus ialah ALLAH.
Itu sebabnya pada ayat 4 dan ayat 5 dikatakan
bahwa perempuan tidak boleh mencukur rambut, perempuan harus menggunakan tudung
pada kepala itulah rambut panjang. Sedangkan, tudung pada kepala, arti
rohaninya: Tanda ketundukan.
Doa seorang isteri yang kepalanya dicukur atau doa seorang
isteri yang tidak tunduk pada suami maka doanya tidak akan sampai kepada ALLAH.
Wahyu 1:1
(1:1)
Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan ALLAH kepada-Nya, supaya
ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa
yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia
telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
Di dalam 1 Korintus 11:3 ada empat pribadi yaitu: ALLAH,
Kristus, suami, isteri.
Namun, di dalam Wahyu 1:1, ALLAH, Kristus,
malaikat, barulah hamba-hamba TUHAN.
Jadi, letaknya suami ada pada malaikat dan letaknya seorang
isteri ada pada hamba. Maka, Sara tidak salah menempatkan Abraham sebagai tuannya
dan menempatkan dirinya sebagai hamba.
Wahyu 1:3
(1:3)
Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat
ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah
dekat.
Barulah ada kebahagiaan karena kita membaca, mendengar
dan menuruti/mempraktekkan yaitu wahyu yang disampaikan oleh hamba-hamba TUHAN,
itulah malaikat sidang jemaat / penginjil-penginjil. Seorang hamba TUHAN dapat
memberitahukan wahyu karena ia menerima itu dari malaikat.
Inilah kehidupan nikah yang benar sehingga diberkati TUHAN
dan diperbanyak oleh TUHAN. Sehingga anak-anak mengalami kebahagiaan, jadi yang
menyampaikan Firman di dalam nikah adalah seorang isteri, sebab perintah dari
suami dan ajaran dari isteri.
Amsal 6:20
(6:20)
Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran
ibumu.
Yang mengajar adalah gembala dan perintah itu dari malaikat.
Contoh nikah yang salah:
-
Dalam adat Tionghoa seorang isteri sangat direndahkan, dikutip
dari pengakuan seorang hamba TUHAN yang berasal dari Tionghoa yang hijrah ke
Indonesia.
-
Dalam adat Barat; Eropa/Amerika, terkadang kedudukan isteri lebih
tinggi, dengan alasan emansipasi wanita.
Intinya, supaya nikah berjalan dengan baik dan benar, maka kerohanian
seorang suami seharusnya lebih tinggi dari seorang perempuan (isteri)
supaya dapat memimpin nikah dan rumah tangga/mengepalai rumah tangga dengan
baik
Namun sebelum diberkati dan diperbanyak, nikah Abraham diuji
sebanyak dua kali:
YANG KEDUA: Ketika Abraham di tanah Negeb.
Kejadian 20:1 -- Perikop: "Abraham dan
Abimelekh."
(20:1)
Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara
Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
Abraham dan Sara berada di tanah Negeb, kemudian dia tinggal
di Gerar sebagai orang asing.
Kita ini adalah orang asing di dunia ini dan kita adalah
pendatang, sebab seungguhnya tanah air kita adalah tanah air Sorgawi dari
situlah kita berasal, tapi karena dosa dari Adam dan Hawa kita sperti tercampak
di dunia ini.
Kejadian 20:2
(20:2)
Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia
saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Lagi-lagi persoalan yang sama yang dihadapi oleh Abraham
sebagai ujian yang kedua dalam nikah Abraham dan Sara, yaitu Abimelekh
mengambil Sara untuk menjadi isterinya, sebab:
-
Sara sangat cantik parasnya, sebagaimana yang tertulis dalam Kejadian
12:11.
-
Lagipula Abimelekh menganggap bahwa Sara adalah saudara Abraham,
berarti belum bersuami.
Ujian
yang kedua ini langsung menggambarkan kepada kita bahwa satu kali kehadiran
antikris menganggap bahwa kita bukan miliknya TUHAN, sehingga ia tampil menjadi
ALLAH dan raja yang harus disembah dan duduk di Bait ALLAH, seakan-akan bahwa
gereja TUHAN ini bukanlah isteri dari pada Sang Suami, Yesus Kristus.
Sebab satu kali nanti antikris akan tampil di atas muka bumi
ini menjadi raja, kemudian memerintah atas seantero dunia dengan tangan besi
dan menjalankan kuasa dengan kekerasan, dan dianggapnyalah gereja TUHAN bukan
sidang mempelai TUHAN.
Gereja TUHAN yang sempurna bercahaya kemuliaan ALLAH
sebagaimana yang dituliskan di dalam Wahyu 21:11, begitu cantik parasnya
sehingga laki-laki lainpun mendambakannya, raja Gerar itulah Abimelekh
mendambakannya, raja lain itulah Antikris mendambakannya.
Inilah ujian yang kedua yang harus kita hadapi dalam
hubungan kita dengan TUHAN, dalam nikah kita yang suci kepada TUHAN adalah raja
Gerar itulah Abimelekh yang merupakan gambaran dari antikris.
Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan ibadah kita harus
sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi atau disebut puncak ibadah itulah
doa penyembahan. Kita sudah melihat bahwasannya Abraham adalah suami yang
setia, dan TUHAN menghendaki suami yang tidak yang tidak bercela, tandanya
adalah sujudlah Abraham ... Kejadian 17:3.
Untuk menghadapi puncak pencobaan pada saat antikris menjadi
raja dan memerintah atas seantero dunia, maka seorang suami harus sudah berada
pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, seperti “sujudlah Abraham.” Tidak
ada cara lain untuk menolong nikah-nikah di bumi selain “sujudlah Abraham.”
Itu sebabnya, nabi Yesaya sebagai salah satu dari nabi besar
dengan tegas dan berani mengatakan “pandanglah Bapa Abraham” supaya nikah kita
melewati ujian yang kedua, tepatnya pada saat raja Gerar itulah Abimelekh nanti
menjadi raja atas dunia, itulah gambaran dan bayangan dari antikris.
Kiranya hidup dan nikah kita berada pada puncak ibadah
itulah doa penyembahan, sebab tidak ada cara lain. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA DAN MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment