IBADAH KEBAKTIAN JUMAT AGUNG 03
APRIL 2026
Subtema:
YESUS KRISTUS LAYAK MENJADI PENGANTARA
Mula pertama saya mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliaannya dihimpunkan di
atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah
Jumat Agung berarti mengingatkan kita kepada Kematian Yesus 2000 tahun yang
lalu di atas kayu Salib di bukit Golgota, untuk menebus dan memperdamaikan kita
pribadi lepas pribadi.
Saya juga tidak lupa menyapa
saudara/saudari, Bapak/Ibu yang turut bergabung lewat online atau live
streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau dari
media sosial lainnya yang dapat digunakan.
Selanjutnya doa dan harapan kami
kiranya damai sejahtera dari Allah ada di tengah-tengah kita dan berkuasa
bertakhta di hidup kita, di hati kita, sehingga kita boleh merasakan satu
ketenangan, satu sukacita dan kebahagiaan saat kita duduk diam di kaki Tuhan
mendengarkan sabda Allah.
Terkait dengan Ibadah Jumat Agung
tentu saja akan mengingatkan kita terhadap satu peristiwa yang luar biasa, yang
ajaib, dimana Yesus Kristus Anak Allah telah menderita sengsara bahkan rela
mati di kayu Salib untuk menebus dan memperdamaikan kita kepada Allah. Tuhan
menebus kita dengan darahnya, berarti hidup kita diampuni dan disucikan oleh
darah Salib, kemudian kita diperdamaikan dengan Allah, sebab kehidupan kita ini
telah jauh terpisah dari Tuhan, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka
diusir dari Taman Eden, sehingga kita tercampak di dunia ini.
Jadi jarak kita dengan Tuhan
sekarang sangat jauh terpisah, tetapi kita patut bersyukur malam ini kita
diberi kesempatan untuk mengusahakan dan memelihara atau melestarikan
ibadah-ibadah, kebaktian-kebaktian termasuk Kebaktian Jumat Agung atau Paskah,
dan Allah telah menetapkan siapa yang bertanggung jawab untuk dijadikan
sebagai Imam Besar mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia,
jadi tidak sembarang orang.
Saudara untuk melihat bahwa Allah
telah menetapkan siapa yang mengerjakan penebusan dan pendamaian itu, kita akan
melihat hal ini diawali dari Kisah Korah.
Bilangan 16:1-2 ---Perikop: “Pemberontakan
Korah, Datan dan Abiram”
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan
Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak
orang-orang (16:2) untuk, memberontak melawan Musa beserta dua
ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu
orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Singkat kata, Korah dan kumpulannya
yakni: Datan, Abiram, dan On + 250 orang Israel yaitu pemimpin-pemimpin
kenamaan atau Kesohor, mereka bangkit untuk memberontak terhadap
Musa dan Harun.
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta
berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah
orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu
meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
Selanjutnya Korah dan kumpulannya
menuduh Musa dan Harun telah meninggi-ninggikan diri terhadap jemaah Tuhan.
Pendeknya umat Israel disebut jemaah Tuhan.
Kaitan dari jemaah ialah: Ibadah
dan Pelayanan, sebagai suatu sarana di dalam hal mempertanggung jawabkan
jiwa-jiwa yaitu umat Israel di hadapan Tuhan.
Sebenarnya Tuhan telah menetapkan
siapa yang akan memepertanggung jawabkan jiwa-jiwa tersebut di hadapan Allah
Bapa.
Kita akan melihat siapa yang
ditetapkan oleh Tuhan untuk mempertanggung jawabkan jiwa-jiwa dihadapan Allah
Bapa.
Terlebih dahulu kita lihat…
1 Yohanes 2:1-2---Perikop: “Kristus
pengantara kita”
(2:1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya
kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai
seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
Yang ditetapkan untuk menjadi
Pengantara ialah Yesus Kristus. Berarti yang mengerjakan penebusan dan
pendamaian dosa dunia adalah pribadi Yesus Kristus Anak Allah yang adil.
Namun, tentu saja Allah mempunyai
alasan untuk menetapkan Yesus Kristus yang menjadi PENGANTARA.
(2:2) Dan Ia adalah pendamaian
untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk
dosa seluruh dunia.
Jadi sebagai seorang Pengantara
Yesus Kristus harus mengerjakaan penebusan dan pendamaian untuk dosa umat Tuhan
yang disebut sebagai jemaah.
Demikian juga Musa telah ditetapkan
atau diutus untuk membebaskan bangsa Israel (jemaah Tuhan) dari perbudakan
Mesir dan penjajahan Firaun.
Kita baca…
Keluaran 3:10---Perikop: “Musa
diutus TUHAN”
(3:10) Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada
Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."
Musa diutus oleh Tuhan untuk
membebaskan umat Israel (jemaah Tuhan) dari perbudakan Mesir dan dari
penjajahan Firaun, sebab Tuhan mengenal siapa Musa secara pribadi, lahir dan
batin. Jadi Tuhan tidak sembarangan mengutus utusan-Nya.
Yang pasti adalah:
1. Musa pribadi yang bertanggung jawab.
Saudara kita juga harus belajar menjadi satu
kehidupan yang bertanggung jawab di dalam hal melayani Tuhan dan melayani
pekerjaan Tuhan dengan penuh ketulusan dan kerelaan tanggung jawab.
Keluaran 3:1A
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro,
mertuanya, imam di Midian
Kata “biasa” disini 🡪 Musa adalah satu kehidupan yang tergembala,
tandanya;
a.
Dengar-dengaran.
b.
Mengikuti Gembala Agung.
Ayat 1B
Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu
ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung
Horeb.
Bukti Musa bertanggung jawab; ia
menggiring domba itu keseberang padang gurun sampailah ia ke gunung
Allah, yakni gunung Horeb.
Gunung Allah atau gunung tertinggi disebut; Doa
Penyembahan yang sangat berkuasa untuk menyeberangkan / membebaskan kehidupan
kita dari padang gurun dunia.
Jadi kalau Gembala sidang / Pemimpin jemaat
memimpin ibadahnya sampai kepada puncak ibadah / Gunung tertinggi itulah;
penyembahan yang tertinggi, menunjukkan bahwa dia adalah seorang Penggiring,
dia adalah seorang Gembala yang bertanggung jawab. Tetapi kalau seorang gembala
antusiasnya hanya sebatas penginjilan, atau antusiasnya hanya sebatas
karunia-karunia yang dipercayakan oleh Tuhan untuk mengadakan; kesembuhan, mujizat, tanda-tanda heran,
tanda-tanda ajaib, tetapi tidak membawa jemaah Tuhan (umat Israel) sampai
kepada gunung tertinggi (penyembahan yang tertinggi), maka dia bukanlah hamba
Tuhan yang bertanggung jawab meskipun kelihatan nampak benar, nampak suci,
tetapi di mata Tuhan Alkitab berkata; dia bukanlah hamba Tuhan yang bertanggung
jawab.
Jadi saudara, patutlah
kita bersyukur dan berterima kasih karena pengertian tentang Musa seorang hamba
Tuhan yang bertanggung jawab, supaya kita bisa menentukan sikap, apalagi
hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, keadaan dunia sudah tidak lagi menentu,
semakin hari semakin kacau, kita harus bisa menentukan sikap untuk tergembala
di dalam satu kandang penggembalaan.
Tetapi yang pasti
Musa adalah bayangan dari Pribadi Yesus Kristus, Dia adalah Gembala yang
bertanggung jawab.
Berdoalah kepada Tuhan supaya kita sebagai jemaah Tuhan
digiring sampai kepada penyembahan tertinggi.
2.
Musa adalah pribadi yang
rendah hati.
Kita lihat buktinya…
Keluaran 3:11
(3:11) Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka
aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
Musa merasa tidak layak untuk;
-
Menghadap Firaun.
-
Membebaskan umat Israel.
Padahal
sebenarnya Musa adalah orang yang pintar dan genius;
-
Karena 40 tahun dididik di istana
Firaun.
-
Kemudian 40 tahun yang kedua ada di
Midian.
Dia
cukup berpengalaman di dalam hal menggiring kawanan domba Yitro mertuanya,
bahkan sampai diseberangkan ke gunung yang tertinggi, tetapi dia tetap merasa
tidak layak.
Sikap
ini menunjukkan bahwa Musa adalah pribadi yang rendah hati berarti; tidak
jumawa, tidak sombong, tidak merasa hebat.
Singkat
kata; Tuhan sangat mengenal Musa secara pribadi, sebagai yang ditetapkan
untuk membebaskan umat Israel (jemaat Tuhan).
Sekarang kita bandingkan dengan pandangan
Korah…
Bilangan 16:3
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta
berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah
orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu
meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
Korah menuduh bahwa Musa telah
meninggi-ninggikan diri terhadap umat Israel (jemaah Tuhan). Padahal
Tuhanlah yang mengutus Musa, ia ditetapkan untuk membebaskan umat Israel.
Padahal di Keluaran 3 jelas Tuhan yang mengutus Musa.
Bilangan 16:4-7
(16:4) Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia. (16:5)
Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN
akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan
memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya
akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. (16:6) Perbuatlah
begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya, (16:7)
bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada
esok hari, dan orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus.
Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"
Sikap Musa terhadap tuduhan Korah
dan kumpulannya;
1.
Sujudlah ia.
Sikap ini menunjukkan
bahwa;
a.
Musa adalah pribadi yang
rendah hati.
Rendah hati itu memberi umur panjang, didalam
hidup seorang seperti ini ada damai sejahtera, beda dengan orang yang pikiran
kacau (tidak rendah hati) tidak ada damai sejahtera.
b. Berserah sepenuh kepada Tuhan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya
kepada kehendak Allah. Pasrah dan tunduk kepada kehendak Allah, tidak mau
berbantah-bantah dengan orang lain.
Perlu untuk diketahui;
Orang yang rendah hati dan berserah
penuh hanya kepada Tuhan; ia tidak suka berbantah-bantah dengan siapapun untuk
menunjukkan suatu kebenaran. Kadang kita ingin menunjukkan suatu kebenaran dari
sorga, tetapi caranya berbantah-bantah, ngomel, bertengkar dengan sesama, ini
adalah cara yang tidak baik. Yang namanya hamba Tuhan dilarang berbantah-bantah
sebab itu tertulis dalam surat takhbisan.
Seorang hamba yang menghambakan diri
kepada Firman itu adalah hamba Firman, berarti tidak boleh berbantah-bantah,
supaya dengan alasan menunjukkan kebenaran dari Sorga turun ke bumi, tidak
seperti itu. Kebenaran dari sorga keluar dari SALIB bukan dari perbantahan.
Jadi saudara, yang bekerja
bekerjalah dengan baik, tidak perlu berbantah-bantah, biar Tuhan yang
menunjukkan bahwa Yesus Kristus Anak Allah adalah pribadi yang adil. Jadi
dengan pekerjaan penebusan dan pendamaian nanti Tuhan nyatakan suatu keadilan.
Yang berbisnis berbisnislah dengan baik dan jujur di hadapan Tuhan, yang
berdagang berdaganglah dengan baik, nanti Tuhan Yesus yang adalah Pengantara
lewat pekerjaan penebusan dan pendamaian dinyatakan suatu keadilan… sesuai
suratan 1 Yohanes 2:1.
Jadi SALIB adalah keadilan.
Sedangkan di mulut manusia tidak ada keadilan.
2.
Musa percaya terhadap
perkenanan Tuhan.
Hal itu dapat dilihat
dari perkataan Musa kepada Korah dan kumpulannya;
-
orang yang akan
dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya (ayat 5).
-
orang yang akan dipilih
TUHAN, dialah yang kudus (ayat 7).
singkat kata; orang yang dipilih
Tuhan;
a. Boleh mendekat kepada Tuhan.
b. Dialah yang kudus.
Jadi jelas dalam hal ini Musa percaya terhadap perkenanan
Tuhan. Jadi kalau kita dimungkinkan malam ini untuk menghadap Tuhan lewat
Ibadah Jumat Agung, juga imam-imam dimungkinkan untuk mengambil bagian di dalam
hal melayani Tuhan, dan melayani pekerjaan Tuhan di tengah-tengahnya, itu oleh
karena perkenanan Tuhan.
Jadi Musa percaya pada perkenanan Tuhan, dan terhadap
perkenanan Tuhan Musa tidak berbantah-bantah. Musa hanya percaya kepada
kebenaran sebagai bukti nyata dari sorga.
Belajarlah memiliki sikap dewasa seperti ini, Yaitu; percaya
terhadap perkenan Tuhan. Lewat Ibadah Jumat Agung kita belajar banyak dari
Firman Allah yang kita terima, jangan belajar dari pengertian sendiri, nanti
jadi salah, songong, jumawa, seperti Korah.
Bilangan 16:9-10
(16:8) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai
orang-orang Lewi! (16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan
oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya,
supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat
itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan
mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau
pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
Jadi kalau Korah dan kumpulannya
memberontak dan menuduh Musa yang bukan-bukan ternyata karena dia menuntut
pangkat imam lagi.
Padahal Korah dan kaumnya yaitu
seluruh bani Lewi telah diperbolehkan mendekat kepada Tuhan, maksudnya;
1.
Melayani Tuhan dan
melayani pekerjaan Tuhan yakni memperhatikan alat-alat di dalam TABERNAKEL atau
Kemah Suci.
2.
Bertugas untuk melayani
umat Israel.
Itu sebabnya Musa berkata kepada
Korah dan kumpulannya; Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"… (ayat
7).
Diberi kesempatan untuk melayani
Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan itu sudah cukup, mendekat kepada Tuhan itu
sudah cukup, apalagi menjadi milik Kepunyaan Tuhan itu lebih dari pada cukup,
tetapi kenyataannya mereka memberontak karena masih menginginkan jabatan atau
pangkat imam lagi.
Terkait menuntut pangkat imam kita
selidiki…
Bilangan 3:6
(3:5) TUHAN berfirman kepada Musa: (3:6) "Suruhlah
suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (3:7)
Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel
di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya
pada Kemah Suci. (3:8) Mereka harus memelihara segala perabotan
Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan
demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.
Atas perintah Allah suku lewi boleh
mendekat dan menghadap imam besar Harun supaya;
a.
Mengerjakan tugas-tugas
bagi Harun dan bagi umat Israel di depan Kemah pertemuan.
b. Memelihara perabotan pada Kemah pertemuan dan
mengerjakan tugas-tugas bagi umat Israel.
Saudara Tuhan mengangkat suku lewi
menjadi anak sulung atau boleh mendekat kepada Tuhan untuk melayani Tuhan dan
pekerjaan Tuhan, dan untuk melayani umat Israel serta memperhatikan perabotan
di HALAMAN dan di dalam RUANGAN SUCI itu sudah cukup, sebab tanpa alat-alat ini
mustahil Israel dapat beribadah kepada Tuhan, berarti peran mereka sangat
penting. Tetapi kenyataannya mereka memberontak kepada Musa dan Harun, karena
mereka tidak puas dengan kedudukannya sebagai pelayan, mengabdi kepada Tuhan,
mengabdi kepada imam Harun, mereka tidak merasa cukup, itu sebabnya mereka
memberontak (mendurhaka), dan mereka menuduh Musa dan Harun dengan yang
tidak-tidak, karena kenyataannya mereka menuntut pangkat imam tidak puas dengan
apa yang telah dipercayakan Tuhan.
Itulah semua tugas-tugas suku lewi
termasuk Korah.
Bilangan 3:9-10
(3:9) Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan
anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan
kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10) Tetapi Harun dan
anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang
orang awam yang mendekat harus dihukum mati."
Suku lewi diserahkan sepenuhnya
kepada Harun dan anak-anaknya, tetapi Harun dan anak-anaknya ditetapkan oleh
Tuhan untuk memegang jabatannya sebagai imam.
Saudara kita sudah melihat tugas
imam mengerjakan penebusan dan pendamaian terhadap dosa dunia. Yesus Kristus
adalah Imam Besar, Yesus Kristus adalah Pengantara antara Allah dengan manusia…
sebagaimana yang tertulis dalam suratan 1 Yohanes 2:1-2.
Sedang orang awam atau orang-orang
yang tidak ditetapkan sebagai imam apabila ia berani mendekat ia harus dihukm
mati.
Jadi itu sebabnya saya katakan tadi
bahwasanya ketika kita masuk dalam hadirat Tuhan atau menghadap Tuhan lewat
Ibadah Kebaktian Jumat Agung malam ini langsung membayangkan kepada kita, bahwa
Yesus telah menderita sengsara bahkan rela mati di kayu Salib, berarti dia
sedang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia.
Tetapi kita harus tahu siapa yang
ditetapkan Allah untuk mengerjakan itu. Orang yang tidak ditetapkan menjadi
imam disebut sebagai orang awam, dan apabila ia mendekat harus dihukum mati.
Jadi Harun dan anak-anaknya telah
ditetapkan untuk memegang jabatannya sebagai imam.
Tetapi Tuhan Allah akan menunjukkan
kepada kita siapa yang akan ditetapkan-Nya untuk mengerjakan penebusan dan
pendamaian.
HAL INI KITA BANDINGKAN KETIKA
BANGSA ISRAEL MERAYAKAN PASKAH DI MESIR;
Keluaran 12:5---Perikop: “Tentang
perayaan Paskah”
(12:5) Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur
setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Untuk perayaan Paskah bangsa Israel
harus mengambil seekor Anak Domba: harus jantan, tidak bercela, berumur
setahun.
Dari kriteria yang ada ini semua
mengarah kepada 1 (satu) pribadi yaitu Tuhan Yesus Kristus.
1.
Harus jantan à Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja Mempelai
Pria Sorga.
2.
Tidak bercela à Kesempurnaan Yesus Kristus.
3.
Berumur setahun à Pada kedewasaan sepenuh.
Keluaran 12:6
(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas
bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada
waktu senja.
Anak domba harus dikurung sampai
hari yang keempat belas. Anak domba sebenarnya diambil pada tanggal 10… Keluaran
12:3 Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing
seekor anak domba.
Kemudian Anak domba disembelih pada
tanggal keempat belas.
Itu berarti; selama empat hari
anak domba terlebih dahulu harus diperiksa, maksudnya; untuk memastikan ada
cacatnya atau tidak. Kalau Anak Domba ada cacat tidak layak untuk dijadikan
sebagai korban Paskah, berarti tidak layak mengerjakan penebusan, tidak layak
untuk mengerjakan pendamaian, tidak layak untuk mengerjakan penyelamatan,
darahnya tidak layak.
Itu sebabnya orang awam tidak boleh
mendekat, kalau mendekat akan dihukum mati. Jadi dosa tidak dapat disucikan
dengan yang lain-lain kecuali oleh darah Anak Domba.
4 hari
à 4 pribadi yaitu;
1. Ananias / Hanas.
Yohanes 18:12-13---Perikop: “Yesus di hadapan
Hanas”
(18:13) Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas
adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; (18:14)
dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: "Adalah lebih
berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa."
Yohanes 19:19-24
(18:19) Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya
dan tentang ajaran-Nya. (18:20) Jawab Yesus kepadanya: "Aku
berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat
dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah
berbicara sembunyi-sembunyi. (18:21) Mengapakah engkau menanyai Aku?
Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka;
sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." (18:22) Ketika Ia
mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya
sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" (18:23)
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya,
tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (18:24)
Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.
Intisarinya; Hanas menanyai Yesus tentang
murid-murid dan ajarannya. HANAS TIDAK MENEMUKAN KESALAHAN DI DALAM DIRI YESUS.
2.
Di hadapan Imam Besar
Kayafas.
Matius 26:57,59-67
(26:57) Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap
Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. (26:59)
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu
terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, (26:60) tetapi
mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya
tampillah dua orang, (26:61) yang mengatakan: "Orang ini berkata:
Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."
(26:62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya:
"Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini
terhadap Engkau?" (26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam
Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami,
apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." (26:64) Jawab Yesus:
"Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai
sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa
dan datang di atas awan-awan di langit." (26:65) Maka Imam Besar
itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa
kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. (26:66)
Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus
dihukum mati!" (26:67) Lalu mereka meludahi muka-Nya dan
meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, (26:68) dan berkata:
"Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul
Engkau?"
Yesus di adili di hadapan Mahkamah Agama atau
imam besar Kayafas, kemudian disitu berkumpul saksi-saksi dusta untuk dapat
membunuh Yesus, TETAPI TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS
MELAKUKAN KESALAHAN. Lalu Kayafas menyerahkan Yesus kepada Pontius Pilatus
(wali negeri) perpanjangan tangan dari pemerintahan (kekaisaran) Romawi, karena
pada waktu itu Israel dijajah oleh kekaisaran Romawi.
3.
Pontius Pilatus.
Matius 27:1-2
(27:1) Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa
Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. (27:2)
Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus,
wali negeri itu.
Matius 27:11-14
(27:11) Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri
bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus:
"Engkau sendiri mengatakannya." (27:12) Tetapi atas tuduhan
yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab
apa pun. (27:13) Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau
dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (27:14)
Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
Tidak ada salah tetapi di tuduh dengan tuduhan
yang macam-macam, tetapi Yesus diam saja, membuat dia heran, geleng-geleng
kepala, tidak ada manusia seperti Yesus menurut anggapan Pilatus.
Yohanes 18:28---Perikop: “Yesus di hadapan
Pilatus”
(18:28) Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan.
Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan
itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. (18:29)
Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: "Apakah tuduhan
kamu terhadap orang ini?" (18:30) Jawab mereka kepadanya:
"Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya
kepadamu!" (18:31) Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah
Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi
itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."
Empat hukum tertulis pada loh batu yang pertama
kaitannya semua kepada Tuhan yaitu; Akulah Tuhan Allahmu, jangan menyembah
allah lain, jangan bersaksi palsu, jangan lupa hari Sabat. Tetapi enam hukum
ditulis pada loh batu kedua, salah satunya dilarang membunuh.
Tadi imam-imam kepala dan tua-tua orang-orang
Yahudi berkata bahwa Yesus adalah seorang penjahat, Lalu Pilatus berkata; kalau
dia orang jahat; bunuh saja. Kemudian orang Yahudi berkata; "Kami tidak
diperbolehkan membunuh seseorang."
Yohanes 18:32-38
(18:32) Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang
dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. (18:33)
Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan
bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" (18:34)
Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau
adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" (18:35)
Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam
kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau
perbuat?" (18:36) Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia
ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan,
supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan
dari sini." (18:37) Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau
adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja.
Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya
Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari
kebenaran mendengarkan suara-Ku." (18:38) Kata Pilatus kepada-Nya:
"Apakah kebenaran itu?"
Disini kita melihat; Pilatus sebagai wali negeri
/ gubernur tidak mengerti kebenaran yang datang dari Kerajaan Sorga.
Singkat kata; ORANG YAHUDI TIDAK MENDAPATKAN
KESALAHAN ATAU CACAT DI DALAM DIRI YESUS, namun Yesus harus dihukum mati.
Tetapi karena orang Yahudi tidak berhak menjatuhi hukuman mati maka Yesus dibawa dihadapan Pilatus.
Yesus
sudah diperiksa oleh Hanas dan Kayafas namun; tidak ada satupun kesalahan
terdapat di dalam diri Yesus. Kemudian Yesus diperiksa oleh Pontius Pilatus
(gubernur), tetapi Pilatus juga tidak menemukan kesalahan dalam diri Yesus.
Lalu kita lihat yang terakhir…
4. Raja Herodes.
Lukas 23:6---Perikop: “Yesus di hadapan
Pilatus”
(23:6) Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu
seorang Galilea. (23:7) Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari
wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada
juga di Yerusalem.
Lukas 23:8-12---Perikop: “Yesus di hadapan
Herodes”
(23:8) Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama
ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia
mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. (23:9) Ia
mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban
apa pun. (23:10) Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat
maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. (23:11)
Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia
mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
(23:12) Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus;
sebelum itu mereka bermusuhan.
HERODES JUGA TIDAK MELIHAT ADA KESALAHAN DI
DALAM DIRI YESUS, akhirnya Herodes hanya bisa mengolok-olok, mempermainkan Yesus, lalu mengirimNya kembali kepada
Pilatus untuk dijatuhi hukuman mati.
Singkat kata; baik Hanas,
Kayafas, Pilatus dan Herodes TIDAK MENEMUKAN KESALAHAN APAPUN DI DALAM DIRI
YESUS. Dengan cara yang sama juga kita juga diperiksa oleh 4 (empat) kelompok
yaitu;
1. Diperiksa oleh dunia ini.
2. Diperiksa oleh gereja / orang lain yang
seiman.
3. Diperiksa oleh iblis / setan.
4. Deperiksa oleh Tuhan.
Oleh sebab itu, kita tidak bisa
dengan sesuka hati melakukan sesuatu yang tidak baik. Itu sebabnya kita harus
memiliki roh takut akan Tuhan supaya kita tidak sembarangan atau sesuka hati
melakukan sesuatu di tempat yang tersembunyi.
Singkat kata; Yesus Kristus layak
menjadi Pengantara. Dia adalah Imam Besar Agung, Dia layak untuk mengerjakan
Penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, berarti Yesus Kristus Anak Allah
Dialah yang ditetapkan untuk menjadi Pengantara, tidak ada yang lain.
Jadi kita sudah melihat darahnya
halal ditumpahkan di atas kayu salib di bukit Golgota untuk menebus berarti
mengampuni dosa, untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Kehidupan yang jauh
dari Tuhan diperdamaikan kembali oleh Tuhan, dari jauh menjadi dekat. Siapa
yang layak memperdamaikan kita? Dialah pribadi Tuhan Yesus Kristus.
Empat golongan ini tidak melihat ada kesalahan di dalam diri Yesus. Dia adalah
Anak Domba Allah yang disembelih, Anak dombamu itu harus jantan, tidak
bercela, berumur setahun… Keluaran 12:5.
Berarti; LOLOS DARI PEMERIKSAAN.
Sekarang kita kembali untuk membaca…
Keluaran 12:6
(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas
bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya
pada waktu senja.
Setelah lewat empat hari pemeriksaan
barulah Anak Domba disembelih oleh umat Israel.
Menghadap Tuhan, lalu di
tengah-tengahnya kita harus melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan
disertai memikul salib sampai berdarah-darah, itu adalah satu-satunya cara
sehingga kita boleh mengalami penebusan dan penyelamatan tidak ada cara yang
lain.
Tidak usah ragu memikul salib sampai
berdarah-darah supaya hidup kita diperkenankan oleh Tuhan.
Kelayakan itu dituliskan…
1 Petrus 1:18
(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara
hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan
dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (1:19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah
Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Kita telah ditebus dari cara hidup
yang lama bukan oleh ORANG AWAM antara lain;
1.
Bukan dengan barang yang
fana, yaitu; harta, kekayaan,
uang yang banyak, termasuk kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, itu disebut
sebagai orang awam. Bisnis, usaha,
pekerjaan, uang tidak mempunyai tetesan darah untuk menebus hidupmu.
2.
Perak dan emas
berbatang-batang. Bila perak dan emas
dihancurkan sehancur-hancurnya tidak akan pernah mengeluarkan tetesan darah.
Melainkan kita telah ditebus dengan
darah yang mahal yaitu darah kristus sama seperti darah anak domba yang tak
bernoda dan tak bercacat. Berarti layak, sebab telah
melewati pemeriksaan selama empat hari.
Mari kita baca bagian yang terakhir…
Yesaya 53:7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas
dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke
pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang
menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Saudara Anak Domba yang disembelih
itu ternyata berumur setahun berbicara tentang kedewasaan sepenuh.
Dimana letak kedewasaan Yesus? Dia
dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya.
Kedewasaan ini juga digambarkan
dengan 2 (dua) hal;
1. Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.
2. Seperti induk domba yang kelu di depan
orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
jadi ketika Yesus dijadikan sebagai
Pengantara untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia Dia
digambarkan seperti dua hal;
1.
Seperti anak domba yang
dibawa ke pembantaian.
Dibawa ke pembantaian berarti; ada hasil
pembantaian itulah potongan-potongan daging yang dibantai. Berarti sama seperti
Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya lalu memecahkan seluruh kehidupan-Nya di
atas kayu Salib. sehingga potongan daging tersebut disebut ayat-ayat Firman
Allah yang kita terima.
Seandainya Yesus berbantah-bantah,
Yesus membuka mulut, ngomel dan bersungut-sungut, maka tidak akan dibawa ke
pembantaian, maka tidak ada potongan daging dan tidak ada Firman Allah yang
dipecah-pecahkankan di atas kayu salib.
2.
Seperti induk domba yang
kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Menggunting bulu
berbicara soal; KASIH,
juga berkuasa menutupi banyak sekali dosa, -- Sekalipun dosamu merah seperti
kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti
kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba… Yesaya 1:18.
Jadi Yesus bukan hanya mengerjakan
penebusan dan pendamaian tetapi Yesus juga memberikan potongan daging (Firman
Allah) itulah kebenaran yang berasal dari Firman. Yesus juga menyatakan
Kasih-Nya untuk menutupi dosa-- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan
menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba,
akan menjadi putih seperti bulu domba.
Saudara ingat dosa masa lalu? Tidak
ada seorangpun yang tidak mempunyai masa lalu, kita semua pasti punya dosa masa
lalu. Sekalipun dosa masa lalu merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti
salju, sekalipun dosa masa lalu berwarna merah seperti kain kesumba akan
menjadi putih seperti bulu domba.
Jadi kita mendapat keuntungan yang double
yaitu: KEBENARAN (potongan-potongan daging yang dikorbankan) dan KASIH yakni;
bulu induk domba yang digunting. Jadi selain dia layak mengerjakan penebusan
dan pendamaian, kita juga akhirnya menikmati kebenaran dari Firman yaitu
potongan daging yang dipecahkan di atas kayu Salib.
Jadi darah Yesus sangat berkuasa
menyucikan kita, darahnya sangat mahal.
Tadi kita berpikir kita ini hanya
ditebus, diampuni lalu diperdamaikan, ternyata keuntungan double juga ada; kita
menerima kebenaran, pembantaian dari anak domba (potongan daging) Firman yang
dipecahkan di atas kayu salib. kemudian ada Kasih yang berkuasa menutupi banyak
sekali dosa.
Jadi rasa malu yang selama ini sudah
ditutupi oleh Tuhan, dan rasa malu karena kesalahan dan pelanggaran sudah
diganti oleh Tuhan.
Kita membaca…
(12:7) Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan
dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada
rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dari darahnya haruslah disapukan,
dibubuhkan pada;
1. Kedua tiang pintu à jiwa dan roh.
2. Pada ambang atas pintu à tubuh.
Jadi darah itu harus disapukan pada
hidup kita yang terdiri dari; tubuh, jiwa dan roh.
Orang bisa nampak baik pada bagian
luarnya, tetapi pada jiwa dan rohnya belum tentu. Maka jiwa dan roh
yang tidak suci yang dipengaruhi oleh roh-roh yang tak suci itu hanya
bisa disucikan oleh darah anak domba, darah yang mahal, tak
bernoda dan tak bercacat.
Jadi dari sini kita bisa melihat
betapa besarnya dan mulianya, korban Kristus bagi kita semua, betapa luhurnya
dan Agungnya Korban Kristus bagi kkita semua.
Saudara kalau darah Yesus menyucikan
tubuh, jiwa dan roh, maka ingatlah Setan tidak bisa berbuat apa-apa… janganlah
kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa
membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik
jiwa maupun tubuh di dalam neraka. … Matius 10:28.
Tetapi darah Yesus sanggup merampas
jiwa kita dari alam maut, darah Yesus sanggup menyelamatkan roh manusia dari
alam maut.
Kita melihat waktu orang kaya mati
dan lazarus mati keduanya dikubur tetapi rohnya beda alam. Rohnya orang kaya
ada di alam maut, sementara waktu dia menderita sengsara di sana… Lukas
16:23. Sedangkan Roh dari Lazarus ada di pangkuan Abraham… Lukas
16:22-23.
Jadi darah Yesus hidup, bergerak,
terus maju sampai membawa kita kepada Tuhan karena dari situ kita berasal,
harus kembali kepada asal semula, tetapi dengan satu cara yakni; dengan DARAH
SALIB KRISTUS, tidak ada cara lain, karena darah inilah yang ditetapkan oleh
Allah untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, bukan ORANG
AWAM. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI
PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment