KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, April 10, 2026

IBADAH KEBAKTIAN JUMAT AGUNG 03 APRIL 2026

 


IBADAH KEBAKTIAN JUMAT AGUNG 03 APRIL 2026

 

Subtema: YESUS KRISTUS LAYAK MENJADI PENGANTARA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliaannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Jumat Agung berarti mengingatkan kita kepada Kematian Yesus 2000 tahun yang lalu di atas kayu Salib di bukit Golgota, untuk menebus dan memperdamaikan kita pribadi lepas pribadi.

 

Saya juga tidak lupa menyapa saudara/saudari, Bapak/Ibu yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau dari media sosial lainnya yang dapat digunakan.

Selanjutnya doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera dari Allah ada di tengah-tengah kita dan berkuasa bertakhta di hidup kita, di hati kita, sehingga kita boleh merasakan satu ketenangan, satu sukacita dan kebahagiaan saat kita duduk diam di kaki Tuhan mendengarkan sabda Allah.

 

Terkait dengan Ibadah Jumat Agung tentu saja akan mengingatkan kita terhadap satu peristiwa yang luar biasa, yang ajaib, dimana Yesus Kristus Anak Allah telah menderita sengsara bahkan rela mati di kayu Salib untuk menebus dan memperdamaikan kita kepada Allah. Tuhan menebus kita dengan darahnya, berarti hidup kita diampuni dan disucikan oleh darah Salib, kemudian kita diperdamaikan dengan Allah, sebab kehidupan kita ini telah jauh terpisah dari Tuhan, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka diusir dari Taman Eden, sehingga kita tercampak di dunia ini.

 

Jadi jarak kita dengan Tuhan sekarang sangat jauh terpisah, tetapi kita patut bersyukur malam ini kita diberi kesempatan untuk mengusahakan dan memelihara atau melestarikan ibadah-ibadah, kebaktian-kebaktian termasuk Kebaktian Jumat Agung atau Paskah, dan Allah telah menetapkan siapa yang bertanggung jawab untuk dijadikan sebagai Imam Besar mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, jadi tidak sembarang orang.

 

Saudara untuk melihat bahwa Allah telah menetapkan siapa yang mengerjakan penebusan dan pendamaian itu, kita akan melihat hal ini diawali dari Kisah Korah.

 

Bilangan 16:1-2 ---Perikop: “Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram”

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk, memberontak melawan Musa beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Singkat kata, Korah dan kumpulannya yakni: Datan, Abiram, dan On + 250 orang Israel yaitu pemimpin-pemimpin kenamaan atau Kesohor, mereka bangkit untuk memberontak terhadap Musa dan Harun.

 

(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Selanjutnya Korah dan kumpulannya menuduh Musa dan Harun telah meninggi-ninggikan diri terhadap jemaah Tuhan. Pendeknya umat Israel disebut jemaah Tuhan.

Kaitan dari jemaah ialah: Ibadah dan Pelayanan, sebagai suatu sarana di dalam hal mempertanggung jawabkan jiwa-jiwa yaitu umat Israel di hadapan Tuhan.

Sebenarnya Tuhan telah menetapkan siapa yang akan memepertanggung jawabkan jiwa-jiwa tersebut di hadapan Allah Bapa.

 

Kita akan melihat siapa yang ditetapkan oleh Tuhan untuk mempertanggung jawabkan jiwa-jiwa dihadapan Allah Bapa.

 

Terlebih dahulu kita lihat…

1 Yohanes 2:1-2---Perikop: “Kristus pengantara kita”

(2:1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

 

Yang ditetapkan untuk menjadi Pengantara ialah Yesus Kristus. Berarti yang mengerjakan penebusan dan pendamaian dosa dunia adalah pribadi Yesus Kristus Anak Allah yang adil.

Namun, tentu saja Allah mempunyai alasan untuk menetapkan Yesus Kristus yang menjadi PENGANTARA.

 

 (2:2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

 

Jadi sebagai seorang Pengantara Yesus Kristus harus mengerjakaan penebusan dan pendamaian untuk dosa umat Tuhan yang disebut sebagai jemaah.

 

Demikian juga Musa telah ditetapkan atau diutus untuk membebaskan bangsa Israel (jemaah Tuhan) dari perbudakan Mesir dan penjajahan Firaun.

 

Kita baca…

Keluaran 3:10---Perikop: “Musa diutus TUHAN”

(3:10) Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

 

Musa diutus oleh Tuhan untuk membebaskan umat Israel (jemaah Tuhan) dari perbudakan Mesir dan dari penjajahan Firaun, sebab Tuhan mengenal siapa Musa secara pribadi, lahir dan batin. Jadi Tuhan tidak sembarangan mengutus utusan-Nya.

Yang pasti adalah:

1.       Musa pribadi yang bertanggung jawab.

Saudara kita juga harus belajar menjadi satu kehidupan yang bertanggung jawab di dalam hal melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan dengan penuh ketulusan dan kerelaan tanggung jawab.

 

Keluaran 3:1A

(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian

 

Kata biasa disini 🡪 Musa adalah satu kehidupan yang tergembala, tandanya;

a.       Dengar-dengaran.

b.       Mengikuti Gembala Agung.

 

Ayat 1B

Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

 

Bukti Musa bertanggung jawab; ia menggiring domba itu keseberang padang gurun sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Gunung Allah atau gunung tertinggi disebut; Doa Penyembahan yang sangat berkuasa untuk menyeberangkan / membebaskan kehidupan kita dari padang gurun dunia.

Jadi kalau Gembala sidang / Pemimpin jemaat memimpin ibadahnya sampai kepada puncak ibadah / Gunung tertinggi itulah; penyembahan yang tertinggi, menunjukkan bahwa dia adalah seorang Penggiring, dia adalah seorang Gembala yang bertanggung jawab. Tetapi kalau seorang gembala antusiasnya hanya sebatas penginjilan, atau antusiasnya hanya sebatas karunia-karunia yang dipercayakan oleh Tuhan untuk mengadakan; kesembuhan, mujizat, tanda-tanda heran, tanda-tanda ajaib, tetapi tidak membawa jemaah Tuhan (umat Israel) sampai kepada gunung tertinggi (penyembahan yang tertinggi), maka dia bukanlah hamba Tuhan yang bertanggung jawab meskipun kelihatan nampak benar, nampak suci, tetapi di mata Tuhan Alkitab berkata; dia bukanlah hamba Tuhan yang bertanggung jawab.

 

Jadi saudara, patutlah kita bersyukur dan berterima kasih karena pengertian tentang Musa seorang hamba Tuhan yang bertanggung jawab, supaya kita bisa menentukan sikap, apalagi hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, keadaan dunia sudah tidak lagi menentu, semakin hari semakin kacau, kita harus bisa menentukan sikap untuk tergembala di dalam satu kandang penggembalaan.

Tetapi yang pasti Musa adalah bayangan dari Pribadi Yesus Kristus, Dia adalah Gembala yang bertanggung jawab.

Berdoalah kepada Tuhan supaya kita sebagai jemaah Tuhan digiring sampai kepada penyembahan tertinggi.

 

2.       Musa adalah pribadi yang rendah hati.

Kita lihat buktinya…

Keluaran 3:11

(3:11) Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"

Musa merasa tidak layak untuk;

-          Menghadap Firaun.

-          Membebaskan umat Israel.

Padahal sebenarnya Musa adalah orang yang pintar dan genius;

-          Karena 40 tahun dididik di istana Firaun.

-          Kemudian 40 tahun yang kedua ada di Midian.

Dia cukup berpengalaman di dalam hal menggiring kawanan domba Yitro mertuanya, bahkan sampai diseberangkan ke gunung yang tertinggi, tetapi dia tetap merasa tidak layak.

Sikap ini menunjukkan bahwa Musa adalah pribadi yang rendah hati berarti; tidak jumawa, tidak sombong, tidak merasa hebat.

 

Singkat kata; Tuhan sangat mengenal Musa secara pribadi, sebagai yang ditetapkan untuk membebaskan umat Israel (jemaat Tuhan).

 

Sekarang kita bandingkan dengan pandangan Korah

Bilangan 16:3

(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Korah menuduh bahwa Musa telah meninggi-ninggikan diri terhadap umat Israel (jemaah Tuhan). Padahal Tuhanlah yang mengutus Musa, ia ditetapkan untuk membebaskan umat Israel. Padahal di Keluaran 3 jelas Tuhan yang mengutus Musa.

 

Bilangan 16:4-7

(16:4) Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia. (16:5) Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. (16:6) Perbuatlah begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya, (16:7) bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada esok hari, dan orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"

 

Sikap Musa terhadap tuduhan Korah dan kumpulannya;

1.       Sujudlah ia.

Sikap ini menunjukkan bahwa;

a.       Musa adalah pribadi yang rendah hati.

Rendah hati itu memberi umur panjang, didalam hidup seorang seperti ini ada damai sejahtera, beda dengan orang yang pikiran kacau (tidak rendah hati) tidak ada damai sejahtera.

b.       Berserah sepenuh kepada Tuhan = penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah. Pasrah dan tunduk kepada kehendak Allah, tidak mau berbantah-bantah dengan orang lain.

Perlu untuk diketahui;

Orang yang rendah hati dan berserah penuh hanya kepada Tuhan; ia tidak suka berbantah-bantah dengan siapapun untuk menunjukkan suatu kebenaran. Kadang kita ingin menunjukkan suatu kebenaran dari sorga, tetapi caranya berbantah-bantah, ngomel, bertengkar dengan sesama, ini adalah cara yang tidak baik. Yang namanya hamba Tuhan dilarang berbantah-bantah sebab itu tertulis dalam surat takhbisan.

Seorang hamba yang menghambakan diri kepada Firman itu adalah hamba Firman, berarti tidak boleh berbantah-bantah, supaya dengan alasan menunjukkan kebenaran dari Sorga turun ke bumi, tidak seperti itu. Kebenaran dari sorga keluar dari SALIB bukan dari perbantahan.

 

Jadi saudara, yang bekerja bekerjalah dengan baik, tidak perlu berbantah-bantah, biar Tuhan yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus Anak Allah adalah pribadi yang adil. Jadi dengan pekerjaan penebusan dan pendamaian nanti Tuhan nyatakan suatu keadilan. Yang berbisnis berbisnislah dengan baik dan jujur di hadapan Tuhan, yang berdagang berdaganglah dengan baik, nanti Tuhan Yesus yang adalah Pengantara lewat pekerjaan penebusan dan pendamaian dinyatakan suatu keadilan… sesuai suratan 1 Yohanes 2:1.

Jadi SALIB adalah keadilan. Sedangkan di mulut manusia tidak ada keadilan.

 

2.       Musa percaya terhadap perkenanan Tuhan.

Hal itu dapat dilihat dari perkataan Musa kepada Korah dan kumpulannya;

-          orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya (ayat 5).

-          orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus (ayat 7).

 

singkat kata; orang yang dipilih Tuhan;

a.       Boleh mendekat kepada Tuhan.

b.       Dialah yang kudus.

 

Jadi jelas dalam hal ini Musa percaya terhadap perkenanan Tuhan. Jadi kalau kita dimungkinkan malam ini untuk menghadap Tuhan lewat Ibadah Jumat Agung, juga imam-imam dimungkinkan untuk mengambil bagian di dalam hal melayani Tuhan, dan melayani pekerjaan Tuhan di tengah-tengahnya, itu oleh karena perkenanan Tuhan.

Jadi Musa percaya pada perkenanan Tuhan, dan terhadap perkenanan Tuhan Musa tidak berbantah-bantah. Musa hanya percaya kepada kebenaran sebagai bukti nyata dari sorga.

Belajarlah memiliki sikap dewasa seperti ini, Yaitu; percaya terhadap perkenan Tuhan. Lewat Ibadah Jumat Agung kita belajar banyak dari Firman Allah yang kita terima, jangan belajar dari pengertian sendiri, nanti jadi salah, songong, jumawa, seperti Korah.

 

Bilangan 16:9-10

(16:8) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! (16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

 

Jadi kalau Korah dan kumpulannya memberontak dan menuduh Musa yang bukan-bukan ternyata karena dia menuntut pangkat imam lagi.

Padahal Korah dan kaumnya yaitu seluruh bani Lewi telah diperbolehkan mendekat kepada Tuhan, maksudnya;

1.       Melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan yakni memperhatikan alat-alat di dalam TABERNAKEL atau Kemah Suci.

2.       Bertugas untuk melayani umat Israel.

Itu sebabnya Musa berkata kepada Korah dan kumpulannya; Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"… (ayat 7).

 

Diberi kesempatan untuk melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan itu sudah cukup, mendekat kepada Tuhan itu sudah cukup, apalagi menjadi milik Kepunyaan Tuhan itu lebih dari pada cukup, tetapi kenyataannya mereka memberontak karena masih menginginkan jabatan atau pangkat imam lagi.

 

Terkait menuntut pangkat imam kita selidiki…

Bilangan 3:6

(3:5) TUHAN berfirman kepada Musa: (3:6) "Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (3:7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. (3:8) Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

 

Atas perintah Allah suku lewi boleh mendekat dan menghadap imam besar Harun supaya;

a.       Mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi umat Israel di depan Kemah pertemuan.

b.       Memelihara perabotan pada Kemah pertemuan dan mengerjakan tugas-tugas bagi umat Israel.

 

Saudara Tuhan mengangkat suku lewi menjadi anak sulung atau boleh mendekat kepada Tuhan untuk melayani Tuhan dan pekerjaan Tuhan, dan untuk melayani umat Israel serta memperhatikan perabotan di HALAMAN dan di dalam RUANGAN SUCI itu sudah cukup, sebab tanpa alat-alat ini mustahil Israel dapat beribadah kepada Tuhan, berarti peran mereka sangat penting. Tetapi kenyataannya mereka memberontak kepada Musa dan Harun, karena mereka tidak puas dengan kedudukannya sebagai pelayan, mengabdi kepada Tuhan, mengabdi kepada imam Harun, mereka tidak merasa cukup, itu sebabnya mereka memberontak (mendurhaka), dan mereka menuduh Musa dan Harun dengan yang tidak-tidak, karena kenyataannya mereka menuntut pangkat imam tidak puas dengan apa yang telah dipercayakan  Tuhan.

Itulah semua tugas-tugas suku lewi termasuk Korah.

 

Bilangan 3:9-10

(3:9) Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10) Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati."

 

Suku lewi diserahkan sepenuhnya kepada Harun dan anak-anaknya, tetapi Harun dan anak-anaknya ditetapkan oleh Tuhan untuk memegang jabatannya sebagai imam.

 

Saudara kita sudah melihat tugas imam mengerjakan penebusan dan pendamaian terhadap dosa dunia. Yesus Kristus adalah Imam Besar, Yesus Kristus adalah Pengantara antara Allah dengan manusia… sebagaimana yang tertulis dalam suratan 1 Yohanes 2:1-2.

 

Sedang orang awam atau orang-orang yang tidak ditetapkan sebagai imam apabila ia berani mendekat ia harus dihukm mati.

 

Jadi itu sebabnya saya katakan tadi bahwasanya ketika kita masuk dalam hadirat Tuhan atau menghadap Tuhan lewat Ibadah Kebaktian Jumat Agung malam ini langsung membayangkan kepada kita, bahwa Yesus telah menderita sengsara bahkan rela mati di kayu Salib, berarti dia sedang mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia.

 

Tetapi kita harus tahu siapa yang ditetapkan Allah untuk mengerjakan itu. Orang yang tidak ditetapkan menjadi imam disebut sebagai orang awam, dan apabila ia mendekat harus dihukum mati.

 

Jadi Harun dan anak-anaknya telah ditetapkan untuk memegang jabatannya sebagai imam.

Tetapi Tuhan Allah akan menunjukkan kepada kita siapa yang akan ditetapkan-Nya untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian.

 

HAL INI KITA BANDINGKAN KETIKA BANGSA ISRAEL MERAYAKAN PASKAH DI MESIR;

Keluaran 12:5---Perikop: “Tentang perayaan Paskah”

(12:5) Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Untuk perayaan Paskah bangsa Israel harus mengambil seekor Anak Domba: harus jantan, tidak bercela, berumur setahun.

Dari kriteria yang ada ini semua mengarah kepada 1 (satu) pribadi yaitu Tuhan Yesus Kristus.

1.       Harus jantan à Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja Mempelai Pria Sorga.

2.       Tidak bercela à Kesempurnaan Yesus Kristus.

3.       Berumur setahun à Pada kedewasaan sepenuh.

 

Keluaran 12:6

(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

 

Anak domba harus dikurung sampai hari yang keempat belas. Anak domba sebenarnya diambil pada tanggal 10… Keluaran 12:3 Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba.

Kemudian Anak domba disembelih pada tanggal keempat belas.

Itu berarti; selama empat hari anak domba terlebih dahulu harus diperiksa, maksudnya; untuk memastikan ada cacatnya atau tidak. Kalau Anak Domba ada cacat tidak layak untuk dijadikan sebagai korban Paskah, berarti tidak layak mengerjakan penebusan, tidak layak untuk mengerjakan pendamaian, tidak layak untuk mengerjakan penyelamatan, darahnya tidak layak.

Itu sebabnya orang awam tidak boleh mendekat, kalau mendekat akan dihukum mati. Jadi dosa tidak dapat disucikan dengan yang lain-lain kecuali oleh darah Anak Domba.

 

4 hari à 4 pribadi yaitu;

1.       Ananias / Hanas.

Yohanes 18:12-13---Perikop: “Yesus di hadapan Hanas”

(18:13) Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; (18:14) dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: "Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa."

 

Yohanes 19:19-24

(18:19) Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. (18:20) Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. (18:21) Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." (18:22) Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" (18:23) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (18:24) Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

 

Intisarinya; Hanas menanyai Yesus tentang murid-murid dan ajarannya. HANAS TIDAK MENEMUKAN KESALAHAN DI DALAM DIRI YESUS.

 

2.       Di hadapan Imam Besar Kayafas.

Matius 26:57,59-67

(26:57) Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. (26:59) Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, (26:60) tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, (26:61) yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari." (26:62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." (26:64) Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." (26:65) Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. (26:66) Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" (26:67) Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, (26:68) dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"

 

Yesus di adili di hadapan Mahkamah Agama atau imam besar Kayafas, kemudian disitu berkumpul saksi-saksi dusta untuk dapat membunuh Yesus, TETAPI TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS MELAKUKAN KESALAHAN. Lalu Kayafas menyerahkan Yesus kepada Pontius Pilatus (wali negeri) perpanjangan tangan dari pemerintahan (kekaisaran) Romawi, karena pada waktu itu Israel dijajah oleh kekaisaran Romawi.

 

3.       Pontius Pilatus.

Matius 27:1-2

(27:1) Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. (27:2) Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

 

Matius 27:11-14

(27:11) Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." (27:12) Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. (27:13) Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" (27:14) Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

 

Tidak ada salah tetapi di tuduh dengan tuduhan yang macam-macam, tetapi Yesus diam saja, membuat dia heran, geleng-geleng kepala, tidak ada manusia seperti Yesus menurut anggapan Pilatus.

 

Yohanes 18:28---Perikop: “Yesus di hadapan Pilatus”

(18:28) Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. (18:29) Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: "Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?" (18:30) Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!" (18:31) Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

 

Empat hukum tertulis pada loh batu yang pertama kaitannya semua kepada Tuhan yaitu; Akulah Tuhan Allahmu, jangan menyembah allah lain, jangan bersaksi palsu, jangan lupa hari Sabat. Tetapi enam hukum ditulis pada loh batu kedua, salah satunya dilarang membunuh.

Tadi imam-imam kepala dan tua-tua orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah seorang penjahat, Lalu Pilatus berkata; kalau dia orang jahat; bunuh saja. Kemudian orang Yahudi berkata; "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

 

Yohanes 18:32-38

(18:32) Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. (18:33) Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" (18:34) Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" (18:35) Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" (18:36) Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (18:37) Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." (18:38) Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"

 

Disini kita melihat; Pilatus sebagai wali negeri / gubernur tidak mengerti kebenaran yang datang dari Kerajaan Sorga.

Singkat kata; ORANG YAHUDI TIDAK MENDAPATKAN KESALAHAN ATAU CACAT DI DALAM DIRI YESUS, namun Yesus harus dihukum mati. Tetapi karena orang Yahudi tidak berhak menjatuhi hukuman mati maka Yesus dibawa dihadapan Pilatus.

 

Yesus sudah diperiksa oleh Hanas dan Kayafas namun; tidak ada satupun kesalahan terdapat di dalam diri Yesus. Kemudian Yesus diperiksa oleh Pontius Pilatus (gubernur), tetapi Pilatus juga tidak menemukan kesalahan dalam diri Yesus.

 

Lalu kita lihat yang terakhir…

4.       Raja Herodes.

Lukas 23:6---Perikop: “Yesus di hadapan Pilatus”

(23:6) Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. (23:7) Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

 

Lukas 23:8-12---Perikop: “Yesus di hadapan Herodes”

(23:8) Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. (23:9) Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. (23:10) Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. (23:11) Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. (23:12) Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

 

HERODES JUGA TIDAK MELIHAT ADA KESALAHAN DI DALAM DIRI YESUS, akhirnya Herodes hanya bisa mengolok-olok, mempermainkan Yesus, lalu mengirimNya kembali kepada Pilatus untuk dijatuhi hukuman mati.

 

Singkat kata; baik Hanas, Kayafas, Pilatus dan Herodes TIDAK MENEMUKAN KESALAHAN APAPUN DI DALAM DIRI YESUS. Dengan cara yang sama juga kita juga diperiksa oleh 4 (empat) kelompok yaitu;

1.       Diperiksa oleh dunia ini.

2.       Diperiksa oleh gereja / orang lain yang seiman.

3.       Diperiksa oleh iblis / setan.

4.       Deperiksa oleh Tuhan.

Oleh sebab itu, kita tidak bisa dengan sesuka hati melakukan sesuatu yang tidak baik. Itu sebabnya kita harus memiliki roh takut akan Tuhan supaya kita tidak sembarangan atau sesuka hati melakukan sesuatu di tempat yang tersembunyi.

 

Singkat kata; Yesus Kristus layak menjadi Pengantara. Dia adalah Imam Besar Agung, Dia layak untuk mengerjakan Penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, berarti Yesus Kristus Anak Allah Dialah yang ditetapkan untuk menjadi Pengantara, tidak ada yang lain.

 

Jadi kita sudah melihat darahnya halal ditumpahkan di atas kayu salib di bukit Golgota untuk menebus berarti mengampuni dosa, untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Kehidupan yang jauh dari Tuhan diperdamaikan kembali oleh Tuhan, dari jauh menjadi dekat. Siapa yang layak memperdamaikan kita? Dialah pribadi Tuhan Yesus Kristus. Empat golongan ini tidak melihat ada kesalahan di dalam diri Yesus. Dia adalah Anak Domba Allah yang disembelih, Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahunKeluaran 12:5.

 

Berarti; LOLOS DARI PEMERIKSAAN.

 

Sekarang kita kembali untuk membaca…

Keluaran 12:6

(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Setelah lewat empat hari pemeriksaan barulah Anak Domba disembelih oleh umat Israel.

 

Menghadap Tuhan, lalu di tengah-tengahnya kita harus melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan disertai memikul salib sampai berdarah-darah, itu adalah satu-satunya cara sehingga kita boleh mengalami penebusan dan penyelamatan tidak ada cara yang lain.

 

Tidak usah ragu memikul salib sampai berdarah-darah supaya hidup kita diperkenankan oleh Tuhan.

 

Kelayakan itu dituliskan…

1 Petrus 1:18

(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (1:19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Kita telah ditebus dari cara hidup yang lama bukan oleh ORANG AWAM antara lain;

1.       Bukan dengan barang yang fana, yaitu; harta, kekayaan, uang yang banyak, termasuk kedudukan, jabatan, pangkat yang tinggi, itu disebut sebagai orang awam. Bisnis, usaha, pekerjaan, uang tidak mempunyai tetesan darah untuk menebus hidupmu.

2.       Perak dan emas berbatang-batang. Bila perak dan emas dihancurkan sehancur-hancurnya tidak akan pernah mengeluarkan tetesan darah.

 

Melainkan kita telah ditebus dengan darah yang mahal yaitu darah kristus sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Berarti layak, sebab telah melewati pemeriksaan selama empat hari.

 

Mari kita baca bagian yang terakhir…

Yesaya 53:7

(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Saudara Anak Domba yang disembelih itu ternyata berumur setahun berbicara tentang kedewasaan sepenuh.

Dimana letak kedewasaan Yesus? Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya.

Kedewasaan ini juga digambarkan dengan 2 (dua) hal;

1.       Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.

2.       Seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

jadi ketika Yesus dijadikan sebagai Pengantara untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia Dia digambarkan seperti dua hal;

1.       Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.

Dibawa ke pembantaian berarti; ada hasil pembantaian itulah potongan-potongan daging yang dibantai. Berarti sama seperti Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya lalu memecahkan seluruh kehidupan-Nya di atas kayu Salib. sehingga potongan daging tersebut disebut ayat-ayat Firman Allah yang kita terima.

 

Seandainya Yesus berbantah-bantah, Yesus membuka mulut, ngomel dan bersungut-sungut, maka tidak akan dibawa ke pembantaian, maka tidak ada potongan daging dan tidak ada Firman Allah yang dipecah-pecahkankan di atas kayu salib.

 

2.       Seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Menggunting bulu berbicara soal; KASIH, juga berkuasa menutupi banyak sekali dosa, -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu dombaYesaya 1:18.

Jadi Yesus bukan hanya mengerjakan penebusan dan pendamaian tetapi Yesus juga memberikan potongan daging (Firman Allah) itulah kebenaran yang berasal dari Firman. Yesus juga menyatakan Kasih-Nya untuk menutupi dosa-- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

 

Saudara ingat dosa masa lalu? Tidak ada seorangpun yang tidak mempunyai masa lalu, kita semua pasti punya dosa masa lalu. Sekalipun dosa masa lalu merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju, sekalipun dosa masa lalu berwarna merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.

 

Jadi kita mendapat keuntungan yang double yaitu: KEBENARAN (potongan-potongan daging yang dikorbankan) dan KASIH yakni; bulu induk domba yang digunting. Jadi selain dia layak mengerjakan penebusan dan pendamaian, kita juga akhirnya menikmati kebenaran dari Firman yaitu potongan daging yang dipecahkan di atas kayu Salib.

 

Jadi darah Yesus sangat berkuasa menyucikan kita, darahnya sangat mahal.

Tadi kita berpikir kita ini hanya ditebus, diampuni lalu diperdamaikan, ternyata keuntungan double juga ada; kita menerima kebenaran, pembantaian dari anak domba (potongan daging) Firman yang dipecahkan di atas kayu salib. kemudian ada Kasih yang berkuasa menutupi banyak sekali dosa.

Jadi rasa malu yang selama ini sudah ditutupi oleh Tuhan, dan rasa malu karena kesalahan dan pelanggaran sudah diganti oleh Tuhan.

 

Kita membaca…

(12:7) Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Dari darahnya haruslah disapukan, dibubuhkan pada;

1.       Kedua tiang pintu à jiwa dan roh.

2.       Pada ambang atas pintu à tubuh.

Jadi darah itu harus disapukan pada hidup kita yang terdiri dari; tubuh, jiwa dan roh.

 

Orang bisa nampak baik pada bagian luarnya, tetapi pada jiwa dan rohnya belum tentu. Maka jiwa dan roh yang tidak suci yang dipengaruhi oleh roh-roh yang tak suci itu hanya bisa disucikan oleh darah anak domba, darah yang mahal, tak bernoda dan tak bercacat.

 

Jadi dari sini kita bisa melihat betapa besarnya dan mulianya, korban Kristus bagi kita semua, betapa luhurnya dan Agungnya Korban Kristus bagi kkita semua.

 

Saudara kalau darah Yesus menyucikan tubuh, jiwa dan roh, maka ingatlah Setan tidak bisa berbuat apa-apa… janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. … Matius 10:28.

Tetapi darah Yesus sanggup merampas jiwa kita dari alam maut, darah Yesus sanggup menyelamatkan roh manusia dari alam maut.

 

Kita melihat waktu orang kaya mati dan lazarus mati keduanya dikubur tetapi rohnya beda alam. Rohnya orang kaya ada di alam maut, sementara waktu dia menderita sengsara di sana… Lukas 16:23. Sedangkan Roh dari Lazarus ada di pangkuan AbrahamLukas 16:22-23.

 

Jadi darah Yesus hidup, bergerak, terus maju sampai membawa kita kepada Tuhan karena dari situ kita berasal, harus kembali kepada asal semula, tetapi dengan satu cara yakni; dengan DARAH SALIB KRISTUS, tidak ada cara lain, karena darah inilah yang ditetapkan oleh Allah untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, bukan ORANG AWAM. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment