IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 APRIL 2026
STUDY YUSUF
(Seri 15)
Subtema: PELURU
ASAP PASUKAN BERKUDA (CELAKA KEDUA) Seri 6
Mula
pertama saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan oleh rahmat-Nya kita
dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, datang beribadah kepada Dia lewat
Ibadah Kaum Muda Remaja. Dalam hadirat Tuhan kita datang menghadap Tuhan, maka
mari kita fokuskan diri kita untuk mendengarkan Firman Tuhan.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan yang turut bergabung lewat online atau
live streaming atau video internet baik dari Youtube maupun Facebook
atau media sosial lainnya yang dapat diakses.
Secepatnya
kita masuk untuk mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan
untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.
Kita
masih berada pada…
Kejadian
44:18-34--- Perikop: “Yehuda membela Benyamin”
Seluruh
ayat ini merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau
raja muda di Mesir.
Intisari
dari tutur kata Yehuda kepada Yusuf adalah: memohon kelepasan bagi benyamin.
Pertanyaannya:
Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?
Kejadian
44:29-31
(44:29) Jika anak
ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu
akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib
celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu,
ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak
dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya
anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan
hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena
dukacita.
Apabila
Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:
-
Turun ke dunia orang
mati karena nasib celaka (ayat 29).
-
Turun ke dunia orang
mati karena dukacita (ayat 31).
Perlu
untuk diketahui;
Mati
karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa.
Sesungguhnya
Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya beroleh hidup
yang kekal… Yohanes 3:16.
Sekarang
kita akan melihat…
Contoh:
MATI KARENA NASIB CELAKA
Pada
kitab Wahyu pasal 9 dan pasal 11 disebutkan ada TIGA CELAKA
sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam,
dan sangkakala yang ketujuh.
CELAKA
PERTAMA: Wahyu 9:1-12. Hal itu sudah diterangkan dan sudah kita bahas
bersama-sama.
CELAKA
KEDUA: Wahyu 9:13-21.
CELAKA
KETIGA: Wahyu 11:15-19.
Malam
ini kita masih melanjutkan pembahasaan tentang: CELAKA KEDUA.
Perlu
untuk diketahui;
CELAKA
KEDUA terjadi pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, maka pada
saat itulah keempat malaikat dekat sungai Efrat dilepaskan untuk membunuh
sepertiga dari umat manusia, yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan
tahun… Wahyu 9:14-15.
Sekarang
ini jumlah penduduk bumi berada pada angka 8,3 Miliar. Sepertiga dari 8,3
Miliar = 2,7 Miliar. Itulah jumlah dari sepertiga umat manusia.
Ini
hanya sebatas simulasi saja, sebab tahun depan jumlah penduduk bumi akan
bertambah-tambah.
Sekarang
kita akan kembali membaca…
Wahyu
9:16-17
(9:16) Dan jumlah
tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar
jumlah mereka. (9:17) Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini
kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah,
merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu
sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
Jumlah
tentara itu ialah 20 ribu laksa = 200 juta. Tentara itu disebut pasukan
berkuda, memakai:
- Baju
zirah, berarti; memiliki
pertahanan yang kuat.
Sedangkan
warna baju zirah: merah api dan biru dan kuning belerang,
menunjukkan bahwa; pasukan berkuda tersebut adalah pasukan elit / pasukan
yang terlatih, dan itu akan ada di seluruh dunia nanti.
Kepala
kuda-kuda itu sama seperti singa. Dan dari mulut kuda itu keluar: API, ASAP dan
BELERANG.
Wahyu
9:18
(9:18) Oleh ketiga
malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap
dan belerang, yang keluar dari mulutnya.
Oleh
api, asap dan belerang yang keluar dari mulut kuda-kuda itu; membunuh sepertiga
dari umat manusia, sebab ketiga hal tersebut dikatakan malapetaka.
Saudara
setelah kita membahas tentang API, maka tentu saja malam ini kita akan membahas
tentang; ASAP secara rohani.
2. ASAP
Wahyu
9:2
(9:2) Maka
dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu
bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap
lobang itu.
Intinya;
asap yang naik dari lobang jurang maut bagaikan asap tanur yang besar.
Hal
ini berbicara tentang MAUT dan SENGAT, yaitu dosa-dosa semakin merajalela
dan semakin hari semakin bertambah-tambah. Kalau dosa semakin
bertambah-tambah, maka kejahatan manusia juga semakin bertambah-tambah.
Itulah
sengat maut. Sengat maut adalah dosa, kuasa dosa adalah hukum taurat… 1
Korintus 15:56.
Sebenarnya
hal ini sudah semakin terlihat dengan jelas, sebab di hari-hari terakhir ini
orang-orang tidak lagi segan-segan bahkan tidak ada lagi rasa takut dan tidak
ada lagi rasa malu untuk berbuat dosa.
Perlu
untuk diketahui;
Ketika
seseorang melakukan kesalahan, tentu saja dimulai dari kesalahan yang kecil,
dan yang tersembunyi di dalam hati. Tetapi kalau itu dibiarkan terus-menerus
akan berkembang biak. Mengapa? Sebab dosa kecil tidak cepat-cepat
diakui atau tidak cepat-cepat ditutupi oleh DARAH YESUS. Kalau dosa
tidak ditutupi oleh darah Yesus, maka dosa akan ditutupi oleh dosa yang besar.
Singkatnya;
DOSA BERTIMBUN-TIMBUN sampai puncaknya dosa, itulah; kenajisan percabulan;
kawin mengawinkan yang ditimbulkan oleh Babel Besar. Namun pada akhirnya Babel
besar dibakar oleh api penghukuman lalu asapnya naik… Wahyu 18:9.
Asapnya
naik menggumpal-gumpal, adalah gambaran dari puncaknya dosa.
Kita
lihat perinciannya didalam…
Yeremia
9:5
(9:5) Yang
seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah
membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan
malas untuk bertobat. (9:6) Penindasan ditimbuni penindasan, tipu
ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.
Disini
kita melihat; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat, akibatnya
menjadi FATAL.
Jadi,
kalau orang tidak mau bertobat, maka dosanya tidak ditutupi oleh DARAH YESUS,
sehingga dosa kecil menjadi dosa besar yaitu;
-
Penindasan ditimbuni
penindasan.
-
tipu ditimbuni tipu.
-
dusta ditimbuni dusta.
singkat
kata; dosa yang bertimbun-timbun terjadi karena mereka males untuk
bertobat, males karena mengakui dosanya dihadapan Tuhan,
sebab mereka enggan mengenal Tuhan. Artinya; tidak pernah ada
pengakuan dosa dengan jujur dan tulus, sehingga dosa-dosa itu tidak pernah
ditutupi oleh darah yesus, sebaliknya dosa itu ditutupi atau ditimbuni oleh
dosa-dosa yang lain.
Saudara
dosa tidak akan bisa terhapus / terhilang begitu saja karena lamanya waktu. Tetapi
dosa hanya bisa ditutupi / disucikan oleh DARAH YESUS. Syaratnya; mau
mengakui dosa.
Dosa
terampuni dan terhapus hanya oleh karena darah Yesus… ayat referensinya 1
Yohanes 1:8-10.
Jadi
jangan susah-susah untuk mengakui sebuah kesalahan, tidak usah dipikir-pikir
sehingga lama untuk mengakui, maka kita harus cepat-cepat untuk mengakui
dosa, kalau tidak nanti dosa ditimbuni dosa, sehingga dosa itu
bertimbun-timbun.
Saudara
malam ini Tuhan akan menunjukkan kepada kita; ASAP yang bertimbun-timbun
sebagai gambaran dari dosa yang bertimbun-timbun. Marilah kita simak dari kisah
“Sodom dan Gomora”.
Kejadian
18:19--- Perikop: “Doa syafaat Abraham untuk Sodom”
(18:19) Sebab Aku
telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada
keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN,
dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada
Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."
Abraham
adalah bapa orang beriman. Sebagai keturunan Abraham semua anak-anak Tuhan
harus mengikuti jalan-Nya Tuhan, itulah; JALAN SALIB disebut VIADOLOROSA. Itu
yang Tuhan kehendaki dari keturunan Abraham.
Kiranya
kita menempuh jalan salib, artinya; kalau memang ada dosa yang sempat kita
perbuat, sekalipun dosa itu kecil maka secepatnya kita langsung mengakuinya,
sebelum dosa kecil itu ditimbun dengan dosa yang lain.
(18:20) Sesudah itu
berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang
Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
Disini
kita melihat bahwa; banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora. Mengapa?
Karena dosa yang ada pada Sodom dan Gomora sangat berat. Tuhan tahu
keluh kesah orang karena dosa yang ada di kota Sodom dan Gomora.
Kita
akan melihat;
BAGAIMANA
SIKAP TUHAN MEMANDANG DOSA YANG ADA DI KOTA SODOM DAN GOMORA?
Kejadian
18:21
(18:21) Baiklah Aku
turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh
kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."
Terhadap
dosa Sodom dan Gomora, Tuhan tidak langsung menghukumnya, tetapi Tuhan terlebih
dahulu turun untuk melihat, selanjutnya Tuhan akan menimbang-nimbang,
bahkan Tuhan juga masih memberi waktu (kesempatan) untuk bertobat, supaya
orang-orang yang ada di kota Sodom dan Gomora secepatnya bertobat. Itu
merupakan panjang sabarnya Tuhan, dan panjang sabarnya Tuhan adalah kemurahan
Tuhan sebagai keadilan Tuhan.
Selanjutnya
di kalimat ayat terakhir Tuhan berkata; Aku hendak mengetahuinya."
Berarti;
penjelasannya itu hendak diketahui oleh Tuhan bukan dari kata orang lain, bukan
karena ada laporan dari Abraham kepada
Tuhan, tetapi Tuhan ingin mengetahui secara langsung.
Tetapi
mari kita baca; panjang sabarnya Tuhan dalam Injil Matius 20.
Tadi
dikatakan; Tuhan terlebih dahulu turun untuk melihat.
Sekarang
kita akan melihat ketika Tuhan turun untuk melihat keadaan dunia atau
ketika Dia diutus oleh Allah ke dunia ini. Bukan Tuhan tidak tahu
manusia telah berdosa, tetapi Tuhan turun untuk melihat.
Matius
20:28
(20:28) sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan
untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Demikianlah
kenyataannya waktu Tuhan diutus kedunia ini.
Sekarang
pertanyaannya… Apakah Tuhan tidak tahu manusia berbuat dosa? Apakah Tuhan
tidak tahu bahwa oleh dosa itu akhirnya manusia bagaikan kehidupan yang
tercampak di dunia ini?...
Jawabnya…
“TUHAN TAHU”, tetapi Tuhan perlu turun ke dunia ini sebagai utusan untuk
melihat, lalu menimbang-nimbang semua perkara. Tetapi
yang pasti; ketika Tuhan turun sebagai utusan kedunia ini, ada dua hal yang
dilakukan;
1. Untuk melayani.
Tujuan dari pelayanan
Yesus adalah supaya keadaan manusia itu menjadi baik, berarti; tidak ada lagi
keluh kesah, tidak ada lagi penderitaan.
Tanda seseorang
menikmati pelayanan Yesus; satu dengan yang lain saling merendahkan diri, tidak
lagi berbantah-bantah, tidak mempertahankan kebenaran diri sendiri, tidak
egois, tidak hanya mementingkan kepentingannya sendiri, tidak mencari
puji-pujian dan seterusnya.
2. Untuk menyerahkan nyawa-Nya.
Di dalam darah ada
nyawa, dan oleh darah itu dijadikan (diserahkan) untuk menebus manusia berdosa,
karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya… Imamat 17:11.
Selanjutnya oleh karena
darah itu ada penebusan, selanjutnya diperdamaikan kepada Allah Bapa dengan perantaraan
nyawa-Nya sendiri.
Itu
sebabnya saya katakan tadi; bukan berarti Tuhan tidak mengetahui bahwa
orang-orang yang tinggal di kota Sodom dan Gomora berbuat dosa. Tuhan tahu dosa
itu, bahkan oleh karena dosa itu keluh kesah orang banyak naik ke atas Sorga,
tetapi Tuhan terlebih dahulu turun untuk melihat, lalu menimbang-nimbang
perkara, bahkan memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat.
2000
ribu tahun yang lalu, Tuhan turun sebagai utusan, Dia serahkan nyawa-Nya untuk
menebus manusia dari dosa, selanjutnya diperdamaikan kepada Allah Bapa.
Sekarang
pertanyaannya; Apakah kita percaya dengan utusan ini? Apakah kita percaya
dengan darah Yesus yang telah dicurahkan di atas Mezbah Korban Bakaran? atau
membiarkan dosa kecil tadi tersembnyi di dalam hati kita lalu berkembang biak?...
Artinya dosa kecil itu ditimbuni dengan dosa yang lain, dosa yang lain
ditimbuni lagi dengan dosa… sebagaimana yang tertulis di Yeremia 9:5-6.
Jangan
kita seperti itu, itu gambaran dari ASAP.
Demkianlah Tuhan menyatakan diri-Nya supaya orang yang
percaya terhadap darah Yesus, Dia akan diselamatkan.
Contoh;
salah satu penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus, tinggal selangkah
lagi hidupnya menuju kepada maut (jarak maut kepada dia tinggal selangkah
lagi). Tetapi pada waktu yang tepat, penjahat itu mau mengakui darah
Yesus, mau mengakui kesalahannya, dan percaya kepada darah Yesus.
Lukas
23:39--- Perikop: “Yesus disalibkan”
(23:39) Seorang
dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau
adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Di
ayat 39 sebetulnya telah tersedia darah Yesus, Yesus sudah
disalibkan bersama dua penjahat disebalah kiri dan disebelah kanan.
Artinya;
disitu sudah ada sarana untuk menutupi dosa, sudah ada
sarana untuk menyucikan manusia dari dosa tetapi salah satu dari dua
penjahat itu berkata kepada Yesus; katanya "Bukankah Engkau adalah
Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!".
Arti
dari pertanyaan ini adalah; salah satu dari penjahat ini tidak
menghargai utusan Tuhan dan tidak percaya kepada sarana yang Tuhan berikan
untuk menyucikan dan menutupi kita dari dosa yaitu DARAH SALIB.
Sekarang
kita bandingkan dengan penjahat yang lain…
Lukas
23:40-41
(23:40) Tetapi yang
seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada
Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (23:41) Kita memang
selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan
kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Penjahat
yang disebelah kanan Yesus mengakui bahwa;
1. Dia adalah orang yang berdosa.
2. Mengakui utusan Tuhan, sama artinya; mengakui
darah tebusan.
Jadi
belajar untuk menghargai utusan Tuhan. Seorang gembala sidang atau pemimpin
jemaat Tuhan itu adalah “utusan Tuhan”, maka jangan engkau berani bertingkah
dengan yang tidak baik, itu setara dengan tidak mau mengakui darah salib, tidak
mau mengakui dosa, sehingga dosa itu tidak tertutupi oleh darah Yesus.
Contoh;
ketika seseorang di tegur, dia curhat ke teman yang tidak mengenal Yesus, pada
akhirnya; dia salahkan orang yang menegur dia, dan dia benarkan kesalahannya,
itu BODOH namanya.
Kalau
engkau merasakan teguran kembali tertuju kepadamu, lalu engkau merasa jengkel, sampai
kapan engkau mau mengakui darah Yesus menutupi dosamu? Ini perbuatan bodoh
yang harus disingkirkan.
Perlu
untuk diketahui; perbuatan bodoh dan dosa hanya bisa ditutupi oleh darah
Yesus, tidak bisa ditutupi dengan daun pohon ara, yaitu; kebenaran diri
sendiri, kekerasan di hati, kesombongan dan keangkuhan, orang awam tidak layak
menutupi dosa.
Jadi
jangan bercerita kepada orang awam yang tidak mengenal korban pendamaian, baik
di tempat sekolahmu, di tempat kuliahmu, dan di tempat engkau bekerja, jangan
coba-coba bercerita kepada orang awam.
Ingat hanya Tuhan yang benar,
kita banyak salah, sehingga kesalahan itu dapat ditutupi oleh darah Yesus,
seperti penjahat yang disebelah kanan Yesus, dari pengakuannya kepada penjahat
yang menghujat Yesus nampak dua hal yaitu;
1. Mengakui utusan Tuhan, mengakui kesalahannya.
2. Mengakui utusan Tuhan, percaya kepada darah
Yesus sebagai satu sarana yang mampu menutupi dosa.
Jadi saudara kita harus semakin dewasa dan
bijaksana, jangan bertahan dengan kebodohan di masa lalu.
Salah
satu dari kedua penjahat tersebut mau mengakui utusan Tuhan, berarti mengakui
darah Yesus, prakteknya; mau mengakui dosa.
APA
BUKTI MENGAKUI DOSA?
Lukas
23:42
(23:42) Lalu ia
berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
Raja."
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila
Engkau datang sebagai Raja."
Jangan
sampai dosa kita digambarkan seperti ASAP bertimbun-timbun (membungbung tinggi)
hanya karena dosa kecil yang disembunyikan, hanya karena malas bertobat (malas
mengakui dosa).
Tetapi
lihatlah; sebetulnya penjahat itu jaraknya dengan maut tinggal selangkah lagi
(diambang kematian), berarti; sudah diujung tanduk, tetapi tepat pada
waktunya penjahat itu mau mengakui utusan Tuhan, mau mengakui darah tebusan
untuk menutupi dosa (menyucikan dosanya).
Jadi
dosa itu tidak dapat tertutupi / terhapus dengan lamanya waktu, tetapi dosa
dapat tertutupi / terhapus oleh DARAH YESUS, syaratnya; mau mengakui dosa,
mau mengakui utusan Tuhan, dan mau mengakui darah Yesus.
Kalau
engkau sudah terlanjur-lanjur bercerita yang tidak baik kepada orang lain,
malam ini engkau mengakuinya kepada Tuhan, kalau engkau bertahan tidak mau
mengakuinya, nanti lama-lama itu yang membuat engkau susah dan terhilang.
Sekarang
asap yang tebal yang bertimbun-timbun, kita bandingkan dengan kota Sodom dan
Gomora.
Kita
sudah baca secara singkat, secara garis besar di dalam…Kejadian 18:21.
Lalu kita akan melihat…Kejadian 19:1. Sebelum kita baca kejadian 19:1,
kita baca…
Kejadian
18:23
(18:23) Abraham
datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang
benar bersama-sama dengan orang fasik?
Setelah
turun, Tuhan melihat untuk menimbang-nimbang perkara, kemudian Tuhan juga masih
memberi kesempatan supaya orang percaya kepada utusan Tuhan. Tuhan tidak
langsung menghukum kota Sodom dan Gomora itu adalah keadilan Tuhan, maka
Abraham berkata; "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar
bersama-sama dengan orang fasik?
Sekarang
selanjutnya dari pertanyaan itu kepada Yesus, Abraham di ayat berikutnya
mengadakan doa syafaat. Doa syafaat dimulai dari Kejadian 18:26-32… dia
memohon keselamatan dengan syarat;
-
lima puluh orang percaya
(ayat 26).
-
empat puluh lima orang percaya
(ayat 28.)
-
empat puluh orang
percaya (ayat 29).
-
tiga puluh orang percaya
(ayat 30).
-
dua puluh orang percaya (ayat
31).
-
sepuluh orang percaya (ayat
32).
Kejadian 18:32… Abraham berkata; Sekiranya
sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya
karena yang sepuluh itu."
Tetapi
kenyataannya Tuhan tidak menemukan sepuluh orang yang benar di kota Sodom dan
Gomora, kecuali Lot dan kedua putrinya.
Singkat
kata; orang yang tidak percaya kepada utusan Tuhan, dan orang yang tidak
percaya kepada darah Yesus, akhirnya Tuhan memutuskan untuk menghukum Sodom dan
Gomora.
Mari
kita lanjut…
Kejadian
19:1
(19:1) Kedua
malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu
gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu
sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
Kedua
malaikat tiba di Sodom pada waktu petang.
Petang 🡪 hari-hari yang terakhir
menjelang gelap malam.
Kedua malaikat 🡪 utusan
Tuhan penuh dengan Firman Allah dan penuh Roh Allah.
Kejadian
19:2-3
(19:2) serta
berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah
di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan
perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah
lapang." (19:3) Tetapi karena ia sangat mendesak mereka,
singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan
bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.
Malaikat-malaikat
akan bermalam di tanah lapang, menunjukkan bahwa; orang-orang Sodom tidak
menyambut kedatangan kedua malaikat tersebut kecuali Lot.
Kedua
malaikat Tuhan adalah utusan Tuhan yang ditugaskan untuk menolong dan
menyelamatkan orang-orang Sodom.
Jadi
Tuhan mengutus kedua malaikat itu sebetulnya, Tuhan sudah melihat keadaan kota
Sodom dan Gomora, sesudah melihat, lalu Tuhan menimbang-nimbangkan, dan Tuhan
juga masih memberi kesempatan supaya mereka percaya dan mau bertobat. Namun
kenyataannya orang-orang yang tinggal di kota Sodom dan Gomora tidak mau
menyambut kedatangan kedua malaikat tersebut, tidak mau percaya kepada Tuhan,
tidak mau mengakui darah tebusan, enggan mengenal Tuhan, sehingga dosa mereka
ditimbuni dengan dosa… Yesaya 9:5-6.
Kejadian
19:4-6
(19:4) Tetapi
sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda
sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang
mengepung rumah itu. (19:5) Mereka berseru kepada Lot: "Di
manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar
kepada kami, supaya kami pakai mereka." (19:6) Lalu keluarlah
Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
Sekali
lagi saya sampaikan; Tuhan sudah tahu bahwa orang-orang sodom telah berbuat
dosa, tetapi Tuhan mengutus kedua malaikat tersebut, supaya apabila ada orang
yang percaya maka mereka akan diselamatkan.
…Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap
orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup
yang kekal… Yohanes 3:16.
Namun
kenyataannya orang-orang Sodom malas bertobat, bahkan enggan untuk mengenal
Tuhan, sehingga dosa-dosa orang Sodom semakin bertimbun-timbun (semakin
bertambah-tambah), bahkan dosa itu meningkat, sebab mereka telah menolak utusan
Tuhan, bahkan dia memperlakukan utusan Tuhan dengan tidak wajar (tidak
senonoh). Sebab disitu ada perkataan; Bawalah mereka keluar kepada kami,
supaya kami pakai mereka."
Jadi
kalau dosa tidak ditutupi oleh DARAH YESUS, maka dosa akan ditimbun dosa, dan
dosa akan meningkat sampai menolak utusan Tuhan, bahkan memperlakukan utusan
Tuhan dengan hal yang tidak wajar (tidak senonoh). Menunjukkan bahwa; dosa
orang-orang di kota Sodom dan Gomora sudah berada pada puncaknya dosa,
berarti hukuman Tuhan tidak mungkin di tahan-tahan lagi.
Singkat
kata; orang-orang yang tinggal di kota Sodom dan Gomora menolak utusan Tuhan,
berarti; tidak percaya kepada darah yang sanggup menutupi dosa manusia.
Kejadian
19:23-25
(19:23) Matahari
telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. (19:24) Kemudian
TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal
dari TUHAN, dari langit; (19:25) dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota
itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di
tanah.
Hukuman
Allah tidak dapat ditunda-tunda lagi, maka Tuhan menurunkan belerang dan
api atas Sodom dan Gomora.
Kejadian
19:27-28
(19:27) Ketika
Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, (19:28)
dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan,
maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur
peleburan.
Jadi
dosa mereka sama seperti ASAP yang naik ke atas karena hukuman dari Allah. Jadi
dosa ditimbun dosa, dosa ditutupi dosa, kemudian meningkat sampai menolak
utusan Tuhan; berarti; tidak percaya kepada darah tebusan akhirnya kita bisa
melihat asapnya bagaikan asap hasil dari penghukuman dari Tuhan.
Jadi
kalau kita melihat Kejadian 19:27-28 sama persis seperti Wahyu 9:3.
Inilah
gambaran ASAP yang Tuhan tunjukkan kepada kita malam ini.
Bagaimana dengan kita?
Kita dipanggil oleh Tuhan dari keadaan hidup yang lama, tetapi hendaklah kita
berpadanan dengan panggilan Tuhan, berarti; menghargai darah tebusan,
menghargai utusan Tuhan, menghargai kesempatan sebagai panjang sabarnya Tuhan
dan itu adalah kemurahan Tuhan.
Sebenarnya
upah dosa adalah maut, tetapi Tuhan perlu turun ke dalam dunia ini untuk
melayani dan menyerahkan nyawa-Nya, dan Tuhan melihat, lalu menimbang-nimbang
perkara, artinya; Tuhan masih memberi kesempatan kepada manusia untuk
secepatnya bertobat, dan mau mengakui kesalahan.
Namun kenyataannya orang-orang yang tinggal di kota Sodom dan Gomora malas
bertobat dan enggan mengenal Tuhan.
Sudah
diajarkan Firman yang benar dan murni itulah Pengajaran Mempelai terang
Tabernakel, namun enggan mengenal Tuhan.
Saudara
supaya jangan kita dihukum seperti orang-orang yang tinggal di kota Sodom dan
Gomora, supaya kia jangan dihukum bersama dengan Babel yang besar, marilah kita
lihat JALAN KELUARNYA…
SEBELUM
KITA LIHAT JALAN KELUAR, TAMPILKAN
Wahyu
9:2
(9:2) Maka
dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu
bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap
lobang itu.
Akibat
dosa bertimbun-timbun (puncaknya dosa):
-
Matahari dan angkasa
menjadi gelap.
1. Matahari menjadi gelap.
Artinya; tidak hidup
didalam kasih. Kalau seseorang tidak hidup didalam kasih maka seseorang tidak
akan mengampuni orang lain yang berdosa kepada dia, akhirnya; kejahatan dibalas
dengan kejahatan sehingga tidak ada lagi damai.
2. Angkasa menjadi gelap.
Angkasa gambaran dari
langit / takhta Allah, 🡪 ibadah dan pelayanan (kegiatan roh).
Artinya tidak ada lagi
kesempatan bagi seseorang untuk menyelesaikan masalahnya dihadapan Tuhan selain
hanya gigit jari
saja.
Saudara kita sangat
membutuhkan ibadah dan pelayanan, dan kita semestinya ada dalam kegiatan roh. Mengapa?
Karena kita butuh Tuhan, sehingga manakala kita menghadapi pergumulan,
persoalan dan pencobaan yang berat yang terjadi di muka bumi ini, dan
menghadapi situasi yang sulit yang tidak berpihak kepada kita, maka bagi kita
ibadah dan pelayanan ini sangat berarti, sebab pada saat kita menghadap Tuhan
di tengah ibadah dan pelayanan disitu ada kesempatan untuk menumpahkan segala
curahan hati kita, membawa segala hati kita yang hancur kepada Tuhan.
Jadi manfaatkanlah DARAH
YESUS, jangan disia-siakan, manfaatkan kasih Tuhan, manfaatkanlah ibadah dan pelayanan, karena dengan demikian kita
memperoleh kesempatan membawa segala persoalan kepada Tuhan.
Tetapi sangat
disayangkan karena dosa bertimbun-timbun disebut; ASAP yang bergumpal-gumpal
akhirnya; baik matahari dan angkasa menjadi gelap dan berujung kebinasaan.
JALAN
KELUAR; SUPAYA JANGAN BERADA DALAM KEBINASAAN.
Kita
belajar dari pribadi Lot…
Kejadian
19:1
(19:1) Kedua
malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di
pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong
mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
Petang 🡪 hari-hari terakhir menjelang
gelapnya malam, menunjukkan bahwa Lot menggunakan kesempatan yang ada.
Lot
berada di pintu gerbang berarti; Lot berada di pintu penantian yakni;
menantikan kedatangan Tuhan kembali, sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Ayo,
kita selalu ada di pintu gerbang, berarti; siap menantikan
kedatangan Tuhan. cirinya; sujud dengan mukanya sampai ke tanah
🡪
Lot berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah;
DOA PENYEMBAHAN.
Kejadian
19:2
(19:2) serta
berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah
di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan
perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah
lapang."
Lot
menghargai utusan Tuhan, berarti; memberi kesempatan kepada Roh Tuhan utnuk
terus berkarya didalam kehidupannya.
(19:3) Tetapi
karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam
rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang
tidak beragi, lalu mereka makan.
Kalau
utusan Tuhan tinggal di dalam rumah Lot berarti; kegiatan dari utusan Tuhan
tinggal didalam rumahnya, disitu ada ibadah dan pelayanan, ada korban-korban
yang dipersembahkan, dan oleh karena darah korban itu selalu ada penyucian demi
penyucian terhadap dosa, dengan lain kata; darah Yesus menutupi dosa kecil,
menutupi dosa besar sampai tidak ada lagi dosa.
Selanjutnya
Lot menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi,
itulah; Firman Allah yang benar dan murni, berarti; tidak ditambah, tidak
dikurang, sebagai simbol lambang dari kasih Allah dalam kehidupan kita
sebagaimana Tuhan telah menghanguskan diriNya karena cintaNya kepada manusia.
Inilah
jalan keluarnya bagi kita; berarti ibadah dan pelayanan ini adalah harga mati,
tergembala dan tekun tiga macam ibadah pokok adalah harga mati, supaya kita
merasakan proses demi proses dimana kegiatan Roh berlangsung.
Tuhan
memberkati kita semua.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment