KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, April 16, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 09 APRIL 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 09 APRIL 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 35)

 

Subtema: HIKMAT SALIB LAH SAUDARA KU

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming/video internet, baik lewat Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan. Kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah sehingga tidak ada satupun pemberitaan dari Firman Tuhan yang terlewatkan di malam ini, dan kiranya firman itu betul-betul berkuasa untuk menyucikan dan membentuk kehidupan kita untuk menghadapi kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, kita masih berada pada Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-35.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Allah memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI yaitu yang lahir dari benih Ilahi itulah Firman Allah, Roh Allah, dan kasih Allah.

 

Namun untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman:

a.       Jagalah dirimu!

b.       Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang:

JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 4).

 

Intinya: Tuhan menuntut kesetiaan dari seorang suami terhadap isterinya dan kesetiaan itu sudah terjadi dari sejak masa mudanya hingga masa tuanya (maut memisahkan).

 

Kesetiaan seorang suami dari masa mudanya kita akan belajar dari Pribadi Abraham.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

“Pandanglah Abraham, sebagai bapa leluhur kita.”

Singkat kata, Abraham adalah sosok/figur suami yang BENAR dan SETIA, dengan demikian ia layak menjadi teladan dan diteladani oleh setiap suami-suami

 

Yesaya 51:2B

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Allah memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu orang menjadi banyak.

-          Satu orang 🡪 Pribadi Abraham.

-          Diberkati dan banyak 🡪 Umat Israel.

 

Kita akan melihat kisah ketika Allah memanggil Abraham.

Kejadian 12:1-3 -- Perikop: "Abram dipanggil Allah"

(12:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 

Allah memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak.

Menjadi bangsa yang besar = Memperbanyak dan memberkati.

 

Sedangkan, dari pihak Abraham: TAAT pada panggilan Allah.

Prakteknya:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.

Artinya: Abraham melepaskan diri dari penyembahan berhala dan kenajisan percabulan/persundalan.

-          Segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan disebut dengan berhala termasuk kebenaran diri sendiri dan kekerasan di hati, disebutlah itu penyembahan berhala.

-          Sedangkan, mabuk anggur perempuan Babel atau disebut kenajisan percabulan = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel

Memang kita harus mabuk anggur namun mabuk anggur yang dimaksud adalah anggur dari Sorga berarti penuh dengan Roh Kudus sehingga kita tetap berada dalam kegiatan Roh itu sendiri, berarti menghargai ibadah dan pelayanan, tidak meninggalkan jam-jam ibadah untuk kelimpahan.

b.       Abraham meninggalkan sanak saudaranya.

Artinya: lepas dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya.

Artinya: rela melepaskan haknya; baik warisan atau milik pusaka, maupun harta dan kekayaan.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Abraham taat terhadap panggilan Allah, lalu ia berangkat, sekalipun ia tidak tahu tempat yang ia tujui.

-          Ayat 4: Lotpun ikut bersama-sama dengan Abraham.

Maksudnya, Lot bersama Abraham karena Lot yang ikut.

-          Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya.

Berarti, terhadap panggilan Allah, Abraham memprioritaskan/mengutamakan nikah. Hal ini menunjukkan Abraham setia terhadap Sarai, isterinya, dari masa mudanya.

 

Kita semua telah dipanggil dan prakteknya kita telah meninggalkan segala sesuatu yang dibelakang, namun terhadap panggilan itu kita harus mengutamakan nikah itulah hubungan kita dengan Tuhan. Jangan sampai kita gagal paham tentang panggilan karena tidak memprioritaskan nikah dan tidak mengutamakan hubungan intim dengan Tuhan di dalam panggilan itu.

 

Kehidupan nikah Abraham dan Sara sesungguhnya itu melambangkan cintanya Tuhan kepada bangsa Israel (umat ketebusan-Nya). Namun, nikah Abraham dan Sara harus melewati ujian sebanyak 2 kali. Jadi, tidak ada nikah yang tidak mengalami ujian, sebagaimana nyanyian Rohani dalam Psallo No. 8.

TUHAN TETAPKAN LANGKAH KAMI

Banyak sandungan yang terjadi

Didalam dunia fana ini

Tiada nikah yang tak teruji

Oleh pengaruh yang tak suci

 

Reff:

Tuhan tetapkan langkah kami

Dalam menempuh jalan suci

Biar firman Tuhan yang menjadi

Wujud yang nyata dalam kami

 

Adapun 2 ujian yang dialami nikah Abraham dan Sara yaitu:

UJIAN PERTAMA: “Ketika Abraham berada di Mesir” (Kisahnya ada di dalam: Kejadian 12:10-20) telah kita bahas.

UJIAN KEDUA: “Sara diambil oleh Abimelekh.”

 

Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengatakan bahwa Sara adalah "saudaranya."

Lagipula Sara memiliki paras cantik tentu saja menggoda hati Abimelekh, sebagaimana yang diakui oleh Abraham sendiri di dalam Kejadian 12:11.

 

Berbahagialah seorang suami yang memiliki isteri dengan paras yang cantik, namun paras cantik disini bukanlah secara jasmaniah melainkan bicara soal paras secara rohani, sedangkan di Alkitab dikatakan di dalam Amsal 31:30, “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia ...”

Jadi Sara bukan hanya cantik secara jasmaniah namun ia juga memiliki kecantikan secara rohani maka pujian itu keluar dari mulut suami (Abraham). Saya berharap kiranya puji-pujian semacam ini terlontar dari mulut Tuhan kepada kita.

Percayalah puji-pujian itu tidak perlu dipaksa dari Tuhan asalkan kita benar-benar berparas cantik rohani. Demikian juga suami yang jujur tidak perlu diminta maka dia pasti akan memuji isterinya.

 

Pada ujian pertama, ketika Abraham di Mesir, Firaun mengambil Sara.

Mesir gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada didalamnya. Sedangkan, Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS. Satu kali antikris akan menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia.

 

Matius 20:25

(20:25) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

 

Ketika antikris memerintah atas dunia:

-          Ia memerintah dengan tangan besi.

-          Menjalankan kuasa dengan keras.

Berbanding terbalik ketika kita berada dalam kekuasaan Tuhan, ketika Tuhan menjadi Raja atas kehidupan kita, kita bisa merasakan suatu kebahagiaan suatu kenikmatan yang luar biasa disertai dengan damai sejahtera.

Oleh sebab itu, jangan kita mengartikan kasih Tuhan itu dengan arti yang negatif, sekalipun harus sangkal diri dan pikul salib, sebab kelak akan menghasilkan suatu kebahagiaan.

Maka, izinkan Tuhan menjadi raja atas kita, sehingga kita bisa merasakan suatu kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa di dalam menjalankan hidup sehari-hari, menjalankan nikah rumah tangga, termasuk menjalankan ibadah dan pelayanan.

 

Matius 24:21 -- Perikop: "Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu."

(24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

 

Pada saat antikris menjadi raja akan terjadi SIKSAAN YANG DAHSYAT seperti yang belum pernah terjadi. Oleh karena siksaan itu dahsyat, maka kepada antikris diberikan julukan sebagai PEMBINASA KEJI ... Matius 24:15.

 

Dalam kitab Daniel kita akan menemukan kata PEMBINASA KEJI sebanyak 3 kali.

YANG PERTAMA.

Daniel 9:27

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan.

Singkatnya, antikris disebut PEMBINASA KEJI, sebab ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan, tepatnya pada pertengan tujuh masa (3,5 tahun yang kedua), sebab antikris memerintah di atas muka bumi ini selama tujuh tahun.

 

YANG KEDUA

Daniel 11:31

(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.

 

Tentara antikris akan muncul, pekerjaanya:

a.       Menajiskan tempat kudus.

Prakteknya: Ajaran prosperity atau ajaran kemakmuran/kejayaan/keberhasilan akan dibawa masuk ke dalam rumah Tuhan.

Dampak dari ajaran prosperity: Umat Tuhan menolak ajaran salib = MENOLAK PENYUCIAN.

Jika seseorang menolak penyucian berarti tetap berada dalam dosa, (tidak mengalami keubahan), sehingga kedudukannya berada di tempat yang lama. Padahal salib adalah jalan, kebenaran, dan hidup, berarti bergerak maju membawa perubahan dalam hidup.

Perlu untuk diketahui: Tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melalui YESUS, sebab Yesus adalah kebangkitan dan hidup ... Yohanes 14:6.

 

Berarti ajaran prosperity tidak sanggup membawa seseorang sampai kepada Bapa di Sorga. Orang Kristen sekalipun dia adalah orang yang sukses atau berhasil di muka bumi ini, bahkan memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi, tetapi jika dia menolak jalan salib/menolak penyucian maka orang seperti ini tidak akan sampai kepada Bapa di Sorga. Oleh sebab itu, sadarilah bahwa yang benar hanyalah Tuhan dan salib-Nya, kita tidak boleh mengukur kehidupan kita sebagai orang benar menurut pengertian sendiri.

 

Yohanes 11:25

(11:25) Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (11:26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

 

Jangan membenarkan diri sendiri dengan pengertian sendiri, sebab pengertian manusia terbatas membawa seseorang masuk dalam kerajaan Sorga. Sebab, pikiran manusia bisa timbul dan didorong oleh panas hati.

Biarlah kita menaruh pikiran dan perasaan dalam Kristus Yesus di dalam hal hidup bersama, di dalam hal hidup nikah, di dalam hal hidup dalam kandang penggembalaan, agar kita menjadi contoh dan teladan, menjadi garam dan terang dimanapun kita berada. Pelita tidak boleh ditaruh di bawah gantang, tetapi pelita harus ditaruh di atas kaki dian supaya dapat menerangi seisi rumah. Itulah Roh Mempelai. Gantang = ukuran / takaran sendiri.

Yesus adalah kebangkitan dan hidup, maka percayalah pada jalan salib.

 

b.       Menghapuskan korban sehari-hari, yaitu korban sembelihan dan korban santapan.

-          Korban sembelihan 🡪 Ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri dan pikul salib sampai berdarah-darah.

-          Korban santapan 🡪 Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, antara lain:

1.    Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh Kudus. Di dalam Mazmur 119:130, “Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”

2.    Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, berkuasa untuk membawa kita masuk dalam kegerakan yang besar itulah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna disebut Mempelai Tuhan yang sempurna.

Keduanya (korban santapan dan korban sembelihan) disebut juga INJIL KERAJAAN = Ajaran sehat.

 

Apabila Injil Kerajaan (korban sehari-hari) DIHAPUS maka di dalam rumah Tuhan hanya ada: INJIL KESELAMATAN, disebut juga:

-       Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus (Ibrani 6:1).

-       Soal-soal pokok iman (1 Timotius 4:6).

Adapun isi pokok Injil Keselamatan: Percaya, bertobat, dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus.

Jika dikaitkan dengan pola Kerajaan Sorga semuanya berada di daerah HALAMAN

-       Percaya terkena kepada PINTU GERBANG.

-       Bertobat terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.

-       Dibaptis terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN.

-       Dipenuhkan dengan Roh Kudus terkena kepada PINTU KEMAH.

Kita butuh penginjilan dan kesembuhan tetapi antusiasnya tidak boleh sampai di situ, harus beralih kepada perkembangannya yang penuh. Namun maunya setan antusias gereja Tuhan hanya sampai percaya, bertobat, dibaptis, dan dipenuhkan Roh Kudus, itu sebabnya setan menghapuskan korban santapan dan korban sembelihan dari dalam rumah Tuhan.

 

Jadi yang benar dari asas-asas pertama, kita harus beralih kepada perkembangannya yang penuh, sesuai Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga kita dikristalkan/dimempelaikan oleh Tuhan, sesuai dengan Wahyu 21:9-11.

Kristal = Transparan, berarti bagian luar dan dalam sama, tidak ada yang ditutupi, itulah kuasa dari pengajaran Mempelai, yang rahasianya dibukakan.

 

c.       Menegakkan kekejian yang membinasakan.

 

Contoh: kekejian ditegakkan di dalam rumah Tuhan.

Ulangan 25:13-15 -- Perikop: "Sukatan dan timbangan yang benar."

(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. (25:15) Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

 

Dua macam batu timbangan dan dua macam efa merupakan KEKEJIAN bagi Tuhan.

Maksudnya:

-       Untuk lahiriah menggunakan batu timbangan yang besar, tetapi untuk ibadah pelayanan sekaligus mendengar Firman Allah menggunakan batu timbangan kecil = Perbuatan CURANG.

-       Untuk perkara dunia dengan segala sesuatu yang ada didalamnya menggunakan efa yang besar, tetapi untuk ibadah pelayanan termasuk mendengarkan firman Allah menggunakan efa kecil = Perbuatan CURANG.

 

Banyak orang Kristen berlaku keji namun mencekam langkah-langkahnya, untuk datang beribadah. Padahal Tuhan bermaksud mulia yaitu supaya kita kelak bahagia selama-lamanya bersama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga. Maka, jangan kita merasa benar padahal kita berlaku keji di hadapan Allah.

 

Amos 8:5 -- Perikop: "Peringatan terhadap orang yang mengisap sesamanya."

(8:5) dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

 

Mengecilkan efa dan membesarkan syikal, ini adalah perbuatan curang dengan neraca palsu dan ini adalah kekejian.

-          Efa adalah takaran untuk Firman.

-          Syikal adalah ukuran untuk uang.

 

YANG KETIGA.

Daniel 12:11 -- Perikop: "Akhir zaman."

(12:11) Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.

 

Pembinasa keji menghentikan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan. Namun ketika korban sehari-hari dihentikan yang ditegakkan adalah dewa-dewa kekejian.

Menegakkan dewa-dewa kekejian, artinya: Dasar bangunan dari gereja Tuhan adalah dewa-dewa kekejian, bukan lagi korban Kristus atau korban sehari-hari.

 

Semestinya ajaran salib atau korban Kristus yang harus ditegakkan di setiap pertemuan ibadah supaya hidup rohani kita sebagai rumah Tuhan tegak dihadapan Tuhan.

 

Matius 7:24-25 -- Perikop: "Dua macam dasar."

(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

 

Semestinya Pengajaran Salib / korban sehari-hari harus ditegakkan di dalam rumah Tuhan, sebagai rumah Tuhan (hidup rohani kita) tegak untuk selama-lamanya.

 

Matius 7:26-27

(7:26) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. (7:27) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

 

Mendengarkan firman Allah tetapi tidak melakukannya = Orang bodoh.

Ciri-ciri orang bodoh: Mendirikan rumahnya di atas pasir 🡪 Hawa nafsu dan keinginan daging, terhubung dengan dewa-dewa kekejian, di dalam rumahnya (hidup rohaninya) ada dua macam batu timbangan dan ada dua macam efa, inilah dasar bangunannya.

 

Kemudian ketika menghadapi 3 jenis ujian:

-          Turunlah hujan  = Ujian dari atas 🡪 naga.

-          Datanglah banjir = Ujian dari antikris saat antikris menjadi raja.

-          Angin melanda = Ajaran palsu dari nabi-nabi palsu.

Akibatnya; rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya = Binasalah seluruh kehidupannya.

 

Jangan kita salah membangun kehidupan kita sebab, jika dibangun di atas kekejian, dibangun di atas pasir, dibangun di atas kecurangan, ketika menghadapi 3 jenis ujian akan rubuh dan hebat kerusakannya; rusak hidupnya, rusak nikahnya, dan merusak kebiasaan baik.

Oleh sebab itu, tidak rugi kita menghargai korban sehari-hari di tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan. Kiranya kita semua ditegakkan di atas korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan, sehingga sanggup menghadapi tiga jenis ujian.

 

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Seakan-akan Sara tidak memiliki suami, oleh sebab itu Abimelekh, raja Gerar, mengambil Sara.

Demikian juga nanti dunia termasuk antikris menganggap seakan-akan gereja Tuhan bukan miliknya Tuhan.

 

Pada ayat 3 ada kata "waktu malam" = Masa kegelapan 🡪 7 masa atau 7 tahun, dimana antikris berkuasa di atas muka bumi ini.

Adapun 7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 bagian:

-          3,5 tahun yang pertama.

Suasananya: Dalam keadaan SULIT namun orang Kristen masih bisa beribadah.

Tandanya: Harga Firman Allah sangat mahal, "... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar" (Wahyu 6:6).

-          3,5 tahun yang kedua.

Korban sehari-hari sudah disingkirkan itulah korban sembelihan dan korban santapan, sebab pembinasa keji menegakkan dewa-dewa kekejian.

Suasananya: Berada dalam puncak gelap malam. Tandanya: Tidak ada lagi aktifitas saat gelap malam seperti yang terjadi di Mesir sebagai tulah yang kesembilan.

 

Keluaran 10:21-23

(10:21) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu." (10:22) Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (10:23) Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

 

Suasana puncak gelap malam:

  1. Tidak ada orang yang dapat melihat temannya. Artinya: Tidak hidup dalam kasih.

Jika seorang isteri tidak merasakan kasih dari seorang suami, dan seorang suami tidak merasakan kasih dari isteri, itu sangat sakit, itulah yang terjadi ketika gelap malam meliputi dunia ini, bahkan orang dapat meraba gelap malam itu.

 

  1. Tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya. Artinya: Tidak ada lagi kegiatan Roh itulah ibadah pelayanan sebagai suasana kebangkitan.

Itulah yang terjadi ketika gelap malam meliputi dunia ini, penderitaan sangat dirasakan oleh banyak orang. Kita tidak dapat berkata dan meminta kepada Tuhan untuk memutar waktu lalu berkata “aku mau berubah”, sebab waktu tetap berjalan dan rencana Tuhan harus digenapi, kita tidak dapat menunda rencana Tuhan dengan ego dan kepentingan kita.

Waktu ini memang harus dipercepat karena Tuhan sangat memperhatikan umat ketebusanNya, sebab jika tidak dipercepat banyak yang akan binasa, dan Tuhan tidak peduli dengan keinginan dan kepentingan manusia yang bodoh tetapi Tuhan memperhatikan orang-orang kudusnya ... Matius 24:22.

 

JALAN KELUAR.

Matius 24:15-18 -- Perikop: "Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu."

(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- (24:16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. (24:17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, (24:18) dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

 

Untuk mampu melewati puncak gelap malam harus memperhatikan 3 hal:

-          Orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Artinya: Ibadah harus berada pada tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan.

Sedangkan, Yudea = Kerohanian yang masih kanak-kanak. Oleh sebab itu, jangan rohani stuck atau berjalan di tempat, tetapi harus cepat berlari.

-          Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya.

Artinya: Ketika kerohanian kita di atas atau sudah diubahkan yaitu menjadi kehidupan yang taat, setia, dan dengar-dengaran, jangan kita turun karena perkara di bawah. Jadi orang yang melayani Tuhan namun turun karena perkara lahiriah maka sangat berbahaya.

-          Orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

Artinya: Orang yang berada di ladang Tuhan itulah kegiatan Roh jangan kembali ke tabiat lama.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment