IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 09 APRIL 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 35)
Subtema: HIKMAT SALIB LAH SAUDARA KU
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut
bergabung lewat online/live streaming/video internet, baik lewat
Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan. Kiranya damai
sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita saat kita duduk diam mendengarkan sabda
Allah sehingga tidak ada satupun pemberitaan dari Firman Tuhan yang terlewatkan
di malam ini, dan kiranya firman itu betul-betul berkuasa untuk menyucikan dan
membentuk kehidupan kita untuk menghadapi kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja
dan Mempelai Pria Sorga.
Mari
kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah
Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, kita masih berada pada Maleakhi
2:15 dan malam ini merupakan seri ke-35.
Maleakhi
2:15
(2:15) Bukankah Allah
yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Allah
memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan
dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI yaitu
yang lahir dari benih Ilahi itulah Firman Allah, Roh Allah, dan kasih Allah.
Namun
untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman:
a.
Jagalah dirimu!
b.
Dan janganlah orang tidak setia
terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita
akan melanjutkan pembahasan tentang:
JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA
MUDANYA (Bagian 4).
Intinya:
Tuhan menuntut kesetiaan dari seorang suami terhadap isterinya dan kesetiaan
itu sudah terjadi dari sejak masa mudanya hingga masa tuanya (maut memisahkan).
Kesetiaan
seorang suami dari masa mudanya kita akan belajar dari Pribadi Abraham.
Yesaya
51:2A
(51:2) Pandanglah
Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
“Pandanglah Abraham, sebagai bapa leluhur kita.”
Singkat
kata, Abraham adalah sosok/figur suami yang BENAR dan SETIA, dengan demikian ia
layak menjadi teladan dan diteladani oleh setiap suami-suami
Yesaya
51:2B
(51:2) Pandanglah
Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang
diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak
dia.
Allah
memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu
orang menjadi banyak.
-
Satu orang 🡪 Pribadi Abraham.
-
Diberkati dan banyak 🡪 Umat Israel.
Kita
akan melihat kisah ketika Allah memanggil Abraham.
Kejadian
12:1-3 -- Perikop: "Abram dipanggil Allah"
(12:1)
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa
yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang
memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu
semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Allah
memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak.
Menjadi
bangsa yang besar = Memperbanyak dan memberkati.
Sedangkan,
dari pihak Abraham: TAAT pada panggilan Allah.
Prakteknya:
a. Abraham pergi dari negeri orang Kasdim.
Artinya: Abraham melepaskan diri dari
penyembahan berhala dan kenajisan percabulan/persundalan.
-
Segala sesuatu yang
melebihi dari Tuhan disebut dengan berhala termasuk kebenaran diri sendiri dan
kekerasan di hati, disebutlah itu penyembahan berhala.
-
Sedangkan, mabuk anggur
perempuan Babel atau disebut kenajisan percabulan = Kaya oleh kelimpahan hawa
nafsu perempuan Babel
Memang kita harus mabuk anggur namun mabuk
anggur yang dimaksud adalah anggur dari Sorga berarti penuh dengan Roh Kudus
sehingga kita tetap berada dalam kegiatan Roh itu sendiri, berarti menghargai
ibadah dan pelayanan, tidak meninggalkan jam-jam ibadah untuk kelimpahan.
b. Abraham meninggalkan sanak saudaranya.
Artinya: lepas dari dari tabiat daging dengan
segala hawa nafsu dan keinginannya.
c. Abraham meninggalkan rumah bapanya.
Artinya: rela melepaskan haknya; baik
warisan atau milik pusaka, maupun harta dan kekayaan.
Kejadian
12:4-5
(12:4) Lalu
pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut
bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia
berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot,
anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang
yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu
sampai di situ.
Abraham taat terhadap panggilan Allah, lalu ia berangkat, sekalipun ia tidak tahu tempat yang ia
tujui.
-
Ayat 4: Lotpun ikut bersama-sama dengan Abraham.
Maksudnya, Lot bersama Abraham karena Lot yang
ikut.
-
Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya.
Berarti, terhadap panggilan Allah, Abraham
memprioritaskan/mengutamakan nikah. Hal ini menunjukkan Abraham setia
terhadap Sarai, isterinya, dari masa mudanya.
Kita
semua telah dipanggil dan prakteknya kita telah meninggalkan segala sesuatu
yang dibelakang, namun terhadap panggilan itu kita harus mengutamakan nikah
itulah hubungan kita dengan Tuhan. Jangan sampai kita gagal paham tentang
panggilan karena tidak memprioritaskan nikah dan tidak mengutamakan hubungan
intim dengan Tuhan di dalam panggilan itu.
Kehidupan
nikah Abraham dan Sara sesungguhnya itu melambangkan cintanya Tuhan kepada
bangsa Israel (umat ketebusan-Nya). Namun, nikah Abraham dan Sara harus
melewati ujian sebanyak 2 kali. Jadi, tidak ada nikah yang tidak mengalami
ujian, sebagaimana nyanyian Rohani dalam Psallo No. 8.
TUHAN TETAPKAN LANGKAH KAMI
Banyak sandungan yang terjadi
Didalam dunia fana ini
Tiada nikah yang tak teruji
Oleh pengaruh yang tak suci
Reff:
Tuhan tetapkan langkah kami
Dalam menempuh jalan suci
Biar firman Tuhan yang menjadi
Wujud yang nyata dalam kami
Adapun
2 ujian yang dialami nikah Abraham dan Sara yaitu:
UJIAN
PERTAMA: “Ketika Abraham berada di Mesir” (Kisahnya ada di dalam: Kejadian
12:10-20) telah kita bahas.
UJIAN
KEDUA: “Sara diambil oleh Abimelekh.”
Kejadian
20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."
(20:2) Oleh karena
Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku,"
maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Abimelekh
mengambil Sara karena Abraham mengatakan bahwa Sara adalah "saudaranya."
Lagipula
Sara memiliki paras cantik tentu saja menggoda hati Abimelekh, sebagaimana yang
diakui oleh Abraham sendiri di dalam Kejadian 12:11.
Berbahagialah
seorang suami yang memiliki isteri dengan paras yang cantik, namun paras cantik
disini bukanlah secara jasmaniah melainkan bicara soal paras secara rohani,
sedangkan di Alkitab dikatakan di dalam Amsal 31:30, “Kemolekan
adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia ...”
Jadi
Sara bukan hanya cantik secara jasmaniah namun ia juga memiliki kecantikan
secara rohani maka pujian itu keluar dari mulut suami (Abraham). Saya berharap
kiranya puji-pujian semacam ini terlontar dari mulut Tuhan kepada kita.
Percayalah
puji-pujian itu tidak perlu dipaksa dari Tuhan asalkan kita benar-benar
berparas cantik rohani. Demikian juga suami yang jujur tidak perlu diminta maka
dia pasti akan memuji isterinya.
Pada
ujian pertama, ketika Abraham di Mesir, Firaun mengambil Sara.
Mesir
gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada didalamnya. Sedangkan,
Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS. Satu kali antikris
akan menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia.
Matius
20:25
(20:25) Tetapi
Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah
bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar
menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Ketika
antikris memerintah atas dunia:
-
Ia memerintah dengan tangan
besi.
-
Menjalankan kuasa dengan
keras.
Berbanding
terbalik ketika kita berada dalam kekuasaan Tuhan, ketika Tuhan menjadi Raja
atas kehidupan kita, kita bisa merasakan suatu kebahagiaan suatu kenikmatan
yang luar biasa disertai dengan damai sejahtera.
Oleh
sebab itu, jangan kita mengartikan kasih Tuhan itu dengan arti yang negatif,
sekalipun harus sangkal diri dan pikul salib, sebab kelak akan menghasilkan
suatu kebahagiaan.
Maka,
izinkan Tuhan menjadi raja atas kita, sehingga kita bisa merasakan suatu
kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa di dalam menjalankan hidup
sehari-hari, menjalankan nikah rumah tangga, termasuk menjalankan ibadah dan
pelayanan.
Matius
24:21 -- Perikop: "Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu."
(24:21) Sebab pada
masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah
terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Pada
saat antikris menjadi raja akan terjadi SIKSAAN YANG DAHSYAT seperti yang belum
pernah terjadi. Oleh karena siksaan itu dahsyat, maka kepada antikris diberikan
julukan sebagai PEMBINASA KEJI ... Matius 24:15.
Dalam
kitab Daniel kita akan menemukan kata PEMBINASA KEJI sebanyak 3 kali.
YANG
PERTAMA.
Daniel
9:27
(9:27) Raja itu
akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali
tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban
sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang
membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang
membinasakan itu."
Di
atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan.
Singkatnya,
antikris disebut PEMBINASA KEJI, sebab ia akan menghentikan korban
sembelihan dan korban santapan, tepatnya pada pertengan tujuh masa (3,5
tahun yang kedua), sebab antikris memerintah di atas muka bumi ini selama tujuh
tahun.
YANG
KEDUA
Daniel
11:31
(11:31) Tentaranya
akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu,
menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.
Tentara
antikris akan muncul, pekerjaanya:
a. Menajiskan tempat kudus.
Prakteknya: Ajaran prosperity atau ajaran
kemakmuran/kejayaan/keberhasilan akan dibawa masuk ke dalam rumah Tuhan.
Dampak dari ajaran prosperity: Umat Tuhan
menolak ajaran salib = MENOLAK PENYUCIAN.
Jika seseorang menolak penyucian berarti tetap
berada dalam dosa, (tidak mengalami keubahan), sehingga kedudukannya berada di
tempat yang lama. Padahal salib adalah jalan, kebenaran, dan hidup,
berarti bergerak maju membawa perubahan dalam hidup.
Perlu untuk diketahui: Tidak ada yang sampai
kepada Bapa tanpa melalui YESUS, sebab Yesus adalah kebangkitan dan hidup ... Yohanes
14:6.
Berarti ajaran prosperity tidak sanggup
membawa seseorang sampai kepada Bapa di Sorga. Orang Kristen sekalipun dia
adalah orang yang sukses atau berhasil di muka bumi ini, bahkan memiliki
kedudukan dan jabatan yang tinggi, tetapi jika dia menolak jalan salib/menolak
penyucian maka orang seperti ini tidak akan sampai kepada Bapa di Sorga. Oleh
sebab itu, sadarilah bahwa yang benar hanyalah Tuhan dan salib-Nya, kita tidak
boleh mengukur kehidupan kita sebagai orang benar menurut pengertian sendiri.
Yohanes 11:25
(11:25) Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup;
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (11:26)
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati
selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Jangan membenarkan diri sendiri dengan
pengertian sendiri, sebab pengertian manusia terbatas membawa seseorang masuk
dalam kerajaan Sorga. Sebab, pikiran manusia bisa timbul dan didorong oleh
panas hati.
Biarlah kita menaruh pikiran dan perasaan dalam
Kristus Yesus di dalam hal hidup bersama, di dalam hal hidup nikah, di dalam
hal hidup dalam kandang penggembalaan, agar kita menjadi contoh dan teladan,
menjadi garam dan terang dimanapun kita berada. Pelita tidak boleh ditaruh di
bawah gantang, tetapi pelita harus ditaruh di atas kaki dian supaya dapat
menerangi seisi rumah. Itulah Roh Mempelai. Gantang = ukuran / takaran sendiri.
Yesus adalah kebangkitan dan hidup, maka
percayalah pada jalan salib.
b. Menghapuskan korban sehari-hari, yaitu korban sembelihan dan korban
santapan.
-
Korban sembelihan 🡪 Ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal
diri dan pikul salib sampai berdarah-darah.
-
Korban santapan 🡪 Pengajaran Firman Allah yang benar dan murni, antara lain:
1. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan
dalam terangnya Roh Kudus. Di dalam Mazmur 119:130, “Bila tersingkap,
firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada
orang-orang bodoh.”
2. Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel, berkuasa untuk membawa kita masuk dalam kegerakan yang besar itulah
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna disebut Mempelai Tuhan yang sempurna.
Keduanya (korban santapan dan korban sembelihan) disebut
juga INJIL KERAJAAN = Ajaran sehat.
Apabila Injil Kerajaan (korban sehari-hari) DIHAPUS maka di
dalam rumah Tuhan hanya ada: INJIL KESELAMATAN, disebut juga:
- Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus (Ibrani
6:1).
- Soal-soal pokok iman (1 Timotius 4:6).
Adapun isi pokok Injil Keselamatan: Percaya, bertobat,
dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus.
Jika dikaitkan dengan pola Kerajaan Sorga semuanya berada di
daerah HALAMAN
- Percaya terkena kepada PINTU GERBANG.
- Bertobat terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
- Dibaptis terkena kepada KOLAM PEMBASUHAN.
- Dipenuhkan dengan Roh Kudus terkena kepada PINTU KEMAH.
Kita butuh penginjilan dan kesembuhan tetapi antusiasnya
tidak boleh sampai di situ, harus beralih kepada perkembangannya yang penuh.
Namun maunya setan antusias gereja Tuhan hanya sampai percaya, bertobat,
dibaptis, dan dipenuhkan Roh Kudus, itu sebabnya setan menghapuskan korban
santapan dan korban sembelihan dari dalam rumah Tuhan.
Jadi yang benar dari asas-asas pertama, kita harus beralih
kepada perkembangannya yang penuh, sesuai Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel, sehingga kita dikristalkan/dimempelaikan oleh Tuhan, sesuai dengan Wahyu
21:9-11.
Kristal = Transparan, berarti bagian luar
dan dalam sama, tidak ada yang ditutupi, itulah kuasa dari pengajaran Mempelai,
yang rahasianya dibukakan.
c. Menegakkan kekejian yang membinasakan.
Contoh: kekejian ditegakkan di dalam rumah Tuhan.
Ulangan 25:13-15 -- Perikop: "Sukatan
dan timbangan yang benar."
(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu
timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada di dalam
rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil. (25:15)
Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa
yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu
oleh TUHAN, Allahmu.
Dua macam batu timbangan dan dua macam efa merupakan KEKEJIAN bagi
Tuhan.
Maksudnya:
-
Untuk lahiriah
menggunakan batu timbangan yang besar, tetapi untuk ibadah pelayanan sekaligus
mendengar Firman Allah menggunakan batu timbangan kecil = Perbuatan CURANG.
-
Untuk perkara dunia
dengan segala sesuatu yang ada didalamnya menggunakan efa yang besar, tetapi
untuk ibadah pelayanan termasuk mendengarkan
firman Allah menggunakan efa kecil = Perbuatan CURANG.
Banyak orang Kristen berlaku keji namun mencekam
langkah-langkahnya, untuk datang beribadah. Padahal Tuhan bermaksud mulia yaitu
supaya kita kelak bahagia selama-lamanya bersama dengan Dia di dalam Kerajaan
Sorga. Maka, jangan kita merasa benar padahal kita berlaku keji di hadapan
Allah.
Amos 8:5 -- Perikop: "Peringatan terhadap orang
yang mengisap sesamanya."
(8:5) dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita
boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh
menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat
curang dengan neraca palsu,
Mengecilkan efa dan membesarkan syikal, ini
adalah perbuatan curang dengan neraca palsu dan ini adalah kekejian.
-
Efa adalah takaran untuk
Firman.
-
Syikal adalah ukuran
untuk uang.
YANG
KETIGA.
Daniel
12:11 -- Perikop: "Akhir zaman."
(12:11) Sejak dihentikan
korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang
membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.
Pembinasa
keji menghentikan korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban
santapan. Namun ketika korban sehari-hari dihentikan yang ditegakkan adalah
dewa-dewa kekejian.
Menegakkan
dewa-dewa kekejian, artinya: Dasar bangunan dari gereja Tuhan adalah dewa-dewa
kekejian, bukan lagi korban Kristus atau korban sehari-hari.
Semestinya
ajaran salib atau korban Kristus yang harus ditegakkan di setiap pertemuan
ibadah supaya hidup rohani kita sebagai rumah Tuhan tegak dihadapan Tuhan.
Matius
7:24-25 -- Perikop: "Dua macam dasar."
(7:24) "Setiap
orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang
yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (7:25) Kemudian
turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah
itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Semestinya
Pengajaran Salib / korban sehari-hari harus ditegakkan di dalam rumah Tuhan,
sebagai rumah Tuhan (hidup rohani kita) tegak untuk selama-lamanya.
Matius
7:26-27
(7:26) Tetapi
setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama
dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. (7:27)
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu,
sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
Mendengarkan
firman Allah tetapi tidak melakukannya = Orang bodoh.
Ciri-ciri orang bodoh:
Mendirikan rumahnya di atas pasir 🡪 Hawa nafsu dan keinginan daging, terhubung dengan dewa-dewa
kekejian, di dalam rumahnya (hidup rohaninya) ada dua macam batu timbangan
dan ada dua macam efa, inilah dasar bangunannya.
Kemudian
ketika menghadapi 3 jenis ujian:
-
Turunlah hujan = Ujian dari atas 🡪 naga.
-
Datanglah banjir
= Ujian dari antikris saat antikris menjadi raja.
-
Angin melanda = Ajaran palsu dari nabi-nabi palsu.
Akibatnya;
rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya = Binasalah seluruh kehidupannya.
Jangan
kita salah membangun kehidupan kita sebab, jika dibangun di atas kekejian,
dibangun di atas pasir, dibangun di atas kecurangan, ketika
menghadapi 3 jenis ujian akan rubuh dan hebat kerusakannya; rusak hidupnya,
rusak nikahnya, dan merusak kebiasaan baik.
Oleh
sebab itu, tidak rugi kita menghargai korban sehari-hari di tengah ibadah
pelayanan yang Tuhan percayakan. Kiranya kita semua ditegakkan di atas korban
sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan, sehingga sanggup
menghadapi tiga jenis ujian.
Kejadian
20:3
(20:3) Tetapi pada
waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta
berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah
kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
Seakan-akan
Sara tidak memiliki suami, oleh sebab itu Abimelekh, raja Gerar, mengambil
Sara.
Demikian
juga nanti dunia termasuk antikris menganggap seakan-akan gereja Tuhan bukan
miliknya Tuhan.
Pada
ayat 3 ada kata "waktu malam" = Masa kegelapan 🡪 7 masa atau
7 tahun, dimana antikris berkuasa di atas muka bumi ini.
Adapun
7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 bagian:
-
3,5 tahun yang pertama.
Suasananya: Dalam keadaan SULIT namun orang Kristen masih bisa beribadah.
Tandanya: Harga Firman Allah sangat mahal, "...
secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar" (Wahyu 6:6).
-
3,5 tahun yang kedua.
Korban sehari-hari sudah disingkirkan itulah
korban sembelihan dan korban santapan, sebab pembinasa keji menegakkan
dewa-dewa kekejian.
Suasananya: Berada dalam puncak gelap malam.
Tandanya: Tidak ada lagi aktifitas saat gelap malam seperti yang terjadi di
Mesir sebagai tulah yang kesembilan.
Keluaran 10:21-23
(10:21) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke
langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba
gelap itu." (10:22) Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan
datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (10:23) Tidak
ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat
bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada
terang di tempat kediamannya.
Suasana puncak gelap malam:
- Tidak ada orang yang dapat
melihat temannya. Artinya: Tidak hidup dalam
kasih.
Jika seorang isteri tidak merasakan kasih dari
seorang suami, dan seorang suami tidak merasakan kasih dari isteri, itu sangat
sakit, itulah yang terjadi ketika gelap malam meliputi dunia ini, bahkan orang
dapat meraba gelap malam itu.
- Tidak ada orang yang dapat
bangun dari tempatnya. Artinya: Tidak ada lagi
kegiatan Roh itulah ibadah pelayanan sebagai suasana
kebangkitan.
Itulah
yang terjadi ketika gelap malam meliputi dunia ini, penderitaan sangat
dirasakan oleh banyak orang. Kita tidak dapat berkata dan meminta kepada Tuhan
untuk memutar waktu lalu berkata “aku mau berubah”, sebab waktu tetap berjalan
dan rencana Tuhan harus digenapi, kita tidak dapat menunda rencana Tuhan dengan
ego dan kepentingan kita.
Waktu
ini memang harus dipercepat karena Tuhan sangat memperhatikan umat
ketebusanNya, sebab jika tidak dipercepat banyak yang akan binasa, dan Tuhan
tidak peduli dengan keinginan dan kepentingan manusia yang bodoh tetapi Tuhan
memperhatikan orang-orang kudusnya ... Matius 24:22.
JALAN
KELUAR.
Matius
24:15-18 -- Perikop: "Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu."
(24:15) "Jadi
apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman
yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --
(24:16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke
pegunungan. (24:17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah
janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, (24:18)
dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil
pakaiannya.
Untuk
mampu melewati puncak gelap malam harus memperhatikan 3 hal:
-
Orang-orang yang di
Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Artinya: Ibadah harus berada pada tingkat
ibadah tertinggi itulah doa penyembahan.
Sedangkan, Yudea = Kerohanian yang masih
kanak-kanak. Oleh sebab itu, jangan rohani stuck atau berjalan di tempat,
tetapi harus cepat berlari.
-
Orang yang sedang di
peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang
dari rumahnya.
Artinya: Ketika kerohanian kita di atas atau
sudah diubahkan yaitu menjadi kehidupan yang taat, setia, dan
dengar-dengaran, jangan kita turun karena perkara di bawah. Jadi orang
yang melayani Tuhan namun turun karena perkara lahiriah maka sangat berbahaya.
-
Orang yang sedang di
ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
Artinya:
Orang yang berada di ladang Tuhan itulah kegiatan Roh jangan kembali
ke tabiat lama.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment