KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, April 25, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 16 APRIL 2026

 


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 16 APRIL 2026

 

MALEAKHI 2:15

(Seri: 36)

 

Subtema: 7 TAHUN KEGELAPAN

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

Doa dan harapan kami TUHAN bertakhta di hati kita sehingga kita boleh merasakan damai sejahtera, sukacita saat duduk diam mendengarkan Firman TUHAN di kaki TUHAN

 

Mari kita sambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan hati TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Maleakhi 2:15 dan malam ini merupakan seri ke-36.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

ALLAH memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI yaitu anak-anak yang lahir dari benih Ilahi.

 

Namun untuk mencapai keturunan Ilahi, ALLAH berFirman:

a.       Jagalah dirimu!

b.      Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDANYA (Bagian 5).

Intinya: TUHAN menuntut supaya seorang suami setia terhadap isterinya dari masa mudanya (sejak mereka dipersatukan hingga masa tuanya).

 

Kesetiaan seorang suami dari masa mudanya kita akan belajar dari nikah Abraham.

Yesaya 51:2A

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Pandanglah Abraham, bapa leluhur bangsa Israel, juga memandang Sara yang melahirkan umat Israel. Kemudian, dari keturunan Israel ini akan menurunkan Mesias sebagai manusia.

Dengan lahirnya Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia menunjukkan bahwa Abraham adalah sosok/figur suami yang setia. Ayat referensi: Roma 9:5.

 

Yesaya 51:2B

(51:2) Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak dia, berarti dari satu orang menjadi banyak.

-          Satu orang -> Pribadi Abraham.

-          Diberkati dan banyak -> Umat Israel/umat ketebusan TUHAN.

 

Kita akan melihat kisah ketika ALLAH memanggil Abraham.

Kejadian 12:1-3 -- Perikop: "Abram dipanggil ALLAH"

(12:1) BerFirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. (12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 

ALLAH memanggil Abraham, lalu memberkati dan memperbanyak.

-          Menjadi bangsa yang besar = Memperbanyak.

-          Memberkati.

Abraham sendiri TAAT pada panggilan ALLAH.

Prakteknya:

a.       Abraham pergi dari negeri orang Kasdim, artinya: Abraham melepaskan diri dari dosa nenek moyang/dosa kekafiran yaitu penyembahan berhala dan kenajisan percabulan.

-          Segala sesuatu yang melebihi dari TUHAN disebut itu berhala. Contoh: Meninggalkan ibadah karena kesibukan di dunia ini, termasuk kebenaran diri sendiri dan kekerasan di hati itu adalah penyembahan berhala. Biarlah kiranya kebenaran dari ALLAH menjadi bagian kita bersama dalam hidup rumah tangga, dalam ibadah pelayanan kita.

-          Sedangkan, kenajisan percabulan = Kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel

b.      Abraham meninggalkan sanak saudaranya, artinya: lepas dari dari tabiat daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

c.       Abraham meninggalkan rumah bapanya, artinya: rela melepaskan haknya termasuk warisan.

 

Kejadian 12:4-5

(12:4) Lalu pergilah Abram seperti yang diFirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

 

Abraham taat terhadap panggilan ALLAH, lalu ia berangkat, meskipun ia tidak tahu tempat yang ia tujui.

-          Ayat 4: Lotpun ikut bersama-sama dengan Abraham.

Maksudnya, bersama Abraham tetapi karena Lot yang ikut, bukan karena diajak atau dibawa oleh Abraham.

-          Ayat 5: Abram membawa Sarai, isterinya.

Berarti, terhadap panggilan ALLAH, Abraham mengutamakan nikah. Hal ini menunjukkan Abraham setia terhadap Sarai, isterinya, dari masa mudanya, sekalipun Sarai mandul (rahimnya sudah tertutup).

 

Perlu untuk diketahui: Kehidupan nikah Abram dan Sarai melambangkan cintanya TUHAN kepada bangsa Israel (umat-Nya). Namun, perjalanan nikah Abram dan Sarai harus melewati ujian demi ujian untuk membuktikan kemurnian dan kesetiaan Abram sebagai seorang suami. Jadi, tidak ada nikah yang tidak diuji, semua nikah di bumi ini pasti akan melewati gelombang badai dan juga ujian-ujian yang lainnya.

 

Adapun 2 (dua) ujian yang dialami nikah Abraham dan Sara yaitu:

UJIAN PERTAMA: Ketika Abraham berada di Mesir (kisahnya ada di dalam: Kejadian 12:10-20).

Mesir adalah gambaran dari dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

 

UJIAN KEDUA: Sara diambil oleh Abimelekh.

Kejadian 20:2 -- Perikop: "Abraham dan Abimelekh."

(20:2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

 

Abimelekh mengambil Sara karena Abraham mengatakan bahwa Sara adalah "saudaranya."

Menunjukkan bahwa Abimelekh tidak memahami rahasia nikah dan tidak memahami kedalaman hubungan Abraham dan Sara, sebagaimana yang dikatakan pada Kejadian 20:12, “Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.”

 

Perlu untuk diketahui:

-       Mesir adalah gambaran dari dunia ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya, menurut 1 Yohanes 2:16:

1.    Keinginan daging. Hal ini bertolak belakang dengan kebenaran yang berasal dari FIRMAN ALLAH.

2.    Keinginan mata. Hal ini bertolak belakang dengan KASIH DARI SORGA.

3.    Keangkuhan hidup. Hal ini bertolak belakang dengan PEKERJAAN DARI ROH ALLAH YANG SUCI.

Ketiganya bukan berasal dari takhta Sorgawi tetapi berasal dari dunia.

 

-       Sedangkan, Abimelekh, raja Gerar adalah gambaran dari ANTIKRIS.

Satu kali antikris akan menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia. Itu sebabnya, kita sekaliannya harus sungguh-sungguh di dalam hal mengikuti TUHAN, tekunlah 3 macam ibadah pokok, tekunlah dalam jam-jam ibadah, karena itu adalah sarana yang TUHAN berikan untuk kita bisa melewati bukit-bukit pencobaan, gunung-gunung persoalan yang memuncak saat antikris menjadi raja.

 

KAPAN ANTIKRIS MENJADI RAJA?

Kejadian 20:3

(20:3) Tetapi pada waktu malam ALLAH datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berFirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."

 

Pada waktu malam -> 7 tahun penuh antikris menjadi raja dan berkuasa atas seantero dunia.

 

Adapun 7 tahun tersebut dibagi menjadi 2 bagian, antaralain:

YANG PERTAMA: 3,5 tahun pertama = PRA-ANIAYA.

Pada saat itu keadaan sudah semakin sulit namun ibadah dan pelayanan masih dapat berjalan, sehingga pada saat itu Firman ALLAH menjadi sangat mahal yaitu: "... secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar" (Wahyu 6:6).

Gandum -> Firman ALLAH itulah pribadi Yesus yang turun dari Sorga dari ALLAH, dan Ia telah memecah-mecahkan segenap hidupnya di atas kayu salib.

Tiga cupak jelai sedinar, itu adalah Firman ALLAH yang akan diperoleh lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Oleh sebab itu, jangan merusakkan minyak dan anggur.

-       Minyak -> Roh Kudus dan kegiatannya itulah ibadah dan pelayanan.

-       Anggur -> Kasih dari Sorga.

 

YANG KEDUA: 3,5 tahun yang kedua -> PUNCAK GELAP MALAM.

Pada 3,5 tahun yang kedua terjadi aniaya yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi apabila pembinasa keji dimusnahkan di atas muka bumi ini.

Kemudian, pada saat itu korban sehari-hari dirampas yaitu korban sembelihan dan korban santapan.

-          Korban sembelihan -> Ibadah pelayanan yang murni. Prakteknya: Sangkal diri pikul salib sampai berdarah-darah.

Namun pada saat itu ibadah yang murni diganti dengan ibadah fasik berbicara soal keberhasilan, kemakmuran, kemuliaan, kehormatan dan semua yang datang dari dunia.

-          Korban santapan -> Firman Pengajaran yang benar dan murni, yaitu:

1.      Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus.

2.      Firman pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Kuasanya: Gereja TUHAN dikristalkan dan dimempelaikan.

Namun, sangat disayangkan, ketika 3,5 tahun yang kedua antikris merampas korban sehari-hari dan diganti dengan ajaran prosperity (ajaran keberhasilan/kemakmuran/kemuliaan yang datang dari Sorga). Sedangkan, untuk memperoleh kemuliaan dari Sorga datang dari salib, namun salib juga nanti akan dihapuskan.

 

Jika kita sudah menerima pengertian terkait aniaya antikris yang begitu dahsyat maka tentu saja kita harus sungguh-sungguh untuk menyerahkan diri kepada TUHAN, sungguh-sungguh datang beribadah, sungguh-sungguh dalam melayani di tengah ibadah, sungguh-sungguh dalam pengudusan dan penyerahan diri sepenuhnya untuk taat pada kehendak ALLAH saja.

 

Jadi, pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, ketika orang mencari korban sehari-hari tidak akan mendapatkannya, Alkitab memang mengatakan di dalam Matius 7:7, Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Namun, ayat ini tidak akan berlaku lagi pada saat antikris menjadi raja, tepatnya pada saat 3,5 tahun yang kedua karena antikris sudah menghapuskan korban sehari-hari.

 

Oleh sebab itu, kita harus mengerti dan mengenal betul tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah.

Jadi, jangan kita hanya sekedar sebagai orang Kristen, berbuat baik/amal sholeh, lalu berpikir dengan amal sholeh sudah dapat masuk Sorga. Sesungguhnya perbuatan baik/amal sholeh tidak membawa seseorang masuk dalam kerajaan Sorga sebab itu hanya sebatas pengetahuan manusia, tetapi yang membawa kita masuk dalam Kerajaan Sorga adalah SALIB. Itu sebabnya, Yesus harus menderita dan mati di atas kayu salib, karena itu Yesus disebut PENGANTARA antara ALLAH dengan manusia di bumi.

 

Amos 8:11 -- Perikop: “Lapar dan haus.”

(8:11) "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah Firman TUHAN ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan Firman TUHAN.

 

Ada waktunya dunia akan dilanda kelaparan, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN.

Itu sebabnya di atas saya sampaikan, pada saat antikris menjadi raja atas dunia, Matius 7:7 tidak berlaku lagi terkait mencari korban sehari-hari.

 

Amos 8:12

(8:12) Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari Firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

 

Pada saat kelaparan melanda dunia ini orang-orang akan: Mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari Firman TUHAN tetapi mereka tidak mendapatnya lagi.

 

Malam ini oleh karena kemurahan hati TUHAN kita masih diberikan kesempatan untuk mendengarkan Firman ALLAH yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El Kudus, bahkan kita sendiri digembalakan oleh korban sehari-hari itulah korban santapan dan korban sembelihan.

Hal itu bukanlah suatu kebetulan karena TUHAN tahu siapa yang TUHAN mau selamatkan. Namun, terkait keselamatan tidak banyak yang diselamatkan dari atas muka bumi ini, terlalu sedikit. Contohnya pada zaman Henokh yang selamat hanya satu orang yaitu Henokh, pada zaman Nuh yang selamat hanya delapan orang ketika dunia dilanda oleh air bah. Jadi, seandainya dari Banten ada dua puluh orang yang selamat itu sudah bagus, namun menurut saya itu terlalu banyak. Oleh sebab itu, betapa besarnya perjuangan yang harus kita kerahkan untuk TUHAN dalam memperoleh keselamatan itu, maka tidak boleh main-main lagi di hari-hari terakhir ini untuk mengikut TUHAN.

 

-          MENGEMBARA DARI LAUT KE LAUT = Ajaran laut yang diperoleh dari antikris.

Yang ditemukan adalah ajaran prosperity; soal kekayaan, kemakmuran, dan sebagainya / mamon.

-          MENJELAJAH DARI UTARA KE TIMUR = Ajaran darat yang diperoleh dari nabi-nabi palsu yang menyesatkan dan membinasakan.

Jadi, pada saat 3,5 tahun yang kedua tidak akan ditemukan lagi korban sehari-hari tetapi yang ditemukan adalah AJARAN LAUT dan AJARAN DARAT.

 

Amos 8:13-14

(8:13) Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; (8:14) mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi ALLAHmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

 

Orang-orang yang mengembara dan menjelajah pada akhirnya akan REBAH LESU dan TIDAK AKAN BANGKIT-BANGKIT = Binasa.

Sedangkan, yang rebah disini adalah ...

-          Anak-anak dara yang cantik -> Gereja TUHAN yang sedang bertumbuh namun belum dewasa.

-          Anak-anak teruna -> Anak-anak TUHAN yang sudah mulai melayani tetapi belum dewasa.

Yang dianggap layak berperang dan memegang senjata adalah yang berumur dua puluh tahun ke atas.

Inilah yang mengalami nasib yang tidak baik.

 

Nasib kita ditentukan oleh TUHAN dari sejak kita dipanggil oleh TUHAN, tidak ditentukan oleh siapapun. Maka, perhatikanlah semua ini supaya nampak kemajuan rohani kita masing-masing di hadapan TUHAN.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita berlaku bijaksana dari sejak sekarang, dewasa dalam mengambil keputusan, berarti menunjukan sikap dewasa di dalam memperhatikan kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan.

 

Matius 24:15, 21 -- Perikop: “Siksaan yang berat dan mesias-mesias palsu.”

(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut Firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- (24:21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

 

Satu kali pembinasa keji (antikris) akan berdiri di tempat kudus, berarti menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia, disitu akan terjadi suatu aniaya yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi dan belum pernah dilihat manusia sejak awal dunia sampai antikris nanti dimusnahkan.

 

Matius 24:19

(24:19) Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

 

CELAKALAH ibu-ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusukan bayi pada saat antikris menjadi raja.

-          Ibu-ibu yang sedang hamil -> Hamba-hamba TUHAN atau gembala-gembala yang belum lahir baru.

Hamba TUHAN ditahbiskan dan dalam pentahbisan itu dituntut tiga korban binatang yaitu:

1.      Lembu jantan muda, berarti menjadi pendamaian.

2.      Korban domba jantan pertama = Penyerahan diri sepenuh.

3.      Korban domba jantan kedua = Tahbisan sepenuh.

Namun, jika seorang hamba TUHAN tidak mengerti tahbisan, maka itu yang disebut hamba TUHAN yang belum lahir baru meskipun dia sudah dibaptis.

-          Ibu-ibu yang menyusukan bayi -> Hamba-hamba TUHAN atau gembala yang belum dewasa rohani.

Sebab, susu untuk anak-anak, sedangkan makanan keras untuk orang dewasa.

 

Maka, perhatikanlah semua ini, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 24:15, “... para pembaca hendaklah memperhatikannya.” Jadi, seandainya ada diantara kita yang tertinggal maka itu bukan kesalahan TUHAN, sebab TUHAN sudah memberikan banyak pengertian kepada kita, dan TUHAN mau menolong serta menyelamatkan kita semua. TUHAN tidak menghendaki kebinasaan, melainkan untuk beroleh hidup kekal ... 1 Yohanes 3:16.

 

Supaya kita tidak binasa oleh pembinasa keji, maka kita bandingkan hamba-hamba TUHAN yang belum dewasa (ibu-ibu yang hamil dan yang menyusukan bayi) dengan PANGGILAN PAULUS.

1 Tesalonika 2:1-3 -- Perikop: “Pelayanan Paulus di Tesalonika.”

(2:1) Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. (2:2) Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan ALLAH kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil ALLAH kepada kamu dalam perjuangan yang berat. (2:3) Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.

 

Rasul Paulus tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada, sebab kedatangannya ke Asia kecil termasuk mengunjungi jemaat di Tesalonika dia membawa berita Injil, antaralain:

-          INJIL KESELAMATAN, tujuannya supaya bangsa kafir percaya, bertobat, dibaptis, penuh Roh Kudus.

-          INJIL KERAJAAN, tujuannya supaya bangsa kafir menjadi kepenuhan Ilahi yakni menjadi sidang mempelai TUHAN, gereja TUHAN yang sempurna.

Injil Kerajaan -> Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Bukankah kita sejak lahir sudah menjadi seorang Kristen, lalu bertumbuh oleh karena Injil keselamatan tetapi antusias kita tidak boleh berhenti sampai disitu, melainkan harus sampai kepada perkembangan yang penuh lewat Injil Kerajaan itulah Firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel supaya kita dimempelaikan dan dikristalisasikan.

Betapa bahagianya kita malam ini, dahulu kita tidak memahami semua ini, sehingga tapat yang dikatakan Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 2:9, “... Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan ALLAH untuk mereka yang mengasihi Dia.” TUHAN melihat hati sejauh mana kita mengasih Dia, TUHAN tidak melihat bagian luar (casing).

 

Keadaan Rasul Paulus ketika membawakan berita Injil: Mengabaikan kehinaan dan aniaya atau penderitaan yang dialaminya, sebaliknya dia tetap berjuang. Sebab, nasihat yang disampaikan Paulus:

-          Tidak lahir dari kesesatan, berarti Injil yang disampaikan tidak menyesatkan.

-          Tidak lahir dari maksud yang tidak murni. Berarti, Paulus tidak hanya menyampaikan Injil keselamatan tetapi juga menyampaikan Injil Kerajaan yaitu Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, pasti murni.

-          Tidak disertai tipu daya. Berarti, Paulus jujur dan tulus di tengah ia memberitakan berita Injil kepada jemaat di Tesalonika termasuk kepada jemaat yang ada di Asia kecil.

 

Dari ayat 1 sampai ayat 3 jika kita bandingan Paulus di tengah panggilannya dengan ibu-ibu yang hamil dan menyusui anaknya perbedaannya bagaikan LANGIT dan BUMI jauhnya.

 

1 Tesalonika 2:4-6

(2:4) Sebaliknya, karena ALLAH telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan ALLAH yang menguji hati kita. (2:5) Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- ALLAH adalah saksi -- (2:6) juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

 

Paulus layak di mata TUHAN di dalam hal memberitakan Injil kepada jemaat di Tesalonika. Sebab didalam memberitakan Injil: Ia tidak untuk menyukakan manusia, melainkan menyukakan hati TUHAN. Paulus melakukan hal itu karena ia sadar bahwa TUHAN menguji setiap hati manusia.

Biarlah kita datang beribadah untuk menyukakan hati TUHAN, imam-imam melayani TUHAN untuk menyukakan hati TUHAN.

 

Ciri-ciri layak memberitakan Injil ALLAH:

a.       Tidak bermulut manis.

Saat ini bisa saja hamba TUHAN bermulut manis, berarti semua kata-kata yang keluar dari mulut itu manis, dia tidak berani menyampaikan Firman dengan tegas karena itu pahit di hati. Sebab, korban paskah itu harus dinikmati dengan sayur pahit, jadi saat menikmati pengajaran salib itu pahit.

Hal seperti ini tidak akan keluar dari mulut Rasul Paulus, dia tidak pernah bermulut manis, tetapi dia tegas dalam memberitakan Firman.

b.      Tidak bermaksud loba.

Berarti di tengah pemberitaan Injil itu Paulus tidak sibuk mencari uang sebab dia tidak tamak, tidak cinta akan uang.

Saya juga dalam memberitakan Injil, TUHAN koreksi hati saya dan TUHAN tahu isi hati saya.

c.       Tidak mencari puji-pujian dari manusia, sekalipun ada kesempatan untuk berbuat itu karena dia Rasul.

 

1 Tesalonika 2:7

(2:7) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Ibu disini berbeda dengan ibu di dalam Injil Matius 24:19. Paulus tampil sebagai ibu yang mengasuh dan merawati anaknya.

 

Singkat kata, Rasul Paulus berlaku RAMAH kepada jemaat di Tesalonika sama seperti seorang IBU: Mengasuh dan merawati anak-anaknya.

-          MENGASUH = Memberi didikan yaitu pengajaran salib.

Jika ada seorang ibu dikatakan mengasuh tetapi tidak mendidik/mengajar anaknya dengan tegas itu bukan ibu yang baik, apapun yang anaknya inginkan diberikan maka kelak ibu ini akan susah bahkan akan diinjak-injak oleh anaknya. Jadi, ibu yang bodoh adalah ibu yang malang, sebab kebodohannya dia menjadi malang, karena anak-anaknya tidak mendapatkan didikan dan satu kali nanti akan menginjak-injak kepalanya.

-          MERAWATI, artinya: Mengobati rasa sakit dan rasa malu yang dialami sampai benar-benar pulih.

Jika sudah pulih dari rasa malu maka dia akan menjadi seseorang yang percaya diri dalam mengasihi TUHAN, melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, tidak akan malu dalam menyangkal diri dan memikul salibnya, tidak malu dalam merendahkan diri di hadapan TUHAN.

Jika seseorang masih merasa malu sementara dia sudah berada di tengah ibadah dan pelayanan bahkan menjadi seorang imam, itu artinya dia belum mengalami pemulihan dan belum mengalami perawatan sepenuhnya dari seorang ibu. Jadi, bukan hanya rasa sakit yang disembuhkan tetapi rasa malu juga harus dipulihkan. Bukankah kita adalah bangsa Kafir, yang dahulu hidup dalam penyembahan berhala dan kenajisan percabulan, dan oleh karena dosa-dosa itu rasa malu kita rasakan, tetapi TUHAN telah memulihkan kita sehingga kita memiliki keberanian untuk mengasihi TUHAN dan tidak malu merendahkan diri apapun kata orang/kata dunia.

-          IBU -> Hamba TUHAN, dalam hal ini menerima jabatan gembala.

 

Hosea 6:1-2

(6:1) "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. (6:2) Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

 

TUHAN telah menerkam dan telah memukul.

-          MENERKAM, menunjukkan bahwa Yesus adalah singa dari suku Yehuda. Apabila Ia mengaum itulah Firman ALLAH yang disampaikan berkuasa untuk menyembuhkan dan memulihkan kehidupan kita lahir batin, dan menutupi rasa malu kita.

-          MEMUKUL, menunjukkan bahwa Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib = Pengajaran salib.

Pengajaran ini akan membalut luka-luka di hati, sebab cerita dongeng/cerita nenek tua/takhayul/filsafat kosong tidak akan bisa membalut luka di hati.

Jangan membuat kerohani seseorang menjadi seorang anak kecil yang senantiasa diberikan dongeng, tetapi kerohanian yang dewasa suka mengalami pukulan oleh Yesus di atas kayu salib. Kalau Yesus tidak menerima pukulan, Yesus tidak disalib, dan kita tidak menerima pengajaran salib maka tidak mungkin luka di hati kita dibalut.

Maka jika ada perkataan sesama yang menyakiti hatimu pandang saja salib Kristus, pandanglah Dia yang telah dipukul di atas kayu salib, pandang Dia yang tertikam di atas kayu salib, maka pasti lukamu terbalut. Namun jika memandang kebenaran manusia dan diri sendiri maka luka kecil itu akan semakin lebar menganga dan menjadi jurang pemisah.

Selanjutnya, pada hari ketiga kita DIHIDUPKAN KEMBALI.

 

Hosea 6:3

(6:3) Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

 

Mengikut TUHAN bukan hanya sekedar mengikuti TUHAN tetapi harus mengenal Dia secara pribadi, artinya sengsara salib sudah menyati dengan kita. Jadi, mengenal TUHAN bukan karena ikut-ikutan, namun biarlah kita mengikuti TUHAN karena mengenal Dia secara pribadi karena menyatu dengan salib.

 

Ayub 5:18

(5:18) Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

 

Ayub 5:18 = Hosea 6:1-2, sebab disini kita menemukan dua kata yaitu MELUKAI dan MEMUKULI.

-          Melukai -> Pekerjaan dari pedang Roh yakni Firman ALLAH yang tajam sehingga sanggup mengoreksi keadaan kita masing-masing.

-          Memukuli -> Pengajaran salib sehingga kita dapat merasakan kemurahan demi kemurahan, termasuk membalut luka di hati.

 

Saya berharap dengan pemberitaan Firman ALLAH apapun yang kita alami di depan, TUHAN pasti menolong dan membela kehidupan kita pribadi lepas pribadi, bahkan sampai pada waktu gelap malam TUHAN tetap pelihara kita masing-masing.

Pada waktu malam -> 7 tahun penuh antikris menajdi raja atas dunia ini itulah yang disebut puncak gelap malam, dan pada saat itu TUHAN senantiasa menjaga, melindungi, memelihara kehidupan kita masing-masing. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment