KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, April 1, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 29 MARET 2029



IBADAH RAYA MINGGU, 29 MARET 2029

 

KITAB WAHYU

WAHYU 9:13

(SERI 9)

 

Subtema: PAKAIAN BERAGI BERJALA-JALA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus. Kita boleh datang menghadap TUHAN lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung secara online / live streaming / video internet baik dari YouTube maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat dipergunakan. Selanjutnya, doa dan harapan kami dari tempat ini; kiranya TUHAN bertahta di hati kita sehingga kita boleh rasakan satu damai sejahtera dan sukacita saat kita duduk diam mendengar sabda ALLAH, sejauh mana nanti TUHAN mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

 

Mari secepatnya kita sambut KITAB WAHYU sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Dan kita masih berada pada ayat 13 yang merupakan seri yang untuk yang ke-9.

 

Wahyu 19:13

(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman ALLAH."

 

Dan ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah. Menunjukkan bahwa Si penunggang kuda putih itu juga adalah Imam Besar Agung.

 

Adapun jubah Imam Besar Agung dibagi dalam 3 (tiga) hal pokok sesuai dengan yang tertulis di dalam Keluaran 28:1-43. Antara lain:

1.       Baju efod (ayat 14)

2.       Gamis baju efod (ayat 31-35)

3.       Kemeja beragi dari lenan halus (ayat 39)

 

Saudara, baju imam besar secara lengkap adalah baju efod, gamis, kemeja beragi dari lenan halus dikenakannya ketika ia masuk ke dalam Ruangan Suci untuk mengadakan pelayanan. Sebab:

-          Baju epod bicara soal sengsara dan pengalaman kematian Yesus di kayu salib.

-          Sedangkan gamis bicara soal kebangkitan Yesus Kristus.

Pendeknya pelayanan Yesus di dalam Ruangan Suci ada dalam tanda kematian dan kebangkitan, selama 3½ tahun di bumi.

 

Ruangan Suci berarti juga berbicara tentang zaman gereja mula-mula. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam Kisah Rasul pasal 2:42 --- Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 3 (tiga) hal ini ada di dalam Ruangan Suci.

-          Persekutuan terkena pada Pelita Emas.

-          Pemecahan roti terkena kepada Meja Roti Sajian.

-          Berdoa terkena kepada Mezbah Dupa.

 

Akan tetapi, sewaktu masuk ke dalam Ruangan Maha Suci imam besar hanya mengenakan pakaian putih, itulah lenan halus. Sebagaimana yang dituliskan dalam Imamat 16:4 -- Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.

 

Pendeknya berada dalam Ruangan Maha Suci = berada dalam kemuliaan -- dan sekarang Ia duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Ayat referensinya: Markus 16:19, Kisah Para Rasul 7:56, Kolose 3:1, Ibrani 1:3, Ibrani 10:12.

 

Duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa artinya berada dalam kemuliaan dan kesempurnaan.

-          Dalam KEMULIAAN, itu berarti ...

a.       Sudah tidak sengsara lagi dan tidak mati lagi = baju efod ditanggalkan.

b.       Tidak bangkit, sebab sudah bangkit dari bumi = gamis sudah ditanggalkan.

-          Dalam KESEMPURNAAN itu berarti …

a.       Sudah tidak ada lagi korban, sebab tidak ada lagi yang harus ditebus dan diperdamaikan.

b.       Tidak ada lagi pekerjaan penyucian, sebab semua sudah suci sama seperti Dia suci adanya.

c.       Tidak ada lagi karunia-karunia Roh Kudus, sebab nubuat dan bahasa roh sudah berakhir. Sebagaimana dalam 1 Korintus 13:8, 10 -- Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan…

-            Baju efod bicara soal kematian.

-            Gamis bicara soal kebangkitan

-            Sedangkan pakaian putih bicara soal kemuliaan.

Oleh sebab itu, hidup rohani kita harus mengalami peningkatan dari sehari ke sehari hingga mencapai pada kesempurnaan. Jadi, rohani tidak boleh stuck sampai di situ, tidak boleh jalan di tempat.

Kiranya TUHAN tolong kita lewat doa dari doa syafaat Imam Besar, supaya hidup rohani kita mencapai pada kesempurnaan.

 

Saudara, penginjilan itu boleh, karena di tengah-tengah penginjilan seorang hamba TUHAN dipercayakan karunia untuk mengadakan mukjizat, mengadakan kesembuhan, tetapi antusiasnya tidak boleh sampai di situ saja. Minggu lalu saya sudah singgung sedikit dalam Injil Lukas 10.

-       Ayat 17 -- Sesudah kembali dari pengutusan, ke-70 murid kembali dengan gembira lalu menceritakan bagaimana pengalaman mereka di tengah pengutusan itu. Mereka betul-betul dikaruniakan untuk mengusir setan. Itu sebabnya mereka berkata, "TUHAN, setan-setan takluk luk dalam pelayanan kami.

-       Tetapi TUHAN Yesus berkata pada ayat 17 -- "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit/”.

-       Yesus kembali berkata di ayat 18 --- Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Tetapi, kita tidak boleh berhenti dan antusiasnya sampai di situ saja.

-       Maka di ayat 20, Yesus kembali berkata; janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga

Berarti dari pernyataan ini jelas sekali bahwasanya hidup rohani kita harus mengalami peningkatan hingga mencapai kesempurnaan, itu yang dikehendaki TUHAN. Dan itu pun yang diajarkan oleh Rasul Paulus kepada orang Ibrani.

 

Saudaraku, saat ini bangsa Israel masih sedikit mengeraskan hati. Tetapi TUHAN berkata kepada orang Ibrani 6:1-2 , marilah tinggalkan asas-asas pertama. Apa itu asas pertama? Itulah Penginjilan. Di dalam penginjilan apa yang terjadi? TUHAN karuniakan kuasa kesembuhan, kuasa mengadakan mukjizat, kemudian menginjak kepala ular, menginjak kala jengking dan seterusnya. Tetapi antusiasnya tidak boleh hanya sampai di situ, sebaiknya beralih kepada perkembangan yang penuh, berarti mencapai kemuliaan dan kesempurnaan, itu kepenuhan Kristus.

 

Malam ini kita kembali membahas tentang: KEMEJA BERAGI DARI LENAN HALUS.

Keluaran 28:39

(28:39) Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya, dari lenan halus, dan membuat serban dari lenan halus dan haruslah kaubuat ikat pinggang dari tenunan yang berwarna-warna.

 

Kemeja beragi dari lenan halus disebut juga dengan pakaian putih 🡪 kemuliaan.

Di atas tadi saya sudah sampaikan alasannya.

 

Terlebih dahulu kita membaca…

Imamat 16:2

(16:2) Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.

 

Imam Besar Harun tidak sembarang waktu masuk ke dalam Ruangan Maha Suci. Imam Besar Harun masuk ke dalam Ruangan Maha Suci hanya satu kali dalam setahun (Ibrani 9:7).

 

Imamat 16:3-4

(16:3) Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran. (16:4) Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.

 

Cara imam besar masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (dalam kemuliaan).

-            Harus membawa darah lembu jantan muda dan darah domba jantan.

-            Harus mengenakan lenan halus atau pakaian putih.

 

Perlu untuk diketahui:

Kemeja beragi dari lenan halus disebut juga pakaian berjala-jala, berarti; berlubang-lubang. Lubangnya itu berbentuk mata-mata, bicara soal perhatian TUHAN yang ditujukan langsung kepada gereja TUHAN, umat ketebusan-Nya.

Pendeknya, saat ini Yesus Kristus ada dalam Kerajaan Surga, ada dalam kemuliaan, namun sedang mengamat-amati dan menyoroti hidup kita masing-masing. Menyoroti baik ibadah dan pelayanan, nikah rumah tangga kita.

 

Malam ini kita harus dengan yakin bahwa hidup kita sedang diperhatikan oleh TUHAN, dengan lain kata; mata TUHAN sedang memperhatikan kita masing-masing. Oleh sebab itu, hendaklah kita datang menghadap Dia dengan segala ketulusan di hati, jangan bermain-main lagi. Jangan lagi kita jalankan ibadah Taurat, ibadah yang lama.

 

Kita lanjut soal “mata TUHAN sedang memperhatikan”

Zakharia 3:8-9

(3:8) Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas. (3:9) Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua -- satu permata yang bermata tujuh -- sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

 

Satu permata yang bermata tujuh telah TUHAN serahkan kepada Imam Besar Yosua. Singkatnya Imam Besar Yosua adalah mata TUHAN, yang diutus oleh TUHAN di bumi ini.

Permata yang bermata tujuh 🡪 Yesus Kristus yang penuh dengan Roh Kudus, dengan rincian sebagai berikut.

-          Permata 🡪 Pribadi Yesus Kristus.

-          Bermata tujuh 🡪 Roh El Kudus dalam tujuh keadaan-Nya.

 

Jadi, sekali lagi saya sampaikan satu permata yang bermata tuju telah TUHAN serahkan kepada imam besar Yosua. Singkatnya, Yosua ini adalah hamba TUHAN, mata TUHAN yang diutus ke seluruh bumi.

 

Kita baca dulu…

Wahyu 5:6

(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi.

 

Ketujuh mata TUHAN itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi. Persis seperti kemeja beragi berjala-jala adalah pakaian yang paling dalam. Demikianlah ALLAH mengamat-amati:

-          Kehidupan suci kita yang paling dalam, hati nurani yang paling dalam.

-          Kehidupan yang rahasia dan tersembunyi.

Sebab itu, kita jangan asal-asalan di tengah pengikut kepada TUHAN, tidak boleh lagi bermain-main, karena TUHAN mengamat-amati kehidupan yang paling dalam dari kehidupan kita, mengamat-amati hati nurani kita.

 

Sekarang, kita bandingkan dengan…

Wahyu 4:5

(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh ALLAH.

 

Singkatnya, tujuh roh ALLAH adalah tujuh pelita yang bernyala-nyala untuk menerangi hidup gereja TUHAN, hidup kita masing-masing. Jadi kita tidak bisa berkata, "aku tidak butuh ketujuh Roh ALLAH, aku tidak butuh untuk diperhatikan oleh TUHAN." Kalau kita beribadah dengan mengambil jalannya sendiri, sampai kiamat tidak akan pernah mengalami penyucian, tidak akan pernah dibela oleh TUHAN, tidak pernah ditolong oleh TUHAN.

Itulah alasan saya mengatakan; memang gereja TUHAN perlu digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, digembalakan oleh pribadi Yesus Kristus, Dia Mempelai Laki-Laki. Kalau tidak, kita akan tetap pertahankan pengertian sendiri, kebenaran sendiri, kepentingan sendiri, sehingga, seolah-olah kita hanya datang beribadah, tapi tidak butuh TUHAN. Padahal sebetulnya kita butuh ketujuh mata TUHAN, ketujuh Roh ALLAH terus bernyala-nyala, terus menerangi, terus memperhatikan dan menyelidiki, menyucikan hati kita yang terdalam. Marilah terimalah pengertian ini dengan rendah hati, jangan sombong lagi ya, kesombonganmu merugikan dirimu sendiri nanti.

 

Kembali saya sampaikan; ketujuh Roh ALLAH diutus ke seluruh bumi 🡪 hamba-hamba TUHAN dan pemimpin-pemimpin sidang jemaat atau gembala-gembala di tengah-tengah pengutusannya. Itu berarti; seorang hamba TUHAN harus memiliki mata yang terbuka, senantiasa mengenakan kemeja beragi, berjala-jala, sehingga dapat melihat keadaan sidang jemaat. Jadi, gembala harus dengan mata terbuka melihat keadaan sidang jemaat, harus tahu seperti apa kondisi rohani jemaat.

Oleh sebab itu, saudara jangan marah-marah kalau diperhatikan oleh gembala. Kalau marah, marahlah sama TUHAN.

Misalnya; seorang imam tidak beribadah, pasti saya tanya, kenapa tidak beribadah? Saudara tidak boleh marah dengan pertanyaan ini. Kalau mau marah, marah kepada TUHAN yang punya tujuh Roh ALLAH. TUHAN yang mengutus hamba TUHAN, kalau saudara marah, berarti saudara tidak terima pekerjaan TUHAN yang suci dan mulia.

Belajarlah semakin hari semakin dewasa. Pengertian yang kita terima itu harusnya menyatu dengan pikiran kita, supaya kita menjadi orang yang arif, bijaksana dalam setiap mengambil keputusan-keputusan menjelang kedatangan TUHAN yang tidak lama lagi ini. Itu tugas daripada tujuh Roh ALLAH, itulah tugas hamba-hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusannya.

 

Saya lebarkan sedikit. Jadi, seorang hamba TUHAN tugasnya bukan;

-          Mengeluh dan curhat-curhatan kepada sidang jemaat, itu bukan tugas gembala sidang.

-          Tidak untuk meminta-minta kepada jemaat.

Kalau andai kata pun jemaat diberkati oleh TUHAN, saya bersyukur, berterima kasih, itulah hasil pelayanan ini. Tetapi tugas gembala bukan untuk mengeluh dan bukan untuk meminta-minta lalu mengadakan pendekatan kepada orang yang berduit. Saya tidak akan lakukan itu kepada saudara. Saya tidak akan pernah mengemis, tapi saya akan terus menjalankan tugas-tugas saya dan melihat / mengamati keadaan jemaat. Dan kalau saya melihat keadaan jemaat seperti apa, tinggal doakan saja.

 

Jadi, kalau hamba TUHAN memiliki mata yang terbuka untuk melihat keadaan jemaat, nanti dia juga dapat membukakan mata jemaat yang buta itu (mencelikkan mata rohani). Dahulu kehidupan yang buta itu tidak memiliki mata, tetapi, begitu hati kita disucikan, lalu Firman, Roh TUHAN, kasih TUHAN ditaruh di dalam hati, akhirnya hati kita ini mempunyai mata.

Itu yang disebut mata hati, mata rohani, mata iman, sehingga, dengan mata rohani dapat melihat TUHAN dalam kemuliaan-Nya.

Saya terlalu yakin untuk mengatakan bahwa; banyak di antara kita pada akhirnya memiliki mata hati dan tercelik / melihat. Sesudah melihat akhirnya bertindak dan melakukan sesuatu yang baik, yang benar, yang suci, yang mulia. Akan tetapi itu adalah pekerjaan TUHAN, bukan pekerjaan saya.

 

Saudara, Yohanes Pembaptis dapat menunjukkan pribadi Yesus kepada murid-murid Yesus.

a.       Sebagai Anak Domba ALLAH yang telah disembelih untuk menghapus dosa dunia. Sebagaimana dalam Yohanes 1:29 --- Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba ALLAH, yang menghapus dosa dunia.

Yesus adalah Anak Domba ALLAH telah disembelih untuk menghapus dosa dunia, mengerjakan penebusan dan pendamaian

b.       Sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga. Sebagaimana Yohanes 1:36 --- Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba ALLAH!"

 

Tadi untuk yang pertama kali Yohanes menunjukkan kepada murid-murid Yesus tampil sebagai penebus, itu pada kedatangan yang pertama. Tetapi untuk yang kedua kali, Yohanes menunjukkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba ALLAH, berarti; sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga.

Siapa yang bisa mengetahui bahwa kedatangan TUHAN yang pertama dia adalah anak domba yang telah disembelih, menghapus dosa dunia? Kemudian, siapa yang bisa mengetahui dan melihat bahwa kedatangan TUHAN kembali datang kembali untuk yang kedua kali tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga? Kecuali, oleh karena ketujuh roh ALLAH yang diutus oleh TUHAN untuk membukakan mata rohani yang buta, mencelikkan mata rohani kita sehingga kita tahu hal ini.

Jadi, pengikutan kita kepada TUHAN tidak membabi buta dan tidak serampangan. Karena merasa sudah datang beribadah lalu masuk surga, tidak bisa seperti itu. Tetapi harus penuh dengan pemahaman, pengertian oleh pembukaan rahasia firman ALLAH yang membukakan mata yang buta. Oleh sebab itu, seorang hamba TUHAN harus hidup dalam kesucian, maka kemuliaan TUHAN dinyatakan. Itulah kemeja beragi, pakaian putih, pakaian kemuliaan.

 

Kita lanjut untuk melihat Imam Besar Yosua…

Zakharia 3:1-3

(3:1) Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. (3:2) Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?" (3:3) Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,

 

Kondisi rohani Imam Besar Yosua: mengenakan pakaian kotor pada saat berdiri di hadapan TUHAN. Pada saat itulah iblis, tanpa diundang, berdiri di sebelah kanan imam besar Yosua untuk mendakwa dia.

Jadi, dari sini saja kita bisa melihat: sedikit saja kesalahan seorang imam, sedikit saja kesalahan seorang hamba TUHAN dalam praktik hidupnya, maka, di situ iblis berambisi menuduh, berusaha menyeret lalu dibawa masuk dalam api neraka.

Sebab itu, tetaplah berdoa untuk ibadah dan pelayanan ini, supaya berjalan dengan baik sesuai kehendak TUHAN. Tapi, jangan lupa juga doakan saya supaya tetap memakai pakaian kemeja beragi, lenan halus, pakaian putih berjala-jala -- terus melihat keadaan jemaat supaya nanti pelayanan ini tetap berjalan dengan baik.

 

Kalau saudara butuh pelayanan, pasti saudara doakan semua yang terkait dengan ibadah pelayanan. Tidak lagi sibuk hanya untuk hal-hal yang lahiriah. Kemuliaan kekal yang kita rindukan sekarang ini lebih daripada soal makan dan minum. Tetapi, hanya orang yang dewasa yang bisa mengerjakan itu.

Akan tetapi, sedikit saja kesalahan pada imam, iblis langsung menuduh, mendakwa dan berusaha untuk menyeret dia, lalu dibuang / dilempar ke dalam api neraka. Akan tetapi, TUHAN yang memilih Yerusalem sebagaimana ayat 2, TUHAN sudah tetapkan imam besar Yosua sebagai imam besar.

Jadi, kalau TUHAN sudah pilih dan tetapkan, tidak ada yang bisa ganggu gugat.

-          Baik mata, itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus.

-          Baik jemaat yang diamat-amati oleh ketujuh mata TUHAN.

 

Zakharia 3:4

(3:4) yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

 

Di sini kita melihat, TUHAN mengadakan penyucian langsung terhadap imam besar Yosua, sebagaimana malam ini TUHAN mengadakan penyucian langsung kepada kita semua. Hidup kita disucikan, nikah rumah tangga kita disucikan, ibadah dan pelayanan kita disucikan. Akhirnya, sekarang Imam Besar Yosua mengenakan pakaian pesta, itu tanda bahwa dia sudah disucikan.

 

Pakaian pesta / pakaian baru berarti; sudah dibaharui oleh darah Anak Domba. Hati, pikiran, ibadah dan pelayanan, nikah rumah tangga; sudah dibaharui / disucikan oleh darah Anak Domba. Sekarang kita mengenakan pakaian pesta, pakaian baru -- yang lama sudah berlalu. Kenapa? Karena mata TUHAN sedang tertuju memperhatikan kita. Hanya darah Anak Domba yang bisa membaharui pakaian yang lama menjadi baru.

 

Mari kita lihat ayatnya dalam….

Matius 7:9 --- Perikop: “orang banyak yang tidak terhitung banyaknya”

 (7:9) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

 

Ada himpunan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya, datang dari berbagai suku kaum bangsa dan bangsa. Lalu…

-            Memakai jubah putih

-            Memegang daun-daun palem.

Dari dua tanda ini kita tahu bahwa mereka bagian dari himpunan mempelai walaupun mereka bukan inti Mempelai. Sementara inti mempelai ada pada Wahyu 7:1-8 jumlahnya 144.000 orang dari 12 suku -- tiap-tiap suku 12.000 (Wahyu 7:4-8).

 

Wahyu 7:14

(7:14) Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

 

Jubah itu menjadi putih bersih karena dicelupkan / dicuci di dalam darah Anak Domba.

Jadi, kesusahan yang besar, sengsara salib, aniaya karena firman, menderita bukan karena pukulan tetapi karena salib adalah satu sarana yang efektif untuk menyucikan jubah yang kotor menjadi putih bersih.

Sebab di sini dikatakan: Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar. Berarti, kalau terjadi kesusahan di bumi, ternyata itu bisa dijadikan sarana untuk mencuci jubah yang kotor dalam darah Anak Domba.

Jadi, semakin besar kesusahan, tanda darah juga semakin nyata. Jangan suka ngomel-ngomel lagi kalau ada sesuatu yang tidak cocok di hati mu. Kalau tidak cocok di hati, tahan, supaya jubah tetap bersih.

 

Di atas saya sudah sampaikan: darah Yesus yang sanggup menyucikan, tapi prosesnya tidak tiba-tiba bersih. Ada proses-proses yang harus dilewati sehingga jubah kotor menjadi putih bersih, berkilau--kilauan.

 

Wahyu 7:15

(7:15) Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta ALLAH dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

 

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta ALLAH dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.

Berarti dengan pakaian putih (jubah putih), kita layak berdiri di hadapan takhta ALLAH untuk melayani TUHAN, melayani pekerjaanNya. Kalau tidak, berarti tidak layak, nanti selalu didakwa, selalu dituduh, dan ujung-ujungnya diseret ke dalam api neraka

 

Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka berarti: ada tudung perlindungan dari TUHAN, ada pembelaan langsung dari TUHAN.

 

Kembali kita memperhatikan…

Zakharia 3:5

(3:5) Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.

 

Selanjutnya serban tahir ditaruh pada kepala imam besar Yosua. Artinya: seorang hamba TUHAN / utusan TUHAN, itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus, harus memiliki pikiran suci. Berarti pikirannya senantiasa tertuju hanya kepada ALLAH dan perkara-perkara rohani. Itu sebabnya jauh lebih baik seorang hamba TUHAN, apalagi kalau seorang gembala, fokus saja dalam menggembalakan jemaat. Jangan lagi ada pekerjaan lain. Jangan lagi pergi ke ladang-ladangnya. Jangan lagi pergi ke ladang dunia, apalagi ke ladang setan. Full time mer itu jauh lebih baik.

Sehingga dia layak menjadi tujuh Roh ALLAH, untuk melihat keadaan jemaat, tidak hanya melihat ladang dunia.

Itu sebabnya saya lebih suka tinggal di kemah --- lebih baik satu hari di di pelataran Bait ALLAH daripada ribu-ribu kali di tempat lain (Mazmur 84:11).

 

Zakharia 3:6-7

(3:6) Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya: (3:7) "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

 

Intinya di sini Imam Besar Yosua bersedia disucikan. Tanda bersedia disucikan:

1.       Hidup menurut jalan yang TUHAN tunjukkan.

Apa jalan yang TUHAN tunjukkan? Itulah yang tertulis dalam 1 Petrus 2:19-23

Perlu untuk diketahui: Kalau kita mengikuti jejak Yesus / tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah, pada saat itu juga semua dosa rontok dan setan juga dikalahkan.

 

2.       Melakukan tugas yang TUHAN berikan.

Mari kita lihat tugas yang TUHAN berikan.

Matius 20:28

(20:28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Yesus datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tapi untuk:

-          Untuk melayani.

Kehidupan yang sudah menikmati pelayanan imam besar sama seperti kehidupan daripada murid-murid Yesus. Mereka saling merendahkan diri antara satu dengan yang lain. Dulu mereka saling menentang dan masing-masing saling membesarkan dirinya, Merasa paling besar dari yang lain. Tetapi, dengan pelayanan Yesus, akhirnya satu dengan yang lain saling merendahkan.

 

-          Untuk memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Berarti rela berkorban untuk menebus dan mengadakan tugas grafirat atau tugas pendamaian.

 

Inilah tugas Imam Besar Yosua; melayani dan menyerahkan nyawa berarti; mengadakan penebusan dan pendamaian terhadap dosa umat TUHAN. Jadi memang, seorang pemimpin jemaat tidak boleh membiarkan jemaat itu liar dan sesuka hati berbuat dosa, tapi harus menjadi pendamaian. Mungkin ditolak / diabaikan, tetapi paling tidak, seorang pemimpin sidang jemaat datang di kaki salib untuk mendoakan mereka yang masih mengeraskan hati, bila perlu adakan doa puasa.

 

Zakharia 3:8

(3:8) Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

 

Imam Besar Yosua yang mewakili hukum Taurat / Perjanjian Lama ternyata adalah simbol dari Imam Besar Agung menurut peraturan Melkisedek.

 

Mari kita lihat Melkisedek.

Ibrani 7:1-2 --- Perikop: Kristus dan Melkisedek

(7:1) Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam ALLAH Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia (7:2) Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

 

Saudara, menurut arti namanya, Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran dan juga Raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

 

Ibrani 7:3

(7:3) Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak ALLAH, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

 

Inilah imam besar menurut peraturan Melkisede tidak akan berubah, sifatnya kekal.

Jadi apa yang dipercayakan oleh TUHAN kepada Imam imam besar Yosua bersifat keabadian / kekal / tidak akan berubah-berubah, tidak akan berkesudahan selamanya dan suasana itu ada di dalam kerajaan surga.

 

Intinya, seperti mata TUHAN tertuju kepada imam besar, demikianlah mata TUHAN tertuju kepada sidang jemaat. TUHAN memberkati kita sekaliannya. Amin

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman oleh:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment