IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 31 MARET 2026
SURAT YUDAS 1:11
(Seri: 16)
Subtema: MENDEKAT
& MENJADI MILIK KEPUNYAAN TUHAN LEBIH DARI CUKUP
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya, kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang
menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan itu berarti sebentar kita akan menundukkan
kepala kita di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur dihadapan takhta-Nya, sujud
menyembah kepada Dia.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut
bergabung lewat online atau live streaming atau video internet,
baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial lainnya yang dapat digunakan
atau diakses.
Doa
dan harapan kami dari tempat ini, kiranya hati kita menjadi takhta-Nya TUHAN
sehingga kita boleh merasakan damai sejahtera, sukacita, dan bahagia saat kita
duduk diam mendengarkan sabda ALLAH.
Mari
kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa
Penyembahan dari Yudas 1:11, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon
kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap
hati kita pribadi lepas pribadi. Kehidupan yang sudah diteguhkan nanti dengan
mudah tersungkur di ujung kaki salib TUHAN.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan
mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...”
antara lain:
a.
Karena mereka mengikuti jalan yang
ditempuh Kain.
b.
Oleh sebab upah, menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam.
c.
Mereka binasa karena kedurhakaan
seperti Korah.
Tentang: Mereka
binasa karena kedurhakaan seperti Korah (Bagian Keempat)
Bilangan
16:1-2 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat
bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On
bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak
melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel,
pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya
orang-orang yang kenamaan.
Korah
beserta kumpulannya yaitu: Datan, Abiram, dan On, + 250 orang-orang Israel,
bangkit untuk memberontak terhadap Musa dan Harun.
Bilangan
16:3
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni
Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu!
Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah
mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
Korah
dan kumpulannya menuduh bahwa Musa dan Harun telah meninggi-ninggikan diri
terhadap umat Israel.
Pertanyaannya:
Mengapa Korah dan kumpulannya memberontak terhadap Musa?
Biasanya
orang kalau memberontak pasti ada alasannya, dan alasan pemberontak tidak
pernah sesuai dengan kebenaran (kesucian) dari TUHAN, jadi pemberontakan (pendurhakaan)
sudah pasti salah di hadapan TUHAN.
Alasan Korah dan kumpulannya memberontak:
Bilangan
16:8-10
(16:8) Lalu berkatalah Musa kepada Korah:
"Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! (16:9) Belum cukupkah
bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh ALLAH Israel dari umat Israel dan
diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah
Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan
bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani
Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
Alasan
Korah dan kumpulannya memberontak ialah: Korah dan kumpulannya menuntut
pangkat imam lagi. Jadi tidak puas / tidak merasa cukup dengan apa yang
telah dipercayakan oleh TUHAN kepada Korah dan kumpulannya.
Sesungguhnya
Korah dan seluruh kumpulannya yakni bani Lewi, sebenarnya telah dipisahkan oleh
ALLAH dari umat Israel untuk mendekat kepada ALLAH, maksudnya:
- Bani
Lewi melakukan pekerjaan TUHAN pada Kemah Suci / memperhatikan semua alat-alat
di dalam Ruangan Suci.
- Bertugas melayani umat Israel.
Bilangan
3:5-8
(3:5) TUHAN berfirman kepada Musa: (3:6)
"Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka
melayani dia. (3:7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun
dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian
melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. (3:8) Mereka harus memelihara
segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang
Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.
Atas
perintah ALLAH, suku Lewi boleh mendekat dan menghadap imam besar Harun
supaya:
a.
Suku Lewi mengerjakan tugas-tugas
bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan.
Di depan
Kemah pertemuan à Daerah Halaman.
b.
Suku Lewi harus memelihara segala
perabotan pada Kemah Pertemuan dan mengerjakan tugas-tugas bagi umat Israel.
Kemah Pertemuan à Ruangan Suci.
Jadi
kepada suku Lewi diberi kesempatan untuk memperhatikan segala perabotan yang
ada di Ruangan Suci juga perabotan yang ada di daerah Halaman.
Bilangan
3:9-10
(3:9) Orang Lewi harus kauserahkan
kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah
orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10)
Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya
sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati."
Seluruh
suku Lewi harus diserahkan kepada Harun dan anak-anaknya dengan sepenuhnya.
Tetapi, Harun dan anak-anaknya ditugaskan untuk memegang jabatannya sebagai
imam
Tugas yang memegang jabatan imam:
Imamat
16:2
(16:2) Firman TUHAN kepadanya:
"Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu
masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang
di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan
di atas tutup pendamaian.
Yang
ditetapkan memegang jabatan sebagai imam adalah Harun, namun Harun tidak boleh
sembarang waktu masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, alasannya TUHAN bertakhta di
atas Tutup Pendamaian dalam awan kemuliaan.
Oleh
sebab itu, kita tidak boleh beribadah menurut kehendak daging, kita tidak boleh
datang menghadap TUHAN dengan sesuka hati (seenaknya saja) datang beribadah,
itu tidak boleh. Karena TUHAN duduk di atas takhta (tutup pendamaian) dalam
awan kemuliaan.
Saudara
boleh duduk bersandar, tetapi jangan sampai kaki juga diangkat-angkat, ongkang
kaki seperti di kedai kopi. Karena kita datang menghadap awan kemuliaan-Nya, di
situ ALLAH bertakhta. Kalau kita bertamu saja kita harus penuh dengan rasa
hormat kepada tuan rumah apalagi kepada TUHAN, Raja di atas segala Raja, lebih
mulia di atas yang mulia.
Imamat
16:3
(16:3) Beginilah caranya Harun masuk ke
dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk
korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
Harun
masuk ke Ruangan Maha Suci dengan membawa:
- Seekor lembu jantan muda.
Mempersembahan
lembu jantan muda adalah gambaran dari korban penghapus dosa sekaligus korban
pendamaian.
- Seekor domba jantan muda.
Mempersembahkan
domba jantan berarti mempersembahkan korban bakaran, sebagai tanda penyerahan
diri sepenuh.
Imamat
16:12-13
(16:12) Dan ia harus mengambil perbaraan
berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup
penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya
masuk ke belakang tabir. (16:13) Kemudian ia harus meletakkan ukupan
itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi
tutup pendamaian yang di atas hukum ALLAH, supaya ia jangan mati.
Harun membawa perbaraan berisi bara api dari Mezbah Korban Bakaran dan serangkup penuh ukupan wangi-wangian yang digiling
halus, dan selanjutnya dibubuhkan di atas bara api.
Ukupan
wangi-wangian yang digiling halus kita lihat di dalam...
Keluaran
30:34
(30:34) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
"Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan
getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing
sama banyaknya.
Ukupan wangi-wangian, yakni:
- Getah damar.
- Kulit lokan.
- Getah rasamala, serta
- Kemenyan tulen.
Serangkup
penuh ukupan yang telah digiling halus kemudian dibubuhkan di atas bara api.
Singkat
kata, tugas yang memegang jabatan imam besar adalah:
1. Mengerjakan
penebusan dan pendamaian atas dosa umat Israel.
2. Memimpin
ibadah sampai kepada tingkat ibadah tertinggi (puncak ibadah) itulah doa
penyembahan.
Inilah
yang menjadi tugas dan yang memegang jabatan imam.
Sementara
tadi seluruh bani Lewi telah diangkat menjadi anak sulung, diberi kesempatan
untuk mendekat kepada TUHAN di bawah pengawasan Imam Besar Harun. Tugas mereka
adalah:
-
Memperhatikan seluruh peralatan di
Halaman dan peralatan yang ada di Ruangan Suci.
-
Melayani umat Israel.
Jadi
memegang jabatan imam bukan tugas suku Lewi.
Bilangan
3:10b
(3:10b) …sedang orang awam yang mendekat
harus dihukum mati."
Harun
dan anak-anaknya ditugaskan dan ditetapkan oleh TUHAN untuk memegang jabatan
imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.
Berarti,
imamatnya tidak boleh beralih atau imamatnya tidak boleh diambil alih oleh
orang lain.
Maka
kehidupan yang sudah diberikan kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, sungguh-sungguhlah bertanggung
jawab dengan tugas-tugas pelayanan yang dipercayakan oleh TUHAN sesuai
karunia-karunia, jabatan-jabatan Roh El-Kudus.
Kita
bandingkan hal ini dengan ...
Ibrani
7:1 -- Perikop: "Kristus dan Melkisedek."
(7:1) Sebab Melkisedek adalah raja
Salem dan imam ALLAH Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham
ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. (7:2) Kepadanya pun Abraham memberikan
sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah
pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
Melkisedek
adalah raja Salem dan imam ALLAH yang Mahatinggi.
Abraham
membawa persembahan persepuluhan dari semua penghasilannya bahkan dari segala
rampasan yang paling baik kepada Melkisedek.
Intinya:
Sebelum ada hukum Taurat, Abraham telah mempersembahkan persepuluhan kepada TUHAN.
Padahal
Abraham belum mengenal hukum Taurat sebab hukum Taurat diterima oleh Musa di
gunung Sinai, di gunung TUHAN, sejak itulah bangsa Israel beribadah menurut
pola Tabernakel.
Jadi
jangan kita berasumsi yang tidak baik, yang tidak suci, yang tidak benar dengan
persembahan persepuluhan karena sesungguhnya, persembahan persepuluhan sudah
ada jauh sebelum hukum taurat ada. Kemudian, hal itupun diajarkan kembali oleh
Rasul Paulus kepada orang Ibrani.
Kita
memang harus membawa persembahan persepuluhan dari segala penghasilan bahkan
dari segala rampasan yang terbaik, umpama saudara dapat berkat makanan sekecil
apapun, barang-barang, pakaian, hitung jumlah semuanya itu, ambil
persepuluhannya.
Maka
jangan kita berasumsi jelek terhadap persembahan persepuluhan. Karena itu
kaitannya dengan Melkisedekh, Yesus Kristus raja Salem, Imam ALLAH yang Maha
Tinggi, Dialah Alfa dan Omega.
Jadi
persembahan persepuluhan itu sebelum Hukum Taurat ada dan sesudah Hukum Taurat
ada.
Itu
sebabnya dari awal saya sudah katakan, sebelum mendengar Firman, buang dulu
yang tidak suci dari hati ini supaya nanti Firman itu berkenan dan mengambil
alih serta berdiam di dalam hati kita. Sesudah itu barulah kita bisa
mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki oleh Firman ALLAH
dalam tahbisan yang benar, yang suci, dan yang mulia supaya nanti diberkati dan
bertambah banyak, itu rumusnya. Pada akhirnya pun Abraham akan diberkati dan
bertambah banyak. Lihat orang yang mengembalikan miliknya TUHAN dari semua
penghasilannya, dia tidak semakin miskin, tetapi semakin diberkati dan semakin
diperbanyak sebagaimana di dalam Yesaya 51:2.
Maka
pikiran mu jangan terikat dengan uang, kalau engkau terlepas dari segala ikatan
di bumi maka engkau dengan mudah diangkat dalam awan kemuliaan apalagi
saat-saat kita sekarang ini sedang dalam penampian di awan nan permai.
Ibrani
7:3
(7:3) Ia tidak berbapa, tidak beribu,
tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan,
dan karena ia dijadikan sama dengan Anak ALLAH, ia tetap menjadi imam sampai
selama-lamanya.
Melkisedek
tetap menjadi imam sampai selama-lamanya, sebab Melkisedek:
- Tidak
berbapa, tidak beribu.
- Tidak
bersilsilah.
- Harinya
tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan.
Ibrani
7:24
(7:24) Tetapi, karena Ia tetap
selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.
Singkat
kata; Melkisedekh tetap untuk selama-lamanya / hidupnya kekal, maka imamatnya
tidak dapat beralih kepada orang lain. Itu berarti tugasnya sebagai imam
adalah:
-
Untuk mengerjakan penebusan dan
pendamaian.
-
Memimpin ibadah sampai pada
puncaknya yaitu doa penyembahan.
Hal
itu tidak boleh beralih dan tidak boleh diambil alih oleh orang lain.
Jadi
masing-masing sudah mempunyai tugas-tugas / porsi-porsi sesuai dengan apa yang
telah ditetapkan (ditentukan) oleh TUHAN.
Suku
Lewi diangkat menjadi anak sulung, diberi kesempatan mendekat untuk
memperhatikan perabotan di Halaman dan di Ruangan Suci, tetapi yang memegang
jabatan imam hanyalah Harun dan anak-anaknya. Tetapi Korah dan kumpulannya,
tidak merasa cukup, tidak puas dengan apa yang dipercayakan TUHAN kepada mereka
sehingga mereka pun memberontak kepada Musa dan Harun.
Ayo,
perhatikan porsi-porsi yang sudah TUHAN tetapkan kepada kita masing-masing.
Umpama tadi, anak harus hormat kepada orang tua, tidak bisa tidak hormat,
supaya panjang umur, lanjut usia. Mau enak tidak enak, harus hormat kepada
orang tua. Keuntungannya; panjang umur, lanjut sampai ke Sorga. Persoalannya di
situ, bukan kita berkata; “tapi mana keadilan?” bukan itu. Mau seperti apapun
orang tua, anak harus hormat.
Jadi
jangan diubah-ubah karena orang tua masih merokok, mabuk, lalu tidak pantas
untuk dihormati, jangan, harus tetap hormat. Kaitannya supaya kita panjang
umur, lanjut sampai ke Sorga.
Jadi
jangan kita berkata; “tidak adil, ko begini, ko begitu”, itu bukan urusan kita.
Itu sebabnya tadi saya katakan, Kita semua sudah mempunyai porsi-porsi, siapa
yang ditentukan sebagai imam, siapa yang ditentukan sebagai Lewi, siapa yang
ditentukan untuk tugas ini dan itu. Orang awam tidak boleh mendekat, kalau
mendekat harus dihukum mati.
Jadi
Korah dan kumpulannya harus dihukum mati.
Saudara,
berkat-berkat dan penghasilan dari seorang imam boleh dibagi-bagi, tetapi
tanggung jawab yang TUHAN percayakan tidak boleh dialihkan kepada orang lain
dan orang lain tidak boleh mengambil alih tanggung jawab yang TUHAN sudah
percayakan.
Umpama
saya dapat berkat, seberapa berkat yang TUHAN percayakan, itu boleh saya
bagi-bagi, dan saya memang belajar untuk berbagi-bagi meskipun sedikit, TUHAN
yang tahu. Tetapi tanggung jawab tidak boleh dialihkan kepada orang lain dan
orang lain tidak boleh mengambil alih tanggung jawab. Yang TUHAN percayakan
kepada seorang pelayan TUHAN.
Ketika
imamat itu beralih, di situ banyak kesalahan. Sedikit kesaksian, tanggung
jawabnya adalah sebagai seorang bendahara, tetapi yang memasukkan uang ke dalam
amplop adalah orang lain, alasannya mandi padahal dia malas menghitung, pada
saat itu terjadilah kesalahan, hal seperti itu tidak boleh terulang lagi. Tanggung jawab sebagai
infokus, multimedia, pengetikan, tanggung jawabi, jangan dialihkan dan orang
lain jangan mengambil alih.
Bisakah
pengertian ini menyatu dengan akal kita supaya pengikutan dan ibadah pelayanan
kita berkenan kepada TUHAN?
Doa
saya dewasalah, jangan seperti kanak-kanak, sebab kedatangan TUHAN sudah dekat.
Kita
kembali untuk membaca...
Bilangan
3:12
(3:12) "Sesungguhnya, Aku
mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka,
yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku,
Suku
Lewi diangkat oleh TUHAN menjadi anak sulung, berarti diberi kesempatan mendekat
kepada ALLAH di dalam hal melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN dan hal
itu SUDAH CUKUP.
Diberi
kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, hal itu sudah cukup supaya kita jangan
mendekat kepada dosa kejahatan, kenajisan percabulan, dan kekejian.
Pilih
mana, mendekat kepada dosa kejahatan, kenajisan percabulan dan kekejian atau
mendekat kepada TUHAN? Mendekat kepada TUHAN itu lebih dari cukup, seperti kita
malam ini.
Debu
tanah, kehidupan yang hina karena dosa, mendekat kepada TUHAN, menghadap ALLAH
dalam awan kemuliaan, sebetulnya itu sudah lebih dari cukup.
Jadi
mendekat kepada TUHAN itu lebih dari cukup seperti malam ini kita diberi
kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN.
Sebab,
menjadi ANAK SULUNG berarti menjadi milik kepunyaan-Nya sendiri.
Sebetulnya
menjadi milik kepunyaan ALLAH itu sudah lebih dari kata cukup. Daripada milik
setan, pilih mana? Milik TUHAN atau milik Setan?
Perlu
untuk diketahui, yang menjadi milik TUHAN antara lain: Mempelai TUHAN,
imamat rajani, dan persembahan persepuluhan.
Jadi
lebih baik menjadi miliknya TUHAN. Hal itu lebih dari cukup nanti segalanya
dilimpahkan kalau sudah menjadi miliknya TUHAN.
Saudara,
menjadi milik kepunyaan TUHAN lebih dari kata cukup, lebih dari segala-galanya.
Artinya;
Korah dan kumpulannya sebenarnya tidak perlu menuntut pangkat imam lagi.
Bilangan
16:3
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni
Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu!
Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah
mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
Sudah
salah memberontak lagi. Tetapi biasanya orang salah suka memberontak, orang
benar tidak akan suka memberontak, jangankan memberontak, orang benar ngomel
pun tidak mau.
Korah
dan kumpulannya menuduh Musa dan Harun meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN.
Sebenarnya, tuduhan itu TIDAK BERALASAN.
Kita
kan lihat reaksi dari Musa terhadap Korah dan kumpulannya ...
Bilangan
16:4-7
(16:4) Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah
ia. (16:5) Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya:
"Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang
kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang
akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya.
(16:6) Perbuatlah begini: ambillah
perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya,
(16:7) bubuhlah api ke dalamnya dan
taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada esok hari, dan orang yang
akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang
Lewi!"
Tindakan
Musa terhadap tuduhan itu:
YANG
PERTAMA: “Sujudlah ia.” Artinya:
a. Musa
merendahkan diri di hadapan TUHAN.
b. Musa
membawa persoalannya kepada TUHAN.
= Berserah sepenuhnya kepada TUHAN.
= Tunduk dan pasrah.
= Belajar menjadi taat dari apa yang telah ia derita. Ayat
referensi: Ibrani 5:8.
Musa sujud karena tuduhan dan pemberontakan Korah dan
kumpulannya, demikian juga Yesus tertikam karena pemberontakan kita (Yesaya
53:3-5), tetapi di dalam Ibrani 5:8; Dia telah belajar menjadi taat
dari apa yang telah diderita-Nya. Demikianlah Musa, teladan TUHAN ada di dalam
diri Musa, dalam menghadapi persoalan tidak lantas uring-uringan, salahkan ini
salahkan itu. Dalam menghadapi persoalan, tidak lantas tinggalkan ibadah dan
pelayanan, tidak lantas salahkan TUHAN, salahkan gembala, salahkan orang-orang
yang bersalah.
Tetapi lihatlah; “Sujudlah ia” berserah sepenuhnya
kepada TUHAN.
Jadi saat menghadapi persoalan (situasi) yang sulit
dimanapun, baik dalam ibadah pelayanan, dalam nikah dan rumah tangga, maupun
dalam kegiatan (aktivitas) dimanapun dan dalam keadaan apapun, kita belajar
dari teladan Musa, tidak usah lantas mencak-mencak, sabar dulu, tunggu jawaban
dari TUHAN, itu sikap dewasa.
YANG
KEDUA: Musa berkata kepada Korah dan kumpulannya ...
-
“Orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya
mendekat kepada-Nya.” (Ayat 5).
- “Orang yang akan dipilih TUHAN,
dialah yang kudus.” (Ayat 7).
Perkataan
ini menunjukkan bahwa orang yang dipilih TUHAN
a.
Boleh mendekat kepada TUHAN.
b.
Dialah yang Kudus.
Singkat
kata, menjadi pilihan TUHAN ukurannya adalah TUHAN, bukan kebenaran
manusia itu sendiri, bukan ukuran Korah dan kumpulannya, itu sebabnya Musa
mengatakan dua kali hal yang senada di ayat 5 & 7.
Saya
masih ingat gereja lama, untuk diangkat jadi sintua atau tua-tua, dilihat dulu
pekerjaannya bagus atau tidak, dilihat dulu kedudukannya di dunia ini, dilihat
dulu izasahnya, tetapi sekarang di dalam TUHAN tidak boleh seperti itu. Ukuran
menjadi pilihan TUHAN, berarti boleh mendekat, adalah TUHAN itu sendiri, bukan
kebenaran manusia.
Buktinya;
TUHAN pakai Timotius meskipun orang muda.
Coba
bayangkan, untuk melanjutkan pelayanan Rasul Paulus di Asia Kecil, mencegah
orang-orang yang tidak bertanggung jawab di dalam pelayanannya, itulah tugas
daripada Timotius, dia cukup terlatih dalam asas-asas pokok (iman), dia juga
cakap dalam mengajar ajaran sehat, Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel.
Mari
kita lihat ukuran TUHAN di dalam...
Wahyu
11:1 -- Perikop: "Dua saksi ALLAH."
(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku
sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang
berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci ALLAH dan mezbah
dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Yang
masuk dalam ukuran TUHAN:
1.
Bait Suci ALLAH, bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada Ruangan
Suci sampai Ruangan Maha Suci.
Ukuran Ruangan Suci sampai Ruangan Maha Suci
-
Panjang 30 hasta.
-
Lebar 10 hasta.
-
Tinggi 10 hasta.
Jadi Bait Suci ALLAH seluruhnya 3000 hasta.
Ini yang diukur oleh TUHAN, ini pilihan TUHAN, ini yang
boleh mendekat ke dalam Kerajaan Sorga, merekalah yang disebut orang yang
kudus.
2. Mezbah
à Ibadah dan Pelayanan disertai dengan sangkal diri pikul
salib. Berarti, ibadah pelayanan ditandai dengan korban berdarah-darah.
Mengabaikan segala sesuatu di dalam dirinya, yang penting hati TUHAN senang.
3. Beribadah
di dalamnya = Tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok sesuai dengan 3 (tiga)
macam alat yang ada di dalam Ruangan Suci.
- Meja Roti Sajian à
Tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.
- Pelita Emas à
Tekun dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh.
- Mezbah Dupa à
Tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Ini
adalah sarana yang TUHAN berikan kepada kita supaya dengan demikian;
1.
Berada dalam puncak ibadah (doa
penyembahan).
2.
Mengalami perobekan daging, jalan
terbuka bagi kita masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Inilah
yang diukur oleh TUHAN, jadi semata-mata bukan hanya tekun dalam tiga macam
ibadah pokok, tetapi ibadah itu harus sampai pada puncaknya itulah doa
penyembahan. Dan doa penyembahan adalah sarana supaya kita mengalami perobekan
daging, dengan demikian jalan terbuka lebar menuju Kerajaan Sorga, mendekat
kepada TUHAN.
Orang
pilihan yang disebut orang kudus, boleh mendekat kepada TUHAN diukur oleh TUHAN,
itulah; Mezbah, Bait Suci ALLAH, dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Intinya
supaya masuk ke dalam ukuran TUHAN, maka jangan suka ngomel (bersungut-sungut),
mempersalahkan ini dan itu, saat menghadapi persoalan, belajar menjadi taat, sampai
pada akhirnya menjadi ukuran TUHAN itulah orang-orang pilihan, boleh mendekat,
hidup dalam kekudusan. AMIN.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment