IBADAH RAYA MINGGU, 12 APRIL 2026
KITAB WAHYU
(Seri 11)
Subtema: JUBAH YANG DICELUP DALAM DARAH (Seri 2)
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh
karena rahmat TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang
kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu
disertai dengan Kesaksian Roh.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan
TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet
baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
digunakan / diakses.
Selanjutnya doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera
dari ALLAH memenuhi ruangan hati ini dan ruangan hati kita, TUHAN bertakhta di
hati kita memberi damai sejahtera, ada sukacita, serta bahagia saat kita duduk
diam dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan Firman TUHAN.
Saudara malam ini kita bersyukur, berterima kasih kepada TUHAN
yang senantiasa melawat kehidupan kita, bahwasanya TUHAN mengutus
hamba-hambaNya ada di tengah-tengah kita yaitu; Pdt. Tondang dan Pdt. Candra
Silalahi, itu merupakan lawatan TUHAN bagi kita.
Kita berterima kasih, kita bersyukur sebab pasir yang
melekat di telapak kaki seorang hamba TUHAN bila dibawa masuk kedalam rumah
kita, itu bisa menjadi berkat yang luar biasa bagi kita asal kita menerimanya
dengan segala kerendahan di hati.
Marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun tetaplah berdoa dalam roh,
mohon kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan
setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Kita masih berada pada Wahyu 19:13.
Wahyu 19:13--- Perikop: “Firman ALLAH”
(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah
dan nama-Nya ialah: "Firman ALLAH."
Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.
Saudara ayat ini bukanlah suatu kebetulan kalau disampaikan
malam ini, karena bulan ini adalah bulan Paskah, dimana orang Kristen
memperingati Pengalaman Yesus didalam tanda kematian dan kebangkitan-Nya.
1.
Jubah 🡪 Pengalaman atau perbuatan hidup.
2.
Darah 🡪 Pengorbanan Yesus Kristus.
3.
Ia 🡪 Pribadi Yesus Kristus, Dialah si Penunggang
Kuda putih itu, tetapi Dia juga seorang Imam Besar Agung sebab Ia memakai
jubah yang telah dicelup dalam darah.
Pengertian secara singkat dari “jubah yang telah dicelup
dalam darah”: adalah kehidupan Yesus yang telah dikorbankan bagi kita.
Saudara hampir semua nabi dalam perjanjian lama bernubuat
tentang pengorbanan Yesus Kristus termasuk nabi Yesaya.
TERKAIT JUBAH YANG TELAH DICELUP DALAM DARAH…
Yesaya 63:1-3---Perikop: “Hukuman pembalasan atas Edom”
(63:1) "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari
Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya,
yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang
menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!"
(63:2) "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju
pengirik buah anggur?" (63:3) "Aku seorang dirilah yang
melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!
Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak
mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada
baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.
Disini kita melihat; baju merah / pakaian merah
dikaitkan dengan; keadilan dan keselamatan 🡪 Pribadi Yesus Kristus yang telah
menderita sengsara bahkan rela mati / rela memberikan nyawa-Nya di atas kayu
Salib. Inilah yang disebut jubah yang telah dicelup dalam darah.
Singkat kata; Yesus adalah Pengirik buah anggur,
dan Ia melakukanNya seorang diri. Kalau dikatakan “seorang diri”
berarti “tidak ada yang lain”.
Terkait “tidak ada yang lain”…
1 Timotius 2:5
(2:5) Karena ALLAH itu esa dan esa pula Dia yang menjadi
pengantara antara ALLAH dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Perlu untuk diketahui; ALLAH itu esa, berarti; SATU /
tunggal (tidak ada yang lain).
Terkait “tidak ada yang lain” kita bahas di dalam…
Mazmur 115:1---Perikop: “Kemuliaan hanya bagi ALLAH”
(115:1) Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi
kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
Singkat kata; kemuliaan hanya bagi TUHAN.
Alasannya; karena kasih dan setia-Nya.
-
KASIH: kegunaannya; menutupi
banyak sekali dosa… 1 Petrus 4:8.
Siapa yang sanggup menutupi dosa dengan
sempurna? Jawabnya; Tidak ada.
-
SETIA. Prakteknya: taat
sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib… Filipi 2:8.
Siapa yang dapat menunjukkan kesetiaan seperti
ini? Jawabnya; Tidak ada.
Tidak ada seorangpun yang sanggup melakukan KASIH dan SETIA
ini dengan sempurna sampai detik ini. Oleh sebab itu manusia tidak boleh /
tidak layak mencuri kemuliaan ALLAH, bahkan seorang hamba TUHAN juga tidak
boleh mencuri kemuliaan ALLAH, sekalipun hamba TUHAN tersebut dipakai oleh TUHAN
dengan heran dan luar biasa didalam dua hal, antara lain;
1.
Penginjilan.
Lewat penginjilan; orang-orang menjadi percaya,
bertobat, dibaptis air, dipenuhkan dengan Roh Kudus.
Kemudian di tengah-tengah penginjilan itu
terjadi mujizat kesembuhan, pengusiran setan, bahkan sanggup mengadakan
perbuatan-perbuatan yang ajaib, tetapi meskipun demikian, hamba-hamba TUHAN
tidak boleh mencuri kemuliaan ALLAH karena itu karunia dari ALLAH.
2.
Bernubuat, dalam bentuk menyingkapkan rahasia Firman ALLAH
atau sanggup menyampaikan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Jadi
kita tidak layak untuk mencuri kemuliaan ALLAH.
KEMULIAAN
HANYA BAGI TUHAN KITA, karena TUHAN adalah ALLAH yang esa, berarti; satu,
tunggal, tidak ada yang lain.
Mazmur 115:2-3
(115:2) Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana ALLAH
mereka?" (115:3) ALLAH kita di sorga; Ia melakukan apa yang
dikehendaki-Nya!
Bangsa Kafir tidak mengenal ALLAH yang esa yang telah
melakukan kehendak ALLAH, berarti; yang telah melakukan pegirikan terhadap buah
anggur, sehingga jubah-Nya menjadi merah.
Mazmur 115:4-7
(115:4) Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan
tangan manusia, (115:5) mempunyai mulut, tetapi tidak dapat
berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, (115:6)
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak
dapat mencium, (115:7) mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba,
mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara
dengan kerongkongannya.
Bangsa-bangsa / bangsa kafir yaitu; bangsa yang tidak
mengenal ALLAH yang esa akhirnya menyembah berhala buatan tangan manusia. Adapun
berhala tersebut sekalipun terbuat dari perak dan emas, namun tidak
dapat berbuat sesuatu untuk menolong manusia. Apa buktinya?...
1.
Mempunyai mulut, tetapi
tidak dapat berkata-kata = Bisu rohani.
2.
Mempunyai mata, tetapi
tidak dapat melihat = Buta rohani.
3.
Mempunyai telinga,
tetapi tidak dapat mendengar = Tuli rohani.
4.
Mempunyai hidung, tetapi
tidak dapat mencium = Keras hati. Kekerasan dihati atau kedegilan setara dengan penyembahan berhala
… 1 Samuel 15:23.
Coba saudara minta tolong kepada orang yang
keras hati; dia tidak akan peduli kepada saudara, dia hanya peduli kepada
hatinya, dan dia hanya peduli dengan maunya sendiri. Bagaimana kita bisa berharap dengan
berhala?… Andaikata dia terbuat dari batangan perak dan emas?...
Tidak bisa.
Kita hanya bisa berharap kepada ALLAH yang esa, bukan berharap kepada ALLAH kedua, ALLAH yang
ketiga dan ALLAH yang keempat.
5.
Mempunyai tangan, tetapi
tidak dapat meraba-raba = Pemalas.
Pemalas itu… "Tidur sebentar
lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal
berbaring" -- (Amsal 6:10) dan Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si
pemalas di tempat tidurnya -- (Amsal 26:14).
6.
Mempunyai kaki, tetapi
tidak dapat berjalan, artinya; Lumpuh rohani.
Namanya orang lumpuh, diajak mengikuti jejak
Yesus tidak bisa, kecuali hanya duduk di tempat saja.
7.
Tidak dapat memberi
suara dengan kerongkongannya, artinya manusia tidak memahami apa maunya
berhala.
Singkat kata; ALLAH lain (ALLAH yang kedua, ketiga, dan
keempat) tidak berdaya dan tidak sanggup untuk menolong manusia dalam
kelemahannya. Manusia sudah lemah, tetapi banyak manusia berharap untuk
ditolong oleh berhala yang lemah juga.
Jadi kita tidak bisa berharap kepada berhala, sekalipun
berhala itu terbuat dari perak dan emas. Kemudian bongkahan-bongkahan emas dan
perak bila dipecah-pecahkan, tetap saja tidak dapat meneteskan darah untuk
menebus dosa kita masing-masing.
Mazmur 115:8
(115:8) Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya,
dan semua orang yang percaya kepadanya.
Bangsa kafir / orang yang tidak mengenal ALLAH yang esa
menjadi sama bodohnya dengan berhala yang selalu dipuja dan disembah.
Saudara kita bersyukur kepada TUHAN, sebab TUHAN telah
membawa kita ke atas gunung TUHAN yang tinggi (penyembahan tertinggi), sebab
hanya kepada Dia sajalah kita berbakti, tidak kepada berhala-berhala.
Sebab Alah itu esa, tidak ada yang lain.
Tetaplah berdoa kepada TUHAN, kiranya Ibadah-ibadah dalam
Penggembalaan GPT Betania terus membawa kita kepada tingkat ibadah yang
tertinggi / gunung yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; doa penyembahan.
Kita kembali membaca…
1 Timotius 2:5
(2:5) Karena ALLAH itu esa dan esa pula Dia yang menjadi
pengantara antara ALLAH dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (2:6)
yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu
kesaksian pada waktu yang ditentukan.
Yang menjadi PENGANTARA antara ALLAH dan manusia ialah;
manusia Kristus Yesus, sebab Ia telah menyerahkan diri-Nya (menyerahkan
nyawa-Nya, menyerahkan darah-Nya) untuk;
-
Menebus kita dari maut.
-
Memperdamaikan kita
kepada ALLAH Bapa di Sorga.
Sementara berhala yang terbuat dari emas dan perak tidak
bisa berbuat apa-apa (tidak berdaya), tidak sanggup menolong manusia. Jadi
jangan kita berharap kepada berhala-berhala, jangan kita membuat ALLAH kedua,
jangan kita jadikan bisnis, usaha, dagang, pekerjaan, harta, kekayaan,
jabataan, dan pangkat menjadi ALLAH ketiga, ALLAH keempat dan seterusnya.
Tetapi Yesus telah mengadakan pengirikan terhadap buah
anggur; Ia melakukan-Nya seorang diri, tidak ada yang lain dan Ia melakukan-Nya
2000 ribu tahun yang lalu di bukit Golgota / di Kalvari, sebab di ayat 6
dikatakan; itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
1 Timotius 2:7
(2:7) Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai
pemberita dan rasul -- yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta -- dan
sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
Singkat kata; Paulus menerima jabatan Rasul,
Penginjil, Pengajar / Guru, jelas karena; Jubah Imam Besar yang
telah dicelup dalam darah. Jadi semua keluar dari jubah, termasuk;
jabatan-jabatan Roh-El Kudus yang diterima oleh Paulus. Tetapi Paulus juga
menerima jabatan Gembala, sebab di dalam Nats Firman TUHAN, Paulus
berkata; --- Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti
seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya… (1 Tesalonika
2:7). Ibu 🡪
Gembala.
Kemudian meskipun Paulus bukan nabi, tetapi dia juga
menerima karunia nabi. Apa buktinya?... TUHAN percayakan Wahyu
(pembukaan Firman nubuat)… sebagaimana dalam Galatia 1:12 ---
(1:11) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil
yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. (1:12) Karena aku bukan
menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku,
tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.
Jadi saudara kalau berbicara tentang ibadah dan pelayanan
disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah, orang kristen
tidak boleh heran apalagi lari dari sana, justru dari Jubah yang telah dicelup
dalam darah keluar pernyataan-pernyataan kasih dari TUHAN. Demikian juga Paulus
dipakai TUHAN dengan heran dan luar biasa, karena jubah yang telah dicelup
dalam darah.
Saya juga ditetapkan menjadi Gembala, lalu dipercaya untuk
menyampaikan Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, itulah; Firman
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu karena Jubah Imam Besar
yang telah dicelup dalam darah, jadi tidak boleh dipungkiri. Maka saya sebagai
hamba TUHAN (gembala sidang) tidak boleh mencuri kemuliaan ALLAH.
Inilah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan di atas
pundak saya, maka saya tidak boleh bermegah, sebab upah yang lebih besar dari
semua upah bukanlah gaji bulanan, melainkan bila dipercaya melayani TUHAN.
Pertanyaannya: MENGAPA JUBAH IMAM BESAR DICELUP DALAM DARAH?
Jawabnya…
Yesaya 63:1
(63:1) "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang
dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan
pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah
yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!"
Jubah dicelup dalam darah (mengirik buah anggur) ada kaitannya pada: Edom dengan segala perbuatannya.
Ini jawabannya. Maka dari jawaban ini sekalipun belum dijelaskan / dipaparkan
langsung saja hati kita hancur karena rasa bahagia.
Coba kalau jubah Imam Besar tidak dicelup dalam darah,
habislah manusia dengan kerohanian yang sama seperti Edom karena perbuatannya
tidak berkenan dihadapan TUHAN.
Saya juga sebagai hamba TUHAN, masih jauh dari kata
“sempurna”; baik sikap, perbuatan, dan segala sesuatu yang melekat didalam diri
saya. Itu sebabnya saya katakan tadi; sungguh saya sangat bersyukur dan
berterima kasih, sebab Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah, dan hal itu ada
kaitannya dengan Edom dan perbuatannya. Kita juga belum sempurna dalam kasih,
dan belum sempurna dalam setia-Nya.
Edom dan perbuatannya tidak berkenan kepada TUHAN, kita
buktikan;
Kejadian 25:27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi
seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub
adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Karakter Esau dan Yakub sangat bertolak belakang, dan sifat
mereka juga bertolak belakang, sejak dari rahimnya Ribka.
Kejadian 25:28-34
(25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging
buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. (25:29) Pada suatu kali Yakub
sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. (25:30)
Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari
yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya
namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "JuALLAH
dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau:
"Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan
itu?" (25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku."
Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya
kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang
merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi.
Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Esau disebut Edom, berarti; merah
atau ingin terhadap yang merah-merah. Saudara hal itu terjadi setelah Esau
menjual hak kesulungannya demi semangkuk sop kacang merah.
Pendeknya; Esau menjual yang rohani demi yang lahiriah,
inilah sikap dari Edom.
Singkatnya, roh Edom ialah menjual yang rohani demi yang
lahiriah, meninggalkan jam-jam ibadah demi yang lahiriah menimbulkan sakit hati
TUHAN, itulah Edom dan perbuatannya.
Itu sebabnya saya sebagai Gembala sidang takut untuk
meninggalkan sidang jemaat GPT Betania yang dipercayakan oleh TUHAN adalah
tanggung jawab saya, jangan sampai karena hal lahiriah saya meninggalkan yang
rohani.
TUHAN tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya roh Edom tidak
turun kepada keluarga besar GPT Betania. Mengapa jubah Imam Besar dicelup
dalam darah? Kaitannya dengan Edom dengan segala perbuatannya,
karakternya, dan keinginannya yang tidak berkenan kepada TUHAN.
Jadi Esau menjual yang rohani demi yang lahiriah, persis
seperti kelakuan Yudas, menjual yang rohani itulah Yesus kepada imam-imam
kepala, orang-orang Yahudi, demi yang lahiriah, yaitu tiga puluh keping uang
perak... Matius 26:14-15.
Jadi roh Edom ini turun dan menguasai yudas di tengah
pengikutannya kepada TUHAN.
Hati kita hancur bukan?
Karena TUHAN BAIK, karena Kasih-Nya, karena Setia-Nya, Dia rela mengirik buah
anggur sampai jubahnya berdarah-darah karena roh Edom.
Coba saudara bayangkan, berapa banyak kita tinggalkan
jam-jam ibadah karena roh Edom.
Tetapi malam ini hati kita hancur-sehancurnya. Jangan kita
hancur hati hanya karena dapat berkat, tetapi untuk hal yang rohani tidak
hancur hati.
Mari kita sejenak membaca…
Matius 27:3-4---Perikop: “Yesus diserahkan kepada Pilatus
Kematian Yudas”
(27:3) Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa
Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesALLAH ia. Lalu ia mengembalikan uang
yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, (27:4)
dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak
bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu
urusanmu sendiri!"
Yudas telah menyerahkan
/ mengorbankan darah orang yang tidak bersalah itulah; Yesus Kristus.
Ini adalah sebuah gambaran ketika jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah
oleh karena Edom dan perbuatannya; menjual yang rohani demi yang lahiriah.
Mungkin hari ini setan berdiri disebelah kanan untuk
mendakwa, menuduh karena pakaian lama, dan karena roh Edom dan perbuatannya,
tetapi biarlah kiranya TUHAN senantiasa membela kita.
CIRI-CIRI ORANG YANG MENJUAL HAK KESULUNGAN
Kejadian 25:27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi
seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi
Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Esau adalah seorang yang pandai berburu daging dan suka
tinggal di padang.
1.
Pandai berburu daging 🡪 Esau adalah orang yang hidup didalam hawa
nafsu dan keinginan daging. Dia sibuk berburu daging, dia tidak sibuk
didalan hal mempertahankan Roh TUHAN.
Apalah artinya saya melayani TUHAN, melayani
pekerjaan TUHAN, melayani jemaat tanpa Roh TUHAN di
dalam diriku, apa yang harus saya katakan? Apakah
saya harus berdusta, apakah saya harus menjadi orang munafik, apakah saya harus
mencuri kemuliaan ALLAH supaya nampak diurapi? Tidak ada artinya.
Jadi, baik saya beserta sidang jemaat GPT
Betania harus tetap mempertahankan Roh ALLAH, dan senantiasa terus
bekerja didalam rumah TUHAN, didalam hidup kita.
Kita melihat pandai berburu daging…
Roma 8:4
(8:4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak
hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah
karena Edom adalah manusia daging. Manusia daging menjalankan ibadahnya menurut
hukum taurat, sebab hukum taurat itu lemah terhadap daging.
Roma 8:5-6
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal
yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang
dari Roh. (8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi
keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
Manusia daging hanya memikirkan hal-hal yang
dari daging, berarti; dia tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, tidak
memikirkan kegiatan Roh, tidak memikirkan ibadah dan pelayanan, tidak
memikirkan hak kesulungan seperti Esau, dia meringankan hak kesulungan.
Perlu untuk diketahui;
a.
keinginan daging adalah
maut.
Tetapi aneh, biarpun keinginan dagung adalah
maut, banyak juga orang kristen hidup menurut daging dan mempertahankan
keinginan daging, lebih dari mempertahankan keinginan Roh. Padahal hari-hari
ini adalah hari-hari terakhir (petang) menjelang gelap malam. Apabila gelap
malam tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, seperti tulah kesembilan di
Mesir; seketika gelap gulita tiba di Mesir…
Keluaran 10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari
tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di
tempat kediamannya…
-
Tidak ada orang yang
dapat melihat temannya.
Artinya; orang tidak dapat mengasihi sesamanya.
Bayangkan kalau seorang isteri tidak mengasihi suami; betapa menderitanya
seorang suami, sebaliknya juga seorang suami tidak mengasihi seorang isteri;
betapa menderitanya isterinya.
-
Tidak ada orang yang
dapat bangun dari tempatnya.
Berarti; tidak ada dalam kegiatan Roh, tidak ada
lagi ibadah dan pelayanan, tidak ada lagi untuk mendapat hak kesulungan.
Bangun 🡪 Suasana kebangkitan,
yakni ibadah dan pelayanan.
Oleh sebab itu, kita patut bersyukur kepada TUHAN
karena di hari-hari terakhir menjelang gelap malam tiba, TUHAN masih memberi
kesempatan kepada kita untuk berada dalam kegiatan Roh, itu merupakan kemurahan
TUHAN, jadi pergunakanlah waktu yang singkat ini, sebab tanda-tanda dunia
berakhir sudah sangat jelas sekali.
Jadi kenapa kita harus tetap mempertahankan
daging dengan segala keinginannya? untuk apa lagi? Kenapa roh Edom itu harus dipertahankan?
Padahal sudah jelas; keinginan daging adalah
maut, sedangkan keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Didalam
diri manusia daging; ujung-ujungnya terjadi pertengkaran, ujung-ujungnya
cekcok, bukan hanya sidang jemaat saja, tetapi hamba TUHAN juga seperti itu,
tidak ada damai sejahtera, yang ada perselisihan. Tetapi keinginan Roh adalah hidup
dan damai sejahtera.
Roma 8:7-8
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap ALLAH,
karena ia tidak takluk kepada hukum ALLAH; hal ini memang tidak mungkin
baginya. (8:8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan
kepada ALLAH.
Hidup menurut daging ialah: seteru atau musuh ALLAH.
Mengapa? Sebab manusia daging tidak takluk kepada Firman ALLAH
seperti Esau tahu tentang Firman ALLAH, tetapi tidak takluk kepada hukum ALLAH,
buktinya? Esau lebih suka berburu daging, padahal kita tahu,
kepadanya dipercayakan jubah yang maha indah yang seharusnya dicelup dalam darah, tetapi Esau menyimpan jubah nya
didalam rumah… Kejadian 27:15.
Saya tidak mengatakan kalau saya sepenuhnya
takluk kepada Firman ALLAH, saya juga masih jauh dari kata “sempurna”. Tetapi
kita harus saling mendoakan, berarti; bukan saya saja yang mendoakan saudara,
tetapi saudarapun harus mendoakan saya, supaya kita sama-sama menaklukkan diri
kepada Firman ALLAH, supaya roh Edom itu tidak melekat didalam diri kita.
Ada 15
tabiat daging, seluruhnya ditulis didalam Galatia 5:19-21. Itulah yang
diburu oleh Esau sebab dia adalah Edom.
Inilah penjelasan ciri pertama, dimana Esau
pandai berburu daging.
2.
Esau suka tinggal di
padang.
Padang
🡪 dunia dengan segala sesuatu yang ada didalamnya.
Mari kita lihat segala sesuatu yang ada didalam
dunia:
1 Yohanes 2:16
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging
dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,
melainkan dari dunia.
Tiga hal pokok didalam dunia;
- Keinginan
daging.
Ini persis seperti peristiwa ketika Yesus
dicobai di padang gurun, sesudah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, Roh TUHAN
memimpin Dia ke padang gurun untuk dicobai -- (Matius 4:1-2).
Jadi kalau Roh TUHAN yang pimpin kita meskipun
harus menghadapi pencobaan, jangan lari dari pengaruh / kendalinya Roh kudus,
ikuti saja aliran Sorgawi. Kalaupun harus menghadapi pencobaan, TUHAN yang
mampukan kita, karena Roh TUHAN bersama dengan kita, daging memang lemah
tetapi roh penurut.
Ujian
pertama: batu menjadi roti -- Matius 4:3. Makanan (roti)
hubungannya dengan daging. Jadi hebatnya setan untuk memelintir cara berpikir
manusia (paradigma) manusia / sudut pandang manusia.
- Keinginan
mata.
Matius 4:5-7 --- Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi
sekali, lalu disitu memperlihatkan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, itu keinginan mata.
Jadi anak-anak TUHAN; jangan berkata “cuci
mata”, padahal itu sebenarnya keinginan mata; contoh; pergi ke mall; bersama
dengan teman kerja, teman sekolah, teman kuliah dan seterusnya hanya untuk
melihat kerajaan dunia, itu adalah keinginan mata.
- Keangkuhan
hidup.
Ujian yang kedua; Yesus dibawa kebubungan
Bait ALLAH, selanjutnya iblis berkata; jatuhkanlah diri-Mu dari atas ke
bawah.
Saudara, menjatuhkan diri ke bawah hanya karena
perkara-perkara dibawah itu adalah keangkuhan hidup.
Bukankah jauh lebih baik kita berada dibubungan
di Bait ALLAH, dan TUHAN yang akan
meninggikan kita.
Barangsiapa merendahkan diri, ia akan
ditinggikan di bubungan Bait ALLAH.
Itulah hal-hal yang ada didalam dunia,
selanjutnya disini dikatakan; --- Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa
yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak
ada di dalam orang itu… 1 Yohanes 2:15. Ketiga hal ini tidak
ada di Sorga.
Didalam Sorga hanya ada kasih. Tetapi keinginan daging, keinginan mata,
keangkuhan hidup tidak ada di Sorga. Jadi hanya ada satu KASIH; seperti
Mempelai Laki-laki mengasihi mempelai perempuan.
DAMPAK NEGATIF SIBUK BERBURU DAGING DAN TINGGAL DI PADANG:
Kejadian 25:29
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu
datanglah Esau dengan lelah dari padang.
Disini kita melihat; Esau menjadi lelah.
Lelah menunjukkan bahwa Esau tidak masuk
pada hari perhentian, tidak menghargai hari Sabat. Kalau tidak berhenti pada
hari ketujuh (hari sabat) seseorang menjadi; lelah.
TUHAN sudah sediakan --- Enam hari lamanya engkau akan
bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat
TUHAN, ALLAHmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan… ulangan 5:13-14.
Sibuk berburu uang dan perkara-perkara lahiriah lainnya
seseorang menjadi lelah kalau jauh dari jam-jam ibadah.
Lihat orang yang lelah; dia akan mencari ketenangan dengan
caranya sendiri; seumpama pulang kerja sampai di rumah, kalau bisa menurut
pemahamannya sendiri; dia tidur dikamar dengan AC yang dingin, dan kalau bisa
jangan lagi dia diganggu. Kalau dia diganggu dia akan marah, dia akan
uring-uringan, dia akan balas dengan marah juga. Itu mencari ketenangan didalam
diri sendiri.
Tetapi kalau kita mencari ketenangan
pada hari ketujuh disertai dengan memikul Salib, kita tetap ada dalam damai
sejahtera.
Yesaya 58:13-14 ---Perikop: “Menghormati hari Sabat”
(58:13) Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak
melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat
"hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia";
apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan
dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, (58:14) maka engkau akan
bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak
bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan
engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang
mengatakannya.
Ini jaminan kepada orang yang menghargai ibadah dan
pelayanan diberi makan dari milik pusaka. Jadi kalau kita sungguh-sungguh
menghargai hari sabat; ibadah dan pelayanan, tekun tiga macam ibadah pokok,
kita dipelihara dan dicukupkan segala sesuatu dengan cara yang ajaib oleh TUHAN,
itu sudah dijanjikan oleh TUHAN.
Memang kita belum sempurna dalam kasih, juga belum
sempurna dalam setia, tetapi kalau tekun dalam tiga macam ibadah pokok;
maka TUHAN pelihara kita sesuai dengan janji Firman ALLAH.
Untuk mengatasi puncak pencobaan dibumi maka gereja TUHAN
sudah harus berada puncak ibadah yaitu: doa penyembahan, itu adalah kendaraan
kemenangan yang TUHAN telah berikan kepada kita.
Hari sabat disebut juga; hari kenikmatan, hari kudus TUHAN,
hari yang mulia. Bila dikaitkan dengan POLA TABERNAKEL;
1.
HARI KENIKMATAN terkena
pada DAERAH HALAMAN:
-
MEZBAH KORBAN BAKARAN 🡪 Pertobatan, berarti; berhenti berbuat dosa, kembali kepada
ALLAH.
-
KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA
berbicara tentang; Baptisan Air 🡪 Pengalaman Kematian dan
Kebangkitan TUHAN Yesus Kristus.
Kuasa kematian ialah; dosa / hidup lama; dikubur. Sedangkan Kuasa kebangkitan
ialah; hidup baru; dibaharui oleh Roh TUHAN.
2.
HARI KUDUS TUHAN terkena
pada RUANGAN SUCI. Di dalamnya terdapat tiga macam alat yaitu;
-
Meja Roti Sajian 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab
disertai dengan Perjamuan Suci, berarti; disucikan oleh Firman ALLAH dan oleh
tubuh dan darah Yesus = IMAN.
-
Pelita Emas 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai
dengan Kesaksian Roh. Kesaksian roh adalah PENGHARAPAN.
1 Yohanes 3:3
(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan
diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Jadi Pengharapan itu adalah ruangan kudus atau
kesucian jadi itu yang menguduskan kita.
-
Mezbah Dupa 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan =
tinggal didalam KASIH.
KASIH menutupi banyak sekali dosa, jadi kasih
juga menguduskan.
3.
HARI YANG MULIA terkena
pada RUANGAN MAHA SUCI.
Kita lihat orang yang pernah masuk dalam Ruangan
Maha Suci dalam Perjanjian Lama itulah imam besar Harun.
Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat
kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban
penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran… Imamat 16:3.
Dan ia harus mengambil
perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN,
serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai
halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir… Imamat 16:12.
Tetapi pribadi Paulus juga pernah berada di
Ruangan Maha Suci, ketika dia diangkat ke tingkat yang ketiga dari Sorga,
disebut Firdaus --- tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata
yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia… 2 Korintus 12:4.
Kalau di Perjanjian Lama kita sudah melihat imam
besar Harun masuk kedalam Ruangan Maha Suci. Di Perjanjian Baru diwakili oleh
Rasul Paulus.
Lalu apa yang dilihat Rasul Paulus ketika dia
diangkat ketingkat yang ketiga dari Sorga; Ruangan Maha Suci?
Ibrani 9:3-4
(9:3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang
disebut tempat yang maha kudus. (9:4) Di situ terdapat mezbah
pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut
dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi
manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan
perjanjian,
Karena imam besar Harun sudah mengadakan
pendamaian, berarti gerejanya sudah sempurna. Jadi hari Sabat adalah HARI YANG
MULIA, tampak dua hal;
1.
Tabut
Perjanjian 🡪 Mempelai TUHAN
2.
Mezbah
Pembakaran Emas 🡪 Doa penyembahan.
Jadi kita tidak bisa pungkiri hari Sabat adalah hari
Kenikmatan, hari Kudus TUHAN, dan hari Yang Mulia, dengan pemaparannya kita
sudah melihat dengan mata hati, tidak bisa disangkali. Tetapi Edom dengan
perbuatannya tidak menghargai hari Sabat akhirnya dia menjadi lelah.
Sebetulnya masih panjang, tetapi saya kira ini sudah cukup
untuk menjadi modal bagi kita.
Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah, mengapa? Karena Edom dan perbuatannya.
TUHAN dengan Kasih yang sempurna telah dinyatakan kepada
kita malam ini, tidak kurang kasih-Nya kepada kita saudara, tinggal kita
bersyukur di kaki salib sebentar membawa hati yang hancur, manfaatkan Kasih TUHAN,
sebab pada gelap gulita tidak ada lagi Kasih, dan manfaatkan ibadah dan
pelayanan, sebab pada gelap gulita orang tidak dapat lagi bangun; tidak ada
lagi ibadah, tidak ada lagi kegiatan Roh. Padahal kita butuh ibadah (kegiaatan
Roh). Sebab manakala hati ini hancur dengan banyak masalah, persoalan; suami
dan isteri dalam nikah banyak persoalan; maka pada saat ibadah kita datang
tersungkur di kaki salib, dengan hati yang hancur kita membawa hdidup kita dan
kita serahkan kepada TUHAN. Itulah pentingnya ibadah.
TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Gembala Sidang;
Pemberita Firman; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment