KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, April 24, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 12 APRIL 2026

 


IBADAH RAYA MINGGU, 12 APRIL 2026

KITAB WAHYU

(Seri 11)

 

Subtema: JUBAH YANG DICELUP DALAM DARAH (Seri 2)

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN oleh karena rahmat TUHAN kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan / diakses.

Selanjutnya doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari ALLAH memenuhi ruangan hati ini dan ruangan hati kita, TUHAN bertakhta di hati kita memberi damai sejahtera, ada sukacita, serta bahagia saat kita duduk diam dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan Firman TUHAN.

 

Saudara malam ini kita bersyukur, berterima kasih kepada TUHAN yang senantiasa melawat kehidupan kita, bahwasanya TUHAN mengutus hamba-hambaNya ada di tengah-tengah kita yaitu; Pdt. Tondang dan Pdt. Candra Silalahi, itu merupakan lawatan TUHAN bagi kita.

Kita berterima kasih, kita bersyukur sebab pasir yang melekat di telapak kaki seorang hamba TUHAN bila dibawa masuk kedalam rumah kita, itu bisa menjadi berkat yang luar biasa bagi kita asal kita menerimanya dengan segala kerendahan di hati.

 

Marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi. Kita masih berada pada Wahyu 19:13.

 

Wahyu 19:13--- Perikop: “Firman ALLAH”

(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman ALLAH."

 

Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.

Saudara ayat ini bukanlah suatu kebetulan kalau disampaikan malam ini, karena bulan ini adalah bulan Paskah, dimana orang Kristen memperingati Pengalaman Yesus didalam tanda kematian dan kebangkitan-Nya.

 

1.       Jubah 🡪 Pengalaman atau perbuatan hidup.

2.       Darah 🡪 Pengorbanan Yesus Kristus.

3.       Ia 🡪 Pribadi Yesus Kristus, Dialah si Penunggang Kuda putih itu, tetapi Dia juga seorang Imam Besar Agung sebab Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah.

 

Pengertian secara singkat dari “jubah yang telah dicelup dalam darah”: adalah kehidupan Yesus yang telah dikorbankan bagi kita.

Saudara hampir semua nabi dalam perjanjian lama bernubuat tentang pengorbanan Yesus Kristus termasuk nabi Yesaya.

 

TERKAIT JUBAH YANG TELAH DICELUP DALAM DARAH…

Yesaya 63:1-3---Perikop: “Hukuman pembalasan atas Edom”

(63:1) "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!" (63:2) "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?" (63:3) "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.

 

Disini kita melihat; baju merah / pakaian merah dikaitkan dengan; keadilan dan keselamatan 🡪 Pribadi Yesus Kristus yang telah menderita sengsara bahkan rela mati / rela memberikan nyawa-Nya di atas kayu Salib. Inilah yang disebut jubah yang telah dicelup dalam darah.

Singkat kata; Yesus adalah Pengirik buah anggur, dan Ia melakukanNya seorang diri. Kalau dikatakan “seorang diri” berarti “tidak ada yang lain”.

 

Terkait “tidak ada yang lain”

1 Timotius 2:5

(2:5) Karena ALLAH itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara ALLAH dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

 

Perlu untuk diketahui; ALLAH itu esa, berarti; SATU / tunggal (tidak ada yang lain).

 

Terkait “tidak ada yang lain” kita bahas di dalam…

Mazmur 115:1---Perikop: “Kemuliaan hanya bagi ALLAH”

(115:1) Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

 

Singkat kata; kemuliaan hanya bagi TUHAN. Alasannya; karena kasih dan setia-Nya.

-          KASIH: kegunaannya; menutupi banyak sekali dosa1 Petrus 4:8.

Siapa yang sanggup menutupi dosa dengan sempurna? Jawabnya; Tidak ada.

-          SETIA. Prakteknya: taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salibFilipi 2:8.

Siapa yang dapat menunjukkan kesetiaan seperti ini? Jawabnya; Tidak ada.

Tidak ada seorangpun yang sanggup melakukan KASIH dan SETIA ini dengan sempurna sampai detik ini. Oleh sebab itu manusia tidak boleh / tidak layak mencuri kemuliaan ALLAH, bahkan seorang hamba TUHAN juga tidak boleh mencuri kemuliaan ALLAH, sekalipun hamba TUHAN tersebut dipakai oleh TUHAN dengan heran dan luar biasa didalam dua hal, antara lain;

1.       Penginjilan.

Lewat penginjilan; orang-orang menjadi percaya, bertobat, dibaptis air, dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Kemudian di tengah-tengah penginjilan itu terjadi mujizat kesembuhan, pengusiran setan, bahkan sanggup mengadakan perbuatan-perbuatan yang ajaib, tetapi meskipun demikian, hamba-hamba TUHAN tidak boleh mencuri kemuliaan ALLAH karena itu karunia dari ALLAH.

2.       Bernubuat, dalam bentuk menyingkapkan rahasia Firman ALLAH atau sanggup menyampaikan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Jadi kita tidak layak untuk mencuri kemuliaan ALLAH.

KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN KITA, karena TUHAN adalah ALLAH yang esa, berarti; satu, tunggal, tidak ada yang lain.

 

Mazmur 115:2-3

(115:2) Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana ALLAH mereka?" (115:3) ALLAH kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!

 

Bangsa Kafir tidak mengenal ALLAH yang esa yang telah melakukan kehendak ALLAH, berarti; yang telah melakukan pegirikan terhadap buah anggur, sehingga jubah-Nya menjadi merah.

 

Mazmur 115:4-7

(115:4) Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, (115:5) mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, (115:6) mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, (115:7) mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.

 

Bangsa-bangsa / bangsa kafir yaitu; bangsa yang tidak mengenal ALLAH yang esa akhirnya menyembah berhala buatan tangan manusia. Adapun berhala tersebut sekalipun terbuat dari perak dan emas, namun tidak dapat berbuat sesuatu untuk menolong manusia. Apa buktinya?...

1.       Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata = Bisu rohani.

2.       Mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat = Buta rohani.

3.       Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar = Tuli rohani.

4.       Mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium = Keras hati. Kekerasan dihati atau kedegilan setara dengan penyembahan berhala … 1 Samuel 15:23.

Coba saudara minta tolong kepada orang yang keras hati; dia tidak akan peduli kepada saudara, dia hanya peduli kepada hatinya, dan dia hanya peduli dengan maunya sendiri.  Bagaimana kita bisa berharap dengan berhala?Andaikata dia terbuat dari batangan perak dan emas?... Tidak bisa.

Kita hanya bisa berharap kepada ALLAH yang esa, bukan berharap kepada ALLAH kedua, ALLAH yang ketiga dan ALLAH yang keempat.

5.       Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba = Pemalas.

Pemalas itu"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- (Amsal  6:10) dan Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya -- (Amsal 26:14).

6.       Mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, artinya; Lumpuh rohani.

Namanya orang lumpuh, diajak mengikuti jejak Yesus tidak bisa, kecuali hanya duduk di tempat saja.

7.       Tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya, artinya manusia tidak memahami apa maunya berhala.

 

Singkat kata; ALLAH lain (ALLAH yang kedua, ketiga, dan keempat) tidak berdaya dan tidak sanggup untuk menolong manusia dalam kelemahannya. Manusia sudah lemah, tetapi banyak manusia berharap untuk ditolong oleh berhala yang lemah juga.

Jadi kita tidak bisa berharap kepada berhala, sekalipun berhala itu terbuat dari perak dan emas. Kemudian bongkahan-bongkahan emas dan perak bila dipecah-pecahkan, tetap saja tidak dapat meneteskan darah untuk menebus dosa kita masing-masing.

 

Mazmur 115:8

(115:8) Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

 

Bangsa kafir / orang yang tidak mengenal ALLAH yang esa menjadi sama bodohnya dengan berhala yang selalu dipuja dan disembah.

 

Saudara kita bersyukur kepada TUHAN, sebab TUHAN telah membawa kita ke atas gunung TUHAN yang tinggi (penyembahan tertinggi), sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti, tidak kepada berhala-berhala. Sebab Alah itu esa, tidak ada yang lain.

Tetaplah berdoa kepada TUHAN, kiranya Ibadah-ibadah dalam Penggembalaan GPT Betania terus membawa kita kepada tingkat ibadah yang tertinggi / gunung yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; doa penyembahan.

 

Kita kembali membaca…

1 Timotius 2:5

(2:5) Karena ALLAH itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara ALLAH dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (2:6) yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

 

Yang menjadi PENGANTARA antara ALLAH dan manusia ialah; manusia Kristus Yesus, sebab Ia telah menyerahkan diri-Nya (menyerahkan nyawa-Nya, menyerahkan darah-Nya) untuk;

-          Menebus kita dari maut.

-          Memperdamaikan kita kepada ALLAH Bapa di Sorga.

Sementara berhala yang terbuat dari emas dan perak tidak bisa berbuat apa-apa (tidak berdaya), tidak sanggup menolong manusia. Jadi jangan kita berharap kepada berhala-berhala, jangan kita membuat ALLAH kedua, jangan kita jadikan bisnis, usaha, dagang, pekerjaan, harta, kekayaan, jabataan, dan pangkat menjadi ALLAH ketiga, ALLAH keempat dan seterusnya.

 

Tetapi Yesus telah mengadakan pengirikan terhadap buah anggur; Ia melakukan-Nya seorang diri, tidak ada yang lain dan Ia melakukan-Nya 2000 ribu tahun yang lalu di bukit Golgota / di Kalvari, sebab di ayat 6 dikatakan; itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

 

1 Timotius 2:7

(2:7) Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -- yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta -- dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

 

Singkat kata; Paulus menerima jabatan Rasul, Penginjil, Pengajar / Guru, jelas karena; Jubah Imam Besar yang telah dicelup dalam darah. Jadi semua keluar dari jubah, termasuk; jabatan-jabatan Roh-El Kudus yang diterima oleh Paulus. Tetapi Paulus juga menerima jabatan Gembala, sebab di dalam Nats Firman TUHAN, Paulus berkata; --- Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya (1 Tesalonika 2:7). Ibu 🡪 Gembala.

Kemudian meskipun Paulus bukan nabi, tetapi dia juga menerima karunia nabi. Apa buktinya?... TUHAN percayakan Wahyu (pembukaan Firman nubuat)… sebagaimana dalam Galatia 1:12 --- (1:11) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. (1:12) Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.

 

Jadi saudara kalau berbicara tentang ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah, orang kristen tidak boleh heran apalagi lari dari sana, justru dari Jubah yang telah dicelup dalam darah keluar pernyataan-pernyataan kasih dari TUHAN. Demikian juga Paulus dipakai TUHAN dengan heran dan luar biasa, karena jubah yang telah dicelup dalam darah.

Saya juga ditetapkan menjadi Gembala, lalu dipercaya untuk menyampaikan Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni, itulah; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu karena Jubah Imam Besar yang telah dicelup dalam darah, jadi tidak boleh dipungkiri. Maka saya sebagai hamba TUHAN (gembala sidang) tidak boleh mencuri kemuliaan ALLAH.

Inilah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan di atas pundak saya, maka saya tidak boleh bermegah, sebab upah yang lebih besar dari semua upah bukanlah gaji bulanan, melainkan bila dipercaya melayani TUHAN.

 

Pertanyaannya: MENGAPA JUBAH IMAM BESAR DICELUP DALAM DARAH?

 

Jawabnya…

Yesaya 63:1

(63:1) "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!"

 

Jubah dicelup dalam darah (mengirik buah anggur) ada kaitannya pada: Edom dengan segala perbuatannya. Ini jawabannya. Maka dari jawaban ini sekalipun belum dijelaskan / dipaparkan langsung saja hati kita hancur karena rasa bahagia.

Coba kalau jubah Imam Besar tidak dicelup dalam darah, habislah manusia dengan kerohanian yang sama seperti Edom karena perbuatannya tidak berkenan dihadapan TUHAN.

Saya juga sebagai hamba TUHAN, masih jauh dari kata “sempurna”; baik sikap, perbuatan, dan segala sesuatu yang melekat didalam diri saya. Itu sebabnya saya katakan tadi; sungguh saya sangat bersyukur dan berterima kasih, sebab Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah, dan hal itu ada kaitannya dengan Edom dan perbuatannya. Kita juga belum sempurna dalam kasih, dan belum sempurna dalam setia-Nya.

 

Edom dan perbuatannya tidak berkenan kepada TUHAN, kita buktikan;

Kejadian 25:27

(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

 

Karakter Esau dan Yakub sangat bertolak belakang, dan sifat mereka juga bertolak belakang, sejak dari rahimnya Ribka.

 

Kejadian 25:28-34

(25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. (25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. (25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "JuALLAH dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" (25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

 

Esau disebut Edom, berarti; merah atau ingin terhadap yang merah-merah. Saudara hal itu terjadi setelah Esau menjual hak kesulungannya demi semangkuk sop kacang merah.

Pendeknya; Esau menjual yang rohani demi yang lahiriah, inilah sikap dari Edom.

Singkatnya, roh Edom ialah menjual yang rohani demi yang lahiriah, meninggalkan jam-jam ibadah demi yang lahiriah menimbulkan sakit hati TUHAN, itulah Edom dan perbuatannya.

 

Itu sebabnya saya sebagai Gembala sidang takut untuk meninggalkan sidang jemaat GPT Betania yang dipercayakan oleh TUHAN adalah tanggung jawab saya, jangan sampai karena hal lahiriah saya meninggalkan yang rohani.

TUHAN tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya roh Edom tidak turun kepada keluarga besar GPT Betania. Mengapa jubah Imam Besar dicelup dalam darah? Kaitannya dengan Edom dengan segala perbuatannya, karakternya, dan keinginannya yang tidak berkenan kepada TUHAN.

 

Jadi Esau menjual yang rohani demi yang lahiriah, persis seperti kelakuan Yudas, menjual yang rohani itulah Yesus kepada imam-imam kepala, orang-orang Yahudi, demi yang lahiriah, yaitu tiga puluh keping uang perak... Matius 26:14-15.

Jadi roh Edom ini turun dan menguasai yudas di tengah pengikutannya kepada TUHAN.

 

Hati kita hancur bukan? Karena TUHAN BAIK, karena Kasih-Nya, karena Setia-Nya, Dia rela mengirik buah anggur sampai jubahnya berdarah-darah karena roh Edom.

Coba saudara bayangkan, berapa banyak kita tinggalkan jam-jam ibadah karena roh Edom.

Tetapi malam ini hati kita hancur-sehancurnya. Jangan kita hancur hati hanya karena dapat berkat, tetapi untuk hal yang rohani tidak hancur hati.

 

Mari kita sejenak membaca…

Matius 27:3-4---Perikop: “Yesus diserahkan kepada Pilatus Kematian Yudas”

(27:3) Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesALLAH ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, (27:4) dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

 

Yudas telah menyerahkan  / mengorbankan darah orang yang tidak bersalah itulah; Yesus Kristus. Ini adalah sebuah gambaran ketika jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah oleh karena Edom dan perbuatannya; menjual yang rohani demi yang lahiriah.

 

Mungkin hari ini setan berdiri disebelah kanan untuk mendakwa, menuduh karena pakaian lama, dan karena roh Edom dan perbuatannya, tetapi biarlah kiranya TUHAN senantiasa membela kita.

 

CIRI-CIRI ORANG YANG MENJUAL HAK KESULUNGAN

Kejadian 25:27

(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

 

Esau adalah seorang yang pandai berburu daging dan suka tinggal di padang.

1.       Pandai berburu daging 🡪 Esau adalah orang yang hidup didalam hawa nafsu dan keinginan daging. Dia sibuk berburu daging, dia tidak sibuk didalan hal mempertahankan Roh TUHAN.

Apalah artinya saya melayani TUHAN, melayani pekerjaan TUHAN, melayani jemaat tanpa Roh TUHAN di dalam diriku, apa yang harus saya katakan? Apakah saya harus berdusta, apakah saya harus menjadi orang munafik, apakah saya harus mencuri kemuliaan ALLAH supaya nampak diurapi? Tidak ada artinya.

Jadi, baik saya beserta sidang jemaat GPT Betania harus tetap mempertahankan Roh ALLAH, dan senantiasa terus bekerja didalam rumah TUHAN, didalam hidup kita.

 

Kita melihat pandai berburu daging

Roma 8:4

(8:4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

 

Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah karena Edom adalah manusia daging. Manusia daging menjalankan ibadahnya menurut hukum taurat, sebab hukum taurat itu lemah terhadap daging.

 

Roma 8:5-6

(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. (8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

 

Manusia daging hanya memikirkan hal-hal yang dari daging, berarti; dia tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, tidak memikirkan kegiatan Roh, tidak memikirkan ibadah dan pelayanan, tidak memikirkan hak kesulungan seperti Esau, dia meringankan hak kesulungan.

 

Perlu untuk diketahui;

a.       keinginan daging adalah maut.

Tetapi aneh, biarpun keinginan dagung adalah maut, banyak juga orang kristen hidup menurut daging dan mempertahankan keinginan daging, lebih dari mempertahankan keinginan Roh. Padahal hari-hari ini adalah hari-hari terakhir (petang) menjelang gelap malam. Apabila gelap malam tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, seperti tulah kesembilan di Mesir; seketika gelap gulita tiba di Mesir…

Keluaran 10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya…

-          Tidak ada orang yang dapat melihat temannya.

Artinya; orang tidak dapat mengasihi sesamanya. Bayangkan kalau seorang isteri tidak mengasihi suami; betapa menderitanya seorang suami, sebaliknya juga seorang suami tidak mengasihi seorang isteri; betapa menderitanya isterinya.

-          Tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya.

Berarti; tidak ada dalam kegiatan Roh, tidak ada lagi ibadah dan pelayanan, tidak ada lagi untuk mendapat hak kesulungan.

Bangun 🡪 Suasana kebangkitan, yakni ibadah dan pelayanan.

 

Oleh sebab itu, kita patut bersyukur kepada TUHAN karena di hari-hari terakhir menjelang gelap malam tiba, TUHAN masih memberi kesempatan kepada kita untuk berada dalam kegiatan Roh, itu merupakan kemurahan TUHAN, jadi pergunakanlah waktu yang singkat ini, sebab tanda-tanda dunia berakhir sudah sangat jelas sekali.

Jadi kenapa kita harus tetap mempertahankan daging dengan segala keinginannya? untuk apa lagi? Kenapa roh Edom itu harus dipertahankan?

 

Padahal sudah jelas; keinginan daging adalah maut, sedangkan keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Didalam diri manusia daging; ujung-ujungnya terjadi pertengkaran, ujung-ujungnya cekcok, bukan hanya sidang jemaat saja, tetapi hamba TUHAN juga seperti itu, tidak ada damai sejahtera, yang ada perselisihan. Tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

 

Roma 8:7-8

(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap ALLAH, karena ia tidak takluk kepada hukum ALLAH; hal ini memang tidak mungkin baginya. (8:8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada ALLAH.

 

Hidup menurut daging ialah: seteru atau musuh ALLAH. Mengapa? Sebab manusia daging tidak takluk kepada Firman ALLAH seperti Esau tahu tentang Firman ALLAH, tetapi tidak takluk kepada hukum ALLAH, buktinya? Esau lebih suka berburu daging, padahal kita tahu, kepadanya dipercayakan jubah yang maha indah yang seharusnya dicelup dalam darah, tetapi Esau menyimpan jubah nya didalam rumahKejadian 27:15.

 

Saya tidak mengatakan kalau saya sepenuhnya takluk kepada Firman ALLAH, saya juga masih jauh dari kata “sempurna”. Tetapi kita harus saling mendoakan, berarti; bukan saya saja yang mendoakan saudara, tetapi saudarapun harus mendoakan saya, supaya kita sama-sama menaklukkan diri kepada Firman ALLAH, supaya roh Edom itu tidak melekat didalam diri kita.

 

Ada 15 tabiat daging, seluruhnya ditulis didalam Galatia 5:19-21. Itulah yang diburu oleh Esau sebab dia adalah Edom.

Inilah penjelasan ciri pertama, dimana Esau pandai berburu daging.

 

2.       Esau suka tinggal di padang.

Padang 🡪 dunia dengan segala sesuatu yang ada didalamnya.

 

Mari kita lihat segala sesuatu yang ada didalam dunia:

1 Yohanes 2:16

(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Tiga hal pokok didalam dunia;

  1. Keinginan daging.

Ini persis seperti peristiwa ketika Yesus dicobai di padang gurun, sesudah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, Roh TUHAN memimpin Dia ke padang gurun untuk dicobai -- (Matius 4:1-2).

Jadi kalau Roh TUHAN yang pimpin kita meskipun harus menghadapi pencobaan, jangan lari dari pengaruh / kendalinya Roh kudus, ikuti saja aliran Sorgawi. Kalaupun harus menghadapi pencobaan, TUHAN yang mampukan kita, karena Roh TUHAN bersama dengan kita, daging memang lemah tetapi roh penurut.

 

Ujian pertama: batu menjadi roti -- Matius 4:3. Makanan (roti) hubungannya dengan daging. Jadi hebatnya setan untuk memelintir cara berpikir manusia (paradigma) manusia / sudut pandang manusia.

 

  1. Keinginan mata.

Matius 4:5-7 --- Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi sekali, lalu disitu memperlihatkan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, itu keinginan mata.

Jadi anak-anak TUHAN; jangan berkata “cuci mata”, padahal itu sebenarnya keinginan mata; contoh; pergi ke mall; bersama dengan teman kerja, teman sekolah, teman kuliah dan seterusnya hanya untuk melihat kerajaan dunia, itu adalah keinginan mata.

 

  1. Keangkuhan hidup.

Ujian yang kedua; Yesus dibawa kebubungan Bait ALLAH, selanjutnya iblis berkata; jatuhkanlah diri-Mu dari atas ke bawah.

Saudara, menjatuhkan diri ke bawah hanya karena perkara-perkara dibawah itu adalah keangkuhan hidup.

Bukankah jauh lebih baik kita berada dibubungan di Bait ALLAH, dan TUHAN yang akan meninggikan kita.

Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan di bubungan Bait ALLAH.

 

Itulah hal-hal yang ada didalam dunia, selanjutnya disini dikatakan; --- Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu… 1 Yohanes 2:15. Ketiga hal ini tidak ada di Sorga.

Didalam Sorga hanya ada kasih. Tetapi keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup tidak ada di Sorga. Jadi hanya ada satu KASIH; seperti Mempelai Laki-laki mengasihi mempelai perempuan.

 

DAMPAK NEGATIF SIBUK BERBURU DAGING DAN TINGGAL DI PADANG:

Kejadian 25:29

(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.

 

Disini kita melihat; Esau menjadi lelah.

Lelah menunjukkan bahwa Esau tidak masuk pada hari perhentian, tidak menghargai hari Sabat. Kalau tidak berhenti pada hari ketujuh (hari sabat) seseorang menjadi; lelah.

TUHAN sudah sediakan --- Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, ALLAHmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan… ulangan 5:13-14.

Sibuk berburu uang dan perkara-perkara lahiriah lainnya seseorang menjadi lelah kalau jauh dari jam-jam ibadah.

 

Lihat orang yang lelah; dia akan mencari ketenangan dengan caranya sendiri; seumpama pulang kerja sampai di rumah, kalau bisa menurut pemahamannya sendiri; dia tidur dikamar dengan AC yang dingin, dan kalau bisa jangan lagi dia diganggu. Kalau dia diganggu dia akan marah, dia akan uring-uringan, dia akan balas dengan marah juga. Itu mencari ketenangan didalam diri sendiri.

 

Tetapi kalau kita mencari ketenangan pada hari ketujuh disertai dengan memikul Salib, kita tetap ada dalam damai sejahtera.

 

Yesaya 58:13-14 ---Perikop: “Menghormati hari Sabat”

(58:13) Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, (58:14) maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.

 

Ini jaminan kepada orang yang menghargai ibadah dan pelayanan diberi makan dari milik pusaka. Jadi kalau kita sungguh-sungguh menghargai hari sabat; ibadah dan pelayanan, tekun tiga macam ibadah pokok, kita dipelihara dan dicukupkan segala sesuatu dengan cara yang ajaib oleh TUHAN, itu sudah dijanjikan oleh TUHAN.

Memang kita belum sempurna dalam kasih, juga belum sempurna dalam setia, tetapi kalau tekun dalam tiga macam ibadah pokok; maka TUHAN pelihara kita sesuai dengan janji Firman ALLAH.

 

Untuk mengatasi puncak pencobaan dibumi maka gereja TUHAN sudah harus berada puncak ibadah yaitu: doa penyembahan, itu adalah kendaraan kemenangan yang TUHAN telah berikan kepada kita.

 

Hari sabat disebut juga; hari kenikmatan, hari kudus TUHAN, hari yang mulia. Bila dikaitkan dengan POLA TABERNAKEL;

1.       HARI KENIKMATAN terkena pada DAERAH HALAMAN:

-          MEZBAH KORBAN BAKARAN 🡪 Pertobatan, berarti; berhenti berbuat dosa, kembali kepada ALLAH.

-          KOLAM PEMBASUHAN TEMBAGA berbicara tentang; Baptisan Air 🡪 Pengalaman Kematian dan Kebangkitan TUHAN Yesus Kristus.

Kuasa kematian ialah; dosa / hidup lama; dikubur. Sedangkan Kuasa kebangkitan ialah; hidup baru; dibaharui oleh Roh TUHAN.

 

2.       HARI KUDUS TUHAN terkena pada RUANGAN SUCI. Di dalamnya terdapat tiga macam alat yaitu;

-          Meja Roti Sajian 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci, berarti; disucikan oleh Firman ALLAH dan oleh tubuh dan darah Yesus = IMAN.

-          Pelita Emas 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh. Kesaksian roh adalah PENGHARAPAN.

1 Yohanes 3:3

(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Jadi Pengharapan itu adalah ruangan kudus atau kesucian jadi itu yang menguduskan kita.

-          Mezbah Dupa 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = tinggal didalam KASIH.

KASIH menutupi banyak sekali dosa, jadi kasih juga menguduskan.

 

3.       HARI YANG MULIA terkena pada RUANGAN MAHA SUCI.

Kita lihat orang yang pernah masuk dalam Ruangan Maha Suci dalam Perjanjian Lama itulah imam besar Harun.

Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran… Imamat 16:3.

 

Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir… Imamat 16:12.

 

Tetapi pribadi Paulus juga pernah berada di Ruangan Maha Suci, ketika dia diangkat ke tingkat yang ketiga dari Sorga, disebut Firdaus --- tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia… 2 Korintus 12:4.

 

Kalau di Perjanjian Lama kita sudah melihat imam besar Harun masuk kedalam Ruangan Maha Suci. Di Perjanjian Baru diwakili oleh Rasul Paulus.

Lalu apa yang dilihat Rasul Paulus ketika dia diangkat ketingkat yang ketiga dari Sorga; Ruangan Maha Suci?

 

Ibrani 9:3-4

(9:3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. (9:4) Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

 

Karena imam besar Harun sudah mengadakan pendamaian, berarti gerejanya sudah sempurna. Jadi hari Sabat adalah HARI YANG MULIA, tampak dua hal;

1.       Tabut Perjanjian 🡪 Mempelai TUHAN

2.       Mezbah Pembakaran Emas 🡪 Doa penyembahan.

 

Jadi kita tidak bisa pungkiri hari Sabat adalah hari Kenikmatan, hari Kudus TUHAN, dan hari Yang Mulia, dengan pemaparannya kita sudah melihat dengan mata hati, tidak bisa disangkali. Tetapi Edom dengan perbuatannya tidak menghargai hari Sabat akhirnya dia menjadi lelah.

 

Sebetulnya masih panjang, tetapi saya kira ini sudah cukup untuk menjadi modal bagi kita.

Jubah Imam Besar telah dicelup dalam darah, mengapa? Karena Edom dan perbuatannya.

 

TUHAN dengan Kasih yang sempurna telah dinyatakan kepada kita malam ini, tidak kurang kasih-Nya kepada kita saudara, tinggal kita bersyukur di kaki salib sebentar membawa hati yang hancur, manfaatkan Kasih TUHAN, sebab pada gelap gulita tidak ada lagi Kasih, dan manfaatkan ibadah dan pelayanan, sebab pada gelap gulita orang tidak dapat lagi bangun; tidak ada lagi ibadah, tidak ada lagi kegiatan Roh. Padahal kita butuh ibadah (kegiaatan Roh). Sebab manakala hati ini hancur dengan banyak masalah, persoalan; suami dan isteri dalam nikah banyak persoalan; maka pada saat ibadah kita datang tersungkur di kaki salib, dengan hati yang hancur kita membawa hdidup kita dan kita serahkan kepada TUHAN. Itulah pentingnya ibadah.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Gembala Sidang;

Pemberita Firman; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

No comments:

Post a Comment